cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Metamorfosa
ISSN : 23380306     EISSN : 25026895     DOI : -
Core Subject : Education,
Metamorfosa Journal (e-ISSN 2502-6895 and p-ISSN 2338-0306) is a periodic scientific publication intended for lecturers, students and educational observers to disseminate the results of studies, thoughts and research that are relevant in the fields of language, Indonesian literature and regions. Every visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. Metamorfosa journal is published twice a year, July and January.
Articles 200 Documents
NILAI MISTIS DAN MITOS YANG TERKANDUNG DALAM NOVEL KKN DI DESA PENARI KARYA SIMPLEMAN: (Kajian Antropologi Sastra) Rerin Maulinda
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i1.1316

Abstract

A work has a distinctive existence by showing the differences of human fajta, namely the social and economic system. In addition, a work containing cultural undue will be closely related to the customs of certain norms and beliefs. This can be seen in the novel titled KKN In Dancer Village which contains mystical and mythical values using the study of literary anthropology nyoman Kutha Ratna theory. One form of the author's expression is his imaginative thinking and intuition about the points of mystical values and myths that exist in the novel and what it has to do with the real world. Literary anthropology is used to analyze these oin-points. The method used in this research is qualitative descriptive method. Data collection techniques using note-reading techniques and library study techniques. The results of literary anthropology research with mimesis approach show as follows. First, some of the pieces of the story experienced by the characters are directed at mystical things that then give rise to myths that are finally believed by the characters in the story. Second, the mystical values and myths that occur in each piece of the story sometimes occur and appear in the real world. That means it does happen in the real world, not just fiction. Abstrak Sebuah karya memiliki eksistensi yang khas dengan memperlihatkan perbedaan dari fakta manusia, yaitu sistem sosial dan ekonomi. Selain itu, sebuah karya yang mengandung unsur kebudayaan akan berkaitan erat dengan adat istiadat norma-norma dan kepercayaan tertentu. Hal ini terlihat dalam novel berjudul KKN Di Desa Penari yang memuat nilai mistis dan mitos dengan menggunakan kajian antropologi sastra teori Nyoman Kutha Ratna. Salah satu wujud ekspresi pengarang ialah pemikiran dan intuisi imajinatifnya mengenai poin-poin nilai mistis dan mitos yang ada dalam novel dan apa saja hubungannya dengan dunia nyata. Antropologi sastra digunakan untuk menganalisis poin-poin tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca catat dan teknik studi pustaka. Hasil penelitian antropologi sastra dengan pendekatan mimesis menunjukkan sebagai berikut. Pertama, beberapa penggalan cerita yang dialami oleh para tokoh mrngarah pada hal mistis yang kemudian menimbulkan mitos yang akhirnya diyakini oleh para tokoh dalam cerita. Kedua, nilai mistis dan mitos yang terjadi dalam setiap penggalan cerita terkadang terjadi dan muncul pada dunia nyata. Itu artinya hal tersebut memang terjadi pula dalam dunia nyata bukan hanya cerita fiksi saja. Kata Kunci : Antropologi Sastra, Nilai Mistis, Dan Mitos
KAJIAN KRITIK SOSIAL PADA NASKAH DRAMA BADAI SEPANJANG MALAM KARYA MAX ARIFIN Indriani Indriani; Een Nurhasanah; Dian Hartati
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i1.1324

