cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 25982052     DOI : -
Core Subject : Social,
EMPOWERMENT adalah media penerbitan karya tulis berbasis hasil pengabdian masyarakat dosen dan mahasiswa, menerima tulisan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan/multidisipin. Jenis naskah yang dipublikasikan adalah naskah asli/orisinal hasil pengabdian kepada masyarakat, jurnal ini terbit dalam 6 (enam) bulanan. EMPOWERMENT diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
Pengenalan Teknologi Informasi (TI) dan Pelatihan Penggunaan Microsoft Office bagi Masyarakat Desa Topanda Kabupaten Bulukumba Nur, Muhammad Awal; Farida, Farida; Sulaiman, Husni
Empowerment Vol. 4 No. 02 (2021): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v4i02.4672

Abstract

This community service activity in the form of Introduction to Information Technology (IT) and Microsoft office training aims (1) to provide an understanding of the Topanda Village community about the introduction of information technology, (2) To train the Topanda Village community in using Microsoft office (Excel, Powerpoint and Word). This activity was carried out in Topanda Village, Rilau Ale Subdistrict, Bulukumba Regency on 29-30 May 2021 which was attended by village officials, PKK members and Topanda Village youth groups. The method used in this service activity is training and lectures on the introduction of information technology. The activity began with an explanation of the material then continued with a demonstration exercise on how to operate Microsoft office. The results of this service activity are (1) increasing the understanding of the Topanda Village community regarding Information Technology and providing the ability for the Topanda Village community to operate Microsoft Office especially Excel, Powerpoint and Word programs, (2) assisting village officials in operating computerized data and speeding up the process. administration of the Topanda Village community. The community and government officials of Topanda Village, Rilau Ale District, Kab. Bulukumba was very enthusiastic about participating in this training. AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pengenalan Teknologi Informasi (TI) dan Pelatihan Microsoft office ini bertujuan (1) untuk memberikan pemahaman masyarakat Desa Topanda tentang pengenalan teknologi informasi, (2) Melatih masyarakat Desa Topanda dalam menggunakan Microsoft office (Excel, Powerpoint dan Word). Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Topanda Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba pada tanggal 29 – 30 Mei 2021 yang diikuti aparat desa, anggota PKK dan karang taruna Desa Topanda. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan dan ceramah mengenai pengenalan teknologi informasi. Kegiatan dimulai dengan penjelasan materi kemudian dilanjutkan dengan latihan demonstrasi cara mengoperasikan Microsoft office. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah (1) meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Topanda mengenai Teknologi Informasi serta memberikan kemampuan bagi masyarakat Desa Topanda dalam mengoperasikan Microsoft Office Khususnya program Excel, Powerpoint dan Word, (2) membantu aparat desa dalam mengoperasikan data secara komputerisasi dan mempercepat dalam proses pengurusan administrasi masyarakat Desa Topanda. Masyarakat dan aparat pemerintahan Desa Topanda Kecamatan Rilau Ale Kab. Bulukumba sangat antusias mengikuti pelatihan ini.
Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Limbah Kulit Jeruk Nipis di Kampung Keluarga Berencana Palasah, Sumedang Widyasanti, Asri
Empowerment Vol. 4 No. 02 (2021): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v4i02.4549

