cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian
ISSN : 20866968     EISSN : 26219816     DOI : -
Core Subject : Health,
Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is an national journal published by Faculty of Pharmacy and Science University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is aimed at being a medium for research results dissemination and scientific paper exchanges on the pharmaceutical field among academics, practitioners, regulators, and public. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is issued two times annually, i.e., in April, and October.The Editor receives rigorous research manuscripts that have not been offered for publication elsewhere. Since its first issue published in 2010. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian has become a CrossRef Member since 2019. Therefore, all articles published by Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian will have unique DOI number with p-ISSN 2086-6968 dan e-ISSN 2621-9816
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
UJI EFEK ANTIGLAUKOMA INFUS DAUN KITOLOD (Isotoma longiflora (L) C.Presl) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN BERDASARKAN TEKANAN BOLA MATA siska siska; hadi sunaryo; teja kusuma wardani
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.079 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v3i2.3331

Abstract

Glaucoma is abnormality in the eyes of the increasing pressure (intraocular) that able to push optic nerve so that can cause nerve optic damage in the eyes. The damage to the optic nerve can cause visual field reduction, so that can cause blindness. Increased intraocular pressure caused by inhibition of aqueous humeous. The mechanism of medication for glaucoma is to reduce intraocular pressure. Kitolod leaves (Isotoma longiflora (L) C.Presl.) One of the many wild plants used to treat eyes diseases in traditional societies, one to treat glaucoma, therefore to prove activities as antiglaucoma then do research in order to determine the effect infuse of kitolod leaf to the intraocular pressure. This research uses 5 groups negative, positive, concentration 40%, concentration 50%, concentration 60%. This research use the inducer prednisolone acetate eye drops 1% and the positive comparator is pilocarpine 2% eye drops. Measurement of eyes pressure use the tonometer Schiotz The results of the research showed that concentration 60% has effects of lowering the eye pressure is comparable with pilocarpine 2% eye drop.
PENGARUH EDUKASI DAN HOMECARE OLEH FARMASIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 vony nofrika; syamsuddin syamsuddin; Sesilia A Keban
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.255 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v3i2.3332

Abstract

Increased knowledge and compliance of type 2 DM patient should be supported by the pharmaceutical services in the form of education and homecare. The purpose of this research to determine the effect of the implementation of pharmacists services in improving the knowledge and compliance of type 2 DM patient so that blood sugar levels can be controlled properly. this research is a prospective, quasi-experimental methods nonequivalent control group design. Respondents were 108 people divided into 3 groups of intervention namely the control group, the intervention group I conducted Education twice by using booklet media, and the second intervention group was educated and homecare pharmacist respectively twice. The results showed that the average value of knowledge and compliance in the intervention group I showed an increase from 68.81 to 70.06 and 2.01 to 0.38. While in the intervention group II there was an increase from 66 to 72,34 and 3,97 to 0,14. GDPP levels before the intervention included poorly controlled categories turned to moderate control after intervention II.
AKTIVITAS DIURETIK SELF-NANOEMULSIFYING DRUG DELIVERY SYSTEM (SNEDDS) FUROSEMID iis wahyuningsih; sugiyanto sugiyanto; Ag Yuswanto; ronny martien
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2001.986 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v4i1.3360

Abstract

Furosemide is a diuretic having low solubility and low bioavailability thus the diuretic activity is not optimal. The purpose of this study was to determine the effect of furosemide SNEDDS formation to the diuretic activity. SNEDDS was made with a mixture of 66% tween 80, 26% propilene glycol, 8% oleic acid and furosemide 40 mg/mL. A total of 20 test animals were divided into 4 groups, namely the negative control 1 (CMC 0,5% suspension), negativ control 2 (a mixture of tween 80, propilene glycol and oleic acid), furosemid suspension and SNEDDS furosemid. Tests on the diuretic activity is done by measuring the volume of urine released for 6 hours.Furosemide SNEDDS could enhance the diuretic activity of furosemide.
Uji Aktivitas Penangkapan Radikal Bebas Ekstrak Etanol Daun Mangkokan (Nothopanax scutellarium (Burm.f) Merr.) Menggunakan Metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil) dengan Variasi Suhu Pengeringan fitri farida; any guntarti
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.377 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v4i2.3362

