cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Numeracy : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
ISSN : 23550074     EISSN : 25026887     DOI : -
Core Subject : Education,
Numeracy Journal is a journal on mathematics education. The Journal publishes articles comprising on mathematics learning, critical study of mathematics learning, classroom action research research on mathematics curriculum, learning method of mathematic, learning media of mathematic, research on mathematics assessment, and research on the development of mathematics learning.
Articles 201 Documents
EKSPLORASI ASPEK-ASPEK PEMAHAMAN SISWA SMA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PERBANDINGAN TRIGONOMETRI Usman; RM Bambang S; M. Hasbi
Jurnal Numeracy Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.517 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v3i2.210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek-aspek pemahaman siswa SMA dalam menyelesaikan soal perbandingan trigonometri. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dalam bentuk deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 16 Banda Aceh yang berjumlah 21 orang. Data penelitian ini bersumber dari jawaban dan penjelasan subjek melalui wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan data, menarik kesimpulan. Dari hasil analisis disimpulkan aspek-aspek pemahaman siswa dalam menyelesaikan soal perbandingan trigonometri adalah aspek pemahaman dalam memahami soal, merencanakan penyelesaian, menyelesaikan soal, dan mengecek hasil yang telah dikerjakan.
PENDEKATAN KONTEKSTUAL DAN STRATEGI THINK-TALK-WRITE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN DISPOSISI MATEMATIK SISWA SMP Taufiq
Jurnal Numeracy Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.882 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i1.238

Abstract

Penelitian ini untuk menelaah pengaruh pencapaian dan peningkatan pembelajaran melalui pembelajaran kontekstual dan strategi think-talk-write terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan disposisi matematik siswa. Desain penelitian ini adalah kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol pretes dan postes. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran kontekstual dan strategi think-talk-write dan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen berupa tes kemampuan pemecahan masalah dan skala sikap disposisi matematik siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Sigli Provinsi Aceh dengan sampel penelitian siswa kelas VIII sebanyak dua kelas yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran kontekstual dan strategi think-talk-write lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran kontekstual dan strategi think-talk-write lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Skala disposisi matematik menunjukkan bahwa disposisi matematik siswa yang mendapat pembelajaran kontekstual dan strategi think-talk-write lebih baik daripada disposisi matematik siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Hasil penelitian juga menunjukkan hubungan yang positif dan kuat, artinya semakin tinggi skor kemampuan pemecahan masalah matematik siswa, semakin tinggi pula disposisi matematik siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN GRADED RESPONSE MODELS DI SMA NEGERI 1 SAKTI Junaidi
Jurnal Numeracy Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.142 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i1.241

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis Matematika siswa dengan menggunakan Graded Response Models. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Sakti tahun ajaran 2016-2017. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA₁ yang berjumlah 24 siswa. Untuk memperoleh data tentang kemampuan berpikir kritis Matematika siswa digunakan tes yang diberikan setelah proses pembelajaran berlangsung. Tes terdiri atas 5 butir soal yang disusun dengan mengacu pada indicator kemampuan berpikir kritis. Penyekoran setiap butir soal terdiri atas 4 kategori bertingkat (graded), yaitu dari 5 - 20 (5 = jawaban benar jika hanya sampai pada persoalan dasar; 10 = jawaban benar jika sampai pada persoalan menengah; 15 = jawaban benar jika sampai pada persoalan akhir; 20 = jawaban benar sempurna). Untuk analisis data dilakukan dengan menggunakan persentase yang dirumuskan oleh Arikunto. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh keterangan 9 dari 18 siswa yang mengikuti tes memiliki kemampuan berpikir kritis Matematika sangat tinggi, 1 dari 18 siswa yang mengikuti tes memiliki kemampuan berpikir kritis Matematika tinggi, 2 dari 18 siswa yang mengikuti tes memiliki kemampuan berpikir kritis Matematika rata-rata, dan 6 dari 18 siswa yang mengikuti tes memiliki kemampuan berpikir kritis Matematika rendah, serta tidak ada satu pun siswa yang mengikuti tes memiliki kemampuan berpikir kritis Matematika sangat rendah.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI STATISTIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ACTIVE LEARNING DI KELAS X MAN RUKOH Ahmad Nasriadi; Intan Kemala Sari; Eka Saputri
Jurnal Numeracy Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.66 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i1.247

