cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
TUNAS BANGSA
ISSN : 23550066     EISSN : 2502681X     DOI : -
Core Subject : Education,
Tunas Bangsa Journal is a periodical scientific publication dedicated to lecturers, students and educational observers to disseminate relevant studies, thinks and research results in the field of primary school education, critical study of teaching and learning for primary school, classroom action research on education for children curriculum, learning methods and medias for students, research on teacher and student assessment, and research on the development of primary school teaching and learning. The History of Tunas Bangsa Journal was published by Department of Primary School Education of STKIP Bina Bangsa Getsempena on 2003. Tunas Bangsa Journal was formed on Februari 2012, and began releasing the first time in Volume 1 Number 1 Februari 2014. Any visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. E-ISSN: 2502-681X and P-ISSN 2355-0066 Tunas Bangsa Journal has become a CrossRef Member. Numeracy is currently indexed and included in Sinta, Google Scholar, Garuda, etc. And than Elkawnie has H-index 7 in Google Scholarand accredited 4 in Sinta.
Articles 185 Documents
ANALISIS AUDIENCE, BEHAVIOR, CONDITION, DEGREE (ABCD), PJBL DAN PBL DALAM MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA GURU KELAS 1 DAN 4 SEKOLAH DASAR DI KOTA PONTIANAK Vilda Ghasya, Dyoty Auliya; Kartono, Kartono; Pranata, Rio; Kresnadi, Hery; Johan, Gio Mohamad
Jurnal Tunas Bangsa Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v12i1.3188

Abstract

Latarbelakang penelitian ini didasari oleh implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar yang telah diterapkan selama dua tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komponen audience, behavior, condition, degree (abcd), pjbl dan pbl dalam modul ajar kurikulum merdeka guru kelas 1 dan 4 sekolah dasar di kota Pontianak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode deskripstif. Teknik penelitian berupa dokumentasi naskah modul ajar yang dibuat oleh guru sekolah dasar di Kota Pontianak. Adapun hasil dari penelitian ini berupa penyusunan tujuan pembelajaran walaupun masih belum sepenuhnya mengandung unsur Audience, Behavior, Condition, Degree (ABCD), tetapi sudah memenuhi unsur minimal yaitu adanya kompetensi dan lingkup materi esensial sehingga dapat dikatakan bahwa tujuan pembelajaran tersebut memenuhi ketentuan. Guru wali kelas 1 dan 4 saat menyusun dokumen modul ajar tidak selalu menggunakan model pembelajaran project based learning dan problem based learning dikarenakan menyesuaikan karakteristik materi dan perkembangan peserta didik sehingga guru berusaha merencanakan menggunakan model pembelajaran yang lain. Sebagai saran, agar tiap sekolah dapat menyebarkan informasi berupa komponen dalam modul ajar kurikulum merdeka dan memberikan pengarahan tentang cara yang tepat dalam menyusun modul ajar kurikulum merdeka.AbstractThe background to this research is based on the implementation of the independent curriculum in elementary schools which has been implemented for the last two years. This research aims to describe the components of audience, behavior, condition, degree (abcd), pjbl and pbl in the independent curriculum teaching module for grade 1 and 4 elementary school teachers in the city of Pontianak. This research is a type of research with a qualitative approach using descriptive methods. The research technique is documentation of teaching module texts created by elementary school teachers in Pontianak City. The results of this research are in the form of preparing learning objectives, although they still do not fully contain the elements of Audience, Behavior, Condition, Degree (ABCD), but have fulfilled the minimum elements, namely the existence of competency and scope of essential material so that it can be said that the learning objectives meet the provisions. When preparing teaching module documents, homeroom teachers for classes 1 and 4 do not always use project based learning and problem based learning models because they adapt to the characteristics of the material and the development of students, so teachers try to plan using other learning models. As a suggestion, each school can disseminate information in the form of components in the independent curriculum teaching modules and provide guidance on the appropriate way to prepare independent curriculum teaching modules.
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERKALIAN DESIMAL PADA SISWA KELAS V SDN 58 BANDA ACEH Marvida, Tria; Fitra, Rahmat; Ibrahimi, Raziska; Helminsyah, Helminsyah
Jurnal Tunas Bangsa Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v12i2.3350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi perkalian desimal. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar siswa kelas V SDN 58 Banda Aceh, khususnya dalam memahami konsep perkalian desimal yang selama ini diajarkan secara konvensional dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain one-shot case study, di mana siswa diberikan perlakuan melalui pembelajaran berbasis PBL dan kemudian diuji menggunakan post-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa data post-test tidak berdistribusi normal, sehingga dilakukan uji Wilcoxon Signed-Rank. Nilai signifikansi p = 0.001 < 0.05 menunjukkan bahwa model PBL efektif dalam meningkatkan pemahaman perkalian desimal siswa. Pembelajaran melalui PBL mampu menciptakan proses belajar yang lebih kontekstual, aktif, dan bermakna sehingga siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami konsep secara mendalam. Penelitian ini merekomendasikan penerapan PBL dalam pembelajaran matematika untuk mendorong keterlibatan siswa dan meningkatkan hasil belajar secara signifikan.AbstractThis study aims to determine the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) model in improving students’ understanding of decimal multiplication. The background of the research stems from the low learning outcomes of fifth-grade students at SDN 58 Banda Aceh, particularly in mastering decimal multiplication, which has been traditionally taught using conventional methods that lack student engagement. This study employed a pre-experimental method with a one-shot case study design, in which students received instruction through PBL and were then assessed using a post-test. The analysis showed that the post-test data were not normally distributed; therefore, the Wilcoxon Signed-Rank Test was used. The test result yielded a significance value of p = 0.001 < 0.05, indicating that the PBL model was effective in enhancing students' understanding of decimal multiplication. PBL fostered a contextual, active, and meaningful learning process, enabling students not only to memorize procedures but also to deeply comprehend mathematical concepts. The study recommends the implementation of PBL in mathematics instruction to promote student engagement and significantly improve learning outcomes.
PROBLEMATIKA GURU DALAM MEMBENTUK PERILAKU SOPAN SANTUN SISWA DENGAN NILAI KEARIFAN LOKAL DI SDN 2 MATA IE Martines, Martines; Kistian, Agus
Jurnal Tunas Bangsa Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v12i2.3347

