cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Ranah: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December. Each article published in Ranah will undergo assessment process by peer reviewers.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
Ungkapan Keprihatinan dalam “Maklumat Akal Sehat” (Analisis Wacana Kritis terhadap Maklumat Rocky Gerung dkk) Andi Indah Yulianti; Winci Firdaus
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 8, No 1 (2019): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.34 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v8i1.961

Abstract

This paper seeks to reveal how the use of language in the form of lexical choices in "Maklumat Akal Sehat" when associated to the ideology and academic background of the initiators. This study used Teun van Dijk's Critical Discourse Analysis approach which divides discourse into three dimensions, namely the dimensions of text, social cognition, and social context. From the findings and discussion, it can be concluded that "Maklumat Akal Sehat" are dominant in lexical choices. The emerging lexicon illustrates concerns about democracy in Indonesia. The lexicons that appear are mostly related to politics, law, certain political understandings/ideology, and words that are slightly less prevalent (tunaide, tunakualitas, multimatra), because basically this decree is composed by several figures with different academic background and most of them are activists, writers, human rights watchdogs, lecturers of philosophy, etc. so, those things directly and indirectly influence the lexical choice in the decree.  ABSTRAKTulisan ini berusaha untuk mengungkap bagaimana penggunaan bahasa berupa pilihan leksikal dalam ”Maklumat Akal Sehat” jika dihubungkan dengan ideologi dan latar belakang akademik para penggagasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Critical Discourse Analysis Teun van Dijk yang membagi wacana ke dalam tiga dimensi yaitu dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Dari hasil temuan dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa “Maklumat Akal Sehat” dominan pada pilihan leksikal. Leksikon yang muncul menggambarkan keprihatinan terhadap demokrasi di Indonesia. Leksikon-leksikon yang muncul sebagian besar berhubungan dengan politik, hukum, paham/ajaran politik tertentu, dan kata-kata yang sedikit kurang lazim (tunaide, tunakualitas, multimatra), karena pada dasarnya maklumat ini disusun oleh beberapa tokoh dengan latar belakang akademis yang berbeda-beda dan sebagian besar merupakan aktivis, sastrawan, penggiat HAM, dosen filsafat, dan lain-lain sehingga secara langsung dan tak langsung turut memengaruhi dalam pemilihan kata dalam maklumat tersebut.
Skinny, Slim, dan Thin: Analisis Berbasis Korpus Kata Sifat Identik dan Implikasinya pada Pengajaran Bahasa Inggris Millatul Islamiyah; Muchamad Sholakhuddin Al Fajri
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 8, No 1 (2019): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.34 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v8i1.894

Abstract

This paper is an exploratory corpus-based investigation into a group of near synonymous adjectives: skinny, slim, and thin. It employs the British National Corpus (BNC) as data and Sketch Engine as data analysis instrument. By using corpus linguistics techniques such as concordance and collocation analysis, it compares the synonymous words’ usage, meaning, and pattern to identify which synonymous words are more appropriate in a certain context. The results suggest that thin has neutral nuance expression and slim tends to carry positive connotation, while skinny is often used by speakers when they want to be more pejorative or deprecating. Moreover, unlike skinny which mainly modifies animate-related nouns, slim is more heterogeneous as they also can modify inanimate-related nouns and when it collocates with inanimate nouns, it often extends its’ meaning into metaphor expression which means ‘small’. Thin is used in many idiomatic expressions and when combined with common words it can also be used to denote metaphorical meaning. These findings can be applied in English language teaching so that students will be able to use the synonymous adjectives in an apt context and to avoid undesirable implication. ABSTRAKPenelitian ini adalah analisis berbasis korpus pada kelompok kata sifat yang hampir sama: “skinny”, “slim”, dan “thin”. Penelitian ini menggunakan British National Corpus (BNC) sebagai data dan Sketch Engine sebagai instrumen analisis data. Dengan menggunakan teknik linguistik korpus seperti konkordansi dan analisis kolokasi, artikel ini membandingkan penggunaan, makna, dan pola kata sinonim untuk mengidentifikasi kata-kata sinonim yang lebih tepat dalam konteks tertentu. Hasilnya menunjukkan bahwa “thin” memiliki ekspresi nuansa netral dan “slim” cenderung membawa konotasi positif, sementara “skinny” sering digunakan oleh pembicara ketika mereka ingin lebih merendahkan atau mencela. Selain itu, tidak seperti “skinny” yang banyak memodifikasi nomina yang berhubungan dengan benda hidup, “slim” lebih heterogen karena mereka juga dapat memodifikasi nomina yang tidak hidup dan ketika ia bertaut dengan kata benda tak hidup, ia sering memperluas maknanya menjadi ekspresi metafora yang berarti “small”/kecil. “Thin” digunakan dalam banyak ekspresi idiomatis dan ketika dikombinasikan dengan kata-kata umum, “thin” juga dapat digunakan untuk menunjukkan makna metaforis. Temuan ini dapat diterapkan dalam pengajaran bahasa Inggris sehingga siswa akan dapat menggunakan kata sifat sinonim dalam konteks yang tepat dan untuk menghindari implikasi yang tidak diinginkan.
Serapan Bahasa Arab Pada Budaya Akikah Ni Daganak Tubu Berbahasa Angkola Husniah Ramadhani Pulungan; Suhono Suhono; Sumarlam Sumarlam
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 8, No 1 (2019): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.518 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v8i1.975

