cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 904 Documents
Strategi Pengembangan Umbi Mini Bawang Merah True Shallot Seed di Kabupaten Grobogan Nafiatul Khoyriyah; Titik Ekowati; Syaiful Anwar
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.6

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan serta strategi pengembangan usahatani umbi mini bawang merah  True Shallot Seed di Kabupaten Grobogan. Penelitian dilaksanakan pada bulan September – November 2017 di Desa Penawangan dan Winong, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan. Metode penelitian menggunakan metode sensus dengan jumlah sampel responden sebanyak 86 orang. Analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan adalah analisis regresi linier berganda dan SWOT (strenghts, weaknesses, opportunities, threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani umbi mini bawang merah True Shallot Seed sebesar Rp. 241.056.245 /hektar/musim tanam dengan rata-rata biaya sebesar Rp. 60.827.317/hektar/musim tanam. Berdasarkan hasil uji t bahwa variabel yang dianalisis meliputi biaya benih, biaya pupuk kimia, biaya pupuk hayati, biaya pestisida dan biaya tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani umbi mini bawang merah True Shallot Seed dengan nilai signifikansi pada taraf 5 % sedangkan variabel biaya sewa lahan dan biaya screen house tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan umbi mini bawang merah True Shallot Seed. Hasil analisis SWOT diperoleh koordinat (0,609 : 0, 271) yang mana koordinat ini berada pada kuadran I yang artinya Strategi Agresif. Strategi ini menunjukkan posisi usahatani umbi mini bawang merah True shallot seed yang kuat dan berpeluang. Implikasi penelitian ini adalah biaya benih dan biaya pupuk hayati yang tinggi dalam proses usahatani sangat berpengaruh terhadap pendapatan petani, peningkatan umbi mini True Shallot Seed dengan mengoptimalkan strategi produksi, peningkatan sumber daya manusia dan teknologi, dan peningkatan peran lembaga pendukung
Karakteristik Rumahtangga Petani Usaha Padi Penerima PKH di Kabupaten Karawang, Jawa Barat Arham Rivai; Bonar M Sinaga; Hermanto Siregar; Harianto Harianto
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.12

Abstract

Informasi mengenai karakteristik petani usaha padi yang menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sangat diperlukan terutama bagi pengambil kebijakan agar mendapat gambaran awal sebagai langkah untuk menganalisis lebih lanjut perihal kebijakan pengentasan kemiskinan di pedesaan yang menjadi isu sentral saat ini. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik petani usaha padi penerima PKH di Kabupaten Karawang. Hasil analisis diskripsi menghasilkan gambaran spesifik tentang penguasaan lahan petani penggarap, karakteristik rumahtangga, struktur pendapatan, struktur input usahatani, dan pola konsumsi rumahtangga dari rumahtangga usaha padi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Kasus di BUMDES Mitra Sejahtera Desa Cibunut Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka Jaka sulaksana; Irni Nuryanti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.641 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.11

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Cibunut Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Sejahtera mulai bulan Januari – Agustus 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran BUMDes Mitra Sejahtera, mengidentifikasi dan menganalisis faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi perkembangan BUMDes Mitra Sejahtera, serta mengetahui alternatif strategi apa yang memungkinkan untuk diterapkan dalam pengembangan BUMDes Mitra Sejahtera. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan responden dipecah menjadi dua yaitu sampling jenuh (sensus) dan snowball sampling total jumlah responden adalah 35 orang yang terdiri dari pengurus BUMDes Mitra Sejahtera, Aparat Desa Cibunut, Petani Desa Cibunut dan Karang Taruna Desa Cibunut. Teknik analisis yang digunakan yaitu Deskriptif, analisis SWOT dan matriks QSPM. Hasil penelitian menunjukan bahwa BUMDes Mitra Sejahtera telah dibentuk dari tahun 2015 dan memiliki tiga bidang usaha yang dijalankannya yaitu pengelolaan tanah gunung, kios pertanian dan otomotif (grasstack). Faktor lingkungan internal BUMDes Mitra Sejahtera yang diamati yaitu manajemen, keuangan, SDM, sarana dan prasarana, serta payung hukum, sedangkan Faktor lingkungan eksternal yang diamati adalah teknologi, mitra bisnis, pemerintah, potensi desa, partisipasi masyarakat dan pesaing. Strategi yang menjadi prioritas utama untuk pengembangan BUMDes Mitra Sejahtera adalah menjadi distributor usaha atau sebagai pemasok barang untuk kios pertanian dengan nilai TAS (Total Atractive Score) tertinggi.
Pengembangan Bisnis Beras Organik Berbasis Sociopreneurship Menggunakan Business Model Canvas (Bmc) Di Gapoktan Simpatik Desa Mekarsari Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya Febby Ihsani; Dwi Purnomo; Irfan Ardiansah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.2

