cover
Contact Name
Ahmad Sururi
Contact Email
Ahmad Sururi
Phone
-
Journal Mail Official
prodiadmpublik@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Sawala : Jurnal Administrasi Negara
ISSN : 23022231     EISSN : 25984039     DOI : -
Core Subject : Social,
Journal Sawala is published two times a year in April and Oktober. This journal contains scientific articles on Public Administration science written in two languages: Bahasa Indonesia and English. The article is published in form of empirical research, conceptual or theoretical framework or issues related to the Public Administration sciences. Journal Sawala particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of public policies and administrations areas. It covers the Administration Development, The Regional Autonomy And Bureaucracy, The State Apparatus, Good Governance, Government, The Decentralisation, Public Services, The Public Management, The Governance And Its Policy, And Any Social Sciences, Politics and Regional Planning.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
Pengaruh Kepemimpinan Birokrasi dan Implementasi Electronic Government Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kota Cilegon Mas Wigrantoro Roes Setyadi
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.71 KB) | DOI: 10.30656/sawala.v7i2.1094

Abstract

ABSTRACT One of the supporting factors for the success of the bureaucracy in carrying out its functions as executor of public services is the existence of quality of bureaucratic leadership. As a means of improving the quality of public services organized by the bureaucracy, some developed countries have implemented Electronic Government. This study aims to explore new concepts for the development of bureaucratic leadership theory and electronic government implementation of the quality of public services. The design of the study used a quantitative approach to test the truth of the theory against empirical reality from the influence of bureaucratic leadership variables (X1) and the implementation of Electronic Government (X2) on the quality of public services (Y). The results of this study, Bureaucratic Leadership proved to have a positive effect on Public Service Quality, amounting to 39.6%. The implementation of Electronic Government proved to have a positive effect on the Quality of Public Services, amounting to 33.9%. Bureaucratic leadership and Electronic Government Implementation together have a positive effect on the Quality of The Population and Civil Registration services in the Cilegon Municipality Population and Civil Registration Agency, at 28.6%. In order to preserve this positive influence, Cilegon Municipality Bureaucracy leaders are advised to continue to improve: Employee Motivation, Employee Quality, Effectiveness of Electronic Government-based Service Socialization, Electronic Government-based Organizational Culture, and e-Leadership.Keyword: Bureaucratic Leadership, Electronic Government, Public Services ABSTRAKSalah satu faktor penunjang keberhasilan birokrasi dalam menjalankan fungsinya sebagai pelaksana pelayanan publik adalah adanya kepemimpinan birokrasi yang berkualitas. Sebagai sarana dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik yang diselenggarakan oleh birokrasi, beberapa negara maju mengimplementasikan Electronic Government. Penelitian ini bertujuan untuk menggali konsep  baru bagi pengembangan teori Kepemimpinan Birokrasi dan Implementasi Electronic Government terhadap Kualitas Pelayanan Publik. Desain penelitian yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif untuk menguji kebenaran teori terhadap kenyataan empirik dari pengaruh variabel kepemimpinan birokrasi (X1) dan implementasi Electronic Government (X2) terhadap kualitas pelayanan publik (Y). Hasil penelitian ini, Kepemimpinan Birokrasi terbukti berpengaruh positif terhadap Kualitas Pelayanan Publik, sebesar 39.6%. Implementasi Electronic Government terbukti berpengaruh positif terhadap Kualitas Pelayanan Publik, sebesar 33.9%. Kepemimpinan Birokrasi dan Implementasi Electronic Government secara bersama berpengaruh positif pada kualitas Pelayanan Publik Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Cilegon sebesar 28,6%. Guna menjaga kelestarian pengaruh positif ini, pimpinan Birokrasi Kota Cilegon disarankan untuk terus meningkatkan: Motivasi Pegawai, Kualitas Pegawai, Efektifitas Sosialisasi Pelayanan berbasis electronic Government, Budaya Organisasi berbasis Electronic Government, dan e-Leadership.Kata Kunci: Kepemimpinan Birokrasi ,E-Government, Pelayanan Publik.
Implementasi Pengembangan Karier Aparatur Sipil Negara di Masa Otonomi Daerah Rethorika Berthanilla
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 7 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v7i1.1421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pengembangan karier Aparatur Sipil Negara di kantor Linkungan Hidup Pandeglang. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif deskriptif. Instrument dalam penelitian ini berbentuk kuesioner, teknik pengumpulan observasi dan studi kepustakaan. Teknik sampling yang digunakan sampel jenuh. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif yaitu pengujian t test satu sampel. Pengujian validitas instrument dengan menggunakan rumus korelasi product moment dan pengujian reliabilitas instrument dilakukan dengan internal konsistensi dengan menggunakan teknik belah dua. Hasil penelitian dan penghitungan serta pengujian hipotesis, maka dapat diketahui Implementasi pengembangan karier Aparatur Sipil Negara di Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang, tercapai 73,31% dari maksimal 70% yang diharapkan. Pengujian hipotesis yang dilakukan berdasarkan uji hipotesis pihak kiri menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti implementasi pengembangan karier Aparatur Sipil Negara di Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang adalah sudah baik dilaksanakan karena mencapai 73,31%. namun masih ada kendala dalam pelaksanannya.
Inovasi Pelayanan Publik Melalui Solo Destination di Kota Surakarta, jawa Tengah Yunita Ratna Sari
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.275 KB) | DOI: 10.30656/sawala.v7i2.1448

