cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Numeracy : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
ISSN : 23550074     EISSN : 25026887     DOI : -
Core Subject : Education,
Numeracy Journal is a journal on mathematics education. The Journal publishes articles comprising on mathematics learning, critical study of mathematics learning, classroom action research research on mathematics curriculum, learning method of mathematic, learning media of mathematic, research on mathematics assessment, and research on the development of mathematics learning.
Articles 201 Documents
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA BANGUN RUANG KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Rita Novita; Niawati
Jurnal Numeracy Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.514 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v3i1.200

Abstract

Penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika dapat membantu dalam proses belajar mengajar dimana pendekatan kontekstual tersebut adalah pembelajaran yang merupakan suatu konsep belajar dengan guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keefektifan penerapan kontekstual pada bangun ruang kubus dan balok di kelas VIII Sekolah Menengah Pertama. Sebanyak 29 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh dan penelitian ini diobservasi oleh dua orang observer terhadap tes kerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual berdampak positif terhadap hasil belajar siswa pada bangun ruang kubus dan balok.
EFEKTIFITAS PENERAPAN PENDEKATAN OPEN ENDED UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI DIMENSI TIGA DI SMA NEGERI 1 UNGGUL BAITUSSALAM Fitriati; Deumi Edema
Jurnal Numeracy Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.067 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v3i1.201

Abstract

Banyak problematika yang ditemukan dalam pembelajaran matematika seperti rendahnya prestasi, kreatifitas dan kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan akibat dari penggunaan pendekatan pembelajaran kurang tepat. Beragam pendekatan sebenarnya dapat diterapkan, salahsatunya adalah pendekatan Open-ended yaitu sebuah pendekatan yang menggunakan masalah matematika yang dirumuskan sedemikin rupa sehingga memiliki solusi yang ganda atau beragam. Pembelajaran Open Ended lebih mementingkan proses dari pada produk yang akan membentuk pola pikir dan ragam berpikir sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Metode yang digunakan untuk penelitian ini berupa Pretest-Posttest Control Group Design dengan populasinya adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Unggul Baitussalam dan sebagai sampelnya adalah kelas X2 dan X3, di mana siswa kelas X2 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X3 sebagai kelas konvensional. Untuk mendapatkan data penelitian, dilakukan dengan observasi aktivitas siswa, observasi kemampuan guru, angket respon siswa, dan teskemampuan pemecahan masalah siswa. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan persentase sesuai dengan kriteria keefektifan yang telah ditentukan dan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Open Ended efektif digunakan untuk mengajar pada materi sudut di kelas X2 SMA Negeri 1 Unggul Baitussalam dan berdasarkan pengujian hipotesis pada taraf signifikan α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = 41 diperoleh thitung = 3,7067 dan ttabel = 1,67 sehingga thitung > t(1α ) yaitu 3,7067 > 1,67, dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa yang diajarkan dengan menggunakan pendekatan Open Ended efektif dari pada kemampuan pemacahan masalah siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional pada materi sudut, hal ini juga ditunjukkan oleh hasil dari lembar observasi, lembar respon siswa, dan hasi tes yang diperoleh siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar sebesar 90,47 %.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA Mutia Fonna
Jurnal Numeracy Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.077 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v3i1.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan representasi matematis siswa, mengkaji perbedaan peningkatan kemampuan representasi matematis siswa ditinjau dari KAM, serta sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan model pembelajaran CIRC. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain kelompok kontrol non-ekivalen. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri Unggul Sigli dengan sampel siswa kelas VIII-A dan VIII-B sebanyak 58 siswa. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, digunakan instrumen berupa tes KAM, dan tes kemampuan representasi matematis, serta skala sikap dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunkan uji-t dan uji Anova dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe CIRC lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional, terdapat perbedaan peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe CIRC dan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan awal matemati siswa (tinggi, sedang, rendah). Analisis data skala sikap menunjukkan bahwa sebagian besar siswa bersikap positif terhadap pembelajaran matematika dengan pembelajaran tipe CIRC.
PROFIL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA USIA 14-15 TAHUN DI BANDA ACEH Intan Kemala Sari
Jurnal Numeracy Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.981 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v3i1.203

