cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
ISSN : 25485067     EISSN : 25986236     DOI : -
Jurnal Ilmiah Muqoddimah merupakan kumpulan penelitian ilmiah tentang Ilmu Sosial, khususnya yang berhubungan dengan disiplin Ilmu Sosial, Politik, Administrasi dan Humaniora, diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, tujuan pengembangan jurnal ini adalah sebagai wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan telaah kritis terhadap konsep-konsep baru dalam ilmu-ilmu sosial. Jurnal Ilmiah Muqoddimah menerima sumbangan artikel hasil penelitian dan artikel konseptual (non penelitian) dari penulis umum.Dalam setiap penerbitannya, satu tahun dua kali (periode Maret – Agustus dan September – Februari).
Arjuna Subject : -
Articles 1,546 Documents
STRATEGI CALON ANGGOTA LEGISLATIF PEREMPUAN DALAM UPAYA MEMENANGKAN PEMILIHAN LEGISLATIF 2019 KOTA PADANGSIDIMPUAN Ramadhona, Elfi Syahri; Parapat, Natalia
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 4, No 1 (2020): Pebruari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v4i1.2020.16-25

Abstract

Menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Partai Politik dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRD menggaris bawahi setiap partai politik peserta pemilu mengajukan anggota calon legislatif untuk setiap daerah pemilihan dengan memperhatikan partisipasi perempuan sekurang-kurangnya 30% dengan kuota 30%. Tetapi di Kota Padangsidimpuan bukan lagi pada proses pencalonan anggota legislatif perempuan, tetapi proses bagaimana agar calon-calon legislatif perempuan tersebut mampu memenuhi kuota minimal 30% untuk mengisi kursi yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi apa saja yang dilakukan oleh calon legislatif perempuan dalam upaya memenangkan pemilihan legislatif 2019 Kota Padangsidimpuan beserta kelemahannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh caleg perempuan meliputi: promosi dengan cara pemanfaatan media massa dan media cetak, menunjukkan produk dengan cara berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, memahami place dengan cara berpartisipasi secara langsung dalam kegiatan masyarakat, dan memberi harga dengan cara mengandalkan peran tim sukses dalam kampanye. Sedangkan kelemahan dari pelaksanaan strategi bahwa partai politik tidak memiliki cara khusus guna mengangkat keterwakilan perempuan di lembaga legislatif. Strategi politik seluruhnya diserahkan kepada caleg masing-masing. Bahkan ada beberapa partai politik dimana keberadaan perempuan sebagai caleg hanya sebatas untuk memenuhi syarat partai politik menjadi peserta pemilu. Sehingga strategi yang digunakan oleh caleg perempuan belum matang atau belum dilakukan secara mendalam hanya menyentuh dasar-dasar dari teori strategi itu saja.Kata Kunci: Strategi, Caleg Perempuan, Pemilihan Legislatif
KONTROVERSI PEMBERIAN ASIMILASI DAN HAK INTEGRASI DALAM PERMENKUMHAM NOMOR 10 TAHUN 2020 DALAM MENANGGULANGI COVID-19 Amrullah, Ihsan; Wibowo, Padmono
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 5, No 1 (2021): Pebruari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v5i1.2021.59-70

