cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika
ISSN : 23379421     EISSN : 25811290     DOI : -
Core Subject : Education,
urnal SOULMATH berisi tulisan yang berasal dari hasil penelitian, kajian, atau karya ilmiah di bidang Pendidikan Matematika. Terbit dua kali setahun yaitu Maret dan Oktober. Artikel yang masuk akan direview oleh reviewer yang berkompeten di bidangnya.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "vol 13 no 2 (2025)" : 7 Documents clear
Peran Matematika dalam Pendidikan STEM: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Integrasi Kurikulum dan Pendekatan Pedagogis Dewi Puji Lestari; Kamariah; Paskha Marini Thana
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v13i2.10599

Abstract

Abstract STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) education is increasingly becoming a major fokus in education, with the goal of equipping students with 21st-century skills. Mathematics serves as a foundation in STEM, supporting conceptual understanding in science and engineering. However, the integration of mathematics into the STEM curriculum remains a challenge, such as teacher readiness, curriculum flexibility, and the availability of supporting media and technology. This Systematic Literature Review (SLR) aims to examine the latest developments and future directions of STEM education with a fokus on curriculum integration and pedagogical approaches involving mathematics. This study uses the PRISMA approach, selecting 48 articles from the Scopus database that are relevant to this topic. The results show that manipulative tools (concrete and virtual), interdisciplinary approaches, and educational technology play a significant role in the successful integration of mathematics into STEM. The main contribution of this study is to provide a thematic map of trends, approaches, and challenges in integrating mathematics, as well as suggesting directions for further research to develop adaptive and collaborative STEM learning models. Keywords: Mathematics Integration, Pedagogical Approach, STEM Education. Abstrak Pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) semakin menjadi fokus utama dalam dunia pendidikan, dengan tujuan membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21. Matematika berperan sebagai fondasi dalam STEM, mendukung pemahaman konsep dalam bidang sains dan teknik. Namun, integrasi matematika dalam kurikulum STEM masih menjadi tantangan, seperti kesiapan guru, fleksibilitas kurikulum, serta ketersediaan media dan teknologi pendukung. Kajian Sistematis Literatur (SLR) ini bertujuan untuk menelaah perkembangan terbaru dan arah masa depan pendidikan STEM dengan fokus pada integrasi kurikulum dan pendekatan pedagogis yang melibatkan matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan PRISMA, dengan memilih 48 artikel dari database Scopus yang relevan dengan topik ini. Hasil menunjukan bahwa alat bantu manipulatif (konkret dan virtual), pendekatan interdisipliner, serta teknologi pendidikan memainkan peran penting dalam keberhasilan integrasi matematika dalam STEM. Kontribusi utama penelitian ini adalah memberikan peta tematik terkait tren, pendekatan dan tantangan dalam integrasikan matematika, serta menyarankan arah fokus penelitian selanjutnya untuk mengembangkan model pembelajaran STEM yang adaptif dan kolaboratif. Kata Kunci: Integrasi matematika, Pendekatan Pedagogis, Pendidikan STEM
Komunikasi Matematis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Teorema Pythagoras Ditinjau dari Gender Tasya Florensia; Dwi Juniati; Siti Khabibah
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v13i2.10700

