cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA
ISSN : -     EISSN : 25980165     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ilmiah Ibnu Sina Biomedika menerima artikel ilmiah dari hasil penelitian, laporan/studi kasus, kajian/tinjauan pustaka, maupun penyegar ilmu kedokteran, yang berorientasi pada kemutakhiran ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, agar dapat menjadi sumber informasi ilmiah yang mampu memberikan kontribusi dalam mengatasi permasalahan kedokteran yang semakin kompleks.
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
PEMETAAN KESEHATAN LINGKUNGAN SEKOLAH MUHAMMADIYAH DI WILAYAH KERJA DIKDASMEN KOTA MEDAN 2017 Boy, Elman
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.469 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1656

Abstract

Salah satu tujuan Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah adalah menciptakan “Sekolah Sehat Muhammadiyah” yaitu sehat lingkungan sekolah, akademik,  non Akademik, serta pengelolaan. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan data keadaan kesehatan lingkungan sekolah, namun selama ini belum pernah dilakukan pemetaan keadaan kesehatan lingkungan sekolah di wilayah kerja Dikdasmen Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan lingkungan sekolah yang berada di wilayah kerja Dikdasmen PDM Kota Medan.  Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan metode survey dan disajikan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 60 sekolah tingkat dasar dan menengah yang berada di wilayah kerja Dikdasmen PDM Kota Medan dengan rincian sekolah dasar sebanyak 33 sekolah, SMP dan sederajatnya sebanyak 18 sekolah serta SMA dan sederajatnya sebanyak 9 sekolah. Keadaan  kesehatan lingkungan sekolah di tingkat sekolah dasar di wilayah kerja Dikdasmen PDM Kota Medan dengan kategori baik sebanyak 1 sekolah (3,03%), kategori cukup sebanyak 15 sekolah (45,45%)  dan kategori kurang sebanyak 17 sekolah (51,52%). Untuk tingkat SMP dan sederajat di wilayah kerja Dikdasmen PDM Kota Medan dengan kategori baik sebanyak 1 sekolah (5,56%), kategori cukup sebanyak 4 sekolah (22,22%) dan kategori kurang sebanyak 13 sekolah (72,22%). Untuk tingkat SMA sederajat di wilayah kerja Dikdasmen PDM Kota Medan dengan kategori baik sebanyak 0 (0%), kategori cukup sebanyak 6 sekolah (66,67%) dan kategori kurang sebanyak 3 sekolah (33,33%). Kesimpulan penelitian ini adalah keadaan kesehatan lingkungan sekolah di wilayah kerja Dikdasmen pada umumnya masih kurang dan perlu ditingkatkan.Kata kunci: kesehatan lingkungan, sekolah, PDM
HUBUNGAN PANJANG TELAPAK TANGAN TERHADAP TINGGI BADAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Simatupang, Anju Natoras Hasan; Sutysna, Hendra
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.927 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.1110

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Perkiraan tinggi badan adalah hal penting untuk keperluan medikolegal, dimana penentuan tinggi badan merupakan suatu langkah utama dalam proses identifikasi individu, ketika hanya sebagian tubuh saja yang ditemukan. Formula persamaan regresi menggunakan panjang telapak tangan, usia, jenis kelamin menyedikan sebuah perkiraan yang valid dari tinggi badan dan berguna dalam konteks klinis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang telapak tangan terhadap tinggi badan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Kedokteran UMSU yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil: Panjang telapak tangan memiliki korelasi yang positif dan signifikan terhadap tinggi badan dengan koefisien korelasi yang berkisar antara 0,780 hingga 0,874 (p<0,001). Persamaan regresi linear yang didapatkan menunjukkan Standard Error of the Estimate (SEE) yang berkisar antara 3,129 hingga 4,376 (p<0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara panjang telapak tangan terhadap tinggi badan dengan korelasi yang kuat dan sangat kuat, sehingga tinggi badan dapat diperkirakan dengan mengukur panjang telapak tangan melalui persamaan regresi linear.Kata Kunci: Panjang telapak tangan, Tinggi badan, Persamaan regresi linear, Antropometri.ABSTRACTBackground: Estimation of stature is important to medicolegal purposes, where the determination of stature is a main step in the process of identification of individuals, when the only part of the body was found. The formulated regression equation using hand length, age, gender provides a valid estimation of stature and is useful in the clinical context. Objective: Present study aimed to determine the relation of hand length to stature in students at the Faculty of Medicine UMSU. Methods: The study design was descriptive analytic cross-sectional design. The study population was students in Faculty of Medicine UMSU who had completed the inclusion and exclusion criterias. The sampling technique used total sampling method. Results: Hand length was positively and significantly correlated to stature with coefficient correlation ranging from 0,780 to 0,874 (p<0,001). Linear regression equations were showing Standard Error of the Estimate (SEE) ranging from 3,129 to 4,376 (p<0,001). Conclusion: There was significantly relation of hand length to stature with strong and very strong correlation, so the stature can be estimated by measuring hand length with linear regression equation.Keywords: Hand length, Stature, Linear regression equation, Anthropometry.
PERBANDINGAN ANGKA KEJADIAN PEDIKULOSIS KAPITIS ANTARA ANAK LAKI-LAKI DENGAN ANAK PEREMPUAN DI PONDOK PESANTREN AL-KAUTSAR AL-AKBAR MEDAN Azim, Fauzan; Andrini, Nita
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.973 KB) | DOI: 10.30596/isb.v2i1.1903

