cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
ISSN : 25024922     EISSN : 26150867     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini membuat Jurnal Ilmiah hasil-hasil penelitian Teknik Mesin, Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Mei dan Nopember dan terdaftar di LIPI dengan kode persi cetak p-ISSN 2502-4922 dan persi online e-ISSN 2615-0867.
Arjuna Subject : -
Articles 217 Documents
MENGATASI KESULITAN INSTALASI STRUKTUR DERICK FLARE STACK DI LEPAS PANTAI DENGAN METODE GIN POLE Sulardi Sulardi Sulardi
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 9, Issue 2, Nopember 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v9i2.15767

Abstract

Kegiatan penting pembangunan kilang PT. Kilang Pertamina Balikpapan adalah pembangunan flare stack yang dibangun dilepas pantai. Penelitian bertujuan memberikan gambaran instalasi bangunan derick penopang flare stack baru setinggi 135 meter di lepas pantai. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan instalasi derick structure adalah kesulitan pemasangan derick structure dibagian atas. Penyebabnya adalah karena ketidak tersediaan alat angkat crane dengan kapasitas 250 ton dan tinggi boom 165 meter yang dioperasikan diatas ponton. Solusi mengatasi kesulitan alat angkat direncanakan adalah dengan membagi derick structure dalam 13 module, memasang section module  section bawah dengan crane, sedangkan pengangkatan dan pemasangan section module atas dilakukan dengan alat gin pole berkapasitas angkat 10 ton. Alat gin pole adalah sejenis alat derek yang dipasang pada struktur new derick yang telah dipasang sebelumnya.Kata kunci : struktur derick, modul section, metode gin 
ANALISIS PERANCANGAN ULANG TATA LETAK MATERIAL PADA GUDANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SHARED STORAG Sadat NS Sidabutar; Siska Ayu Kartika; Erik Ramadhan
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 8, Issue 1, Mei 2023
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v8i1.10440

Abstract

Abstrak Tata Letak Fasilitas adalah suatu pengaturan atau tata cara dan penempatan yang optimal fasilitas-fasilitas pabrik/gudang. Kondisi penataan yang tidak berdasarkan suatu perancangan tata letak dapat menyebabkan tidak efisiennya waktu penanganan material karena  keterbatasan gudang tersebut. Permasalahan yang dihadapi PT. XYZ adalah kurang baiknya penataan barang/produk yang kurang tepat pada gudang menimbulkan masalah pada gudang yang dikelola, sehingga gudang terkesan kurang tertata. Penempatan produk yang kurang tepat, dan memiliki frekuensi proses masuk dan keluarnya terbanyak di tempatkan paling belakang. Hal ini menyebabkan material handling kurang efektif sehingga memerlukan waktu lebih lama. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai bulan Desember 2022. Penelitian dilaksanakan di PT. XYZ Balikpapan, Objek penelitian ini adalah bagian sistem manajeman gudang. Penelitian menggunakan metode shared storage, dengan variabel bebas: raw material, quantity raw material, variabel terikat: efektivitas, kebutuhan ruang dan luas area penyimpanan, variabel kontrol: luas Gudang. Hasil dari pendekatan shared storage dapat meminimalisasi total jarak tempuh material handling menjadi 4.537 meter sedangkan kondisi sebelumnya total jarak tata letak awal adalah 7.317 meter terjadi selisih jarak 2.780 meter dari total jarak, dan terjadi penurunan total jarak 37%Kata kunci :  Tata letak, Metode Shared Storage, Material handling
PENGARUH BESAR ARUS DAN KECEPATAN PENGELASAN SMAW TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA KARBON MENENGAH suwarto .; Wajilan .; Agus Hariyanto
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 9, Issue 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v9i1.14460

