cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Numeracy : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
ISSN : 23550074     EISSN : 25026887     DOI : -
Core Subject : Education,
Numeracy Journal is a journal on mathematics education. The Journal publishes articles comprising on mathematics learning, critical study of mathematics learning, classroom action research research on mathematics curriculum, learning method of mathematic, learning media of mathematic, research on mathematics assessment, and research on the development of mathematics learning.
Articles 201 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Riki Musriandi; Ferlya Elyza
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.355 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.274

Abstract

This study aimed to determine whether there is a significant effect on improving students' mathematical problem solving abilities by using Group Investigation learning model. This was experimental research with quasi-experimental and the research design was one-pretest posttest design. The sample in this study was the students of class IX SMP Negeri 1 KutaBaro Aceh Besar. The data collection techniques were test and non test, observation and documentation. The used instruments were test, questionnaires and observation sheets. The analysis technique was quantitative and descriptive data. The result of this research are (1) the mean of the improvement of students’ mathematical problem solving abilities is 0.30, it is in the medium category, (2) the average of students' response to group investigation model is 3.75 with good criteria, and (3) the significant between study group investigation model and improvement of students' mathematical problem solving ability. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation.Bentuk penelitian adalah eksperimen dengan pendekantan kuasi eksperimen dan desain penelitian one group pretest posttest design.Sampel dalam penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kuta Baro Aceh Besar.Teknik pengumpulan data adalah tes dan non tes, observasi serta dokumentasi.Instrumen yang digunakan soal tes, angket dan lembar observasi.Teknik analisis yaitu data kuantitatif dan deskriptif.Hasil temuan dalam penelitian adalah (1) rerata peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa adalah 0,30 berada pada kategori sedang, (2) rerata respon siswa terhadap model pembelajaran group investigation adalah 3,75 dengan kriteria baik, dan (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran group investigationdengan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Kata kunci: Model Pembelajaran Group Investigation, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN OLEH MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA BANDA ACEH Rimilda
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.663 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.276

Abstract

The development of Information and Communication Technology (ICT) or Information and Communication Technology (ICT) in the last few decades has been running very fast. Today's technology has become an important tool in learning mathematics. The formulation of the problem in this research is how the use of learning technology by students of Mathematics Education Department STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh? The approach in this research uses qualitative approach and descriptive research type. Intake of research subjects using purposive technique. Subjects in this study are students of Mathematics Education Department STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh who sits in semester 6 amounted to five students who are taking media and mathematics learning technology courses .The conclusion of this research that is 1) Utilization of mathematics learning technology by students of mathematics education department STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh has been done with the maximum. This is because the availability of technology facilities on campus is adequate. 2) Research subjects using learning technology in the form of laptop, infokus, and computer. Laptops and computers have been installed with supporting applications such as software that can be used in learning mathematics. The software used is Just basic and Mathlab. Abstrak Perkembangan Information and Communication Technology (ICT) atau Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam beberapa dekade terakhir berjalan sangat cepat. Teknologi saat ini telah menjadi alat penting dalam pembelajaran matematika. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan teknologi pembelajaran oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh? Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Pengambilan subyek penelitian menggunakan teknik purposif. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh yang duduk di semester 6 berjumlah lima orang mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah media dan teknologi pembelajaran matematika.. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu 1) Pemanfaatan teknologi pembelajaran matematika oleh mahasiswa program studi pendidikan matematika STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh sudah dilakukan dengan maksimal. Hal ini dikarenakan ketersediaan fasilitas teknologi di kampus sudah memadai. 2) Subyek penelitian menggunakan teknologi pembelajaran berupa laptop, infokus, dan komputer. Laptop dan komputer sudah di instal dengan aplikasi penunjang seperti Software yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika. Software yang digunakan yaitu Just basic dan Mathlab. Kata kunci: Pemanfaatan, Teknologi Pembelajaran
UJI KEVALIDAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PBLPR MATERI PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN DISPOSISI MATEMATIK DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Aprian Subhananto
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.653 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.277

