cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Visipena
ISSN : 20861397     EISSN : 25026860     DOI : 10.46244/visipena
Core Subject : Education,
Articles to be published on Visipena should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is Education.
Articles 343 Documents
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA GURU DI SMK NEGERI KOTA AMBON PROVINSI MALUKU Janse Tresia Leimena; Siti Zulaikha; Heru Santosa
Jurnal Visipena Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v11i2.1300

Abstract

This study aims to prove the relationship between leadership and teacher motivation on performance. . This study uses a survey method with a quantitative approach that explains causal relationships or correlations commonly called path analysis. The survey was conducted from February to May 2019 involving 124 Ambon State Vocational School teachers. The sample in this study used the Slovin formula with an instrument trial of 60 teachers. The sampling technique is determined randomly or simple random sampling. The findings of the research results are as follows (1) The influence of leadership style has a positive direct effect on teacher performance with a correlation coefficient of 0.262 and a path coefficient of 0.233. A good leadership style will have a positive influence on improving teacher performance. (2) Work motivation has a positive direct effect on teacher performance, the correlation coefficient value is 0.179 and the path coefficient value is 0.124. This means that the higher the work motivation that a teacher has will improve his performance. (3) The influence of leadership style has a direct positive effect on work motivation with a correlation value of 0.233 and a path coefficient value of 0.233. This means that a principal's leadership style that is positively constructive will have an impact on increasing the motivation of the work of the teachers. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antara kepemimpinan dan motivasi guru terhadap kinerja. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif yang menjelaskan hubungan atau korelasional kausal yang biasa disebut analisis jalur. Survey dilakukan sejak Februari sampai Mei 2019 dengan melibatkan 124 orang guru SMK Negeri Ambon. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin dengan uji coba instrument sebanyak 60 guru. Teknik pengambilan sampel ditentukan secara acak atau simple random sampling. Temuan dari hasil penelitan sebagai berikut (1) Pengaruh gaya kepemimpinan berpengaruh langsung positif terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,262 dan nilai koefisien jalur sebesar 0,233. Gaya kepemimpinan yang baik akan memberi pengaruh yang positif terhadap peningkatan kinerja guru. (2) Motivasi kerja pengaruh langsung positif terhadap kinerja guru, nilai koefisien korelasi sebesar 0,179 dan nilai koefisien jalur sebesar 0,124. Hal ini berarti semakin tingginya motivasi kerja yang dimiliki seorang guru akan meningkatkan kinerja. (3) Pengaruh gaya kepemimpinan berpengaruh langsung positif terhadap motivasi kerja dengan nilai korelasi sebesar 0,233 dan nilai koefisien jalur sebesar 0,233. Hal ini memberi arti bahwa gaya kepemimpinan seorang kepala sekolah yang positif membangun akan memberi dampak kepada peningkatan motivasi kerja para guru.
BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK LATIHAN SAYA BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK Maslikhah Maslikhah; Ihsan Nurkholis; Happy Karlina Marjo; Wirda Hanim
Jurnal Visipena Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v11i2.1301

Abstract

Academic achievement is the achievement of all student degrees. Academic achievement in the field of academic education, is a special level of acquisition or results of academic work skills that are assessed by teachers, through standardized tests, or through a combination of both (Chaplin, 2001). For a child, learning something interesting for him will be easier to be accepted and understood. In terms of interest, someone who has an interest in a field will be easy in studying the field. Based on this interest, the counseling teacher can use group guidance services with my practice techniques to be responsible for motivating and feeling confident in improving their academic performance. Abstrak Prestasi akademik adalah Pencapaian seluruh hasil belajat peserta didik. Prestasi akademik dalam bidang pendidikan akademik, merupakan satu tingkat khusus perolehan atau hasil keahlian karya akademik yang dinilai oleh guru-guru, lewat tes yang dibakukan, atau lewat kombinasi kedua hal tersebut (Chaplin,2001). Bagi seorang anak, mempelajari sesuatu hal yang menarik bagi dirinya akan lebih mudah untuk diterima dan dipahami. Dalam hal minat, seseorang yang menaruh minat pada suatu bidang akan mudah dalam mempelajari bidang tersebut. Dengan berdasarkan minat tersebut guru bimbingan konseling bisa menggunakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik latihan saya bertanggung jawab untuk memotivasi dan merasa percaya diri dalam meningkatkan prestasi akademiknya.
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 27 JAKARTA Veriesa Auliya Utami; Nurzengky Ibrahim; Kurniawati Kurniawati
Jurnal Visipena Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v11i2.1302