Abstract

Pada saat ini las busur listrik elektroda terbungkus atau Shielded Metal Arc Welding (SMAW) banyak digunakan secara luas dalam penyambungan batang–batang pada konstruksi bangunan baja dan konstruksi mesin. Pengaruh panas dari besar arus pengelasan  dan kecepatan pengelasan menyebabkan terjadinya perubahan sifat mekanik dan fisis pada hasil lasan material yang dilas. Konsep yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah dengan metode penelitian murni dan Proses pengelasan yang digunakan adalah.variasi besar arus 70A, 80A, 90A dan 100A sedangkan variasi kecepatan pengelasan yaitu 90 mm/menit, 120 mm/menit dan 150 mm/menit. Hasil yang dicapai dari pengujian tarik diperoleh nilai kekuatan tarik terbesar adalah pada perlakuan besar arus pengelasan 100A dengan kecepatan pengelasan 150 mm/menit dengan nilai rata–rata 354 MPa, sedangkan nilai kekuatan tarik terkecil pada besar arus pengelasan 80 A dengan kecepatan pengelasan 90 mm/menit dengan nilai rata–rata 315 MPa dan Pada pengamatan struktur mikro untuk daerah las (Weld Metal) didominasi unsur ferit dibanding perlit, sehingga sifat mekanik semakin tangguh tetapi kekuatan tariknya menurun
ANALISIS PENGARUH JENIS BAHAN BAKAR TERHADAP NILAI EMISI GAS BUANG PADA DIESEL ENGINE COMMON RAIL SYSTEM Puji Saksono
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 8, Issue 2, Nopember 2023
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v8i2.12730

Abstract

AbstrakEmisi gas buang kendaraan bermotor mempunyai berbagai senyawa kimia, dimana nilainya salah satunya tergantung dari jenis bahan bakar yang digunakan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis bahan bakar dengan variasi putaran engine terhadap nilai emisi gas buang pada mobil Diesel engine dengan sistem common rail. Adapun tahap awal penelitian dilakukan survey menggunakan kuisioner googleform dan dilanjutkan pengujian engine menggunakan jenis bahan bakar Solar, Dexlite, dan PertaminaDex dengan variasi putaran engine sebesar 900, 1500, 2500, 3500 dan 4000 rpm. Engine yang digunakan adalah mobil merk Toyota Type Hilux 2.4 G Double Cabin tahun 2018. Hasil pengujian didapatkan nilai emisi gas buang paling rendah yaitu dengan menggunakan jenis bahan bakar PertaminaDex dengan putaran engine 900 rpm (idle) untuk gas CO dan HC, serta pada putaran engine 4000 rpm untuk gas NOx. Sedangkan nilai emisi paling tinggi yaitu dengan menggunakan jenis bahan bakar Solar pada saat putaran engine 4000 rpm untuk gas CO dan HC serta pada putaran engine 900 rpm (idle) untuk gas NOx nya. Kata kunci: Engine tipe common rail, pengujian, nilai emisi gas buang
Penelitian Parameter Mesin Trubend 5130 Terhadap Hasil Sudut Dan Inner Radius Bending Plate Material SPHC Tebal 1,5 mm Aditya Nugraha; Yanuarius Bagaskara Mahendra Valentara; Yohanes Nugroho; Fredericus Prijo Santoso
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 10, Issue 1, Mei 2025
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v10i1.16409

