cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA
ISSN : -     EISSN : 25980165     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ilmiah Ibnu Sina Biomedika menerima artikel ilmiah dari hasil penelitian, laporan/studi kasus, kajian/tinjauan pustaka, maupun penyegar ilmu kedokteran, yang berorientasi pada kemutakhiran ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, agar dapat menjadi sumber informasi ilmiah yang mampu memberikan kontribusi dalam mengatasi permasalahan kedokteran yang semakin kompleks.
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
HUBUNGAN NILAI ARUS PUNCAK EKSPIRASI DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Wahyu, Ilham; Mourisa, Cut
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.632 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.1123

Abstract

Latar Belakang : Arus Puncak Ekspirasi (APE)  merupakan suatu uji sederhana yang dilakukan untuk menilai fungsi paru menggunakan Wrights peak flow meter. Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat mempengaruhi hasil APE. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan APE dengan IMT pada mahasiswi Fakultas Kedokteran UMSU. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan metode cross sectional dan analisis chi squere. Data penelitian ini adalah data primer dari pemeriksaan IMT dan APE pada 92 mahasiswi Fakultas Kedokteran UMSU. Hasil : Penurunan nilai APE < 80% lebih banyak terdapat pada obese (13,04 %) dibandingkan pada overweight (11,96 % ), underweight (9,78 %), dan normoweight (5,43%). Kesimpulan : Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan antara nilai APE dengan IMT dengan p > 0,05. Kata Kunci : APE, Wrights peak flow meter, IMT, underweight, overweight, obese
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI PRIA DALAM VASEKTOMI DI KELURAHAN SIOLDENGAN KECAMATAN RANTAU SELATAN KABUPATEN LABUHANBATU TAHUN 2018 Harahap, Halimah Tusya Diah
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.572 KB) | DOI: 10.30596/isb.v2i1.1837

Abstract

Indonesia merupakan peringkat ke 4 dunia yang memiliki jumlah penduduk yang besar. Dari hasil sensus penduduk tahun 2016 menunjukkan, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 258.704.986 jiwa. Tingginya angka kelahiran di Indonesia menjadi masalah yang harus dikendalikan untuk pemerataan kependudukan. Peningkatan jumlah penduduk yang pesat membuat pemerintah menyadari pentingnya penduduk yang berkualitas, sebagai modal utama dalam mempercepat pembangunan yang pada akhirnya dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, jumlah penduduk yang besar dan tidak berkulitas, justru menjadi beban pembangunan dan menyulitkan pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan.Untuk mengendalikan kelahiran sehingga laju pertumbuhan penduduk dapat ditekan diharapkan partisipasi pria dalam ber KB termasuk vasektomi. Walaupun vasektomi merupakan tindakan yang sederhana, aman dan murah tetapi pada kenyataannya peserta vasektomi lebih sedikit dibandingkan tubektomi (sterilisasi wanita), dengan perbandingan 1 : 8. Di Kelurahan Sioldengan Kecamatan Rantau Selatan peserta vasektomi   jauh lebih sedikit dibandingkan peserta tubektomi yaitu 1 : 24 dari jumlah PUS.Desain  penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan survey cross sectional Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi pria dalam vasektomi di Kelurahan Sioldengan Kecamatan Rantau Selatan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data primer. Teknik pengambilan sampel total sampling sebanyak 72 responden. Dari penelitian yang dilakukan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi partisipasi pria dalam vasektomi. Berdasarkan pengetahuan mayoritas cukup 46 orang (63,9%), berdasarkan aksesbilitas informasi mayoritas kurang baik 37 orang (51,4%) dan berdasarkan pendapatan mayoritas kurang dari UMR Rp 960.000, yaitu 40 orang (55,6%). Disarankan supaya petugas PLKB lebih meningkatkan motivasi dan KIE secara berkesinambungan untuk meningkatkan partisipasi pria/suami dalam vasektomi. 
PERBANDINGAN ANTARA NEOPLASMA JINAK DAN GANAS PADA PAYUDARA BERDASARKAN PEMERIKSAAN FISIK DIAGNOSTIK DAN BIOPSI ASPIRASI JARUM HALUS Chairani, Rizki; Delyuzar, Delyuzar
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.058 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1655

