cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020)" : 21 Documents clear
Pengembangan Bisnis Beras Organik Berbasis Sociopreneurship Menggunakan Business Model Canvas (Bmc) Di Gapoktan Simpatik Desa Mekarsari Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya Febby Ihsani; Dwi Purnomo; Irfan Ardiansah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.2

Abstract

Permintaan produk beras organik cenderung meningkat 20 persen setiap tahunnya. Hal tersebut menjadi peluang pasar yang sangat menjanjikan bagi pelaku usaha atau kelompok tani. Salah satu kelompok tani di Kabupaten Tasikmalaya yang memproduksi beras organik adalah Gapoktan Simpatik. Pemasaran produk Gapoktan Simpatik meliputi pasar lokal dan ekspor, namun kuantitas permintaan pasar lokal lebih rendah dibandingkan pasar ekspor. Upaya untuk meningkatkan permintaan pasar lokal perlu dilakukan terobosan dalam meningkatkan jumlah penjualan, memperluas pasar, menjaga keberlanjutan bisnis dan memberikan dampak sosial pada masyarakat luas. Pengembangan produk beras organik dilakukan berdasarkan buku Design a Better Business diikuti proses validasi, evaluasi dan modifikasi berulang pada setiap perkembangan. Riset ini menggunakan Business Model Canvas yang akan dikembangkan menjadi Social Business Model Canvas. Evaluasi dilakukan sebanyak dua kali pada Business Model Canvas sehingga dapat dihasilkan menjadi Social Business Model Canvas. Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa penggunaan tools tersebut dapat meningkatkan penjualan produk beras organik, menciptakan inovasi dari produk turunan yang dihasilkan, dan meningkatkan kapasitas masyarakat dari segi ekonomi maupun segi intelektual.
Analisis Komparasi Efisiensi Ekonomi Usahatani Jagung Varietas Pioneer 36 dan NK 212 Di Kelompok Tani Maju Desa Karangpasar Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan Ardelia, Claresta Yosephine; Setiawan, Bambang Mulyatno; Santoso, Siswanto Imam
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.12

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Maju Desa Karangpasar Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan. Penelitian ini bertujuan 1) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani jagung varietas Pioneer 36 dan NK 212, 2) Menganalisis efisiensi ekonomi usahatani jagung varietas Pioneer 36 dan NK 212, dan 3) Menganalisis perbedaan efisiensi ekonomi usahatani jagung varietas Pioneer 36 dan NK 212. Metode penelitian menggunakan metode survai. Data penelitian diperoleh dari data primer dan sekunder. Metode pengambilan sampel accidental sampling dengan penghitunga Slovin sebesar 62 responden yang terdiri dari 31 responden varietas Pioneer 36 dan NK 212. Analisis yang digunakan yaitu regresi berganda dengan fungsi model Cobb-Douglass, penghitungan efisiensi ekonomi dan komparasi efisiensi ekonomi varietas Pioneer 36 dan NK 212. Hasil penelitian menunjukkan 1) Input varietas Pioneer 36 berupa luas lahan, benih dan pupuk berpengaruh nyata terhadap produksi sedangkan input varietas NK 212 berupa luas lahan, pupuk dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi. 2) Penggunaan input luas lahan, obat-obatan dan tenaga kerja pada varietas Pioneer 36 tidak efisien secara ekonomi sedangkan input benih dan pupuk belum efisien secara ekonomi. Penggunaan input benih, obat-obatan dan tenaga kerja pada varietas NK 212 tidak efisien secara ekonomi sedangkan input luas lahan dan pupuk belum efisien secara ekonomi. 3) Efisiensi ekonomi faktor produksi luas lahan, benih, obat-obatan dan tenaga kerja varietas Pioneer 36 dengan NK 212 berbeda nyata, sedangkan faktor produksi pupuk varietas Pioneer 36 dengan NK 212 tidak berbeda nyata.
Perkembangan Konversi Lahan Pertanian Beririgasi dan Dampaknya terhadap Penguasaan Lahan Petani di Daerah Irigasi Jatiluhur Jawa Barat Heri Rahman; Yusman Syaukat; M Parulian Hutagaol; Muhammad Firdaus
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.16