Abstract

Pemecahan masalah merupakan suatu proses psikologis yang melibatkan aplikasi dalil-dalil atau teorema yang dipelajari tetapi melibatkan aktivitas berpikir yang cukup kompleks. Dalam matematika, pemecahan masalah menjadi tujuan utama dalam belajar karena selain untuk mengukur prestasi belajarnya juga menjadi bekal dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Ada beberapa tahapan pemecahan masalah, diantaranya yang dikemukakan oleh Polya yaitu; (1) tahap memahami soal, (2) tahap membuat rencana penyelesaian, (3) tahap menerapkan rencana penyelesaian, dan (4) memeriksa/meninjau kembali. Berdasarkan pemaparan tersebut, maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil pemecahan masalah matematis siswa usia 14-15 tahun di Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan pendekatan kualitatif dimana penelitian ini bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Sampel penelitian yaitu sebanyak 30 siswa usia 14-15 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis jawaban siswa atas soal pemecahan masalah matematis. Terdapat empat soal bertingkat yang diberikan untuk melihat tahapan pemecahan masalah matematis siswa, dan dilakukan wawancara untuk mengkonfirmasi jawaban siswa. Berdasarkan pelaksanaan tersebut didapatkan hasil bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa usia 14-15 tahun berada pada level rendah, dimana presentasi kemampuan siswa menjawab dengan kategori baik berada pada soal nomor 1, sedangkan pada soal nomor 2, 3, dan 4, kemampuan siswa mulai menurun sehingga rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa masih relatif rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa usia 14-15 tahun di Banda Aceh masih rendah. Untuk meminimalisasi masalah tersebut maka disarankan untuk mengarahkan pembelajaran berbasis pemecahan masalah matematis dengan pemberian masalah-masalah matematis agar siswa terbiasa menghadapi soal-soal yang berbasis masalah dan pemecahannya menggunakan penalaran matematis.
REPRESENTASI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL MENGGUNAKAN ALAT PERAGA MODEL CANGKIR DAN UBIN PADA SISWA KELAS VII SLTP Ahmad Nasriadi
Jurnal Numeracy Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.578 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v3i2.204

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana representasi persamaan linear satu variabel menggunakan alat peraga model cangkir dan ubin pada siswa kelas VII. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dimulai dengan menentukan subjek penelitian, kemudian peneliti memberikan TPM dan wawancara kepada setiap subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu membangun suatu pemahaman yang kuat tentang memecahkan masalah sistem persamaan linier satu variable di dalam benaknya, hal tersebut terlihat saat subjek membuat suatu representasi tentang bagaimana memanipulasi model cangkir dan ubin baik untuk persamaan yang bernilai positif dan negatif walaupun selama ini terdapat sebagian siswa yang paham, namun gagal dalam memberikan gambaran apa sebenarnya yang subjek perbuat dalam pemecahan masalah yang dilakukan.
MENENTUKAN HUBUNGAN ANTARA GENDER, SIKAP MATEMATIKA DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA: UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN Fitriati
Jurnal Numeracy Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.799 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v3i2.205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dan reliabilitas tes kemampuan matematika berbasis UN yang dikembangkan sebagai salah satu instrumen dalam penelitian menentukan hubungan anatar gender, sikap matematika dan prestasi belajar matematika. Tes terdiri dari 30 soal berbentuk pilihan ganda berdasarkan materi yang diuji untuk ujian nasional dengan menyeleksi materi–materi yang telah dipelajari pada kelas satu dan dua saja. Tes yang telah dikembangkan diuji coba kepada 51 siswa kelas X SMA yang tersebar dalam 2 SMA dikota Banda Aceh. Hasil tes dianalisis dengan software Item Analisis (ITEMAN) yang menghasilkan 15 item soal dapat diterima, 8 item soal harus direvisi, sedang sisanya 7 item soal harus dibuang dari instrumen tes karena tidak memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas data yang telah ditetukan. Untuk itu peneliti perlu mendesain kembali instrumen penelitian dengan mempertimbangkan data-data tersebut agar hasil penelitian yang dihasilkan benar-benar valid sehingga dapat digunakan untuk mengolah data selanjutnya dengan menggunakan teknik loglinear model untuk menguji hubungan antara gender, sikap terhadap matematika dan prestasi belajar matematika.
ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI DAN KOMUNIKASI MATEMATIS MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA: STUDI KUALITATIF PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA KOTA BANDA ACEH, ACEH Nurul Fajri
Jurnal Numeracy Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.85 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v3i2.206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa Kemampuan Koneksi dan Komunikasi Matematis Mahasiswa Pendidikan Matematika: Studi Kualitatif pada Mahasiswa Pendidikan Matematika STKIP Bina Bangsa Getsempena Kota Banda Aceh, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan soal tes (koneksi dan komunikasi), studi dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah: 1) tingkat kemampuan koneksi matematis mahasiswa pendidikan matematika masih tergolong rendah; 2) tingkat kemampuan komunikasi matematis mahasiswa pendidikan matematika masih tergolong rendah; 3) kesulitan masalah koneksi matematis yang dihadapi mahasiswa pendidikan matematika umumnya adalah kesulitan dalam menyelesaikan soal koneksi yang berhubunngan dengan kehidupan sehari-hari dan disiplin ilmu lainnya; 4) kesulitan masalah komunikasi matematis yang dihadapi mahasiswa pendidikan matematika umumnya adalah mahasiswa menuliskan kembali informasi soal dan kebingungan dalam mengubah bahasa soal sehari-hari ke dalam bahasa matematika, membuat konjektur atau argumen matematika dan mengubah situasi matematika secara tertulis dengan gambar.
MENANAMKAN KONSEP MATEMATIKA MELALAUI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVIS SEBAGAI ALTERNATIF PERUBAHAN SISWA KELAS V DI SD PENDEM II SUMBERLAWANG, SRAGEN, JAWA TENGAH Ayatullah Muhammadin Al Fath; Vit Ardhyantama
Jurnal Numeracy Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.446 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v3i2.207

