cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Solidaritas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 685 Documents
PENERAPAN KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN KARAN Viviana Arbaning Tyas; Maya Sekar Wangi; Andri Astuti I
Solidaritas Vol 6 No 2 (2022): Solidaritas
Publisher : Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak dapat dipungkiri komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia untuk salingberhubungan antara satu dengan yang lainnya baik dalam kehidupan sehari-hari dimasyarakat, tempat pekerjaan maupun instansi pemerintahan. Komunikasi organisasimerupakan faktor penting di dalam sebuah organisasi untuk dapat meningkatkan kinerjapegawai yang sesuai dengan keinginan dan harapan dalam mencapai berbagai tujuanorganisasi. Penerapan komunikasi organisasi akan mempengaruhi setiap elemen di dalamorganisasi termasuk para pegawai yang menjadi subjek utamanya. Lokasi penelitian berada diKantor Sekretariat DPRD Kabupaten Karanganyar. Tujuan penelitian ini adalah untukmenganalisis penerapan komunikasi organisasi dalam meningkatkan kinerja pegawai padaSekretariat DPRD Kabupaten Karanganyar. Dilandasi oleh Teori Komunikasi Organisasikarya Asmuji. Teori tersebut menjelaskan bahwa arus komunikasi organisasi dibagi menjadi3 yakni arus komunikasi organisasi vertikal, arus komunikasi organisasi horizontal dan aruskomunikasi organisasi lintas saluran atau diagonal. Dilandasi pula oleh Teori KinerjaPegawai karya Bintoro. Teori ini menjelaskan bahwa kinerja pegawai yang baik dipengaruhioleh pegawai yang memiliki kemampuan, inisiatif, kualitas kerja, kehadiran dan ketepatanwaktu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi. Teknik pengumpulandata dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data yangdigunakan adalah triangulasi data. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa komunikasiorganisasi pada Sekretariat DPRD Kabupaten Karanganyar berjalan dengan baik dan sedikitadanya hambatan penerapan komunikasi organisasi. Komunikasi organisasi vertikal kebawahmembahas mengenai berbagai instruksi dan pembagian pekerjaan. Komunikasi organisasivertikal ke atas membahas mengenai laporan hasil pekerjaan. Komunikasi organisasihorizontal membahas koordinasi, diskusi dan kerjasama. Dan tidak diterapkannyakomunikasi organisasi lintas saluran atau diagonal karena dapat menimbulkan resiko sepertipersaingan dan permusuhan. Jenis komunikasi yang digunakan informal dan formal, mediayang digunakan lisan, tulisan dan elektronik.Kata kunci : Komunikasi, Komunikasi Organisasi, Kinerja Pegawai.
HUBUNGAN IKLAN POLITIK MELALUI MEDIA BALIHO TERHADAP MINAT MEMILIH MASYARAKAT KELURAHAN NUSUKAN PADA PILKADA SURAKARTA 2020 Diki Nugroho; Herning Suryo; Siswanto
Solidaritas Vol 6 No 2 (2022): Solidaritas
Publisher : Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan kepala daerah atau Pilkada merupakan bentuk partisipasi politik guna memilih calon pemilihan kepala daerah yang mencalonkan diri untuk menjadi walikota dan wakil walikota. Pengaruh baliho terhadap minat memilih masyarakat sangat tinggi. Baliho sangat membantu pasangan calon walikota dalam berpromosi menyampaikan visi dan misinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dari iklan politik melalui media baliho terhadap minat memilih masyarakat kelurahan Nusukan pada pilkada Surakarta 