Abstract

Masalah dalam proses tekuk di PT. DLM dalam pengerjaan tutup mesin panjang 600mm memiliki hasil sudut tekuk lebih dari 90o±1o dan hasil radius pada titik tengah melebihi 1,6 mm di mesin TruBend 5130. Masalah disebabkan springback setelah selesai proses bending berakibat ketidaktepatan sudut bending. Penelitian bertujuan mencari parameter terbaik pada bending plate SPHC tebal 1,5 mm agar sudut bending mencapai 90o dengan toleransi ± 1o dan radius bending di ukuran 1,6 mm ± 0,3 mm, menganalisis parameter jenis V-block, jarak punch die, dan holding time terhadap hasil sudut dan hasil radius pada proses bending plate material SPHC. Metode yang digunakan adalah metode Taguchi, ANOVA dan RSM. Hasil konfirmasi RSM material SPHC tebal 1,5 mm pada mesin TruBend 5130 adalah jarak punch die 50 mm, lebar V 12 mm, holding time 5 detik, press force 150 kN menghasilkan sudut tekuk 91o dan inner radius sebesar 5,557 mm. Tuntutan ukuran sudut 90o±1o terpenuhi. Inner radius tidak memenuhi ukuran 1,6 mm ± 0,3 mm. Berdasarkan ANOVA RSM, jarak punch die mendominasi pengaruh terhadap hasil sudut tekuk dan inner radius tekuk (95,3% respon springback dan 93,7% respon inner radius). Kombinasi parameter berdasarkan surface plot yang mempengaruhi respon springback adalah parameter jarak punch die dan holding time (varian B) dengan rentang nilai springback luas (1o hingga 6o), nilai minimum springback 1o. Parameter mempengaruhi respon inner radius adalah parameter jarak punch die dan holding time (varian B) dengan rentang nilai inner radius luas (6 mm hingga 10 mm), nilai minimum inner radius 6 mm.
ANALISIS KEBERHASILAN PENGGUNAAN ULANG CARTRIDGE FS2-7 MESIN INJEKSI MOLDING TIPE SPACELINE 1 PADA SISTEM PELUMASAN OTOMATIS Aditya Nugraha; Franciscus Brian; Ana Ningsih; Thomas Ganda Wijaya; Yudha Samudra
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 8, Issue 2, Nopember 2023
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v8i2.11035