Abstract

Latar Belakang. Tumor ganas (kanker) payudara merupakan keganasan pada wanita yang paling umum terjadi hampir semua negara dengan kejadian yang disesuaikan menurut umur tertinggi di negara maju sebanyak 73% dan termasuk 23% dari semua kanker. Pada masyarakat khususnya pada wanita kanker payudara merupakan kanker kedua paling banyak setelah kanker serviks. Tumor ganas (kanker) payudara umumnya menyerang wanita yang telah berumur >40 tahun. Namun demikian, wanita dengan usia muda bisa terserang kanker ini, tetapi pada usia muda lebih sering terkena tumor jinak payudara. Pada masyarakat khususnya pada wanita. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara neoplasma jinak dan ganas pada payudara berdasarkan pemeriksaan fisik diagnostik dan pemeriksaan biopsi aspirasi jarum halus. Metode. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel adalah pasien di RSUD Deli Serdang, yang berjumlah 25 orang. Teknik pegambilan sampel dengan metode total sampling. Analisis penelitian menggunakan uji fisher exact test. Hasil. Distribusi frekuensi yang terbanyak berdasarkan pekerjaan 21 orang (84%) dan terendah berdasarkan usia 14 orang (82,4%) dari faktor fisiko kanker payudara. Kesimpulan. Didapatkan bahwa tumor jinak dan ganas paling banyak terjadi pada ibu rumah tangga.Kata kunci: pemeriksaan fisik payudara, faktor risiko kanker, pemeriksaan biopsi aspirasi jarum halus
GAMBARAN PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP FAKTOR RISIKO AUTISME PADA ANAK DI YAYASAN ANANDA KARSA MANDIRI (YAKARI) MEDAN MZ, Miftahul Qurnaini; Lubis, Debby Mirani
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.4 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.1119

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Faktor risiko yang berhubungan dengan autisme adalah faktor prenatal, perinatal, neonatal, nutrisi dan lingkungan.. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran persepsi orang tua terhadap faktor risiko autisme pada anak di YAKARI  Medan. Metode: metode penelitian dengan cross sectional study. Sampel penelitian adalah semua orang tua dari anak autisme di YAKARI Medan. Hasil: Faktor prenatal menurut persepsi orang tua yang paling banyak adalah obat-obatan. Faktor perinatal menurut persepsi orang tua yang paling banyak adalah kelahiran prematur. Faktor neonatal menurut persepsi orang tua yang paling banyak adalah bayi yang BBLR. Faktor nutrisi menurut persepsi orang tua yang paling banyak adalah maternal yang tidak mengonsumsi asam folat. Faktor lingkungan menurut persepsi orang tua yang paling banyak adalah orang tua yang merokok. Kesimpulan: Menurut persepsi orang tua, obat-obatan, bayi prematur, BBLR, kekurangan asam folat dan merokok merupakan faktor risiko autisme.
PERBANDINGAN PERTUMBUHAN BAKTERI RONGGA MULUT PEROKOK DAN BUKAN PEROKOK DI LINGKUNGAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Nadella, Rega; Syafitri, Yuli; Arbaningsih, Sri Rezeki; Lubis, Debby Mirani
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.307 KB) | DOI: 10.30596/isb.v2i1.1906

Abstract

Background: Cigarette is one of the major threats to the health of the world community. About 80% of smokers in the world comes from low and medium economy countries including Indonesia. Cigarette smoke has an adverse effect on human health. The nicotine in cigarettes damage the immune response system and causes constriction of the blood vessels, including the blood vessels in the tissue surrounding the teeth. This led to a decrease of oxygen in the tissues and damage the immune system, thus forming an environment favourable for the growth of bacteria cause periodontal disease. The purpose of this research is to know the difference of the oral cavity bacteria of smokers and not smokers. Methods: The study was analytic comparatvie with cross sectional approach with data collection were taken in one time on two groups and then the results are compared and analyzed. The subject of research as many as 60 people consisting 30 people of light-medium smokers and 30 people is not smokers in an environment of medical faculty in Muhammadiyah University of North Sumatera. Results: There is a difference between the oral cavity bacteria of smokers and not smokers (p < 0.05). Conclusion: There is a difference between oral cavity bacteria of smokers and not smokers, because the substances contained in cigarette smoke are progresive change colonies of bacteria in the oral cavity.Key words: smoking, Oral Cavity Bacteria.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP KETERATURAN SIKLUS MENSTRUASI PADA SISWI MADRASAH ALIYAH NEGERI DOLOK MASIHUL DI KECAMATAN DOLOK MASIHUL El Alasi, Zaki Yatun Usna; Hamdani, Irfan
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.099 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.1088

Abstract

Latar Belakang. Leptin dan androstenedion merupakan hormon yang dapat mengganggu terjadinya keteraturan siklus menstruasi. Hormon ini terbentuk dari sel lemak yang berfungsi dalam pembentukan kadar estrogen. Sel lemak dapat ditentukan dari status gizi.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh terhadap siklus menstruasi pada siswi MAN di Kecamatan Dolok Masihul.Metode. Penelitian deskriptif analitik dengan metode cross sectional (potong melintang). Uji hipotesis yang digunakan uji Chi-square.Hasil. Pada analisis Indeks Massa Tubuh dengan siklus menstruasi didapatkan perbedaan signifikan (p=0,001). Dengan kata lain terdapat hubungan yang bermakna antara Indeks Massa Tubuh dengan siklus menstruasi.Kesimpulan. Status gizi dapat mempengaruhi siklus menstruasi dilihat dari status gizi yang berlebih maupun status gizi kurang. 
UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT MALARIA DI DESA TELAGAH KECAMATAN NAMU UKUR KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2016 Siregar, Nur Fitriani; Nurfadly, Nurfadly; Yulfi, Hemma; Boy, Elman
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.05 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1660