Abstract

Ciawitali Village is one of the lime-producing centers in Sumedang, West Java. So far, lime commodities have only been used as agricultural produce which is sold fresh by the local community, while discarded limes, the remaining sorting and pulp of the beverage industry have become waste that has not been utilized. Therefore, further agro-industry development is needed to manage existing resources. Efforts to empower the community to be able to use the potential of their region on their own, one of which is knowledge and skills in entrepreneurship and appropriate technology for the producing handmade dish soap. The purpose of this activity was to apply appropriate technology in the process of processing lime peels into dish soap products while at the same time creating new business opportunities to increase people's income. The approach applied in realizing this program was through the participatory action research (PAR) method. The activities include direct demonstrations of making dish soap, packaging, and monitoring the final quality of soap. The results showed that this activity could (1) increase business motivation, awareness, knowledge and skills of the community through the application of appropriate technology to process local commodities (lime peel) into dish soap products, (2) introduce to the public about opportunities and feasibility analysis of home dish soap business. Dish soap from lime peel has yet to be developed to the point where it can be mass produced and approved by the general public.                                                    AbstrakDesa Ciawitali merupakan salah satu sentra penghasil jeruk nipis di Sumedang, Jawa Barat. Selama ini komoditas jeruk nipis hanya dimanfaatkan sebagai hasil bumi yang dijual dalam kondisi segar oleh masyarakat setempat, sedangkan buah nipis yang afkir, sisa sortiran dan ampas industri minuman  menjadi limbah yang belum termanfaatkan. Oleh karenanya perlu pengembangan Agroindustri lebih lanjut untuk mengelola sumber daya yang ada. Upaya pemberdayaan masyarakat agar mampu secara mandiri memanfaatkan potensi daerahnya salah satunya dengan pengetahuan dan ketrampilan mengenai wirausaha dan teknologi tepat guna proses pembuatan sabun cuci piring handmade. Tujuan dari kegiatan ini adalah menerapkan teknologi tepat guna pada proses pengolahan kulit jeruk nipis menjadi produk sabun cuci piring sekaligus menciptakan peluang usaha baru untuk meningkatkan pendapatan warga. Pendekatan yang diterapkan dalam merealisasikan program ini melalui metode participatory action research (PAR).  Pelaksanaan kegiatan  meliputi demonstrasi langsung  pembuatan sabun cuci piring, pengemasan, hingga monitoring kualitas akhir sabun.  Hasil menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat (1) meningkatkan motivasi usaha, kesadaran, pengetahuan dan ketrampilan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna untuk mengolah komoditas lokal (kulit jeruk nipis) menjadi produk sabun cuci piring, (2) mengenalkan kepada masyarakat mengenai peluang dan analisis kelayakan usaha sabun cuci piring rumahan. Pembuatan sabun cuci piring berbahan dasar kulit jeruk nipis masih perlu terus dikembangkan supaya dapat diproduksi secara massal dan diterima masyarakat luas.
Penerapan PHBS Covid-19 dengan Inovasi Teknologi Aci Telor di Pondok Pesantren Zam-Zam Adhi, M. Hanif Prasetya; Endiyono, Endiyono
Empowerment Vol. 4 No. 02 (2021): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v4i02.4536

Abstract

COVID-19 is a new type of disease caused by infection with the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARSCOV-2). From its initial appearance at the end of 2019 until May 20, 2020, this disease has infected 4,789,205 people and caused the death of 318,789 people worldwide. In Banyumas, there were more than 250 positive Islamic boarding schools students, resulting in a cluster of Islamic boarding schools, in October 2020, the total number of students who were confirmed to be Covid-19 was 722 people. Learning activities are carried out face-to-face, so that as a consideration for determining the location of service, even though there are hand washing facilities, the teacher still has to supervise all students to wash their hands. This shows the low awareness of students about the transmission of Covid-19. Students really need assistance in implementing PHBS to break the transmission of the virus. Promotive, preventive, demonstration, and appropriate technology for ACI TELOR which has been HAKI is expected to be able to increase the adherence of Islamic boarding school students to the health program. The results of this service show that promotive actions accompanied by ACI TELOR innovation increase the interest of teachers and students in complying with health procedures and minimizing virus transmission. The impact of this service is to increase teacher and student compliance with the Covid-19 health protocol so that it is expected to be a behavior that can be applied continuously.
Pelatihan Pembuatan Arang Tempurung Kelapa Menggunakan Furnace Ramah Lingkungan dengan Sistem Kondensasi Januariyansah, Sapitri; Atika, Liana; Gunawan, Safri
Empowerment Vol. 4 No. 02 (2021): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v4i02.4522

