al-Afkar, Journal For Islamic Studies
al-Afkar, Journal for Islamic Studies is published by Association of Secondment Lecturers (Asosiasi Dosen DPK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Indonesia. Focus of al-Afkar, Journal for Islamic Studies is on publishing original empirical research articles and theoretical reviews of Islamic Studies, it covers various issues on the Islamic studies within such number of fields as Islamic Education, Islamic thought, Islamic law, political Islam, and Islamic economics from social and cultural perspectives and content analysis from al-Qur’an and Hadist.
In other than forementioned field in Islamic Studies, al-Afkar, Journal for Islamic Studies also accepts articles which cover the topic on the cross section between Islam Studies and other scientific field, such as sociology, law, economics, and others.
Articles
25 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5, No. 4, October 2022"
:
25 Documents
clear
Analisis Hadis Riwayat Al-Tirmidzi Tentang Pendidikan Akal Menggunakan Aplikasi Jawami’ Al-Kalim
Deden Hilmansah;
Aulya Fazrin Rahman
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No. 4, October 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afkarjournal.v5i4.313
Analysis Of History Of Al-Tirmidzi About Reasoning Education Using Jawami' Al-Kalim Application Intellectual education is a very important thing, even ijtihad as the fruit of reason thinking is one of the most important sources of law in Islam. This study aims to analyze: 1) understanding of reason education 2) comparison of the hadith of al-Tirmidhi's history of reason education 3) the process of transmission and quality of the hadith of al-Tirmidhi's history of reason education 4) istimbath and application of the content of the hadith of al-Tirmidhi's history about intellectual education on the theory or practice of Islamic education. The research approach used is qualitative research with library research instruments and the research method used is descriptive method. In analyzing this hadith the author uses the help of the Jawami 'al-kalim application. The results of this study provide the following conclusions: 1) mind education is to shape the mindset of students towards everything that is useful, whether in the form of syar'i science, culture, modern science, awareness, thought, and civilization; 2) this hadith was narrated by several narrators such as Muhammad bin Isha At-Tirmidhi in the book Jami'u At-Tirmidhi hadith number 1245, Ahmad bin Hanbal in the Musnad Ahmad bin Hanbal book hadith number 21492, Abu Daud in the book Sunan Abi Daud hadith number 3121 and Abdullah bin Abul Ar-Rahman Ad-Darimy in the book of Sunan Darimi hadith number 168; 3) this hadith is a dho'if hadith but is a maqbul min hadith hasan li ghairi; 4) the results of the istimbath hadith show that the Prophet Muhammad provided broad opportunities for the development of reason in order to bring together humans with their own nature. This is relevant to the concept of education, namely reason and intellect must be developed.
TAFSIR AYAT PSIKOLOGI, Memaknai Ayat Al-Qur’an Tentang Resiliensi Jiwa Dan Urgensinya Dalam Kehidupan Sosial
Syafiq Mughni;
Muhammad Marzuk
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No. 4, October 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afkarjournal.v5i4.319
This study examines the ayat Qur'an which have an interpretation of Soul Resilience. Humans basically develop and grow according to their needs and desires. But not infrequently there are humans who are not able to adapt to develop in their new environment, with new demands and responsibilities. Therefore, there are many cases of suicide because they are unable to develop or individuals who are always slow in adapting. By using the Library Research method, this research will examine the verses of the Qur'an that contain the substance of soul resilience. From this study resulted in a finding, including the interpretation of the verses of the Qur'an containing the substance of Resilience contained in Surah al-A'rah ayat 50 regarding emotional regulation, Surah al-A'raf ayat 10 regarding impulse control, Surah az -Zumar ayat 53 on optimism, Surah an-Nisa' ayat 8 on empathy, Surah al-Imran ayat 160 on self-efficacy and Surah al-Hasyr ayat 18 on reaching out.