Abstract

AbstrakSistem pelumasan otomatis menggunakan media cartridge untuk menyimpan grease, tetapi cartridge hanya dapat digunakan sekali sehingga dilakukan penelitian untuk pengisian grease ulang ke dalam cartridge. Perbaikan desain pengisian adalah pada sistem pencekaman cartridge. Sistem pencekaman didesain untuk mengurangi tekanan ketika proses pengisian sedang berlangsung. Sistem pencekaman menggunakan dua unit metode. Pencekaman pertama digunakan untuk mencekam cartridge yang terbuat dari resin polyester. Resin digunakan karena proses pengaplikasian pada kontur luar cartridge yang mudah, sehingga dapat meminimalisir biaya produksi. Pencekaman kedua digunakan hose clamp untuk mencekam unit pencekaman pertama. Hasil analisis menunjukan presentase konsistensi pengisian grease pada cartridge fs2-7 sebesar 98,88%. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengisian grease selama 14 menit 59 detik, sedangkan estimasi pemompaan sebanyak 135 kali dengan 1 kali pompaan menghasilkan 5 gram grease. Hasil pengujian cartridge pada mesin injeksi molding menunjukan presentase keberhasilan sebesar 96 %. Rata-rata waktu untuk satu cycle time sebesar 8,38 detik, sedangkan estimasi sebesar 8,35 detik. Hasil pengukuran terhadap tekanan yang keluar pada cartridge untuk unit clamping sebesar 9,58 MPa dan unit injection sebesar 6,94 MPa.Kata Kunci: Pengisian Grease, Cartridge fs2-7, Alat Bantu Pengisian Grease AbstractThe automatic lubrication system uses a media cartridge to store grease, but the cartridge can only be used once, so research is being done to refill the grease into the cartridge. The filling design improvement is in the cartridge suppression system. The clamping system is designed to relieve pressure when the filling process is in progress. The suppression system uses two unit methods. The first clamp is used to clamp the cartridge which is made of polyester resin. Resin is used because the application process on the outer contour of the cartridge is easy, so it can minimize production costs. The second clamp is used to clamp the hose clamp to the first clamping unit. The results of the analysis show that the percentage of grease filling consistency in the fs2-7 cartridge is 98.88%. The average time required to fill the grease is 14 minutes 59 seconds, while it is estimated that 135 pumping times with 1 pumping time will produce 5 grams of grease. The results of testing the cartridge on the injection molding machine showed a success rate of 96%. The average time for one cycle time is 8.38 seconds, while the estimation is 8.35 seconds. The measurement results for the pressure coming out of the cartridge for the clamping unit is 9.58 MPa and the injection unit is 6.94 MPa.Keywords: Grease Filling, fs2-7 Cartridge, Grease Filling Tool
RANCANG BANGUN POROS BACK WHEEL PADA PROTOTIPE MOBIL LISTRIK HEULANG GALUNGGUNG aqil muhaimin
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 9, Issue 2, Nopember 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v9i2.14715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang poros back wheel dan mengetahui kekuatan poros terhadap momen puntir dan lentur pada Prototipe Mobil Listrik Heulang Galunggung secara numerik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode prototipe dan eksperimen pembuatan prototipe fisik dari poros roda belakang yang dirancang. Prototipe tersebut kemudian diuji melalui tes kinerja, tes reliabilitas, dan tes penelitian lainnya ketika dalam kondisi yang sesuai baik di lingkungan laboratorium maupun di uji coba di lapangan. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu perancangan poros back wheel pada Prototipe Mobil Listrik Heulang Galunggung dilakukan dengan pembuatan poros roda belakang dan dudukan gear yang berjalan dengan lancar, meskipun terdapat kendala pada pemotongan komponennya. Namun, kendala tersebut tidak menjadi penghambat dari segi kegunaannya pada Prototipe Mobil Listrik Heulang Galunggung. Selain kendala tersebut, terdapat kendala yang muncul ketika pengujian Prototipe Mobil Listrik Heulang Galunggung berlangsung yaitu adanya suara bising yang disebabkan dari putaran poros roda belakang. Hasil perhitungan numerik momen puntir dan lentur poros roda belakang didapatkan bahwa analisis yang dilakukan secara numerik menjelaskan bahwa poros roda belakang pada Prototipe Mobil Listrik Heulang Galunggung dinyatakan aman digunakan. Berdasarkan hasil penelitian, berikut ini merupakan beberapa saran yang diberikan sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan rancang bangun poros back wheel pada Prototipe Mobil Listrik Heulang Galunggung yaitu rancang bangun poros lebih baik menggunakan tipe tunggal daripada tipe ganda karena kinerja yang dihasilkan kurang maksimal. Rancang bangun poros dengan type ganda sebaiknya menggunakan gear differensial karena penggunaan roda gigi lebih baik daripada dudukan penghubung.
ANALISIS JARAK PENGEREMAN DAN TEMPERATUR DISC BRAKE PADA PROTOTIPE MOBIL LISTRIK HEULANG GALUNGGUNG Kenken Ahmad Fauzi; Anes Inda Rabbika
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 9, Issue 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v9i1.14238