Abstract

Abstract Written mathematical communication is important in learning mathematics because it helps students convey ideas systematically and revise solutions more easily. In problem solving, mathematical communication serves to understand, design, and communicate strategies in writing. One of the factors that influences mathematical communication is gender, which shapes students' thinking, communication patterns, and problem-solving strategies. This study aims to describe junior high school students' mathematical communication in solving Pythagorean Theorem problems in terms of gender. This study used a qualitative descriptive design, involving two students who were purposively selected and identified through the Bem Sex Role Inventory as students with dominant feminine or masculine characteristics. The results show that both students demonstrated mathematical communication in understanding the problem, planning the solution, and implementing the solution. (1) The male student illustrated and wrote down accurate but incomplete information. He planned the solution by illustrating and writing down the steps and formulas accurately and fluently but incompletely. Illustrations, calculation processes, and conclusions were expressed accurately and fluently, but were incomplete. (2) The female student wrote down information and a solution plan accurately and fluently, but they were incomplete. She expressed the calculation process accurately and fluently, but it was incomplete; while the conclusion was accurate, complete, and fluent. Keywords: gender; student mathematical communication; problems; pythagorean theorem Abstrak Komunikasi matematis tulisan penting dalam pembelajaran matematika karena membantu siswa menyampaikan ide secara sistematis dan merevisi solusi dengan lebih mudah. Dalam penyelesaian masalah, komunikasi matematis berfungsi untuk memahami, merancang, dan mengkomunikasikan strategi secara tertulis. Salah satu faktor yang mempengaruhi komunikasi matematis adalah gender, yang turut membentuk cara berpikir, pola komunikasi, dan strategi penyelesaian masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi matematis siswa SMP dalam menyelesaikan masalah Teorema Pythagoras ditinjau dari gender. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif, dengan melibatkan dua siswa yang dipilih secara purposif dan diidentifikasi melalui Bem Sex Role Inventory sebagai siswa dengan ciri feminin atau maskulin dominan. Hasil menunjukkan bahwa kedua siswa menampilkan komunikasi matematis pada langkah memahami masalah, merencanakan penyelesaian, dan melaksanakan penyelesaian. (1) Siswa laki-laki mengilustrasikan dan menuliskan informasi akurat namun kurang lengkap. Merencanakan penyelesaian dengan mengilustrasikan dan menuliskan langkah-langkah dan rumus dengan akurat dan lancar namun kurang lengkap. Ilustrasi, proses perhitungan, dan kesimpulan diungkapkan dengan akurat dan lancar, namun kurang lengkap. (2) Siswa perempuan menuliskan informasi dan rencana penyelesaian akurat dan lancar, namun kurang lengkap. Mengungkapkan proses perhitungan dengan akurat dan lancar, namun kurang lengkap, sedangkan kesimpulan sudah akurat, lengkap, dan lancar. Kata Kunci: gender; komunikasi matematis siswa; masalah; teorema pythagoras
Pemodelan PLS-PM Pada Penanganan Perilaku Temper Tantrum Anak Autisme di Gorontalo Fabian Umay Lantong; Muhammad Rezky Friesta Payu; Siti Nurmardia Abdussamad
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v13i2.9979