2020.Jenis penelitian ini adalah menggunakan penelitian eksplanasi yang merupakan penjelasan pengaruh satu variabel dengan variabel yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara iklan politik melalui media baliho terhadap minat memilih masyarakat. Jumlah sampel keseluruhan dalam penelitian ini sebanyak 54 responden, Dalam pengambilan sampel dengan teknik Probability sampling menggunakan cara pengambilan sampel dengan Random Sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan nilai signifikan sebesar 0,005 < 0,05 maka, H0 ditolak dan H2 diterima. Terdapat hubungan pengaruh positif signifikasi iklan politik media baliho terhadap minat memilih masyarakat pada pilkada Surakarta 2020 (p-value 0,005< 0,05. Dan nilai t hitung (2,905) > t tabel ( 1,67356). Berdasarkan hasil dari R square adalah sebesar 0,140 atau sebesar 14,0%. Ini berarti bahwa 14,0% variasi variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen yaitu iklan politik media baliho. Sedangkan 86,0% sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar model penelitian. Hasil uji koefesien determinasi tersebut memberi makna,bahwa masih terdapat variabel independen lain yang mempengaruhi minat memilih masyarkat kelurahan Nusukan pada pilkada Surakarta 2020.Kata kunci : Iklan politik, pilkada, baliho, minat memilih
POLA KOMUNIKASI KELUARGA PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) WARIA: (Studi Kasus PSK Waria di Trowong, Sragen) Putut Hartanto; Nurnawati Hindra Hastuti; Siswanta
Solidaritas Vol 6 No 2 (2022): Solidaritas
Publisher : Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan kelompok sosial pertama dalam kehidupan manusia dimanaseorang anak belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial dalam interaksidengan kelompoknya. Sehingga anggota keluarga merasakan ikatan yang dalamserta saling membutuhkan, melalui pola komunikasi yang merupakan suatu sistempenyampaian pesan dengan komunikasi verbal atau nonverbal yang mengandungarti. Seperti di Trowong Sragen ada tempat favorit bagi pekerja seks komersialwaria untuk mangkal dan waria tersebut sudah menekuni pekerjaan itu sejak 20tahun yang lalu. Sesuai fakta yang ditemukan oleh peneliti, pekerja seks komersialwaria di Trowong, Sragen, masih melakukan komunikasi dengan keluarga intibahkan masyarakat di tempat tinggalnya, meskipun keluarga inti dan masyarakattempat tinggalnya juga mengetahui pekerjaan tersebut. Tujuan penelitian ini untukmengetahui secara mendalam apa pola komunikasi pekerja seks komersial wariakepada keluarga inti, karena bekerja menjadi pekerja seks komersial waria di matamayoritas masyarakat merupakan hal negatif dan menyimpang. Metode penelitianini dilakukan dengan observasi dan wawancara dengan pekerja seks komersialwaria yang ada di Trowong, Sragen serta keluarga dan tokoh masyarakat yang adadi tampat tinggal pekerja seks komersial waria dan keluarganya. Mengumpulkandata melalui wawancara semi struktur dan didukung dokumentasi yang relevan.Pola komunikasi yang dilakukan pekerja seks komersial waria dengan keluargaadalah pola komunikasi yang terbuka, karena dapat saling berinteraksi satu samalain dengan sesama anggota keluarga inti, meskipun dari pihak keluarga ada rasasedih atas apa yang dilakulan oleh anggota keluarganya yang menjadi waria.Kata kunci : Pekerja Seks Komersial Waria, Pola komunikasi, Keluarga.
