cover
Contact Name
Mustika
Contact Email
mustika@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
agroindustri@upi.edu
Editorial Address
Jl. Dr. Setiabudhi No. 207, Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUFORTECH
ISSN : 27764761     EISSN : 25414593     DOI : https://doi.org/10.17509/edufortech.v6i2
EDUFORTECH memuat artikel baik hasil penelitian ataupun review berbagai artikel yang mencakup topik: Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan Bioteknologi Pangan Teknologi pengolahan pangan fungsional keamanan pangan pendidikan teknologi hasil pertanian dan topik lain yang relevan
Articles 120 Documents
MANAJEMEN PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI PRODI APHP SMK PPN LEMBANG Fitriani, Nur Laila; Mujdalipah, Siti
EDUFORTECH Vol 7, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i1.44980

Abstract

Program Keahlian APHP SMK PPN Lembang merupakan salah satu program studi yang menerapkan model pembelajaran Teaching Factory sejak tahun 2018 dengan produk Coffee hape. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan kualitas dari model pembelajaran Teaching Factory. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif kuantitatif dengan metode observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian berdasarkan observasi dan wawancara menyatakan bahwa perencanaan model pembelajaran Teaching Factory berada pada kategori baik dengan persentase 80% yang dilengkapi dokumen sebagai bentuk perencanaan, pengorganisasian berada pada kategori cukup baik dengan persentase 74,2% dibuktikan adanya struktur organisasi dan pembagian tugas, pelaksanaan berada pada kategori cukup baik dengan persentase 71,4% dibuktikan dengan adanya proses produksi yang dilaksanakan, dan pengawasan berada pada kategori baik dengan persentase 85,7% dibuktikan dengan adanya evaluasi. Kualitas model pembelajaran Teaching Factory diindikasi baik dengan nilai akhir peserta didik tuntas, dan keterlibatan peserta didik baik untuk semua indikator. Secara keseluruhan manajemen model pembelajaran Teaching Factory dan kualitas pembelajaran Teaching Factory telah berjalan dengan baik. Namun masih memerlukan perbaikan pada perencanaan (lab, marketing-promosi, produk-jasa dan hubungan industri), pengorganisasian (marketing-promosi, produk/jasa, dan hubungan industri), pelaksanaan (marketing-promosi, produk jasa dan hubungan industri), pengawasan (marketing-promosi), dan peningkatan keaktifan belajar peserta didik.
PRODUKSI DAN DAYA TERIMA SELAI MARKISA UNGU Kartika, Kartika; Herdiana, Herdiana
EDUFORTECH Vol 7, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i1.44976

Abstract

Pemanfaatan buah menjadi produk selai mampu mendatangkan keuntungan yang besar. Markisa ungu (purple passion) dapat digunakan sebagai bahan utama pembuatan selai. Hal ini dikarenakan pasokan bahan baku yang melimpah serta belum adanya pengembangan terhadap produk selai markisa ungu. Selain itu, jenis markisa ini memiliki harga yang cukup terjangkau dan mampu berbuah tanpa kenal musim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan komposisi perbandingan sari markisa, gula, pektin terhadap karakteristik selai markisa ungu pada aspek warna, aroma, rasa dan tekstur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimental. Penelitian ini dilakukan dua tahap, yaitu tahap pertama dilakukan dengan membuat selai markisa ungu, sedangkan penelitian yang kedua adalah penelitian uji kesukaan dengan perbandingan formulasi selai yang di bedakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan perbandingan sari markisa, gula dan pektin berpengaruh nyata terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur selai markisa ungu. Pembuatan selai markisa ungu dengan formulasi 1 (perbandingan sari markisa: gula: pektin 0,5: 0,75: 1) merupakan formulasi yang paling disukai panelis berdasarkan hasil uji hedonik dari aspek warna, aroma, dan rasa. Untuk aspek tekstur panelis lebih menyukai formulasi perbandingan sari markisa 0,75. Secara keseluruhan formulasi 1 lebih dominan disukai panelis daripada formulasi lainnya. Dengan demikian formulasi 1 lebih berpotensi dijadikan formulasi yang tepat dalam pembuatan selai markisa ungu.
POTENSI BIOPLASTIK DENGAN PENAMBAHAN AGEN ANTIBAKTERI SEBAGAI KEMASAN AKTIF RAMAH LINGKUNGAN Faridah, Chintya Nur
EDUFORTECH Vol 7, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i1.44977