Abstract

Latar Belakang. Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya tindakan pencegahan dan penanganan masyarakat terhadap penyakit malaria di Desa Telagah Kecamatan Namu Ukur Kabupaten Langkat tahun 2016. Metode. Penelitian deskriptif dengan desain cross sectional, sampel penelitian masyarakat Desa Telagah Kecamatan Namu Ukur Kabupaten Langkat dengan metode simple random sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil. Hasil penelitian memperlihatkan upaya tindakan pencegahan di Desa Namu Ukur tergolong kategori kurang yaitu 51,0%. Untuk upaya tindakan penanganan di Desa Namu Ukur tergolong kategori cukup yaitu 74,0%. Kesimpulan. Upaya tindakan pencegahan di Desa Namu Ukur tergolong kategori kurang yaitu. Untuk upaya tindakan penanganan di Desa Namu Ukur tergolong kategori cukup. Kata Kunci: Upaya tindakan pencegahan, upaya tindakan penanganan malaria
Petunjuk Untuk Penulis Penulis, Petunjuk Untuk
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.765 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1648

Abstract

Petunjuk penulisan
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN BERENERGI YANG MENGANDUNG ASPARTAM TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI CEREBELLUM TIKUS JANTAN (Rattus norvegicus L.) Ritonga, Annisa Qarunia; Suryani, Des
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.902 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.1090

Abstract

Latar belakang. Minuman berenergi yang mengandung aspartam jika dikonsumsi secara berlebihan berpotensi merusak sel saraf, dan dapat menyebabkan kerusakan histologi cerebellum.Tujuan. Untuk mengetahui “Pengaruh Pemberian Minuman Berenergi yang Mengandung Aspartam terhadap Gambaran Histopatologi Cerebellum Tikus Jantan (Rattus norvegicus L.)”.Metode. Penelitian eksperimental dengan metode Post test Only With Control Group Design yang menganalisis histopatologi cerebellum menggunakan histoteknik parafin blok, dengan pewarnaan HE dan mikroskop cahaya serta mengumpulkan data dengan pengamatan langsung gambaran histopatologi cerebellum. Uji hipotesis menggunakan uji One-Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc Benferroni.Hasil.  Kepadatan sel purkinje normal pada uji ANOVA didapatkan  perbedaan signifikan (p=0,000). antara kontrol negatif (KN) dengan perlakuan (P1,P2) dan kontrol positif (KP1,KP2) terdapat ada perbedaan signifikan (p<0,05) dan tidak ada perbedaan signifikan (p>0,05) antara kontrol negatif (KN) dengan perlakuan (P1,P2) dan kontrol positif (KP1,KP2) dari sel purkinje yang patologis tikus jantan (Rattus norvegicus L ). Kesimpulan. Minuman berenergi yang mengandung aspartam dapat menyebabkan kerusakan berupa penurunan kepadatan sel purkinje cerebellum dan sel purkinje patologis pada kelompok perlakuan (P1,P2) dan kontrol positif (KP1,KP2). Kata kunci : Minuman berenergi, aspartam, sel purkinje, histopatologi cerebellum. 
MENENTUKAN TINGGI BADAN DARI TINGGI STERNUM Parinduri, Abdul Gafar
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.753 KB) | DOI: 10.30596/isb.v2i1.1836

Abstract

Menentukan Tinggi badan seseorang merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam proses identifikasi forensik, salah satu penentuan tinggi badan dapat dilakukan melalui pengukuran terhadap tinggi sternum, berdasarkan penelitian ahli forensik dan antropologi di luar dan didalam negeri, perkiraan tinggi badan dapat ditentukan  dengan mengukur panjang beberapa tulang panjang dengan formula  seperti Trotter – Glesser (1952 – 1958) dan Formula Antropologi Ragawi UGM.           Penelitian ini bertujuan menentukan tinggi badan seseorang berdasarkan tinggi sternum yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) pada kasus mutilasi, sebagian korban dalam keadaan terpotong – potong dengan jaringan otot dan kulit pembungkus tulang  dijumpai masih melekat.            Desain penelitian adalah deskritif dengan pendekatan cross – sectional data diperoleh dari sampel mahasiswa yang sedang menjalani kepaniteraan klinik periode April  2015 sampai Agustus  2016  dilakukan pengukuran tinggi badan dan tinggi sternum, seterusnya mencari formula hubungan tinggi sternum  terhadap tinggi  badan, kemudian data tersebut dianalisis dengan teknik uji korelasi.            Dari 240 reponden menunjukkan adanya korelasi positif antara tinggi badan dengan tinggi sternum pada laki-laki dari 77 (r : 0.9504,  p : 0.0001) dan 163 perempuan (r : 0.9599,  p : 0.00001) analisa regresi menunjukkan hubungan yang cukup kuat antara tinggi badan dengan tinggi sternum.            Jadi berdasarkan hasil penelitian ini maka Tinggi badan dapat ditentukan berdasarkan tinggi sternum .Kaca kunci : tinggi badan, tinggi sternum. Â