cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abdimas@usu.ac.id
Editorial Address
Jl. Perpustakaan No. 2 Kampus USU, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Abdimas Talenta : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25494341     EISSN : 2549418X     DOI : 10.32734
Core Subject : Agriculture, Social,
ABDIMAS TALENTA merupakan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat yang diterbitkan oleh Lembaga Pengabdian/Pelayanan kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU).
Arjuna Subject : -
Articles 900 Documents
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DESA TELUN KENAS MELALUI OPTIMISASI MANAJEMEN USAHA TERNAK KELOMPOK Lumbanraja, Prihatin; Lubis, Arlina Nurbaity; Siregar, Hasan Sakti
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.19 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4125

Abstract

Potensi usaha desa sangat jarang dimanfaatkan secara maksimal untuk kemakmuran dan kemajuan ekonomi dari masyarakat desa. Umumnya potensi tersebut dimanfaatkan oleh perusahaan besar yang mempekerjakan masyarakat setempat. Langkah ini belum efektif dalam mendorong ekonomi masyarakat desa. Secara keahlian, masyarakat setempat sudah memiliki kemampuan yang diperlukan untuk mengembangkan secara mandiri potensi desa yang ada. Kegiatan pengabdian membuat dua kelompok kecil yang menjalankan usaha ternak berkelanjutan dan hingga saat ini berkembang menjadi tiga kelompok. Tim pengabdian telah memberikan bantuan induk ternak dan kandang untuk masing-masing kelompok mitra. Tim pengabdian akan membagikan ilmu seputar bagaimana melakukan usaha yang berkelanjutan, menciptakan komitmen dalam kelompok, semangat berwirausaha dan saling membantu masyarakat, serta bagaimana menentukan harga jual yang sesuai untuk ternak kelompok serta memberikan buku seputar budidaya ternak. Selanjutnya tim pengabdian akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala sekaligus memberikan pendampingan dalam prakteknya. Diharapkan kegiatan ini akan semakin membantu masyarakat memperoleh modal yang diperlukan dalam beternak secara mandiri untuk membantu ekonominya sekaligus semangat dalam warga lain yang memerlukan transfer pengetahuan.
The role of BPD in enforcement of environmental law in Bakaran Batu Village
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2019): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.907 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v4i2.4126

Abstract

The implementation of governance in the village, so far only refers to the village head and village apparatus. Law No. 6 of 2014 concerning villages has stated that the Village Consultative Body or what is referred to by other names is an institution that carries out government functions whose members are representatives of the village population based on regional representation and are democratically determined. The Village Consultative Body has the duty to discuss and agree on various policies in the administration of the Village Government. In an effort to improve institutional performance at the village level, strengthen togetherness, and increase participation and empowerment the community, the Village Government and / or the Village Consultative Body facilitate the implementation of the Village Deliberation.
The role of BPD in enforcement of environmental law in Bakaran Batu Village Affila; Afnila; Keizeirina Devi Azwar, Tengku; Herlinda, Erna
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2019): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.907 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v4i2.4126

Abstract

The implementation of governance in the village, so far only refers to the village head and village apparatus. Law No. 6 of 2014 concerning villages has stated that the Village Consultative Body or what is referred to by other names is an institution that carries out government functions whose members are representatives of the village population based on regional representation and are democratically determined. The Village Consultative Body has the duty to discuss and agree on various policies in the administration of the Village Government. In an effort to improve institutional performance at the village level, strengthen togetherness, and increase participation and empowerment the community, the Village Government and / or the Village Consultative Body facilitate the implementation of the Village Deliberation.
PENGUATAN PROMOSI PRODUK UMKM MELALUI PENGGUNAAN BAHASA YANG KOMUNIKATIF: STUDI KASUS UMKM OLLY COOKIES DAN RENDANG YUGO Hanafiah, Ridwan
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.196 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4127

Abstract

Jumlah UMKM di Indonesia yang cukup banyak berpotensi untuk meningkatkan perekonomian negara, namun dalam pengembangannya para pengusaha sering kali dihadapkan pada berbagai macam hambatan.Secara umum ada 2 permasalahan utama, yaitu finansial dan non finansial. Salah satu masalah non financial adalah kurangnya promosi. Penggunaan bahasa yang komunikatif dapat menjadi salah satu solusi dalam menguatkan pemasaran produk UMKM. Studi ini diharapkan dapat merubah pandangan masyarakat pesisir dalam memasarkan produknya dengan menggunakan bahasa yang komunikatif guna meningkatkan hasil penjualan mereka khususnya masyarakat pesisir di desa nelayan Belawan. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat pemberdayaan Masyarakat pesisir dirancang secara komprehensif dan proporsional melalui In-class discussion dengan tujuan untuk menumbuhkan kepekaan (awareness) dan membangun kerangka berfikir (framework of thinking) terhadap Mitra dan pelaku UMKM untuk memanfaatkan kekuatan bahasa dalam melakukan promosi bagi produk mereka.
PENGUATAN PROMOSI PRODUK UMKM MELALUI PENGGUNAAN BAHASA YANG KOMUNIKATIF: STUDI KASUS UMKM OLLY COOKIES DAN RENDANG YUGO Hanafiah, Ridwan
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.196 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4127

