cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Juripol
ISSN : 25991787     EISSN : 25991779     DOI : -
Core Subject : Economy,
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan), kajian ilmiah tentang dunia pendidikan dengan scope bunga rampai pada pembahasan pendidikan, Manajemen, Manajemen Bisnis dan Manajemen Informatika dengan pendekatan yang lebih mengacu pada manajemennya
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
Pemungutan Pajak Restoran Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Daerah Kota Medan Berdasarkan Perda Nomor 5 Tahun 2011 Hendra Pratama Ginting; Muhammad Akbar
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 4 No. 2 (2021): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v4i2.11214

Abstract

Hasil dari Penelitian ini terdapat Penerimaan Pajak Restoran di tahun 2016 sebesar Rp.227.795.587, sedangkan di tahun 2017 mengalami kenaikan penerimaan Pajak Restoran Pajak Restoran Rp. 254.303.867, kemudian di tahun 2018 nilai penerimaan Pajak Restoran sebesar Rp. 325.918.892 dan di tahun 2019 juga mengalami fluktuatif sebesar Rp. 341.942.742. Artinya Penerimaan Pajak Daerah tarutama Pajak Restoran di Kota Medan mengalami peningkatan pada tiap tahunnya. Pajak adalah gejala masyarakat, artinya pajak hanya ada di dalam masyarakat. Masyarakat terdiri dari individu, individu mempunyai hidup sendiri dan kepentingan sendiri, yang dapat dibedakan dari hidup masyarakat dan kepentingan masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, artinya permasalahan yang ada diteliti berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ada dan literatur-literatur yang ada kaitannya dengan Permasalahan. Yuridis normatif yaitu metode pendekatan yang menggunakan konsepsi legis positivis. Teknik pengumpulan data yang akan dipergunakan dalam penelitian ini adalah : studi kepustakaan (Library Research) yaitu mempelajari, meneliti dan menghimpun data-data dari kepustakaan berupa buku ilmiah, dokumen, hasil penelitian yang berupa laporan yang ada kaitannya dengan penelitian ini
ASPEK HUKUM SIMPAN PINJAM PADA KOPERASI Anto Mutriady
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 1 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i1.11301

Abstract

Sebagai lembaga keuangan non-bank, koperasi memerlukan serangakaian prosedur yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko yang timbul dari kegiatan usaha. Salah satu risiko pada umumnya adalah pembiayaan pada mitra usaha/calon mitra. Untuk menghindari aspek risiko maka koperasi harus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam melakukan pembiayaan pada mitra/calon mitra. Prinsip kehati-hatian adalah suatu asas atau prinsip yang menyatakan bahwa dalam menjalankan fungsi dan kegiatan usahanya wajib bersikap hati-hati (prudent) dalam rangkat melindungi dana masyarakat yang dipercayakan kepada koperasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Regulasi atau aturan hukum dibidang perkoprasian khususnya koperasi sudah mengakomodir penerapan prinsip kehati-hatian dalam peraturan pembiayaan koperasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian normatif empiris dengan metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Undang-Undang, Pendekatan Sosiologi. Setelah itu melalui beberapa tahapan, maka dapat diketahui bahwa penelitian ini dianalisis dengan deskriptif kualitatif dan penarikan kesimpulan dengan cara induktif. Prinsip koperasi syariah berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tetang Perkoprasian yaitu bahwa: Koperasi simpan pinjam wajib menerapkan prinsip kehati-hatian, Dalam memberikan pinjaman, koperasi simpan pinjam wajib mempunyai keyakinan atas kemampuan dan kesanggupan peminjam untuk melunasi pinjaman sesuai dengan perjanjian, Dalam memberikan pinjaman, koperasi simpan pinjam wajib menempuh cara yang tidak merugikan keporasi simpan pinjam dan kepentingan penyimpan, Koperasi simpan pinjam wajib menyediakan informasi mengenai kemungkinan timbulnya resiko kerugian terhadap penyimpanan
PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA BIRO PERLENGKAPAN DAN ENGELOLAAN ASET PROVINSI SUMATERA UTARA azizah hanum
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 1 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i1.11302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh komunikasi terhadap efektivitas kerja pegawai Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sumatera Utara dan untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja pegawai Badan Koordinasi Penyuluhan, Perikanan dan Kehutanan Sumatera Utara. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah mengolah data yang didapatkan dari hasil angket dan kemudian hasil penelitian ini akan diolah sedemikian rupa menggunakan analisis korelasi product moment. Kemudian dilakukan pengujian terhadap setiap variabel dengan membandingkan nilai t hitung dengan nilai t table sesuai dengan tingkat signifikansi yang digunakan. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus korelasi produk momen, diperoleh korelasi sebesar 0,758, sedangkan nilai korelasi dalam tabel adalah 0,374. Dengan demikian hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya, sebab 0,758 > 0,374. Berarti dalam penelitian ini ditemukan bahwa komunikasi berpegaruh terhadap efektivitas kerja pegawai pada Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sumatera Utara. Dan dari hasil pengujian dengan menggunakan uji t, diperoleh nilai t (hitung) adalah 5,928. Sedangkan nilai t (tabel) adalah 2,056 (taraf signifikan 0,05 dan dk = n-2, 28-2 = 26 yaitu t (tabel) = 0,05, (28) = 2,056. Jadi nilai t (hitung) lebih besar daripada t (tabel) atau 5,928 > 2,056. Dengan demikian hipotesis yang dirumuskan dapat diterima kebenarannya, yakni adanya pengaruh yang bermakna antara komunikasi dengan efektivitas kerja pegawai
PERANAN SUMPAH SEBAGAI ALAT BUKTI DI DALAM PROSES PERDATA daud daud
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 1 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i1.11303

