cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa)
Published by Politeknik Sukabumi
ISSN : 2548737X     EISSN : 25488678     DOI : -
TERA (Journal of Engineering Technology) is peer-review journal providing original research papers, case studies, and articles review in engineering technology field. The journal can be used as an authoritative source of scientific information for researchers, researcher academia or institution, industrial engineer, and government agencies. Paper topics of JTERA focused on engineering including informatics engineering, computer engineering, electrical engineering, mechanical engineering, industrial engineering, civil engineering, environmental engineering, and other topics related to engineering. JTERA is published by Politeknik Sukabumi and managed to be issued twice in every volume on June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2: December 2022" : 22 Documents clear
Perencanaan Jaringan Transmisi Microwave Menggunakan Teknik Space dan Frequency Diversity pada Wilayah Urban dan Rural Agung Budiman; Anggun Fitrian Isnawati; Khoirun Ni’amah
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.233-242

Abstract

Dalam sistem komunikasi radio microwave akan sulit didapatkan kinerja komunikasi yang optimal jika pada lintasan Line of Sight (LoS) masih terjadi penghalang (obstacle) yang mengganggu proses transmisi. Performansi jaringan komunikasi radio microwave dinilai berdasarkan keandalan sistem (availability) jaringan radio. Untuk meningkatkan availability dapat dilakukan optimasi dengan space diversity dan frequency diversity. Space diversity adalah teknik optimasi dengan penggunaan antena space diversity yang mendampingi antena utama.  Frequency diversity merupakan teknik diversity yang dapat mengoptimalkan jaringan gelombang mikro dengan menggunakan dua frekuensi gelombang mikro pada satu antena, baik pada sisi pemancar maupun penerima. Pada penelitian ini, dilakukan perancangan menggunakan aplikasi Pathloss 5.0. Nilai non-diversity daerah urban Site Batulicin – Site Tanjung Serdang adalah 99,99529%. Pada space diversity bernilai 99,99988 meningkat 0,00459% dari non diversity. Pada frequency diversity bernilai 99,99952% meningkat 0,00423% dari non-diversity. Space diversity daerah urban Site Batulicin – Site Tanjung Serdang mencapai availability yang lebih baik. Nilai non-diversity daerah rural Site Tanjung Pengharapan – Site sekapung adalah 99,98019%. Pada space diversity bernilai 99,99846% meningkat 0,01827% dari non-diversity. Pada frequency diversity bernilai 99,99399% meningkat 0,0138% dari non-diversity. Space diversity daerah rural Site Tanjung Pengharapan – Site sekapung mencapai availability yang lebih baik.
Antena Susun Linier Mikrostrip 8 Elemen dengan Pencatuan Coaxial Probe pada Frekuensi 2,4 GHz Asep Barnas Simanjuntak; Ananda Imee Amelinda; Hanny Madiawati; Ferry Satria
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.281-288

Abstract

Teknologi komunikasi wireless sangat dibutuhkan seiring dengan bertambahnya pengguna internet yang semakin meningkat. Salah satu teknologi yang dapat mendukung komunikasi wireless untuk mengakses internet adalah WLAN (Wireless Local Area Network) yang bekerja pada daerah frekuensi UHF (Ultra High Frequency) 2,4 GHz. Untuk itu dibutuhkan sebuah perangkat antena. Antena mikrostrip yang merupakan antena dengan masa yang ringan, mudah dipabrikasi, dan memiliki perfoma yang baik. Performa antena dipengaruhi beberapa faktor, dua diantaranya adalah jumlah elemen dan teknik pencatuan yang digunakan. Pada penelitian ini telah direalisasikan antena mikrostrip array 8 elemen susunan linier untuk meningkatkan directivity dengan pencatuan coaxial probe untuk direktivitas dan bandwidth yang diinginkan. Antena dirancang untuk bekerja pada frekuensi 2,4-2,4835 GHz dengan spresifikasi bandwidth lebih dari 100 MHz dan directivity lebih dari 13 dB. Dari hasil pengukuran, antena mikrostrip 8 elemen dengan pencatuan coaxial probe bekerja pada range frekuensi 2,392-2,502 GHz dengan bandwidth 110 MHz dan directivity 16,12 dB.
Level Optimum Hyperparameter Tuning Epoch dalam Klasifikasi Citra Bencana Kebakaran Rian Rahmanda Putra; Indra Griha Tofik Isa; Ahmad Bahri Joni Malyan; Ema Laila; Agum Try Wardhana
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.209-216

