cover
Contact Name
Ence Surahman
Contact Email
yerry.soepriyanto.fip@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jktp.fip@um.ac.id
Editorial Address
Lab. Teknologi Pendidikan, Gd.E2, Lt.1 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang Jl. Semarang 5, Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158787     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikanis a journal in the field of educational technology which contains literature review, action reserach, case study research, and empirical findings in scientific disciplines of educational technology theories and practices. The covered topics are involved the foundation and philosophy of educational technology, design and implementation, assessment and evaluation, strategies and models of general and specific learning, research and development methods, research and development methods, emerging technologies, and technology integration in learning. Journal of JKTP is willing to facilitate writers to disseminate conceptual ideas, development, and research findings which are useful in the development of science, study programs, and educational technology profession.
Articles 272 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF KEARIFAN LOKAL BANYUWANGI UNTUK SISWA KELAS V Dinar Khoirun Najib; Saida Ulfa; Sulthoni Sulthoni
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.75 KB) | DOI: 10.17977/um038v2i12019p075

Abstract

Pesatnya ilmu teknologi sangatlah berpengaruh dalam menunjang pembelajaran di dunia pendidikan saat ini. Salah satunya media pembelajaran interaktif, media  pembelajaran yang mampu membantu memudahkan guru menciptakan interaksi dalam menyampaikan materi dan membantu siswa memahami isi materi lebih mudah. Tujuan dari pengembangan ini adalah menghasilkan produk Media Pembelajaran Interaktif Kearifan Lokal Banyuwangi untuk Kelas V di SDN 3 Kepundungan Kabupaten Banyuwangi yang valid dan layak. Pengembangan ini telah melalui beberapa tahap yaitu tahap penilaian kebutuhan dan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi sesuai dengan model pengembangan Lee dan Owens (2004). Validasi produk dilakukan terhadap ahli media dan ahli materi. Sasaran uji coba adalah seluruh siswa kelas V di SDN 3 Kepundungan Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan uji validasi Ahli Materi dan Media menilai Media Pembelajaran Interaktif Kearifan Lokal Banyuwangi layak digunakan untuk pembelajaran, dengan rata-rata presentase dari ahli materi dan media adalah 98,75%, dan 96,25%. Sedangkan uji validasi kelompok besar terhadap 38 siswa mendapatkan rata-rata presentasi 87,36%.  Selain itu Dalam uji coba Media Pembelajaran Interaktif Kearifan Lokal Banyuwangi menghasilkan hasil yang cukup baik setelah dilakukan uji tes hasil belajar, sebelum penggunaan media siswa yang mencapai kkm sebanyak 26 dari 38 siswa, sedangkan setelah menggunakan media siswa yang mencapai KKM sebanyak 35 dari 38. Sehingga diperoleh hasil bahwa media pembelajaran interaktif layak untuk digunakan.
Pengembangan Screencast untuk Belajar Software Animasi 3D Arundina Fajar Andini; Sulton Sulton; Yerry Soepriyanto
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 2, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.268 KB) | DOI: 10.17977/um038v2i42019p297

Abstract

Abstrak Salah satu cara untuk memvisualisasikan pembelajaran dengan materi yang bersifat abstrak, yakni dengan menggunakan media pembelajaran. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran, yaitu screencast sebagai sumber belajar yang layak digunakan untuk mempelajari software animasi 3D. Screencast merupakan media pembelajaran yang menyajikan rekaman digital aktivitas di layar komputer yang dapat menunjukkan kepada siswa mana yang harusnya dilihat, di mana harusnya klik, geser, memilih hingga mengetik. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Lee dan Owens dengan langkah-langkah pengembangan yang terdiri dari analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Setelah dilakukan validasi kepada ahli materi dan ahli media serta diujicobakan kepada sejumlah responden, media screencast dikategorikan valid sehingga layak digunakan sebagai media untuk mempelajari software animasi 3D.Abstract One way to visualize learning with abstract material, namely by using learning media. This development research aims to produce learning media products, namely screencast as a learning resource that is feasible to use to learn 3D animation software. Screencast is a learning medium that presents digital recordings of activity on a computer screen that can show students which should be seen, where to click, slide, select and type. This study uses the Lee and Owens development model with development steps consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation. After validating the material experts and media experts and trying out a number of respondents, the screencast media is categorized as valid so that it is suitable to be used as a medium for learning 3D animation software.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN WEBQUEST MATERI KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA dan INTERAKSI GLOBAL PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI Ari Gunawan Jatmiko; Anselmus JE Toenlioe; Yerry Soepriyanto
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 1, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.533 KB)

