cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. asahan,
Sumatera utara
INDONESIA
Bernas
Published by Universitas Asahan
ISSN : 02167689     EISSN : -     DOI : -
JURNAL PENELITIAN PERTANIAN BERNAS Universitas Asahan dengan nomor ISSN 0216-7689 didedikasikan untuk menyebarkan makalah hasil penelitian (Research Article), ulasan kritis (Review Articles) dan Komunikasi Singkat (Short Communication) di bidang luas Agronomi, Hortikultura dan Kehutanan, Lanskap, Ekonomi dan Pembangunan Pertanian, Pengukuran Lahan dan Perbaikan Lahan, Ilmu Alam dan Lingkungan, Mesin Pertanian, Industri Makanan, dan lain-lain yang dapat memberikan pengetahuan bagi masyarakat umum, akademisi dan profesional. Jurnal Penelitian Pertanian Bernas terbit 2 kali dalam setahun yakni bulan Februari dan Juli, namun pada kebutuhan tambahan dilakukan penerbitan pada bulan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
RESPON DAN KERAGAMAN GENETIK GALUR PUTATIF MUTAN M6 GANDUM (Triticum aestivum L.) DI DUA AGROEKOSISTEM Eka Bobby Febrianto
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 12, No 3 (2016): Bernas Oktober 2016
Publisher : Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.49 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan genotipe gandum yang mampu beradaptasi dengan baik pada elevasi menengah dan mendapatkan informasi nilai keragaman genetik dari populasi mutan M6 di dua ekosistem yang berbeda. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga April 2013 di dua lokasi dengan elvasi yang berbeda yaitu kebun percobaan Balai Penelitian Tanaman Hias, Cipanas dan Cisarua. Materi genetik yang digunakan pada penelitian ini adalah benih-benih generasi M6 yang terdiri dari 30genotipe (5 genotipe M5-Dewata,3 genotipe M5-Selayar, 11 genotipe M5-Oasis, 4 genotipe M5-Rabe, 5 genotipeM5-Kasifbey, 2 genotipe M5-Basribey) dan enam varietas pembanding yaitu Dewata, Selayar, Oasis, Rabe, Kasifbey, dan Basribey. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perbedaan agroekosistem berpengaruh untuk budidaya gandum berpengaruh pada beberapa karakter yang diuji. Genotipe yang menunjukkan toleransi suhu tinggi yaitu M6- Dewata-1 dan M6-Oasis-11; genotipe yang medium toleran yaitu M6-Basribey-4, M6-Basribey-5, M6-Dewata-7, M6-Dewata-15, M6-Kasifbey-11, M6-Kasifbey-12, M6-Kasifbey-15, M6-Oasis-9, M6-Oasis-10, M6-Oasis-14, M6-Oasis-16, M6-Oasis-24 dan M6-Rabe-4; genotipe peka suhu tingggi yaitu M6-Dewata-12, M6-Dewata-16, M6-Kasifbey-6, M6- Kasifbey-14, M6-Oasis-4, M6-Oasis-5, M6-Oasis-6, M6-Oasis-8, M6-Oasis-22, M6-Rabe-3, M6-Rabe-16, M6-Rabe-20, M6-Selayar-1, M6-Selayar-2 dan M6-Selayar-3.
GROWTH RESPONSE AND YIELD OF RED SPINACH (Alternanthera amoena L). AGAINST ORGANIC CHICKEN DUNG FERTILIZER AND COW URINE FERMENTED APPLICATION Teddy Rinaldi; Cik Zulia; Safruddin Safruddin
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 1 (2018): Bernas February 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.688 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman bayammerah (Alternanthera amoena L). terhadap pemberian pupuk organik kotoran ayam danfermentasi air seni sapi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas PertanianUniversitas Asahan Kelurahan Kisaran Naga Kecamatan Kota Kisaran Timur, KabupatenAsahan Propinsi Sumatera Utara dengan tofografi ± 15 meter di atas permukaan laut. Waktupenelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga bulan April 2017. Penelitian ini disusunberdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor perlakuan dan tigaulangan, faktor pertama adalah pemberian pupuk organik kotoran ayam (A) terdiri dari 4 tarafyaitu A0 (kontrol), A1 (0,5 kg/plot), A2 (1,0 kg/plot), A3 (1,5 kg/plot) dan fator kedua adalahpemberian dosis fermentasi air seni sapi (S) terdiri dari 3 taraf yaitu S0 (kontrol), S1 (2,2 ml/plot) dan S2 (4,4 ml/plot). Hasil penelitian bahwa Pemberian pupuk organik kotoran ayamberpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, produksi per sampel dan produksi per plot, dengan dosis terbaik pada perlakuan 1,5 kg/plot (A3). Perlakuan Pemberian fermentasi air seni sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, produksi per tanaman sampel dan produksi per plot, dengan konsentrasi terbaik pada perlakuan 4,4 ml/plot (S2). Interaksi antara pemberian pupuk organik kotoran ayam dan fermentasi air seni sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bayam merah menunjukan pengaruh yang tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati.