Abstract

Solo destination is a public service innovation from the  Surakarta City Communication dan Information Departement in the form of a mobile based application. The application in Solo Destination consists of various features including culinary, hotels, public facilities, shopping centers, cultural events, community services, children’s radio and historic sites. The launching of  Solo Destination application service received the MURI award as the first city in Indonesia to provide technology based tourism services through the application. The purpose of this researh is to explain the innovation of public service in the field tourism through Solo Destination. The method used is desk research that utilizes secondary data as a source of literature. The results of the study show taht the implementation of Solo Destination in the Surakarta City provides positive benefits for all parties including the Surakarta City Goverment to provide public services to the public quickly. For the public and tourists can provide services on the potential of Surakarta City easliy and completely
Evaluasi Kebijakan Revitalisasi Pasar Tradisional (Studi Kasus Pasar Sampay Kabupaten Lebak) Jumanah Jumanah; Natta Sanjaya; Ipah Mulyani
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.209 KB) | DOI: 10.30656/sawala.v7i2.1507

Abstract

Local governments hold economic based policies of one another through the revitalization of traditional markets. But the problems found in the field and the basis of important reasons to be researched because there is a problem that is, the first available buildings such as stores and both have not been filled, second lack of customer compliance in complying with regulations, third Market manager has not been adequate in terms of quantity, parking in the market is not well managed, parking is premanism and not managed by the market, obscurity in the market retribution, the five rental costs are given variatively but There are some traders who don't last long.  This research aims to determine and assess the trade market revitalization policy as well as its impact on the market Sampay district of Lebak, this researcher uses evaluation indicators namely: effectiveness, adequacy, equalization, responsiveness, accuracy and impact of the policy. The method of research is to use qualitative descriptive. The results of this study showed that the evaluation policy of revitalization of traditional markets (case studies in the market Sampay District Lebak has been successful and has a social impact it can be seen from aspects of (1) responsiveness, society responds well The existence of this market, (2) social impact, that is, change the shopping behavior of shopping habits in the modern market into shopping in the traditional market.Keyword : Impact evaluation, market revitalization policy
Kesiapan Desa dalam Penerapan E-Government (Studi Perbandingan di Desa Semaya dan Desa Pegiringan Kabupaten Pemalang) Subhan Subhan; Arif Budy Pratama
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.345 KB) | DOI: 10.30656/sawala.v7i2.1542