Abstract

Abstract The number of people with autism in Indonesia is estimated to continue to increase, with 500 new children diagnosed with autism each year. Children with autism are they who have difficulty in communicating, making it difficult to adapt to the environment or unable to interact with their surroundings. Difficulties in communicating and expressing emotions can frustrate children with autism, triggering temper tantrums. Temper tantrums are emotional outbursts shown through physical actions such as hitting or slamming objects, as well as verbally such as shouting or crying. Although various strategies have been developed to deal with temper tantrums, there are still limitations in understanding the specific roles of reinforcement, punishment, and emotional intelligence in influencing this behavior. Therefore, this study aims to determine the Partial Least Square-Path Modeling (PLS-PM) model to examine the influence of reinforcement, punishment, and emotional intelligence on temper tantrum behavior in children with autism in SLB N Gorontalo City. The number of samples used was 31 using saturated sampling technique. The results obtained from this study are reinforcement has a significant effect on emotional intelligence and temper tantrum behavior, while punishment also affects temper tantrum. With an absolute contribution value of 22.85%, it indicates that reinforcement has the greatest contribution to temper tantrum behavior. Keywords: autism; plspm; temper tantrum behavior. Abstrak Penyandang autisme di Indonesia diperkirakan terus meningkat, sebanyak 500 anak baru yang terdiagnosis autisme setiap tahunnya. Anak dengan autisme adalah mereka yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, sehingga sulit beradaptasi dengan lingkungan atau tidak dapat berinteraksi dengan sekitarnya. Kesulitan berkomunikasi dan mengekspresikan emosi dapat membuat anak autisme frustrasi, sehingga memicu temper tantrum. Temper tantrum adalah ledakan emosi yang ditunjukkan melalui tindakan fisik seperti memukul atau membanting benda, serta secara verbal seperti berteriak atau menangis. Meskipun berbagai strategi telah dikembangkan untuk menangani temper tantrum, masih terdapat keterbatasan dalam memahami peran spesifik penguatan (reinforcement), hukuman (punishment), dan kecerdasan emosional dalam mempengaruhi perilaku ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan model Partial Least Square-Path Modeling (PLS-PM) guna mengkaji pengaruh penguatan (reinforcement), hukuman (punishment), dan kecerdasan emosional terhadap perilaku temper tantrum pada anak autisme di SLB N Kota Gorontalo. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 31 dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu sampling jenuh. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah penguatan (reinforcement) berpengaruh signifikan terhadap kecerdasan emosional dan perilaku temper tantrum, sementara hukuman (punishment) juga berpengaruh terhadap temper tantrum. Dengan nilai kontribusi mutlak sebesar 22,85% menandakan bahwa penguatan (reinforcement) memiliki kontribusi terbesar terhadap perilaku temper tantrum. Kata Kunci: autisme; perilaku temper tantrum; plspm.
Optimasi Penjadwalan Waktu Produksi dan Pemasaran Produk Daun Kelor di Moza Cafe Menggunakan Model PERT Maria Ferlina Mo Lopi; Roswita Angel Semu Lewotobi; Yohana Mude; Imelda Hendriani Eku Rimo
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v13i2.10077

Abstract

Abstract This research aims to optimize the scheduling of the production and marketing processes for moringa leaf products at Moza Cafe Kupang using the Program Evaluation and Review Technique (PERT) model. The developed products include moringa coffee, moringa masks, and moringa snacks, all featuring moringa leaves as the main ingredient, known for their rich nutrient content and numerous health benefits. The PERT model is used to map all production and marketing activities of moringa leaf products, estimate the implementation time of each activity, and identify critical pathways that determine the duration of production and marketing of moringa leaf products. The data used in this study consisted of primary and secondary data. Primary data was obtained through direct observation of the production process and semi-structured interviews with Moza Cafe owners, while secondary data came from scientific literature, books, and journals related to the benefits of moringa leaves and the application of the PERT model. The data analysis techniques used include quantitative analysis with the PERT approach to calculate the estimated time and variance of each activity, as well as qualitative analysis to interpret constraints and operational strategies. The results showed that the critical path of production and marketing of moringa leaf products had a total duration of 85 days, with the most impactful activities being moringa leaf preparation and packaging production. The application of the PERT model has been proven to help Moza Cafe in planning and controlling the production and marketing of moringa leaf products efficiently, as well as identifying areas that can be improved to optimize the production process and distribution of moringa leaf products in a sustainable manner. Keywords: Moringa Leaves, Moza Cafe, Marketing, PERT, Production, Operations Research. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penjadwalan waktu proses produksi dan pemasaran produk daun kelor di Moza Cafe Kupang menggunakan model Program Evaluation and Review Technique (PERT). Produk yang dikembangkan mencakup kopi kelor, masker kelor, dan cemilan kelor, dengan daun kelor sebagai bahan utama yang dikenal kaya akan nutrisi dan manfaat kesehatan. Model PERT digunakan untuk memetakan seluruh aktivitas produksi dan pemasaran produk daun kelor, mengestimasi waktu pelaksanaan tiap aktivitas, serta mengidentifikasi jalur kritis yang menentukan durasi produksi dan pemasaran produk daun kelor secara keseluruhan. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi langsung terhadap proses produksi dan wawancara semi-terstruktur dengan pemilik Moza Cafe, sedangkan data sekunder berasal dari literatur ilmiah, buku, dan jurnal terkait manfaat daun kelor dan penerapan model PERT. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis kuantitatif dengan pendekatan PERT untuk menghitung waktu estimasi dan varians tiap aktivitas, serta analisis kualitatif untuk menafsirkan kendala dan strategi operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur kritis produksi dan pemasaran produk daun kelor memiliki total durasi 85 hari dengan aktivitas yang paling berdampak adalah persiapan daun kelor dan produksi kemasan. Penerapan model PERT terbukti membantu Moza Cafe dalam merencanakan dan mengendalikan produksi dan pemasaran produk daun kelor secara efisien, serta mengidentifikasi area yang dapat ditingkatkan untuk mengoptimalkan proses produksi dan distribusi produk daun kelor secara berkelanjutan. Kata Kunci: Daun Kelor, Moza Cafe, Pemasaran, PERT, Produksi, Riset Operasi
Pengaruh Model Brain Based-Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP pada Materi PLSV Nadia Noviandra Balkis; Randi Pratama Murtikusuma; Inge Wiliandani Setya Putri; Dinawati Trapsilasiwi; Dhanar Dwi Hari Jatmiko
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v13i2.10157