Abstract

This study analyzes borrowing on Arabic in Angkola language. The purpose of this study is to classify the process of borrowing Arabic in Angkola language from the tradition of aqiqah, this is the same as the body. It is done as an effort to inventory the description of forms, rules, and use of borrowing Arabic language. This research is descriptive qualitative with the technique refer and note. The data analysis technique uses domain analysis, taxonomic analysis, compound analysis, and analysis of cultural themes. The results show that the emergence of adaptation is more often compared to the emergence of adoption while the hybrid and translation uptake are not found. Thus, the use of borrowing Arabic in the event aqiqah daganak tubu does not cause a shift in the language of Angkola into araba-araban, precisely the borrowing of Arabic is very helpful in completing the lexicon of the Angkola language specifically for the use of religious terms in communication in the community.ABSTRAKPenelitian ini menganalisis borrowing bahasa Arab pada bahasa Angkola. Tujuan dari penelitian ini untuk mengklasifikasi proses borrowing bahasa Arab pada bahasa Angkola dari tradisi aqiqah ni daganak tubu. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menginventarisasikan pendeskripsian bentuk, kaidah, dan penggunaan borrowing bahasa Arab. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Teknik analisis data menggunakan analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema budaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemunculan adaptasi yang lebih sering dibandingkan dengan kemunculan adopsi sedangkan hibrida dan serapan terjemahan tidak ditemukan. Dengan demikian, maka penggunaan borrowing bahasa Arab dalam acara aqiqah ni daganak tubu tidak menyebabkan terjadinya pergeseran pada bahasa Angkola menjadi kearab-araban, justru borrowing bahasa Arab sangat membantu guna melengkapi leksikon bahasa Angkola khususnya untuk penggunaan istilah keagamaan dalam komunikasi di masyarakat Angkola.
Satu Berita, Dua Pendirian: Representasi Berita Perpindahan Kedutaan AS ke Yerusalem oleh Dua Kantor Berita Ni Ketut Mirahayuni
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 8, No 1 (2019): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.215 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v8i1.925

