JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
Jurnal Ilmiah Muqoddimah merupakan kumpulan penelitian ilmiah tentang Ilmu Sosial, khususnya yang berhubungan dengan disiplin Ilmu Sosial, Politik, Administrasi dan Humaniora, diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, tujuan pengembangan jurnal ini adalah sebagai wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan telaah kritis terhadap konsep-konsep baru dalam ilmu-ilmu sosial. Jurnal Ilmiah Muqoddimah menerima sumbangan artikel hasil penelitian dan artikel konseptual (non penelitian) dari penulis umum.Dalam setiap penerbitannya, satu tahun dua kali (periode Maret – Agustus dan September – Februari).
Articles
1,482 Documents
ADAPTATION OF PUBLIC SERVICES IN THE ERA OF COVID 19
Muhammad Wilson Victor;
Ricardi S Adnan
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jim.v6i2.2022.394-400
The success of public service organizations in the Covid 19 Era is greatly influenced by the ability to adapt to social changes that occur. This study illustrates how adaptation in public services in the Covid 19 era has shifted to serving via digital or online. The changes that have occurred have resulted in changes in people's behavior due to the implementation of the covid 19 protocol and government policies in handling Covid-19 during the pandemic. With the existing limitations, public services must be ensured to continue to run effectively and optimally so that the quality of public services provided remains. This study uses a literature review approach which is part of the qualitative type. In collecting research data, researchers utilize some literature, both library research and field research, which are primary and secondary. By combining all findings, both theories, models, and concepts of public service transformation to the changes that occur. This is done to provide input on existing Public ServicesKeywords: Public Service, Covid 19
PERAN STAKEHOLDER DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN RELOKASI PELABUHAN BONGKAR MUAT DI KAWASAN FREE TRADE ZONE KABUPATEN KARIMUN
Viea Berliana;
Adianto Adianto
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jim.v6i2.2022.484-494
Kebijakan untuk merelokasi pelabuhan bongkar muat memang sudah lama direncanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun. Namun, sampai sekarang kebijakan tersebut belum juga terealisasi. Dalam hal ini, peran dari setiap stakeholder yang terlibat dalam implementasi kebijakan harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran stakeholder dalam implementasi kebijakan relokasi pelabuhan bongkar muat, dan melihat faktor-faktor yang menghambat peran stakeholder dalam implementasi kebijakan relokasi pelabuhan bongkar muat di Kawasan Free Trade Zone Kabupaten Karimun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulaitatif dengan pendekatan studi kasus yang bersifat analisis deskriptif. Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori peran stakeholder menurut Nugoho. Hasil penelitian ini adalah stakeholder yang terlibat dalam implementasi kebijakan pelabuhan bongkar muat belum melaksanakan perannya dengan baik, serta faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam implementasi kebijakan relokasi pelabuhan bongkar muat meliputi regulasi dan sikap stakeholder, kurangnya koordinasi antar stakeholder, dan fasilitas pelabuhan pengganti yang dinilai masih kurang.Kata kunci: Free Trade Zone, pelabuhan bongkar muat, stakeholder
PERANAN TOKOH MASYARAKAT DALAM MEMBERANTAS PEREDARAN NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, DAN OBAT-OBATAN TERLARANG (NARKOBA) DI KOTA PADANGSIDIMPUAN
Annisa Khairani;
Effan Zulfiqar;
Dedy Suhendra
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 1 (2022): Pebruari, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jim.v6i1.2022.181-187