Abstract

Konsumsi dan produksi plastik yang tinggi menyebabkan penumpukan sampah plastik yang memiliki dampak negatif bagi lingkungan. Hal tersebut disebabkan plastik sulit terdegradasi. Salah satu alternatif solusi permasalahan ini adalah dengan menciptakan kemasan yang mudah terdegradasi, yaitu bioplastik. Kehilangan makanan telah menjadi permasalahan global, salah satu sebabnya adalah pembusukan akibat mikroba di sepanjang rantai pasok yang menyebabkan umur simpan produk berkurang. Kini tuntutan akan kemasan pangan yang memiliki fungsi aktif dibutuhkan demi menjamin keamanan pangan dan meningkatkan umur simpan produk yang dikemas, salah satunya adalah kemasan aktif antibakteri. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bioplastik ramah lingkungan dengan penambahan agen antibakteri untuk menjadi kemasan aktif antibakteri. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur. Hasil kajian menunjukkan adanya potensi pengembangan bioplastik antibakteri menggunakan bahan-bahan alami. Pengembangannya diharapkan dapat mengurangi penggunaan plastik konvensional dan mengurangi tingkat kehilangan makanan karena kontaminasi mikroba.
PENGEMBANGAN VIDEO EXPLAINER BERBASIS POWTOON PADA MATA PELAJARAN PRODUKSI PENGOLAHAN HASIL HEWANI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Anggi Mutiara Sandi; Yani Achdiani; Dewi Nur Azizah
EDUFORTECH Vol 7, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i1.44978

Abstract

Produksi Pengolahan Hasil Hewani merupakan mata pelajaran yang wajib dipelajari siswa SMKN 2 Cilaku Cianjur. Penggunaan Google Classroomdan grup Whatsappbelum dapat memberikan hasil belajar yang diharapkan, dimana nilai rata-rata peserta didik (65,19) di bawah kriteria ketuntasan minimal (80). Video powtoondapat menjadi salah satu inovasi media pembelajaran yang dikemas secara utuh, efektif, menarik, dan interaktif untuk membantu peserta didik dalam proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui kelayakan video explainerberbasis powtoon2) Mengetahui hasil belajar peserta didik setelah menggunakan video explainer3)Mengetahui hasil belajar peserta didik menggunakan power point 4)Mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan video explainer berbasis powtoondan power point. Pengembangan video explainerberbasis powtoonmenggunakan model ADDIE dan diimplementasikan dengan desain Quasi Eksperimen – nonequivalent control groupdesign. Hasil penelitian menunjukan bahwa video explainerberbasis powtoondinyatakan “Sangat Layak” oleh ahli media, ahli materi, peserta didik, dan dinyatakan “Layak” oleh ahli bahasa. Terdapat peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen dengan nilai N-Gain 0,72 berada pada kategori “Tinggi” sedangkan pada kelas kontrol dengan nilai N-Gain 0,42 berada pada kategori “Sedang”. Selain itu, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada kelas yang menggunakan power point dan video sebagai media pembelajaran. 
PERSEPSI SISWA SMK MENGENAI TINGKAT PEMENUHAN GREEN SKILLS DALAM PEMBELAJARAN PRAKTIKUM PENGOLAHAN KUE BEKATUL Lilis Rohayati; Nika Nurastuti; Wita Sari; Mustika N Handayani; mukhidin mukhidin
EDUFORTECH Vol 7, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i1.48365

