cover
Contact Name
Susilo
Contact Email
aru_palaca@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
rantimouri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
BIOEDUSCIENCE
ISSN : 2614154X     EISSN : 26141558     DOI : -
BIOEDUSCIENCE is an open access journal that publishes research in the field of Biology and Biosain Education such as: Applied and implemented in education and learning, Botany, Zoology, Microbiology, Ecology, Biotechnology, Molecular Biology, Genetics, Bioinformatics, Cell and Developmental Biology, Biodiversity and Bioconservation. BIOEDUSCIENCE is published by Biology Education Study Program, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Indonesia regularly in June and December. ISSN : 2614-1558; P-ISSN : 2614-154X.
Arjuna Subject : -
Articles 567 Documents
Tetumbuhan Riparian di Situ Cikaret, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Priyanti Priyanti; Norma Sulistianingsih; Etyn Yunita
BIOEDUSCIENCE Vol 3 No 1 (2019): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.377 KB) | DOI: 10.29405/j.bes/3148-563060

Abstract

Background: Tetumbuhan riparian di Situ Cikaret memiliki peran sebagai penahan abrasi tanah disekitarnya, mempertahankan kualitas air didalamnya, dan tempat tinggal makhluk hidup lainnya. Namun saat ini, Situ Cikaret telah mengalami pengalihan fungsi lahan menjadi daerah wisata dan pemukiman penduduk yang akan berdampak pada keanekaragaman tetumbuhan disekelilingnya. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi, identifikasi, dan klasifikasi tetumbuhan di kawasan riparian situ Cikaret serta mengetahui manfaatnya. Metode: Penelitian menggunakan metode line transect yang sejajar dengan tepian situ atau riparian sebanyak 5 titik pengamatan dan inventarisasi tetumbuhan menggunakan jelajah. Tetumbuhan yang dijumpai langsung diidentifikasi nama ilmiah dan perawakannya di lokasi pengamatan. Jenis-jenis tumbuhan lalu diklasifikasi berdasarkan sistem APG (Angiosperm Phylogeny Group) dan pemanfaatannya. Hasil: Hasil penelitian diperoleh 45 jenis tumbuh-tumbuhan dikelompokkan ke dalam klad Monocots berjumlah 10 jenis, 10 marga, dan 5 suku sedangkan klad Eudicots terdiri atas 35 jenis, 31 marga, dan 16 suku. Suku dengan anggota terbanyak adalah Euphorbiaceae dan Poaceae berjumlah 5 jenis. Suku-suku lainnya terdiri atas 1 hingga 4 jenis. Persentase tertinggi untuk perawakan tumbuhan ditempati oleh terna sebanyak 50%, sedangkan perawakan tumbuhan lainnya adalah semak sebanyak 7%, perdu sebanyak 9%, dan pohon sebanyak 36%. Kesimpulan: Tetumbuhan memiliki manfaat sebagai tumbuhan peneduh, sumber pangan, penghias lingkungan, pakan ternak, penutup tanah, dan gulma. Anggota Euphorbiaceae dan Poaceae adalah tetumbuhan yang paling banyak hidup di kawasan riparian Situ Cikaret Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor.
Keanekaragaman Jenis Keong Darat di Kawasan Taman Wisata Alam Telaga Warna, Bogor, Jawa Barat Widia Andiani Wijaya; Paskal Sukandar; Meitiyani Meitiyani
BIOEDUSCIENCE Vol 3 No 1 (2019): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.365 KB) | DOI: 10.29405/j.bes/3114-223161

