cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer
ISSN : 20854822     EISSN : 25796089     DOI : -
Program Studi Magister Teknik Elektro UMB menerbitkan Jurnal InComTech sebagai wadah bagi para akademisi, praktisi dan penggiat lainnya dalam bidang telekomunikasi dan computer (Information and Communication Technology/ICT) untuk menerbitkan karya tulisnya. Bidang-bidang yang menjadi bahasan jurnal ini meliputi teknologi, bisnis dan regulasi di bidang ICT, seperti (namun tak terbatas), teknologi IP, Wireless technology, Internet of Things, Microwaves, digital broadcasting, Fiber optik, strategi bisnis ICT, sumber daya manusia ICT, perencanaan bisnis, regulasi NGN, security in ICT, cyberlaw.
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
Gold Price Prediction Using Linear Regression and Polynomial Regression Method Azhari, Ardi; Umniati, Naeli
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v15i1.27311

Abstract

Gold is a precious metal with high value from mining prices and usage. His ability to purchase power and gold was often used as an investment tool in protecting value and wealth (protector of value and wealth). The high demand for gold from year to year is increasing yearly. So, it is essential to have some knowledge in predicting gold prices which aims to find out the opportunities for gold prices that will happen in future. The purpose of this study is to predict the price of gold to find out the price of gold in the coming year. Predictions are made using linear regression and polynomial regression methods, which are then compared to get the best model for the dataset. The dataset used 5703 data from gold prices from 2000-2022.Keywords—Gold Prices, Prediction, Linear Regression, Polynomial Regression
Perbandingan Model Deep Learning Untuk Prediksi Klasifikasi Jenis Batik Suradiradja, Kahfi Heryandi; Nano, Karno
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v14i2.19651

Abstract

Keanekaragaman budaya menjadi identitas bangsa Indonesia, keanekaragaman budaya sebagai bagian landasan dalam membangun identitas bagi bangsa Indonesia. Pemanfaatan batik menjadi salah satu bagian warisan budaya Indonesia adalah menjadi bagian dalam membangun nation brand. Tidak semua penduduk Indonesia mengingat berbagai motif batik yang beraneka ragam dan dengan harapan generasi muda turut menjaga dan selalu mencintai batik sebagai budaya bangsa. Pada penelitian ini membandingkan model prediksi klasifikasi citra dengan algoritma deep learning. Objek dari kajian ini adalah motif batik yang bersumber dari dataset citra batik. Tujuan dari penelitian ini, mengidentifikasi algoritma deep learning yang cocok dalam membuat model untuk mengklasifikasikan 15 jenis motif batik. Tahapan metode penelitian yakni analisa pemahaman terhadap terhadap masalah pengklasifikasian motif batik. Pengambilan data citra diambil dari publikasi dataset batik berupa data citra. Selanjutnya proses beberapa arsitektur algoritme deep learning yakni Simple CNN, RESNET50 V2, VGG16, MobileNet dan Inception V3. Pengukuran evaluasi menggunakan metric akurasi dan MSE untuk mendapatkan model arsitektur dengan hasil yang terbaik. Hasilnya diperoleh dengan tingkat akurasi terbaik pada algoritme RESNET50 V2 sebesar 86,36% dan memiliki nilai error MSE sebesar 0,0151. Kontribusi dari penelitian ini adalah model klasifikasi menggunakan algoritme deep learning CNN dengan arsitektur RESNET50 V2 direkomendasikan bagi pengembang sistem aplikasi ataupun device dalam mengklasifikasi 15 jenis motif batik.
Analisis QoS untuk Mengoptimalisasikan Jaringan Internet Menggunakan Metode Load Balancing (Studi Kasus: Diskominfo Kabupaten Kuningan) Wibawa, Aisyah Cinta Putri; Hikmawan, Rizki; Sari, Dian Permata
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v14i1.18034