Abstract

The purpose of this study was to obtain information about the learning process carried out by history teachers both from graduates of history education, as well as from history teachers who were not from historical education. The study took place from January to May 2018. The teacher who was the object of the study was a history teacher of SMAN 27 Jakarta, who had four people, consisting of three people who were graduates of history education, and one teacher who was not a graduate of education history. This research was conducted in class X at SMAN 27 JAKARTA. The method used in this research is a descriptive qualitative method. Use of this method to get the actual situation in the school and describe the results of the study. Data collection techniques used through observation, interviews, and documentation. Informants in this study were Principals, Teachers, and Students at SMAN 27 Jakarta. In this study, it can be concluded from the results of the study that the professional competence of teachers who are graduates of history is better than the professional competencies of teachers who are not historical education graduates. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi tentang proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru sejarah baik dari yang berasal lulusan dari pendidikan sejarah, maupun dari guru sejarah yang bukan berasal dari pendidikan sejarah. Penelitian ini berlangsung dari bulan Januari sampai dengan bulan Mei 2018. Guru yang menjadi objek penelitian adalah guru sejarah SMAN 27 Jakarta yang berjumalah empat orang, yang terdiri dari tiga orang yang merupakan lulusan dari pendidikan sejarah, dan satu orang guru yang merupakan bukan lulusan dari pedidikan sejarah. Penelitian ini dilakukan pada kelas X di SMAN 27 JAKARTA. Adapun metode yang digunanakan dalam Penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Penggunaan metode ini untuk mendapatkan keadaan yang sebenarnya disekolah dan dideskripsikan hasil penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru dan Siswa di SMAN 27 Jakarta. Pada penelitian ini didapat disimpulkan dari hasil penelitian bahwa kompetensi profesional guru yang merupakan lulusan sejarah lebih baik dari pada kompetensi profsional guru yang bukan lulusan pendidikan sejarah.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI INTRINSIK TERHADAP KREATIVITAS GURU SEKOLAH ALAM DI BEKASI Maria Oryza Yuka; Martin Martin; Suryadi Suryadi
Jurnal Visipena Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v11i2.1303

Abstract

Creativity is an important element for successful implementation of 2013 curriculum. Green school is one kind of school that is able to accommodate all our desires in education. This research aims to find out (1) the influenced of work environment toward creativity (2) the influenced of intrinsic motivation toward creativity (3) the influenced of work environment toward intrinsic motivation. Path analysis is the method that is used to do the research through survey. This research provided all of teacher’s population at green school in Bekasi. Samples were selected based on nonprobability sampling techniques (judgement sampling). This research was carried out in Bekasi. Based on research findings are outlined as follows (1) there is a direct and significant influenced of work environment toward creativity (2) there is direct and significant influenced of intrinsic motivation toward creativity (3) there is direct and significant influenced of work environment toward intrinsic motivation. Implication from this research is efforts in improving the creativity can be done through improve work environment and intrinsic motivation. Abstrak Kreativitas merupakan salah satu elemen penting dalam keberhasilan implementasi kurikulum 2013. Sekolah alam adalah salah satu jenis sekolah yang mampu mengakomodasi semua keinginan kita di dunia pendidikan.Di dalam penelitian ini bertujuan untuk menemukan (1) pengaruh lingkungan kerja terhadap kreativitas, (2) pengaruh motivasi intrinsik terhadap kreativitas, (3) pengaruh lingkungan kerja terhadap motivasi intrinsik. Penelitian ini menggunakan metode analisis jalur. Penelitian ini meneliti seluruh populasi guru sekolah alam di Bekasi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik nonprobability (sampling jenuh). Penelitian ini dilakukan di Bekasi. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa (1) adanya pengaruh langsung dan signifikan lingkungan kerja terhadap kreativitas, (2) adanya pengaruh langsung dan signifikan motivasi intrinsik terhadap kreativitas, (3) adanya pengaruh langsung dan signifikan lingkungan kerja dan motivasi intrinsik. Berdasarkan penelitian ini ditemukan bahwa peningkatan kreativitas dapat dilakukan dengan peningkatan dari lingkungan kerja dan motivasi intrinsik.
MANAJEMEN PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA SD DI GUGUS 1 INDRAPURI ACEH BESAR Sardani Sardani; Khairuddin Khairuddin; Nasir Usman
Jurnal Visipena Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v12i1.1262