Abstract

Jumlah UMKM di Indonesia yang cukup banyak berpotensi untuk meningkatkan perekonomian negara, namun dalam pengembangannya para pengusaha sering kali dihadapkan pada berbagai macam hambatan.Secara umum ada 2 permasalahan utama, yaitu finansial dan non finansial. Salah satu masalah non financial adalah kurangnya promosi. Penggunaan bahasa yang komunikatif dapat menjadi salah satu solusi dalam menguatkan pemasaran produk UMKM. Studi ini diharapkan dapat merubah pandangan masyarakat pesisir dalam memasarkan produknya dengan menggunakan bahasa yang komunikatif guna meningkatkan hasil penjualan mereka khususnya masyarakat pesisir di desa nelayan Belawan. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat pemberdayaan Masyarakat pesisir dirancang secara komprehensif dan proporsional melalui In-class discussion dengan tujuan untuk menumbuhkan kepekaan (awareness) dan membangun kerangka berfikir (framework of thinking) terhadap Mitra dan pelaku UMKM untuk memanfaatkan kekuatan bahasa dalam melakukan promosi bagi produk mereka.
Making particle boards from plastic waste and wood waste in community groups in village building rejo tanjung morawa district deli serdang district
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2019): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1572.425 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v4i2.4129

Abstract

Plastic waste and wood waste in Bangun Rejo Village in Tanjung Morawa Sub-District, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province, located 35 km east of Medan City Center, is still not managed and utilized as a value-added product. Plastic waste and wood waste can be processed into particle boards for building materials. Collection and sampling of raw materials for polystyrene plastic waste (steroform) and sawdust wood waste have been carried out from Bangun Rejo Village, Tanjung Morawa District, Del Serdang Regency. Furthermore, polystyrene plastic waste and sawdust wood waste were prepared at the USU FMIPA Polymer Chemistry Laboratory in Medan for the manufacture of particle board. Laboratory scale particle board manufacturing is done using xylene solvent and binder using press molding techniques and mold size 15 cm x 10 cm x 0.8 cm with optimum ratio of plastic waste with wood waste (60 g: 60 g). Particle board yields are adjusted to the Indonesian National Standard (2006), which can be used as wall or housing flooring. Solutions offered to community groups in the village in the program. Training activities on the preparation of materials and the manufacture of particle boards from plastic waste and wood waste, as building materials, were carried out on August 20, 2019 at the Bangun Rejo Village Office, Tanjung Morawa District. Furthermore, it is recommended that the community groups in the village be guided to form a particle board manufacturing group under the auspices of the University of North Sumatra.
Making particle boards from plastic waste and wood waste in community groups in village building rejo tanjung morawa district deli serdang district Wirjosentono, Basuki; Tamrin; Siregar, Amir; Gustanto
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2019): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1572.425 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v4i2.4129

Abstract

Plastic waste and wood waste in Bangun Rejo Village in Tanjung Morawa Sub-District, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province, located 35 km east of Medan City Center, is still not managed and utilized as a value-added product. Plastic waste and wood waste can be processed into particle boards for building materials. Collection and sampling of raw materials for polystyrene plastic waste (steroform) and sawdust wood waste have been carried out from Bangun Rejo Village, Tanjung Morawa District, Del Serdang Regency. Furthermore, polystyrene plastic waste and sawdust wood waste were prepared at the USU FMIPA Polymer Chemistry Laboratory in Medan for the manufacture of particle board. Laboratory scale particle board manufacturing is done using xylene solvent and binder using press molding techniques and mold size 15 cm x 10 cm x 0.8 cm with optimum ratio of plastic waste with wood waste (60 g: 60 g). Particle board yields are adjusted to the Indonesian National Standard (2006), which can be used as wall or housing flooring. Solutions offered to community groups in the village in the program. Training activities on the preparation of materials and the manufacture of particle boards from plastic waste and wood waste, as building materials, were carried out on August 20, 2019 at the Bangun Rejo Village Office, Tanjung Morawa District. Furthermore, it is recommended that the community groups in the village be guided to form a particle board manufacturing group under the auspices of the University of North Sumatra.
ANEKA KERIPIK TEMPE BERGIZI DAN TEPAT GUNA MENDUKUNG KEDAULATAN PANGAN
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.84 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4130