Abstract

Permintaan produk beras organik cenderung meningkat 20 persen setiap tahunnya. Hal tersebut menjadi peluang pasar yang sangat menjanjikan bagi pelaku usaha atau kelompok tani. Salah satu kelompok tani di Kabupaten Tasikmalaya yang memproduksi beras organik adalah Gapoktan Simpatik. Pemasaran produk Gapoktan Simpatik meliputi pasar lokal dan ekspor, namun kuantitas permintaan pasar lokal lebih rendah dibandingkan pasar ekspor. Upaya untuk meningkatkan permintaan pasar lokal perlu dilakukan terobosan dalam meningkatkan jumlah penjualan, memperluas pasar, menjaga keberlanjutan bisnis dan memberikan dampak sosial pada masyarakat luas. Pengembangan produk beras organik dilakukan berdasarkan buku Design a Better Business diikuti proses validasi, evaluasi dan modifikasi berulang pada setiap perkembangan. Riset ini menggunakan Business Model Canvas yang akan dikembangkan menjadi Social Business Model Canvas. Evaluasi dilakukan sebanyak dua kali pada Business Model Canvas sehingga dapat dihasilkan menjadi Social Business Model Canvas. Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa penggunaan tools tersebut dapat meningkatkan penjualan produk beras organik, menciptakan inovasi dari produk turunan yang dihasilkan, dan meningkatkan kapasitas masyarakat dari segi ekonomi maupun segi intelektual.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Pabrik Unit Produksi Pagilaran PT Pagilaran Muhamad Yazid Bustomi; Lestari Rahayu Waluyati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.647 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.14

Abstract

The objectives of this study were (1) to find out the effects of leadership style and work environment on employee work satisfaction, (2) to analyze the effects of leadership style and work environment on organizational commitment, and (3) to identify the effects of leadership style, work environment, work satisfaction, and organizational commitment on employee performances of tea processing at Pagilaran Production Unit of PT Pagilaran. The sampling technique used stratified random sampling method with a total of 112 respondents from a total of 156 employees working in the tea processing factory. The data analysis method was SEM-PLS with SmartPLS version 3.0 software to see the effects of exogenous latent variables (leadership style and work environment) on endogenous latent variables, i.e. job satisfaction, organizational commitment, and employee performance. The evaluation result of the outer model indicates that the Average Variance Extracted (AVE) value for all variables is greater than 0.5 and the composite reliability value is greater than 0.6. It states that the model used in this study is acceptable, while the evaluation of inner model based on the bootstrapping test shows that leadership style variables and work environment have  positive effects on work satisfaction and organizational commitment, but do not have direct effects on employee performances. The work satisfaction variables do not have significant effects on the employee performances, while organizational commitment has direct effects on the employee performances of tea processing at the production unit
Dampak Kebijakan Tarif Terhadap Perdagangan MInyak Sawit Dunia Yosephine Vincensia Sinaga; Bonar M Sinaga; Harianto Harianto
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.18

Abstract

Perubahan kebijakan tarif dapat mempengaruhi kinerja ekspor dan impor minyak sawit di pasar dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan tarif terhadap perdagangan minyak sawit Indonesia. Analisis menggunakan model ekonometrika dalam bentuk persamaan simultan yang terdiri dari 17 persamaan struktural dan 8 persamaan identitas. Estimasi menggunakan metode Two Stage Least Squares (2SLS) dengan data time series tahun 1991-2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan negara India, Uni Eropa, dan China membatasi volume impor dengan menaikkan tarif impor, sedangkan Malaysia menurunkan tarif ekspor untuk  meningkatkan  volume ekspor dan Indonesia mengantisipasi dengan menurunkan tarif ekspor minyak sawit yang akan berdampak terhadap peningkatan devisa ekspor  dan penurunan penerimaan pemerintah dari tarif ekspor minyak sawit Indonesia
Dampak Penurunan Kuantitas dan Kualitas Pepaya pada Perubahan Sosial Masyarakat di Desa Serut Kecamatan Panti Kabupaten Jember Nindri Dwita Nur Afkarina; Bening Dwita Kartikasari; Maginda Pungky Maulana
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.03.2

Abstract

Dominasi dari kegiatan usahatani oleh petani di Desa Serut Kecamatan Panti yaitu membudidayakan hortikultura buah pepaya. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaimana dampak penurunan kuantitas dan kualitas pepaya pada perubahan sosial masyarakat di Desa Serut Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan beberapa metode yaitu wawancara, studi pustaka, observasi lapang, focus group discussion, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan yaitu metode fishbone. Hasil penelitian menunjukan faktor penyebab penurunan kualitas dan kuantitas pepaya antara lain faktor kurangnya air, sarana produksi, dan serangan hama. Dampak penurunan kuantitas dan kualitas pepaya pada perubahan sosial masyarakat terlihat pada perubahan interaksi antar petani, perubahan mata pencaharian petani, serta motivasi mereka dalam meningkatkan kesejahteraan
EFISIENSI TEKNIS, PERUBAHAN TEKNOLOGI, DAN PRODUKTIVITAS FAKTOR TOTAL PABRIK KELAPA SAWIT DI INDONESIA Jelita, Nur; Harianto, Harianto; Rifin, Amzul
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.19

