cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian
ISSN : 20866968     EISSN : 26219816     DOI : -
Core Subject : Health,
Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is an national journal published by Faculty of Pharmacy and Science University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is aimed at being a medium for research results dissemination and scientific paper exchanges on the pharmaceutical field among academics, practitioners, regulators, and public. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is issued two times annually, i.e., in April, and October.The Editor receives rigorous research manuscripts that have not been offered for publication elsewhere. Since its first issue published in 2010. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian has become a CrossRef Member since 2019. Therefore, all articles published by Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian will have unique DOI number with p-ISSN 2086-6968 dan e-ISSN 2621-9816
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
PENGERINGAN EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) MELALUI MIKROENKAPSULASI DENGAN MALTODEKSTRIN METODE SEMPROT KERING Nining Nining; Sundani Nurono Seowandhi; Saleh Wikarsa
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.954 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v4i2.234

Abstract

Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) memiliki banyak aktivitas farmakologi yang telah banyak dilaporkan baik secara in vitro maupun in vivo dan telah banyak diuji secara klinis. Penggunaan ekstrak dalam bentuk serbuk akan lebih praktis dan lebih terukur pemakaiannya sebagai bahan baku farmasi serta memudahkan dalam penyimpanan, pendistribusian, standardisasi zat aktif dan dapat meningkatkan stabilitasnya. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari efek penambahan maltodekstrin terhadap karakteristik fisik serbuk ekstrak kelopak bunga rosela dengan pembentukan mikrokapsul metode semprot kering. Penelitian dilakukan dengan menyiapkan larutan umpan dalam rasio 1:1 (R1); 1:2 (R2); dan 1:4 (R3) dengan kandungan total padatan 10%. Kemudian dilakukan mikroenkapsulasi  metode semprot kering pada suhu inlet 110-115°C, outlet 99-104°C, dan laju alir 200 mL/jam. Mikrokapsul diperoleh dengan struktur morfologi seperti bola. Rata-rata ukuran partikel menurun seiring dengan penambahan maltodekstrin. Penambahan maltodekstrin dapat menurunkan sifat higroskopisitas ekstrak serta meningkatkan kelarutan dalam air dan susut pengeringan. Proses semprot kering serbuk R2 mimiliki nilai efisiensi enkapsulasi 97,73% dan perolehan kembali produk 74,05%. Semua serbuk mikrokapsul memberikan nilai sisa pelarut < 1%.
UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN BRIEF ILLNESS PERCEPTION QUESTIONNAIRE (B-IPQ) VERSI INDONESIA PADA PASIEN ASMA DI RSUD DOKTER SOEDARSO PONTIANAK Surya Agustyani; Ressi Susanti; Robi Robiyanto
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.791 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v4i2.283

Abstract

Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) merupakan kuesioner singkat yang digunakan untuk studi tentang persepsi penyakit seseorang dan sesuai untuk mengevaluasi persepsi penyakit pada pasien dengan penyakit kronis, salah satunya asma. Instrumen ini belum pernah digunakan untuk mengukur persepsi pada pasien asma di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat. Oleh sebab itu, agar instrumen B-IPQ dapat diterapkan pada penyakit asma di Indonesia, uji validitas dan reliabilitas pada instrumen B-IPQ versi bahasa Indonesia perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen B-IPQ versi Indonesia pada pasien asma di RSUD Dokter Soedarso Pontianak. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik purposive sampling. 32 orang pasien asma terlibat sebagai responden. Uji validitas dilakukan dengan metode Pearson correlation (nilai korelasi ≥ 0,3) dan uji reliabilitas menggunakan teknik Internal consistency (Cronbach alpha coefficient ≥ 0,7). Hasil penelitian ini adalah uji validitas menunjukkan nilai korelasi masing-masing item > 0.3 (p=0.05) dan uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach alpha coefficient sebesar 0.787 > 0.7 (p=0.05). Kesimpulannya instrumen B-IPQ versi Indonesia valid dan reliabel untuk mengukur persepsi penyakit pada pasien asma di RSUD Dokter Soedarso Pontianak.
EVALUASI IMPLEMENTASI PENGADAAN OBAT BERDASARKAN SISTEM KATALOG ELEKTRONIK (E-CATALOGUE) DI KABUPATEN SINTANG TAHUN 2015 Aida Hermiana; Robiyanto Robiyanto; Nurmainah Nurmainah
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.838 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v4i2.294