Konsep Insan Kamil Al-Jilli Dan Tiga Elemen Sekularisme
Nur Hadi Ihsan;
Fachri Khoerudin;
Amir Amir Reza
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No. 4, October 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afkarjournal.v5i4.323
Pembahasan mengenai “manusia ideal” masih sangat layak untuk dikaji. Dalam buku insan kamil fi marifah al awakhir wa al-awail karya Abdul Karim al-jili, dalam pembahasannya menjelaskan konsep manusia ideal dengan term masing-masing. Insan Kamil merupakan sebuah cerminan dari karakter manusia yang telah memenuhi potensi dirinya, dengan tujuan untuk menemukan sebuah jalan menunju Allah Dengan menggunakan kajian pustaka dan metode diskriptif analisis dapat ditemukan bagaimana insan kamils. Dalam pandangan al-Jilli, syariat merupakan pondasi dasar untuk mencapai hakikat. Bahkan, ia mengatakan ada tiga aspek yang mesti dilewati seorang sufi, yaitu syariat, thariqat dan hakikat Hasilnya yaitu; PertamaAl-Jili dengan Insan Kamilnya lebih mengacu kepada Tuhan sebagai titik pusatnya dan Nabi Muhammad Saw sebagai citra Tuhan-Nya serta teladan bagi seluruh manusia. menjadikan Tuhan dan manusia sebagai topik utamanya. bagi Al-Jili untuk mencapai Insan Kamil manusia harus bisa ber-tajalli ilahi dan ber-taraqqi dalam kehidupannya. bagi Al-Jili untuk mencapai Insan Kamil seseorang harus menjalankan tiga tahapan; al-Bidayah, al-Tawasuth, al-Khitam. Hal ini berbeda dengan Barat yang berpendapat manusia sempurna merupakan “pengganti” dari eksistensi Tuhan, setelah Ia mendeklarasikan diri untuk membunuh Tuhan sebagai pengatur dunia.
Konsep Islam Moderat Sebagai Alternatif Dalam Proses Penanggulangan Paham Radikal Di Indonesia
Zumrotus Sholikhah;
Muhamad Basyrul Muvid muvid
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No. 4, October 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afkarjournal.v5i4.324
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisa konsep Islam moderat sebagai jalan alternatif dalam membendung paham dan gerakan radikal di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan yang berusaha mencari berbagai literatur mulai buku, jurnal, dokumen, dan artikel yang sesuai topik kajian. Hasilnya bahwa konsep Islam moderat ialah Islam yang menjunjung tinggi rasa persaudaraan lintas sesama (basyariyah), persamaan, kenegaraan, keharmonisan dan keramahan yang jauh dari sikap fanatik, egois dan penuh kekerasan. Empat prinsip yang dibawa oleh Islam moderat yakni tawasuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal, di mana keempat prinsip tersebut sebagai dasar pengejawantahan dari nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin. Strategi dalam mengubah paradigma masyarakat menuju moderat ialah memahami bahwa perbedaan sebagai suatu keniscayaan mutlak dari Allah, keseimbangan dalam beragama menjadi kekuatan sosial untuk tidak mudah menghakimi sesama yang berbeda, kemudian sifat kasih sayang menjadi pengikat untuk memupuk interaksi sosial yang sehat, damai dan jauh dari unsur radikalisme. Sehingga, paham ini bisa dibendung dengan baik.