Abstract

This study aims to determine the characteristics of learning mathematics using PBLPR (Problem Based Learning with Realistic Approach), and produce a valid learning tool PBLPR. The subjects of this research are grade 4th students of primary school. The data obtained from the results of the research data qualitative device tested with expert validation. Basically, this research is the development of learning tools to produce: (1) learning that has characteristics of orientation related problems in everyday life, organizing students to examine realistic problem solving, cooperative planning, investigation, data collection and experimentation of realistic problem solving, hypothesis development , explanation, and providing realistic solutions to problem solving by students. (2) instructional devices are valid by expert. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui karakteristik pembelajaran matematika menggunakan PBLPR (Problem Based Learning dengan Pendekatan Realistik), dan menghasilkan perangkat pembelajaran PBLPR yang valid. Subyek ujicoba penelitian ini adalah siswa kelas IV sekolah dasar. Data hasil penelitian diperoleh dari data kualitatif perangkat yang diuji dengan validasi ahli. Pada dasarnya penelitian ini merupakan pengembangan perangkat pembelajaran menghasilkan: (1) pembelajaran yang mempunyai karakteristik adanya orientasi permasalahan terkait dalam kehidupan sehari-hari, pengorganisasian siswa untuk meneliti pemecahan masalah realistik, perancanaan kooperatif, investigasi, pengumpulan data dan eksperimentasi pemecahan masalah realistik, pengembangan hipotesis, penjelasan, dan pemberian solusi pemecahan masalah realistik oleh siswa. (2) perangkat pembelajaran valid menurut pakar. Kata kunci: Validitas, Problem Based Learning, Pendekatan Realistik, Disposisi Matematik (DM), Kemampuan Pemecahan Masalah (KPM)
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MENEMUKAN POLA BARISAN DAN DERET ARITMATIKA Rahmat
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.280

Abstract

One of the material that has connectivity with matematika everyday life line and Deret Aritmatika, aritmetika line material and material that deret is tested in each test in perguruan tinggi and in applying jobs. The concept of material Line and this often deret Aritmatika students experiencing difficulty in breaking down a problem in answering the question and the question of matematis given. To overcome the problem, Then needed an innovative matematika pembejaran model. One model that can measure the capabilities of breakage of floor matematis is a model of discovery learning. The objective of this review was to determine the ability of the breakage problems matematis with the model of discovery learning in find the pattern lines and deret aritmetikan. In this study using qualitative research i.e. research procedures to memehami phenomena that produce descriptive data. The subject of this research is the grade XI MAN 5 Pidie. Data-collecting instruments in the form of problem-solving ability test in the menemuka pattern of rows and individual test in the form of arithmetic derat mampun worksheets, sheet group observation, question form and guidelines for the interview. From the results of this research, after learning of Mathematics with applied model of discovery learning in mind that mathematical Solving Abilities students increase comprehension of concepts in discovering the concept of sequence and sequence of arithmetic. Students demonstrating a positive attitude with the method of the invention of social interactions. Based on the research, discovery learning methods are highly recommended to find rows and rows of arithmetic. Abstrak Salah satu materi dalam matematika yang mempunyai keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari adalah Barisan dan Deret Aritmatika, materi barisan dan deret aritmetika merupakan materi yang diuji dalam setiap tes masuk perguruan tinggi maupun dalam melamar pekerjaan. Konsep materi Barisan dan deret Aritmatika ini sering kali siswa mengalami kesulitan dalam pemecahan masalah matematis dalam menjawab soal soal yang diberikan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Maka diperlukan suatu model pembejaran matematika yang inovatif. Salah satu model yang dapat mengukur tingkat kemampuan pemecahan matematis adalah model discovery learning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis dengan mengunakan model discovery learning dalam menemukan pola barisan dan deret aritmetikan. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yaitu prosedur penelitian untuk memehami fenomena yang menghasilkan data deskriptif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN 5 Pidie. Instrumen pengumpul data berupa soal tes kemampuan pemecahan masalah dalam menemuka pola barisan dan derat aritmetika berupa tes individu mampun lembar kerja kelompok, lembar observasi, angket dan pedoman wawancara. Dari hasil penelitian ini, setelah diterapkan pembelajaran matematika dengan model discovery learning diketahui bahwa Kemampuan Pemecahan matematis siswa meningkatkan pemahaman konsep dalam menemukan konsep barisan dan deret aritmetika. Siswa menujukan sikap positif dengan metode penemuan terbimbing. Berdasarkan penelitian, metode discovery learning sangat direkomendasikan untuk menemukan pola barisan dan deret aritmetika. Kata kunci: Kemampuan Pemecahan, Discovery Learning, Pola Barisan dan Deret Aritmatika
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS PROBLEM SOLVING PADA MATERI STATISTIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS XI: (Uji Coba di SMAN 12 Banda Aceh) Siska Yulianti Maulia; Fitriati; Rita Novita
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.171 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.282