Abstract

Pengadaan obat berdasarkan Katalog Elektronik di Kabupaten Sintang telah berjalan sejak tahun 2013 namun memiliki beberapa permasalahan sehingga perlu dilakukan evaluasi mengenai implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pengadaan obat berdasarkan Katalog Elektronik di Kabupaten Sintang tahun 2015 dimulai dari perencanaan kebutuhan, pengadaan hingga realisasi kebutuhan obat puskesmas. Desain penelitian berupa survey deskriptif dengan metode pengumpulan data primer dengan wawancara mendalam serta pengumpulan data sekunder melalui Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) puskesmas. Informan merupakan petugas pengelola obat di 3 puskesmas di Kabupaten Sintang serta Kepala Seksi Farmasi dan Alat Kesehatan di Dinas Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan proses perencanaan dan pengadaan obat berdasarkan Katalog Elektronik telah berjalan baik dengan persentase 100% dan 90%. Tahun 2015 tidak semua jenis obat dan perbekalan terealisasi namun jenisnya sudah sesuai dengan yang telah dipesan oleh puskesmas. Realisasi kebutuhan obat di Kabupaten Sintang tahun 2015 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dengan persentase ketersediaan terkecil sebesar 66,67% sedangkan pada tahun 2014 sebesar 36,76%.
UJI IRITASI SERTA EVALUASI SIFAT FISIK EMULGEL MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN Muhammad Fariez Kurniawan; Nining Sugihartini; Tedjo Yuwono
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1326.474 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v5i1.1111

Abstract

Salah satu bahan alam yang sudah terbukti mampu mengatasi inflamasi adalah minyak atsiri bunga cengkeh (MABC). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik dan uji iritasi sediaan emulgel MABC dengan penambahan enhancer berupa kombinasi asam oleat dan propilen glikol untuk meningkatkan kemampuan penetrasi MABC 10% MABC dengan ditambahkan enhancer 10% kombinasi propilen glikol dan asam oleat dengam metode Simplex Lattice Design (SLD) untuk mengetahui formula yang akan memiliki parameter uji fisik dan uji iritasi terbaik. Parameter uji fisik yang dilakukan adalah uji viskositas, pH, daya sebar, dan daya lekat emulgel sedangkan uji iritasi dilakukan dengan hewan uji kelinci putih jantan. Data yang diperoleh dihitung dengan metode Simplex Lattice Design. Emulgel MABC dengan penambahan enhancer kombinasi propilen glikol dan asam oleat yang dihasilkan mempunyai sifat fisik yang baik dan tidak mengiritasi kulit hewan uji. Komposisi optimum campuran enhancer sesuai metode SLD adalah 100% propilen glikol.
ISOLASI DAN UJI SIFAT FISIKOKIMIA PATI DARI BIJI KARET (Hevea brasiliensis) jelly permatasari; Uce Lestari; Resti Widyastuti
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2014.175 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v5i1.1184

Abstract

Pati biji karet (Hevea Brasiliensis) merupakan salah satu pati yang berpotensi sebagai bahan tambahan dalam industri farmasi. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan untuk mengetahui sifat fisikokimia pati dari biji karet. Pati biji karet diisolasi dengan cara melakukan penghalusan sampel dengan blender, penyaringan, pengendapan, pengeringan pada suhu 50oC selama lima hari dan pencucian dengan heksan. Diperoleh randemen sebesar 0.974%, susut pengeringan 4.30%, kadar abu 0.5%, daya pengembangan 4.510 g, % kelarutan 83.5%, bobot jenis benar 1.270 g/cm3, bobot jenis nyata 0.347 g/cm3, bbot jenis mampat 0.55 g/cm3, faktor Hausner 1.5, % kompresibilitas 36.9%, porositas 51% dan diameter ukuran partikel sebesar 27.9 ????????. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa isolasi pati dari biji karet dapat dilakukan dan diperoleh pati yang baik dan memenuhi persyaratan resmi dari farmakope Indonesia dan Handbook of Pharmaceutical Excipients edisi enam untuk hasil uji organoleptis, mikroskopis, susut pengeringan, kadar abu, daya pengembangan dan % kelarutan, bobot jenis benar, bobot jenis nyata, bobot jenis mampat dan distribusi ukuran partikel. Sedangkan data organoleptis, faktor Hausner, kompresibilitas, dan porositas termasuk kategori tidak baik.
Pengaruh Metode Pengeringan terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Physalis angulata L. Sri Luliana; Hafrizal Riza; Ilham Iswahyudi
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.264 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v5i1.1231