Abstract

This papper is a comparation study of  - two representations of one news in online media discourse. The focus of the study is the news on one recent world event: the US Embassy move to Jerusalem. Language in public affairs media—such as news—discusses three elements: representations, identities and relations (Fairlough, 1995). This study analyzes the three elements by comparing the same news event reported by two sources: Associated Press and Aljazeera news agencies in three sets of questions: (1) how is the world represented? (2) what identities are set up for those involved in the programme or story? and (3) what relationships are set up between those involved? The study found striking similarities and differences in the linguistic elements of the two texts. The similarity may be due to adoption of one text by one news agency from the other. Yet the differences may indicate differing representations of the elements in the two news. ABSTRAKStudi ini membandingkan dua representasi dari satu berita alam wacana media online. Fokus penelitian ini adalah pemberitaan tentang satu peristiwa dunia akhir-akhir ini: perpindahan kedutaan besar Amerika Serikat di negara Israel ke  kota Yerusalem.  Bahasa dalam media publik—seperti koran—membahas tiga unsur: representasi, identitas dan relasi  (Fairclough, 1995). ? Studi ini menganalisis ketiga unsur tersebut dengan membandingkan pemberitaan satu peristiwa oleh dua sumber berita: Associated Press dan Aljazeera. Ketiga unsur yang direpresentasikan dalam tiga pertanyaan: (1) bagaimanakah dunia direpresentasikan?, (2) identitas apakah yang dibangun bagi mereka yang terlibat dalam program atau berita tersebut?, dan (3) hubungan-hubungan apakah yang dibangun di antara mereka yang terlibat di dalamnya? Studi ini menemukan persamaan dan perbedaan unsur kebahasaan yang amat mencolok di dalam dua teks tersebut. Persamaan tampaknya disebabkan adopsi teks sumber berita pertama oleh oleh sumber berita yang menyirkan belakangan. Namun perbedaan tampaknya menunjukkan representasi unsur-unsur secara berbeda di kedua teks.
Kosakata Serapan Bahasa Jepang dalam KBBI: Analisis Struktur dan Makna Jerniati I.
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 8, No 1 (2019): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.809 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v8i1.938

Abstract

This papper aims to describing loan words of Japanese language in KBBI (Indonesian Dictionary). The research approach uses structural analysis which assumes that part of speech or vocabulary could be described through its structural characteristic. Besides that, the writer uses supporting theory like lexical and grammatical meaning. Moreover, the analysis method is using descriptive analysis in order to describe empirically based on situation or facts that existed and explained. The main data is Indonesian Dictionary . The result of analysis shows that: (1) Morphological structure of Japanese language vocabulary in Indonesian Dictionary consists of two, base form and derivation form. Base form is Japanese language words that have been absorbed in Indonesian language (found in Indonesian Dictionary) and could be the base of derived form, whilst derivation form is Japanese vocabulary that has undergone affixation process (prefix ber- and pe-) or compound process that combines loan words of Japanese language and Indonesian words. (2) There are three part of speech of Japanese language found in Indonesian Dictionary. Namely; noun, verb, and adjective. (3) The meaning of the words exposed in analysis is lexical and grammatical meaning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengungkapkan masalah kosakata serapan bahasa Jepang dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis struktural yang dapat mendeskripsikan kelas kata atau kosakata melalui ciri strukturalnya. Selain itu, penulis juga menggunakan paradigma yang mendukung teori makna leksikal dan makna gramatikal. Selanjutnya, penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis yang bertujuan mendeskripsikan secara empiris berdasarkan situasi atau fakta yang ada dan memaparkan dengan apa adanya. Sumber data utama berasal dari KBBI (2016). Hasil penelitian menunjukkan (1) struktur morfologi kosakata bahasa Jepang dalam KBBI ada dua, yaitu struktur kata dasar dan struktur kata turunan. Kata dasar tersebut adalah kosakata bahasa Jepang yang telah diserap dalam bahasa Indonesia  (menjadi penghuni KBBI) dan dapat menjadi dasar bentukan kata, sedangkan kata turunan adalah kosakata bahasa Jepang yang dapat atau telah melewati proses afiksasi (prefiks ber- dan  pe-) atau telah melewati proses pemajemukan yaitu penggabungan kosakata serapan bahasa Jepang dengan kosakata bahasa Indonesia. (2) Kelas kata bahasa Jepang dalam KBBI ada tiga, yaitu  nomina,  verba, dan   adjektiva.  (3) Makna kata yang terungkap dalam analisis adalah makna leksikal dan makna gramatikal. 
Medan Makna Aktivitas Tangan dalam Bahasa Sasak Dialek Ngeno-Ngene Hubbi Saufan Hilmi; Fabio Testy Ariance Loren
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 8, No 1 (2019): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.235 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v8i1.625