Peredaran gelap narkoba yang begitu cepat hingga menyentuh masyarakat lapisan bawah, tidak memandang status sosial, dan merusak sendi kehidupan masyarakat tidak hanya di kota-kota besar tetapi sudah sampai ke kota kecil seluruh Indonesia, begitu juga dengan di Kota Padangsidimpuan. Begitu parahnya dampak dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba terhadap kondisi fisik maupun lingkungan sosial. Sehingga untuk penangulangannya tidak bisa hanya oleh pihak kepolisian, BNN maupun pemerintah. Oleh karena itu diperlukan juga peran serta tokoh masyarakat. Metode penelitian yang digunalakan adalah penelitian deskriptif kualitatip. Adapun hasil penelitiannya adalah, bahwa (1) Kepala Lingkungan mengajak masyarakat mengikuti sosialisai bahaya narkoba dan mengajak pemuda untuk bergabung dalam organisasi satgas pemuda anti narkoba, (2) Para Tokoh Adat membentuk atau mengaktifkan kembali NNB yang menjadi pagar desa guna melindungi masyarakat dari masyarakat asing yang hendak mengedarakan dan melakukan penyalahgunaan narkoba.Kata Kunci: Peranan, Tokoh Masyarakat, Narkoba
POTENTIAL OF IDENTITY POLITICAL ISSUES IN THE PANDEMIC ERA: BETWEEN THREATS AND THE INTEGRITY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
Reza Abdurrakhman;
Fernanda Allice Pradita
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jim.v6i2.2022.563-572
Tulisan ini menyoroti adanya potensi praktis politik identitas Islam yang tampil melalui aksi kontroversi oleh pemimpin organisasi Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab dan aksi-aksi perlawanan terhadap pemerintahan berbasiskan agama di era pandemi. Kontroversi kepulangan Habib Riziq Shihab yang dikaji melalui ilmu politik. Sebab itu, tulisan ini berusaha untuk mengkaji beberapa hal, yaitu: (1) Melacak berbagai potensi bentuk politik identitas yang didasarkan pada kontroversi; (2) potensi lunturnya multikultral di NKRI. (3). Solusi dalam mencegah politik Identitas melalui Pancasila. Metode yang digunakan studi pustaka untuk menganalisa agar memperoleh hasil secara ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian menemukan potensi simbol kontroversi politik dari Habib Rizieq Shihab dengan politik agama melalui fanatisme dan kasus kerumunan, yang secara kasat mata mengaburkan penghargaan terhadap realitas keberagaman sekaligus mereduksi peran penting Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia. Kasus kepulangan Habib Rizieq Shihab, sikap fanatisme dan pertentangan yang lain ini tak jarang berujung pada pengerahan massa untuk mengekspresikan identitas yang ingin dianggap berbeda dari mayoritas itulah salah satu bentuk potensi dari politik identitas islam. Situasi dan potensi yang seperti itu dapat mencabik pluralitas keagamaan yang dipupuk bangsa ini sejak lama dan bhinneka tunggal ika merupakan solusinya. Simpulan dari situasi sosial yang seperti kepulangan Habib Riziieq Shihab dapat mencabik pluralitas keagamaan yang dipupuk bangsa ini sejak lama. (1) Adanya berbagai potensi bentuk politik identitas (2) potensi lunturnya multikultral di NKRI. (3). Politik Identitas dapat dicegah melalui Nilai-nilai Pancasila.Kata Kunci : Pancasila, Politik Identtas, Potensi
Pola Komunikasi antara Orang tua dan Anak Usia Remaja dalam Pendidikan Seks
Rizka Hari Kusmianigtyas;
Kusrin Kusrin;
Eka Yusup
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jim.v6i2.2022.429-437
Dalam memberikan Pendidikan kepada anak orang tua selalu melakukan komunikasi dengan anak, baik secara verbal maupun non-verbal. Komunikasi verbal merupakan komunikasi yang diucapkan secara lisan dan tulisan, sedangkan komunikasi non-verbal merupakan komunikasi yang dilakukan baik secara ekspresi, gestur sampai penempatan ruang dan waktu yang tepat. Pendidikan seks merupakan pendidikan dasar yang harus diberikan orang tua kepada anak yang bertujuan untuk membentuk konsep diri. Adanya media eksternal yang dapat mempengaruhi kepribadiannya menjadikan peran orang tua sangat dianjurkan dalam mendampingi tumbuh kembang anak pada usia ini. Kurangnya pengetahuan seks oleh orang tua membuat ibu ragu bahkan enggan untuk memberikan pendidikan seks kepada anak. Anak usia remaja yaitu berkisar di antara usia 10-19 tahun, pada usia ini anak memerlukan metode komunikasi yang dapat diterima pemikirannya agar dapat dimengerti secara jelas. Penelitian ini meneliti bagaimana pola komunikasi orang tua dengan menggunakan lambang verbal dan non-verbal dalam memberikan pendidikan seks kepada anak remaja dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana peneliti melakukan pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara dengan narasumber. