cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA
ISSN : -     EISSN : 25980165     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ilmiah Ibnu Sina Biomedika menerima artikel ilmiah dari hasil penelitian, laporan/studi kasus, kajian/tinjauan pustaka, maupun penyegar ilmu kedokteran, yang berorientasi pada kemutakhiran ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, agar dapat menjadi sumber informasi ilmiah yang mampu memberikan kontribusi dalam mengatasi permasalahan kedokteran yang semakin kompleks.
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT BERDASARKAN FAKTOR DEMOGRAFI PADA PASIEN RAWAT JALAN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. M. ILDREM MEDAN Siregar, Syahroni; Nuralita, Nanda Sari
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.443 KB) | DOI: 10.30596/isb.v2i2.2616

Abstract

Latar belakang: Skizofrenia merupakan gangguan psikotik berat yang melibatkan kognitif, perilaku dan disfungsi emosional. salah satu faktor keberhasilan penatalaksanaan terapi penyakit skizofrenia adalah kepatuhan dalam minum obat. Beberapa faktor dalam kepatuhan minum obat meliputi faktor demografi(usia, jenis kelamin, pekerjaan, status pernikan, dan pendidikan).Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan minum obat berdasarkan faktor demografi pada pasien rawat jalan skizofrenia RSJ Prof. Dr. M. Ildrem Medan. Yang dilaksanakan sejak Agustus sampai Oktober 2016.Metode: Deskriptif kategorik dengan menggunakan desain cross sectional. Data MMAS yang diperoleh dari 50 sampel kemudian menganalisis data menggunakan SPSS.Hasil: Mayoritas pasien skizofrenia rawat jalan memiliki kepatuhan sedang dan berdasarkan analisis menunjukkan bahwa pasien terbanyak berjenis kelamin laki-laki, berdasarkan umur terbanyak kategori 26-35 tahun, berdasarkan status pernikahan pasien terbanyak yang belum menikah, berdasarkan pekerjaan terbanyak ketegori belum menikah dan berdasarkan status pendidikan terbanak katogero SMA.Kesimpulan: Mayoritas Pasien skizofrenia rawat jalan memiliki tingkat kepatuhan yang sedang. Kata kunci: Skizofrenia, Kepatuhan minum obat, MMAS,  dan faktor demografi 
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AIR TEBU HITAM (Saccharum officinarum L.) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL SERUM MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI DIET TINGGI KOLESTEROL Hidayati, Nurul; Suryani, Des
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.058 KB) | DOI: 10.30596/isb.v2i2.2599

Abstract

AbstrakLatar Belakang. Dislipidemia adalah keadaan abnormal lipid dan lipoprotein dalam darah. Obat-obatan yang digunakan sebelumnya seperti statin, diketahui memiliki beberapa efek samping seperti myositis, kelemahan otot, insomnia, peningkatan enzim hati dan rhabdomyolysis. Octacosanol dapat menurunkan sintesis kolesterol dengan menghambat HMG-CoA reductase. Octacosanol adalah campuran alami dari alkohol jenuh rantai panjang yang dapat ditemukan di tebu, gandum, dan bekatul. Metode. Studi eksperimental, tikus dibagi menjadi 5 kelompok: kelompok kontrol negatif (diet standar), kontrol positif (diet kolesterol tinggi), dan kelompok perlakuan 1, 2 dan 3 (diet kolesterol tinggi juga 0,25 cc, 0,35 cc dan 0, 50 cc ekstrak tebu hitam). Perawatan selama 30 hari dan darah diambil pada akhir penelitian untuk pemeriksaan kadar kolesterol total serum. Hasil. Ada perbedaan yang signifikan antara kadar kolesterol total dari kelompok kontrol positif dan kelompok perlakuan, nilai p = 0,00 itu membuktikan bahwa ekstrak tebu hitam berpengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol total tikus. Namun, hasil analisis berat badan tikus meningkat secara signifikan, nilai p = 0,00 sehingga tidak boleh diberikan pasien dengan dislipidemia dengan obesitas. Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak tebu hitam dapat menurunkan kadar kolesterol total serum dengan efek samping meningkatkan berat badan tikus. Kata kunci: total kolesterol, dislipidemia, octacosanol, ekstrak tebu hitam
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DIABETES MELLITUS DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA KARYAWAN PT JASAMARGA CABANG BELMERA MEDAN Boy, Elman; Nursodik, Muhammad; Fujiati, Isti Ilmiati
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.563 KB) | DOI: 10.30596/isb.v2i2.2617

