cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Visipena
ISSN : 20861397     EISSN : 25026860     DOI : 10.46244/visipena
Core Subject : Education,
Articles to be published on Visipena should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is Education.
Articles 343 Documents
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN GURU PADA MAN 1 KABUPATEN ACEH UTARA Muhammad Kautsar; Yusrizal Yusrizal; Bahrun Bahrun
Jurnal Visipena Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v11i2.1216

Abstract

A school principal as a top manager has a strategic role in fostering the school teachers’ work discipline. The objective of his research was to describe the programs or policies made and the obstacles encountered by the principal in fostering the teachers’ work discipline at Islamic State Senior High School (MAN) 1 of Aceh Utara Regency. A descriptive – qualitative approach was used in conducting this research, and the data were collected by doing interviews, observation, and documentation. The research subjects were the school principal and the school teachers. The results indicate that the aim of the programs fostering the teachers’ work discipline was to achieve the learning goals which might expectedly lead to the improvement of the school quality. Each program was arranged to provide a good, effective, and fun learning which should be the school goals – oriented. It was also found that in facing the teachers with a moderate level of work commitment, the principal implemented situational leadership while in dealing with the teachers who had higher level of work commitment, the principal implemented consultative and participative leadership. In addition, the principal often discussed with the teachers and listen to their ideas. The obstacles encountered by the principal in fostering the teachers’ work discipline and motivation were several teachers who came late to the school, those who prepared the incomplete learning tools, and those who used no media in teaching and learning process. Abstrak Kepala sekolah sebagai top manager memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan disiplin kerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program kepala sekolah, kebijakan kepala sekolah untuk meningkatkan komitmen kerja guru, serta kendala kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan guru pada MAN 1 Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.Subjek penelitian kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program peningkatan disiplin kerja guru bersasaran untuk tercapainya proses pembelajaran dengan optimal, sehingga pada akhirnya mutu sekolah dapat ditingkatkan. Setiap penyusunan program diarahkan agar proses pembelajaran berjalan dengan baik, efektif, dan menyenangkan, dan berorientasi kepada pencapaian tujuan sekolah. Kebijakan kepala sekolah untuk meningkatkan komitmen guru dengan menerapkan kepemimpinan yang bersifat situasional bagi guru-guru yang komitmen kerjanya biasa, tetapi sikap mereka lebih patuh dalam melaksanakan tugasnya, kepala sekolah menerapkan kepemimpinan konsultatif dan partisipatif. Kepala sekolah banyak berdiskusi untuk mendapatkan cara yang disetujui oleh guru-guru. Kendala dalam meningkatkan disiplin kerja guru antara lain masih ada sebagian kecil guru yang datang terlambat ke sekolah, masih ada guru yang tidak menyiapkan perangkat pembelajaran dengan lengkap, tidak pernah menggunakan media dalam melaksanakan pembelajaran.
SUPERVISI AKADEMK KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SD NEGERI TADU ATEUH KABUPATEN NAGAN RAYA Sri Rosi Antina; Yusrizal Yusrizal; Nasir Usman
Jurnal Visipena Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v11i2.1224