Abstract

Hyperparameter tuning menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam sebuah pemodelan untuk mencapai performa akurasi yang terbaik. Salah satu parameter yang digunakan dalam hyperparameter tuning adalah epoch, dimana merupakan bagian dari pelatihan dalam sebuah model untuk melihat akurasi terbaiknya. Dalam penelitian ini dilakukan hyperparameter tuning terhadap epoch untuk melihat titik optimum yang dihasilkan dengan 11 skenario epoch yakni epoch 50, epoch 55, epoch 60, epoch 65, epoch 70, epoch 75, epoch 80, epoch 85, epoch 90, epoch 95 dan epoch 100. Adapun batasan dalam penelitian ini adalah: (1) data yang dicermati merupakan citra kebakaran  sebanyak 4650 citra yang terdiri dari kondisi kebakaran dan tidak kebakaran dan (2) pemodelan dengan deep learning CNN. Tahapan yang dilakukan meliputi preparation data, image augmentation, pre-processing data, pemodelan menggunakan CNN, epoch hyperparameter tuning, dan data interpretation. Di dalam penelitian ini, acuan hasil yang optimal berpatokan pada nilai rerata accuracy dan val accuracy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan skenario epoch memiliki rerata accuracy dan val accuracy di atas 89%, dengan terdapat 6 skenario epoch dengan persentasi rerata accuracy dan val accuracy di atas 90%, yakni epoch 85, epoch 90, epoch 80, epoch 95, epoch 75, dan epoch 100. Sedangkan untuk skenario epoch dengan nilai rerata accuracy dan val accuracy tertinggi terdapat pada epoch 85 dimana disimpulkan bahwa epoch 85 merupakan titik optimal dalam penelitian ini.
Pengaruh Modulation Coding Scheme Terhadap Cakupan dan Kualitas Level Sinyal pada Jaringan 4G LTE Hajiar Yuliana; Muhammad Iqbal Maulana; Sofyan Basuki
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.243-250

Abstract

Pada sistem komunikasi baik analog maupun digital, suatu sistem komunikasi memerlukan proses modulasi. Modulasi merupakan proses pengkodean informasi dari sumber pesan menggunakan cara yang sesuai dengan proses transmisi. Hal ini dilakukan agar sinyal informasi dapat dikirimkan dan diterima dengan baik di penerima. Pada teknologi 4G LTE terdapat 3 jenis modulasi yang digunakan yaitu Quadrature Phase Shift Keying (QPSK), 16-Quadrature Amplitude Modulation (16-QAM), dan 64-Quadrature Amplitude Modulation (64-QAM). Modulasi tersebut akan berpengaruh terhadap data rate yang diterima di pelanggan. Pelanggan akan menerima data rate yang optimal, jika pelanggan mendapatkan modulasi 64-QAM. Akan tetapi, tidak semua pelanggan bisa mendapatkan kondisi 64-QAM. Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi tipe modulasi yang dapat diterima oleh pelanggan, salah satunya adalah level sinyal yang diterima oleh pelanggan. Pada penelitian ini, penelitian dilakukan di area Kota Cimahi yaitu area sekitar site Puri Fajar Cibeber. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa tipe modulasi QPSK selalu mendukung untuk disemua kondisi level sinyal baik level sinyal yang bagus yaitu RSRP > -90 dBm dan SINR > 0 dB maupun kondisi level sinyal yang kurang bagus yaitu RSRP < -90 dBm dan SINR < 0 dB. Sedangkan untuk tipe modulasi 64-QAM sebanyak 40,4% didapat jika kondisi level sinyal RSRP-nya berada di atas -90 dBm. 
Kendali Suhu Air Dengan Pengendali PI Menggunakan Metode Ziegler-Nichols I, Chien Servo I, dan Chien Regulator I Sofyan Muhammad Ilman; Febi Ariefka Septian Putra; Irianto Irianto; Eka Prasetyono
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.267-274