Abstract

Pemenuhan aspek green skillsdalam pembelajaran di SMK dilakukan untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Studi mengenai hal tersebut belum banyak dikaji khususnya di SMK Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siwa mengenai pemahaman green skillsdan tingkat pemenuhan aspek-aspek green skillsmelalui praktikum pengolahan kue bekatul (dedak padi). Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui penyebaran kuesioner. Partisipan penelitian ini adalah siswa SMKN 1 Kuningan jurusan APHP yang telah melakukan praktikum pengolahan kue bekatul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran praktikum pengolahan kue bekatul pada mata pelajaran Teknologi Pengolahan Limbah dapat memenuhi aspek-aspek green skills menurut persepsi siswa SMKN 1 Kuningan jurusan APHP. Mayoritas siswa (86,7% responden) memahami dan mampu menjelaskan mengenai green skill. Selain itu, jumlah responden mengenai tingkat pemenuhan aspek-aspek green skills yaitu: 60% pada aspek Environmental awarenesssangat terpenuhi,43,3% pada aspek Communication skills sangat terpenuhi, 46,7% pada aspek Adaptability in green jobs terpenuhi, 63,3% pada aspek Innovation skills to identify opportunities and create new strategies to respond to green challengessangat terpenuhi, serta 66,7% pada aspek Management systems of wastesangat terpenuhi.
INTEGRASI PENDIDIKAN UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN PADA MATA PELAJARAN DASAR-DASAR AGRITEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN Alifah Rosya Sofiana; Dini Kulsum; Mega Nurmala Safitri
EDUFORTECH Vol 7, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i1.48366

Abstract

Konsep pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan(education for sustainable development)perlu diintegrasikanke dalam kurikulum SMK.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dalam pengembangan kurikulum SMK, khususnya penerapannya pada mata pelajaran dasar-dasar agriteknologi pengolahan hasil pertanian. Metode penelitian yang digunakan adalah studiliteratur. Integrasi konsep pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan ke dalamkurikulum pendidikan Indonesia khususnya pada jenjang SMK tidak diimplementasikan ke dalam mata pelajaran khusus. Kurikulum merdeka memungkinkan setiapsatuan pendidikan mengatur proses pembelajaran secara fleksibel. Integrasi konsep Education for Sustainable Developmentdapat dilakukan dengan memberikan materi serta strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan atau capaian pembelajaran mengenaiisu-isuglobal di industri pengolahan hasil pertanian. Dasar-dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanianyang ditujukan untuk siswakelas X SMK APHPyang memilikienam unsur capaian belajardapat diintegrasikan konsep education for sustainable development
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN GREEN SKILLS PESERTA DIDIK SMK Bunga Arnelia Nofri; Keisha Rizki Febriyana
EDUFORTECH Vol 7, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i1.48364

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran berbasis masalah dalam peningkatan pengetahuan green skillspeserta didik SMK. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan QuasiExperimental (Eksperimen Semu) dan desain penelitian One Group Pre-test Post-test. Subjek yang ditelitiadalah23 orang peserta didik kelas X APHP SMK Negeri Pertanian Pembangunan Lembang. Topik pembelajaran yang disampaikan yaitu mengenai green skills dan kaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test sebelum menerapkan model pembelajaran berbasis masalah yaitu 86,96 dan rata-rata nilai post-testsetelah menerapkan model pembelajaran berbasis masalah yaitu 98,70. Penggunaan model PBM dinilai efektif berdasarkan nilai hasil uji N-Gainyaitu 0,94 yang menunjukkan peningkatan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan pengetahuan green skills peserta didik.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Hots pada Materi Pengemasan untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X APHP 1 SMKN 1 Pacet Febriani Anggita Dewi; Sri Handayani; Gilang Garnadi Suryadi
EDUFORTECH Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i2.51623