Abstract

Mangkokan leaves contains flavonoids that are known as natural antioxidant source. The aim of this study is to find the effect of drying temperature variations towards free radical scavenging activity of mangkokan leaves. Mangkokan leaves macerated with 96% ethanol and dried at 40oC, 50oC, and 60oC. Then were macerated with ethanol 96%. Antioxidant activity tested by DPPH method and quercetin was used as positive control. Dry shrinkage with temperatures at 40oC, 50oC, and 60oC were: (9.25 ± 0.276)%; (8.76 ± 0.348)% and (7.97 ± 0.372)%, respectively. Water content at 40oC, 50oC and 60oC were: (5.13 ± 0.575)%; (4.53 ± 0.512)% and (4.04 ± 0.575)%, respectively. The antioxidant potency of 96% ethanolic mangkokan leaves by ES50 value at drying temperatures 40oC, 50oC, 60oC and quercetin were (1.75 ± 0.058); (2.39 ± 0,089); (5.38 ± 0,078) mg/ml and (9.16x10-4 ± 4.36x10-5) mg/ml. Ethanolic extract of mangkokan leaves which dried at 40oC has biggest radical DPPH scavenging activity but much weaker than quercetin.
PELAYANAN KONSELING PASIEN OLEH APOTEKER DI KOTA MEDAN PATIENT COUNCELING SERVICE BY PHARMACIST IN MEDAN CITY Sri Puji Astuti; yardi saibi; Asep Dasuki
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1276.581 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v5i1.3630

Abstract

Latar belakang: Konseling apoteker merupakan suatu proses komunikasi dua arah yang sistematik antara apoteker dan pasien untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan obat dan pengobatan. Layanan konseling oleh apoteker ini merupakan salah satu standar layanan klinik yang harus dilakukan oleh seorang apoteker. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan layanan konseling apoteker di kota Medan Sumatra Utara. Metode penelitian: Desain penelitian adalah deskriptif-eksploratif menggunakan teknik survei terhadap apoteker yang menjadi sampel di kota Medan pada bulan Juli – Agustus 2015. Data dikumpulkan dengan metode pasien simulasi dan menggunakan alat ukur check list, resep dokter. Data dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil dan Kesimpulan: Apoteker yang bersedia memberikan layanan konseling atas permintaan pasien simulasi sebesar 66,67% dari 60 orang sampel. Informasi yang banyak disampaikan oleh apoteker adalah nama obat, waktu penggunaan obat, frekuensi, jumlah obat yang diberikan, dan efek samping. Poin informasi yang disampaikan oleh kurang dari 50% apoteker adalah kontraindikasi, onset obat, rute obat, bentuk sediaan obat, interaksi obat, penyimpanan obat dan pembuangan obat. Secara umum kualitas poin informasi obat yang disampaikan oleh apoteker sudah baik dan sesuai dengan informasi yang ada dalam literatur. Konseling belum menjadi aktifitas yang dilakukan oleh apoteker secara rutin atas inisiatif sendiri.
OPTIMASI KONSENTRASI ASAM SITRAT SEBAGAI SUMBER ASAM TERHADAP WAKTU LARUT TABLET EFFERVESCENT EKSTRAK KERING KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) inding gusmayadi; Fahjar Prisiska; Wilda Febriani
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.861 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v5i1.3631