Abstract

Pesatnya perkembangan dalam penggunaan jaringan internet perlu diimbangi dengan kesiapan kapabilitas infrastruktur jaringan dan server dalam menyediakan serta menyeimbangkan kelangsungan konektifitas dari jaringan internet tersebut. Agar kinerja jaringan internet dapat dioptimalkan, maka perlu dirancang sebuah metode yang mampu mengatasi timbulnya permasalahan seperti bandwidth low, overload dan koneksi yang lambat bahkan kendala server down. Solusinya yaitu perlu adanya manajemen bandwidth untuk mengoptimalkan jaringan internet dengan menggunakan metode dari load balancing. Namun, pada penelitian ini peneliti membandingkan metode Equal Cost Multi Path (ECMP) dan Per Connection Classifier (PCC) untuk mencari metode mana yang paling optimal. Metode pengembangan sistem yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu NDLC (Network Development Life Cycle) sebagai acuan dalam proses pengembangan dan perancangan sistem jaringan komputer. Analisis pada penelitian ini menggunakan empat parameter Quality of Service (QoS) berdasarkan standar TIPHON yaitu throughput, delay, jitter dan packet loss. Hasil pengujian parameter QoS menunjukan bahwa metode PCC lebih unggul dibandingkan dengan metode ECMP dilihat dari hasil rata-rata throughput sebesar 2368 Kbps, Packet Loss 0,17%, delay 3,36 ms dan jitter 3,37 ms. Metode PCC juga menghasilkan bandwidth yang lebih optimal dengan hasil upload sebesar 94,78 Mbps dan download sebesar 92,80 Mbps. Dari hasil pengujian QoS pada metode PCC, diperoleh nilai rata-rata parameter sebesar “3,5” yang termasuk dalam kategori index “Memuaskan” sesuai standar TIPHON. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi lembaga lain untuk mengoptimalkan jaringan internet.
Komparasi Quality Of Service Protokol Virtual Private Network Menggunakan PPTP, L2TP, SSTP, dan OpenVPN Christanto, Febrian Wahyu; Riski, Cahya Krisna Angga
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v15i1.23250

Abstract

Teknologi internet selalu berkembang serta mengalami kemajuan yang signifikan yang diikuti oleh peningkatan jumlah penggunanya. Sebuah survei APJII yang melibatkan 5.900 sampel selama periode Maret hingga 14 April 2020, sejumlah 64,8% (171,17) dari total penduduk Indonesia (264 juta jiwa) telah terhubung dengan jaringan internet. Perkembangan internet diikuti pula dengan perkembangan layanan keamanan seperti Virtual Private Network (VPN).  Virtual Private Network (VPN) merupakan layanan jaringan dalam proses transaksi data menggunakan enkripsi antara dua atau lebih pengguna jaringan yang terdefinisi. VPN memiliki empat metode yaitu PPTP, L2TP, SSTP, dan OpenVPN. Penelitian ini akan melakukan komparasi Quality of Service (QoS) pada keempat metode VPN dalam pengiriman paket data. Percobaan dilakukan dengan pengiriman paket data. Pada metode PPTP dan L2TP membutuhkan waktu pengiriman data rata-rata 100 ms, sedangkan metode SSTP dan OpenVPN membutuhkan waktu rata-rata 2 ms. Nilai indeks QoS Packet Loss pada OpenVPN sebesar 0% dengan kategori memuaskan. Untuk hasil Delay rata – rata sebesar 0 ms dengan kategori memuaskan. Nilai Jitter 17 ms bernilai bagus, sedangkan untuk nilai Trounghput dari keempat metode VPN didapatkan hasil bahwa OpenVPN Server rata – rata mempunyai nilai sebesar 3,428 Mbps dengan kategori memuaskan. Dari data pengujian yang didapatkan hasil bahwa OpenVPN mempunyai QoS terbaik dalam pengiriman paket data di dalam VPN.
A Computational Exploration of Electromagnetic Characteristics in Magneto-dielectric Materials Adhiyoga, Yohanes Galih; Arifin, Tri Nur; Wahyuningsih, Erfiana; Pratiwi, Ganjar Febriyani; Sugeng, Margono
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v14i2.24706

Abstract

Using various new materials in current technological developments, besides providing opportunities for better product development, can also open research opportunities in the world of materials. In the last decade, magneto-dielectric materials have been extensively researched for use in various applications in the high-frequency spectrum. Before it can be implemented as a material that can be used widely, its characteristics must be identified first. This paper proposes the process of characterizing the electrical and magnetic properties of the high-frequency spectrum. Mathematical analysis carried out through simulations has identified the electrical and magnetic properties of the magneto-dielectric material so that the permittivity, permeability, and losses of both dielectric and magnetic can be determined. Based on the analysis results of several magneto-dielectric samples, the permittivity, permeability, and losses are directly proportional to the composition of magnetite (Fe3O4) in the magneto-dielectric material. With these results, the use of magneto-dielectric materials can be increasingly adapted to the electromagnetic properties they have.
Analisis Performa Container Pada Kubernetes Service di Google Cloud Platform Dianti, Palda Puspita; Suranegara, Galura Muhammad; Pratama, Hafiyyan Putra
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v14i1.22466