Abstract

Academic supervision is a process taken by the principal to improve teacher's ability to manage studies. This study aims to determine the program, implementation, follow-up, supporting factors, and obstacles to the academic supervision of principals in improving teacher's pedagogical competence in Sekolah Dasar Tadu Ateuh, Nagan Raya Regency. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation study. The research subjects were the principal and teachers. Data were analyzed using reduction techniques, presentation, and drawing conclusions. The results showed: (1) the academic supervision program was made based on the school's strategic plan, namely increasing teacher's ability to manage effective study; (2) The implementation of academic supervision uses practical, objective, humanist, sustainable, and constructive principles through approaches and techniques based on teacher characteristics; (3) The principal provides guidance and direction, then teachers are recommended to attend competency improvement training; (4) The supporting factors for academic supervision are the teacher's willingness to learn, good teacher perceptions, the principal's knowledge and harmonious relationships between school members. Obstacles to academic supervision are sudden external activities of the school principal so that the supervision schedule that has been arranged is disrupted. There are no senior teachers who can help the principal. There are no religious teachers and sport teachers, thus increasing the workload of classroom teachers. Teachers were unable to attend the scheduled class visit schedule. Abstrak Supervisi akademik merupakan suatu proses yang ditempuh oleh kepala sekolah untuk membantu guru meningkatkan kemampuannya dalam mengelola pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program, pelaksanaan, tindak lanjut, faktor pendukung dan hambatan supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di Sekolah Dasar Negeri Tadu Ateuh Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru. Data dianalisis dengan teknik reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Program supervisi akademik dibuat berdasarkan salah satu rencana strategis sekolah, yakni meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang efektif; (2) Pelaksanaan supervisi akademik menggunakan prinsip praktis, objektif, humanis, berkesinambungan dan konstruktif melalui pendekatan dan teknik berdasarkan karakterisktik guru; (3) Kepala sekolah memberikan bimbingan dan pembinaan, kemudian guru direkomendasikan untuk mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi; (5) Faktor pendukung supervisi akademik adalah kemauan guru untuk belajar, persepsi guru yang baik tentang supervisi akademik, pengetahuan kepala sekolah dan hubungan harmonis antar warga sekolah. Hambatan dalam supervisi akademik yaitu kegiatan eksternal kepala sekolah yang sifatnya mendadak sehingga jadwal supervisi yang sudah disusun menjadi terganggu. Tidak ada guru senior yang dapat membantu kepala sekolah. Tidak ada guru mata pelajaran pendidikan agama dan guru mata pelajaran olahraga sehingga menambah beban kerja guru kelas. Guru berhalangan hadir pada jadwal kunjungan kelas yang sudah ditetapkan.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM PEMBERDAYAAN KINERJA GURU PADA SMA NEGERI DI TRUMON RAYA Dahniar Dahniar; Yusrizal Yusrizal; Nasir Usman
Jurnal Visipena Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v11i2.1232

Abstract

The head master is top manager as the strategies roles in empowering the teacher performances. The purpose of this research is to know: arranging programs, the implementing programs, evaluation and obstruction challenging of the head master in empowering the teacher performances at SMA Negeri Trumon Raya. This research using qualitative research method descriptive. The techniques using to collected data those are: interview, observation, and documentation study. The subject of this research are head master and teachers. The results of this research show those are: menunjukkan (1) the arranging program conducted by the head master in empowering the teacher performances to analysis initial needed, from the result of analysis that defined what will discussed to developing the teacher performances. (2) The implementing strategy program in empowering the teacher performances in holding the MGMP training activities. For instances workshop, assigning each teachers to conduct the lesson plan, harnessing the peer teachers in circumstances, and the teacher facilities needed. The strategy conducting by the head master is the ways to organizing the function as the tool in communication, share knowledge, thinking, and experiences in increasing the teacher performances. (3) The evaluation program conducting with the way is academics supervision with the visiting classroom techniques. And (4) the obstruction faced by the head master those are lack of indiscipline’s of teacher, tendency of teacher in copy paste the lesson plan, and less of competence of teachers in mastering the learning technology, lack of facilities in supporting the learning process. Abstrak Kepala sekolah sebagai top manager memiliki peran yang sangat strategis dalam memberdayakan kinerja guru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: penyusunan program, strategi pelaksanaan program, evaluasi dan hambatan yang dihadapi kepala sekolah dalam perberdayan kinerja guru pada SMA Negeri di Trumon Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penyusunan program yang dilakukan kepala sekolah dalam pemberdayaan kinerja guru dengan menganalisis kebutuhan awal, dari hasil analisis tersebut baru ditentukan apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan kinerja guru; (2) Strategi pelaksanaan program pemberdayaan kinerja guru dengan menyelenggarakan kegiatan pelatihan MGMP, pelatihan berupa workshop, menugaskan setiap guru mata pelajaran untuk membuat perangkat pembelajaran, memanfaatkan tutor sebaya sesama guru dilingkungan sekolah, dan memfasilitasi guru terhadap keperluannya. Strategi yang dilaksanakan kepala sekolah merupakan wadah asosiasi yang berfungsi sebagai sarana untuk saling berkomunikasi, bertukar ilmu, fikiran dan pengalaman dalam rangka meningkatkan kinerja guru; (3) evaluasi program dilakukan dengan cara melakukan supervisi akademik dengan teknik kunjungan kelas, dan (4) kendala yang dihadapi adalah kurangnya kedisiplinan guru, kecendering guru melakukan copy paste dalam mencari bahan ajar, keterbatasan kemampuan guru dalam menguasai teknologi pembelajaran, kurangnya fasilitas penunjang proses pembelajaran.
PENGARUH SERVANT LEADERSHIP DAN KOMPETENSI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL DI UNIVERSITAS SWASTA Muji Rahayu; Tjutju Yuniarsih; Disman Disman; Janah Sojanah; Iman Sidik Nusannas; Dyhah Mutmainnah; Saptono Kusdano Waskito
Jurnal Visipena Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v11i2.1241