Abstract

The purpose of this study is (1) to describe the chordial condition of a group of people in the drama script of Max Arifin's Badai Sepanjang Malam, (2) to illustrate social issues that are criticized in the drama script of Max Arifin's Badai Sepanjang Malam. This review incorporates descriptive-qualitative techniques and literary approaches to sociology. Max Arifin's drama script Badai Sepanjang Malam, which is included in a compilation of teenage dramas published by Gramedia in Jakarta in 1988, is the focus used. Reading and record taking procedures are the tools used to collect data. The research outcomes are as follows. The time and place setting for the drama Badai Sepanjang Malam takes place in the village of Klaulan, Lombok. 1988. In 1988, In the drama Badai Sepanjang Malam, social critique, that is, social systems, social reform, social issues, social structures. In the context of housing, partnership and tension in the social process. There are patterns of thought, mood patterns and action habits, regional factors, of social change. In terms of social issues, namely in the context of poverty, control, ignorance of the environment by the population. In the societal system, that is, in the context of the core components of culture, as well as the social layers. Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan yaitu (1) menjelaskan keadaan kordial pada sekelompok manusia yang ada pada naskah drama Max Arifin yang berjudul Badai Sepanjang Malam, (2) menjelaskan masalah-masalah sosial yang kemudian dikritik pada naskah drama Max Arifin yang berjudul Badai Sepanjang Malam. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan adalah naskah drama Max Arifin yang berjudul Badai Sepanjang Malam yang terdapat dalam kumpulan drama anak remaja yang diterbitkan oleh Gramedia di Jakarta tahun 1988. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data yaitu teknik baca dan catat. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Latar waktu dan tempat naskah drama Badai Sepanjang Malam terjadi di desa Klaulan, Lombok. Pada tahun 1988. Kritik sosial dalam naskah drama Badai Sepanjang Malam yaitu proses sosial, perubahan sosial, masalah sosial, struktur sosial. Pada proses sosial berupa akomodasi, kerjasama dan pertentangan. Pada perubahan sosial adanya pola pikir, pola sikap dan pola perilaku, geografis yang mempengaruhi. Pada masalah sosial yaitu berupa kemiskinan, kekuasaan, ketidak pedulian masyarakat dengan lingkungan. Pada stuktur sosial yaitu berupa unsur-unsur sosial yang pokok, serta lapisan-lapisan sosial. Kata kunci : Naskah drama, Kritik sosial, Sosiologi Sastra
ROMANTIKA KEHIDUPAN PADA LIRIK LAGU FOURTWNTY SEBAGAI PENGAYAAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DALAM MATERI PUISI DI SMA Aditya Fatur Rochim; Een Nurhasanah; Dian Hartati
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i1.1325

Abstract

This research is motivated by the fact that students do not understand language styles. This study aims to (1) describe the results of the language style analysis on the album "Lelaku" and "Ego and Brain Function". (2) compile interactive teaching materials for poetry in high school. This research uses descriptive qualitative method. The research subjects were 10 Fourtwnty songs. The object of research is the lines, phrases, or words in the song lyrics of Fourtwnty. The data collection technique used was documentation study and using internet media. The results of the study (1) show that 10 Fourtwnty songs use 22 types of language styles, namely simile, metaphor, allegory, personification, depersonification, antithesis, correction, hyperbole, oxymoron, climax, sarcasm, anastrophe and inversion, synekdoke, parallelism, euphemism, epithet, assonance, anaphora, epizuekis, anadilopsis, and epanalepsis. Based on a number of language styles found in the 10 songs of Fourtwnty, the meaning of the ten songs is that life has twists that force a person to keep learning and improving oneself. Everyone must aspire to happiness and serenity in life. However, on the other hand, a person must also be prepared to face life's problems. Grieving before being happy, grieving before being happy, or even getting lost before finding the right path. All of that is part of the romance of human life. (2) the results of the analysis are used as interactive teaching materials. Abstrak Penelitian dilatarbelakangi dengan adanya fakta bahwa siswa kurang memahami gaya bahasa. Tujuan penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan hasil analisis gaya bahasa pada album “Lelaku” dan ”Ego dan Fungsi Otak”. (2) menyusun bahan ajar interaktif materi puisi di SMA. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah 10 lagu Fourtwnty. Objek penelitian adalah larik-larik, frasa, atau kata dalam lirik lagu Fourtwnty. Teknik pengumpulan data yang menggunakan studi dokumentasi dan memanfaatkan media internet. Hasil penelitian (1) menunjukan bahwa 10 lagu Fourtwnty menggunakan 22 jenis gaya bahasa yaitu gaya bahasa simile, metafora, alegori, personifikasi, depersonifikasi, antitesis, koreksi, hiperbola, oksimoron, klimaks, sarkasme, anastrof dan inversi, sinekdoke, paralelism, eufimisme, epitet, asonansi, anafora, epizuekis, anadilopsis, dan epanalepsis. Berdasarkan sejumlah gaya bahasa yang ditemukan pada 10 lagu Fourtwnty, maka makna yang tersimpul dari kesepuluh lagu tersebut bahwa kehidupan memiliki lika-liku yang memaksa seseorang harus tetap belajar dan memperbaiki diri. Semua orang pasti mencita-citakan kebahagiaan dan ketenangan dalam hidup. Tetapi, di sisi lain seseorang juga harus siap menghadapi berbagai permasalahan hidup. Berduka sebelum bahagia, bersedih sebelum senang, atau bahkan tersesat sebelum menemukan jalan yang benar. Semua itu adalah bagian dari romantika kehidupan manusia. (2) hasil analisis dimanfaatkan menjadi bahan ajar interaktif. Kata Kunci: Puisi, Lirik Lagu, Gaya Bahasa, Bahan Ajar Interaktif
KRITIK SOSIAL POTRET PEMBANGUNAN DALAM PUISI KARYA W.S. RENDRA : (Kajian Sosiologi Sastra) Syamzah Ayuningrum
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i1.1339