Abstract

Asam sitrat merupakan sumber asam yang mudah bereaksi, sehingga dapat meningkatkan waktu melarut dalam sediaan tablet effervescent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimal dari asam sitrat sebagai sumber asam terhadap waktu larut tablet effervescent. Ekstrak kering kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) yang diperoleh dimaserasi dengan air kemudian dibuat serbuk dengan proses spray drying. Serbuk kering yang diperoleh dibuat menjadi 5 formula tablet effervescent dengan konsentrasi asam sitrat yang berbeda yaitu, 20%; 22,5%; 25%; 27,5% dan 30%. Tablet yang diperoleh dievaluasi sifat fisiknya yang meliputi uji organoleptis, keseragaman bobot, kekerasan dan kerapuhan dan waktu melarut. Data yang diamati dalam penelitian ini meliputi sifat fisik granul sebelum dibuat tablet serta sifat fisik tablet yang dihasilkan. Dari sifat fisik granul diperoleh kualitas granul yang memenuhi syarat untuk dibuat tablet yaitu waktu alir kurang dari 10 detik untuk 100 g granul dan sudut diam antara 25-45o. Sedangkan sifat fisik tablet yang diperoleh adalah waktu melarut memenuhi syarat untuk semua formula. Demikian juga dengan pH dari larutan effervescen untuk semua formula pH masih memenuhi syarat dengan rata-rata 4,47. Keasaman kisaran ini masih aman untuk dikonsumsi. Dari data analisa statistik waktu melarut ANAVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95% (α = 0,05) menunjukkan bahwa adanya perbedaan dari kelima formula. Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi optimum asam sitrat sebagai sumber asam terhadap waktu larut tablet effervescent ekstark kering kulit buah manggis terdapat pada formula 4 dengan konsentrasi asam sitrat 27,5%.
Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Boraks Pada Bakso Tusuk di Wilayah Kabupaten Gunungkidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Sabtanti Harimurti; Asep Setiyawan
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.281 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v6i2.2855

Abstract

Makanan adalah salah satu sumber energi bagi tubuh manusia. Makanan yang baik adalah makanan yang memiliki tingkat gizi yang tinggi sehingga berpengaruh pada kualitas kesehatan manusia. Salah satu makanan yang sedang digemari dan sering ditambahkan zat berbahaya adalah bakso tusuk. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa lama bakso tusuk dapat dikonsumsi dan disimpan pada suhu ruang dan mengetahui ada tidaknya kandungan boraks pada bakso tusuk serta mengukur kadar boraks pada bakso tusuk di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif laboratorik dengan pemeriksaan laboratorium secara kualitatif dengan metode pembusukan, uji warna kertas tumerik dan nyala api sedangkan secara kuantitatif dengan metode titrasi asam basa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah cluster sampling. Hasil analisis kualitatif dan kuantitatif menunjukan seluruh sampel bakso tusuk di Kabupaten Gunungkidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, positif mengandung boraks. Kadar boraks berkisar antara 0,34%–3,41%.
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Peresepan Undenatured Type II Collagen Dalam Penatalaksanaan Osteoartritis Lutut Muhammad Yamin; D Henky Lesmana
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.814 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v6i2.3790

Abstract

Osteoartritis merupakan penyakit sendi yang paling sering dialami oleh manusia, terutama lutut. Osteoartritis lutut terjadi sekitar 15,5% pada pria dan 12,7% pada wanita di Indonesia. Adanya kebutuhan dan peluang pasar, maka dalam pemasaran produk Undenatured type-II collagen (UC-II) yang sedang dikembangkan, perlu dianalisis bauran pemasaran apa yang paling berpengaruh. Tujuan penelitian ini adalah melakukan studi pengaruh baruan pemasaran; seperti produk (X1), harga (X2), promosi (X3); terhadap keputusan peresepan UC-II dalam penatalaksanaan osteoarthritis lutut. Data dikumpulkan melalui kuisioner yang diuji di lapangan dengan metode non-probability-purposive yang diberikan kepada 20 sampel dokter spesialis bedah tulang, rematik, dan penyakit dalam yang berpraktik di Jakarta. Penelitian diawali dengan melakukan interview mendalam kepada responden dan dilanjutkan dengan metode kuantitatif. Berdasarkan uji F, hasil analisis menunjukkan nilai F=43,224 dengan signifikansi 0,000 dan R=0,744 yang mengindikasikan dampak kuat pada baruan pemasaran secara serempak. Demikian pula, hasil analisis uji T adalah ‘t’=3,995 (X1), 2,903 (X2), dan 2,413 (X3) dengan signifikansi <0,05 yang mengindikasikan dampak kuat pada baruan pemasaran secara individu. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang kuat antara baruan pemasaran (produk, harga, promosi) terhadap keputusan peresepan UC-II secara individu maupun serempak.
Standardisasi Ekstrak Etanol 70% Buah Labu Siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) Idah Rosidah; Zainuddin Zainuddin; Kurnia Agustini; Olivia Bunga; Lestari Pudjiastuti
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.082 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v7i1.4175