Abstract

Pengembangan pembelajaran menggunakan WebQuest dibutuhkan untuk menghadapi era transformasi Pendidikan abad 21. WebQuest adalah model pembelajaran berbasis Inquiry yang menggunakan website sebagai sumber belajar. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran geografi. Melalui WebQuest dapat meningkatkan pemahaman dan menyediakan sumber belajar mata pelajaran Geografi materi keragaman budaya Indonesia dan interaksi global. Metode penelitian ini menggunakan Web-based Instructional Design. Dalam penerepannya menurut Ahli Materi dan Media menilai  WebQuest  layak di gunakan dalam pembelajaran. Dalam uji coba kelompok kecil diperoleh hasil bahwa WebQuest mampu menarik minat siswa dalam pembelajaran Geografi.
Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester Di SMA Negeri 2 Kota Blitar Arie Fuat Wijaya; Sulton Sulton; Susilaningsih Susilaningsih
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.743 KB) | DOI: 10.17977/um038v2i32019p230

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan penyelenggaraan sistem kredit semester di SMA Negeri 2 Blitar. Fokus penelitian terkait dengan : 1) persyaratan, 2) komponen beban belajar, 3) penetapan beban belajar, 4) penentuan beban belajar, 5) pembagian komposisi beban belajar, 6) kriteria pengambilan beban belajar, 7) penilaian, penentuan IP (Indeks Prestasi), dan kelulusan. Analisis data penelitian menggunakan reduksi data yang kemudian dilakukan penyajian data lalu ditarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian secara umum SMA Negeri 2 Blitar menyelenggarakan sistem kredit semester sesuai dengan panduan penyelenggaraan. Hal ini dibuktikan dengan : 1) persyaratan penyelenggaraan berupa dukungan internal dan eksternal, 2) komponen beban yang berisi kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, 3) penentapan satuan beban belajar dengan istilah jam pelajaran setiap 45 menit dengan presentase UKBM maksimal 60% dari kegiatan tatap muka, 4) penentuan beban belajar oleh kemampuan siswa, 5) pembagian komposisi belajar menjadi tiga kelompok, 6) kriteria pengambilan beban belajar setiap minggunya 42 JP pada kelas X, 44 JP pada kelas XI dan 44 JP pada kelas XII, 7) penilaian, penentuan IP dan kelulusan sesuai pada panduan penyelenggarakan SKS di SMA Negeri 2 Blitar.AbstractThe purpose of this study is to describe the implementation of the semester credit system in Blitar 2 Public High School. The focus of the study relates to: 1) requirements, 2) learning burden, 3) learning burden, 4) learning burden, 5) sharing of learning burdens, 6) examination of calculating learning burden, 7) examinations, determination of IP (Indeks Prestasi), and graduation. Analysis of research data using data reduction which is then performed by presenting data and drawing conclusions and verification. The general results of the Public High School 2 Blitar provide a semester credit system in accordance with the implementation guidelines. This is evidenced by: 1) the implementation requirements consist of internal and external support, 2) cost components that provide face-to-face activities, structured assignments and independent activities, 3) determination of learning units with lessons every 45 minutes with UKBM percentage up to 60% of activities face to face, 4) learning load management by students' ability, 5) composition of learning composition into three groups, 6) criteria for learning preparation each week 42 JP in class X, 44 JP in class XI and 44 JP in class XII, 7) Assessing, determine the IP and graduation in accordance with the guidance of the SKS organizer at Blitar 2 Public High School. 
Pengembangan Desain Program Pelatihan Infografis Bagi Pegawai PT Pelindo III (Persero) Surabaya Deyan Elsa Vachrenisa; Sulthoni Sulthoni; Zainul Abidin
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.879 KB) | DOI: 10.17977/um038v3i22020p178