Abstract

The purpose of this research is to describe the form of social criticism theme in poetry anthology, Portrait of Development in Poetry by W.S. Rendra. Overall the poetry anthology Portrait of Development in Poetry by W.S. Rendra consists of twenty-five poems, but the writer took fifteen poetry titles as the data source. Meanwhile, the research data were obtained from words, phrases and sentences from the stanzas and arrays of the fifteen poetry titles. This research was conducted using a qualitative descriptive method and a sociological literature approach. Based on data analysis in this study, it can be found that the theme of social criticism and the concept of social criticism in a collection of development portrait poetry in the poetry by W.S. Rendra. This is evidenced in the data that has been found and studied discussing issues of social power, political power, political ideology, poverty, corruption, and education. Abstrak Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud tema kritik sosial dalam antologi puisi Potret Pembangunan dalam Puisi karya sastra W.S. Rendra. Secara keseluruhan antologi puisi Potret Pembangunan dalam Puisi karya W.S. Rendra terdiri dari dua puluh lima puisi, tetapi penulis mengambil lima belas judul puisi sebagai sumber data. Sedangkan data penelitian diperoleh dari kata, frase dan kalimat dari bait dan larik dari kelima belas judul puisi tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dengan pendekatan sosiologi sastra. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini dapat ditemukan wujud tema kritik sodial dan konsep kritik sosial dalam kumpulan puisi potret pembangunan dalam puisi karya W.S. Rendra. Hal ini dibuktikan dalam data-data yang telah ditemukan serta dikaji membahas tentang masalah kekuasaan sosial, kekuasan politik, ideologi politik, kemiskinan, korupsi, dan pendidikan Kata Kunci: Kritik Sosial, Kajian Sosiologi Sastra
ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN DARING MENGGUNAKAN APLIKASI WHATSAPP PADA MAHASISWA IKIP PGRI PONTIANAK DI MASA WABAH COVID 19 Muhammad Zikri Wiguna; Dini Hajjafiani
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i2.1387

Abstract

The purpose of this research is to find out the online learning process of students of the Institute of Teacher Sciences of the Republic of Indonesia Pontianak, especially the Indonesian Language and Literature Education Study Program 2021 in the Learning Media course. This research was conducted in one semester. The methods in this study used descriptive methods. The subject of this study was a grade A morning 4th semester student. Data sources are collected from Students. Data collection techniques are interviews, questionnaires, and document studies. The data is analyzed using critical analysis. The results showed that the use of Whatsapp application in the online learning process has a varied influence and difficulty level of students. Based on the results of interviews with students it is known that the online learning process using the Whatsapp application is very petrifying and effectively used in the Online learning process. Similarly, the results of the poll students showed 82.3% results for the learning process, the data analysis can be concluded that the online learning process using whatsapp application is highly recommended and worthy to be used in the online learning process during the Covid 19 Pandemic. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran daring mahasiswa Institut Keguruan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia Pontianak khususnya Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2021 dalam mata kuliah Media Pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dalam satu semester. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa kelas A Pagi semester 4. Sumber data dikumpulkan dari Mahasiswa. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, angket, dan studi dokumen. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Whatsapp dalam proses pembelajaran daring memiliki pengaruh dan tingkat kesukaran yang bervariasi dari mahasiswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan mahasiswa diketahui bahwa proses pembelajaran daring menggunakan aplikasi Whatsapp sangat membatu dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran Daring. Begitu juga dengan hasil angket mahasiswa menunjukkan hasil 82,3% untuk proses pembelajaran, analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran daring menggunakan aplikasi Whatsapp sangat disarankan dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran daring selama Pandemi Covid 19. Kata Kunci : Proses Pembelajaran, Dalam Jaringan, Whatsapp
KESANTUNAN TINDAK TUTUR DIREKTIF MODERATOR DALAM DEBAT FINAL PILPRES TAHUN 2019 Nanang Heryana
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i2.1395