Abstract

Container-based virtualization telah diterima di seluruh Platform Cloud dalam beberapa tahun terakhir, dan tren ini kemungkinan akan berlanjut di tahun-tahun mendatang. Akibatnya, sistem container orchestration menjadi semakin penting. Karena stability, maturity, dan fungsionalitasnya yang komprehensif, Kubernetes telah menjadi standar de facto. Semua penyedia Cloud utama pada saat ini menawarkan solusi Kubernetes terkelola Cloud-Native untuk membebaskan pengguna dari tekanan karena harus merancang dan memelihara infrastruktur Kubernetes yang rumit sambil tetap memanfaatkan fungsinya. Sebagai contoh pada tahun 2022, sebanyak 96% dari Sysdig’s global customer yang menggunakan layanan container memilih Kubernetes sebagai Container Orchestration-nya. Dan dalam laporan awal CNCF pada tahun 2022 sebanyak 79% responden menggunakan layanan terkelola seperti Google Kubernetes Engine (GKE). Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis performa container yang berjalan secara hosted seperti pada Google Cloud Platform (GCP). Analisis dilakukan dengan cara pengujian secara real-time yang dilakukan didalam cluster Kubernetes, yang terdiri dari dua node dengan instance mesin 4vcpu yang dideploy dengan nginx:1.23. Execution time dilakukan sebanyak 50.000 eksekusi, menghasilkan waktu terbaik 0,0000106 sec per loop. Total pengunaan memori adalah 18,36 MiB, dengan network received sebesar 16,015 KiB/s dan network transmitted sebesar 16,057 KiB/s. Adapun value price performance yang didapatkan Google Cloud Platform (GCP) yaitu sebesar 952,4 MIPS/$.
Penerapan Gradient Boosting Regression dalam Prediksi Pergerakan Harga Emas Berdasarkan Pendekatan Moving Average of VWAP Abdillah, Reza Wahyu; Dwiasnati, Saruni
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v15i1.28304

Abstract

Pergerakan Harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, inflasi, penawaran dan permintaan, serta kebijakan moneter, yang membuat prediksi Harga emas menjadi penting bagi investor. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi Harga emas menggunakan pendekatan Moving Average of VWAP dan Algoritma Gradient Boosting Regression. Data diambil dari situs www.investing.com, mencakup periode 14 Januari 2016 hingga 12 April 2024. Metode penelitian meliputi pembersihan data. Penskalaan dengan StandardScaler, dan pembagian data menjadi set pelatihan dan pengujian, Moving Average of VWAP digunakan untuk menganalisis Harga berdasarkan volume perdagangan, sementara Algoritma Gradient Boosting Regression digunakan untuk klasifikasi dan prediksi Harga actual dan prediksi. Hasil penelitian menunjukan Tingkat akurasi yang sangat tinggi dengan R-Squared (R2) mencapai 0.99 dan evaluasi kinerja model menunjukan MAE sebesar 6.2955, MSE sebesar 78.0802, RMSE sebesar 8.8317. hasil ini menunjukan bahwa model prediksi yang dihasilkan dapat menjadi alat yang efektif bagi investor dalam pengambilan Keputusan investasi emas yang lebih informasional dan strategis.
Analisa Performansi Jaringan LTE (Long Term Evolution) pada LRT (Light Rail Transit) Rute Velodrome – Pegangsaan Dua Amaliya, Triyastika; Silalahi, Lukman Medriavin
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v14i2.19024

Abstract

Dewasa ini jaringan internet merupakan kebutuhan primer masyarakat. Akses internet mendukung jaringan seluler yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penggunaan device mobile serta saat ini telah didukung teknologi LTE (Long Term Evolution). Hipotesis yang telah dikumpulkan bahwa implementasi LTE mengalami kendala dalam menjaga performansi jaringan. Lebih lanjut diakibatkan karena peningkatan data dan kualitas coverage yang kurang maksimal sehingga penyedia layanan jasa telekomunikasi perlu mengoptimalkan performansi jaringan LTE. QoS (Quality of Service) LTE harus terukur untuk mengetahui kondisi performansi jaringan dilokasi. Riset ini bertujuan untuk menganalisa performansi jaringan LTE di area LRTJ (Light Rail Transit-Jakarta) Velodrome – Pegangsaan Dua menggunakan metode eksperimen pada aplikasi GNet Track Pro. Riset ini juga menggunakan metode drive-test dan walk-test terhadap 3 RF (Radio Frequency) parameter yaitu RSRP (Reference Signal Received Power), RSRQ (Reference Signal Received Quality) dan SINR (Signal to Interference Noise Ratio). Hasil analisis drive-test dan walk-test menunjukan perbaikan performansi pada Stasiun Velodrome dengan hasil sebaran RSRP sebesar 81,57%, RSRQ sebesar 42,23% dan SINR sebesar 44,46%. Performansi sepanjang rute LRT Velodrome – Pegangsaan Dua menunjukan nilai RSRP dan RSRQ sangat baik dengan persentase masing-masing 45,96% dan 36,84% dengan SINR sebesar 41,12%. Sedangkan performansi jaringan LTE untuk sebaran RSRQ dan SINR di stasiun Pegangsaan Dua memiliki persentase masing-masing 55,35%, 46,42% dan RSRP sebesar 51,78%.
Quality of Service (QoS) Sistem Monitoring Daya (PS) dan Daya Cadangan (UPS) Menggunakan Zabbix dengan Notifikasi Email dan Telegram Fatahillah, Fajar; Firdausi, Ahmad
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v14i1.18982