Abstract

This study aims to determine the effect of servant leadership on organizational commitment. The population is a lecturer in the Management Program of a Private University in Bandung. The sample consisted of 102 lecturers. Data collection was carried out through questionnaires. The data obtained were processed using simple linear regression. The results show that servant leadership has a positive and significant influence on organizational commitment. The higher the level of servant leadership application, the higher the level of organizational commitment possessed by the lecturer. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh servant leadesrship terhadap komitmen organisasional. Populasi adalah dosen Program Studi S1 Manajemen Universitas Swasta di Bandung. Sampel terdiri dari 102 dosen. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa servant leadership dan kompetensi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional secara parsial dan simultan. Ini menunjukkan bahwa makin baik tingkat penerapan servant leadership, makin tinggi tingkat komitmen organisasional dan makin tinggi kompetensi yang dimiliki oleh dosen makin tinggi tingkat komitmen organisasional dosen.
PRESEPSI SISWA DAN GURU TERHADAP PEMBELAJARAN DARING DI SMA YAPIS MANOKWARI KELAS XI Rahmatia Rahmatia; Syahira Syahira; Ardian Eko Sajaril
Jurnal Visipena Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v11i2.1251

Abstract

Online learning is used by all levels of education without exception, as a result of the Covid-19 pandemic. But the effectiveness of online learning is still unknown, because teachers are more focused on teaching than conducting studies on online learning. So this study aims to determine the effectiveness of online learning during the Covid-19 pandemic at Yapis Manokwari High School. The method in this research uses descriptive quantitative method, in which quantitative data is in the form of a percentage of the results of the questionnaire, and descriptive data is in the form of a description of the percentage of the results of the questionnaire. In addition, data collection techniques also use interview techniques to strengthen students' questionnaire answers. The interview was conducted with a class XI teacher at SMA Yapis Manokwari. The sample used was 30 students. The results showed that students understood the use of online platforms in online learning, but online learning was not effective due to several factors, including: (1) signal, (2) time constraints, (3) noise from students due to forgetting to turn off the microphone. In addition, the results of interviews with teachers also show that online learning is not effective because it does not meet teacher expectations or does not achieve learning objectives compared to face-to-face learning. Abstrak Pembelajaran online digunakan oleh semua jenjang pendidikan tanpa terkecuali, akibat dari pandemi covid-19. Tetapi keefektifan pembelajaran online masih belum diketahui, dikarenakan guru lebih fokus mengajar daripada melakukan telaah mengenai pembelajaran online. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pemebelajaran online di masa pandemi covid-19 di SMA Yapis Manokwari. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, yang mana data kuantitatif berupa presentase hasil angket, dan data deskriptif berupa pendeskripsian presentase hasil angket, selain itu teknik pengambilan data juga menggunakan teknik wawancara untuk memperkuat jawaban angket siswa. Wawancara dilakukan kepada guru pengajar kelas XI SMA Yapis Manokwari. Sampel yang digunakan berjumlah 30 siswa. Hasil enelitian menunjukkan bahwa siswa memahami penggunaan platform daring dalam pembelajaran online, tetapi pembelajaran online tidak efektif dikarenakan beberapa faktor, diantaranya: (1) signal, (2) keterbatasan waktu, (3) suara bising dari siswa akibat lupa mematikan mikrofon. Selain itu, hasil wawancara kepada guru juga menunjukkan bahwa pembelajaran secara online tidak efektif karena tidak memenuhi harapan guru atau tidak mencapai tujuan pembelajaran dibanding pembelajaran secara tatap muka.
RESPON GURU DAN SISWA SEKOLAH DASAR TERHADAP HASIL PENGEMBANGAN SOAL ONLINE MENGGUNAKAN GOOGLE FORM SEBAGAI IMPLEMENTASI BELAJAR DARI RUMAH Kartono Kartono
Jurnal Visipena Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v11i2.1261