Abstract

Disc brake merupakan salah satu komponen kendaraan bermotor yang berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan khususnya kendaraan darat yaitu sebuah besi yang berbentuk piringan yang dijepit oleh kampas rem menggunakan kaliper yang digerakkan oleh piston. Tujuan dari pengujian ini untuk melihat temperatur disc dan jarak pengereman pada mobil listrik heulang galunggung. Pada penelitian ini akan diambil data 3 temperatur disc setelah pemakaian beberapa kali. Data tersebut meliputi kecepatan mobil listrik, jarak tempuh, dan panas pada piringan. Metode pengukuran panas pada piringan dengan menggunakan Thermogun infrared, sebelum memulainya pengujian tersebut pastikan suhu awal pada piringan depan kiri 24.2˚C, depan kanan 24,1 ˚C, belakang 24,8˚C selanjutnya kendaraan melaju dengan jarak 50 M, dan menentukan jarak pengereman sampai kendaraan berhenti. Hasil dari pengujian ini bahwa dari ke-3 piringan cakram menunjukkan hasil bahwa suhu tertinggi piringan cakram tersebut mencapai depan kiri 33,6˚C, depan kanan 37,7˚C, belakang 30˚C dan suhu terendah depan kiri 26,6˚C, depan kanan 29,7˚C, belakang 26,4˚C dan untuk jarak pengereman terpanjang mencapai 3.2 meter dan jarak terpendek 2,55 meter. Untuk hasil pengujian dari ketiga piringan cakram adalah piringan depan kanan yang paling panas 37,7˚C dibandingkan dengan yang lain dan suhu terendah ada di piringan depan kiri 26,6˚C, untuk jarak pengereman terpanjang 3,2 meter dan jarak terpendek 2,55 meter.Kata kunci : Disc Brake, Temperatur disc dan jarak pengereman.
ANALISIS UJI KEKERASAN PADA CARRIER AS DIFFERENTIAL OHT 785C CATERPILLAR SETELAH PROSES REPAIR Sadat NS Sidabutar
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 10, Issue 1, Mei 2025
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v10i1.16533

Abstract

Penelitian ini  menganalisis kekerasan Carrier as differential OHT 785C Caterpillar setelah proses repair crack. Carrier as differential adalah komponen dalam suatu differential dimana carrier as merupakan wadah atau tempat bekerjanya sebuah mekanisme differential. Rata-rata kerusakan yang terjadi pada carrier as adalah crack, wear step dan fretting. Penelitan ini menggunakan metode pengujian kekerasan Brinell, dengan spesimen dalam kondisi sebelum dan sesudah  dan dilakukan pengukuran secara initial atau rata rata dari ke 3 indentasi carrier as. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan pada carrier as differential mengalami penurunan kekerasan dari sebelum repair crack 220,78 kgf/mm2, 221,68 kgf/mm2, dan 221,68 kgf/mm2 kemudian hasil setelah repair crack masing-masing sebesar 211,26 kgf/mm2, 212,08 kgf/mm2, dan 213,37 kgf/mm2, namun masih dalam range harga yang ditentukan dan masih dapat digunakan kembali. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa repair crack mempengaruhi nilai kekerasan karena adanya perlakuan panas saat proses welding  dan juga material yang digunakan
INOVASI DALAM PENGEMBANGAN DRYBOX UNTUK PENGERING SEPATU Ahmad Zainun Nasikh
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 8, Issue 2, Nopember 2023
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v8i2.12367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kendala dalam pengeringan sepatu basah di Indonesia, terutama selama musim hujan, dengan merancang drybox sebagai mesin pengering sepatu kanvas semi otomatis. Drybox ini diharapkan dapat membantu memudahkan proses pengeringan sepatu bagi ibu rumah tangga. Melalui pengujian, ditemukan bahwa drybox dengan pengaturan 1 tombol dan 2 pemanas membutuhkan waktu 2 jam untuk mengeringkan sepatu kanvas berat kadar air 900gr, sementara pengaturan 2 tombol dengan 4 pemanas membutuhkan waktu 1 jam 30 menit dengan suhu rata-rata 31oC. Untuk kadar air yang lebih rendah, seperti 800gr, waktu pengeringan adalah 1 jam 45 menit dengan 2 pemanas, dan 1 jam dengan 4 pemanas, dengan suhu rata-rata 45oC. Demikian pula, sepatu dengan kadar air 700gr membutuhkan waktu 1 jam dengan 2 pemanas, dan 45 menit dengan 4 pemanas pada pengaturan tombol 2, dengan suhu rata-rata 45oC. Pengeringan sepatu dengan kadar air 600gr membutuhkan 45 menit pada pengaturan 1 tombol dan 2 pemanas, dan 30 menit pada pengaturan 2 tombol dengan 4 pemanas, dengan suhu rata-rata 45oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drybox ini efektif dalam mengeringkan sepatu secara lebih cepat dan terkendali dibandingkan metode konvensional