Abstract

Selama ini pembelajaran matematika cenderung berlangsung satu arah, banyak siswa yang merasa kesulitan dalam memecahkan masalah matematika khususnya pada materi statistika. Siswa cenderung malas dan kurang bersemangat ketika dihadapkan pada masalah-masalah matematika sehingga hasil belajar siswa kurang optimal. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa pada materi statistika dengan menggunakan metode active learning lebih baik dari metode konvensional dikelas X MAN Rukoh. Adapun yang menjadi populasi penelitian adalah siswa MAN Rukoh dengan Sampel yang diambil adalah kelas X-IIS-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-IIS-3 sebagai kelas kontrol. Rancangan penelitian ini menggunakan Randomized Subject, Posttest Control Group Design. Instrumen yang digunakan adalah tes akhir yang diberikan kepada kedua kelas yang diuji, data tersebut diolah dengan menggunakan analisis statistik uji-t. Berdasarkan rumus uji t dengan taraf siknifikan α = 0,05 dan derajat kebebasan 49 dari tabel distribusi t diperoleh t(tabel) : t0,95(49)= 1,69, Dan thitung= 2,44. sehingga thitung > t(tabel) yaitu 2,44 > 1,67, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan metode active learning lebih baik daripada hasil belajar siswa menggunakan metode konvensional pada materi statistika di kelas X MAN Rukoh Kota Banda Aceh. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru agar dapat di aplikasikan dalam proses belajar mengajar matematika di kelas.
ANALISIS KUALITAS SOAL UJIAN MATEMATIKA SEMESTER GENAP KELAS XI SMA INSHAFUDDIN KOTA BANDA ACEH Mik Salmina; Fadlillah Adyansyah
Jurnal Numeracy Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.082 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i1.250

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Kualitas Soal Ujian Matematika Semester Genap Kelas XI SMA Inshafuddin Kota Banda Aceh. Pada penelitian ini di gunakan metode deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif yaitu dengan mengumpulkan lembaran jawaban siswa sebagai data. Selanjutnya data tersebut di analisis validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda setiap butir soal. Populasi penelitian ini adalah nilai evaluasi belajar siswa bidang studi matematika kelas XI SMA Inshafuddin Tahun Pelajaran 2015/2016. Sedangkan yang menjadi sampel adalah lembaran jawaban siswa yang penulis ambil dari 35 orang siswa yang mengikuti ujian. Soal tes berupa 8 uraian (essay). Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa tes validitas bentuk essay 50% tergolong katagori sangat tinggi, 37,5% tergolong katagori tinggi, dan 12,5% tergolong katagori rendah, reliabilitas bentuk essay 0,80 > 0,70 termasuk katagori tinggi, tingkat kesukaran bentuk essay 50% katagori sedang dan 50% tergolong katagori sukar. Adapun daya pembeda soal bentuk essay yaitu 50% tergolong katagori baik, 37,5% tergolong cukup, dan 12,5% tergolong katagori jelek sebaiknya dibuang saja. Dari hasil penelitian bahwa Kualitas Soal Ujian Matematika Semester Genap Kelas XI SMA Inshafuddin Kota Banda Aceh sudah dikatagorikan baik dan perlu adanya beberapa yang harus direvisi. Sehingga sebelum melakukan tes guru harus mengevaluasi ruang lingkup pembelajaran dengan demikian soal tersebut dapat dikatagorikan soal yang baik dan layak di ujiankan.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA MELALUI PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING Fitriati; Jazuli
Jurnal Numeracy Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.943 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i1.256

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika menjadi perhatian utama semua pihak pada saat ini. Hal tersebut disebabkan karena berbagai faktor seperti kemampuan guru, kesiapan siswa dan metode belajar yang digunakan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi tersebut yaitu dengan intense nya penggunaan metode problem solving karena penyelesaian masalah merupakan kegiatan yang sangat penting dalam pembelajaran matematika, karena prosedur penyelesaian masalah dapat melatih kemampuan analisis siswa yang diperlukan untuk menghadapi masalah yang ditemuinya baik dalam pembelajaran matematika maupun dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan dalam memecahkan masalah matematika, dimana materi yang dibahas dalam penelitian ini adalah bilangat bulat. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII-4 SMP N 18 Banda Aceh dengan jumlah siswa sebayak 25 orang.Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yaitu siklus pertama terdiri atas 2 kali pertemuan dan siklus kedua 1 kali pertemuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi pelaksanaan pembelajaran dengan metode problem solving, tes disetiap siklus untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika, danangket motivasi siswai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII-4 SMP Negeri 18 Banda Aceh mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan pemecahan masalah siswa yaitu dengan rata-rata skor pada siklus Isebesar 52.53% termasuk dalam kategori sedang dan skor pada siklus II 68.93% termasuk dalam kategori tinggi dan didukung dengan meningkatnya tingkat ketuntasan siswa yaitu 16% pada tes pra siklus meningkat 48% pada siklus I dan meningkat sampai 80% padasiklus II yang termasuk dalam kategori tinggi. Hasil tersebut juga didukung dari hasil angket Motivasi belajar terhadap pembelajaran matematika denga persentase rata-rata 2.8% tergolong dalam kategori ‘termotivasi” yang telah dilakukan dengan metode problem solving.
ANALISIS KEKELIRUAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL KALKULUS PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA Mik Salmina
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.824 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.261