EFFECT OF ORGANIC GRANULES COW MANURE FERTILIZER AND ORGANIC LIQUID FERTILIZER APPLICATION AGAINST GROWTH AND YIELD OF PAKCOY (Brassica chinensis L.) Riki Zupriadi; Noverina Chaniago; Sri Susanti Ningsih
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 1 (2018): Bernas February 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.456 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di jalan Durian Lingkungan I, Kelurahan Kisaran Naga, Kab. Asahan,Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Mei 2017.Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktorperlakuan dan 2 ulangan. Faktor pertama pemberian pupuk organik granul kotoran sapi dengan4 taraf yaitu : G0 = 0 kg/plot, G1 = 0,5 kg/plot, G2 = 1,0 kg/plot dan G3 = 1,5 kg/plot. Faktor kedua dengan pemberian pupuk organik cair dengan 4 taraf yaitu C0 = 0 ml/l air/plot, C1 = 2,5 ml/lair/plot, C2 = 5 ml/l air/plot dan C3 = 7,5 ml/l air/plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwaPerlakuan terbaik pada pemberian pupuk organik granul kotoran sapi diperoleh pada dosis 1,5kg/plot (G3) yang menghasilkan tinggi tanaman 25,11 cm, jumlah daun 12,94 helai, produksi pertanaman 185,70 g dan produksi per plot 4,33 kg. Perlakuan pupuk organik cair 5 ml/l airmerupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan tinggi tanaman 25,31 cm, jumlah daun 12,75helai, produksi per tanaman 192,80 g dan produksi per plot 4,50 kg. Interaksi antara pupukorganik granul kotoran sapi dan pupuk organik cair berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah amatan.
GROWTH RESPONSE AND YIELD OF LONG BEANS (Vigna sinensis L.) AGAINST INTAN SUPER COMPOUND FERTILIZER AND SP-36 FERTILIZER APPLICATION Ramadaynsah Panjaitan; Syafrizal Hasibuan; Rita Mawarni
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 1 (2018): Bernas February 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.728 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di jalan Durian, lingkungan 1 Kelurahan Kisaran Naga, KecamatanKisaran Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Waktu penelitian pada bulanFebruari – April 2017. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK)Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama pemberian pupuk MajemukIntan Super dengan 4 taraf yaitu : I0 = 0 kg/plot, I1 = 0,6 kg/plot, I2 = 1,2 kg/plot dan I3 = 1,8 kg/plot. Faktor kedua dengan pemberian pupuk SP36 dengan 3 taraf yaitu S0 = 0 g/plot, S1 = 9 g/plot, dan S2 = 18 g/plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Majemuk Intan Super terbaik terdapat pada perlakuan 1,8 kg/plot (I3) yang menghasilkan tinggi tanaman 108,86 cm, jumlah polong per tanaman 38,89 polong, produksi polong per tanaman 0,68 kg dan produksi polong per plot 5,05 kg. Pemberian pupuk SP36 terbaik terdapat pada perlakuan 18 g/plot (S2) yang menghasilkan tinggi tanaman 108,59 cm, jumlah cabang produktif 3,88 cabang, jumlah polong per tanaman 39,40 polong, produksi polong per tanaman 0,71 kg dan produksi polong per plot 5,22 kg. Interaksi pemberian pupuk Majemuk Intan Super dan pupuk SP 36 menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap semua parameter amatan.