Abstract

The Coconut Shell Charcoal Business Group in Pematang Biara Village is one of the charcoal business groups located in Pantai Labu District. This business group has problems in the field of production where the processing of coconut shells into charcoal is still very traditional. The equipment used is made of flammable wood and tarpaulin. Then again, the smoke from the combustion becomes air pollution that disturbs local residents. The purpose of this activity is to solve partner problems so that the production process increases. The implementation method used was observation, discussion, lecture, and work/training demonstration. The results of this activity can be said to be effective because it can solve partner problems and host activities. The partner's production process is getting better by using a furnace with a condensation system where this tool provides the advantage of being safer, can maintain the temperature of the combustion chamber, can be used when it rains, and can manage polluted smoke into liquid smoke. Furnace with a condensation system can be a reference for managing coconut shells into charcoal. AbstrakKelompok Uasaha Arang tempurung kelapa di Desa Pematang Biara merupakan salah satu kelompok usaha arang yang berada di Kecamatan Pantai Labu. Kelompok usaha ini memiliki permasalahan dibidang produksi dimana pengolahan tempurung kelapa menjadi arang masih sangat tradisional. Peralatan yang digunakan menggunakan kayu dan terpal yang mudah terbakar. Kemudian lagi, asap hasil pembakaran berterbangan hingga mengganggu warga sekitar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan mitra sehingga proses produksi meningkat. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah dengan observasi, diskusi, ceramah, dan unjuk kerja/pelatihan. Hasil kegiatan ini dapat dikatakan efektif karena dapat menyelesaikan permasalahan mitra dan menjawa tujuan kegiatan. Proses produksi mitra menjadi lebih baik dengan menggunakan alat furnace dengan sistem kondensasi dimana alat ini memberikan keunggulan lebih aman, dapat menjaga suhu ruang bakar, dapat digunakan saat hujan, dan dapat mengelola asap polusi menjadi asap cair. Furnace dengan sistem kondensasi dapat menjadi salah satu referensi untuk pengelola tempurung kelapa menjadi arang.
Pelatihan Perhitungan Harga Pokok Produksi Bagi UMKM Kabupaten Pati Mulyani, Sri; Gunawan, Budi; Nurkamid, Mukhamad
Empowerment Vol. 4 No. 02 (2021): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v4i02.4526

Abstract

The confusion of UMKM (Micro, Small and Medium Enterprises) in Pati Regency is quite visible when asked about determining the selling price of the products produced. The confusion is due to not knowing for sure how much the cost of goods manufactured is formed on the products that have been produced. This service activity aims to provide training to MSMEs in Pati Regency in determining the cost of production for the products that have been produced, so that MSMEs can determine the selling price which will have an impact on the profits or losses of MSMEs in Pati Regency. There are three methods used in this service activity, namely the lecture method, the discussion method, and the simulation method. The results of this service activity provide understanding to Pati Regency SMEs in calculating the cost of production. This level of understanding can be seen in the discussion method and the simulation method. In the discussion method, many participants actively asked questions about material that they did not understand, this showed that the enthusiasm of the participants for the training in calculating the cost of production was quite high. At the time of the simulation method for calculating the cost of production all involved and from the results of the presentation of each group all were able to determine the cost of production for the products they produced.  AbstrakKebingungan UMKM (Usaha Mikro Kecil  Menengah) Kabupaten Pati cukup terlihat Ketika ditanya mengenai penentuan harga jual produk yang dihasilkan. Kebingungan tersebut dikarenakan tidak tahu pasti berapa harga pokok produksi yang dibentuk pada produk yang telah dihasilkannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan kepada UMKM Kabupaten Pati dalam menentukan harga pokok produksi atas produk yang telah dihasilkan, sehingga UMKM dapat menentukan harga jual yang akan berdampak pada laba atau rugi UMKM Kabupaten Pati. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini ada tiga yaitu metode ceramah, metode diskusi, dan metode simulasi. Hasil kegiatan pengabdian ini memberikan pemahaman kepada UMKM Kabupaten Pati dalam menghitung harga pokok produksi. Tingkat pemahaman tersebut dapat dilihat pada metode diskusi dan metode simulasi. Pada metode diskusi banyak peserta yang aktif bertanya atas materi yang belum dipahami, hal ini menunjukkan semangat peserta terhadap pelatihan perhitungan harga pokok produksi cukup tinggi. Pada waktu metode simulasi perhitungan harga pokok produksi semua terlibat dan dari hasil presentasi masing-masing kelompok semua dapat menentukan harga pokok produksi atas produk yang dihasilkannya.
Proyek Ekspedisi Nusantara: Edukasi Pancasila bagi Anak-Anak Desa Ngagrong Sebagai Alternatif Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19 Misbahuddin, Angga
Empowerment Vol. 4 No. 02 (2021): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v4i02.4578