Tafsir Moderat Tentang Musibah Pandemi Covid-19 (Kajian QS. al-Hadid ayat 22-23 Menurut Tafsir Ibn Katsir)
Sasa Sunarsa Sasa Sunarsa
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No. 4, October 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afkar.v5i4.325
Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji musibah wabah covid-19 perspektif Al- Quran berdasarkan penafsiran Ibn Katsir terhadap QS. al-Hadid ayat 22-23. Masyarakat dunia sekarang tengah menghadapi wabah covid 19. Wabah ini mengakibatkan dampak luar biasa bagi kehidupan manusia, dan mempengaruhi berbagai sektor kehidupan manusia, termasuk dampak psikologis berupa rasa putus asa dan patah semangat yang menunjukkan bahwa sebagian manusia kurang memahami atau lupa tentang hakikat musibah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode library researh. Hasil peneltiain menunjukkan Ibn Katsir ketika menafsirkan QS. al-Hadid ayat 22-23 menjelaskan bahwa musibah pada dasarnya terjadi atas kehendak Allah Swt. dan sudah ditetapkan kejadiannya bahkan sebelum penciptaan alam semesta. Pemahaman yang benar tentang makna musibah dapat memudahkan manusia untuk bersikap sabar, yang dapat dijadikan sebagai salah satu pendekatan yang efektif dalam memperkuat ketahanan mental dan menjadikan seseorang jadi kuat dan tegar dalam menghadapi musibah wabah covid-19.
Studi Historis Perkembangan Sistem Pendidikan Di Indonesia
M. Wahib MH;
Slamet Abadi;
Khalifaturrohmah;
Aang Abdullah Zein;
Tri Novia
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No. 4, October 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afkarjournal.v5i4.336
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana bagaimana perkembangan sistem pendidikan Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian library research. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa sejarah perkembangan sistem pendidikan di Indonesia tidak hanya pada satu masa saja, namun berkembang dan mengalami perubahan masa demi masa. Kajian sejarah dilakukan terhadap Sistem Pendidikan Masa Kolonial Belanda, Sistem Pendidikan Masa Militer Jepang, Sistem Pendidikan Masa Orde Lama, Sistem Pendidikan Masa Orde Baru dan Sistem Pendidikan Masa Reformasi. Pemahaman sejarah sistem pendidikan Indonesia itu penting sebagai landasan kemajuan pendidikan Indonesia ke depan.
Studi Yuridis Tentang Jenis Dan Jalur Pendidikan Di Indonesia
Arif Rembangsupu;
Kadar Budiman;
Bidin;
Puspita;
Muhammad Yunus Rangkuti
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No. 4, October 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afkarjournal.v5i4.337
Landasan yuridis formal pelaksanaan pendidikan di negara kita adalah Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jenis pendidikan dalam satuan pendidikan ada 8 jenis pendidikan yang terdiri dari : 1). Pendidikan umum, 2). Pendidikan Kejuruan, 3). Pendidikan akademik, 4). Pendidikan profesi, 5). Pendidikan vokasi, 6). Pendidikan keagamaan, 7). Pendidikan khusus, 8). Pendidikan kedinasan. Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Jalur pendidikan di Indonesia terdiri atas pendidikan formal, nonformal. Kata jalur yang dimaksud adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan. Ketiga jalur tersebut formal, nonformal, dan informal fungsinya saling melengkapi dan memperkaya
Konsepsi Kepemimpinan Pendidikan Dalam Islam
Jonisar;
Syatiri Ahmad;
Tentri Septiyani;
Asmawati;
Dudi Suprihadi
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No. 4, October 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afkarjournal.v5i4.338
Tulisan ini bertujuan mengkaji konsepsi kepemimpinan pendidikan dalam Islam. Dalam hal ini disimpulkan bahwa Kepemimpinan merupakan suatu proses kegiatan seseorang untuk mempengaruhi, menggerakkan dan mengkoordinasikan individu atau kelompok agar terwujud hubungan kerjasama dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pemimpin pendidikan (sekolah) harus memiliki beberapa keterampilan. Pertama, kemampuan mengorganisir dan membantu staf dalam merumuskan perbaikan program pembelajaran. Kedua, kemampuan memupuk kepercayaan diri guru dan staf. Ketiga, kemampuan membangun kerjasama dalam pengembangan program supervisi. Keempat, kemampuan mendorong partisipasi staf dalam usaha mencapai tujuan sekolah. Pemimpin adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab besar dalam sebuah organisasi atau kehidupan bermasyarakat, menjadi seorang pemimpin harus memiliki yang berketinggian dalam berkehidupan sehingga bisa dijadikan teladan oleh anggotanya. Dalam Islam sendiri disampaikan kepada Umat agar menjadi pemimpin yang sesuai dengan syariat yang ada pada ajaran agama Islam, yang selanjutnya menuju kepemimpinan Islami, yaitu kepemimpinan yang lebih mengarah pada tuntunan pendidikan agama Islam dengan prinsip-prinsip yang telah ada dalam Al-Quran dan keteladanan dari Rasulullah Saw.