Abstract

The purpose of this research is (1) generates Student worksheet (LKS) based problem solving on statistical material for high school students based on the model of developing Plomp, and (2) know the quality is LKS as seen from the aspect of kevalidan, effectiveness, and practicality is LKS on the material Statistics that correspond to the problem solving approach to high school students. This research is research development that consists of 3 stages, namely the stage of Early Investigas, stage Design, phase Realization/construction, the stage of the test, evaluation and Revision and stages of implementation. Activities at this stage of the analysis in the form of condition of the students analysis, analysis of the condition of the school, and the analysis of competence. Stage of the test, evaluation and Revision contains a limited trial activity is LKS in the Statistical material learning in class XI IPA 2, SMAN 12 Banda Aceh. The resulting research is LKS as bersimateri stats with problem-solving approach (problem solving) for high school students. The resulting quality is LKS as follows: (1) is LKS as valid Criteria with an average tally score assessment by experts of 4.65. (2) is LKS as developed for practical use in learning. This is apparent from an average score of 95% of teacher assessment. (3) is LKS as developed effective use in learning. It can be seen from the score of the average value of test results of study 4,1. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) menghasilkan LKS berbasis problem solving pada materi statistika untuk siswa SMA berdasarkan model pengembangan Plomp, dan (2) mengetahui kualitas LKS dilihat dari aspek kevalidan, keefektifan,dan kepraktisan LKS pada materi Statistika yang sesuai dengan pendekatan problem solving untuk siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang terdiri dari 3 tahap yaitu Tahap Investigas Awal (Preliminary Investigation), Tahap Perancangan (Design), Tahap Realisasi/Konstruksi (Realization/Construction), Tahap Tes, Evaluasi dan Revisi (Test, Evaluation and Revision) dan Tahap Implementasi (implementation). Kegiatan pada tahap analisis berupa analisis kondisisiswa, analisis kondisi sekolah, dan analisis kompetensi. Tahap Tes, Evaluasi dan Revisi berisi kegiatan uji coba terbatas LKS dalam pembelajaran materi Statistika di kelas XI IPA 2, SMAN 12 Banda Aceh. LKS yang dihasilkan penelitian ini bersimateri statistik dengan pendekatan pemecahan masalah (problem solving) untuk siswa SMA. Kualitas LKS yang dihasilkan sebagai berikut: (1) Kriteria LKS valid dengan rata-rata perolehan skor penilaian oleh ahli sebesar 4,65.(2) LKS yang dikembangkan praktis digunakan dalam pembelajaran. Hal ini terlihat dari rata-rata skor penilaian guru sebesar 95%.(3) LKS yang dikembangkan efektif digunakan dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata nilai tes hasil belajar sebesar 4,1. Kata kunci: LKS Berbasis Problem Solving, Problem Soving, Penelitian Pengembangan
MENGIDENTIFIKASI BILANGAN PRIMA-SEMU (PESUDOPRIME) DALAM PENGUJIAN PRIMALITAS MENURUT TEOREMA KECIL FERMAT MENGGUNAKAN MATHEMATICA Ega Gradini
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.379 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.283