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sumpah merupakan alat bukti yang mengikat dan sempurna dalam pemeriksaan perkara perdata di sidang pengadilan dan apakah sumpah merupakan alat bukti dalam pemeriksaan perkara perdata di sidang pengadilan. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif, disimpulkan: 1. Pengakuan yang merupakan bukti yang mengikat dan sempurna adalah pengakuan yang dilakukan di muka sidang pengadilan. Pengakuan ini harus diucapkan di muka hakim oleh tergugat sendiri atau oleh seorang yang khusus dikuasakan untuk itu. Pengakuan yang dilakukan di muka hakim itu, tidak boleh ditarik kembali kecuali apabila dapat dibuktikan bahwa pengakuan itu telah dilakukan sebagai akibat dari suatu kekhilafan mengenai hal-hal yang terjadi. Jadi pengakuan yang dikemukakan di sidang pengadilan itu mempunyai kekuatan pembuktian yang lengkap terhadap yang mengemukakan, dan merupakan bukti yang menentukan. Oleh karena itu, apabila ada salah satu pihak yang mengaku, maka hakim harus mengaggap pengakuan itu sebagai benar, dan hal ini akan membawa akibat tidak perlu dibuktikan lebih lanjut tentang tuntutannya yang telah diakui tadi. 2. Sumpah yang merupakan alat bukti dalam perkara perdata adalah: Sumpah yang oleh pihak yang satu diperintahkan kepada pihak lawan untuk menggantungkan putusan perkara kepadanya, yang dilakukan secara lisan dihadapan lawan dan di depan hakim dalam persidangan yang sedang berlangsung, yang disebut sumpah pemutus atau dicissoir. Sumpah yang oleh hakim karena jabatannya, diperintahkan kepada salah satu pihak untuk menambah pembuktian yang dianggapnya kurang meyakinkan, yang disebut sumpah tambahan atau suppletoir.
DAMPAK REPUTASI UNDERWRITER TERHADAP UNERPRICING PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING Enika Diana Batubara
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 1 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i1.11304

Abstract

Dalam proses go public sebelum di perdagangkan di pasar sekunder, saham terlebih dahulu di jual ke pasar primer atau yang sering disebut sebagai pasar perdana. Penawaran saham secara perdana ke publik melalui pasar perdana ini dikenal dengan istilah initial public offering. Penawaran umum saham perdana merupakan kegiatan penawaran efek yang pertama kali dilakukan oleh perusahaan (emiten) dalam rangka menjual sahamnya kepada masyarakat di pasar modal. Harga saham perdana ditentukan berdasarkan kesepakatan antara perusahaan (emiten) dengan Underwriter (penjamin emisi), sedangkan harga di pasar sekunder ditentukan oleh mekanisme pasar (permintaan dan penawaran). Jika penentuan harga pada saat initial public offering lebih rendah dibandingkan dengan harga yang terjadi di pasar sekunder di hari pertama maka akan terjadi Underpricing. Di dalam kegiatan penawaran umum perdana terdapat suatu fenomena menarik yang disebut dengan Underpricing. Fenomena Underpricing merupakan gejala-gejala umum yang terjadi pada saat perusahaan melakukan penawaran umum saham perdana di pasar modal, dimana harga saham yang ditawarkan pada pasar perdana lebih rendah dibandingkan dengan harga saham setelah diperdagangkan di pasar sekunder. Namun faktor-faktor yang menyebabkan Underpricing ini berbeda-beda di setiap pasar modal.
ANALISIS MATERI TATA BAHASA DALAM BUKU PELAJARAN BAHASA INDONESIA henilia henilia
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 1 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i1.11305