Abstract

Introduction: Pediculosis capitis is a disease in hair and scalp. This disease causes itching that can interfere with activity and reduce confidence. And can be transmitted through direct contact and indirect contact with the patient. Method: The research method used observational analysis with cross-sectional approach. Sampling was done with total sampling in pediatric population in the age group of 11-14 years with total samples 63 children, consisted 37 boys and 26 girls. Results: The study showed pediculosis capitis in boys and girls were 22 children (34.9%). The proportion of patients with pediculosis mostly occurred in girls 19 (73,1%). The analysis of the research was conducted by using chi square test. Conclusions: The results indicated that there was a significant correlation between boys and girls with pediculous capitis (p≤0,05). Keywords: Sex, pediculosis capitis.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya) 100% DAN GENTAMISIN KRIM 0,1% TERHADAP KETEBALAN EPITEL PADA LUKA SAYAT TIKUS WISTAR (Rattus Norvegicus) Amanda, Alya; Batubara, Dian Erisyawanty
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.095 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.1108

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Luka adalah rusak atau hilangnya jaringan tubuh. Selama ini penanganan standar pada luka adalah dengan pemberian antiseptik, antibiotik, dan anti radang. Salah satu tanaman yang bisa dijadikan tumbuhan obat adalah daun pepaya. Tanaman pepaya (Carica papaya) merupakan tanaman yang mudah tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi, banyak dijumpai di Indonesia sebagai tanaman kaya manfaat. Para ilmuwan telah meneliti manfaat daun pepaya dalam bidang ilmu kedokteran modern, terutama dalam mempercepat penyembuhan luka karena mengandung enzim papain dan saponin. Tujuan : Membuktikan efektifitas pemberian ekstrak daun pepaya terhadap ketebalan epitel yang terbentuk pada luka sayat dibandingkan dengan gentamisin 0,1% pada tikus wistar selama proses penyembuhan luka. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen murni laboratorium untuk membandingkan efektifitas pemberian ekstrak daun pepaya terhadap ketebalan epitel yang terbentuk pada luka sayat dibandingkan dengan gentamisin 0,1% pada tikus wistar selama proses penyembuhan luka. Hasil : Rata-rata ketebalan epitel luka sayat yang terbentuk dengan pemberian ekstrak daun pepaya 100% adalah 355,18 µm sedangkan rata-rata ketebalan epitel luka sayat yang terbentuk dengan pemberian gentamisin 0,1% adalah 265,12 µm. Kesimpulan : Ekstrak daun pepaya 100% dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif untuk mempercepat pembentukan epitel luka sayat dari pada gentamisin 0,1%. Kata Kunci : Luka sayat, Ekstrak daun pepaya 100%, Gentamisin 0,1%, Ketebalan epitel.ABSTRACTBackground: Injuries are damaged or lost one of the body’s tissues all this time. Standard treatment of epidermal injury in medical ways were given antiseptic, antibiotic and anti-inflammatory. One of plant that can be medicinal plants is papaya leaf. Papaya plants (Carica papaya) is a plant that can growth easily in low land or high land, familiar in Indonesia as a plants with many beneficial. The scientist had research the benefits of papaya plants in medical science modern scope, especially in accelerating injuries healing process because it contains enzyme papain and saponin. Objective: To prove the effect of papaya leaf extract 100% againts epithelial thickness which formed by cut injury compared with gentamicin cream 0.1%  on wistar mice during healing injuries process. Methods: This research is an experimental laboratorium study to compare the effects of papaya leaf extract 100% against epithelial thickness which formed by cut injury compared with gentamicin cream 0.1%  on wistar mice during healing injuries process. Results: The mean of epithelial thickness with cut injuries was formed by given papaya leaf extract 100% is 355.18 (micrometer) the mean of epithelial thickness with cut injuries was formed by gentamicin cream 0.1% is 265.12 (micrometer). Conclusion: papaya leaf extract 100% can be considered as one of an alternative to accelerate the healing injuries process of cut injuries rather than gentamicin cream 0.1%.Keywords: cut injuries, papaya leaf extract 100%, gentamicin cream 0.1%, epithelial thickness.
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK JINTAN HITAM (Nigella Sativa L.) TERHADAP TUBULUS SEMINIFERUS TESTIS MENCIT DIABETES MELITUS YANG DIINDUKSI ALOKSAN Mestika, Suryani Eka; Retno, Yuki
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.773 KB) | DOI: 10.30596/isb.v2i1.1900