Abstract

Primalitas is a test process to test whether an integer n is a prime number or a composite. Some test primalitas like Fermat's test, Miller-Rabin, and Lucas-Lehmer test for primalitas which is a probabilistic relative outcomes more accurately and quickly than deterministic tests, could give a false prime number/pseudo, known with a pseudoprime. For melaksanakanpengujian, the researchers formulate Fermat's Little Theorem then algorithm the algorithm coded in Mathematica (version 8.0). Application of algorithm of Fermat's Little Theorem and Euler's Theorem leads to the concept of prima pseudo (pseudoprime). By using the software Mathematica 8.0, found large number of primes ≤ 10,000 is 1229. Then by dividing n (psp) at 1229. the percentage of pseudo-prime on each base of gathered. On the primes ≤ 10,000, 2 ≤ a ≤ 20, base 8 generate the highest amount of pseudoprime, namely achieving 5.70%, while the number of lowest pseudoprime (1.22%) generated by the base 7. Though prima pseudo-not too much, but it's not quite rare to be ignored, given the prima-pseudo is one of Fermat's Little Theorem implications. Abstrak Uji primalitas adalah proses untuk menguji apakah bilangan bulat n merupakan bilangan prima atau komposit. Beberapa uji primalitas seperti tes Fermat, Miller-Rabin, dan Lucas-Lehmer yang merupakan uji primalitas probabilistik memberikan hasil yang relatif lebih tepat dan cepat daripada uji deterministik, berpeluang memberikan bilangan prima palsu/semu, dikenal dengan pseudoprime. Untuk melaksanakanpengujian, peneliti merumuskan algoritma Teorema Kecil Fermat lalu algoritma dikodekan dalam Mathematica (versi 8.0). Penerapan algoritma Teorema Little Fermat dan Teorema Euler tersebut mengarah pada konsep prima semu (pseudoprime). Dengan menggunakan perangkat lunak Mathematica 8.0, ditemukan banyaknya bilangan prima ≤10.000 adalah 1229. Kemudian dengan membagi n (psp) pada 1229, persentase pseudo-prime pada setiap basis dikumpulkan. Pada bilangan prima ≤10.000, 2≤a≤20, basis 8 menghasilkan jumlah pseudoprime tertinggi, yaitu mencapai 5,70%, sedangkan jumlah pseudoprime terendah (1,22%) dihasilkan oleh basis 7. Meski prima-semu tidak terlalu banyak, tapi tidak cukup langka untuk diabaikan, mengingat prima-semu merupakan salah satu implikasi Teorema Kecil Fermat. Kata kunci: Uji primalitas, Fermat, Pseudoprime, Mathematica, Bilangan Prima
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS RICH TASK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP Hunen Arasyid; Rita Novita; Fitriati
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.5 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.284

Abstract

One of the disadvantages of students in learning mathematics is the lack of applied is Student Worksheet (LKS) in the learning process, so that the capability of connection and reflective thinking mathematically students is low especially in the materials the stats. This research aims to know the capacity of the connection and the mathematical thinking of students through the development of Rich Tasks Based on LKS material Statistics at Junior High School 8 Country of Banda Aceh. The approach used in this study is R & D in development is LKS by the type of research experiments. The population of the research was the whole grade VII Junior High School 8 Banda Aceh at 2016/2017 school year totalling 137 students. The sample is being Class VII-1 with a total of 20 people. Data collection is done with the initial tests (pre test) and tests of late (post test), the data is processed by using a t-Test. The results showed the ability of connection and reflective thinking mathematically students experiencing penigkatan after using the LKS Based Rich Task. Increased ability of connection and reflective thinking can be seen from the average value of the students at the time of pretest and postest. As for the average value of pre test connection capabilities of matemastis students is 54.5 and the average rating is 67.1 test post. While the average value of pre test of reflective thinking ability is 48.1 and the average value of the post test of reflective thinking ability is 60.8. This means that the ability of connection and reflective thinking math students increase after the implementation of LKS based rich task. Abstrak Salah satu kelemahan siswa dalam belajar matematika ialah kurangnya diterapkan LKS dalam proses pembelajaran, sehingga kemampuan koneksi dan berpikir reflektif matematis siswa rendah terutama pada materi statistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan koneksi dan berpikir matematis siswa melalui pengembangan LKS Berbasis Rich Tasks pada materi Statistik di SMP Negeri 8 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah R & D dalam pengembangan LKS dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 8 Banda Aceh pada tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 137 siswa. Yang menjadi sampel adalah kelas VII-1 dengan jumlah 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan tes awal (pre test) dan tes akhir (post test), data tersebut diolah dengan menggunakan Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan koneksi dan berpikir reflektif matematis siswa mengalami penigkatan setelah menggunakan LKS Berbasis Rich Task. Peningkatan kemampuan koneksi dan berpikir reflektif dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa pada saat pretest dan postest. Adapun nilai rata-rata pre test kemampuan koneksi matemastis siswa adalah 54,5 dan nilai rata-rata post test adalah 67,1. Sedangkan nilai rata-rata pre test tentang kemampuan berpikir reflektif adalah 48,1 dan nilai rata-rata post test tentang kemampuan berpikir reflektif adalah 60,8. Artinya kemampuan koneksi dan berpikir reflektif matematika siswa meningkat setelah penerapan LKS berbasis rich task. Kata kunci: Pengembangan Rich Tasks,Kemampuan Koneksi dan Berpikir Reflektif Matematis
PENGEMBANGAN PROTOTYPE PERTAMA LKS BERBASIS TAHAPAN PEMECAHAN MASALAH POLYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP Mulia Putra; Rita Novita; Dazrullisa
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.494 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.285