Abstract

The management of the School Literacy Movement is a process of planning, organizing, motivating, supervising, evaluating, and empowering all of the school resources to reach the goal of the literacy movement program effectively and efficiently. The aims of this research were to find out: (1) the planning of the school literacy movement program; (2) the implementation of the school literacy movement program; (3) the evaluation of the implementation of the school literacy movement program. This research used a qualitative approach and a descriptive method. The subjects of this research were the school principal, school committee, teachers, the head of the school library, and students in Cluster I of Elementary School Indrapuri of Aceh Besar Regency. The data were collected by using observation, interview, and documentation study. The data were analyzed by using a data reduction technique, data display, and followed by a conclusion. The results showed that: (1) the planning of school literacy movement program at each school in Cluster I of Elementary School Indrapuri had to formulate the stages of habituation, development, and learning based on school strategical plan and reference from Ministry of Education and Culture in 2015 to promote the students’ reading interest; (2) the implementation of a school literacy program in Cluster I of Elementary School Indrapuri to increase the reading interest was done by implementing 15 minutes reading of a supplementary book which is available at the reading corner. Some schools still faced the problem of lack of supplies of reading books in schools; (3) The result of the evaluation of the school literacy program in Cluster I of Elementary School Indrapuri showed the increase of students’ reading interest with the intensity of reading at the reading corner and library. The main challenge faced by the school was the students who still struggled to write the resume and self-made project. Abstrak Gerakan Literasi Sekolah yang dirangcang untuk menumbuhkan minat baca siswa melalui ekosistem literasi sekolah agar meningkatkan kemampuan berpikir, mengakses, mengolah informasi serta menyampaikan kembali informasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) perencanaan program gerakan literasi; (2) implementasi gerakan literasi sekolah; (3) mengevaluasi implementasi gerakan literasi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, komite sekolah, guru, kepala pustaka dan siswa di SD gugus 1 Indrapuri Aceh Besar. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis data yaitu reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini yaitu: (1) Perencanaan program gerakan literasi sekolah sudah disusun dengan baik dan mempertimbangkan ketentuan yang di keluarkan oleh Kemendikbud Tahun 2015 untuk menumbuhkan minat baca siswa; (2) Implementasi program gerakan literasi sekolah di SD gugus 1 Indrapuri sudah sesuai dengan standar program litarasi, dan mengalami kendala pada keterbatasan bahan bacaan di sekolah; (3) Hasil evaluasi kegiatan program gerakan literasi sekolah di SD gugus 1 Indrapuri Aceh Besar sebahagian besar siswa sudah terlihat peningkatan minat siswa untuk membaca, meskipun masih ada sebahagian siswa yang belum mampu membuat resume dan membuat karya sendiri. Kata Kunci: Gerakan Literasi Sekolah, Minat Baca
KEBIJAKAN DINAS PENDIDIKAN NAGAN RAYA DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN PADA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN NAGAN RAYA T. Andriansyah; Yusrizal Yusrizal; Niswanto Niswanto
Jurnal Visipena Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v12i1.1264