Abstract

In the era of the COVID-19 pandemic and the 21st century digital era, it is very necessary to have questions that can be used online that are validated and ready to be used to assess the learning process that has been carried out, so online question development research is carried out using google form in learning Theme 3 Class V Elementary Schools as an implementation of Learning from Home (BDR) to reduce the spread of COVID-19. The research approach used to develop online questions using google form is a mixed method approach because the research carried out is classified as research and development or R&D research. The data collection technique is to answer the sub-problem formulation regarding the response of the teacher in using the results of the trial for developing online learning questions Theme 3 Class V Elementary Schools which are distributed via google form and student responses when working on the results of developing online learning questions Theme 3 Class V Elementary Schools in google form is an open interview with the teacher and provides a closed questionnaire to students. The results obtained were that the teacher gave a positive response regarding the use of the results of developing online learning questions for Theme 3 Class V Elementary Schools which were distributed through Google Form and students gave very good responses when working on the results of developing online learning questions Theme 3 Class V Elementary School on google form. Abstrak Pada era pandemi COVID-19 dan era digital abad 21 sangat diperlukan ketersediaan soal yang dapat digunakan secara online yang tervalidasi dan siap digunakan untuk menilai proses pembelajaran yang telah dilakukan, maka dilakukan penelitian pengembangan soal online menggunakan google form pada pembelajaran Tema 3 Kelas V Sekolah Dasar sebagai implementasi Belajar dari Rumah (BDR) untuk memutus penyebaran COVID-19. Pendekatan penelitian yang digunakan untuk mengembangkan soal online menggunakan google form ini adalah pendekatan mixed method dikarenakan penelitian yang dilakukan tergolong penelitian research and development atau R&D. Adapun teknik pengumpulan data untuk menjawab sub rumusan masalah mengenai respon guru dalam menggunakan hasil uji coba pengembangan soal online pembelajaran Tema 3 Kelas V Sekolah Dasar yang di sebarkan melalui google form dan respon siswa ketika mengerjakan hasil pengembangan soal online pembelajaran Tema 3 Kelas V Sekolah Dasar di google form adalah wawancara terbuka kepada guru dan memberikan angket tertutup kepada siswa. Adapun hasil yang di peroleh yaitu guru memberikan respon yang positif mengenai penggunaan hasil pengembangan soal online pembelajaran Tema 3 Kelas V Sekolah Dasar yang di sebarkan melalui google form serta siswa memberikan tanggapan yang sangat baik ketika mengerjakan hasil pengembangan soal online pembelajaran Tema 3 Kelas V Sekolah Dasar di google form.
PENGEMBANGAN MODEL GAME OUTDOOR ACTIVITIES TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PADA SISWA SDN 067250 MABAR Devi Catur; Andi Nur Abady
Jurnal Visipena Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v11i2.1263

Abstract

Character building is one of the goals of national education. In the National Education System Law no. 20 of 2003 states that the goal of national education is to develop the potential of students to have intelligence, personality and noble character. The purpose of this research is to form the character of students from an early age through outdoor activities by forming the character of a spirit of leadership, discipline, mutual respect and being able to make decisions in any case so that students are more independent and ready to face a better future and challenges. It is hoped that this outdoor activity game can be a means for students to express and appreciate better behavior and make students become individuals who are able to compete so that in the future. The specific objective of this research is to develop an outdoor activity game model in character building for SDN 067250 Mabar students using the R & D research method carried out by small-scale testing at SDN 060952 Medan Labuhan by distributing questionnaires and applying game forms to obtain 10 forms of play with testing from experts and ready to be tested on a large scale at SDN 067250 Mabar. With the result that the outdoor activity game is able to change the student's character as desired, it is evident from the questionnaire or questionnaire distributed to students and sports teachers who are at SDN 067250 Mabar. Abstrak Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan dari pendidikan nasional. Dalam UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia. Tujuan dari penelitian ini adalah membentuk karakter siswa dari sejak dini melalui permainan outdoor activity dengan membentuk karakter jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, saling menghargai dan mampu mengambil keputusan dalam hal apapun sehingga siswa lebih mandiri dan siap mengadapi masa depan dan tantangan yang lebih baik lagi. Diharapkan dengan permainan outdoor activity ini dapat menjadi sarana bagi siswa dalam meluapkan dan mengapresiasikan prilaku yang lebih baik lagi dan menjadikan siswa menjadi pribadi yang mampu bersaing sehingga dimasa yang akan datang. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model permainan outdoor activity dalam pembentukan karakter pada siswa SDN 067250 Mabar dengan menggunakan metode penelitian R & D yang dilakukan dengan pengujian skala kecil di SDN 060952 Medan Labuhan dengan menyebarkan kuesioner dan menerapkan bentuk permainan didapat 10 bentuk permainan dengan pengujian dari para ahli dan siap diuji diskala besar di SDN 067250 mabar. Dengan hasil bahwa permainan outdoor activity mampu mengubah karakter siswa sesuai yang diinginkan terbukti dari kuesioner atau angket yang disebarkan kepada siswa dan guru olahraga yang berada di SDN 067250 Mabar.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS GOOD UNIVERSITY GOVERNANCE (GUG) PADA STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA Rossiana Ginting; Cut Zahri Harun; Nasir Usman
Jurnal Visipena Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v11i2.1286