Abstract

Pada tahun 2008, pemerintah mulai meluncurkan Buku Sekolah Elektronik (BSE) untuk mendukung ketersediaan buku ajar yang murah dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model penyampaian materi tata bahasa, cakupan materi tata bahasa, dan kesesuaian materi tata bahasa. Buku ajar merupakan salah satu bahan ajar tertulis yang digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menghasilkan tiga simpulan. Pertama, model penyampaian materi tata bahasa ada dua model, yaitu pendekatan deduktif dan pendekatan induktif. Pendekatan deduktif digunakan pada materi fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Pendekatan induktif digunakan pada materi morfologi, sintaksis, dan semantik. Kedua, cakupan materi tata bahasa dalam BSE Bahasa Indonesia SMA terdiri dari materi fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Fonologi dibagi menjadi satu submateri, yaitu membedakan fonem bahasa Indonesia. Morfologi dibagi menjadi lima submateri, yaitu afiksasi, reduplikasi, proses pemajemukan, mengidentifikasi proses morfologis, serta kata dan penggunaannya. Sintaksis dibagi menjadi tiga submateri, yaitu frasa, klausa, dan kalimat. Semantik dibagi menjadi dua submateri, yaitu jenis-jenis semantik serta perubahan dan pergeseran makna. Ketiga, kesesuaian materi tata bahasa dengan kurikulum
PENGARUH SISTEM OTORISASI TRANSAKSI KEUANGAN DAN LINGKUNGAN PENGENDALIAN TERHADAP PENGENDALIAN INTREN PERSEDIAAN PADA PT. LESTARI ABADI Joko Prayogi
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 1 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i1.11306

Abstract

Sistem otorisasi transaksi berpengaruh terhadap pengendalian intern karena kegiatan ini memberikan verifikasi dan persetujuan tambahan terhadap transaksi keuangan sehingga mengurangi kemungkinan kecurangan. Pengendalian intern melalui sistem otorisasi transaksi pada perusahaan dapat dicapai antara lain dengan melakukan pemisahan fungsi bagian-bagian yang terkait dalam perusahaan, prosedur pemberian wewenang, prosedur dokumentasi, prosedur dan catatan akuntansi, pengawasan fisik serta adanya pemeriksaan intern secara bebas. Tujuan utama pemisahan fungsi adalah untuk menghindari dan pengawasan segera atas kesalahan atau ketidakberesan. Pengendalian intern merupakan suatu proses yang dipengaruhi oleh pemilik perusahaan, manajemen, dan seluruh karyawan, yang dirancang untuk mendapat keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan dalam hal-hal seperti keandalan pelaporan keuangan, efektifitas dan efisiensi operasi. Lingkungan pengendalian berpengaruh terhadap pengendalian intern perusahaan karena perusahaan perlu menciptakan keadaan yang mendukung pengendalian intern itu sendiri seperti pembuatan dokumen dan prosedur yang mempersulit dilakukannya kecurangan. Dokumentasi yang layak penting untuk menciptakan sistem pengendalian akuntansi yang efektif. Dokumentasi memberi dasar penetapan tanggung jawab untuk pelaksanaan dan pencatatan akuntansi. Selain itu, diperlukan catatan akuntansi agar dapat disiapkan catatan-catatan akuntansi yang teliti secara cepat dan data akuntansi dapat dilaporkan kepada pihak yang menggunakan secara tepat waktu. Walaupun demikian, prosedur pengawasan fisik tetap harus dilakukan seperti melakukan cash count, stock opname dan kegiatan pengawasan lainnya.
Pengaruh Pengembangan Karier Terhadap Motivasi Kerja Pegawai Pada PT. Bersama Mandiri Medan Poppy Fristy; Khairunnida Khairunnida; Joko Prayogi
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 6 No. 2 (2023): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i1.11307