Abstract

Tempe adalah produk lokal, makanan Soja sp berprotein tinggi. Tempe yang dihasilkan dapat diolah menjadi aneka makanan, seperti kerupuk, keripik, stik, bolu, tempe bacem, dan mendoan. Tingginya permintaan pasar, keterbatasan alat, terbatasnya inovasi dalam pengolahan tempe dan pemasaran tidak maksimal menjadi alasan dilaksanakan pengabdian oleh Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Sumatera Utara di di Pasar 1 Tanjung Sari, Medan. Tujuan pengabdian ini untuk memberi solusi kepada mitra usaha dalam pengolahan dan pembuatan tempe; meningkatkan kemampuan dan kreatifitas wirausahawan muda (mahasiswa) untuk mengelola keterampilan dan managerial. Dalam mendukung tercapainya target, solusi yang tim lakukan adalah membuat sebuah mesin pemecah kedelai, alat pemotong keripik, membantu desain kemasan, dan pemasaran dengan variasi harga tempe mendoan, keripik tempe, tempe rasa teh hijau, tempe cabe merah, dan tempe coklat (Rp 2.000-Rp 20.000). Diharapkan Rumah Tempe USU akan memberi kontribusi peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pendapatan bagi mitra dan masyarakat di sekitar kampus USU.
ANEKA KERIPIK TEMPE BERGIZI DAN TEPAT GUNA MENDUKUNG KEDAULATAN PANGAN Siregar, Ameilia Zuliyanti; Tulus
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.84 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4130

Abstract

Tempe adalah produk lokal, makanan Soja sp berprotein tinggi. Tempe yang dihasilkan dapat diolah menjadi aneka makanan, seperti kerupuk, keripik, stik, bolu, tempe bacem, dan mendoan. Tingginya permintaan pasar, keterbatasan alat, terbatasnya inovasi dalam pengolahan tempe dan pemasaran tidak maksimal menjadi alasan dilaksanakan pengabdian oleh Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Sumatera Utara di di Pasar 1 Tanjung Sari, Medan. Tujuan pengabdian ini untuk memberi solusi kepada mitra usaha dalam pengolahan dan pembuatan tempe; meningkatkan kemampuan dan kreatifitas wirausahawan muda (mahasiswa) untuk mengelola keterampilan dan managerial. Dalam mendukung tercapainya target, solusi yang tim lakukan adalah membuat sebuah mesin pemecah kedelai, alat pemotong keripik, membantu desain kemasan, dan pemasaran dengan variasi harga tempe mendoan, keripik tempe, tempe rasa teh hijau, tempe cabe merah, dan tempe coklat (Rp 2.000-Rp 20.000). Diharapkan Rumah Tempe USU akan memberi kontribusi peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pendapatan bagi mitra dan masyarakat di sekitar kampus USU.
APLIKASI BERBAGAI JENIS FUNGI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN BIBIT Rhizophora mucronata DI DESA PULAU SEMBILAN KECAMATAN PANGKALAN SUSU KABUPATEN LANGKAT
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.666 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4131

Abstract

Desa Pulau Sembilan merupakan desa yang terletak di wilayah pesisir pantai timur Sumatera Utara yang kondisi hutan mangrovenya telah rusak sebagai akibat aktivitas pembuatan tambak udang. Tanpa upaya peningkatan kesadaran dan ilmu pengetahuan pada masyarakat kondisi ini akan semakin berlarut-larut yang berdampak pada meningkatnya kerusakan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka rehabilitasi dan meningkatkan minat masyarakat untuk menanam mangrove. Dalam kegiatan penerapan Ipteks ini digunakan berbagai jenis fungi yang sudah didapat pada kegiatan penelitian terdahulu. Fungi-fungi tersebut diperkirakan berperan dalam mempercepat proses dekomposisi serasah, sehingga unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh bibit mangrove lebih cepat tersedia. Jenis-jenis fungi yang diaplikasikan pada kegiatan penerapan ipteks ini adalah Aspergillus sp. 1, Aspergillus sp. 2 dan Curvularia lunata. Propagul mangrove yang digunakan dalam kegiatan berasal dari mangrove Rhizophora mucronata. Kegiatan penerapan Ipteks dapat berjalan lancar, masyarakat sangat antusias menerima sosialisasi yang disampaikan dan antusias dalam mengikuti seluruh kegiatan mulai dari pembibitan sampai kegiatan penanaman. Aplikasi fungi C. lunata memberikan dampak pertambahan tinggi yang lebih besar yaitu, rata-rata 1.88 cm setelah 7 minggu aplikasi. Adapun bibit R. mucronata yang diberi aplikasi fungi Aspergillus sp. 1 dan Aspergillus sp. 2 setelah 7 minggu perlakuan menunjukkan pertambahan tinggi yang lebih kecil, yaitu ratarata 1.63 cm dan 1.65 cm. Pertambahan tinggi bibit yang diberi perlakuan lebih besar dibanding kontrol. Diameter batang bibit R. styl R. mucronata osa yang diberi aplikasi fungi C. lunata, yaitu rata-rata 0.4 cm. Adapun diameter bibit R. stylosa yang diberi aplikasi fungi Aspergillus sp. 1 dan Aspergillus sp. 2, yaitu masing-masingnya 0.38 cm dan 0.35 cm. Diameter batang bibit R. mucronata kontrol lebih kecil dibanding diameter batang bibit R. mucronata yang diberi perlakuan dengan berbagai jenis fungi, yaitu 0.25 cm.