Abstract

Abstrak: Pengembangan desain program pelatihan Infografis bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pegawai sebagai Infografer. Keterampilan ini merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan dalam rangka meningkatkan sdm perusahaan. Karena dengan menguasai keterampilan infografis pegawai dapat memiliki kinerja yang lebih efektif dan efisien yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Dalam ruang lingkup pekerjaan, keterampilan infografis dapat diimplentasikan dalam berbagai bentuk seperti laporan, bahan presentasi, pamflet atau brosur perusahaan, weekly info, website, dll. Dalam penelitian ini mengambil subjek penelitian di PT Pelindo III (Persero) Surabaya dengan jenjang pegawai manajerial level 9-14. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Hasil dari validasi draft desain program pelatihan kepada ahli desain pelatihan diperoleh 93.2% , kepada ahli materi diperoleh 90.4% dan hasil uji coba calon peserta diperoleh 91,9% . Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa draft desain program pelatihan Infografis dikatakan valid dan layak untuk digunakan.Abstract: The development of the infographic training program design aims to improve the skills of employees as infographers. This skill is one of the ways companies can do in order to improve the company's human resources. Because by mastering infographic skills employees can have more effective and efficient performance that is expected to improve company performance. Within the scope of work, infographic skills can be implemented in various forms such as reports, presentation materials, company pamphlets or brochures, weekly info, websites, etc. In this study the subject of research at PT Pelindo III (Persero) Surabaya with managerial level 9-14 levels. This research was conducted using the ADDIE development model. The results of the validation of the draft training program design to the training design experts were obtained 93.2%, 90.4% to the material experts and 91.9% of the prospective participants' trial results. With these results it can be concluded that the draft design of the infographic training program is said to be valid and feasible to use.
APLIKASI WEB EVALUASI PROSES PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN ASSESSMEN AS LEARNING Dyah Ayuningtyas; Henry Praherdiono; Agus Wedi
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.803 KB)

Abstract

Tujuan pengembangan produk ini adalah mengembangkan applikasi website evaluasi proses pembelajaran dengan pendekatan assessmen as learning. Dengan mengembangkan aplikasi ini guru mendapatkan umpan balik dan masukan dari siswa terkait dengan proses pembelajaran yang berlangsung dalam kelas berbasis web. Kemudahan dan efisiensi penggunaan teknologi khususnya website sebagai alat perantara siswa dalam menyampaikan penilaian terkait proses pembelajaran guru dikelas merupakan solusi kesulitan pebelajar dalam menyampaikan penilaian tersebut. Pengunaan pendekatan Assessmen as Learning dalam evaluasi proses pembelajaran merupakan metode yang tepat karena menggunakan lima unsur penilaian yaitu penilaian tujuan pembelajaran, penilaian tugas terstruktur, penilaian teman sejawat, penilaian diri sendiri, dan yang terakhir penilaian umpan balik yang diberikan guru. Pengembangan applikasi web evaluasi proses pembelajaran telah melalui proses penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk pendahuluan, uji coba pendahuluan, dan revisi terhadap produk utama sesuai dengan model yang telah dikembangkan Borg & Gall (Pargito, 2009: 50) dan menghasilkan kriteria valid yaitu, ahli media 82%, ahli materi 88%, uji coba lapangan 82,73%.
PERSEPSI MAHASISWA TEKNOLOGI PENDIDIKAN TENTANG PENTINGNYA KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR TERHADAP KOMPETENSI LULUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN Rani Susanti; Punaji Setyosari; Zainul Abidin
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 1, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.934 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa teknologi pendidikan terhadap matakuliah kemampuan dasar mengajar dan pentingnya keterampilan dasar mengajar terhadap kompetensi lulusan teknologi pendidikan Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitan ini adalah angket atau kuisioner. Skala yang digunakan adalah skala linkert dari satu sampai empat. (1)Tidak setuju, (2)Kurang Setuju, (3)Setuju, (4)Sangat Setuju. Berdasarkan hasil analisis data persepsi mahasiswa dalam indikator (a)tujuan matakuliah mencapai 89% dikategorikan sangat positif, (b)pelaksanaan matakuliah mencapai 87,5% dikategorikan sangat positif (c)motivasi mahasiswa mencapai 80,4% dikategorikan sangat positif (d)hasil belajar mahasiswa mencapai 90,5% dikategorikan positif (e)kebutuhan mahasiswa terhadap matakuliah mencapai 81,2% dikategorikan sangat positif (f)kompetensi lulusan sebagai profesi guru mencapai 75,4% dikategorikan sangat positif (g)pentingnya keterampilan dasar mengajar terhadap kompetensi lulusan teknologi pendidikan mencapai 85,1% dikategorikan sangat positif (h)evaluasi matakuliah kemampuan dasar mengajar mencapai 80,6% dikategorikan sangat positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keterampilan dasar mengajar sangat perlu dimiliki oleh lulusan teknologi pendidikan dan matakuliah kemampuan dasar mengajar sangat efektif dalam tujuan dan pelaksanaannya dalam penguasaan keterampilan-keterampilan dasar mengajar terhadap mahasiswa teknologi pendidikan Universitas Negeri Malang.
KONSEP PEMBELAJARAN TRINGO PADA MATA KULIAH MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM Risma Chulashotud Diana; Dedi Kuswandi; Saida Ulfa
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.912 KB) | DOI: 10.17977/um038v2i22019p090