Abstract

Ngagrong Village is a village that is currently in the yellow zone of the COVID-19 pandemic level, where all activities and access to various sectors are restricted. Access to the education sector is no exception, where schools in Ngagrong Village have their learning system transferred to online, so that Ngagrong Village children are not optimal in getting learning. Proyek Ekspedisi Nusantarat exists as an Independent Community Service Community, community that seeks to contribute to increasing the understanding and learning motivation of Ngagrong Village children through learning the philosophy of Pancasila with 3 main programs, namely learning to understand the meaning of Pancasila, the application of Pancasila values, and the relationship between Pancasila and Islamic activities. Through the implementation of the program from pre-activity, implementation of activities to post-activity, it can be concluded that the Proyek Ekspedisi Nusantara has an important contribution to increase knowledge and understanding in the application of Pancasila values in everyday life where the Ngagrong Village children are very enthusiastic during the process. their learning and learning motivation increased as the program was implemented, besides that they began to understand the meaning and application of the existing Pancasila values, plus the parents were happy because of the improvement of their children.
Perberdayaan Kelompok Masyarakat Melalui Ekplorasi Benih Pohon Hutan di Desa Karangsari Kabupaten Kuningan Jawa Barat Ismail, Agus Yadi; Adhya, Ilham
Empowerment Vol. 4 No. 01 (2021): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v4i01.4015

Abstract

Kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan berupa pertanaman pohon semakin diminati. Namun ketersediaan sumber bibit yang berasal dari mutu benih yang baik masih terbatas .Tujuan dari pemberdayaan kepada masayarakat  adalah berupa pelatihan ,penyuluhan dan praktek pengunduhan benih tanaman hutan  yang dapat digunakan untuk pembuatan persemaian. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan,diskusi  dan praktek penggunduhan benih. Hasil dari kegiatan ini adalah  transfer pengetahuan berkaitan dengan ekplorasi benih meliputi Pemilihan lokasi kebun benih, tata cara ekplorasi sampai pada pembersihan dan sortasi benih, ekplorasi benih  dilakukan pada 25 pohon Caliandra spp dengan berat benih yang di hasilkan  sebanyak    1  kg benih basah.  Kegiatan Tehnik eksplorasi benih tanaman hutan bagi masyarakat desa sekitar hutan sangat diperlukan dengan harapan dapat memenuhi pasokan untuk penyediaan persemaian yang menghasilkan bibit yang bermutu baik untuk kegiatan rehabilitasi lahan dan hutan sehingga kedepan perlu adanya kegiatan lebih lanjut terkait dengan pengunduhan benih.
Penyuluhan Hukum tentang Membangun Pemahaman Konsumen Jasa Transportasi Umum di Rokan Hilir Riau Apriani, Desi; Kurniasih, Esy; Hidayatullah, Fadli
Empowerment Vol. 4 No. 03 (2021): empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v4i03.4149

Abstract

Perlindungan konsumen merupakan hal yang sangat urgen terutama di era globalisasi saat ini. Globalisasi ditandai dengan kecanggihan teknologi komunikasi, informasi dan transportasi. Berkaitan dengan jasa transportasi, terdapat dua pihak pihak yang saling membutuhkan yaitu pelaku usaha sebagai penyedia jasa dan masyarakat sebagai pengguna (konsumen). Fenomena yang terjadi dalam pelayanan jasa transportasi adalah tidak dipenuhinya hak konsumen seperti, hak kenyamanan, keamanan, dan ganti rugi apabila terjadi kecelakaan. Hal ini merupakan suatu permasalahan ditambah lagi dengan ketidaktahuan konsumen mengenai hak dan cara memperjuangkan haknya khususunya di Desa Sekeladi, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir. Pengabdian dalam bentuk penyuluhan hukum ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sebagai konsumen pengguna jasa transportasi umum berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Metode pelaksanaan pengabdian ini yaitu mengumpulkan masyarakat, kemudian tim menyampaikan materi tentang hak-hak konsumen khususnya sebagai pengguna jasa trasnportasi umum. Setelah tim menyampaikan materi, peserta penyuluhan diberi kesempatan untuk bertanya dan dilanjutkan pada tahap diskusi. Dari penyuluhan hukum yang dilakukan ternyata umumnya  masyarakat belum mengetahui hak-hak mereka selaku pengguna jasa transportasi umum dan bagaimana cara mempertahankan hak tersebut. Sebagai akibatnya mereka seringkali dirugikan dan tidak tahu bagaimana proses penyelesaiannya. Dengan adanya kegiatan penyuluhan hukum ini masyarakat Desa Sekeladi Hilir Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir mulai memahami hak-hak dan kewajiban pengguna jasa transportasi umum berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Era Pandemi Covid-19 untuk Mendukung Koordinasi Kerja Aparatur Desa Sembawa, Kuningan Jawa Barat Krisdiawan, Rio Andriyat; Fitriani, Aida; Haqmi, Fahrul
Empowerment Vol. 4 No. 01 (2021): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v4i01.3647