Abstract

Proses pengeringan diperlukan untuk mempertahankan mutu suatu simplisia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap aktivitas antioksidan daun ciplukan (Physalis angulata L.). Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan terhadap metode pengeringan dengan menggunakan angin, matahari tidak langsung dan oven, serta sampel segar tanpa pengeringan. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Nilai IC50 sampel pengeringan angin, matahari tidak langsung, oven dan segar berturut-turut adalah 46,42 ± 3,37; 34,33 ± 2,24; 77,91 ± 3,44 and 57,63 ± 4,33 μg/ml. Berdasarkan data hasil penelitian, kami menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) pada nilai aktivitas antioksidan tiap sampel yang dikeringkan dengan metode yang berbeda.
FAMIKU (Face Mist-KU) YANG MEMANFAATKAN EKSTRAK KUBIS UNGU DAN BENGKUANG SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN PELEMBAB WAJAH Ocha Apristasari; Siti Halimah Yuliani; Deviani Rahmanto; Yudi Srifiana
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.281 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v5i2.1446

Abstract

J Bengkuang (Pachyrhizus erosus) mempunyai potensi sebagai antioksidan alami karena memiliki kandungan vitamin, protein dan flavonoid. Kubis ungu (Brassica oleracea var. sylvestris) juga mempunyai potensi sebagai antioksidan alami karena memiliki kandungan antosianin yang tinggi dan berbagai vitamin. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan kosmetik yang praktis yaitu dalam sediaan face mist dan menguji aktivitas antioksidan dari kombinasi ekstrak kubis ungu. Aktivitas antioksidan dari ekstrak kubis ungu dan ekstrak bengkuang dievaluasi secara kuantitatif menggunakan metode DPPH yang diuji dengan metode spektroskopi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak kubis ungu positif mengandung flavonoid, saponin, triterpenoid, tannin dan polifenol sedangkan esktrak bengkuang positif mengandung flavonoid, saponin dan alkaloid serta kombinasi ekstrak kubis ungu dan ekstrak bengkoang mempunyai aktivitas antioksidan dengan % inhibisi rata-rata 56%. Dari hasil evaluasi sediaan diperoleh pH 4,5 dan bobot jenis 1,0357 g/ml. Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi ekstrak kubis ungu dan bengkuang mempunyai aktivitas antioksidan.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN ANTIRETROVIRAL TERHADAP JUMLAH SEL CD4 PASIEN HIV/AIDS RSUD GUNUNGJATI CIREBON Nur Rahmi Hidayati; Siti Pandanwangi
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29625.03 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v5i2.1509

Abstract

Respon terapi ARV ditunjukkan salahsatunya dengan perbaikan jumlah sel CD4. Kepatuhan pasien merupakan hal kritis untuk mendapatkan kemanfaatan dari terapi ARV. Tujuan penelitian ini mengetahui karakteristik pasien dan pengobatan, perubahan jumlah sel CD4, tingkat kepatuhan pasien dan hubungan tingkat kepatuhan penggunaan obat Anti Retroviral terhadap perubahan jumlah sel CD4 pada pasien HIV/AIDS di Klinik Seroja RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, melibatkan 75 pasien. Data diperoleh dari rekam medik dan hasil kuesioner Morisky Modified Scale (MMS). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien berdasarkan usia terbanyak kisaran usia 31-40 tahun 48 orang (64 %), jenis kelamin laki-laki 42 orang (56 %), tingkat pendidikan SMA 38 orang (50,7%), pekerjaan swasta 45 orang (60 %). Karakteristik pengobatan terbanyak menggunakan kombinasi Tenofovir + Lamivudin + Evafirenz sebanyak 34 orang (45.3%). Perubahan jumlah sel CD4 terjadi kenaikan pada 54 orang (72%) dan penurunan pada 21 orang (28%) selama 1 tahun terakhir. Tingkat kepatuhan pasien terbanyak yaitu tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 33 orang (44%). Ada hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat Anti Retroviral (ARV) terhadap perubahan jumlah sel CD4 pada pasien HIV/AIDS di Klinik Seroja RSUD Gunung Jati Kota Cirebon, dilihat dari nilai p value 0,000 (p < 0,05).
PENGARUH TERAPI TAMSULOSIN DENGAN DUTASTERID TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN Benign Prostate Hyperplasia di RSUD GUNUNG JATI CIREBON Siti Pandanwangi TW; Rizki Rahmah Fauzia
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.965 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v5i2.1510