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa ibu lebih banyak menggunakan komunikasi verbal seperti bercerita, memberikan nasihat dan teguran secara langsung kepada anak, melarang pacaran atau menjalin hubungan dengan lawan jenis. Adapun komunikasi non-verbal sangat berperan penting dalam komunikasi pendidikan seks dimana anak menjadi lebih mengetahui isi pesan saat komunikasi sedang berlangsung dan komunikasi menjadi lebih efektif dengan menggunakan ruang dan waktu yang tepat. Seperti di kamar dan ruang tengah, serta memperhatikan mood anak.Kata Kunci: Pola Komunikasi, Komunikasi Verbal, Komunikasi Non-verbal, Pendidikan Sex
REFLEKSI EPISTIMOLOGI MASYARAKAT MADANI
Sazali Sazali
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 1 (2022): Pebruari, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jim.v6i1.2022.260-272
Konsep masyarakat madani (civil society) lahir dan berkembang dalam tradisi pemikiran Barat. Konsep ini diadopsi oleh cendekiawan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Konsep civil society pada perkembangan selanjutnya menjadi kajian-kajian yang intensif di kalangan intelektual Indonesia. Studi ini mengkaji mengenai perkembangan mengenai konsep masyarakat madani. Selanjutnya dikaitkan dengan konteks percakapan intelektual Indonesia mengenai masyarakat madani. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan bersumber dari kajian literatur atau literatur review. Hasil dari studi bahwa konsep masyarakat madani telah menjadi perbincangan kaum intelektual di Indonesia sekaligus menjadi landasan mengimplementasikannya dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat
Strategi Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Dalam Pembinaan Organisasi Masyarakat di Kabupaten Karawang
Dida Rizki Ramadhan;
Gun Gun Gumilar
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jim.v6i2.2022.361-367
AbstrakOrganisasi masyarakat (ormas) merupakan organisasi yang memegang peranan penting dalam memperjuangkan hak-hak rakyat dalam kehidupan bernegara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai macam permasalahan yang dilakukan oleh ormas di Kabupaten Karawang yang tidak sesuai dengan tujuan dan funsinya. Konflik antar ormas dikatakan sebagai konflik sosial, karena konflik tersebut terjadi dalam kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh adanya perbedaan pendapat atau pandangan tertentu dari individu maupun kelompok masyarakat. Konflik sosial dapat berupa konflik antar ormas, konflik antar warga, dan konflik antar suku, agama, ras dan golongan. perilaku dan aktivitas tesebut tidak mencerminkan kewajibannya sebagai organisasi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalis strategi Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik dalam pembinaan ormas di Kabupaten Karawang. Tipe penelitian desktiptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori strategi pemberdayaan menurut Edi Suharto (2017) yang terdiri dari pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, dan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukan kantor Kesbangpol Kabupaten Karawang melakukan pencegahan agar tidak terjadinya konflik antar ormas yaitu berupa pembinaan dan pemberdayaan kepada ormas yaitu dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan dan pembinaan mengenai wawasan kebangsaan kepada masing-masing ormas di Kabupaten Karawang sehingga dapat melakukan aktivitas sesuai dengan tujuan dan fungsinya sebagai ormas demi menjaga nilai-nilai persatuan dan kesatuan Bangsa.Kata Kunci: Strategi, Ormas, Karawang.
