cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 904 Documents
Perkembangan Konversi Lahan Pertanian Beririgasi dan Dampaknya terhadap Penguasaan Lahan Petani di Daerah Irigasi Jatiluhur Jawa Barat Heri Rahman; Yusman Syaukat; M Parulian Hutagaol; Muhammad Firdaus
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.16

Abstract

Lahan pertanian beririgasi di Daerah Irigasi Jatiluhur merupakan penghasil padi tertinggi di Jawa Barat dan penyumbang bagi padi nasional. Namun telah terjadi konversi lahan selama kuran waktu enam tahun sebesar  0,0082 atau terjadi penurunan luas lahan per tahun  rata-rata 1.826,08 hektar dengan hasil rata-rata 5 ton per hektar  maka kehilangan produksi padi sebesar 18.260,80 ton per tahun. Kondisi ini  menjadi ancaman dan sekaligus tantangan bagi peran DI Jatiluhur dalam menghasilkan padi.  Saluran Induk Tarum Barat memiliki konversi lahan yang tinggi dibandingkan dengan kedua Saluran Induk lainnya. Dampak konversi lahan terhadap para petani adalah status petani lebih banyak berubah menjadi petani penggarap karena tidak memiliki lahan dan semakin menyempitnya kepemilikan lahan menjadi < 0,5 hektar.  Petani yang  banyak terjadi  perubahan  akibat dampak konversi lahan berada di Saluran Induk Tarum Barat dengan tingkat konversi lahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kedua Saluran Induk lainnya.Kata kunci: Konversi lahan, Lahan pertanian beririgasi, Jatiluhur, Padi
ANALISIS MARJIN PEMASARAN KERIPIK KETELA UNGU DI KECAMATAN TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR Pratiwi, Indah; Setyowati, Setyowati; Sundari, Mei Tri
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.514 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.03.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola saluran pemasaran, besarnya biaya pemasaran, keuntungan pemasaran, marjin pemasaran dan farmer?s share dari pemasaran keripik ketela ungu di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar. Penentuan lokasi penelitian ini  dilakukan secara purposive. Pengambilan responde produsen dilakukan dengan cara sensus. Sedangkan untuk responden lembaga pemasaran dilakukan dengan metode snowballing sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima saluran pemasaran pada pemasaran keripik ketela ungu di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, yaitu (1) Produsen-konsumen, (2) Produsen-pedagang grosir-konsumen, (3) Produsen-pedagang grosir-pedagang pengecer-konsumen, (4) Produsen-pedagang pengecer-konsumen, (5) Produsen-pedagang diluar wilayah Karesidenan Surakarta-konsumen. Total biaya pemasaran saluran pemasaran I Rp 395, total keuntungan pemasaran Rp 1.788, dan total marjin pemasaran Rp 2.183. Total biaya pemasaran saluran pemasaran II Rp 1.107, total keuntungan pemasaran Rp 1.562, dan total marjin pemasaran Rp 2.669. Total biaya pemasaran saluran pemasaran III Rp 4.479, total keuntungan pemasaran Rp 9.368, dan total marjin pemasaran Rp 13.847. Total biaya pemasaran saluran pemasaran IV Rp 2.611, total keuntungan pemasaran Rp 5.509, dan total marjin pemasaran Rp 8.120. Farmer?s Share dari saluran pemasaran I, II, III dan IV secara berurutan adalah sebesar 85,44%, 82,05%, 6,86% dan 48,05%.
Analisis Faktor-Faktor Sosial Ekonomi yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Nanas Madu di Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang amelia putri meitasari; Suprapti Supardi; Umi Barokah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.023 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.20

Abstract

Nanas madu merupakan salah satu tanaman hortikultura yang diminati masyarakat karena rasa buah yang lebih manis dibandingan dengan nanas pada umumnya. Produksi nanas madu mengalami fluktuasi yang disebabkan oleh berbagai macam faktor yang tentunya mempengaruhi pendapatan petani nanas madu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya usahatani nanas madu, mengetahui besarnya pendapatan usahatani nanas madu, mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap pendapatan usahatani nanas madu. Hasil analisis usahatani menunjukka bahwa besarnya rata-rata biaya yang dikeluarkan petani nanas madu di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang sebesar Rp19.823.157/Ha/MT dan besarnya rata-rata pendapatan yang diterima petani nanas madu di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang sebesar Rp79.425.738,01/Ha/MT. Rata-rata masa tanam nanas madu 10 sampai 12 bulan dengan rata-rata luas lahan 0,94 Ha. Faktor-faktor sosial ekonomi luas lahan dan pengalaman usahatani berpengaruh  nyata terhadap pendapatan petani dalam usahatani nanas madu di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, sedangkan  biaya tenaga kerja, jumlah tanggungan keluarga, tingkat pendidikan, biaya pupuk secara individu tidak memberikan pengaruh terhadap pendapatan petani nanas madu di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.
ANALISIS VOLATILITAS HARGA DAGING SAPI DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Pipit, Pipit; Pranoto, Yudi Sapta; Evahelda, Evahelda
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.03.17