Abstract

Abstract This study examines the effect of the Brain-Based Learning (BBL) model on junior high school students' critical thinking skills in the context of Linear Equations in One Variable (PLSV). A quasi-experimental method with a non-equivalent (pretest-posttest) control group design was applied to SMPN 1 Bondowoso. The research involved an experimental class using the BBL model and a control class employing conventional methods. Data was collected through pretests and posttests using essay questions based on critical thinking indicators by Robert Ennis, including focus, reason, inference, situation, clarity, and overview. Results revealed that the BBL model significantly improved students' critical thinking skills, as shown by the Paired Sample T-test. Additionally, the Independent Sample T-test indicated a significant difference in critical thinking skills between the experimental and control classes. The experimental class achieved a higher average posttest score (88.4) compared to the control class (75.12). These findings demonstrate the BBL model’s effectiveness in fostering critical thinking through active participation and meaningful knowledge integration. This study suggests adopting the BBL model as an innovative approach in mathematics education to enhance students' critical thinking skills. Keywords: Brain-Based Learning; Critical Thinking; Teaching Models. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Brain-Based Learning (BBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMP pada materi Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV). Penelitian ini menggunakan metode Quasi-Experimental dengan desain non-equivalent (pretest-posttest) control group design. Penelitian dilakukan di SMPN 1 Bondowoso, dengan kelas eksperimen menggunakan model BBL, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional metode ceramah. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest berupa soal uraian yang sudah terintegrasi dengan indikator kemampuan berpikir kritis menurut Robert Ennis, yakni focus, reason, inference, situation, clarity, dan overview. Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model BBL terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (88,4) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (75,12) yang kemudian dibuktikan dari hasil uji Independent Sample T-test sehingga dapat disimpulkan bahwasanya terdapat perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara siswa di kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hasil ini mengindikasikan bahwa model BBL efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran yang melibatkan aktivitas aktif, eksplorasi, dan integrasi pengetahuan secara bermakna. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan model BBL sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Kata Kunci: Brain-Based Learning; Bepikir Kritis; Model Pembelajaran.
Pengembangan E-Modul Berbasis STEAM untuk Memfasilitasi Kemampuan Literasi Matematis Siswa Anggar Titis Prayitno; Riva Nurhayati; Mohamad Riyadi
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v13i2.10615