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan ancaman kesehatan masyarakat global terutama Diabetes Mellitus tipe 2 (DMT2). Dari hasil sebuah study cross-sectional diperoleh skor risiko yang tinggi pada karyawan PT Jasamarga cabang belmera untuk terjadinya DMT2. DMT2 dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko DM. Progresifitas penyakit DM akan terus berjalan dan menimbulkan komplikasi sehingga berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia dan peningkatan biaya kesehatan.Metode: Penelitian ini dilakukan secara cross sectional dan menggunakan data skunder dari data hasil Uji  Kesehatan Berkala (UKB) PT Jasamarga cabang belmera pada bulan September – November 2015 dengan menggunakan 103 data sampel. Analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko DM dengan kejadian DMT2.Hasil: Angka kejadian DMT2 pada karyawan PT Jasamarga cabang belmera adalah 9,1% (IK95%; 0,03-0,15). Berdasarkan analisis bivariat hubungan antara faktor risiko Diabetes dengan kejadian DMT2 pada karyawan PT Jasamarga diperoleh untuk faktor risiko usia (p = 0,43), jenis kelamin (p = 0,26), riwayat keluarga (p = 0,014), berat badan (p = 0,157), tekanan darah (p = 0,039), dan merokok (p = 0,101).Kesimpulan: Terdapat  hubungan antara faktor risiko riwayat keluarga dengan kejadian DMT2 dengan korelasi sebesar 0,235 (P = 0,032). Untuk faktor risiko tekanan darah juga terdapat hubungan dengan korelasi sebesar 0,199 (p = 0,039). Kata Kunci: diabetes mellitus tipe 2, faktor risiko
PENGARUH ASPARTAM TERHADAP STRUKTUR HISTOLOGI HEPAR TIKUS (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR WISTAR MODEL DIABETES MELITUS Maulana, Andi Muh; Perdana, Ade Guvinda; Soesilowati, Retno; Romdhoni, Muhammad Fadhol; Putra, Rizka Adi Nugraha
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.292 KB) | DOI: 10.30596/isb.v2i2.2384

Abstract

Latar Belakang: Aspartam merupakan pemanis buatan yang diizinkan penggunaannya oleh BPOM RI dan banyak digunakan penderita diabetes melitus sebagai gula pengganti.Komplikasi diabetes melitus terjadi karena adanya peningkatan radikal bebas dalam tubuh yang disebabkan oleh keadaan hiperglikemi terus menerus. Sementara itu 75,3% dari populasi orang Asia menderita diabetes melitus menggunakan gula pengganti. Pola pikir masyarakat untuk mengganti gula pada makanan dan minuman menyebabkan tingginya penggunaan gula pengganti.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian aspartam terhadap struktur histologi hepar tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar model diabetes melitus.Metode: Dua puluh delapan ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar dibagi menjadi 4 kelompok; kontrol (K), perlakuan 1 (P1), perlakuan 2 (P2), dan perlakuan 3 (P3). Hewan coba diterminasi selanjutnya dilakukan pembuatan preparat histologi hepar dengan pewarnaan HE. Preparat histologi hepar diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya pembesaran 400X dan hepatosit dihitung menggunakan aplikasi image-J.Hasil: Rerata ± SD hepatosit normal= 37,375±18,392, piknosis= 10,575±9,420, karioreksis= 48,875±5,551, dan kariolisis= 64,550±4,800. Uji One-way ANOVA didapatkan p-value= <0,0001.Kesimpulan: Aspartam berpengaruh terhadap struktur histologi hepar tikus (Rattus norvegicus) jantan galur wistar model diabetes melitus yang ditandai oleh kerusakan hepatosit.Kata Kunci: hepatosit,diabetes melitus, aspartam
PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SAAT MENTRUASI PADA MAHASISWI FK UMSU Saleha, Imamah Maratu; Thristy, Isra
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.004 KB) | DOI: 10.30596/isb.v2i2.2614