Abstract

Harga daging sapi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung cenderung berfluktuasi pada 10 tahun terakhir. Fluktuasi harga dapat menyebabkan volatilitas harga yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis volatilitas harga daging sapi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi volatilitas harga daging sapi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series periode Januari 2007 sampai Desember 2016. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model ARCH-GARCH (Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (ARCH) dan Generalized Autogressive Conditional Heteroscedasticity (GARCH)) dan analisis model VAR/VECM (Vector Autoregression (VAR) atau Vector Error Correction Model  (VECM)) dengan bantuan aplikasi Eviews 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas harga daging sapi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung rendah dengan nilai koefisien ARCH sebesar 0,467403 dan akan bertahan dalam jangka waktu yang lama dengan koefisien GARCH sebesar 0,807681. Faktor-faktor yang mempengaruhi volatilitas harga daging sapi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam jangka panjang yaitu harga daging sapi domestik dengan nilai presentase sebesar 4,60692, suku bunga dengan nilai presentase sebesar 3,41990 dan nilai tukar rupiah dengan nilai presentase sebesar 3,03446. Pada jangka pendek tidak terdapat faktor yang mempengaruhi volatilitas harga daging sapi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Analisis Kesediaan Membayar (Willingness To Pay) Konsumen Terhadap Berbagai Jenis Beras Organik di Kota Semarang (Kasus Pasar Modern Gelael Signature) Elisabet Trixie Riana; Mukson Mukson; Wilujeng Roessali
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.594 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.04.4

Abstract

Beras organik saat ini mengalami peningkatan permintaan seiring dengan peralihan masyarakat ke pola hidup yang lebih sehat. Distribusi beras organik jarang ditemukan pada pasar tradisional namun banyak tersedia di pasar modern. Distribusi beras organik yang belum merata disebabkan antara lain oleh harganya yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras non organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesediaan membayar atau willingness to pay (WTP) konsumen dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 di dua lokasi Gelael Signature Kota Semarang dengan penentuan lokasi secara purposive. Reponden yang diambil sebanyak 100 orang dengan menggunakan metode accidental sampling. Data dianalisis menggunakan Metode Kontingen Valuasi untuk mengetahui nilai rata-rata WTP maksimum dan analisis regresi logistik untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi WTP konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 88% responden bersedia membayar lebih dengan peningkatan antara 5% sampai dengan 25% dari harga beras organik saat ini. Faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi kesediaan membayar konsumen adalah jumlah pendapatan per bulan, harga dan merek beras organik
Faktor Sosial Ekonomi yang Mempengaruhi Produksi Padi Organik di Tasikmalaya nurlela machmuddin; Nunung Kusnadi; Rayhana Jafar
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.04.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor sosial ekonomi yang mempegaruhi produksi pada usahatani padi organik di Kabupaten Tasikmalaya. Kecamatan Cisayong dan Kecamatan Salawu dipilih secara sengaja (purposive) karena merupakan wilayah yang paling banyak memiliki petani padi organik yang telah disertifikasi serta telah dijadikan wilayah demplot. Jumlah petani yang dijadikan sampel penelitian sebanyak 50 petani. Jenis data yang digunakan adalah data primer tahun 2015. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan metode OLS (Ordinary least square). Dari hasil pendugaan model ditunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.987. Hasil uji F menghasilkan nilai p-value sebesar 0,00  < α = 0.1 artinya bahwa faktor umur, pendidikan formal petani, pengalaman petani, luas lahan, keaktifan petani dalam kelompok tani, intensitas mengikuti penyuluhan, dan tingkat penerapan SNI organik berpengaruh nyata terhadap produksi padi organik. Hasil analisis uji-t diperoleh bahwa faktor yang signifikan berpengaruh terhadap produksi padi organik yaitu  faktor pendidikan formal petani (rata-rata SD), pengalaman berusahatani secara organik (rata-rata 7.5 tahun) dan luas lahan petani (rata-rata 0.33 Hektar). Sumberdaya petani perlu lebih ditingkatkan lagi bukan saja melalui pendidikan formal tapi juga dapat dilakukan melalui pendidikan non formal seperti kursus-kursus, dan pengembangan program sekolah lapang. Penyuluhan yang intensif diharapkan dapat memotivasi petani untuk terus mengembangkan usahatani padi organik. Peningkatan luas areal lahan organik perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan produksi padi organik
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Pembelian Benih Padi Varietas Ciherang Pada Petani di Kabupaten Sragen Raynisa Aldina Murshid; Titik Ekowati; Siswanto Imam Santoso
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.04.12