Implementasi kawasan Tanpa Rokok di kawasan Alun-alun Karawang
Wili Depas;
Lukmanul Hakim;
Dewi Noor Ajizah
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jim.v6i2.2022.453-465
Penelitian ini membahas tentang implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok di Alun-alun Kabupaten Karawang yang dilatar belakangi oleh hasil pengamatan peneliti masih mudah di temui perokok yang merokok disembarang tempat di Alun-alun Kabupaten Karawang yang semestinya lokasi Alun-alun Kabupaten Karawang menjadi kawasan tanpa rokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengdentifikasi implementasi kawasan tanpa rokok di Alun-alun Kabupaten Karawang. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ini terdiri dari Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kab. Karawang, Promotor Kesehatan Kelurahan Karawang Kulom, Satgas KTR atau Polisi Pamong Praja, dan Masyarakat di dekat Alun-alun Kab. Karawang. Peneliti menggunakan teori Implementasi Kebijakan menurut David L Weimer yaitu Logika Kebijakan, Lingkungan Kebijakan, dan Kemampuan Implementor Kebijakan. Hasil dari penelitian ini menunjukan kebijakan kawasan tanpa rokok di Kab. Karawang bertujuan untuk menekan angka perokok yang tinggi dan untuk menyehatkan masyarakat, karena kurangnya konsisten dari pemerintah, implementor, dan masyarakat untuk menegakan kebijakan tersebut, sehingga kebijakan tersebut belum optimal.Kata Kunci: implementasi, kebijakan, kawasan tanpa rokok, alun-alun karawang
REKRUTMEN CALON ANGGOTA DPRD KABUPATEN BERAU OLEH DPD PARTAI NASIONAL DEMOKRAT PADA PEMILU SERENTAK TAHUN 2019
Eddy Kuswari
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 1 (2022): Pebruari, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jim.v6i1.2022.301-310
Penelitian ini berfokus pada rekrutmen politik calon anggota DPRD Kab.Berau pada pemilihan legislatif 2019-2024 yang dilakukan oleh DPP Partai NasDem. Partai NasDem di Kabupaten Berau sendiri berhasil mencetak sejarah dengan memenangkan pemilihan legislatif 2019-2024, bahkan berhak menduduki kursi ketua DPRD Kab.Berau. Keberhasilan partai NasDem Kab.Berau sendiri salah satunya karena perekrutan politiknya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rekrutmen politik dalam penelitian ini, yaitu teori rekrutmen politik yang dirumuskan oleh Rush dan Althoff, yang menyebut bahwa dalam proses rekrutmen politik, ada elemen seperti permintaan dan penyediaan, agensi,kontrol, kriteria dan tuntutan. Sementara metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, karena yang diteliti adalah proses yang menjadi keunggulan studi kualitatif. Penelitian ini berargumen bahwa proses rekrutmen calon anggota DPRD Partai NasDem di Kab.Berau relatif berjalan terbuka. Partai NasDem membuka kesempatan bukan hanya untuk orang yang sudah menjadi kader, tapi untuk masyarakat luas yang mempunyai minat mengabdi kepada publik melalui kursi legistalif. Adapun penyediaan calon anggota DPRD sendiri dipengaruhi oleh permintaan, yakni bersumber dari aturan formal KPU, aspirasi masyarakat dan internal partai. Agensi yang bertugas menyeleksi adalah agensi formal partai, yakni DPP. Agensi ini bertugas juga untuk melakukan kontrol, agar orang yang tersedia sebagai calon anggota DPRD sesuai dengan permintaan. Sementara untuk kriteria, DPP NasDem mengutamakan orang yang mempunyai modal sosial kuat di tengah masyarakat.
PERANAN BADAN PEMANGKU ADAT MANDAILING JULU DALAM MENGEMBANGKAN GORDANG SAMBILAN (Studi: Kabupaten Mandailing Natal)
Nurhamidah Gajah;
Arifana Arifana;
Rawalan Harapan Gajah;
Arpan Mawardi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 1 (2022): Pebruari, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jim.v6i1.2022.95-102
Budaya suatu suku bangsa merupakan suatu penampakan identitas diri dari suku bangsa tersebut. Suatu suku bangsa dapat dikenal oleh dunia apabila suatu suku bangsa tersebut sanggup memperkenalkan identitas dirinya lewat budayanya yang khas. Masyarakat yang berbudaya memiliki apresiasi terhadap seni atau kesenian. Masyarakat yang mau memberikan apresiasi terhadap seni berarti masyarakat yang bangga dan menghargai akan seni itu sendiri. Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi di dunia ini, banyak sekali hal-hal yang dianggap kuno atau ketinggalan jaman yang ditinggalkan oleh masyarakat begitu saja termasuk budaya. Begitu pula di daerah Mandailing, terdapat kesenian yang ditinggalkan oleh masyarakatnya salah satunya Gordang Sambilan karena dianggap sudah ketinggalan zaman dan tidak dapat bersaing dengan budaya-budaya baru yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran Badan Pemangku Adat Mandailing Julu Dalam Mengembangkan Gordang Sembilan di Kelurahan Tamiang Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal. Berdasarkan hasil penelitian diketahi bahwa Badan Pemangku Adat Mandailing Julu memiliki peran dalam mengembangkan Gordang Sembilan di Kelurahan Tamiang Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal, besaran peran tersebut adalah sebsesar 53,48%.Kata kunci : Adat Mandailing, Gordang Sambilan, Lembaga Kebudayaan, Peranan