Abstract

Pembelajaran di kelas secara umum bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru kepada siswa. Pengetahuan baru tersebut diperoleh melalui sederetan konsep-konsep yang dalam matematika lebih bersifat abstrak. Karena abstrak, maka dalam pelaksanaannya siswa dibimbing oleh guru melalui pendekatan yang sesuai dengan kehidupan nyata disekitarnya. Salah satu bentuk pendekatan yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan pembelajaran konstruktivis. Prinsip utama pembelajaran konstruktivis adalah siswa membangun pengertian baru dengan menggunakan pengetahuan sebelumnya yang telah dimiliki dan dengan pembelajaran konstruktivis suasana kelas lebih bersifat aktif bukan lagi pasif. Berdasarkan dua prinsip tersebut penerapan konstruktivis dalam menanamkan konsep matematika kepada anak di kelas V dapat dilakukan dengan menggunakan model discovery learning atau pembelajaran berbasis masalah, sehingga ketuntasan hasil belajar individu maupun kelas dapat ditingkatkan sesuai dengan rumusan tujuan pembelajaran.
KORELASI KEDISIPLINAN BELAJAR DI RUMAH DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD NEGERI 19 BANDA ACEH Binti Asrah; Rita Novita; Fitriati
Jurnal Numeracy Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.435 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v3i2.208

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kedisiplinan belajar di rumah dengan prestasi belajar Matematika siswa SD Negeri 19 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian yang dipilih adalah penelitian korelasional. Populasi penelitian seluruh siswa kelas IV, V dan VI SDN 19 Banda Aceh sebanyak 65 orang. Keseluruhan populasi dijadikan sampel penelitian sehingga penelitian ini menjadi penelitian populasi. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan dokumentasi nilai raport. Untuk menentukan besarnya hubungan antara variabel X dengan variabel Y, penulis menggunakan rumus korelasi product moment. Koefisien korelasi (r) yang diperoleh di uji keberartiannya dengan menggunakan uji statistik t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kedisiplinan belajar di rumah dengan prestasi belajar Matematika siswa kelas tinggi SD Negeri 19 Banda Aceh, hasil ini dibuktikan dengan nilai korelasi (r) sebanyak 0,692.Nilai korelasi juga di uji dengan statistik pada taraf signifikan α = 0,05 dan dk 53-2 = 51maka dari daftar distribusi t didapat 1,67. Berartithitung ≥ ttabel (51), yaitu 6,82 ≥ 1,67 yang berarti Ha diterima pada taraf signifikan 5% dan dk 51, dapat disimpulkan bahwa terdapat terdapat korelasi kedisiplinan belajar di rumah dengan prestasi belajar matematika siswa SD Negeri 19 Banda Aceh.
MISKONSEPSI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR DI DATARAN TINGGI GAYO Ega Gradini
Jurnal Numeracy Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.478 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v3i2.209

Abstract

Miskonsepsi merupakan penjelasan yang salah dan suatu gagasan yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah yang diterima para ahli. Miskonsepsi merupakan hal yang harus dihindari guru dan peserta didik dalam pembelajaran. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami miskonsepsi salah satunya dalam Matematika. Penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada mata pelajaran Matematika. Dalam penelitian ini subjek yang diteliti adalah guru Matematika dan siswa dari 18 SD/MI di dataran tinggi Gayo yang terdiri atas 3 Kabupaten yaitu Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Masing-masing kabupaten diambil 6 sekolahyaitu 2 subjek dengan tingkat kemampuan tinggi, 2 subjek dengan tingkat kemampuan sedang, dan 2 subjek dengan tingkat kemampuan rendah. Instrumen yang digunakan adalah soal tes kemampuan matematika siswa, soal tes CRI (Certainly of Respon Indeks) dan wawancara. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan tes pelacakan miskonsepsi yang dianalisis secara deskriptif dengan teknik CRI (Certainly of Respon Indeks). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Miskonsepsi siswa dominan pada konsep Bilangan. (2) Miskonsepsi yang dialami siswa dengan kemampuan tinggi lebih sedikit jika dibandingkan dengan siswa dengan kemampuan matematika sedang dan rendah.

Page 4 of 21 | Total Record : 201