GROWTH RESPONSE AND YIELD OF SWEET CORN (Zea mays saccharata Sturt.) AGAINST VERMICOMPOST FERTILIZER AND SP–36 FERTILIZER APLICATION Ilham Dolok Saribu; Chairani Chairani; Safruddin Safruddin
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 1 (2018): Bernas February 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.9 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Bunut Barat, Lingkungan III, Kecamatan KisaranBarat, Kabupaten Asahan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret hingga bulan Juni 2017.Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan.Faktor pupuk vermikompos (cascing) (C), terdiri dari 4 taraf : C0= 0 ton/ha (0 kg/plot), C1 = 5ton/ha (2,0 kg/plot), C2 =10 ton/ha (4,0 kg/plot), C3 = 15 ton/ha (6,0 kg/plot). Faktor pupuk SP-36 (P), terdiri dari 3 taraf,yaitu P0 = 0 kg/ha (0 g/plot), P1 = 100 kg/ha (42 g/plot), P2 = 200 kg/ha (84 g/plot). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, produksi per tanaman, produksi per plot, bobot per tongkol tanpa kelobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk vermikompos berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan diameter batang umur 4 dan 6 MST produksi per tanaman dan produksi per plot serta bobot per tongkol tanpa kelobot. Aplikasi pupuk SP-36 berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 2 dan 6 MST, diameter batang pada semua umur amatan, produksi per tanaman dan produksi per plot serta bobot per tongkol tanpa kelobot. Interaksi pupuk vermikompos dan pupuk SP-36 berpengaruh terhadap diameter batang umur 2 dan 4 MST.
EFFECT OF GUANO FOSFAT ORGANIC FERTILIZER AND NPK JAGO TANI FERTILIZER APPLICATION ON GROWHT OF PEPPER SHRUB SEEDLING (Piper nigrum L.) Taufik Yudistira; Ansoruddin Harahap; Lokot Ridwan Batubara
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 1 (2018): Bernas February 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.345 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Sumantri, Kelurahan Selawan, Kecamatan Kisaran,Kabupaten Asahan, Propinsi Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan pada Bulan July sampaidengan Bulan Agustus 2017. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan AcakKelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor yang diteliti yaitu : Faktor pertama pemberian NaCl(P) terdiri dari 3 taraf yaitu : Faktor pertama pemberian pupuk organik guano fosfat terdiri dari 3 taraf: G0 = 0 g/plot, G1 = 15 g/polibag, G2 = 30 g/polibag. Faktor kedua pemberian pupuk NPK Jago Tani, terdiri dari 3 taraf : N0 = 0 ml/liter air/polibag, N1 = 1 ml/liter air/polibag, N2 = 2 ml/liter air/polibag. Parameter yang diamati adalah luas daun, jumlah tunas dan panjang tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk guano fosfat berpengaruh terhadap luas daun umur 2 MST, jumlah tunas dan panjang tunas. Pemberian pupuk NPK Jago Tani berpengaruh terhadap luas daun umur 2 MST dan jumlah tunas. Tidak terjadi interaksi antara pemberian pupuk guano fosfat dan pupuk NPK Jago Tani terhadap pertumbuhan bibit tanaman lada.
EFFECT OF DOLOMITE AND SP-36 FERTILIZER GIVING ON GROWTH AND YIELD OF SOYBEAN (Glycine max L) Indra Laksmana Sirait; Cik Zulia; Rita Mawarni
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 1 (2018): Bernas February 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.956 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di daerah Kecamatan Sungai Tualang Raso, Kota Madya TanjungBalai pada ketinggian ± 6 m dpl dengan Ph tanah 4,5 - 5,5. Penelitian ini dilakukan pada bulanMaret s/d Mei 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorialdengan 2 faktor, yaitu : Faktor pemberian pupuk Dolomit (D) dengan 3 taraf perlakuan, yaitu : D0 = 0 g/plot, D1 = 0,5 kg/plot, D2 = 1 kg/plot. Faktor dosis pupuk SP-36 (S) dengan 4 tarafperlakuan, yaitu : S0 = 0 g/plot, S1 = 12,5 g/plot, S2 = 25 g/plot, S3 = 37,5 g/plot. Denganparameter amatan yaitu : Tinggi tanaman (cm), Jumlah polong berisi per tanaman (buah), Berat polong per 100 butir (g), Produksi per Tanaman Sampel (g), Produksi per plot (kg). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa Perlakuan menggunakan pupuk dolomit dengan dosis 1 kg/plot (D2) menunjukan hasil tertinggi pada semua parameter amatan yaitu menghasilkan tinggi tanaman hingga 47,30 cm, jumlah polong berisi per tanaman sampel kedelai 90,27 buah, berat polong per 100 butir kedelai 23,17 g, produksi per tanaman sampel kedelai 270,94 g, produksi per plot kedelai 4,25 kg. Perlakuan menggunakan pupuk SP-36 menunjukkan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 2, 4 dan 6 MST, berpengaruh berbeda nyata terhadap jumlah polong berisi per tanaman sampel kedelai dan produksi per tanaman sampel kedelai, namun sangat berbeda nyata terhadap berat polong per 100 butir kedelai dan produksi per plot kedelai.