Abstract

This research aims to identify, describe, and analyze the politeness of speech acts of the moderator directive the Presidential Election Final Debate in 2019. Method used is descriptive with qualitative approach. Data source is a moderator speech act in debate. Research data are the politeness of the moderator's directive of debate in the form and strategies used in the form of words, phrases and sentences. Data collecting technique used is exposure techniques and documentary data collection tool is video recordings. The explanation technique was used to elaborate the moderator directive form and strategy of speech act politeness in the Final Debate. Data analysis method used the referral method with proficient SBLC and context analysis. Based on the results, there are 160 data in the form of words, phrases, clauses, or sentences which are included in directive speech acts. There are seven forms of moderator speech directives in debate, namely directive speech acts inviting, persuading, requesting, prohibiting, asking, reminding, and ordering. The politeness of directive speech acts can be direct politeness, irreverent politeness, positive politeness, and negative politeness. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis kesantunan tindak tutur direktif moderator dalam Debat Final Pilpres 2019. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berasal dari tindak tutur moderator dalam debat. Data yang dihimpun berupa kesantunan direktif moderator debat dalam strategi yang digunakan untuk memilih kata, frasa, dan kalimat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pemaparan dan alat pengumpulan data dokumenter berupa rekaman video. Teknik pemaparan digunakan untuk menguraikan bentuk dan strategi kesantunan tindak tutur direktif moderator dalam Debat Akhir. Analisis data menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan analisis konteks. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 160 data berupa kata, frasa, klausa atau kalimat yang termasuk dalam tindak tutur direktif. Ada tujuh bentuk tindak tutur direktif moderator dalam debat, yaitu tindak tutur mempersilakan, mengajak, meminta, melarang, bertanya, mengingatkan, dan tindak tutur memerintah. Kesantunan tindak tutur direktif dapat berupa kesantunan langsung, kesantunan tidak langsung, kesantunan positif, dan kesantunan negatif. Kata Kunci: Kesantunan, Tindak Tutur Direktif, Moderator, Debat
ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA CINTA PADA LIRIK LAGU “TAK SEKEDAR CINTA” KARYA DNANDA Neng Tika Harnia
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i2.1405