Abstract

Pemberlakuan Permenkumham No. 10 Tahun 2020 Tentang Syarat Pemberian Asimilasi Dan Hak Integrasi Bagi Narapidana Dan Anak Dalam Rangka Pencegahan Dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 menimbulkan beberapa kontroversi dalam masyarakat, seperti narapidana yang kembali berulah setelah mendapatkan asimilasi dan hak integrasi serta masyarakat yang menganggap bahwa peraturan menteri tersebut lebih berpihak kepada Narapidana Tipikor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum yuridis normatif dan pesifikasi penelitian menggunakan deskriptif analitis untuk menggambarkan suatu kenyataan dan fakta-fakta yang berkaitan dengan pemberian asimilasi dan hak integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka penanggulangan dan pencegahan penyebaran covid-19. Kesimpulan dalam penelitian, bahwa kontroversi yang muncul dalam masyarakat terkait penerapan Permenkumham No. 10 Tahun 2020 itu dipengaruhi oleh dua faktor yakni (1) Kurangnya kesadaran hukum masyarakat, sehingga mereka beranggapan bahwa peraturan yang dikeluarkan berpihak pada orang yang memiliki kepentingan; (2) Kurangnya pembimbingan dan pengawasan dari Balai Pemasyarakatan maupun dari pihak kepolisian dalam mengefektifkan penerapan pemberian asimilasi dan hak integrasi dalam rangka menanggulangi dan mencegah penyebaran covid-19.Kata kunci: asimilas, hak integras; kontroversi, narapidana
Studi Tentang Pertarungan Nilai dalam Praktik Sosial Sekolah: Analisis Pendekatan Perspektif Teori Bourdieu. Soleha, Riyadus; Veranty, Gina; Afriyani, Deby; Kurnia Sari, Dessy; Sentia, Meme; Hidayati, Hidayati
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.59-65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertarungan nilai dalam praktik sosial di tiga model sekolah dasar di Kota Pangkalpinang, khususnya Sekolah Alam Pangkalpinang, SD Negeri 44 Pangkalpinang, dan SD Islam Al-Azhar 71 Pangkalpinang. Studi ini bertujuan untuk memahami nilai-nilai sosial dan moral yang terintegrasi dalam praktik pendidikan yang beragam, serta struktur sosial yang memengaruhi bentuk habitus, modal, dan arena di masing-masing sekolah melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan wali kelas untuk mengumpulkan data, dan kemudian melakukan analisis data kualitatif melalui model interaktif Miles Huberman. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa masing-masing sekolah mengembangkan nilai sosial yang berbeda dan strategi reproduksi sosial yang berbeda. Sekolah Alam Pangkalpinang mengembangkan habitus ekologis dan spiritual melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan kegiatan kewirausahaan. SD Negeri 44 Pangkalpinang menekankan kebiasaan disiplin, tanggung jawab, dan cinta lingkungan sebagai habitus sosial warga sekolah. Sementara itu, SD Islam Al-Azhar 71 Pangkalpinang mengintegrasikan nilai-nilai Islam, akademik global, dan karakter religius dalam kurikulum terintegrasi nasional, Al-Azhar, dan Cambridge. Dalam perspektif Bourdieu, praktik sosial pendidikan dari ketiga sekolah mengindikasikan pertarungan nilai antara kapital budaya setempat, religius, dan global, yang berlangsung dalam arena pendidikan dasar. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan adalah arena reproduksi nilai simbolis, di mana sekolah bersaing untuk mendapatkan legitimasi moral dan sosial melalui modal budaya, sosial, dan simbolik yang mereka miliki. Penelitian ini menegaskan bahwa sekolah perlu mengadopsi pendekatan reflektif dan kontekstual dalam penanaman nilai agar dapat menjadi ruang dialog antar nilai dan budaya. 
Peran Organisasi Pimpinan Daerah Aisyiyah dalam Pembangunan Inklusif di Kabupaten Garut Amelia, Meli; Pasciana, Rostiena
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.382-392

Abstract

Ketidakmerataan pembangunan di Kabupaten Garut menunjukkan perlunya peran organisasi masyarakat dalam memperkuat praktik pembangunan yang inklusif. Penelitian ini mengkaji peran Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Garut dalam mendorong pembangunan berperspektif Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, dengan analisis data menggunakan NVivo untuk pengodean, kategorisasi, dan penarikan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDA Garut menjalankan tujuh dimensi peran organisasi masyarakat secara terpadu melalui program Balai Sakinah Aisyiyah, Sekolah Lansia Berdaya, BUEKA, Musrenbang Perempuan dan Kelompok Rentan, serta pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas. Program tersebut berkontribusi pada peningkatan kapasitas, kesejahteraan, dan partisipasi kelompok rentan. Namun, aspek pengawasan pembangunan dan pemeliharaan ketertiban masih perlu diperkuat. Temuan ini menegaskan bahwa Aisyiyah menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses layanan dasar yang sesuai kebutuhan masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa kontribusi PDA Garut turut mendorong tercapainya kesejahteraan kelompok rentan, dengan rekomendasi penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor serta keberlanjutan program. 
Hubungan Antara Forgiveness dan Self-Compassion dengan Subjective Well-Being Pada Dewasa Awal Pasca Perselingkuhan dalam Hubungan Berpacaran Ibthihaq, Balqis Di'ab; Widjanarko, Mochamad
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.295-304