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan satu diantara keterampilan tingkat tinggi yang dibutuhkan pada abad 21, untuk itu diperlukan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pembelajaran yang dilakukan di SMKN 1 Pacet pada materi pengemasan di kelas X APHP belum pernah menggunakan pembelajaran berbasis HOTS, dan penilaian yang dilakukan masih menggunakan level kognitif berpikir tingkat rendah. Oleh karena itu, dilakukan implementasi pembelajaran berbasis HOTS berdasarkan Brookhart yang mencakup transfer, berpikir kritis dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran berbasis HOTS dan kemampuan berpikir kritis peserta didik setelah menggunakan pembelajaran berbasis HOTS. Level Kognitif taksonomi bloom yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis yaitu menganalisis (C4), mengevaluasi (C5) dan mencipta (C6). Metode penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing siklus satu kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran pada siklus I dan siklus II setiap tahapan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. kemampuan berpikir kritis siswa dilihat dari hasil Post-Test pada indikator menganalisis berada pada kategori “sedang”, indikator mengevaluasi pada kategori “sedang”, indikator mencipta pada kategori “sangat tinggi”. N-gain score untuk siklus I adalah sebesar 0,4835 termasuk dalam kategori sedang. N-gain score untuk siklus II adalah sebesar 0,5978 termasuk dalam kategori sedang. Hal ini membuktikan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sesudah pembelajaran, sehingga dapat membuktikan keefektifan pembelajaran berbasis HOTS yang digunakan dalam penelitian.
Strategi Pengembangan Agroindustri di Kota Kefamenanu (Studi Kasus pada Usaha Keripik Sularso) Adriana Banunaek; Simon Juan Kune; Umbu Joka
EDUFORTECH Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i2.50964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan usaha keripik pisang dan keripik ubikayu di Kefamenanu, Kota Timor Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan subjek penelitian yaitu usaha keripik pisang dan ubi kayu Paman Sularso. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif menggunakan dengan analisis strength, weakness, opportunity dan thread (SWOT) serta analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha keripik pisang dan keripik ubi kayu berada pada kuadran 1 koordinat 0,16;0,66, artinya pengembangan usaha keripik bisa dilakukan dengan memilih strategi memaksimalkan peluang dan meminimalisasi ancaman. Strategi pengembangan usaha keripiki berdasarkan matriks SWOT yaitu meningkatkan kualitas produk, meningkatkan produksi, melakukan inovasi produk, meningkatkan modal, merekrut tenaga kerja dan melakukan perizinan usaha agar memperoleh modal usaha dan dapat meningkatkan usaha untuk berkembang.
Modifikasi Pati dengan Fermentasi (S. cerevisiae) pada Tepung Pisang, Tepung Ubi Ungu, dan Tepung Ketan Hitam Kamila Lavenia Dewi; Dhila Ery Aulina; Febriany Wulandari; Shinta Maharani
EDUFORTECH Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i2.51624

Abstract

Tepung merupakan produk setengah jadi yang berasal dari gandum yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Dalam upaya mengurangi impor gandum, maka diperlukan alternatif lain yang memiliki pati dan karbohidrat tinggi seperti pisang, ubi ungu dan beras ketan hitam. Untuk memperbaiki karakteristik dan nilai kandungan gizi tepung tersebut maka diperlukan modifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tepung pisang, tepung ubi ungu dan tepung beras ketan hitam yang di modifikasi dengan penambahan Saccharomyces cerevisiae pada pengujian fisik (warna), kimia (pH, swelling power, OHC, WHC, suhu gelatinisasi, viskositas, sineresis), kadar polifenol, kapasitas antioksidan dan gula reduksi (sebelum dan setelah modifikasi). Hasil analisis menunjukan bahwa modifikasi tepung ubi ungu memiliki nilai terbaik dibandingkan tepung pisang dan tepung beras ketan hitam pada warna b* 38,4±0,45 swelling power sebesar 6,67±0,5 g/g, WHC 233,33±5,7%, suhu gelatinisasi 87,67±4,13⁰C, viskositas 2078,3±12,06cP, sineresis 0,00±0,00 ml, dan kadar polifenol 14,426 mg GAE/g.

Page 10 of 12 | Total Record : 120