cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal AUDI
ISSN : 25283359     EISSN : 25283367     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Program One Day With Lampung Language Pratiwi, Wiwi; Oktaria, Renti
JURNAL AUDI : Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jai.v6i1.3919

Abstract

One of the most important parts in the development of thinking is language. Language develops systematically with age. Mother tongue in the context of early childhood is the first language mastered by children from birth through interactions with family members and the environment. Mother tongue is often used and even carried over in formal situations in the use of Indonesian. The one-day program in Lampung was established to restore the mother tongue to early childhood in Lampung province. The existence of the Lampung language in Lampung Province is currently in the endangered category because there has been no regeneration of the Lampung language to the next generation as well as the influence of the environment and daily interactions. So that conservation and revitalization are carried out so that the Lampung language continues to exist and needs to be maintained. This research was conducted using the Literature Study method. One-day warning research program in Lampung language for early childhood at TK Kartika II-27 Bandarlampung. Researchers analyzed how children's learning activities by focusing on research programs one day in Lampung language. AbstrakSalah satu bagian terpenting dalam perkembangan berpikir adalah bahasa. Bahasa berkembang secara sistematis bersamaan dengan bertambahnya usia. Bahasa ibu dalam lingkup anak usia dini  merupakan bahasa pertama yang dikuasai anak sejak lahir melalui interaksi dengan anggota keluarga dan lingkungan. Bahasa ibu sering kali digunakan bahkan terbawa kedalam situasi formal pada penggunaan bahasa Indonesia. Program one day with Lampung language dibentuk untuk mengembalikan bahasa ibu pada anak usia dini di provinsi Lampung. Keberadaan Bahasa Lampung di Provinsi Lampung  saat ini juga masuk dalam kategori terancam punah lantaran belum ada regenerasi bahasa lampung kepada generasi-generasi penerus selanjutnya serta pengaruh dari lingkungan, dan pergaulan sehari-hari. Sehingga perlu adanya konservasi dan revitalisasi yang dilakukan agar Bahasa Lampung tetap eksis dan dipertahankan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Studi Literatur. Peneliti mengamati program one day with Lampung language pada anak usia dini di TK Kartika II-27 Bandarlampung. Peneliti menganalisa bagaimana kegiatan belajar anak dengan memfokuskan penelitian pada program one day with lampung language.
KEBUTUHAN MENGENALKAN MATEMATIKA ANAK USIA DINI MELALUI KEARIFAN LOKAL Sufa, Feri Faila; Setiawan, M. Hery Yuli
JURNAL AUDI : Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jai.v6i1.5877

Abstract

Mathematics is a basic skill that is important in all aspects of life. The low ability of Indonesian students needs to be assessed by the factors that influence it. This article aims to explain several factors that can be both an obstacle and a support in providing an introduction to mathematics in early childhood by utilizing local wisdom. The results show that the teacher's ability factor in learning is very important to present a pleasant learning experience through local wisdom in accordance with the character and needs of the child. Learning innovation needs to be done so that teaching mathematics at an early age does not become polemic and becomes a conflict between educational needs and the stage of development.AbstrakMatematika merupakan kemampuan dasar yang penting dalam segala aspek bidang kehidupan. Masih rendahnya kemampuan siswa Indonesia perlu di kaji factor yang mempengaruhinya. Artikel ini bertujuan menjelaskan beberapa factor yang dapat menjadi penghambat maupun pendukung dalam pemberian pengenalan matematika pada anak usia dini dengan memanfaatkan kearifan local. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor kemampuan guru dalam pembelajaran menjadi sangat penting untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui kearifan local sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak. Inovasi pembelajaran perlu dilakukan agar mengajarkan matematika di usia dini bukan menjadi polemic dan menjadi pertentangan antara kebutuhan pendidikan dan tahap perkembangan.
DAMPAK METODE BERMAIN PERAN TERHADAP KREATIVITAS ANAK USIA DINI Nurjanah, Novita Eka; Cahyani, Agnes Dhear Nur
JURNAL AUDI : Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jai.v6i1.5824