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis jumlah pembelian benih padi varietas Ciherang dan menganalisis pengaruh harga benih, selera petani, kesesuaian lahan, mutu benih dan produktivitas terhadap jumlah pembelian benih padi varietas Ciherang di Kabupaten Sragen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Lokasi penelitian dipilih secara purposive di Kabupaten Sragen. Responden ditentukan dengan metode snowball sampling. Jumlah responden ditentukan dengan rumus Slovin sebanyak 100 responden kemudian dihitung dengan proportional sampling untuk dua kecamatan, Kecamatan Sidoharjo sebanyak 38 responden dan Kecamatan Masaran sebanyak 62 responden. Responden yang dipilih yaitu petani yang membeli dan menerapkan benih padi varietas Ciherang. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan November – Desember 2018. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yang dibantu dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan rumus regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan rata – rata jumlah pembelian benih padi varietas Ciherang di Kabupaten Sragen sebesar 29,55 kg/ha/musim tanam. Variabel bebas secara serempak berpengaruh terhadap jumlah pembelian benih padi varietas Ciherang. Variabel selera petani, mutu benih dan produktivitas secara parsial berpengaruh terhadap jumlah pembelian benih padi varietas Ciherang, sedangkan variabel harga benih dan kesesuaian lahan tidak berpengaruh terhadap jumlah pembelian benih padi varietas Ciherang.
Pengembangan Pertanian Alami Berbasis Self-Help Erwin Rasyid; Ayu Adriyani; Ratna Riadhini Darmawan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.04.16

Abstract

Studi ini mencoba melihat bagaimana proses kontektualisasi perspektif self-help dalam praktik pengembangan pertanian alami yang dilakukan oleh masyarakat Salassae. Salassae merupakan salah satu desa di Bulukumba yang berhasil mengorganisir pengembangan pertanian alami di wilayahnya. Pendekatan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui praktik pertanian alami di Salassae, terjadi proses perubahan sosial ekonomi yang dapat dilihat melalui ruang-ruang yang diciptakan oleh masyarakat untuk membaca dan mengenali masalah yang mereka hadapi. Proses pengembangan pertanian alami di desa Salassae dicapai melalui mobilisasi sumber daya hingga pengembangan kapasitas masyarakat. Keputusan untuk beralih dari pertanian konvensional ke pertanian alami menampakkan perubahan positif yang membuat mereka terpacu untuk terus melakukan perbaikan baik dalam bidang pertanian maupun bidang sosial ekonomi masyarakat
Kelayakan Usaha Penggilingan Padi Menetap dan Penggilingan Padi Keliling di Kabupaten Sragen Amalia Nadifta Ulfa; Masyhuri Masyhuri
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.657 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha penggilingan padi menetap dan penggilingan padi keliling. Data penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung, data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian menggunakan proporsional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai untuk penggilingan padi tetap adalah NPV Rp 621.937.416; Net B/C Ratio 1,83; IRR 35,80; PBP 3 tahun 6 hari. Sedangkan untuk penggilingan padi keliling adalah NPV Rp 23.580.694; Net B/C Ratio 1,60; IRR 29,48; PBP 5 tahun 4 bulan 3 hari. Berdasarkan indikator kelayakan NPV, Net B/C Rasio, IRR, dan PBP, usaha penggilingan padi menetap dan keliling layak untuk dikembangkan.
Strategi Pengembangan Agrowisata Berbasis Bunga Krisan (Chrysanthemum Morifolium R.) di Taman Bunga Celosia, Desa Candi Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Muhammad Arfani Fadlil; Wulan Sumekar; Dyah Mardiningsih
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.4

Abstract

Penelitian strategi pengembangan agrowisata berbasis bunga krisan telah dilakukan pada bulan Desember 2018 - Januari 2019 di Taman Bunga Celosia, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Pemilihan lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan adanya bunga krisan yang potensial dikembangkan sebagai basis agrowisata. Penelitian bertujuan untuk menganalisis, mengetahui dan menentukan strategi pengembangan agrowisata dengan berbasis bunga krisan yang dilihat dari sisi internal dan eksternal. Strategi pengembangan dianalisis menggunakan analisis SWOT, dilanjutkan dengan menentukan alternatif strategi. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa Taman Bunga Celosia berada di posisi kolom I (pertumbuhan) untuk Matriks IE dan Kuadran I (agressive) untuk diagram SWOT. Hasil alternatif strategi yang didapatkan melalui beragam strategi pada matriks SWOT (strategi SO,ST, WO dan WT) menunjukkan bahwa pihak Taman Bunga Celosia dapat menggunakan strategi pengembangan yang bersifat proaktif. Strategi pengembangan yang dipilih yaitu penambahan luas area taman bunga celosia untuk mengadakan pengembangan dan menambah blok bunga krisan, menyelesaikan perihal berbagai perizinan usaha untuk memudahkan akses pengembangan lebih luas lagi, membangun green house yang canggih juga menarik untuk membuat budidaya bunga krisan lebih optimal  dan membentuk tatanan landasan organisasi (SOP, visi, misi, rencana pengembangan tertulis dan tetap) untuk menjaga kesinambungan usaha.