Abstract

Background: Keong darat memiliki peranan yang penting dalam sebuah ekosistem tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung keanekaragaman jenis keong darat di Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Telaga Warna Puncak Bogor Jawa Barat. Metode: Purposive sampling digunakan dalam penelitian ini yaitu menentukan lokasi penelitian, dengan memasang transek garis dan memasang kuadrat. Lokasi penelitian yaitu hutan primer, hutan sekunder dan sekitar danau di Kawasan Taman Wisata Alam Telaga Warna (TWA). Hasil: Hasil penelitian menunjukan keaneakaragaman jenis keong darat tertinggi pada waktu malam hari dari ketiga lokasi berada di lokasi hutan primer dengan nilai H' = 1.76, E = 0.90 dan memiliki dominansi terendah C = 0.15. Sedangkan keanekaragaman terendah berada di lokasi sekitar danau H' = 0.55, E = 0.50 dan memiliki dominansi tertinggi C = 0.64. Keanekaragaman jenis pada waktu pagi hari yang tertinggi dari ketiga lokasi dekat danau dengan nilai H' = 0.94, E = 0.85 dan memiliki dominansi terendah C = 0.44. Sedangkan keanekaragaman terendah di lokasi hutan sekunder dengan nilai H'= 0.52, E= 0.37 dan memiliki dominansi tertinggi C = 0.72. Kesimpulan: Pola sebaran pada waktu malam hari di ketiga lokasi memiliki pola sebaran seragam yaitu hutan primer, hutan sekunder, sedangkan dekat danau pola sebaran jenis individu acak dan pola sebaran pada pagi hari di ketiga lokasi yaitu hutan primer dan dekat danau seragam sedangkan pada hutan sekunder pola sebaran mengelompok. keanekaragaman jenis keong darat di Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Telaga Warna tergolong sedang.
Hubungan Pengetahuan Mikrobiologi dengan Sikap Peduli terhadap Kesehatan Pada Mahasiswa Pendidikan Biologi Ziyadatu Rizqah; Maryanti Setyaningsih; Mayarni Mayarni
BIOEDUSCIENCE Vol 3 No 1 (2019): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.211 KB) | DOI: 10.29405/j.bes/317-133162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur besar koefisien korelasi antara pengetahuan mikrobiologi dengan sikap peduli terhadap kesehatan Mahasiswa Pendidikan Biologi UHAMKA. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA pada bulan April 2016. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa semester 6. Pendidikan Biologi UHAMKA yang telah mengikuti matakuliah mikrobiologi, dengan total populasi sebanyak 108 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan random sampling dengan jumlah 75 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi korelasional. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana. Kedua variabel memiliki hubungan linier dengan Ftc < Fkk (2,33 < 2,40) sedangkan persamaan regresi y = 77,25 + 0,429x. Hasil perhitungan koefisien korelasi diperoleh rhit > rtab (0,960 > 0,227) yang berarti hipotesis berada di daerah penolakan Ho. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan mikrobiologi dengan sikap peduli terhadap kesehatan pada mahasiswa Pendidikan Biologi UHAMKA. Pengetahuan dalam mikrobiologi yang dimiliki mahasiswa berkontribusi sebesar 92,16% terhadap kepedulian pada kesehatan.
Pengembangan Powerpoint dengan Discovery Learning Materi Pencemaran Lingkungan Kelas X SMAN 4 Palembang Yulia Widya Astuti; Saleh Hidayat; Lia Auliandari
BIOEDUSCIENCE Vol 3 No 2 (2019): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.241 KB) | DOI: 10.29405/j.bes/3257-653250

Abstract

Background: Media pembelajaran adalah seperangkat alat pelengkap yang digunakan oleh guru dalam rangka berkomunikasi dengan siswa. Media dapat mengurangi kepasifan siswa selama proses pembelajaran. Salah satu media yang dapat digunakan oleh seorang guru adalah microsoft powerpoint (PPT). Hasil Observasi menunjukkan proses pembelajaran di kelas guru masih menggunakan media powerpoint yang masih monoton membuat perhatian bisa berkurang dan cenderung pasif terhadap pembelajaran biologi. Untuk menghindari kepasifan dari siswa dalam pembelajaran, maka guru harus menyiasati permasalahan tersebut, salah satunya adalah dengan memanfaatkan media pembelajaran yang menarik bagi siswa dengan dikombinasikan model pembelajaran yakni model discovery learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dari media powerpoint (PPT) dengan model discovery learning pada materi pencemaran lingkungan Kelas X di SMAN 4 Palembang agar siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Metode : Prosedur menggunakan model pengembangan mengacu dari Tessmer self evaluation, prototyping (expert reviews, one-to-one, dan small group). Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar observasi, wawancara dan angket. Hasil : media powerpoint dengan model discovery learning pada materi pencemaran lingkungan kelas X SMA layak digunakan ditinjau dari validasi ahli media, materi dan pengguna (guru) dengan kriteria layak dan sangat layak. Uji coba satu-satu dan kelompok kecil memiliki hasil dengan kriteria layak dan sangat layak. Kesimpulan: hasil penelitian tersebut menunjukkan media powerpoint dengan model discovery learning layak digunakan dalam proses pembelajaran.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Konsep Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup dengan Model Discovery Learning di SMAS Katolik ST Gabriel Maumere Mansur S; Yohanes Bare
BIOEDUSCIENCE Vol 3 No 2 (2019): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.844 KB) | DOI: 10.29405/j.bes/3284-893298