Abstract

Many government organizations have implemented e-government. The use of information and communication technology in governments business process spreads only in the central and local government but also in the village level. One of the most important issues in e-government implementation is institutional readiness. This paper aims to examine village government readiness through comparative analysis. The study is located in the Pemalang regency, one of the most active regencies in developing e-government in the village level.  Semaya and Pegiringan Village was chosen as research loci since they represented successful and un-succesful outcome of e-government initiatives. To address the research objective, a case study was conducted. The data was drawn from in-depth interview, observation on website and business process, and relevant documents. We find that e-government readiness in the village level can be assessed from the following aspects: data system, regulatory framework, institutional arrangement, human resources, technological infrastructure, and strategic thinking of leadership. Some policy implications can be drawn to improve the e-government readiness in village level.
Analisis Minat Penggunaan Surat Elektronik Kedinasan Pada Organisasi Sektor Publik (Studi Kasus Balai Diklat Keuangan Makassar) Rahmaluddin Saragih; Azwar Iskandar
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.124 KB) | DOI: 10.30656/sawala.v7i2.1638

Abstract

This research aims to evaluate the factors that influenced the behavioral intensity of apparatus for using official electronic mail in public organization based on perceived user with Theory Acceptance Model  approach. Data used in this research is primary data by using questionaire. Sample collection methods used in this research was random sampling technique. Data analysis in this research uses Structural Equation Modelling (SEM) with component or varian based with Partial Least Square. The result showed that perceived ease of use significantly positive influence to perceived usefulness, perceived ease of use significantly positive influence to attitude toward using, perceived usefulness significantly positive influence to attitude toward using, behavioral intention to use significantly positive influence to actual system usage. In the other correlation path, this research also show that perceived usefulness has no significant effect on behavioral intention to use, and  attitude toward using has no attitude toward using behavioral intention to use.
Tata Kelola Desa Wisata Sukaratu Berbasis Kerakyatan Budi Hasanah
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.038 KB) | DOI: 10.30656/sawala.v7i2.1786

Abstract

Konsep pembangunan berkelanjutan (SDGs) masih terus diimplementasikan sampai tahun 2030. Komitmen yang dibangun harus sesuai dengan tujuan SDGs seperti pada aspek perekonomian untuk mencapai tujuan yang dilakukan  sampai pada tingkat desa seperti di Desa Sukaratu. Untuk mencapai tujuan tersebut, tidak hanya pemerintah yang berperan aktif namun partisipasi besar dari masyarakat lokal sangat dibutuhkan sehingga mudah bagi desa untuk dikembangkan contohnya telah terbetuk desa wisata di Desa Sukaratu. Namun tidak hanya sebatas terbentuk desa wisata, perlu adanya pengembangan berkelanjutan sehingga status desa wisata mandiri dapat dicapai dan secara langsung berdampak adanya pergerakan perekonomian masyarakat desa menjadi lebih baik.  Penelitin ini bertujuan untuk menganalisis bangaimana tata kelola desa wisata berbasis kerakyatan di Desa Sukaratu. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian didapat bahwa tata kelola Desa Wisata Sukaratu berbasis kerakyatan masih belum berjalan dengan baik. Hal ini disebabkan  masih banyaknya warga desa yang tidak mengetahui konsep desa wisata yang berdampak pada sulitnya mengimplementasikan unsur-unsur sapta pesona serta pemenuhan kriteria desa wisata dengan baik.
Tingkat Kemampuan Inisiasi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cilegon Dalam Perumusan Peraturan Daerah Sukendar Alwi; Rethorika Berthanilla; Marthalena Marthalena
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.017 KB) | DOI: 10.30656/sawala.v7i2.1900