Abstract

The implementation of Good University Governance (GUG) in a university can be seen from human resource management. The better the management of human resources in a university means showing that the college will be more superior. This is what motivates the researcher to research the resource management of a university, namely STKIP Bina Bangsa Getsempena. The aim of this research is to find out whether the college applies the principles of Good University Governance (GUG) in human resource management. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation study. The research subjects were the Head of the Academic Administration Bureau, the Deputy Chair for Academic Affairs and the Human Resource Department of the Getsempena Education Foundation. The data were analyzed using reduction techniques, presentation and conclusion drawing. The results showed: (1) Recruitment and selection at STKIP Bina Bangsa Getsempena using the principles of Good University Governance (GUG), namely the principles of transparency and accountability; (2) Placement at STKIP Bina Bangsa Getsempena uses the principles of Good University Governance (GUG), namely the principle of accountability; (3) Training and preparation of career paths at STKIP Bina Bangsa Getsempena using the principles of Good University Governance (GUG), namely the principles of accountability, responsibility, independence and fairness; (4) Enforcement of discipline and giving awards to educators and educational staff at STKIP Bina Bangsa Getsempena using the principle of fairness; (5) Termination at STKIP Bina Bangsa Getsempena shall use the principle of independence and fairness. Barriers to human resource management are the replacement of human resources on the grounds of resignation. An Educator and Education Personnel who resign will interfere with the structural performance of higher education. Abstrak Penerapan Good University Governance (GUG) pada sebuah perguruan tinggi dapat dilihat dari manajemen sumber daya manusia. Semakin baik manajemen sumber daya manusia dalam sebuah perguruan tinggi berarti menujukkan bahwa perguruan tinggi tersebut akan semakin unggul. Hal ini adalah yang melatarbelakangi Peneliti untuk meneliti manajemen sumber daya sebuah Perguruan Tinggi yaitu STKIP Bina Bangsa Getsempena.Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah perguruan tinggi tersebut menerapkan prinsip-prinsip Good University Governance (GUG) dalam manajemen sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi.Subjek penelitian adalah Kepala Biro Administrasi Akademik, Wakil Ketua Bidang Akademik dan Human Resource Department Yayasan Pendidikan Getsempena.Data dianalisis dengan teknik reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Rekrutmen dan seleksi pada STKIP Bina Bangsa Getsempena menggunakan prinsip Good University Governance (GUG) yaitu prinsip transparansi dan akuntabilitas; (2) Penempatan pada STKIP Bina Bangsa Getsempena menggunakan prinsip Good University Governance (GUG) yaitu prinsip akuntabilitas; (3) Pelatihan dan penyusunan jenjang karier pada STKIP Bina Bangsa Getsempena menggunakan prinsip Good University Governance (GUG) yaitu prinsip akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi, dan kewajaran; (4) Penegakan disiplin dan pemberian penghargaan kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan pada STKIP Bina Bangsa Getsempena menggunakan prinsip kewajaran; dan (5) Pemberhentian pada STKIP Bina Bangsa Getsempena menggunakan prinsip independen dan kewajaran. Hambatan dalam manajemen sumber daya manusia yaitu pergantian sumber daya manusia dengan alasan pengunduran diri. Seorang Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang mengundurkan diri akanmengganggu kinerja struktural perguruan tinggi.
SELF EFFICACY DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT) DALAM KONSELING KELOMPOK PADA PESERTA DIDIK SMA Nurmalia, Theodora; Chairunnisa, Dini; Hanim, Wirda; Marjo, Happy Karlina
Jurnal Visipena Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v11i2.1298