Kajian Fungsi Al-Qur’an Dalam Kitab Qalb Al-Qur’an: Pusoko Sapu Jagad Cokrojoyo Karya K.H Nawawi Dan Kyai Hammam Nashiruddin (Analisis Aspek Informatif-Performatif Sam D. Gill)
Sofula Khoirun Nada;
Adrika Fithrotul Aini
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No. 4, October 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afkarjournal.v5i4.340
Study of the Functions of the Qur'an in the Book of Qalb Al-Qur'an: Pusoko Sapu Jagad Cokrojoyo by K.H Nawawi and Kyai Hammam Nashiruddin (Sam D. Gill's Informative-Performative Aspect Analysis) As an effort to prevent stagnation in religious studies, especially the Qur'an, this paper examines the Qur'an from an external perspective with the hope that many new data will be revealed. This paper examines the function of the Qur'an in the core/heart verses of the Qur'an contained in the book of Qalb Al-Qur'an; Pusoko Sapu Jagad Cokro Joyo by K.H Nawawi and Kyai Hammam Nashirudiin uses the informative and performative function theory promoted by Sam D. Gill. The study process in question aims to increase scientific treasures, reveal cultural transmission and transformation, and obtain alternative cultural developments. This study uses a qualitative research method with a descriptive-analytic approach. The descriptive-analytic approach attempts to interpret the data by analyzing the data in detail and then describing it. This research is research-based literature (Library Research). The primary source of this research is the book of Qalb Al-Qur'an; Pusoko Sweeps the Universe Cokro Joyo himself. The results of this study prove that the core/heart verse in the Qalb Al-Qur'an can be divided into verses with informative function aspects with a total of 93 verses and verses with performative aspects totaling 21 verses. Verses with informative aspects are indicated by the information contained in them, while verses with performative aspects are based on people's treatment of them.
Aplikasi Mashlahat Dalam Transaksi Ekonomi Syariah Kontemporer Di Indonesia Perspektif Legislasi
Dedi;
Ibnu Rusydi;
Nursyamsi
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No. 4, October 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afkarjournal.v5i4.351
Artikel ini menjelaskan implementasi maslahat mursalah sebagai alternatif sumber hukum Islam terkait praktik-praktik transaksi di era modern yang semakin flesksibel sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara syariah dan dapat menjawab tantangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan merupakan penelitian perpustakaan. Data dokumentasi yang diperoleh dari sumber primer dan sekunder kemudian direduksi, diverifikasi dan disajikan. Hasil penelitian ini adalah: Perspektif madzhab-madzhab fikih, pro kontra pada teori maslahah dan perbandingannya dengan qiyas, yang ternyata hanya berkutat dalam ranah istilah kalimat saja, karena pada prakteknya semua madzhab menggunakan maslahah mursalah. Berbagai bentuk perkembangan ekonomi Islam, baik kelembagaan maupun produk, menunjukkan bahwa peran maslahah mursalah sangat signifikan. Seperti trend semakin maraknya perbankan syariah, munculnya kartu kredit syariah yang memfasilitasi berbagai transaksi, pembaruan dalam transaksi mudharabah seperti kewajiban jaminan dan bagi hasil sebagai metode bagi hasil. Dengan pesatnya perkembangan ekonomi syariah, penggunaan maslahah mursalah akan semakin dominan dan krusial sehingga syariat Islam dapat beradaptasi di setiap zaman dan waktu.