Abstract

AbstrakLatar Belakang. Menstruasi adalah perdarahan yang terjadi secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan endometrium. Zat besi tersimpan dalam hemoglobin, kadar hemoglobin dapat dipengaruhi oleh perdarahan, seperti pada saat menstruasi yang dialami oleh wanita akan mengalami kehilangan darah rata-rata sebanyak 80 mL, dimana setiap kehilangan 40 ml darah akan kehilangan 1,6 mg zat besi. Hilangnya darah pada saat menstruasi berpotensi mengalami anemia. Tujuan. Tujuan pada penelitian ini untuk membandingkan kadar hemoglobin sebelum dan saat menstruasi. Metode. Penelitian ini bersifat analitik jenis studi kohort. Sampel penelitian adalah mahasiswi FK UMSU angkatan 2013 yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan T Test Dependent. Hasil. Berdasarkan hasil T Test nilai p > 0,05 (p=0,244), hal ini berarti tidak terdapat perbedaan bermakna dari rata-rata kadar hemoglobin sebelum dan saat menstruasi. Kesimpulan. Tidak ada perbedaan yang bermakna pada kadar hemoglobin sebelum dan saat menstrusi.Kata kunci: Hemoglobin, Menstruasi
S E L U L I T HARRIS, BILKES
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.377 KB) | DOI: 10.30596/isb.v2i2.2382

Abstract

Selulit adalah suatu kelainan kulit kompleks yang terlokalisir akibat adanya herniasi lemak subkutan ke lapisan dermis yang mengakibatkan kerusakan jaringan ikat di bawah kulit sehingga tampak sepeti kulit jeruk (orange peel). Selulit dijumpai sekitar 80-90% pada wanita paska pubertas. Hal ini terkait peranan hormon esterogen dalam lipogenesis. Etiologi pasti yang menyebabkan selulit tidak diketahui, namun banyak teori yang muncul seperti genetik, gender, ras, diet yang tidak baik dan kurangnya olahraga. Terdapat beragam teori mengenai patogenesis selulit sehingga sulit untuk menentukannya seperti, genetik, pengaruh hormonal, sistem mikrosirkulasi dan limfatik, matriks ekstraselular, kelebihan lemak subkutan yang menonjol ke lapisan dermis dan arsitektur septum. Terapi selulit meliputi pencegahan melalui diet dan olahraga. Keberhasilan terapi bergantung pada sinergisme antara terapi topikal dan oral.Kata Kunci: Selulit, Orange peel, Jaringan ikat
PERUBAHAN PERILAKU TERHADAP PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA IBU USIA PRODUKTIF ANGGOTA PENGAJIAN AISYIYAH SETELAH MENDAPATKAN PENYULUHAN DAN DEMONSTRASI DI KECEMATAN MEDAN AMPLAS TAHUN 2017 Juninda, Laila
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.95 KB) | DOI: 10.30596/isb.v2i2.2195

Abstract

Latar belakang: Kanker payudara merupakan suatu penyakit keganasan yang banyak terjadi pada wanita. SADARI sendiri merupakan suatu bentuk pencegahan dari kejadian kanker payudara dengan memperhatikan tanda dan gejalanya. SADARI sendiri dianjurkan pada wanita, khusunya pada wanita produktif. Tujuan: Bertujuan untuk mengetahui perubahan perilaku terhadap pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada ibu usia produktif anggota pengajian aisyiyah setelah mendapatkan penyuluhan dan demonstrasi di Kecamatan Medan Amplas tahun 2017. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian studi eksperiment. Desain penelitian ini menggunakan pra-eksperiment dan jenis rancangan yang digunakan one group pretest-posttest, dimanarancangan ini tidak ada kelompok pembandingnya (kontrol). Analisa data menggunakan analisis cochran. Hasil: hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,004 (p<0,5) untuk perubahan perilaku sebelum dan sesudah penyuluhan dan demonstrasi. Kesimpulan:Terdapat perubahan perilaku terhadap pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada ibu usia produktif anggota pengajian aisyiyah setelah mendapatkan penyuluhan dan demonstrasi di pengajian pimpinan cabang aisyiyah kecamatan medan amplas.Kata kunci: perubahan perilaku, SADARI, ibu usia produktif, penyuluhan, demonstrasi
TatalaksanaThalassemia dengan kehamilan Maulina, Nora
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.497 KB) | DOI: 10.30596/isb.v2i2.2385