Abstract

Problems often arise regarding the not-yet optimal creativity of early childhood due to the lack of freedom in playing, the many prohibitions, and learning activities that are less fun for children. These problems can be overcome by applying the role-playing method. This scientific article aims to recognize and determine the impact of the role-playing method on early childhood creativity. The method used in this article is a literature study with data analysis using narrative synthesis. Data and information collection is carried out by collecting, reading, understanding, criticizing, and reviewing 33 reputable and relevant reading sources in the 2015-2021 publication range. This scientific article succeeded in finding the positive and negative impacts of the application of the role-playing method on early childhood creativity. The positive impacts that arise include (a) Children feel happy so they can produce something out of the box; (b) The nature of the imagination is stimulated; (c) Children like challenges; (d) Curiosity is stimulated; (e) The child's speaking ability and self-confidence develop; (f) More proficient in problem-solving; and (g) Able to make decisions and willing to accept consequences. Meanwhile, the negative impact is that it takes a long time, educators are less creative, and children become passive. The recommendation given is that other researchers are advised to study more deeply in the impact of role-playing on creativity in early childhood.AbstrakSering munculnya problematika mengenai belum optimalnya kreativitas anak usia dini akibat kurangnya kebebasan dalam bermain, banyaknya larangan, dan kegiatan pembelajaran yang kurang menyenangkan bagi anak. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menerapkan metode bermain peran. Tujuan artikel ilmiah ini yaitu untuk mengenal dan mengetahui dampak metode bermain peran terhadap kreativitas anak usia dini. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah literature review dengan analisis data menggunakan narrative synthesis. Pengumpulan data dan informasi dilaksanakan dengan mengumpulkan, membaca, memahami, mengkritik, dan me-review 33 sumber bacaan yang reputasi dan relevan dengan rentang publikasi tahun 2015-2021. Artikel ilmiah ini berhasil menemukan dampak positif dan dampak negatif dari penerapan metode bermain peran terhadap kreativitas anak usia dini. Dampak positif yang muncul meliputi (a) Anak merasa senang sehingga mampu menghasilkan sesuatu yang out of the box; (b) Sifat imajinasi terstimulasi; (c) Anak menyukai tantangan; (d) Rasa ingin tahu terstimulasi; (e) Kemampuan berbicara dan kepercayaan diri anak berkembang; (f) Semakin mahir dalam hal pemecahan masalah; serta (g) Mampu mengambil keputusan dan mau menerima konsekuensi. Sedangkan, untuk dampak negatifnya adalah membutuhkan waktu yang lama, pendidik yang kurang kreatif, dan anak menjadi pasif. Rekomendasi yang diberikan yaitu peneliti lain disarankan untuk mengkaji lebih mendalam mengenai dampak bermain peran terhadap kreativitas pada anak usia dini.
PENGALAMAN ORANG TUA DALAM MENGASUH ANAK AUTIS DI PONOROGO Nadila, Arida Yuan
JURNAL AUDI : Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jai.v6i1.5876

Abstract

This article aims to distribute and explore the experiences of parents in caring for autistic children in Ponorogo. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach, with data collection techniques triangulation of data, and data analysis using Miles and Huberman as well as conducting discussions to support the validity of the conclusions obtained. From this research, it is known about 1) parental self-acceptance, 2) identification of special needs of autistic children, 3) stimulation of the development of autistic children.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendistribusikan dan mengeksplorasi pengalaman orangtua dalam mengasuh anak autis di Ponorogo. Penelitian ini menggunalan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data trianggulasi data, dan analisis data menggunakan miles and huberman serta melakukan diskusi untuk mendukung validitas kesimpulan yang diperoleh. Dari penelitian ini diketahui mengenai 1) sikap penerimaan diri orangtua, 2) identifikasi kebutuhan khusus anak autis, 3) stimulasi perkembangan anak autis
STUDI EKSPLORASI PERFORMA GURU PAUD DI BANJARSARI SURAKARTA Feri Faila Sufa & Wiwik Widiyati
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 1 No 1 (2016): AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ad.v1i1.1202