Abstract

Kesejahteraan subjektif merupakan evaluasi individu pada kualitas hidupnya baik dari aspek kognitif ataupun afektif. Dalam konteks pemulihan pasca perselingkuhan, kombinasi forgiveness dan self-compassion dapat dianggap sebagai mekanisme pemulihan penting yang meningkatkan kesejahteraan subjektif pada dewasa awal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji secara empiris hubungan antara forgiveness dan self-compassion dengan subjective well-being pada dewasa awal pasca perselingkuhan dalam hubungan berpacaran. Populasi yang digunakan dalam penelitian yaitu dewasa awal pengguna media sosial TikTok dengan kriteria usia 18-25 tahun, dan memiliki pengalaman perselingkuhan 1-3 tahun terakhir. Penelitian dilakukan dengan menggunakan purposive sampling yang melibatkan 100 responden sebagai sampelnya. Pengumpulan data dilakukan melalui skala subjective well-being yang berisi 42 item, skala forigiveness 42 item, dan skala self-compassion 42 item. Data dianalisis menggunakan metode analisis regresi dua prediktor dan product moment. Hasil analisis data diperoleh terdapat hubungan antara forgiveness dan self-compassion dengan subjective well-being pada dewasa awal pasca perselingkuhan dalam hubungan berpacaran yang bernilai positif dengan nilai signifikansi (p=0,000) dan koefisien korelasi (R=0,679), sehingga hipotesis penelitian dinyatakan diterima. Hasil penelitian menyatakan bahwa forgiveness dan self-compassion dari subjek penelitian berpengaruh pada kesejahteraan subjektifnya.
Crafting Meaning in the Marketplace: The Role of Storynomics in Creative Economy Competition Arfa Tinsia, Vionie; Rahmah R, Faizah; Dinillah, Sofia; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.535-542

Abstract

Narrative has become a key differentiator in the creative economy, where companies compete not only through products but also through meaning. Storynomics, a strategy that combines economic value creation with storytelling, has revolutionized how companies interact with consumers, influence perception, and foster emotional loyalty. In order to understand why story-driven value propositions outperform conventional marketing strategies and how businesses can use storynomics to maintain competitive advantage, this paper examines the role of narrative as strategic differentiation. This article employs a qualitative, conceptual research method that synthesizes theoretical literature on narrative theory, marketing communication, and creative economy studies. The results show that using stories helps businesses stand out and build lasting value. It also shows how storytelling can support strong branding, keep customers engaged, and guide company strategy in today’s creative economy.
Upaya Implementasi Program Gizi Buruk pada Balita dalam Bingkai Peran Pemerintah Daerah: Kolaborasi Dinas Kesehatan, Puskesmas, Posyandu, dan Partisipasi Keluarga di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat Menuju Target SDGS 3 (Good Health And Well Being) Witarsa Putri, Fega Sukma; Azimah, Farhana; Richy, Vianca Ayla; Afifah, Dian Fitriani
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.198-207

Abstract

Gizi buruk pada balita masih menjadi tantangan kesehatan di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, dengan prevalensi gizi kurang dan buruk mencapai 11,30% dan lima kasus teridentifikasi pada tahun 2025. Penelitian ini menganalisis implementasi program penanggulangan gizi buruk dalam kerangka peran pemerintah daerah melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, Posyandu, dan keluarga menuju pencapaian SDGs 3. Dengan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, penelitian menemukan bahwa program berjalan melalui fungsi pemerintah sebagai regulator, dinamisator, dan fasilitator. Intervensi utama seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Formula 100, program Makan Bergizi Gratis (MBG), edukasi Emo Demo, pemantauan rutin, serta pendataan digital mendukung peningkatan status gizi dan partisipasi masyarakat. Namun, efektivitas program masih terkendala rendahnya literasi gizi keluarga, praktik MPASI yang tidak tepat, ketidakpatuhan hadir ke Posyandu, serta adanya sebagian kasus yang tidak tercatat dalam sistem pelaporan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan edukasi keluarga, peningkatan koordinasi lintas sektor, dan penguatan fungsi preventif Posyandu agar implementasi program lebih optimal dan mampu mempercepat pencapaian target SDGs 3.
Gotong Royong Menuju Kompetisi Pasar: Amandemen UUD 1945 Tahun 2002 dan Ketimpangan Keadilan dalam Ekonomi Digital di Indonesia Al Syahrin, M Najeri
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.105-121