Abstract

This research is intended to analyze what errors students do in understanding the calculus and causal factors in understanding the calculus in Mathematics Education students. This research uses descriptive method with qualitative approach. The subject of the research is the second semester students of Mathematics Education. The results showed inner kinship. The error is as follows: 1) The error in the sense of integral basic notion; 2) The error in calculating integral indeterminate and integral by using substitution integral; 3) The error in calculating the partial integral and integral trigonometric substitution; And 4) The error in calculating the area and volume of the rotary object by using. The causes of student error in completing the test of integral material mastery are as follows: 1) the student can not distinguish which integral of course and where the integral is indeterminate; 2) students are mistaken in factoring and derivation; 3) erroneous in the concept of partial integral and trigonometric identity properties; And 4) it is erroneous to calculate the area of ​​the integral region above the x-axis and to err in determining the volume of rotating objects rotated as far as 3600 against the x-axis on. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kekeliruan apa saja yang dilakukan mahasiswa dalam memahami kalkulus dan faktor penyebab kekeliruan dalam memahami kalkulus pada mahasiswa Pendidikan Matematika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester II Pendidikan Matematika. Hasil penelitian menyatakan umumnya mahasiswa mengalami kekeliruan dalam menyelesaikan tes penguasaan materi integral. Kekeliruan tersebut adalah sebagai berikut: 1) Kekeliruan dalam memahami pengertian dasar integral; 2) Kekeliruan dalam menghitung integral tak tentu dan integral tentu dengan mengunakan integral subsitusi; 3) Kekeliruan dalam menghitung integral parsial dan integral subsitusi trigonometri; dan 4) Kekeliruan dalam menghitung luas daerah dan volume benda putar dengan mengunakan integral tentu. Adapun penyebab kekeliruan mahasiswa dalam menyelesaikan tes penguasaan materi integral adalah sebagai berikut: 1) mahasiswa tidak dapat membedakan mana integral tentu dan mana integral tak tentu; 2) mahasiswa keliru dalam pemfaktoran dan turunan; 3) keliru dalam konsep integral parsial dan sifat-sifat indentitas trigonometri; dan 4) keliru dalam menghitung luas daerah integral yang berada diatas sumbu x dan keliru dalam menentukan volume benda putar yang diputar sejauh 3600 terhadap sumbu x pada integral tentu. Kata kunci: Kategori kekeliruan dan kalkulus
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PROBLEM POSING Rifaatul Mahmuzah; Aklimawati
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.587 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.266

Abstract

Developing reasoning skills in the learning process of mathematics is very important because it is one of the main objectives of learning mathematics in schools. Students need reasoning skills to understand mathematical material, relate the material being studied with other materials or with everyday life. Posing problem approach that in the learning process requires students to ask questions and make the solution is expected to improve students' thinking and reasoning abilities. This study aims to examine the improvement of mathematical reasoning ability of students who gain learning through problem posing approach is better than students who obtain conventional learning both overall and student-level. This research used pre-test post-test control group design. The population in this study is all students of class VII SMP IT Al-Azhar Banda Aceh in the academic year 2016/2017. Samples were taken two classes, namely class VII2 as experimental class and class VII1 as control class through random sampling technique. Instruments used to obtain research data in the form of tests of mathematical reasoning ability. The statistical test used to analyze improved mathematical reasoning abilities is a two-track anava test processed using Statistical Package for the Social Science (SPSS) software assistance. The result of the research shows that the improvement of mathematical reasoning ability of students who get the learning through problem posing approach is better than students who get conventional learning either whole or student level. Abstrak Mengembangkan kemampuan penalaran dalam proses pembelajaran matematika sangat penting dilakukan karena merupakan salah satu tujuan utama dari pembelajaran matematika di sekolah. Siswa memerlukan kemampuan penalaran untuk memahami materi matematika, mengaitkan materi yang sedang dipelajari dengan materi lainya ataupun dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan problem posing yang dalam proses pembelajarannya mengharuskan siswa untuk mengajukan soal serta membuat penyelesaiannya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan bernalar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengkaji peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran melalui pendekatan problem posing lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional baik secara keseluruhan maupun berdasarkan level siswa. Penelitian ini menggunakan desain pre-test post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP IT Al-Azhar Banda Aceh pada tahun pelajaran 2016/2017. Sampel diambil dua kelas yaitu kelas VII2 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII1 sebagai kelas kontrol melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data penelitian berupa tes kemampuan penalaran matematis. Uji statistik yang digunakan untuk mengalisis peningkatan kemampuan penalaran matematis adalah uji anava dua jalur yang diolah menggunakan bantuan software Statistical Package for the Social Science (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran melalui pendekatan problem posing lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional baik secara keseluruhan maupun berdasarkan level siswa. Kata kunci: Pendekatan Problem Posing, Kemampuan Penalaran Matematis
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BOLA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DENGAN APS DI SMP MUHAMMADIYAH BANDA ACEH Nuralam
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.834 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.268