MAKNA LIRIK LAGU STEP BACK KARYA GOT THE BEAT: (Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Lirik Lagu Kpop) Umayah; Buddy Riyanto; Andri Astuti Intisari
Solidaritas Vol 6 No 2 (2022): Solidaritas
Publisher : Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik merupakan salah satu cara untuk melakukan aktivitas komunikasi melalui suara,tujuannya untuk menyampaikan pesan yang berupa lirik lagu. Permasalahan dalam lirik laguyaitu kesalahpahaman dalam mengartikan sebuah makna atau perbedaan makna yang diperolehdari para pendengar lagu tersebut. Dalam penelitian ini berjudul “ Makna Lirik Lagu Step BackKarya Got The Beat (Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Lirik Lagu Kpop)”. Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terkandung pada lirik lagu GOT The Beat“Step Back”. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran umum tentangmakna yang terkandung dalam lirik lagu tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika. Sementara teknik analisisyang digunakan menggunakan teori semiotika dari Roland Barthes, dimana dalam teori iniuntuk menemukan makna denotasi, konotasi dan mitos. Dari hasil analisis yang dilakukandalam keseluruhan lirik lagu tersebut adalah usaha atau upaya yang dilakukan seseorang untukmembuat orang lain untuk mundur, berhenti dan pergi, karena yang dilakukan orang laintersebut mengganggu dan ingin merebut apa yang dimiliki seseorang tersebut. Kesimpulanmakna terkandung dalam lirik lagu tersebut adalah seseorang yang ingin menjaga hubungannyadari orang lain yang ingin merebut kekasihnya. Dan ingin pengganggu tersebut untuk mundur,berhenti dan pergi dari apa yang dilakukannya.Kata Kunci: Denotasi, Konotasi, Mitos, Semiotika, Lirik Lagu
SELF DISCLOSURE PADA APLIKASI TWITTER DI KALANGAN MAHASISWA: (Studi Kasus Mahasiswa di Kota Surakarta) Elisa Agnes Paramesthi; Maya Sekar Wangi; Haryo Kusumo Aji
Solidaritas Vol 6 No 2 (2022): Solidaritas
Publisher : Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini penggunaan media sosial tidak hanya dijadikan sebagai wadah untuk memperoleh informasi dan hiburan semata, media sosial juga dimanfaatkan oleh penggunanya untuk mencurahkan perasaan dan mengekspresikan diri. Pada dasarnya pengungkapan diri terjadi karena adanya rasa percaya dan rasa nyaman kepada orang lain. Namun, dalam media sosial Twitter sebagian Mahasiswa Surakarta melakukan pembukaan sedangkan twitter merupakan ruang publik yang dapat dikonsumsi oleh banyak orang. Hal tersebut berarti keterbukaan diri dibagikan kepada semua orang. Untuk itu perlu diketahui apa bentuk dan tujuan dari keterbukaan yang dilakukan oleh para pengguna twitter dan dampak seperti apa yang akan dihasilkan. Fokus penelitian ini ialah self disclosure pada aplikasi twitter di kalangan mahasiswa di kota Surakarta. Untuk menjelaskan fokus penelitian ini secara mendalam, pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendeketan studi kasus. Adapun teori yang digunakan yaitu pendapat Johari Window, ada beberapa model yang menggambarkan self disclosure yaitu, daerah terbuka, daerah buta, daerah tertutup dan daerah gelap. Hasil penelitian ini yang pertama yaitu, bentuk self disclosure Mahasiswa Surakarta adalah terbuka, tersembunyi dan gelap. Kedua, tujuan dari self disclosure Mahasiswa Surakarta adalah untuk menjernihkan diri, mengekspresikan diri, perkembangan hubungan dan memotivasi orang lain. Ketiga, dampak dari self disclosure mahasiswa Surakarta berupa dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah lebih mengenal diri sendiri, menanggulangi kesulitan hingga mengurangi beban, dan mendapatkan pemikiran baru. Sedangkan dampak negatifnya adalah penolakan dari orang lain dan timbulnya kesulitan intrapribadi. Kata kunci: Komunikasi, Self Diclosure, Pengungkapan Diri, Mahasiswa, Twitter
KINERJA PEMERINTAH DESA CEMENG KECAMATAN SAMBUNGMACAN KABUPATEN SRAGEN DALAM PELAYANAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI ( BLT) Putri Fadelisa; Joko Pramono; Joko Suranto