Abstract

The Nagan Raya Education Office is the implementing element of regional autonomy in government affairs in the education sector . The purpose of this research is to determine: program planning, program implementation mechanisms, program evaluation and the obstacles faced by the Education Office in improving the quality of education in primary schools in Nagan Raya District. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. The research results show that: (1) The Education Office makes policies in accordance with the results of the work meeting or existing regulations in the Nagan Raya Education Office . (2) The mechanism pelaks anaan program that sealed sanakan by the Education Department Nagan Raya is executed in accordance with the policies made by the Department of Education Nagan Raya or through good management is by way of carrying out the planning, organizing, actuating and controlling . (3) The evaluation carried out by the Nagan Raya Education Office iscarried out comprehensively by focusing on any problems or gaps that occur in each program. (4) The main obstacle that the Nagan Raya Education Office finds in contributing to its education is the Political Will of the Nagan Raya Regent and the deficit in the regional budget. Abstrak Dinas Pendidikan Nagan Raya adalah sebagai unsur pelaksana otonomi daerah pada urusan pemerintahan di bidang pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: perencanaan program, mekanisme pelaksanaan program, evaluasi program dan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Dinas Pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan pada sekolah dasar di Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Dinas Pendidikan membuat kebijakan sesuai dengan hasil raker atau aturan yang ada di Dinas Pendidikan Nagan Raya. (2) Mekanisme pelaksanaan program yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Nagan Raya dijalankan sesuai dengan kebijakan yang dibuat oleh Dinas Pendidikan Nagan Raya atau melalui manajemen yang baik yaitu dengan cara melaksanakan planning, organizing, actuating dan controlling. (3) Evaluasi yang dilakukan Dinas Pendidikan Nagan Raya dilaksanakan dengan komprehensif dengan berfokus pada setiap masalah atau kesenjangan yang terjadi pada setiap program. (4) Hambatan utama yang ditemukan Dinas Pendidikan Nagan Raya dalam memberikan kontribusinya pendidikannya adalah Political Will dari Bupati Nagan Raya serta defisitnya anggaran daerah. Kata Kunci: Kebijakan Dinas Pendidikan, Mutu, Pendidikan
IMPLEMENTASI KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA WIRAUSAHA DI MAN MODEL BANDA ACEH: Indonesia Lisnawati Lisnawati; Cut Zahri Harun; Niswanto Niswanto
Jurnal Visipena Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v12i1.1289

Abstract

Entrepreneur competence of a school principal is necessary in creating entrepreneurial culture in the school. Based on thid theory, this research was conducted to find out the imlementation of entrepreneur competence of the school principal in creating entrepreneurial culture in Islamic Senior High School (MAN) Model of Banda Aceh. The research was conducting using a qalitative descriptive approach. The data were collected through interviews, observation, and documentation study. Teh research subjects were the principal, vice principal, teachers, and students of MAN Model of Banda Aceh. The result indicate that (1) The only program relate to entrepreneurship created by the principal was a school subject, namely Prakarya dan Kewirausahaan (Handcrafting and Entrepreneurship) that has produce many works: (2) The implementation of entrepreneurship programs is carried out through subjects run by the teacher, including theories and practices; and (3) The obstacles encountered by the principal in creating entrepreneurial culture in the school were associated with luck of human resources, facilities, and time devote to develop the skills. Abstrak Kompetensi kewirausahaan kepala sekolah memiliki peranan penting dalam membangun budaya wirausaha di sekolah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang implementasi kompetensi kewirausahaan kepala sekolah dalam membangun budaya wirausaha di MAN Model Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan siswa di MAN Model Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program kewirausahaan oleh kepala sekolah dilakukan melalui berbasis mata pelajaran yaitu prakarya dan kewirausahaan, dari mata pelajaran tersebut menghasilkan berbagai macam karya; (2) Pelaksanaan program kewirausahaan dilakukan melalui mata pelajaran yang dijalankan oleh guru, terdiri dari teori dan praktik; dan (3) Hambatan dalam penerapan program kewirausahaan di sekolah yaitu sumber daya manusia yang belum mumpuni, fasilitas dan terbatasnya waktu untuk mengembangkan skill. Kata Kunci: Kompetensi Kewirausahaan dan Budaya Wirausaha
KONTRIBUSI KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA SEKOLAH DI SMK NEGERI 1 MEULABOH Novi Zulfiati; Cut Zahri Harun; Niswanto Niswanto
Jurnal Visipena Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v12i1.1290