Abstract

The process of learning mathematics tends to be less satisfactory, because the activity is done in monotonous and teacher-centered so that student learning result is not optimal. This study aims to find out about the learning outcomes, the level of mastery of learning and student responses in learning the ball material through cooperative learning model type NHT with APS. This research uses pre experimental research with one pretest-posttest design. The samples were obtained by total sampling technique from class IX as many as 25 people. The research instruments are test of learning result and student response questionnaire. The data analysis technique using t-test analysis and percentage technique. The result of the research based on the test shows that the students 'mathematics learning result is increased and the students are complete in learning as well as the students' learning response in positive category. Abstrak Proses pembelajaran matematika cenderung kurang memuaskan, karena kegiatan tersebut dilakukan secara monoton dan berpusat pada guru sehingga hasil belajar siswa tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hasil belajar, tingkat ketuntasan belajar dan respon siswa dalam belajar materi bola melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan APS. Penelitian ini menggunakan penelitian pra eksperimen dengan rancangan one grup pretest-posttest design. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik total sampling dari kelas IX sebanyak 25 orang. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar dan angket respon siswa. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis uji t dan teknik prosentase. Hasil penelitian berdasarkan tes menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa meningkat dan siswa tuntas dalam belajar serta respon siswa belajar dalam kategori positif. Kata kunci: Hasil Belajar Matematika, Bola, Model Pembelajaran Koperatif, Tipe NHT, Alat Peraga Matematika
PENERAPAN PENDEKATAN PROBLEM POSSING DALAM UPAYA MENINGKATKAN SELF CONFIDANCE CALON GURU MATEMATIKA UNIVERSITAS SAMUDRA Anwar; Muhammad Zaki
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.72 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.270

Abstract

The teachers candidates are people being prepared into a teacher. Although the teacher candidates has been equipped with various science teacher and a set of teacher skills, it is possible they still have less confidence in the ability that has been owned, especially self confidence. This study aims to find out how to improve self-confidence of teachers candidates and learning outcomes in understanding mathematics through the application of problem posing approach. This research uses eksperiment research with quantitative approach. The main data in this research are test result of learning, observation result of student activity, and questionnaire to student of mathematics education program. subject peneliannya is a student of mathematics education semester four. The results show that there is an increase in self confidance and understanding of mathematical concepts of prospective teachers through approach possing problems are applied by forming small groups consisting of two to three; guiding teachers candidates to create a conducive learning; providing motivation; assigning tasks at the end of each lesson; asking one of the teachers candidates to present their tasks, every teacher candidates is required to make a problem / issue and the answer which will then be given to his friends to solve it, and provide exercises or quizzes at the beginning of the lesson or at the end of each learning session. Every aspect of Self Confidance has increased, and overall average aspect improvement is 42.3%. Abstrak Calon guru adalah orang sedang dipersiapkan menjadi seorang guru. Walaupun calon guru tersebut telah dibekali berbagai ilmu keguruan dan seperangkat keterampilan keguruan, tidak tertutup kemungkinan mereka masih memiliki kepercayaan diri yang kurang terhadap kemampuan yang telah dimiliki khususnya kepercayaan diri (self-confidence). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan kepercayaan diri calon guru dan hasil belajar matematika melalui penerapan pendekatan problem posing. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Data utama dalam penelitian ini berupa tes hasil belajar, hasil observasi aktivitas mahasiswa, dan angket terhadap mahasiswa prodi pendidikan matematika. subjek peneliannya adalah mahasiswa Pendidikan matematika semester 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan self confidance dan pemahaman konsep matematika calon guru melalui pendekatan problem possing yang diterapkan dengan cara membentuk kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 2-3, membimbing calon guru agar terciptanya suasana pembelajaran/ diskusi yang kondusif; memberikan motivasi, memberikan tugas disetiap akhir pembelajaran, menyuruh salah satu calon guru untuk mempresentasikan tugasnya, setiap calon guru diwajibkan membuat soal/ mengajukan masalah beserta jawabannya yang kemudian akan diberikan kepada teman-temannya untuk menyelesaikannya, dan memberikan latihan atau kuis pada awal pembelajaran atau di akhir pembelajaran disetiap pertemuan. Setiap aspek Self Confidance mengalami peningkatan, dan secara keseluruhan rata-rata aspek peningkatan yaitu 42,3%. Kata kunci: Calon Guru, Self-Konfidence,konsep matematika, Problem Posing

Page 5 of 21 | Total Record : 201