Abstract

The shift in economic power structures following the amendments to the 1945 Constitution, particularly through Article 33 paragraph (4), marked a turning point in Indonesia's economic paradigm, moving from a mutual cooperation orientation toward market competition. The purpose of this study is to analyze this context in the expansion of the digital economy and its implications for the principle of equitable efficiency as mandated by Article 33 paragraph (4). Using the justice approach of Caporaso and Levine (1992) and the constitutional framework of Article 33 paragraph (4), this study describes how the efficiency and competition orientations underlying digital economic development tend to conflict with the values of social justice that are at the core of the Pancasila people's economy. Digital markets operating based on commercial logic result in an unequal distribution of access and profits, strengthen the dominance of large actors, and weaken the state's role in creating equality. Empirical impacts are evident in the inequality of digital infrastructure and access, the dominance of digital start-ups with high foreign capital expansion costs, e-commerce concentration, consumer data security and protection, technology adoption and capabilities across business scales, access to financing for MSMEs, and the lack of social security protection for informal workers. Without strong state policy intervention to expand digital infrastructure and ensure the inclusive distribution of economic benefits, the digital economy has the potential to deepen socio-economic inequality in Indonesia.
The Influence Of Servant Leadership And Quality Of Work Life On Organizational Citizenship Behavior (OCB) With Job Satisfaction As An Intervening Variable At The Agency For Personnel And Human Resources Development Of West Seram Regency Polle, Sherina Dien Mansur; Bahasoan, Aminah; Rolobessy, Mike J.
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.441-450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kepemimpinan Pelayan dan Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Perilaku Kewarganegaraan Organisasi (OCB), dengan Kepuasan Kerja sebagai variabel mediasi di antara karyawan Badan Pelayanan Sipil dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Seram Barat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya perilaku ekstra-peran (OCB) dalam meningkatkan efektivitas organisasi, khususnya di sektor pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS versi 3. Sampel terdiri dari 88 karyawan BKPSDM yang dipilih menggunakan teknik sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepemimpinan Pelayan memiliki pengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja tetapi tidak secara langsung memengaruhi OCB. Di sisi lain, Kualitas Kehidupan Kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja dan OCB. Selain itu, uji mediasi mengungkapkan bahwa Kepuasan Kerja secara signifikan memediasi hubungan antara Kepemimpinan Pelayan dan OCB, serta antara Kualitas Kehidupan Kerja dan OCB. Temuan ini menyoroti pentingnya kepuasan kerja sebagai mekanisme psikologis yang menjembatani pengaruh kepemimpinan dan variabel lingkungan kerja terhadap perilaku positif karyawan. Implikasi teoritis dari penelitian ini memperkuat teori Kepemimpinan Pelayan dan teori motivasi-higienis Herzberg, sementara implikasi praktisnya menawarkan rekomendasi untuk memperkuat gaya kepemimpinan pelayan dan meningkatkan kualitas lingkungan kerja untuk menumbuhkan loyalitas karyawan dan keterlibatan aktif dalam organisasi publik.
Peran Aplikasi E-Peken terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Surabaya Khusniyyah, Wildanatul
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.34-42

Abstract

E-peken merupakan aplikasi yang ditujukan untuk pengembangan UMKM di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode wawancara, observasi lapangan serta studi literatur untuk melihat objek lebih mendalam. Teori yang dipakai yaitu teori fungsionalisme struktural dari talcoot parson untuk menganalisis fungsi-fungsi yang saling berkaitan dari pemerintah, wirausaha dan konsumen. E-Peken berperan sebagai alat untuk mempromosikan produk Usaha Mikro Kecil dan menengah, Toko Kelontong serta Sentra Wisata Kuliner Kota Surabaya pasca Pandemi. Adanya proses adaptasi, sosialisasi, pengarahan melalui grup paguyuban serta pelatihan dari Dinas Koperasi Usaha Kecil menengah dan perdagangan memudahkan para wirausaha yang tergabung memperoleh keuntungan untuk mengembangkan usahanya. namun ditengah perjalanannya, E-Peken harus menghadapi tantangan seperti kekurangan minat pembeli, proses transaksi tanpa pihak ketiga serta jaminan kredibilitas wirausaha yang mendaftar. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi Pemerintah Kota Surabaya untuk mengembangkan efektivitas aplikasi E-Peken dan mengatasi tantangan yang ada.