Abstract

This research aims to describe the components of the meaning of hand activities in the village of Labuhan Haji East Lombok district. The research method used in this research is a descriptive method with a qualitative form. The data in this study was obtained from 60 samples of native Sasak language ngeno-ngene dialect from two different hamlets in one village, meanwhile, the data in this study is oral data. The data technique in this study use proficient methods and see. The rseults of this study showed that the meaning of the activity field in Sasak dialect has fifty four lexemes and grouped based on the meaning of component that is in it to nineteen subterrain meaning hand activity in Sasak dialect ngeno-ngene. ABSTRAKPenelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan komponen medan makna aktivitas tangan dalam bahasa Sasak dialek ngeno-ngene di Desa Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitiaan ini ialah metode deskriptif dengan bentuk kualitiatif. Data dalam penelitian ini didapatkan dari 30 sampel penutur asli bahasa Sasak dialek ngeno-ngene dari dua dusun yang berbeda dalam satu desa, sementara itu data dalam penelitian ini berupa data lisan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode cakap dan simak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa medan makna aktivitas tangan dalam bahasa Sasak dialek ngeno-ngene memiliki lima puluh empat leksem dan dikelompokkan berdasarkan komponen makna yang ada di dalamnya menjadi sembilan belas submedan makna aktivitas tangan dalam bahasa Sasak dialek ngeno-ngene.
Konstruksi Kosubordinasi dalam Bahasa Indonesia (Persfektif Linguistik Fungsional) Miftahulkhairah Anwar
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 8, No 1 (2019): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.281 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v8i1.947

Abstract

This paper attempts to present an explanation of the cosubordination construction of Indonesian language in the van Valine’s functionalism perspective. van Valine divides the clause relationship into three types: coordination, subordination, and cosubordination. Cosubordination is a series of sequential activities of a construction carried out by participants. This relationship resembles coordination, but cannot stand alone as a free clause because one clause is bound to another. This relationship produces semantic relations. The research method used in this study is descriptive qualitative method based on data resources from Kompas on January and March, 2018. Based on data searching, found several meaningful relations found in the cosubordinated construction of Indonesian language, namely the meaning of the purposive, phase, indirect discourse, jussive (command expression, request, or demand), propositional attitude, cognition, and indirect perception.  ABSTRAKTulisan ini akan menyajikan sebuah paparan tentang konstruksi kosubordinasi bahasa Indonesia dari sudut pandang fungsionalisme van Valin. van Valin membagi hubungan klausa ke dalam tiga jenis: koordinasi, subordinasi, dan kosubordinasi.  Kosubordinasi merupakan rangkaian aktivitas berurutan dari suatu konstruksi yang dilakukan oleh partisipan. Hubungan ini  menyerupai koordinasi, tetapi tidak dapat berdiri sendiri sebagai suatu klausa bebas karena klausa yang satu terikat  pada yang lain. Hubungan ini menghasilkan relasi semantik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan data yang bersumber dari  Kompas periode Januari dan Maret 2018. Berdasarkan penelusuran terhadap data, ditemukan beberapa relasi makna yang terdapat dalam konstruksi kosubordinasi bahasa Indonesia, yaitu relasi bermakna tujuan, fase, wacana tidak langsung, jussive (ekspresi perintah, permintaan, atau tuntutan),  penyikapan awal, kognisi, dan persepsi tidak langsung.
PENGARUH PENGETAHUAN TENTANG PERATURAN KEBAHASAAN TERHADAP SIKAP BAHASA PENGUSAHA KULINER DI KABUPATEN PRINGSEWU Ratih Rahayu
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 6, No 1 (2017): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.768 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v6i1.260