Abstract

Pengendali suhu air sangat dibutuhkan dibeberapa industri dan gedung komersil. Pemanas air elektrik umumnya hanya dapat memamanaskan air dan tanpa adanya kendali suhu, salah satunya adalah peralatan komersil dispenser air minum. Penelitian ini penulis mengusulkan pengaturan suhu air panas pada dispenser yang dapat diatur dengan pengendalian Propotional-Integral (PI) dengan metode tunning Ziegler-Nichols I, Chien Servo I, dan Chien Regulator I dengan dua nilai setpoint yaitu pada suhu 80°C atau di suhu 90°C. Sensor yang digunakan adalah RTD PT100 sebagai sensing suhu air panas pada tabung dispenser. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu air panas dapat stabil di masing-masing setpoint tersebut dengan ketiga jenis penalaan kontrol PI. Metode Chien Regulator I memiliki rise time yang lebih cepat dan memiliki kestabilan yang baik dibandingkan dengan kedua metode lainnya dengan besarnya error steady state di bawah 2%.
Uji Efektivitas Koagulan Alami Dalam Menurunkan Kadar COD dan TSS Limbah Industri Dian Majid; Latifah Mega; Rhenny Ratnawati
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.301-306

Abstract

Permasalahan pencemaran air menjadi salah satu hal yang belum terselesaikan di Indonesia. Penyebab pencemaran air tersebut akibat buangan limbah industri. Pada penelitian ini bertujuan untuk menurunkan polutan akibat dari cemran limbah industri COD dan TSS. Pengolahan limbah industri dapat dilakukan secara kimiawi dengan metode koagulasi. Penelitian ini mengolah limbah cair industri di Gresik menggunakan metode koagulasi memanfaatkan biji pepaya dan biji trembesi sebagai koagulan. Hasil penelitian menunjukkan koagulan biji pepaya mampu menurunkan COD dengan hasil akhir yaitu 1202 mg/l, dengan dosis 5 gr dengan ukuran partikel 150 mesh dan TSS akhir yaitu 54 mg/l dengan dosis 5 gr dan ukuran partikel 150 mesh. Sedangkan hasil koagulan biji trembesi hasil akhir 1102 mg/l,dengan dosis 5 gr dan ukuran partikel 150 mesh dan hasil TSS 429 mg/l dengan dosis 5 gr dan ukuran partikel 150 mesh. Berdasarkan penelitian ini, koagulan alami dapat digunakan sebagai alternatif dalam pengolahan limbah industri.
Kajian Identifikasi Komputasi Awan Sebagai Infrastruktur Proses Bisnis Dalam Upaya Mendukung Ekonomi Sirkular Foezi Arisandi SJ
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.259-266

Abstract

Perkembangan bisnis pada saat ini telah memasuki paradigma baru yaitu ekonomi sirkular, dimana proses bisnis meminimalkan eksploitasi sumber daya alam dan memperpanjang siklus hidup sumber daya yang telah digunakan untuk mengurangi populasi limbah produk, hal itu berimplikasi pada pembangunan berkelanjutan. Teknologi Komputasi Awan dapat menjadi solusi sekaligus memiliki banyak keunggulan dalam mendukung proses bisnis tanpa mengesampingkan isu lingkungan. Salah satu penyedia jasa layanan komputasi awan adalah Microsoft Azure. Tujuan penelitian ini adalah memberikan kajian manfaat penggunaan Microsoft Azure pada proses bisnis terkait ekonomi sirkular. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, yang diawali dengan identifikasi masalah sampai analisa dan pembahasan yang berkaitan dengan Microsoft Azure, dimana hasil dari penelitian ini Microsoft Azure dapat membuat model bisnis lebih fleksibel, efisien, dan efektif terhadap tantangan bisnis dan tantangan ekonomi sirkular.
Analisis Perbandingan Mod Security dan Deep Packet Inspection pada Web Server Terhadap Serangan DDoS Slow Headers Nanda Iryani; Dhanar Yusuf Febriansyah; Eko Fajar Cahyadi
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.307-314