EFFECT OF ORGANIC GRANULAR FERTILIZER AND NPK FERTILIZER APPLICATION ON GROWTH AND YIELD OF MUNGBEAN (Phaseolus radiatus L.) Firmansyah Hasibuan; Noverina Chaniago; Syafrizal Hasibuan
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 1 (2018): Bernas February 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.042 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Gajah, Kecamatan Sei Renggas, Kabupaten Asahan padabulan Februari hingga Juni 2017. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalahRancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertamaadalah jarak tanam terdiri dari 3 taraf yaitu G0 = 0 kg/ha (0 g/plot), G1 = 300 kg/ha (36 g/plot), G2 = 600 kg/ha (72 g/plot). Faktor yang kedua pupuk NPK Mutiara terdiri atas 4 taraf yaitu N0 = 0 kg/ha (0 g/plot), N1 = 100 kg/ha (12 g/plot), N2 = 200 kg/ha (14 g/plot), N3 = 300 kg/ha (36 g/plot). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah polong per tanaman (polong), bobot polong per tanaman (g), produksi per tanaman (g), produksi per plot (g) dan bobot 100 biji kering. Analisis statistik menunjukkan bahwa pupuk organik granul tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau. Pupuk NPK Mutiara berpengaruh terhadap tinggi tanaman (42,95 cm), jumlah polong per tanaman (51,33 polong), bobot polong per tanaman (35,37 g), produksi per tanaman (21,54 g) dan produksi per plot (158,49 g). Interaksi pupuk NPK granul dan pupuk NPK Mutiara berpengaruh terhadap produksi per plot (180,72 g).
EFFECT OF SP-36 FERTILIZER AND MOL (Local Microorganism) OF BAMBOO SHOOT’S APPLICATION ON GROWTH AND YIELD OF TOMATO (Solanum lycopersicum Mill.) Indon Hamonangan Marpaung; Ansoruddin Harahap; Lokot Ridwan Batubara
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 1 (2018): Bernas February 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.645 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Bunut Barat, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan padabulan Mei hingga Agustus 2017. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalahRancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertamaadalah pemberian pupuk SP-36 terdiri dari 3 taraf yaitu S0 = 0 kg/ha (0 g/plot), S1 = 100 kg/ha (10 g/plot), S2 = 200 kg/ha (20 g/plot). Faktor yang kedua Pemberian MOL rebung bambu terdiri atas 3 taraf yaitu M0 = 0%, M1 = 25% (25 ml/l air/plot), M2 = 50% (50ml/lair/plot). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah buah per tanaman (buah), produksi per tanaman (g), produksi per plot (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk SP-36 hanya berpengaruh terhadap jumlah buah per tanaman. Sedangkan pemberian MOL rebung bambu hanya berpengaruh terhadap jumlah buah per tanaman. Interaksi pupuk SP-36 dan MOL rebung bambu tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat.
EFFECT OF ORGANIC GUANO PHOSPHATE FERTILIZER AND GOAT URINE APPLICATION ON GROWTH OF CALIFORNIA PAPAYA SEEDLINGS (Carica papaya L.) Ade Andriansyah; Elfin Efendi; Rita Mawarni
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 1 (2018): Bernas February 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.407 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Jend. Sudirman, Gg. Rambutan, Kelurahan Sidomukti,Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, dengan topografidatar, berada pada ketinggian ± 24 m dpl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari danberakhir pada bulan April 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian dosispupuk organik guano fosfat yang dilakukan dengan 3 taraf perlakuan yaitu : G0 : 0 g/polibag, G1 : 30 g/polibag, G2 : 60 g/polibag. Faktor kedua adalah pemberian dosis urine kambing yangdilakukan dengan 4 taraf perlakuan yaitu : U0 : 0 ml/polibag, U1 : 12,34 ml/polibag, U2 : 24,68 ml/polibag, U3 : 37,02 ml/polibag. Dengan peubah amatan yaitu : tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), jumlah daun (helai), dan panjang helaian daun (cm). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan menggunakan pupuk organik guano fosfat dengan dosis 60 g/polibag menunjukan hasil tertinggi dari berbagai macam perlakuan, seperti pada tinggi bibit hingga 13,25 cm, diameter batang 3,86 mm, jumlah daun 12,67 helai, dan panjang helaian daun 9,03 cm. Perlakuan menggunakan urine kambing di usia 4 MST menunjukkan tidak berbeda nyata pada tinggi bibit, jumlah daun, panjang helaian daun dan berbeda nyata pada diameter batang. Interaksi pemberian pupuk organik gunao fosfat dan urine kambing terhadap pertumbuhan bibit pepaya california menunjukkan hasil tidak berbeda nyata pada semua parameter amatan di semua usia amatan.

Page 5 of 14 | Total Record : 138