Abstract

This study examines the meaning of love in the lyrics of Dnanda's song "Tak Sekedar Cinta" by using Roland Barthes' semiotic theory. In this semiotic analysis, Roland Barthes examines the meaning of denotation, connotation and myths about the meaning of "love" contained in the lyrics of the song. The method used is qualitative interpretive. The collection technique is a document study by obtaining data from various sources relevant to the research. The results of Roland Barthes' semiotic study of Dnanda's song lyrics "Tak Sekedar Cinta" are as follows. The denotation of the song's lyrics “Tak Sekedar Cinta” is the power of love that the songwriters expect from their partner. So the connotative meaning contained in the lyrics of this song is the desire of the songwriter to his partner to maintain his love with loyalty. Meanwhile, the myth contained in the lyrics of this song is that the songwriter wants to say that in every relationship that is built with love, it will last, even though sometimes it hurts. Abstrak Penelitian ini mengkaji mengenai makna cinta pada lirik lagu “Tak Sekedar Cinta” karya Dnanda dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Dalam analisis semiotika Roland Barthes ini mengkaji mengenai makna denotasi, konotasi, dan mitos mengenai makna “Cinta” yang terdapat pada lirik lagu tersebut. Metode yang digunakan ialah kualitatif interpretatif. Teknik pengumpulan yaitu studi dokumen dengan pemerolehan data dari berbagai sumber yang relevan dengan penelitian. Hasil kajian semiotika Roland Barthes pada lirik lagu “Tak Sekedar Cinta” karya Dnanda adalah sebagai berikut. Makna denotasi dari lirik lagu “Tak Sekedar Cinta” adalah kekuatan cinta yang penulis lagu harapkan ia dapatkan dari pasangannya. Kemudian makna konotasi yang terkandung dalam lirik lagu ini yaitu keinginan penulis lagu terhadap pasangannya agar menjaga cintanya dengan kesetiaan. Sedangkan mitos yang terdapat dalam lirik lagu ini yaitu penulis lagu ingin mengatakan bahwa dalam setiap hubungan yang dibangun dengan cinta pasti akan abadi walaupun kadang menyakitkan. Kata Kunci: Lirik Lagu, Makna Cinta, Semiotika
PENERAPAN MEDIA GAMBAR MATERI TEKS OBSERVASI PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS III MIN 11 BANDA ACEH Khadijah Khadijah
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i2.1406

Abstract

Writing ability in the process often did not get attention. Because in the lifetime of many students were able to read the text but were difficulty writing the text. The students find difficulty to begin and develop the idea or idea into a script. Beside that, the students difficulty writing text in the learning of writing especially write the report text result of teacher observation often limited to one english text book and less gives a reference or example of an observation based resport text from another source. The purpose of the study to find out how the application of media pictures observation of language Indonesia lesson for class III MIN 11 Banda Aceh. This study used a research approach qualitative. The research indicates that used media picture successfully improves students ability in learning writing ability in observation the text. That increase in the from of a students individually is 100 % over 70. Abstrak Kemampuan menulis dalam pelaksanaannya sering tidak mendapat perhatian. Hal itu dikarenakan dalam kesehariannya banyak siswa mampu dalam membaca teks tetapi mengalami kesulitan dalam menulis teks. Siswa kesulitan memulai dan mengembangkan ide atau gagasannya tersebut ke dalam sebuah tulisan. Di samping siswa mengalami kesulitan dalam menulis, dalam pembelajaran menulis terutama menulis teks laporan hasil observasi guru sering kali hanya bersumber dari satu buku teks Bahasa Indonesia, dan kurang memberikan referensi atau contoh tentang teks laporan hasil observasi dari sumber lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana penerapan media gambar materi teks observasi pelajaran Bahasa Indonsesia siswa kelas III Min 11 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan media gambar berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis teks observasi . Peningkatan itu dalam bentuk siswa secara individual 100% mencapai nilai di atas 70. Kata kunci: Penerapan, Media Gambar, Teks Observasi
ANALISIS DEIKSIS DALAM KUMPULAN CERPEN SENJA, HUJAN, DAN CERITA YANG TELAH USAI KARYA BOY CANDRA Siti Maemunah; Velayati Khairiah Akbar
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i2.1409