Abstract

The purpose of this research is to analyse the feasibility of mathematics is Student Worksheet (LKS) based on the four steps Polya for junior high school class VIII at once to see the increased ability of problem solving that comparisons of study/impact comparison of the results of the mathematical problem solving ability improvement of the middle school students first. To achieve the objectives of this research research methods will be very influential. As for the research methods that will be applied is the method research of R & D. Techniques of data collection using question form, observation and tests. Data analysis performed includes the validity and is LKS as a reabilitas against has been developed. The subject of the research involved in this research is grade VIII SMP Negeri 8 Banda Aceh. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan LKS matematika berdasarkan empat langkah Polya bagi Sekolah Menengah Pertama kelas VIII sekaligus untuk melihat peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang berdampak pada pengkajian komparasi/perbandingan dari hasil peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Sekolah Menengah Pertama. Untuk mencapai tujuan penelitian ini metode penelitian akan sangat berpengaruh. Adapun metode penelitian yang akan diterapkan adalah metode penelitian R & D. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan tes. Analisis data yang dilakukan meliputi validitas dan reabilitas terhadap LKS yang telah dikembangkan. Subjek penelitian yang terlibat dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Banda Aceh. Kata kunci: LKS, Kemampuan Pemecahan Masalah Polya
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA SMP PADA MATERI SEGITIGA DAN SEGIEMPAT Ida Nursaadah; Risma Amelia
Jurnal Numeracy Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.446 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i1.288

Abstract

This study aims to describe students' mathematical understanding ability, especially in understanding the triangle and quadrilateral material related to the ability of understanding. The subjects of the study were the students of class VII of 20 people. The method of this research is qualitative descriptive by analyzing the average answer of students from the given instrument. Instruments in this study form a written test of mathematical understanding ability with 5 pieces of problems and 2 indicators of mathematical understanding ability. The results of this study indicate that students' mathematical reasoning problems if averaged from the overall reach of 60 indicates that students have a medium or good mathematical understanding ability. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman matematis siswa, khususnya dalam memahami materi segitiga dan segiempat berkaitan dengan kemampuan pemahamanya. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII sebanyak 20 orang. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menganalis jawaban rata-rata siswa dari instrumen yang diberikan. Instrumen dalam penelitian ini berbentuk tes tertulis kemampuan pemahaman matematis dengan 5 buah soal dan 2 indikator kemampuan pemahaman matematis. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa soal-soal pemahaman matematis siswa jika dirata-ratakan dari keseluruhan mencapai 60 menandakan bahwa siswa memiliki kemampuan pemahaman matematik sedang atau sudah baik. Kata kunci: Pemahaman matematis, segitiga dan segiempat
DUNIA YANG LUAS DALAM LAYAR KECIL (SUATU ANALISIS PENGGUNAAN VIDEO GAMES PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA) Nailul Authary
Jurnal Numeracy Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.993 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i1.291

Abstract

Video games are an integral part of the daily life of teenagers.In fact almost 97% of children play video games every day. Video games can be played by women and men regardless of socio-economic background.This is a challenge as well as a great opportunity for teachers to use video games as an instructional media. This paper has tested three similar ideas on how to make good math video games.The key to each element of each conceptual framework related to the game can be used in learning: intrinsic / extrinsic games, RETAIN models and epistemic games. Using the scheme can begin to imagine the ideal game where math is not an integral part of the storyline, the fantasy of the different types of players who actually perform mathematical activities. Take the same position to solve real problems. So that the vast world can be contained in a small screen. Abstrak Video games adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian anak umur belasan tahun. Bahkan hampir 97% anak bermain video games setiap hari. Video games dapat dimainkan oleh perempuan dan laki-laki tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi guru untuk memanfaatkan video game sebagai media pembelajaran.Makalah ini telah menguji tiga ide yang sama mengenai bagaimana membuat video game matematika yang baik. Kunci dari setiap elemen dari masing-masing kerangka konseptual yang berkaitan dengan game dapat digunakan dalam pembelajaran yaitu: intrinsik/ekstrinsik game, RETAIN model dan epistemic game. Dengan menggunakan skema tersebut dapat memulai untuk membayangkan game yang ideal dimana matematika bukan bagian yang terpisahkan dari jalan cerita, fantasi dari berbagai jenis pemain yang sebenarnya melakukan aktivitas matematis. Mengambil posisi yang sama untuk memecahkan masalah nyata. Sehingga dunia yang begitu luas dapat termuat dalam layar yang kecil. Kata kunci: Video games, pembelajaran matematika

Page 6 of 21 | Total Record : 201