Abstract

Kompetensi guru PAUD sangat penting karena pada usia dini ini individu pertama kali mengenal lingkungan sosial diluar keluarganya. Perkembangan yang berhasil di awal tahap perkembangan manusia tentu akan memudahkan individu memasuki tugas perkembangan selanjutnya.Kompetensi Guru dapat ditunjukkan melalui performa guru. Performa guru sangat mempengaruhi keberhasilan yang merupakan output dani siswa PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indkator-indikator perfomance guru PAUD dan proses performance yang mempengaruhi output siswa PAUD di kecamatan Banjarsari surakarta. Penelitian dilakukan melalui observasi di kelas PG/TK Cita Nanda, Bilqies Islamic Day Care, Pos PAUD Permata Hati. Wawancara mendalam dan diskusi Kelompok Terarah (DKT) atau Focus Group Discussion (FGD) juga dilakukan untuk mendaatkan data dalam penlitian ini. Hasil penelitian menjelaskan indikator-indikator performance dan output siwa yang diharapkan dari performance guru PAUD.Kata Kunci : Indikator, Performance, Guru PAUD.
MELATIH KETERAMPILAN BERPIKIR ANAK USIA DINI MELALUI PENERAPAN METODE MONTESSORI Dwi Hastuti
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 1 No 1 (2016): AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ad.v1i1.1203

Abstract

Edward de Bono dalam bukunya yang berjudul Revolusi Berpikir menuliskan untuk kesejahteraan dunia di masa depan, diperlukan orang-orang yang dapat berpikir dengan baik. Kehidupan pribadi juga memerlukan kemampuan berpikir yang baik, dan tuntutan hidup serta kesempatan di masa depan akan lebih rumit dan menuntut kemampuan berpikir yang bahkan harus lebih baik lagi. Kemampuan berpikir perlu dikembangkan sejak usia dini, karena pada usia dini merupakan masa golden age yang sangat berpengaruh pada kehidupan mereka selanjutnya. Anak usia dini adalah kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik, dalam arti memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan (koordinasi motorik halus dan kasar), intelegensi (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritual), sosial emosional (sikap dan perilaku serta agama), bahasa dan komunikasi yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan. Dalam melatih keterampilan berpikir anak usia dini perlu diterapkan suatu metode, salah satunya melaui metode Montessori. Maria Montessori menggambarkan ide-idenya tentang bagaimana menangani dan mendidik anak menurut pengamatannya adalah menurut tahap-tahap yang berbeda dalam perkembangan mereka, juga dilihat dari latar belakang budaya yang berbeda. Ia mengidentifikasikan yang ia lihat bahwa semua anak memiliki karakteristik universal dari masa kecil. Tidak memandang bagaimana anak itu lahir dan di mana mereka dibesarkan.Kata Kunci : Keterampilan Berpikir. Anak Usia Dini, Metode Montessori
KEARIFAN LOKAL PERMAINAN TRADISIONAL CUBLAK-CUBLAK SUWENG SEBAGAI MEDIA UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN SOSIAL DAN MORAL ANAK USIA DINI Irfan Haris
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 1 No 1 (2016): AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ad.v1i1.1204