Abstract

Lahan pertanian beririgasi di Daerah Irigasi Jatiluhur merupakan penghasil padi tertinggi di Jawa Barat dan penyumbang bagi padi nasional. Namun telah terjadi konversi lahan selama kuran waktu enam tahun sebesar  0,0082 atau terjadi penurunan luas lahan per tahun  rata-rata 1.826,08 hektar dengan hasil rata-rata 5 ton per hektar  maka kehilangan produksi padi sebesar 18.260,80 ton per tahun. Kondisi ini  menjadi ancaman dan sekaligus tantangan bagi peran DI Jatiluhur dalam menghasilkan padi.  Saluran Induk Tarum Barat memiliki konversi lahan yang tinggi dibandingkan dengan kedua Saluran Induk lainnya. Dampak konversi lahan terhadap para petani adalah status petani lebih banyak berubah menjadi petani penggarap karena tidak memiliki lahan dan semakin menyempitnya kepemilikan lahan menjadi < 0,5 hektar.  Petani yang  banyak terjadi  perubahan  akibat dampak konversi lahan berada di Saluran Induk Tarum Barat dengan tingkat konversi lahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kedua Saluran Induk lainnya.Kata kunci: Konversi lahan, Lahan pertanian beririgasi, Jatiluhur, Padi
ANALISIS SISTEM PRODUKSI KOPI MENGGUNAKAN GOOD AGRICULTURE PRACTICES Adinandra, Rafi; Pujianto, Totok
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.7

Abstract

Istilah Good Agriculture Practices atau GAP identik dengan praktek pertanian berkelanjutan yang menggunakan pendekatan prinsip-prinsip bercocok tanam yang baik. Penerapan GAP secara komprehensif sangat sulit dilakukan pada suatu area atau daerah pertanian. Upaya pendekatan GAP terus dilakukan walaupun belum secara menyeluruh kepada setiap daerah pertanian. Penelitian tentang penerapan prinsip-prinsip GAP kepada petani bertujuan untuk menggiatkan prinsip pertanian berkelanjutan dan juga mengetahui sejauh mana para petani ataupun pelaku usaha pertanian tentang penerapan prinsip GAP ini. Selain itu untuk mengetahui pengaruh terhadap nilai ekspektasi manfaat GAP untuk pertanian berkelanjutan pada usaha taninya, serta tingkat implementasi, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian Analisis Sistem Produksi Kopi menggunakan GAP ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perusahaan pengolahan kopi menerapkan prinsip-prinsip GAP yang mengacu pada peraturan kementerian pertanian nomor 49/Permentan/OT.140/4/2014. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa jika Malabar Mountain Coffee menerapkan GAP dengan baik pada sistem produksi yang mereka laksanakan, maka dapat berpengaruh terhadap produksi buah kopi yang dihasilkan. Secara tidak langsung, penerapan GAP akan membuat tanaman kopi lebih sehat dan produktif. Dengan menerapkan GAP juga akan membuat tanaman kopi bertahan lebih lama selama bertahun-tahun, hal ini tentunya menguntungkan bagi perusahaan karena dengan memiliki tanaman yang sehat dan sustainable dalam menghasilkan buah kopi, maka menjadi investasi jangka panjang bagi perusahaan dan akan meningkatkan daya produksi. Malabar Mountain Coffee juga akan menghasilkan berbagai produk pertanian, baik primer maupun hasil olahan, yang berkualitas dan higienis serta berdaya saing tinggi.
Faktor – Faktor Penentu Keberhasilan Usaha Minuman Tradisional Della Adriani; Lucyana Trimo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.10