Abstract

Seiring dengan peningkatan layanan dan pelanggan pada perusahaan penyedia internet dan Tv kabel, penggunaan perangkat pada data center semakin bertambah. Oleh karena itu dibutuhkan daya cadangan (ups) agar data center dan perangkat penunjang operasional perusahaan tetap berjalan dengan baik. Sistem monitoring daya cadangan menjadi lebih krusial karena meliputi seluruh perangkat pada data center, karena ketika terjadi daya padam tanpa cadangan daya atau ups, mengakibatkan layanan internet dan tv pelanggan menjadi terganggu. Oleh karena itu penulis mengembangkan implementasi sistem monitoring daya cadangan (ups) menggunakan Zabbix integrasi notifikasi email dan telegram yang diharapkan dapat menjadi solusi pemantauan perangkat ups secara efeketif dan efisien. Berdasarkan perancangan dan pengujian sistem monitoring dengan Zabbix, perangkat ups berhasil terpantau dengan baik. Notifikasi permasalahan pada sistem Zabbix berhasil diintegrasikan atau dikirimkan melalui media email dan telegram kepada pengguna atau administrator. Pengujian sistem dengan Quality of Service standar TIPHON, menunjukan kategori sangat bagus berdasarkan standar TIPHON, rata-rata  Throughput 293.710 Kbps, Delay 4.267 ms dan Jitter 0.00964 ms
Rancang Bangun Antena Mikrostrip Triangular Patch Sebagai Pendeteksi Kadar Air Pada Tanah Makarim, Fakhri Zaki; Umaisaroh, Umaisaroh; Alaydrus, Mudrik
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v15i1.25563

Abstract

Tanah merupakan lapisan teratas di permukaan bumi yang memiliki peran penting dalam pertanian sebagai media untuk pertumbuhan tanaman yang memerlukan keberadaan air. Kadar air pada tanah menjadi sifat fisik yang berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan tanaman dengan jumlah air tertentu. Oleh karena itu dirancanglah sebuah antena mikrostrip triangular patch untuk mendeteksi kadar air pada tanah.Antena mikrostrip dipilih karena memiliki ukuran kecil, bentuk yang ringkas, dan praktis, serta memiliki karakteristik yang dipengaruhi oleh objek di sekitarnya. Antena mikrostrip triangular patch dirancang pada frekuensi 3 GHz, dengan hasil perancangan menunjukkan nilai return loss sebesar -25.9151 dB pada frekuensi 3 GHz setelah dilakukan optimasi. Pada pengukuran, diperoleh nilai return loss sebesar -16.777 dB yang masih sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan yaitu < -10 dB.Pada pengukuran antena mikrostrip triangular patch yang didesain menggunakan objek tanah, frekuensi menjadi parameter yang paling berpengaruh. Tanah yang digunakan adalah tanah andisol, pada kondisi tanah kering, frekuensi kerja antena terukur sebesar 2.91 GHz dengan nilai return loss -6,098 dB, sedangkan pada kondisi tanah basah frekuensi kerja berubah menjadi 2.8 GHz dengan nilai return loss -3,141 dB. Sementara pada tanah laterit kering, frekuensi kerja antena menjadi 2.8 GHz dengan nilai return loss -3,141 dB, sedangkan ketika tanah basah, frekuensi kerja antena menjadi 2 GHz dengan nilai return loss -1,179 dB. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa antena yang didesain dapat digunakan untuk mengukur perubahan kadar air pada tanah dengan memperhatikan pengaruh frekuensi kerja antena terhadap kadar air pada tanah.