Abstract

The contribution of a principal in the development of school culture is very important in establishing students’ character. The aims of this research were to find out the principal's programs in developing school culture, the implementation, the supervision, and the obstacles faced by the principal during the implementation. This research used a descriptive method with a qualitative approach. The data collection was conducted through interviews, observations, and documentation studies. The subjects of this research were the principal, teachers, students, and school committee. The results of this research showed that (1) the principal’s programs in developing school culture was designed to strengthen its vision and mission through students character building, developing an entrepreneurial culture according to students department; (2) the implementation of principal’s program in developing school culture involved all school members, establishing social and emotional relationships through meetings, providing the good role model, and developing an entrepreneurial culture that carried out through the internalization of entrepreneurial values in school culture; (3) the supervision was carried out together with school members. The principal supervised directly to monitor the process of implementing school culture development; and (4) the obstacles faced by the principal were the school’s facilities and infrastructures that were optimally used, the absence of a reward and punishment system, and the difficulty of developing students’ commitment which affected students’ discipline and religious values, such as violating school rules. Abstrak Kontribusi kepala sekolah dalam pengembangan budaya sekolah sangatlah penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: program kepala sekolah dalam pengembangan budaya sekolah, pelaksanaan, pengawasan, dan hambatan-hambatan kepala sekolah dalam pengembangan budaya sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data diperoleh dari wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian kepala sekolah, guru-guru, siswa, dan komite. Hasil penelitian yaitu: (1) Program kepala sekolah dalam pengembangan budaya sekolah yaitu Menguatkan visi misi Pengembangan budaya sekolah menyangkut dengan pembinaan akhlak/karakter, pengembangan budaya kewirausahaan sesuai dengan jurusan; (2) Pelaksanaan program kepala sekolah dalam pengembangan budaya yaitu melakukan kerjasama dengan seluruh perangkat sekolah, membangun hubungan sosial dan emosional melalui rapat,memberikan contoh teladan, Pengembangan budaya wirausaha dilaksanakan melalui internalisasi nilai-nilai wirausaha dalam kultur sekolah; (3) Pengawasan dilakukan bersama dengan perangkat sekolah. kepala sekolah melakukan pengawasan secara langsung dalam memantau proses pelaksanaan pengembangan budaya sekolah; dan (4) Hambatan-hambatan yang dihadapi kepala sekolah yaitu: penggunaan sarana dan prasarana yang belum optimal, tidak adanya sistem reward dan punishment, Sulitnya membangun komitmen peserta didik sehingga berimbas pada nilai kedisiplinan dan religius seperti, melanggar aturan sekolah. Kata Kunci: Kontribusi, Kepala sekolah, Budaya sekolah
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH DI SD NEGERI UJONG PATIHAH DAN SD NEGERI ALUE BATA Nurul Istiwana; Nasir Usman; Murniati AR
Jurnal Visipena Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v12i1.1291