Abstract

Pada proses pertukaran data dibutuhkan sebuah web server yang berfungsi sebagai penyedia layanan HTTP yang dapat diakses oleh client melalui web browser. Jumlah permintaan yang melebihi kapasistas menyebabkan web server mengalami down sehingga tidak dapat memproses setiap permintaan yang dikirimkan oleh client. Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) membuat client sah dari sebuah jaringan tidak dapat mengakses layanan web server. Keamanan menjadi aspek yang harus dijaga dalam sistem jaringan komputer. Penerapan mod security dan Deep Packet Inspection (DPI) sebagai pengamanan jaringan menawarkan solusi pada isu keamanan jaringan. Penelitian ini membandingkan implementasi antara mod security dengan DPI yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan performansi berdasarkan 3 parameter pengujian yaitu CPU usage, delay, dan response time. Pengujian dilakukan dengan 4 skenario dengan masing-masing skenario dilakukan sebanyak 10 kali. Hasil pengujian dengan parameter CPU usage, DPI lebih unggul dari mod security dengan perolehan rata-rata 12,1% untuk DPI dan 12,3% untuk mod security. Pada hasil pengujian dengan parameter response time, mod security lebih unggul dari DPI dengan perolehan rata-rata 146 detik untuk mod security dan 158,5 detik untuk DPI. Pada hasil pengujian dengan parameter delay, mod security lebih unggul dari DPI dengan perolehan nilai 2,57 ms untuk mod security dan 2,77 ms untuk DPI.
Analisa Teknis Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap Untuk Kawasan Industri Ridwan Nurdin; Ahmad Agus Setiawan; Lesnanto Multa Putranto
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.331-340

Abstract

Pemanfaatan energi surya khususnya PLTS atap untuk kawasan industri masih terbilang sedikit, di mana pada umumnya kawasan tersebut mengkonsumsi daya listrik yang tinggi dan memiliki luasan atap bangunan yang besar. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan rancangan sistem PLTS atap yang tepat dan dapat dikembangkan di kawasan industri PT. Dirgantara Indonesia, serta untuk mengetahui estimasi nilai produksi energi dari penerapan PLTS atap di kawasan industri. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan pengumpulan data primer dan sekunder yang digunakan untuk menghitung potensi daya keluaran dari sistem PLTS atap berdasarkan luasan atap hanggar kawasan dan berdasarkan skenario yang dibuat. Pemilihan teknologi PLTS atap yang digunakan adalah PLTS on-grid tanpa baterai dimana listrik hasil produksi PLTS akan digunakan oleh kawasan dan terdapat kelebihan produksi energi akan diekspor ke jaringan PLN. Penelitian ini mengusulkan dua skenario dimana skenario 1 menggunakan daya listrik terpasang kawasan sebagai acuan daya PLTS atap yang akan dipasang dan untuk skenario 2 menggunakan jumlah konsumsi energi listrik tahunan kawasan sebagai acuan seberapa besar daya PLTS atap yang harus dipasang untuk memenuhi 100% kebutuhan energi listrik di kawasan. Hasil analisis menunjukan bahwa dengan penerapan skenario 1, PLTS atap dapat memenuhi kebutuhan energi listrik kawasan sebesar 42,8% dan pada skenario 2 untuk memenuhi 100% kebutuhan energi listrik diperlukan PLTS atap dengan daya sebesar 14,7 MWp.
Identification of Karleen Hijab Fashion SME Competitors Based on Sentiment Analysis Using Naïve Bayes Classifier Algorithm Sari Wulandari; Ghina Atha; Putra Fajar Alam; Meldi Rendra
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.323-330

Abstract

Hijab Fashion Small and Medium-Sized Enterprises (SMEs) need to develop competitive advantages brands as a source of SME competitiveness. However, most Hijab Fashion SMEs experience limitations in developing the competitive advantages of their brands. This research was conducted to find out and understand the competitive advantages of Karleen Hijab Fashion SME competitors as the object of study. The method used is sentiment analysis using the Naïve Bayes algorithm. Sentiment analysis was carried out using online review data of Shopee e-commerce. Sentiment analysis data processing was done using orange data mining software. Sentiment analysis using the Naïve Bayes algorithm produced an average value of AUC, CA, F1, Precision and adequate recall for the entire Hijab Fashion SME brand, which is 0.72, 0.887, 0.856, 0.833, and 0.887. Based on the percentage of the largest positive sentiment on each fashion quality attribute, it is known that competitive advantages of Lozy are in the Fabric Quality Attribute (30.77%), and Good Fit (15.38%), and Halwa's competitive advantage is in the Design attribute (34.19%).  Competitive advantages of Hijup are on the Serviceability Attribute (21.74%) and Packaging (15.38%), and Competitive advantages of Lafiye are on the Price Attribute (6.17%). Competitive advantages of Deenay brand are on the Reliability Attribute (20.89%), while Karleen does not have a relative advantage on any fashion quality attribute because the percentage of positive sentiment for each attribute is still below competitors.

Page 2 of 3 | Total Record : 22