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) telah dinyatakan oleh WHO sebagai pandemic dan lndonesia telah menyatakan COVID-19 sebagai bencana non alam berupa wabah penyakit yang wajib dilakukan upaya penanggulangan sehingga tidak terjadi peningkatan kasus.  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mendorong perangkat desa mengambil peran khusus dalam penanggulangan wabah COVID-19 yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2. Ada lima peran khusus perangkat desa dalam mempercepat penanggulangan COVID-19 di tingkat desa diantaranya : Pertama, perangkat desa harus mengolah arus data dan informasi seluruh warganya. Kedua, perangkat desa harus mampu mengelola kendali informasi terkait COVID-19. Ketiga, perangkat desa menangambil inisiatif mitigasi dampak sosial dan ekonomi warga. Keempat, perangkat desa dapat membuat pranata sosial baru yamg sesuai dengan kebutuhan di desa. Kelima, bagaimana agar perangkat desa bisa memberikan informasi terkait COVID-19 setiap hari, yaitu dengan memanfaatkan peran teknologi informasi dan Komunikasi (TIK). Penggunaan TIK di era pandemic COVID-19, bagi aparatur desa seperti disebutkan diatas, sangat diutamakan terutama untuk berkoordinasi dan memberikan informasi. Dalam koordinasi rapat yang tidak bisa dilakukan secara langsung, dapat memanfaatkan teknologi rapat secara daring dengan menggunakan google meet. Dalam hal pemberian informasi dan koordinasi langsung dari warga, RT, RW, bisa memanfaatkan media social seperti Whatsapp, Telegram dan lain sebagainya. Disaat protocol covid diberlakukan, masyarakat dan aparatur desa harus benar-benar menguasai penggunaan TIK.
Penyuluhan Hukum tentang Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Gadget dan Media Sosial Yuhandra, Erga; Akhmaddhian, Suwari; Fathanudien, Anthon; Tendiyanto, Teten
Empowerment Vol. 4 No. 01 (2021): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v4i01.4028

Abstract

Perkembangan dan kemajuan Teknologi Informasi yang demikian pesat telah menyebabkan perubahan kegiatan kehidupan manusia dalam berbagai bidang yang secara langsung telah mempengaruhi lahirnya bentuk-bentuk perbuatan hukum baru, penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi harus terus dikembangkan untuk menjaga, memelihara, dan memperkukuh persatuan dan kesatuan nasional berdasarkan Peraturan Perundang-undangan demi kepentingan nasional, bahwa pemanfaatan Teknologi Informasi berperan penting dalam perdagangan dan pertumbuhan perekonomian nasional untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan pengabdian ini lebih menitik beratkan kepada para remaja baik itu laki-laki maupun perempuan, adapun sasaran lain yang menjadi tujuan dari diadakannnya penyuluhan ini yaitu para orang tua yang mana memiliki anak yang harus dijaga dan dilindungi. Metode pendekatan yang digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini melalui metode pendekatan workshop, ceramah kemudian diakhir acara diadakan tanya jawab, dengan tanya jawab ini masyarakat diberikan kesempatan untuk bertanya sesuai dengan tema penyuluhan, atau masyarakat dapat bertanya di luar tema yang telah ditentukan. Manfaat diselenggarakannya penyuluhan hukum di Desa Mekarjaya Kecamatan Pancalang Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat adalah untuk mewujudkan kesadaran hukum masyarakat yang lebih baik sehingga setiap angggota masyarakat menyadari dan menghayati hak dan kewajibannya sebagai warga negara dan mewujudkan budaya  hukum dalam sikap dan perilaku yang sadar, patuh, dan taat terhadap hukum serta dapat memahami akan dampak positif dan negatif dari penggunaan gadget dan media sosial diera digital seperti sekarang ini.

Page 7 of 26 | Total Record : 251