Abstract

Deixis as a pragmatic study in which the meaning of a language must be adapted to the context. This study of deixis is a way to find out the relationship between language and context in the structure of language itself. Not only in daily life, in literary works one of them is short stories, this deixis study is very interesting to study. This study aims to describe the deixis contained in the collection of short stories from the books of Senja, Rain, and Stories that have been finished by Boy Candra. The research method used is descriptive qualitative research method. The data in this study are sentences, or words and dialogues that have elements of person deixis, time deixis, and place deixis. The data collection technique used by the author is a reading and note-taking technique. The steps taken in analyzing the data are grouping the data that has been collected, classifying the data based on the categories and deixis criteria needed, and analyzing the data in the form of a clear and correct description. The results of the study found three types of deixis which became the focus of this study, namely person deixis, place deixis, and time deixis. Abstrak Deiksis sebagai salah satu kajian pragmatik yang pemaknaan suatu Bahasa harus disesuaikan dengan konteksnya. Kajian mengenai deiksis ini merupakan cara untuk mengetahui hubungan antara bahasa dan konteks dalam struktur bahasa itu sendiri. Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, dalam karya sastrapun salah satunya cerpen, kajian deiksis ini sangat menarik dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang deiksis yang terdapat pada buku Kumpulan Cerpen Senja, Hujan, dam Cerita Yang Telah Usai karya Boy Candra. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Untuk data dalam penelitian ini adalah kalimat, atau kata serta dialog yang memiliki unsur deiksis persona, deiksis waktu, dan deiksis tempat. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah teknik baca dan catat. Adapun langkah – langkah yang dilakukan dalam menganalisis data adalah mengelompokkan data yang sudah dikumpulkan, mengklasifikasi data berdasarkan katagori dan kreteria deiksis yang dibutuhkan, dan menganalisis data dalam bentuk deskripsi secara jelas dan benar. Hasil penelitian ditemukan tiga jenis deiksis yang menjadi fokus penelitian ini, yaitu deiksis persona, deiksis tempat, dan deiksis waktu. Kata Kunci: Cerpen, Deiksis, Pragmatik
ANALISIS STRATEGI BERTANYA GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 1 SEUNUDON KABUPATEN ACEH UTARA Azhari Azhari; Helmiyadi Helmiyadi; Ririn Rahayu
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i2.1411

Abstract

This study aims to describe the questioning strategy used by teachers in learning Indonesian at SMP Negeri 1 Seunudon, North Aceh Regency. The approach used in this study is a qualitative descriptive approach. The subject of this research is a teacher in the field of Indonesian language studies at SMP Negeri 1 Seunudon. Meanwhile, the object of this research is the question used by the teacher in learning. Research data can be in the form of types of teacher questions that are asked using strategies. To obtain data, this study used observation and recording techniques. Based on the results of the study, teachers in the field of Indonesian language studies at SMP Negeri 1 Seunudon, North Aceh Regency actively use several questioning strategies in asking questions to students by referring to the theory that the author uses. First, the waiting time strategy, which is the most dominant length of time given as a teacher strategy is 1-3 seconds and with 3-5 seconds it is only used for some questions (B1). Second, strengthening strategy (B2). This strategy is also known as giving rewards or awards. This strategy is done by giving some expressions that can make students feel happy, such as: very good, very true, and a hundred for you. Third, the strategy of exploring questions (B3). This strategy is used by providing follow-up questions taken from students' answers and then used as questions. The use of this strategy aims to make students convey the information that is known in full, and Fourth, the interaction equation strategy (B4). Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang strategi bertanya yang digunakan guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Seunudon Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru bidang studi Bahasa Indonesia yang ada di SMP Negeri 1 Seunudon. Sedangkan, objek penelitian ini adalah pertanyaan yang digunakan guru dalam pembelajaran. Data penelitian dapat berupa jenis-jenis pertanyaan guru yang diajukan dengan menggunakan strategi. Untuk memperoleh data, penelitian ini menggunakan teknik observasi dan rekam. Berdasarkan hasil penelitian bahwa guru bidang studi Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Seunudon Kabupaten Aceh Utara secara aktif menggunakan beberapa strategi bertanya dalam mengajukan pertanyaan kepada siswa dengan mengacu pada teori yang penulis gunakan. Pertama, strategi waktu tunggu, yaitu lama waktu yang paling dominan diberikan sebagai strategi guru adalah 1-3 detik dan dengan waktu 3-5 detik hanya digunakan untuk beberapa pertanyaan (B1). Kedua, strategi penguatan (B2). Strategi ini disebut juga dengan pemberian reward atau penghargaan. Strategi ini dilakukan dengan cara memberikan beberapa ungkapan yang dapat membuat siswa merasa senang, seperti: bagus sekali, betul sekali, dan seratus buat kamu. Ketiga, strategi pertanyaan menggali (B3). Strategi ini digunakan dengan cara memberikan pertanyaan lanjutan yang diambil dari jawaban siswa kemudian dijadikan sebagai pertanyaan. Penggunaan strategi ini bertujuan agar siswa menyampaikan informasi yang diketahui secara lengkap, dan Keempat, strategi persamaan interaksi (B4). Kata Kunci: Pembelajaran Bahasa Indonesia, Strategi Bertanya