Abstract

Perkembangan teknologi sekarang ini sudah begitu berkembang pesat, apalagi di lingkungan perkotaan, anak – anak sudah dapat merasakan efek dari kemajuan teknologi yang mutakhir ini. Kebudayaan mereka saat ini adalah bermain dengan menggunakan alat – alat hasil perkembangan teknologi. Permainan mereka menggunakan, gadget, play station, dan yang mulai marak adalah game online. Ini yang perlu diresahkan para orang tua, mungkin sebagian orang tua menganggap dengan menggunakan kecanggihan teknologi tersebut dalam pertumbuhannya anak akan berkembang kecerdasannya. Tapi sebenarnya anak – anak adalah masa dimana semua neuron diotaknya mulai berkembang dengan pesat, dan tubuhnya pun mengalami pertumbuhan yang amat pesat pula. Pada masa itu, anak dipenuhi dengan rasa keingintahuan yang tinggi. Oleh sebab itu, lebih baik jika anak – anak dikenalkan dengan jenis – jenis permaianan trasdisional. Peran penting masyarakat dalam permainan tradisional, perlu kita kembangkan demi ketahanan budaya bangsa, karena kita menyadari bahwa kebudayaan merupakan nilai-nilai luhur bagi bangsa Indonesia, untuk diketahui dan dihayati tata cara kehidupannya sejak dahulu. Permainan Tradisional cublak-cublak suweng merupakan permainan tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Sejarah permainan ini, kaitannya dengan penciptaan lagu cublak-cublak suweng, berasal dari Walisongo, tokoh penyebar agama Islam di Pulau Jawa. Permainan tradisional cublak-cubak suweng dapat digunakan sebagai media untuk mengembangkan kemampuan moral anak usia dini. hal ini dapat dilihat dari makna yang terkandung dalam permainan cublak-cubak suweng bahwa mencari harta, kedudukan, dan jabatan janganlah menuruti hawa nafsu tetapi semuanya kembali ke hati nurani yang bersih, dengan hati nurani akan lebih mudah menemukan apa keinginan yang dicari, tidak tersesat jalan hingga lupa akan akhirat. Sedangkan pengembangan sosial anak dari perminan ini dapat dilihat dari manfaat anak dalam: berinteraksi dan bersosialisasi dengan temannya serta membangun sportvitas anak ketika mendapat giliran bermain, anak harus menerimanya.Kata Kunci: Permainan Tradisional, Moral, Sosial.
PENDIDIKAN SENI BERMAIN DAN BERNYANYI ANAK USIA DINI Paulus Widjanarko
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 1 No 1 (2016): AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ad.v1i1.1206

Abstract

Pendidikan merupakan suatu sarana yang digunakan untuk dapat meningkatkan suatu taraf kehidupan setiap manusia . Dengan adanya pendidikan , menjadikan manusia bisa menjadi lebih mengerti arti sebuah kehidupan yang diisi dengan ilmu yang bermanfaat. Pendidikan untuk anak sebaiknya dimulai sejak usia dini, yaitu umur 0-6 tahun. Pada masa usia 0-6 tahun merupakan masa keemasan (golden age), dimana stimulasi seluruh aspek perkembangan berperan penting untuk tugas perkembangan selanjutnya. Peran para pendidik baik orang tua, guru, pengasuh maupun orang dewasa lainnya sangat dibutuhkan pada masa usia dini, dengan menyediakan lingkungan yang kondusif, sehingga anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan seluruh potensinya. Potensi yang dimaksud meliputi seluruh aspek moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian, kemampuan berbahasa, kognitif,fisik/motorik,termasuk minat dan bakat anak dalam bidang seni. Dunia anak adalah dunia bermain. Salah satu fungsi seni musik adalah sebagai media bermain. Dengan lagu yang diberikan kepada peserta didik yang menggunakan media bermain dan bernyanyi sebagai penunjang penyampaian pesan oleh guru kepada peserta didik, peserta didik akan mudah mengingat dan bukan hanya mengingat namun memahami apa yang telah diberikan oleh guru. Oleh sebab itu, aktivitas berolah seni dapat dikembangkan melalui bermain. Melalui bermain kemampuan mencipta atau berkarya, bercita rasa estetis dan berapresiasi seni diperoleh secara menyenangkan. Melalui kondisi yang menyenangkan seperti ini, peserta didik akan mengulang setiap aktivitas belajarnya secara mandiri dan akan menjadi kebiasaan dan keinginan terhadap seni. Bernyanyi adalah aktivitas musikal yang pengekspresiannya sangat pribadi karena menggunakan alat musik yang ada pada tubuh manusia dan bersifat langsung. Dalam bernyanyi, ada teknik-teknik yang harus dikuasai antara lain sikap tubuh, pernapasan, intonasi, pengucapan, dan penjiawaan. Dalam bernyanyi, anak-anak akan dapat mengekspresikan apa yang dirasakan, dipikirkan, dan diimpikan secara pribadi. Melalui bernyanyilah anak akan bersentuhan dengan pengalaman penghayatan dan rasa keindahan.Kata kunci : Pendidikan seni musik, Bermain, bernyanyi.
PERMAINAN KOOPERATIF DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI M. Hery Yuli Setiawan
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 1 No 1 (2016): AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ad.v1i1.1207