Abstract

Background: Hasil belajar merupakan kemampuan tertentu baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti pembelajaran. Penelitian tindakan kelas (PTK) yang digunakan dalam penelitian ini, dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMAS Katolik St Gabriel Maumere pada konsep perubahan dan pelestarian lingkungan hidup, melalui penerapan model Discovery Learning. Metode: Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada siklus I dan siklus II dengan setiap siklus terdiri dari dari dua kali pertemuan. Presentase ketuntasan dari siklus I adalah 55% yang selanjutnya dilakukan siklus II dengan hasil presentase ketuntasan 90%. Hasil: penelitian yang dilakukan menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang dilihat dari siklus II. Kesimpulan: Dengan demikian model Discovery Learning terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep perubahan dan pelestarian lingkungan hidup.
Content Representation (CoRe) Calon Guru Biologi pada Konsep Genetika Mega Elvianasti
BIOEDUSCIENCE Vol 3 No 1 (2019): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.04 KB) | DOI: 10.29405/j.bes/3133-403375

Abstract

Background: Content Representation (CoRe) adalah suatu metode yang digunakan untuk mengakses pemahaman guru atau calon guru sains mengenai suatu konten atau materi. CoRe berisi uraian konsep-konsep atau materi yang penting dalam mengajarkan suatu topik tertentu. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan apa adanya, tidak dimodifikasi atau diberi perlakuan. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa calon guru biologi semester 6 di Universitas Pendidikan Indonesia yang dipilih dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Data berupa dokumen hasil penyusunan CoRe (Content Representation) yang dianalisis pada setiap ide besar dalam konsep genetika. Hasil: Secara umum calon guru biologi yang berada pada subjek penelitian kelompok atas, cenderung memiliki ide besar/big idea yang luas. Hal ini terlihat dari sebanyak 95% calon guru dapat menjabarkan jawaban dari setiap pertanyaan yang diajukan dalam CoRe, dibandingkan dengan calon guru biologi yang berada pada subjek penelitian kelompok sedang dan rendah hanya dapat menjabarkan CoRe sebanyak 50% - 75%.
Akumulasi Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Eclipta prostrata, Synedrella nodiflora, dan Tridax procumbens yang Tumbuh Liar Di Sisi Jalan Raya Bogor Amara Rahmadina; Ratna Yuniati; Andi Salamah
BIOEDUSCIENCE Vol 3 No 1 (2019): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.132 KB) | DOI: 10.29405/j.bes/3123-323399

Abstract

Eclipta prostrata, Synedrella nodiflora, dan Tridax procumbens ditemukan tumbuh liar di sisi Jalan Raya Bogor. Penelitian dilakukan untuk mengetahui konsentrasi Pb dan Cd pada tanah, akar, dan tunas (aerial parts) E. prostrata, S. nodiflora, dan T. procumbens yang tumbuh liar di sisi Jalan Raya Bogor, serta untuk mengetahui mekanisme fitoremediasi pada ketiga tanaman tersebut sebagai kandidat fitoremediator. Analisis kandungan Pb dan Cd pada tanah dan tanaman dilakukan dengan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Konsentrasi Pb dan Cd di tanah berkisar dari 2,72-103,38 mg/kg untuk Pb dan tidak terdeteksi hingga 0,08 mg/kg untuk Cd. Konsentrasi Pb tertinggi pada akar E. prostrata, S. nodiflora dan, T. procumbens berturut-turut 17,79 mg/kg, 14,53 mg/kg, dan 62,14 mg/kg, sedangkan pada tunas berturut-turut 4,91 mg/kg, 8,84 mg/kg, dan 6,08 mg/kg. Konsentrasi Cd tertinggi pada akar E. prostrata, S. nodiflora dan, T. procumbens berturut-turut 0,56 mg/kg, 0,23 mg/kg, dan 0,26 mg/kg, sedangkan pada tunas berturut-turut 0,29 mg/kg, 0,25 mg/kg, dan 0,45 mg/kg. Berdasarkan nilai Translocation Factor (TF), Bioconcentration Factor (BCF) dan Bioaccumulation Factor (BAF) pada ketiga tanaman tersebut, mekanisme yang cenderung digunakan E. prostrata, S. nodiflora, dan T. procumbens untuk penyerapan Pb, serta E. prostrata dan S. nodiflora untuk penyerapan Cd adalah fitostabilisasi, sedangkan T. procumbens terhadap logam Cd berpotensi digunakan untuk fitoekstraksi
Analisis pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) FKIP Universitas Jambi bidang studi pendidikan biologi di SMA PGRI Jambi Ali Sadikin; Jodion Siburian
BIOEDUSCIENCE Vol 3 No 2 (2019): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.778 KB) | DOI: 10.29405/j.bes/3290-993562