Abstract

Labu siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) merupakan tanaman sayur yang dapat digunakan untuk obat tradisional dan memiliki aktivitas sebagai antikolesterol, antihipertensi, antidiabetes maupun antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan mutu ekstrak buah labu siam sebagai bahan baku obat yang berasal dari bahan alam. Standardisasi ekstrak buah labu siam dilakukan terhadap parameter spesifik dan non-spesifik menurut metode standardisasi yang dipersyaratkan. Hasil parameter spesifik ekstrak buah labu siam menunjukkan kadar sari larut air 2,74 ± 0,07%, kadar sari larut etanol 2,75 ± 0,05%, kadar senyawa fenolik 0,36 ± 0,04 mg EAG/g ekstrak dan kadar pektin (bobot equivalen 4.083,51 ± 635,30 mg/eki, kadar metoksi 0,35 ± 0,03% dan kadar galakturonat 2,00 ± 0,19%). Parameter non-spesifik ekstrak buah labu siam menunjukkan kadar air 7,62 ± 0,53%, susut pengeringan 4,49 ± 0,42%, bobot jenis 1,408 ± 0,001 g/ml, abu total 6,33 ± 0,15%, abu tidak larut asam 0,76 ± 0,14%, kadar logam berat As, Cd, Hg dan Pb tidak terdeteksi. Total cemaran mikroba ektrak 7,5 x 103 koloni/g dan angka kapang khamir 20* koloni/g. Berdasarkan data diatas disimpulkan ekstrak etanol 70% buah labu siam memenuhi persyaratan secara umum untuk ekstrak tumbuhan obat.
Studi Interaksi Obat Antiretroviral Pada Pasien HIV/Aids Rawat Jalan di RSUD Raden Mattaher Jambi Jelly Permatasari; Deny Sutrisno; Riski Herdiyanti
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.207 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v7i1.4325

Abstract

HIV/ AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immunodeficiency Syndrome) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, menyebabkan tubuh mudah terinfeksi virus lain dan munculnya berbagai penyakit lain. Selain mendapatkan terapi antiretroviral pasien juga menerima terapi lain sehingga berpotensi terjadinya interaksi obat. Interaksi obat dapat memepengaruhi farmakokinetik dan farmakodinamik obat, sehingga meningkatkan atau menurunkan salah satu kadar obat yang berinteraksi didalam aliran darah, kadar obat yang tinggi di dalam aliran darah beresiko menimbulkan toksisitas, sebaliknya kadar obat yang terlalu rendah menyebabkan terapi yang tidak optimal atau kegagalan terapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi interaksi obat antiretroviral pada pasien HIV/AIDS rawat jalan di RSUD Raden Mattaher Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif pada data rekam medik pasien HIV/AIDS di RSUD Raden Mattaher jambi tahun 2017-2018. Hasil penelitian ini menunjukan potensi interaksi obat tertinggi tenofovir dan efavirenz sebanyak 134 kasus (23%), dengan tingkat keparahan interaksi obat, mayor terdapat 162 kasus (19%), moderate 574 kasus (71%), dan minor 74 kasus (9%), dan diperoleh mekanisme interaksi farmakodinamik sebanyak 747 kasus (87%) dan mekanisme interaksi farmakokinetik sebanyak 109 kasus (13%).

Page 8 of 16 | Total Record : 154