Abstract

Keterampilan sosial anak usia dini merupakan kemampuan anak untuk bersosialisasi atau berinteraksidengan orang lain dalam konteks sosial dengan cara-cara khusus yang dapat diterima dan menghindari perilakuyang akan di tolak oleh lingkungan. Maka keterampilan sosial pada anak usia dini perlu dikembangkan secaraoptimal untuk bekal perkembangan selanjutnya, karena keterampilan sosial berpengaruh pada penerimaan siswadalam kelompok sehingga dapat berkembang lagi dalam perkembangan selanjutnya. Aspek dari keterampilansosial antra lain sikap empati, bekerja sama, tanggung jawab, dan persaingan sehat. Maka sangat perlunya untukmelatih keterampilan sosial tersebut. Metode Permainan kooperatif dapat menjadi sarana untuk mengembangkandan melatih keterampilan sosial anak karena permainan adalah bagian dari anak-anak yang tidak bisa dilepaskan.Anak akan merasa senang dan larut dalam permainan sehingga tidak disadari sedang belajar untuk melatihketerampilan sosial mereka. Anak akan aktif dalam permainan yang menuntut anak untuk bermain secarakelompok dan saling berbagi. Maka permaianan Kooperatif adalah metode pembelajaran dengan permainan yangbiasa dimainkan bersama atau berkelompok sehingga metode permainan kooperatif dapat meningkatkan aspekaspekpada keterampilan sosial anak.Kata Kunci: Keterampilan Sosial, Permainan Kooperatif, Anak Usia Dini
PENGGUNAAN METODE READ ALOUD UNTUK MENDONGENG PADA ANAK USIA DINI Sidik Nuryanto
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 1 No 1 (2016): AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ad.v1i1.1208

Abstract

Pendidikan anak usia dini diharapkan mampu memberikan pelayanan yang dapat menstimulasi perkembangan bahasa, sosial emosional, kognitif, fisik motorik, moral dan seni. Bahasa sebagai salah satu perkembangan yang penting dalam menunjang aktivitas anak seperti membaca, menulis, menceritakan gambar, maupun menyampaikan pendapat. Adapun salah satu indikator perkembangan kemampuan berbahasa adalah berkomunikasi secara lisan anak, mampu mendengarkan dan menceritakan kembali cerita secara runtut. Kegiatan tersebut dapat dilakukan sama halnya seperti mendongeng. Efektivitas dongeng untuk stimulasi perkembangan anak usia dini telah terbuktikan dalam beberapa penelitian. Berpijak pada asumsi tersebut, maka budaya mendongeng dapat ditularkan kepada anak usia dini. Dalam penyampaiannya diperlukan metode yang efektif sesuai dengan perkembangan anak. Anak usia dini khususnya Taman kanak-kanak (TK) dapat diperkenalkan dengan metode Read Aloud yang secara umum artinya membaca nyaring. Secara kompleks metode tersebut membacakan cerita/ dongeng di buku bergambar dengan suara yang nyaring, sehingga dapat membantu memfokuskan perhatian serta menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dan merancang diskusi. Metode Read Aloud menggabungkan unsur gambar dan suara yang dipastikan menarik bagi anak sehingga mempermudah bagi guru dalam merangsang keterampilan berbicara atau berbahasa pada anak.Kata kunci: Read Aloud, Mendongeng, Anak Usia Dini.

Page 9 of 18 | Total Record : 179