Solidaritas Vol 6 No 2 (2022): Solidaritas
Publisher : Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bantuan Langsung Tunai (BLT) merupakan salah satu jenis pelayanan yang ada di Pemerintah Desa Cemeng. Bantuan Langsung Tunai (BLT) suatu program dari Pemerintah yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kurang mampu seperti masyarakat yang kehilangan pekerjaan saat terdampak Pandemi Covid-19. Bantuan Langsung Tunai (BLT) bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup dan meringankan beban masyarakat ditengah Pandemi Covid-19. Agar pelayanan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dapat berjalan dengan baik perlu adanya peran dari Pemerintah Desa. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan dan menganalisis Kinerja Pemerintah Desa Cemeng dalam pelayanan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Penelitian ini menggunakan penelitan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data teori Miles, Humberman, dan Saldana (2014:14) yaitu analisis data model interaktif seperti pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan Kinerja Pemerintah Desa Cemeng Dalam Pelayanan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sudah baik, bisa dilihat dari hasil penelitian menggunakan pengukuran kinerja dengan indikator yang disampaikan oleh Agus Dwiyanto (2006:50-51). Walapun masih adanya beberapa kekurangan yang harus ditingkatkan lagi oleh Pemerintah Desa Cemeng seperti memperbaiki koordinasi dan komunikasi, menyediakan kotak saran, dan sosialisasi.    Kata Kunci : Kinerja, Pemerintah Desa, Pelayanan, Bantuan Langsung Tunai (BLT)  
PERSEPSI PENGGGEMAR ADORABLE REPRESENTATIVE M.C FOR YOUTH (ARMY) SURAKARTA PADA MASKULINITAS BEYOND THE SCENE/BANGTAN SONYEONDAN (BTS) Noviana Etty Suryani; Herning Suryo S; Andri Astuti I
Solidaritas Vol 6 No 2 (2022): Solidaritas
Publisher : Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi komunikasi dan informasi yang berkembang kian pesat, memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat di dunia untuk menunjukkan eksistensi budayanya, yang nantinya akan mudah diakses oleh seluruh masyarakat di dunia. Seperti halnya dengan Korea Selatan yang mengemas budayanya melalui Korean Wave dengan K-Pop idol sebagai salah satu produknya. Budaya merupakan salah satu faktor bagaimana persepsi pada konsep maskulinitas dikonstruksikan, begitu pula dengan persepsi pada hegemoni maskulinitas di indonesia dengan di Korea yang berbeda. Idol K-Pop yang menunjukkan sisi maskulinnya dengan lembut atau soft masculinity membuat topik perbincangan di kalangan para penggemar, karena idolanya terkadang menunjukkan sisi yang cantik namun juga maskulin. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana persepsi Adorable Representative M.C For Youth (ARMY) di Surakarta pada maskulinitas boy group Korea Beyond the Scene (BTS).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan persepsi dari Adorable Representative M.C for Youth (ARMY) di Surakarta mengenai maskulinitas boy group Beyond the Scene (BTS) dari Korea Selatan. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dengan lima informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lima informan yang merupakan ARMY Surakarta berpersepsi pada maskulinitas BTS yang di kontruksikan melalui tiga komponen penting dalam proses pembentukan persepsi menurut Alex Sobur, yakni seleksi, interpretasi, dan reaksi berdasarkan karakter maskulinitas yang dikemukakan oleh Beynon, yakni No Sissy Stuff, Be a Big Wheel, Be a Sturdy Oak, Give em Hell, New Man as Nurturer, New Man as Narcissist, Laki-laki yang macho, kekerasan dan hoologanism, dan laki-laki metroseksual, BTS dikatakan memenuhi sifat-sifat maskulinitas, hal tersebut dipersepsikan berdasarkan penampilan, kepribadian, gaya hidup dan cara BTS memperlakukan penggemarnya.Kata kunci: Persepsi, Maskulinitas, Budaya Pop Korea, Penggemar BTS K-Pop ARMY
KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DAN ANAK DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN SEKS DIMASA PUBERTAS: (Studi Kasus Pada Organisasi Katolik Republik Indonesia di Karanganyar) Biata Novilia
Solidaritas Vol 6 No 2 (2022): Solidaritas
Publisher : Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di zaman yang semakin maju ini dikenal dengan era globalisasi, pergaulan bebas dan seksdikalangan remaja atau bisa dibilang masa pubertas bukanlah suatu hal yang biasa namunsudah memprihatinkan di Indonesia. Pendidikan seksual merupakan cara mengajar ataumendidik dalam menolong anak untuk mengatasi masalah yang bersumber pada doronganseksual. Orangtua memiliki tanggung jawab penuh untuk mengasuh, membimbing anaknyadan mendidik untuk mencapai kebaikan dalam bermasyarakat. Wanita Katolik RepublikIndonesia (WKRI) di Karanganyar memiliki potensi yang besar dalam kesejahteraanmasyarakat namun dalam hal memberikan pendidikan seks kepada anak-anaknya belummaksimal atau bisa dibilang belum semua anggotanya memberikan pengetahuan tentang sekskepada anaknya. Tujuan dari penelitian ini agar organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia(WKRI) di Karanganyar mampu memberikan pendidikan seks kepada anaknya dengankomunikasi interpersonal yang lebih mendalam dan dapat menjadi wadah penerapan kepadamasyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Jenisdata yang digunakan adalah data kualitatif. Pengumpulan data dengan cara observasi,dokumentasi dan wawancara dan dengan teknik trianggulasi data. untuk teknik analisis datadengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keterbukaan yangdilakukan dalam kalangan keluarga, keterbukaan orang tua terhadap anak, begitu sebaliknya,sehingga orang tua memberikan kepercayaan kepada anak untuk memberikan seputaranpendidikan seks. Di sinilah peran orangtua dirasakan penting, karena orangtua wajib untukmengarahkan secara bijaksana informasi yang benar dan tepat sesuai dengan kebutuhanremaja. Dalam kenyataan nya, pendidikan seks ini masih kurang dalam tahap penerapan.Karena orang tua terkadang tidak mengetahui bahwa anak nya sudah melakukan hal yangterlalu berlebihan dalam pacaran sampai pada akhirnya mereka ada yang hamil diluarnikah.Orang tua yang menjadi anggota WKRI Karanganyar mendapatkan bekal ilmupendidikan seks melalui literasi yang diadakan oleh organisasi agar dapat disampaikan kepadaanak-anak mereka. Sehingga, anak dapat memahami mengenai pendidikan seks melalui orangtua. Pendidikan seks yang diberikan berupa kesehatan jenis kelamin dan juga edukasi masapubertas anak-anak diusia muda. Melalui komunikasi itulah orang tua dan anak dapat bertukarpikiran mengenai perkembangan sekarang dan juga mengenai pentingnya pendidikan sekssejak dini.Kunci : Pendidikan seks, Komunikasi Interpersonal, Orang tua
Pengaruh Intensitas Menonton Drama Korea dan Harapan Peserta Lembaga Kursus Terhadap Perilaku Berbahasa Korea: ( Pengaruh Intensitas Menonton Drama Korea Series “ School” di Aplikasi VIU dan Harapan Peserta Lembaga Kursus Bahasa Korea Terhadap Penggunaan Kosa Kata Bahasa Korea Dalam Berkomunikasi Peserta LPK Korean English Center Karanganyar ) Dwi Lestari Ningsih; Buddy Riyanto; Siswanta
Solidaritas Vol 6 No 2 (2022): Solidaritas
Publisher : Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Skripsi ini menggunakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui intensitas menonton, harapan peserta, dan perilaku berbahasa dalam hal ini penggunaan kosa kata bahasa Korea memiliki pengaruh secara positif serta mengetahui variabel mana yang berpengaruh paling dominan terhadap variabel terikat ( perilaku berbahasa ). Jumlah sampel dalam penelitian adalah 53 responden dari peserta Lembaga Kursus LPK Korean English Center Karanganyar. Penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda, uji t dan uji determinasi. Hasil penelitian ini diperoleh Y = -1,094 + 0,629X1 + 0,552X2 + e di mana koefisien regresi (pengaruh) variabel intensitas menonton (X1) sebesar 0,629 dan harapan peserta (X2) sebesar 0,552 dengan konstanta sebesar -1,094. Hasil