Abstract

Diabetes[u1]  melitus merupakan penyakit sistemik sebagai salah satu penyebab infertilitas pada pria. Pria yang telah menderita penyakit DM  sering mengalami hilangnya fungsi potensial membran  mitokondria, yang menyebabkan kerusakan endotel pembuluh darah sehingga pemberian nutrisi berkurang  ke jaringan-jaringan tubulus seminiferus  dan mengganggu proses spermatogenesis.  Dalam penelitian dikatakan bahwa terjadinya penurunan diameter tubulus seminiferus disebabkan oleh penurunan jumlah sel-sel spermatogeni. Telah banyak peneliti membuktikan pengaruh jintan hitam terhadap tubulus seminiferus mencit DM yang diinduksi aloksan, dengan hasil diantaranya yaitu dapat meningkatkan jumlah sel-sel spermatogenik sehingga akan memberikan pengaruh pada diameter tubulus seminiferous. Tujuan penelitian ini untuk melihat  pengaruh pemberian minyak jintan hitam terhadap diameter tubulus seminiferus pada mencit yang menderita DM yang telah diberi aloksan. Aloksan merupakan bahan kimia yang digunakan untuk menginduksi diabetes pada binatang percobaan. Dari hasil yang didapat terlihat perbedaan  antara kelompok K+ dengan dengan perlakuan P1 dan P2. Sedangkan, pada kelompok K+ dengan kelompok perlakuan P3 tidak terlihat adanya perbedaan yang nyata antar kelompok. Dari hasil uji ANOVA satu arah taraf 5%, ternyata tidak ditemukan perbedaan diameter Tubulus Seminiferus yang bermakna antara masing-masing perlakuan penelitian (p>0,05). Namun jika dilihat perbaikan diameter yang muncul tampak  dosis efektif dalam memperbaiki diameter Tubulus  Seminiferus  mencit DM yang diberi aloksan adalah  0,0234 ml/20gr BB (P2) berdasarkan nilai pengukuran diameter Tubulus Seminiferus.
IMUNOTERAPI PADA ASMA ANAK Airlangga, Eka
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.033 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1652

Abstract

Asma pada anak merupakan proses inflamasi kronis dan remodelling saluran nafas yang membutuhkan terapi yang tidak hanya sesaat (jangka pendek) tapi juga terapi jangka panjang. Imunoterapi merupakan salah satu penanganan pada asma anak yang dicetuskan oleh faktor alergi yang sudah diketahui. Imunoterapi dilaksanakan dengan kriteria tertentu dan umumnya aman namun penggunaannya masih sangat terbatas.
HUBUNGAN LAMA DAN FREKUENSI MENELPON MENGGUNAKAN HEADSET DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN PADA OPERATOR PT. INFOMEDIA NUSANTARA MEDAN TAHUN 2016 Wellsi, Indri; Masliana, Siti; Utami, Ratih Yulistika
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.574 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.1118