Abstract

Principal leadership plays an important role in planning, developing, encouraging, supervising and evaluating schools so that a goal is achieved effectively, efficiently in improving the quality of schools. The purpose of the study was to determine the principal's leadership in the preparation, 1) quality improvement school principal's rules and regulations, 2) quality improvement principal program, 3) the principal's strategy for improving school quality and, 4) barriers to school principals in improving school quality at SD Negeri Alue Bata and SD Negeri Ujong Patihah, Nagan Raya Regency. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection was obtained through interviews, observation and documentation. The subjects of the study were the principal, deputy principal, teacher, superintendent and head of school accreditation. The results of the study found that 1) the rules of discipline of the principal were prepared by the principal with the approval of educators and educational personnel who delivered during the meeting, 2) the principal's program in the form of an annual work program, a semester work program whose preparation is assisted by a teacher, an end-of-semester extracurricular program, 2) The principal's strategy is to hold teacher meetings and student guardian meetings, complete learning books, procurement of new buildings, selection of new students and transfer students. Cooperation with stakeholders in preparation for accreditation, discipline in school regulations, holding technology training for teachers, involving teachers in the KKG, providing equipment and materials in overcoming the corona disease outbreak. Strategic planning in the form of significant and time, 3) barriers to school principals applied, lack of teacher discipline in collecting learning tools, lack of interest in reading students in the library, some teachers did not join in preparing for accreditation due to lack of concern and sense of responsibility for school progress. Abstrak Kepemimpinan kepala sekolah berperan penting dalam menyusun perencanaan, mengembangkan, mendorong, mengawasi dan mengevaluasi sekolah sehingga tercapai suatu tujuan secara efektif, efisien dalam meningkatkan mutu sekolah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kepemimpinan kepala sekolah dalam penyusunan, 1) peraturan tata tertib kepala sekolah peningkatan mutu, 2) program kepala sekolah peningkatan mutu, 3) strategi kepala sekolah peningkatan mutu sekolah, dan 4) hambatan kepala sekolah peningkatan mutu sekolah di SD Negeri Alue Bata dan SD Negeri Ujong Patihah Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data di peroleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah,wakil kepala sekolah,guru, pengawas dan kepala bidang pengakreditasian sekolah. Hasil penelitian di temukan, yaitu 1) peraturan tata tertib kepala sekolah disusun oleh kepala sekolah atas persetujuan pendidik dan tenaga kependidikan yang sampaikan saat rapat, 2) program kepala berupan program kerja tahunan, program kerja semester yang penyusunannya dibantu oleh guru, program ekstrakurikuler akhir semester, 3) Strategi kepala sekolah yang di terapkan mengadakan rapat guru dan rapat wali murid, melengkapi buku pembelajaran, pengadaan gedung baru, penyeleksian murid baru dan murid pindahan. Kerja sama dengan stakeholder dalam persiapan akreditasi, kedisplinan terhadap peraturan sekolah, mengadakan pelatihan tekhnologi untuk guru, mengikut sertakan guru mengikuti KKG, menyediakan peralatan dan bahan dalam mengatasi wabah penyakit corona. Perencanaan strategi berupa signifikan dan time, 4) hambatan kepala sekolah yang di terapkan kurangnya kedisipinan guru dalam mengumpulkan perangkat pebelajaran, kurang minat membaca siswa di perpustakaan, beberapa guru tidak ikut bergabung dalam mempersiapkan akreditasi karena kurangnya kepedulian dan rasa tanggung jawab terhadap kemajuan sekolah. Kata Kunci: Kepemimpinan, Kepala Sekolah, Mutu Sekolah
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NATURE OF SCIENCE TERHADAP PEMBELAJARAN SAINS Devita Cahyani Nugraheny; Ari Widodo
Jurnal Visipena Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v12i1.1332

Abstract

This research aims to discover about how the use of nature of science model effects science learning. The research method used was an experimental method with one group pretest posttest design. The data obtained were analyzed using SPSS 20 software with t-dependent sample t-test. Based on the results of the analysis, obtained a significance value of 0.00, this value is smaller than the value of α = 0.05. This means that there are differences, applying the learning model of nature of science, science learning is also better and can increase the understanding of the nature of science indirectly. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Nature of Science terhadap pembelajaran sains. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain one group pretest posttest. Data yang telah diperoleh, dianalisis dengan mengunakan software SPSS 20 dengan uji t- dependent sampel t-test. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,00, nilai ini lebih kecil dari nilai α = 0,05. Hal ini berarti terdapat perbedaaan, dengan menerapkan model pembelajaran nature of science maka berpengaruh secara signifikan terhadap pembelajaran sains. Kata Kunci: Model Pembelajaran Nature Of Science, NOS