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh pengembangan karier pegawai terhadap motivasi kerja pegawai pada PT. Bersama Mandiri Medan. Pada dasarnya perusahaan bukan saja mengharapkan karyawan yang “mampu, cakap dan terampil”, tetapi yang terpenting karyawan mau bekerja dengan giat dan memiiki motivasi untuk mencapai hasil kerja yang optimal. Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia supaya mau bekeerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Motivasi semakin penting karena manajer membagikan pekerjaan pada bawahannya untuk di kerjakan dengan baik dan terintegrasi kepada tujuan yang di inginkan. Mtivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerjasama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upaya untuk meningkatkan kepuasan
PENGGUNAAN KALIMAT IMPERATIF OLEH DOSEN DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA rostina rostina
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 1 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i1.11308

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Mampu mendeskripsikan klasifikasi kalimat imperatif oleh dosen dan mampu mendeskripsikan bentuk kalimat imperatif oleh dosen. Objek penelitian ini adalah kalimat imperatif oleh dosen dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia. Sumber data pada penelitian ini adalah tuturan dosen yang mengajar. Penelitian ini dilakukan dengan teknik rekam, simak dan teknik catat. Penelitian ini menggunakan metode padan referensial, yaitu metode yang alat penentunya diluar, terlepas, dan tidak menjadi bagian dari bahasa yang bersangkutan. Hasil penelitian ini menunjukkan klasifikasi kalimat imperatif dan bentuk kalimat imperatif dalam kegiatan pembelajaran bahasa indonesia. Klasifikasi kalimat imperatif berbahasa oleh dosen ditemukan, (1) penggunaan kata nah, jadi, dan perhatikan pada kalimat imperatif permintaan, (2) penggunaan kata silahkan (EYD = silakan) pada kalimat imperatif pemberian izin, (3) kalimat imperatif ajakan menggunaan kata nah, jadi, dan maka diikuti penekanan penutur kata kita pada kalimat. Bentuk kalimat imperatif berbahasa dalam penelitian ini berjumlah 46, diantaranya 2 kalimat imperatif biasa, 15 kalimat imperatif permintaan, 4 kalimat imperatif pemberian izin, 13 kalimat imperatif ajakan, dan 12 kalimat imperatif suruha
ANALISIS PENGGUNAAN GAYA BAHASA DALAM SEBUAH PUISI henilia henilia
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 1 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i1.11309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa pada puisi, sehingga dapat diketahui gaya bahasa paling dominan yang digunakan beserta karakteristik penggunaan gaya bahasa pada sebuah puisi. Penelitian difokuskan pada gaya bahasa dalam sebuah puisi. Penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi untuk mengumpulkan data. Data dianalisis dengan teknik analisis semantik. Keabsahan data diperoleh melalui validitas semantik dan reliabilitas intrareter dan interater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat 38 gaya bahasa yang digunakan pada puisi, dengan gaya bahasa yang paling mendominasi adalah personifikasi, erotesis, anafora, simile, dan anadiplosis, (2) karakteristik gaya bahasa pada puisi siswa tergantung dari pemilihan tema, masalah, dan isi yang siswa ingin utarakan. Isi puisi siswa berupa kejadian yang dialami sendiri, melihat sekitar, berbekal latar belakang pengetahuan, tren masa kini, dan ungkapan hati yang sesungguhnya, (3) Gaya bahasa yang mendominasi tema egoik-psikologis antara lain simile, gaya bahasa repetisi, litotes, erotesis, dan personifikasi. Gaya bahasa pada puisi bertema social-cinta kasih antara lain berupa satire, hiperbola, gaya bahasa repetisi, dan erotesis. Gaya bahasa yang mendominasi tema social-alam adalah personifikasi dan gaya bahasa perulangan, sedangkan gaya bahasa satire, ironi, sinisme, sarkasme terkadang muncul untuk melakukan kritik sosial. Gaya bahasa yang sering muncul pada tema ketuhanankeyakinan adalah epitet, parabel, erotesis, dan gaya bahasa repetisi. Gaya bahasa yang sering muncul pada tema ketuhanan-religiositas adalah erotesis, gaya bahasa repetisi, dan litotes.