pengelola data diperoleh koefisien determinasi (R Square) sebesar R adalah 0,634. Karena data nilai sig adalah 0,000 < 0,005 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh secara parsial intensitas menonton (X1) terhadap perilaku berbahasa (Y). Harapan peserta (X2) dengan nilai sig 0,010 < 0,005, maka Ho ditolak Ha diterima, artinya ada pengaruh secara parsial variabel harapan peserta (X2) terhadap perilaku berbahasa (Y). Jadi dapat disimpulkan bahwa intensitas menonton (X1) dan harapan peserta (X2) berpengaruh terhadap perilaku berbahasa (Y), dan intensitas menonton lebih dominan pengaruhnya. Kata Kunci : intensitas menonton, harapan peserta, perilaku berbahasa. ABSTRACT This thesis use quantitative method as a purpose to determine the intensity of watching, hope of participants, and language behavior. In this matter is using Korean language vocabulary that have influence positively and to find out which variables have the most dominant effect on the dependent variable (language behavior). The number of samples in the study were 53 respondents from students of the Korean English Center Karanganyar LPK Course Institute. The study used multiple linear regression analysis, t test and determination test. The results of this study obtained Y = -1,094 + 0,629X1 + 0,552X2 + e where the regression coefficient (effect) of the viewing intensity variable (X1) is 0.629 and students’ expectations (X2) are 0.552 with a constant of -1,094. The results of the data management obtained the coefficient of determination (R Square) of R is 0.634. Because the sig value data is 0.000 < 0.005 then Ho is rejected and Ha is accepted, that mean’s that there is a partial effect of watching intensity (X1) on language behavior (Y). Students' expectations (X2) with a sig value of 0.010 < 0.005, then Ho is rejected, Ha is accepted, which is mean there is influence partially the hope of participant variable (X2) toward language behavior (Y). So it can be concluded that the intensity of watching (X1) and hope of participants (X2) influence toward language behavior (Y), and the intensity of watching has the most dominant influence. Keyword: watching intentsity, hope of participant, language behaviour.
Transparansi Informasi Publik Di Desa Sendang Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri Yuniar Putri Syafi'i; Winarti; Joko Suranto
Solidaritas Vol 6 No 2 (2022): Solidaritas
Publisher : Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Desa Sendang Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri telah mendapatkan penghargaan terbaik pertama dalam Anugerah apresiasi implementasi Keterbukaan Informasi Publik. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang transparansi informasi publik di Desa Sendang Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri. Berdasarkan judul yang disajikan diatas maka dapat dilihat permasalahannya yaitu bagaimana transparansi informasi yang ada di desa Sendang Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri. Indikator transparansi yang digunakan terdiri dari Mengukur tingkat keterbukaan proses penyelenggaraan pelayanan publik, Kemudahan peraturan dan prosedur pelayanan, Kemudahan untuk memperoleh informasi. Pendekatan kualitatif dengan analisis data kualitatif dengan menggunakan model miles, Huberman, dan saldana yaitu dengan cara (1) Pengumpulan Data, (2) Kondensasi Data, (3) Penyajian Data, dan (4) Penarikan Kesimpulan dan menggunakan metode observasi, wawancara, dan Dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan peneliti yaitu dapat disimpulkan bahwa Transparansi Informasi Publik di desa Sendang Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri sudah baik. Segala informasi disampaikan kepada masyarakat maupun stakeholder melalui media online dan offline sehingga informasi dapat dengan mudah diakses oleh pengguna yang membutuhkan informasi terkait desa Sendang Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri. Kata Kunci : Transparansi, Informasi Publik, Desa Sendang