Abstract

The purpose of this research is to describe the knowledge of culinary entrepreneurs in Pringsewu region about legislation relating to languages and the use of Indonesian and foreign languages, to explain the attitudes of culinary entrepreneurs in Pringsewu region towards languages and the use of Indonesian and foreign languages, and to explain the influence of the knowledge of the legislation toward the attitudes of culinary entrepreneurs in Pringsewu region. The result shows that the knowledge of culinary entrepreneurs in Pringsewu region about legislation relating to languages and the use of Indonesian, local and foreign languages can be considered low because almost all of the respondents have a limited knowledge of the legislation being asked in the questions;the language attitudes of culinary entrepreneurs in Pringsewu region can be considered good because the average value has reached 84.36%;the influenceof the knowledge of the legislation relating to languages toward the attitudes of culinary entrepreneurs in Pringsewu region is not considered significant which is only 1%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan  pengetahuan pengusaha kuliner di Kabupaten Pringsewu mengenai peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan bahasa dan penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing, menjelaskan sikap pengusaha kuliner di Kabupaten Pringsewu terhadap bahasa dan penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing, dan menjelaskan pengaruh pengetahuan tentang peraturan kebahasaan terhadap sikap bahasa pengusaha kuliner di Kabupaten Pringsewu. Hasil Penelitian menunjukkan pengetahuan pengusaha kuliner di Kabupaten Pringsewu mengenai peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan bahasa dan penggunaan bahasa Indonesia, daerah dan asing dapat dikategorikan kurang karena hampir semua responden tidak mengetahui peraturan perundang-undangan yang ditanyakan, sikap bahasa pengusaha kuliner di Kabupaten Pringsewu dapat dikategorikan baik karena nilai rata-ratanya sudah mencapai 84,36%, pengaruh pengetahuan mengenai peraturan kebahasaan terhadap sikap bahasa pengusaha kuliner di Kabupaten Pringsewu tidak signifikan karena hanya sebesar 1%.
PEMBELAJARAN DWIBAHASA DI SEKOLAH DASAR: PELAKSANAAN, KENDALA, DAN HARAPAN Defina Defina; Krishandini Krishandini; Laksmi Arianti; Henny Krishnawati; Hesti Sulistyowati
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6677.127 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v3i1.20

Abstract

Sekolah dasar (SD) di Indonesia, khususnya di Bogor, Jawa Barat, diberikan mata pelajaran pendidikan dua bahasa: Indonesia dan bahasa ibu atau daerah (bahasa Sunda). Akan tetapi, dari pengamatan sementara pengajaran dwibahasa menimbulkan berbagai kendala. Sehubungan dengan hal itu, tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan proses pembelajaran dwibahasa tersebut di sekolah dasar, 2) mendeskripsikan kendala yang dialami guru dalam proses pembelajaran, dan 3) mendeskripsikan harapan para guru mengenai kegiatan pembelajaran dwibahasa tersebut. Populasi penelitian ini adalah guru SD di Bogor. Sampel penelitian 47 guru kelas di enam SD di Bogor. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Hasil penelitian adalah 1) untuk proses pengajaran: a) bahasa Indonesia dan bahasa Sunda di SD diajarkan oleh guru kelas, b) bahasa pengantar dalam pembelajaran bahasa Sunda tidak menggunakan bahasa tersebut, tetapi menggunakan bahasa Indonesia, c) sarana pembelajaran bahasa di SD kurang memadai dan hanya memiliki buku panduan, dan d) siswa lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran kedua bahasa itu; 2) kendala yang dihadapi guru adalah a) mereka tidak mendapatkan perhatian yang serius dari sekolah dan pemerintah, dalam upaya peningkatan kemampuan, b) guru yang mengajarkan bahasa Sunda masih kurang keterampilan berbahasa Sunda, dan c) keterampilan berbahasa Sunda guru yang mengajarkan bahasa Sunda masih kurang, khususnya guru yang tidak berbahasa ibu bahasa Sunda, 3) harapan mereka adanya perhatian serius dari pemerintah terhadap pembelajaran bahasa Sunda dan mata pelajaran ini tidak dihapus.
BAHASA IKLAN DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN: SEBUAH KAJIAN KOMUNIKASI DAN BAHASA TERHADAP IKLAN TV PRODUK “CITRA” Katharina Endrianti Sukamto; Dorien Kartikawangi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5930.459 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v1i2.3

Abstract

Memasarkan sebuah produk di media massa bertujuan untuk mencapai targetpenjualan produk tersebut. Di media televisi, pemasaran ini dilakukan melalui tayangan audio-visual yang biasanya mencakup narasi lisan dan visualisasi. Untuk memasarkan sebuah produk kecantikan, misalnya, umumnya ada alur cerita yang secara visual memarkan kecantikan perempuan yang menggunakan kecantikan tersebut. Secara bersamaan, pemirsa dapat mendengar narasi atau membaca tulisan yang menggambarkan alur cerita yang mempromosikan produk tersebut. 

Page 10 of 32 | Total Record : 312