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang hubungan yang signifikan antara kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan konsep pembelajaran TRINGO (Ngerti, Ngerasa, Ngelakoni) yang diimplementasikan pada mata kuliah model pengembangan kurikulum. Masalah yang dikaji adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi seharusnya dimiliki oleh mahasiswa sehingga peran mahaiswa dapat dilakukan secara maksimal dan bermanfaat untuk lingkungan. Penelitian ini menggunakan penelitian expost facto. Variabel bebas pada penelitian ini adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi sedangkan variabel terikat pada penelitian ini adalah Konsep pembelajaran TRINGO. Sasaran dari penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Teknoogi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang angkatan 2016 yang mengikuti mata kuliah model pengembangan kurikulum atau mahasiswa yang mengambil peminatan konsentrasi kurikulum. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan yang kuat antara variabel bebas dan variabel terikat.Hal ini terbukti dengan hasil pengolahan data yang menunjukkan nilai 0,076. Nilai tersebutditafsirkan terhadap koefisien korelasikuat. Hubungan yang dimaksud adalah pada proses pembelajaran, pemberian tugas dan hasil yang dicapai dalam proses perkuliahan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dan dapat dikembangkan oleh peneliti lain yang berkaitan dengan Konsep pembelajaran TRINGO.
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif pada Materi Tema Tanah bagi Siswa Tunagrahita Dede Mukti Herdiyanto; Sulton Sulton; Henry Praherdhiono
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.362 KB) | DOI: 10.17977/um038v3i12019p088

Abstract

Abstrak: Multimedia interaktif tema tanah merupakan media yang  digunakan sebagai stimulus agar menumbuhkan semangat siswa dalam pembelajaran. Pemanfaatan media tersebut dapat digunakan secara berulang-ulang, sehingga materi pembelajaran dapat dipahami oleh siswa. Tujuan dari pengembangan multimedia pembelajaran interaktif tema tanah adalah untuk menghasilkan produk pengembangan multimedia interaktif yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Multimedia pembelajaran interaktif tema tanah dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode dalam pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg, W.R. & Gall, M.D. Gall. (1983).  dengan melakukan beberapa tahapan yaitu: (1) Penelitian dan mengumpulan data, (2) Perencanaan, (3) Pengembangan desain, (4) Validasi produk, (5) Revisi produk, (6) Uji coba lapangan, (7) Revisi produk akhir. Penerapan multimedia pembelajaran interaktif tema tanah menurut ahli media dan ahli materi dikategorikan valid dan layak digunakan. Dalam uji coba lapangan pada siswa tunagrahita kelas VI C SLBS BCG Idayu Kota Malang mengalami peningkatan nilai saat menggunakan multimedia pembelajaran interaktif tema tanah. dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif tema tanah merupaka solusi yang cocok untuk diterapkan kepada siswa tunagrahita.Abstract: Interactive multimedia with the theme of land is a medium that is used as a stimulus to foster student enthusiasm in learning. The utilization of these media can be used repeatedly, that learning materials can be understood by students. The purpose of the development of multimedia interactive learning theme soil is to produce development interactive multimedia effective interactive to achieve goals learning, Multimedia interactive learning theme of the soil can be a solution to improve the quality of learning. Methods in development using the model of the development of  Borg, W.R. & Gall, M.D. Gall. (1983).  by taking several steps, namely: (1) research and gathering data, (2) planning, (3) Development of design, (4) Validation of products, (5 ) Revision products, (6) The field trials, (7) Revision of the final product. Application of multimedia interactive learning theme of land according to media experts and subject matter experts considered valid and fit for use. In conclusion, trials in the sixth C - grade students with mental disability SLBS BCG Idayu Malang increased in value when using multimedia interactive learning with a land theme.
TREE MAP DALAM ON-LINE LEARNING Suci Lestari; Henry Praherdhiono; Eka Pramono Adi
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.484 KB)

Abstract

Tujuan pengembangan merupakan produk materi yang dibroadcast secara on-line pada pembelajaran berbasis web. Materi pada tree map merupakan solusi kesulitan pebelajar dalam memperoleh pengalaman belajar pada aktivitas on-line learning. Tree map merupakan salah satu dari bahasa visual umum peta konsep atau peta pemikiran dari 8 jenis yang ada yaitu circle map, tree map, bubble map, double bubble map, flow map, multi-flow map, brace map, dan bridge map. Pengembangan tree map telah melalui proses analisis, desain, pengembangan hingga proses validasi dan uji coba sesuai dengan model yang telah dikembangkan Gayle V. Davidson-Shivers & Karen L. Rasmussen (2006) dan menghasilkan kriteria valid yaitu, ahli media 85%, ahli materi 81%, uji coba lapangan 81,73%.

Page 11 of 28 | Total Record : 272