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan PLP FKIP Universitas Jambi di SMA PGRI Jambi. Metode peletian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah mahasiswa biologi yang melaksanakan PLP di SMA PGRI Jambi. Analisis data (1) reduksi data, (2) penyajian data dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pelaksanaan PLP di SMA PGRI Jambi cukup baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah proses pelaksanaan PLP di SMA PGRI Jambi belum maksimal. Ada sebagian yang sudah sesuai panduan ada yang belum sesuai panduan tetapi masih mengikuti gaya PPL. Adapun yang sudah terlaksana adalah mengenal lingkungan sekolah, kegiatan administrasi pendidikan, penyusunan silabus, RPP, menentukan metode, media dan model pembelajaran, namun contoh dari guru pamong tidak ada. Kegiatan penilaian, analisis nilai, penentuan jam efektif, program tahunan dan program semester tidak diajarkan. Menjadi masukan PLP Kedepan adalah perlunya kelas microteaching, penambahan waktu dan penguasaan kurikulum.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X Gufron Amirullah; Ani Marlina; Anggi Yuliyani Pramita; Rizkia Suciati; Yuni Astuti
BIOEDUSCIENCE Vol 3 No 2 (2019): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.735 KB) | DOI: 10.29405/j.bes/3266-733636

Abstract

Background: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X pada materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup di SMAN 64 Jakarta Timur. Metode: Metode yang digunakan Quasy Experimental, desain Posttest-Only Control Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes uraian sebanyak 10 soal yang terintegrasi dengan empat indikator kemampuan berpikir kreatif (Fluency, Flexibility, Originality, dan Elaboration). Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata posttest kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen sebesar85,97 lebih besar dari kelas kontrol sebesar 70,02. Uji hipotesis melalui uji t dengan taraf signifikansi 1% diperoleh nilai thitung (8,96) dan ttabel (2,38), karena thitung> ttabel maka H0 ditolak. Sehingga terdapat pengaruh yang sangat signifikan kemampuan berpikir kreatif antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kesimpulan: Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X pada materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup di SMA Negeri 64 Jakarta Timur.
Perbedaan Keterampilan Proses Sains Biologi Siswa Sekolah Menengah Atas Berdasarkan Tingkat Akreditas Sekolah Luthpi Safahi; Budhi Akbar; Anah Selvianah; Yuni Astuti; Devi Anugrah
BIOEDUSCIENCE Vol 3 No 2 (2019): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.327 KB) | DOI: 10.29405/j.bes/32106-1113651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains (KPS) Biologi siswa sekolah menengah atas akreditasi A dengan siswa sekolah menengah atas akreditasi B. Metode yang digunakan adalah deskriptif kausal kompratif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Swasta di Jakarta Barat Wilayah 1 Kecamatan Cengkareng tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah ±1.680 siswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling dan terpilih empat sekolah SMA Swasta dua Sekolah Akreditasi A (40 orang) dan dua Sekolah Akreditasi B (40 orang). Penelitian dilakukan pada bulan Januari – Juni 2016. Instrumen penelitian menggunakan tes objektif KPS yang terdiri dari 34 soal. Data penelitian dianalisis menggunakan Uji-t. Hasilnya menunjukkan thit (4,60) > ttabel (0,975) (1,99), Hipotesis ditolak, sehingga ada perbedaan keterampilan proses sains Biologi siswa sekolah menengah atas akreditasi A dengan siswa sekolah menengah atas akreditasi B.

Page 6 of 57 | Total Record : 567