Abstract

Penyakit pembesaran prostat jinak, disebut juga BPH (Benign Prostate Hyperplasia) menjadi urutan kedua penyakit tersering, setelah penyakit batu saluran kemih yang sering dijumpai di klinik urologi Indonesia. Secara umum, 5% atau sekitar 5 juta dari jumlah pria di Indonesia sudah masuk ke dalam kelompok usia 60 tahun ke atas, dan dinyatakan bahwa sekitar 2,5 juta pria Indonesia menderita penyakit BPH. Kajian ini bertujuan untuk melihat pengaruh terapi tunggal Tamsulosin, Dutasteride pada pasien pembesaran prostat jinak atau BPH (Benign Prostate Hyperplasia) di RSUD Gunung Jati Cirebon terhadap penurunan kualitas hidupnya. Populasi dan sampel adalah pasien BPH dengan kriteria usia ≥ 50 tahun tanpa penyakit penyerta Diabetes Melitus maupun Hipertensi yang berkunjung ke poli Urologi RSUD. Gunung Jati Cirebon dari Bulan Maret 2016 – Agustus 2016. Diperoleh sampel 14 pasien dengan terapi Tamsulosin, 14 pasien dengan terapi Dutasteride. Data diperoleh dari alat bantu nilai IPSS (International Prostate Symptom Score) dan kriteria penurunan kualitas hidup. Analisa data menggunakan regresi linear untuk melihat pengaruh terapi terhadap penurunan kualitas hidup. Pemberian terapi tunggal Tamsulosin dalam penurunan rata-rata kualitas hidup pasien BPH adalah 3.109 ; Dutasteride adalah 3.276. Artinya penggunaan terapi tamsulosin lebih baik dibanding Dutasterid
EFEK SITOTOKSISITAS DAN SELEKTIVITAS FRAKSI AKTIF EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamk.) TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D Susilowati Susilowati; Truly Dian Anggraini
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.112 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v5i2.2149

Abstract

Penelitian sebelumnya menunjukkan ekstrak daun kelor dan fraksinya memiliki kandungan flavonoid dan fenolik yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Antioksidan diketahui memiliki kemampuan untuk mereduksi radikal bebas yang merupakan salah satu penyebab kerusakan protein dan DNA sehingga mengakibatkan timbulnya kanker. Pada penelitian ini potensi antikanker payudara daun kelor dilakukan melalui uji sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D dan potensi keamanan melalui selektivitasnya terhadap sel normal secara in vitro. Tahap pertama penelitian ini meliputi pembuatan ekstrak kental daun kelor dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol dan dilanjutkan dengan fraksinasi hingga diperoleh fraksi air dan fraksi etil asetat. Tahap kedua dilakukan uji Sitotoksik ekstrak dan fraksi daun kelor terhadap Sel T47D dan Sel Vero. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis potensi antikanker payudara melalui nilai IC50 dari uji sitotoksik dan analisis keamananya melalui Selectivity Index (SI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sitotoksik fraksi etil asetat daun kelor dapat menghambat pertumbuhan sel T47D lebih baik dibandingkan dengan fraksi airnya. Kedua fraksi daun kelor memiliki efek sitotoksik dan selektivitas yang rendah terhadap sel T47D dengan nilai IC50 fraksi air 499,42μg/mL dan fraksi etil asetat 289,47μg/mL serta nilai Selecticity Index secara berurutan 0,77 dan 1,01.

Page 6 of 16 | Total Record : 154