Abstract

Perilaku sopan santun merupakan bagian dari pembentukan karakter yang mencerminkan jati diri peserta didik, terutama dalam budaya masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan adab. namun, dalam praktiknya, pembentukan perilaku sopan santun di sekolah sering menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi guru dan faktor-faktor yang menjadi penyebab munculnya permasalahan dalam membentuk perilaku sopan santun dengan nilai kearifan lokal pada siswa di SDN 2 Mata Ie Kabupaten Aceh Besar serta untuk mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap dua orang guru yang terdiri dari guru kelas IV dan guru kelas V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi berbagai problematika, seperti keterbatasan waktu dalam memantau perilaku non-akademik, ketidakkonsistenan penguatan nilai sopan santun, dan rendahnya kesadaran siswa terhadap pentingnya adab. Faktor utama yang memperkuat tantangan ini berasal dari luar sekolah, seperti minimnya peran keluarga dalam membiasakan nilai-nilai kesopanan, pengaruh pergaulan, serta penggunaan teknologi tanpa pengawasan, temuan lain upaya yang dapat dilakukan guru yaitu membentuk karakter siswa melalui pembiasaan, nasihat, sanksi edukatif, dan kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat.AbstractPolite behavior is an integral part of character development that reflects the identity of students, especially within Acehnese society, which highly upholds cultural and moral values. However, in practice, fostering polite behavior in schools often faces various challenges. This study aims to identify the problems faced by teachers and the factors contributing to these challenges in shaping polite behavior based on local wisdom values among students at SDN 2 Mata Ie, Aceh Besar District. It also seeks to describe the efforts made by teachers to overcome these obstacles. This research employs a phenomenological approach. Data were collected through interviews with two homeroom teachers of Grade IV and Grade V. The findings reveal that teachers encounter several issues, such as limited time to monitor students’ non-academic behavior, inconsistency in reinforcing polite behavior, and low student awareness of the importance of manners. The primary factors that intensify these challenges originate outside the school, such as the lack of family involvement in instilling polite values, peer influence, and unsupervised use of technology. Other findings suggest that teachers can foster students' character through routine habituation, advice, educational sanctions, and collaboration with parents and the community.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS INTERACTIVE DEMONSTRATION (INQUIRY SPECTRUM LEARNING-WENNING) UNTUK MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN BERPIKIR ANALITIS SISWA Fakhrurrazi, Fakhrurrazi; Mahyuna, Mahyuna; Lismarita, Lismarita
Jurnal Tunas Bangsa Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v12i2.3435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) karakteristik modul berbasis interactive demonstration pada materi sistem gerak manusia, (2) kelayakan modul tersebut, dan (3) keefektifannya dalam memberdayakan keterampilan berpikir analitis siswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) mengacu pada Borg dan Gall (1983) yang dimodifikasi menjadi sembilan tahap, mulai dari penelitian awal hingga revisi produk ketiga. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif kualitatif-kuantitatif pada tahap awal dan terbatas, serta uji komparatif non-parametrik (Mann-Whitney U test) dan normalized gain pada uji operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul sistem gerak berbasis interactive demonstration dikembangkan sesuai sintaks dan indikator berpikir analitis. Kelayakan modul dinilai sangat baik dengan persentase penilaian: ahli materi 92,7%; ahli pengembangan modul 91,8%; ahli bahasa 93,7%; ahli perangkat pembelajaran 96,7%; dan ahli soal kognitif 91,5%. Penilaian praktisi memperoleh rerata 98,6% dan 98,11% (sangat baik), sementara penilaian siswa 85,96% (baik). Uji keefektifan menunjukkan rata-rata normalized gain sebesar 68,52% (cukup efektif). Hasil Mann-Whitney U test memperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan signifikan hasil belajar kognitif antara kelas eksperimen yang menggunakan modul dengan kelas kontrol yang tidak menggunakan modul. Dengan demikian, modul berbasis interactive demonstration layak dan cukup efektif digunakan untuk memberdayakan keterampilan berpikir analitis siswa pada materi sistem gerak manusia.Abstract This study aims to investigate: (1) the characteristics of an interactive demonstration-based module on the human movement system, (2) the feasibility of the module, and (3) its effectiveness in enhancing students’ analytical thinking skills. The research employed a Research and Development (R&D) method adapted from Borg and Gall (1983), modified into nine stages ranging from preliminary research to the third product revision. Data analysis was conducted using qualitative-quantitative descriptive statistics in the early and limited trials, while comparative non-parametric tests (Mann-Whitney U test) and normalized gain were applied in the operational trials. The findings indicate that the interactive demonstration-based module was developed in accordance with the syntax and indicators of analytical thinking. The feasibility of the module was rated very good, with expert assessments as follows: subject matter expert 92.7%; module development expert 91.8%; language and readability expert 93.7%; instructional device expert 96.7%; and cognitive test expert 91.5%. Practitioner assessments yielded averages of 98.6% and 98.11% (very good), while student evaluations reached 85.96% (good). Effectiveness testing showed an average normalized gain of 68.52% (moderately effective). The Mann-Whitney U test produced a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference in cognitive learning outcomes between the experimental class using the module and the control class without it. In conclusion, the interactive demonstration-based module is feasible and moderately effective for enhancing students’ analytical thinking skills in learning the human movement system.
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) Jasmaludin, Jasmaludin; Ali, Nurbayani; Hayati, Hayati
Jurnal Tunas Bangsa Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v12i2.3495

Abstract

Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang menekankan pada pemecahan masalah nyata sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan kolaboratif dan pemahaman kontekstual terhadap nilai-nilai agama. Dalam konteks PAI, penerapan PBL diharapkan mampu menjadikan siswa lebih aktif, reflektif, dan bertanggung jawab dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Problem Based Learning (PBL) sebagai pendekatan inovatif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan. Metode tersebut dipilih agar penelitian ini dapat menghasilkan suatu pemahaman yang komprehensif berdasarkan sumber-sumber data yang relevan. Peneliti berfokus pada pembahasan secara umum menuju khusus. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi PBL dalam PAI efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa, membangun kesadaran nilai keislaman secara kontekstual, serta mengembangkan sikap religius dan sosial peserta didik. Penerapan strategi ini memerlukan kesiapan guru, perencanaan yang matang, serta dukungan lingkungan belajar yang kondusif.