Abstract

Thalassemia merupakan golongan penyakit anemia hemolitik yang diturunkan secara autosom resesif, disebabkan mutasi gen tunggal, akibat adanya gangguanpembentukan rantai globin alfa atau beta. Di Indonesia, thalassemia merupakan kelainan genetik yang paling banyak ditemukan. Terapi tranfusi reguler dibutuhkan untuk mempertahankan hemoglobin.Prevalensi thalassemia padakehamilan,Sheiner  E, dkk 2004. Melakukan  penelitian  pada tahun 1988-2002 di Soroka University Medical Center, Israel : dari 159.195 kelahiran, didapatkan 261 (0.2%)  ibu hamil dengan beta-thalassemia minorWalaupun perempuan yang menderita thalasemia yang tergantung transfusi mengalami penurunan fertilitas, kehamilan tetap dapat terjadi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pasien talasemia hamil yang di tatalaksana dengan baik tidak mengalami komplikasi seperti pertumbuhan janin terganggu, abortus dan kehamilan prematur, sehingga tatalaksana thalassemia yang optimal selama kehamilan sangat penting dilakukan.            Seorang perempuan, usia 38 tahun, agama Islam, suku aceh, pekerjaan ibu rumah tangga. Penderita datang dengan keluhan pucat sejak 1 minggu SMRS, pasien telah hamil dengan usia kehamilan 6 – 8 minggu, dengan kehamilan ketiga. Sejak pasien berumur 6 tahun,pasiensudah di diagnosa dengan thalasemia 
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI ANAK DI SDN 065853 JL. TANGGUK BONGKAR X, TEGAL SARI MANDALA, MEDAN DENAI sari, ratu novita
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 3, No 1 (2019): (Mei 2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.982 KB) | DOI: 10.30596/isb.v3i1.2846

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat kimia.Gizi dibedakan menjadi status gizi buruk, kurang, baik, dan lebih.Anak Sekolah Dasar adalah anak usia 6-12 tahun.World Health Organization(WHO) tahun 2015 menyatakan bahwa prevalensi kurus pada anak dunia sekitar 14,3% dengan jumlah anak yang mengalami kurus sebanyak 95,2 juta anak.6Masalah gizi pada anak sekolah dasar saat ini masih cukup tinggi, berdasarkan data riskesdas 2013 didapatkan status gizi umur 5-12 tahun berdasarkan indeks massa tubuh terhadap usia (IMT/U) di Indonesia yaitu prevalesi kurus adalah 11,2%, yang terdiri dari 4% sangat kurus dan 7,2% kurus.  Sumatera Utara dalam hal ini menempati urutan ke 10 untuk prevalensi sangat kurus.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pndidikan ibu, pengetahuan ibu, pekerjaan ibu, dan pendapatan orang tua dengan status gizi anak di SDN 065853 Tangguk Bongkar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Data diolah menggunakan SPSS uji Chi-Square. Hasil: hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan status gizi p=0,302 (p<0,05), tidak terdapat hunbungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi p=0,113 (p<0,05), tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan status gizi p=0,251 (p<0,05), terdapat hubungan antara pendapatan orang tua dengan status gizi p=0,000 (p<0,05).Kesimpulan: tidakterdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu, pengetahuan ibu, pekerjaan ibu dengan status gizi anak, terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan orang tua dengan status gizi anak di SDN 065853 Tangguk Bongkar. Kata kunci :Status Gizi, Pendidikan, Pengetahuan, Pekerjaan, Pendapatan
PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO HIPERHIDROSIS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Lubis, Riri Arisanty Syafrin
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 3, No 1 (2019): (Mei 2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.949 KB) | DOI: 10.30596/isb.v3i1.2840

Abstract

Latar belakang: Hiperhidrosis merupakan suatu kondisi keringat berlebihan. Hiperhidrosis diklasifikasikan menjadi primer dan sekunder berdasarkan penyebabnya. Prevalensi hiperhidrosis di seluruh dunia mencapai 0.6 ? 1%. Hiperhidrosis fokal primer menyerang lebih dari 6 juta populasi muda di seluruh dunia. Pada studi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa prevalensi untuk hiperhidrosis sekitar 2.8%. Prevalensi hiperhidrosis di Israel pada usia dewasa muda sebanyak 1%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko hiperhidrosis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan jumlah sampel 100 orang. Hasil : Prevalensi hiperhidrosis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berjumlah 29 orang (29%). Jenis hiperhidrosis yang paling banyak didapatkan yaitu hiperhidrosis gustatory yang berjumlah 10 orang (34,5%) dan yang paling sedikit yaitu generalisata sebanyak 1 orang (3,4%). Responden yang mengalami hiperhidrosis primer lebih banyak dibanding dengan hiperhidrosis sekunder (96,55%). Faktor risiko yang paling banyak menyebabkan hiperhidrosis yaitu makanan pedas yang berjumlah 24 orang (82,75%) dan yang paling sedikit yaitu cokelat berjumlah 2 orang (6,89%). Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukan prevalensi hiperhidrosis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara sekitar 29%. Faktor risiko yang paling banyak meyebabkan hiperhidrosis yaitu makanan pedas sekitar 82,75%