Abstract

Meningkatnya permintaan CPO sebagai bahan baku telah mendorong pengembangan pabrik kelapa sawit dalam beberapa tahun terakhir menjadikan Indonesia sebagai produsen dan eksportir terbesar di dunia untuk memenuhi kebutuhan domestik dan asing, yang telah mendorong pengembangan pabrik kelapa sawit dalam beberapa tahun terakhir. Efisiensi teknis menjadi salah satu tantangan utama bagi produsen untuk meningkatkan daya saing mereka. Dengan demikian produktivitas faktor total juga menjadi aspek penting untuk mengukur pertumbuhan output selama periode waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis, perubahan teknologi, dan produktivitas faktor total pabrik kelapa sawit di Indonesia menggunakan data survei industri manufaktur 2011 hingga 2015 dari Badan Pusat Statistik. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun sebaran pabrik kelapa sawit terbesar berlokasi di Sumatra, persentase efisiensinya lebih banyak berlokasi di Kalimantan. Sementara itu, sektor swasta asing menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada pabrik-pabrik milik swasta nasional dan milik negara. Perubahan teknologi menunjukkan peningkatan selama 2011-2015 meskipun tidak memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan TFP, perubahan ini menyebabkan pabrik kelapa sawit beralih menggunakan teknologi terbarukan. Sementara itu, pabrik kelapa sawit masih perlu meningkatkan pertumbuhan TFP yang masih negatif.
Peran Penyuluh Pertanian dalam Pengembangan Kelompok Tani Tanaman Hortikultura di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara Desy Natasha Marbun; Sriroso Satmoko; Siwi Gayatri
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.02 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.03.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah peran penyuluh pertanian berpengaruh terhadap pengembangan kelompok tani tanaman hortikultura di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2018 s/d Maret 2018 di Kecamatan Siborongborong. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil jumlah petani tanaman hortikultura di Kecamatan Siborongborong. Jumlah petani di penelitian ini adalah sebanyak 120 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Metode penentuan sampel yang dipilih adalah metode sampel berganda (multistage sampling). Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian uji F menunjukan bahwa peran penyuluh pertanian sebagai motivator, komunikator, fasilitator, dan inovator tidak berpengaruh secara serempak terhadap pengembangan kelompok tani, sedangkan hasil uji t peran penyuluh pertanian sebagai komunikator dan fasilitator secara parsial berpengaruh terhadap pengembangan kelompok tani, sedangkan peran penyuluh sebagai motivator dan inovator secara parsial tidak berpengaruh terhadap pengembangan kelompok tani di Kecamatan Siborongborong. Dari hasil ini disarankan agar para petani bekerjasama dalam merancang kegiatan kelompok, dan lebih mengedepankan partisipasi anggota dalam segala lini, mulai dari perencanaan sampai evaluasi kegiatan. 
Analisis Komparasi Efisiensi Ekonomi Usahatani Jagung Varietas Pioneer 36 dan NK 212 Di Kelompok Tani Maju Desa Karangpasar Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan Ardelia, Claresta Yosephine; Setiawan, Bambang Mulyatno; Santoso, Siswanto Imam
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.12

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Maju Desa Karangpasar Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan. Penelitian ini bertujuan 1) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani jagung varietas Pioneer 36 dan NK 212, 2) Menganalisis efisiensi ekonomi usahatani jagung varietas Pioneer 36 dan NK 212, dan 3) Menganalisis perbedaan efisiensi ekonomi usahatani jagung varietas Pioneer 36 dan NK 212. Metode penelitian menggunakan metode survai. Data penelitian diperoleh dari data primer dan sekunder. Metode pengambilan sampel accidental sampling dengan penghitunga Slovin sebesar 62 responden yang terdiri dari 31 responden varietas Pioneer 36 dan NK 212. Analisis yang digunakan yaitu regresi berganda dengan fungsi model Cobb-Douglass, penghitungan efisiensi ekonomi dan komparasi efisiensi ekonomi varietas Pioneer 36 dan NK 212. Hasil penelitian menunjukkan 1) Input varietas Pioneer 36 berupa luas lahan, benih dan pupuk berpengaruh nyata terhadap produksi sedangkan input varietas NK 212 berupa luas lahan, pupuk dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi. 2) Penggunaan input luas lahan, obat-obatan dan tenaga kerja pada varietas Pioneer 36 tidak efisien secara ekonomi sedangkan input benih dan pupuk belum efisien secara ekonomi. Penggunaan input benih, obat-obatan dan tenaga kerja pada varietas NK 212 tidak efisien secara ekonomi sedangkan input luas lahan dan pupuk belum efisien secara ekonomi. 3) Efisiensi ekonomi faktor produksi luas lahan, benih, obat-obatan dan tenaga kerja varietas Pioneer 36 dengan NK 212 berbeda nyata, sedangkan faktor produksi pupuk varietas Pioneer 36 dengan NK 212 tidak berbeda nyata.