Abstract

Abstract In Indonesia, students' mathematical literacy skills are low, so appropriate learning content is needed to help students improve their mathematical literacy skills. The STEAM approach is one way of learning that can help students improve their understanding of mathematical literacy. This study aims to develop a STEAM-based mathematics E-Module as an alternative teaching material to improve students' mathematical literacy, in terms of its validity, practicality, and effectiveness. The research was conducted using the Research and Development (R&D) method with the ADDIE development model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research subjects were students of class X-2 SMA Negeri 1 Darma. Data were obtained from material experts, design experts, and media experts, as well as teachers and students, through interviews, validation sheets, questionnaires, and tests. The instruments used include expert validation questionnaires, practicality questionnaires, and student ability tests. Data analysis includes validity, practicality, and improvement of learning outcomes using the N-Gain test. The results showed that the E-Module obtained an assessment in the “very valid” category from expert validators, as well as “very practical” from teachers and students, while the improvement in student abilities obtained an assessment in the “moderate” category based on the N-Gain test. These findings indicate that STEAM-based E-Modules are effective in improving mathematical literacy. One of the characteristics of the STEAM approach is projects, so it is recommended that future research develop similar E-Modules by emphasizing project activities for more optimal results. Keywords: E-Module; Mathematical Literacy; Sequences and Series; STEAM. Abstrak Di Indonesia kemampuan literasi matematis siswa tergolong rendah, sehingga diperlukan konten pelajaran yang tepat dalam membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan literasi matematisnya. pendekatan STEAM menjadi cara belajar yang mampu membantu siswa meningkatkan pemahaman mereka dalam literasi matematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-Modul matematika berbasis STEAM sebagai alternatif bahan ajar untuk meningkatkan literasi matematis siswa, ditinjau dari aspek kevalidan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian dilakukan menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah siswa kelas X-2 SMA Negeri 1 Darma. Data diperoleh dari ahli materi, desain, dan media, serta guru dan siswa, melalui wawancara, lembar validasi, angket, dan tes. Instrumen yang digunakan meliputi angket validasi ahli, angket kepraktisan, serta tes kemampuan siswa. Analisis data mencakup uji kevalidan, kepraktisan, dan peningkatan hasil belajar menggunakan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Modul memperoleh penilaian dengan kategori "sangat valid" dari para validator ahli, serta "sangat praktis" dari guru dan siswa, sedangkan peningkatan kemampuan siswa memperoleh penilaian dengan kategori "sedang" berdasarkan uji N-Gain. Temuan ini menunjukkan bahwa E-Modul berbasis STEAM efektif dalam meningkatkan literasi matematis. Salah satu ciri khas pendekatan STEAM adalah proyek, sehingga disarankan agar penelitian selanjutnya mengembangkan E-Modul serupa dengan menekankan kegiatan proyek untuk hasil yang lebih optimal. Kata Kunci: Barisan dan Deret; E-Modul; Literasi Matematis; STEAM.
Implementasi Peer Tutoring dan Media terhadap Mathematical Reasoning Ability dalam SLR (Systematic Literature Review) Siti Zahrotun; Hepsi Nindiasari; Cecep Anwar Hadi Firdos Santosa; Novaliyosi
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v13i2.10943

Abstract

Several primary studies have been conducted on the application of peer-to-peer learning models and the use of various media that influence mathematical reasoning abilities. Recognition, assessment, and withdrawal are necessary to draw general conclusions for researchers and mathematicians for the benefit and input in developing the field of mathematics education. The purpose of this study was to review articles related to the application of peer learning and media to mathematical reasoning abilities. The next step was carried out by grouping the parts that were interpreted and analyzed. The method used was SLR with the collection of articles over 5 years, from 2020 to 2025. Articles were screened based on Sinta 1, 2, and 3 accreditation and were indexed by Scopus. There were 25 articles with each criterion of the relationship between variables to be studied. A total of 7 articles discussed the application of peer learning to mathematical reasoning abilities implicitly and 18 articles addressed the use of media to mathematical reasoning abilities. The general findings indicate that the implementation of peer tutoring and media both improve mathematical reasoning competency. This provides insights for researchers to pursue further research, and educators can apply it to learning activities.

Page 1 of 1 | Total Record : 7