Abstract

Minuman tradisional adalah minuman yang diracik menggunakan bahan – bahan yang alami dan berasal dari daerah yang memiliki bahan baku tradisional. Minuman tradisional bandrek salah satu minuman yang berasal dari Jawa Barat. Pada zaman sekarang, banyak perusahaan yang mendirikan industri pengolahan makanan dan minuman. Salah satunya CV. X, perusahaan yang mendirikan industri pengolahan minuman instan serbuk siap saji. Penjualan minuman tradisional CV. X meningkat setiap tahunnya, yaitu berkisar antara 5–8%. Minuman tradisional bandrek paling banyak memberikan kontribusi terhadap hasil penjualan CV. X, karena memiliki daya jual yang paling tinggi sebanyak 263.217 pack  pada tahun 2017. Keberhasilan perusahaan dalam mempertahankan dan meningkatkan usaha dapat dilihat dari penjualannya yang terus meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah teridentifikasinya faktor – faktor penyebab keberhasilan perusahaan dan terbentuknya solusi dalam mempertahankan keberlanjutan usaha yang ada. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan metode studi kasus. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data deskriptif dan menggunakan alat analisis usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang ada pada perusahaan terdiri dari organisasi, kualitas pelayanan dan pengalaman. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari lingkungan tempat bekerja dan jaringan bisnis dengan pihak luar. Solusi untuk perkembangan perusahaan anatara lain mengikuti perkembangan trend pasar yang sedang berkembang, memperluas jaringan pasar dan melakukan promosi.
Dampak Kebijakan Impor Ternak dan Daging Sapi terhadap Populasi Sapi Potong Lokal di Indonesia Idiatul Fitri Danasari; Harianto Harianto; A Faroby Falatehan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.9

Abstract

Pertumbuhan populasi sapi potong lokal meningkat dan diikuti dengan peningkatan produksi daging sapi lokal. Disisi lain, tingginya permintaan daging sapi nasional yang tidak dapat dipenuhi oleh produksi daging sapi domestik memicu peningkatan volume impor daging sapi tiap tahunnya. Berdasarkan permasalahan tersebut, Indonesia berupaya untuk meningkatkan produksi daging sapi lokal dengan memberdayakan peternak domestik melalui kebijakan impor ternak dan daging sapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan impor ternak dan daging sapi terhadap populasi sapi potong lokal di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder deret waktu selama periode 1990 – 2017, dengan menggunakan persamaan simultan (2SLS). Hasil penelitian ini menunjukkan, penurunan impor sapi bakalan dan daging sapi dapat menurunkan populasi sapi potong lokal. Sementara, peningkatan impor sapi bibit dapat meningkatkan populasi sapi potong lokal di Indonesia.
Analisa Perilaku Konsumen Kopi di Kabupaten Bondowoso dan Implikasinya terhadap Strategi Pemasaran Kopi Java Ijen Raung Kabupaten Bondowoso tapaningsih, weni indah doktri agus
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.19

Abstract

ABSTRAKKabupaten Bondowoso merupakan kabupaten penghasil kopi arabika terbaik di Indonesia, yang dikenal dengan Kopi Java Ijen Raung, akan tetapi kopi yang dikonsumsi bukan Kopi Java Ijen Raung melainkan kopi olahan pabrik lainnya. Fenomena ini tentunya mengharuskan agroindustri kopi Java Ijen Raung mengembangkan produk kopinya agar dapat lebih diterima oleh konsumen kopi di Bondowoso. Suatu informasi mengenai perilaku konsumen sangat dibutuhkan dengan melakukan analisa karakteristik dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian kopi, sehingga mempermudah Kopi Java Ijen Raung dalam  menentukan strategi pemasarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian kopi adalah faktor pribadi dan psikologis, faktor atribut produk, faktor budaya, sosial dan lingkungan eksternal konsumen, faktor kekentalan dan faktor atribut non produk.
Pengaruh Word of Mouth dan Ekuitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian Gethuk (Studi Kasus Gethuk Semar) Mega Ayu Kusuma; Agustono Agustono; Nuning Setyowati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh word of mouth, kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas dan loyalitas merek terhadap keputusan pembelian gethuk studi kasus Gethuk Semar. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan survei. Metode penentuan lokasi dalam penelitian ini secara purposive. Pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling dengan jenis quota sampling. Sampel berjumlah 100 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online dengan google forms dan offline di rumah produksi Gethuk Semar. Pengujian instrumen dan analisis data menggunakan software SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel word of mouth dan kesadaran merek tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian gethuk studi kasus Gethuk Semar. Variabel asosiasi merek, dan loyalitas merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian gethuk studi kasus Gethuk Semar. Variabel persepsi kualitas berpengaruh negatif terhadap keputusan pembelian gethuk studi kasus Gethuk Semar.
IDENTIFIKASI PROSES BISNIS DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA DI UKM NUGINI MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT Juansah, Estha Triani; Rahmah, Devi Maulida; Ardiansah, Irfan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.3