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat gambaran secara nyata mengenai tingkat kemampuan inisiasi anggota DPRD Kota Cilegon dalam perumusan Peraturan Daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Instrument dalam penelitian ini berbentuk kuesioner berdasarkan teori kemampuan (Wibowo, 2009). Teknik pengumpulan data dengan observasi dan studi kepustakaan. Teknik sampling yang digunakan sampel jenuh dengan jumlah sampel 60. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif yaitu pengujian t test satu sampel. Sedangkan untuk pengujian validitas instrument dengan menggunakan rumus korelasi product moment dan Pengujian reliabilitas instrument dilakukan dengan internal konsistensi dengan menggunakan teknik belah dua. Sesuai hasil penelitian diperoleh fakta bahwa tingkat kemampuan inisiasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cilegon dalam perumusan Peraturan Daerah sudah mencapai angka 87,54% melebihi angka yang diharapkan yakni 70%. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan uji t-test satu sample diperoleh harga thitung lebih besar dari pada harga ttabel (37,037 > 1,671), Dengan demikian maka hipotesis nol (Ho) yang penulis ajukan ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) yang penulis ajukan diterima
Formulasi Kebijakan Publik : Pembentukan Badan Usaha Milik Desa Karya Kusuma Mandiri di Desa Wlahar Wetan Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas Novia Sagita Dewi; Alizar Isna; Slamet Rosyadi
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 8 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.59 KB) | DOI: 10.30656/sawala.v8i1.1597

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses formulasi pembentukan Badan Usaha Milik Desa Karya Kusuma Mandiri di Desa Wlahar Wetan Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas dilihat dari Peraturan Desa Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pendirian BUM Desa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendirian BUM Desa merupakan inisiatif dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, yaitu dan mengusulkan peraturan desa berdasarkan permasalahan yang ada di desa Wlahar Wetan. BUM Desa Karya Kusuma Mandiri yang sebelumnya diatur oleh Peraturan Desa Nomor 10 Tahun 2015 belum mampu untuk menyelesaikan masalah, yaitu kurangnya semangat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa Wlahar Wetan, sehingga solusi yang dipilih adalah dengan dirumuskannya peraturan desa baru. Namun sayangnya, alternatif permasalahan dalam proses perumusan kebijakan ini tidak bervariasi sehingga dengan lahirnya Peraturan Desa Nomor 9 Tahun 2017 adalah satu-satunya solusi yang dapat diterima oleh masyarakat untuk menjawab permasalahan yang terjadi di desa Wlahar Wetan.
Implementasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Dalam Menanggulangi Kawasan Kumuh di Kelurahan Tanjung Mas Kota Semarang Herta Sitorus; Retno Sunu Astuti; Hartuti Purnaweni
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 8 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.855 KB) | DOI: 10.30656/sawala.v8i1.1617

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana Implementasi Program Kotaku di Kelurahan Tanjung Mas Kota Semarang, serta menidentifikasi faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat maupun pendukung dalam implementasi program Kotaku di Kelurahan Tanjung Mas. Penelitian yang merupakan penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data primer (observasi dan wawancara) serta data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah study pustaka dan study lapangan berupa observasi dan Wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam implementasi program Kotaku di Kelurahan Tanjung Mas sejauh ini sudah berjalan dengan baik, mulai dari tahapan persiapan, Perencanaan hingga tahap pelaksanaan. Dukungan dari masyarakat juga sangat baik terhadap program ini. Namun dalam implementasinya masih terdapat beberapa permasalahan diantaranya terkait penetapan area yang masuk delineasi kumuh, masih terdapat kondisi area yang seharusnya masuk delineasi namun tidak masuk dalam delineasi. Selain itu ada juga beberapa area yang masuk delineasi namun merupakan area yang masih menjadi sengketa dengan PT.KAI. Selain itu ada juga sebagian wilayah Kelurahan Tanjung Mas yang masuk dalam program Nasional Kampung Bahari, sehingga program Kotaku tidak bisa di implementasikan di daerah tersebut. Kata Kunci : Implementasi, Kawasan Kumuh, Program Kotaku