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Headset adalah gabungan antara headphone dan mikrofon, digunakan untuk mendengarkan suara dan bicara dengan perangkat komunikasi atau komputer. Pemakaian headset berlebihan dalam kurun waktu yang lama dapat menimbulkan gangguan pendengaran. Para pekerja operator rentan  terhadap risiko gangguan pendengaran akibat pemakaian headset sebagai sumber pajanan langsung. Tujuan: Mengetahui hubungan lama dan frekuensi menelpon menggunakan headset dengan gangguan pendengaran pada operator PT. Infomedia Nusantara Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik dengan rancangan “Cross Sectional Study”. Hasil: Sampel penelitian sebanyak 26 orang. Hasil pemeriksaan audiometri sebanyak18 orang (69.0%) yang mengalami gangguan pendengaran dengan uji chi- square, terdapat hungan lama menelpon menggunakan headset dengan gangguan pendengaran dengan nilai p=0,014 dan ada hubungan frekuensi menelpon menggunakan headset dengan gangguan pendengaran dengan nilai p=0,020. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara lama dan frekuensi menelpon menggunakan headset dengan gangguan pendengaran.Kata kunci: gangguan pendengaran, lama menelpon,headset, frekuensi menelpon ABSTRACTBackground: Headset is the combination of headphone and microphone, that being used for listening to the music and speaking throug communication device or computer. The exessive usage of headset in a long period of time can cause hearing impairment. The operator is vulnerable to the risk of hearing impairment because of the direct contact to the headset. Purpose: To know the correlation between the duration and frequention of calling with headset with  the hearing impairment of the pt infomedia nusantara medan’s operators. Method: This research uses descriptive-analitical method with cross sectional study design. Result: Research sample of 26 persons. The result of audiometry check up, 18 persons (69,0%) suffering from hearing impairment with chi-square test, there is a correlation between the duration of calling with headset and the hearing impairment with the value p=0,014 and there is a correlation between the frequention of the calling with headset and the hearing impairment with the value p=0,020. Conclusion: There is a correlation between the duration and the frequention of the calling with headset the hearing impairment.Key words : hearing impairment, duration of calling, headset, frequention of calling 
UJI EFEKTIVITAS ANTIBIOTIK EKSTRAK DAUN CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI SALMONELLA TYPI SECARA IN VITRO Ristiansyah, Dilla Ulfa; Yenita, Yenita; Melviana, Melviana; Annisa, Annisa
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.486 KB) | DOI: 10.30596/isb.v2i1.1901

Abstract

Typhoid fever is an enteric bacterial infection caused by Salmonella enterica serovar Typhi or Paratyphi. Salmonella typhi is a Gram negative rod which has no spores and moves with flagel peritric. Salmonella is facultative intracellular and facultative anaerobes. Clove leaves (Syzygium aromaticum) have antibiotic effects on bacteria and known can inhibit Salmonella typhi bacteria. Methodology: This study used an experimental method. The technique used in measuring antibiotic activity is the method of disk diffusion. Result: The concentration of 10%, 15%, 20% and 25% clove leaf extracts resulted in average of 11.89 mm, 11.40 mm, 16.76 mm, and 16.90 mm respectively. while the clear zone diameter of chloramphenicol is 20.74 mm.Conclusion: Clove leaf extract at 25% concentration has high clear zone in treatment group. Keywords: Salmonella typhi, Clove Leaf extractKeywords : Salmonella typhi, Cengke leaf’s extract    
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWA YANG MENGIKUTI GRAND REMEDIAL DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Isnayanti, Desi; Ulfa, Aulia
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.827 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1657

Abstract

Latar Belakang Remedial sebagai sebuah metode untuk memperbaiki prestasi belajar sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan. Setiap Fakultas Kedokteran memiliki metode remedial yang berbeda-beda. Berdasarkan data yang diperoleh dari divisi assessment  FK UMSU, masih ada mahasiswa yang tidak lulus sehingga mahasiswa harus memperpanjang masa studi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar pada mahasiswa yang mengikuti ujian grand remedial di Fakultas Kedokteran UMSU. Metode. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2011, 2012 dan 2013 di Fakultas Kedokteran UMSU yang mengikuti ujian grand remedial. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Pengambilan data penelitian dengan melihat data sekunder yang diperoleh dari divisi assessment Fakultas Kedokteran UMSU berupa data IPK mahasiswa. Hasil. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini pada setiap angkatan didapatkan perbedaan yang bermakna antara IPK sebelum dan setelah dilakukan ujian grand remedial dengan nilai signifikansi pada angkatan 2011 p<0,001, angkatan 2012 p<0,001 dan angkatan 2013 p<0,001. Sedangkan hasil analisis IPK mahasiswa secara keseluruhan didapatkan nilai signifikansi p<0,001. Kesimpulan. Ujian grand remedial dapat membantu mahasiswa dalam memperbaiki prestasi belajar.Kata Kunci: Remedial, Assessment, Penilaian Sumatif, Prestasi Belajar 
CROHN DISEASE Lubis, Humairah Medina Liza
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.395 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1651

Abstract

Crohn disease merupakan salah satu dari idiopathic inflammatory bowel disease disamping ulcerative colitis. Crohn disease, dikenal juga dengan granulomatous colitis, regional enteritis dan terminal ileitis adalah penyakit autoimun yang melibatkan banyak area dari traktus gastrointestinal mulai dari esofagus hingga anus, tetapi kebanyakan melibatkan small intestine (ileum terminalis) dan kolon, biasanya multifokal. Gejala khas nyeri abdomen flare up, berulang, mereda dan bersifat kronis. Didapatkan satu kasus Crohn Disease pada seorang wanita berusia 52 tahun dengan keluhan nyeri perut seperti disayat pisau yang telah dialaminya selama 1 tahun. Dari hasil mikroskopik didapatkan gambaran yang mendukung suatu lesi Crohn disease.