Abstract

Penelitian ini merupakan observasi lapangan pada Usaha kecil menengah (UKM) yang merupakan salah satu tulang punggung sistem ekonomi rakyat. UKM pada sektor pangan merupakan usaha dengan bantuan teknologi, modal, tenaga kerja dan manajemen. Nugini merupakan salah satu UKM yang bergerak pada sektor pengolahan pangan yang terletak di kota Cimahi. UKM Nugini ikut serta memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar khususnya ibu rumah tangga. UKM sering kali menghadapi beberapa kendala baik kondisi internal maupun kondisi eksternal sehingga dibutuhkan strategi bisnis yang dapat mengembangkan usaha dan menentukan strategi agar dapat terus bersaing. Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menganalisa perkembangan bisnis dengan memanfaatkan kondisi lingkungan internal sebagai kekuatan dan meminimalkan kelemahan yang ada, lingkungan eksternal dapat dijadikan peluang yang menguntungkan. Analisis SWOT kualitatif dilakukan dengan mengetahui faktor internal dan faktor eksternal UKM. Analisis SWOT kuantitatif dilakukan dengan melakukan pembobotan dan pemeringkatan terhadap faktor internal dan faktor eksternal oleh 10 responden dari internal dan eksternal UKM. Hasil analisis SWOT kuantitatif menunjukkan UKM Nugini berada pada kuadran III dengan (-0.09,+0.74). Posisi UKM Nugini menandakan internal perusahaan yang lemah namun memiliki peluang yang baik. Perubahan strategi sangat di sarankan karena perusahaan harus memanfaatkan peluang yang ada dan dikhawatirkan strategi yang lama tidak memanfaatkan peluang dengan maksimal.
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Teh Hijau di CV. XY Kota Cimahi Putri Ghita Nadhira; Lucyana Trimo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.6

Abstract

Persediaan bahan baku menjadi penting karena berpengaruh terhadap biaya dan proses produksi. Jika jumlah persediaan terlalu kecil maka akan mengganggu proses produksi dan menghilangkan kesempatan mendapat keuntungan besar. Sedangkan pembelian dalam jumlah besar berakibat pada membengkaknya biaya penyimpanan sehingga dana yang terserap terlalu besar dan hal tersebut merupakan pemborosan. CV. XY belum menggunakan metode pengendalian persediaan tertentu dalam melakukan perencanaan bahan baku sehingga perusahaan memiliki persediaan bahan baku melebihi kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui persediaan bahan baku teh hijau yang optimal. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan teknik penelitian studi kasus. Analisis data menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk mengetahui persediaan optimal. Hasil penelitian menunjukkan pengendalian persediaan bahan baku yang dilakukan oleh CV. XY yaitu dalam menentukan jumlah pembelian bahan baku, perusahaan tidak menggunakan metode khusus, hanya berdasarkan perkiraan dan data-data masa lalu. Metode EOQ dapat digunakan dalam melakukan pengendalian bahan baku teh hijau karena dapat menghemat biaya persediaan sebesar Rp 1.685.397 atau sebesar 40%.

Page 2 of 3 | Total Record : 21