Abstract

Individual differences in age backgrounds that are almost the same show a very diverse appearance, ability, temperament, interests and attitudes. Individual differences include physical and mental. Teachers need to know the individual differences of students who have intellectual, thinking, and personality abilities and other things related to psychomotor so that teachers can understand the various desires, needs, and problems of students. Self-efficacy is self-confidence in carrying out tasks responsibly, making efforts by considering one's abilities, planning for the future, and controlling oneself in accepting pressure, and controlling situations that cannot be predicted. Group counseling as one of the guidance and counseling services that can be relied upon in alleviating the problems faced by students, especially by using the Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach in increasing self-efficacy. This study aims to determine the self-efficacy of high school students through the Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach in group counseling. The results showed that self-efficacy had a very significant relationship between family social support and self-regulated learning, adolescent adjustment, learning motivation, mathematics learning achievement, and communication skills. Abstrak Perbedaan individual pada latar belakang usia yang hampir sama menunjukkan penampilan, kemampuan, temperamen, minat dan sikap yang sangat beragam. Perbedaan individual mencakup jasmaniah dan mental. Guru perlu mengetahui perbedaan individual peserta didik yang memiliki kemampuan intektual, berpikir, dan kepribadian serta hal lain yang berkaitan dengan psikomotorik sehingga guru dapat memahami berbagai keinginan, kebutuhan, dan masalah peserta didik. Self efficacy merupakan keyakinan diri dalam menjalani tugas dengan penuh tanggung jawab, melakukan upaya dengan mempertimbangkan kemampuan diri, merencanakan masa depan, dan mengontrol diri dalam menerima tekanan, serta mengontrol situasi yang tidak dapat diprediksi. Konseling kelompok sebagai salah satu layanan bimbingan dan konseling yang dapat diandalkan dalam mengentaskan masalah yang dihadapi oleh peserta didik, khususnya dengan menggunakan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam meningkatkan self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui self eficacy pada peserta didik SMA melalui pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam konseling kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self eficacy memiliki hubungan yang sangat signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan self regulated learning, penyesuaian diri remaja, motivasi belajar, prestasi belajar matematika, serta keterampilan komunikasi.
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN PENGEMBANGAN SPESIALISASI POLRI T.A. 2018 DI SEKOLAH PIMPINAN TINGKAT PERTAMA POLRI Hartini Hartini; Rugaiyah Rugaiyah; Abdul Kahar
Jurnal Visipena Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v11i2.1299

Abstract

The purpose of this study was to comprehensively identify and describe the implementation and achievement of the educational objectives of the specialization development education program for the 2018 fiscal year at the National Police's First Level Leadership School. This research was conducted on the results of specialization Education and Development students (which we hereinafter called Dikbangspes) who are located at Jl. Ciputat Raya no.40 Kebayoran Lama, South Jakarta. Starting from January to July 2018. The methodology used is the evaluation approach, with the CIPP model (Context, Input, Process, and Product) developed by Daniel Leroy Stufflebeam. The findings of the research are that the program priorities and objectives have been matched with the human resource needs of the National Police, and the education program is expected to be sufficiently responsive to the assessed needs plan, namely quantity (number of Polri personnel) and quality (demand for professionalism) as challenges for human resources. Police. The process of implementing the Dikbangspes at the Sespimma Polri from stage I to stage III is in accordance with the predetermined activity and implementation plans. The results of the assessment on the academic aspect of all subjects carried out by the National Police Sespimma to their students, all of whom get a score above the minimum pass threshold so that they are declared to pass. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara komprehensif pelaksanaan dan capaian tujuan pendidikan program pendidikan pengembangan spesialisasi tahun anggaran 2018 di Sekolah Pimpinan Tingkat Pertama Polri. Penelitian ini dilakukan pada hasil peserta didik Pendidikan dan Pengembangan Spesialisasi (yang selanjutnya kita sebut Dikbangspes) yang beralamat di Jl. Ciputat Raya no.40 Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Dimulai pada bulan Januari sampai Juli 2018. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan yang digunakan adalah evaluasi, dengan model CIPP (Context, Input, Process, dan Product) yang dikembangkan oleh Daniel Leroy Stufflebeam. Temuan penelitin adalah prioritas dan tujuan program yang ditetapkan telah dimbangi dengan kebutuhan sumber daya manusia Polri, dan program pendidikan yang diharapkan cukup responsif terhadap rencana kebutuhan yang telah dinilai yaitu kuantitas (jumlah personel Polri) dan kualitas (tuntutan profesionalisme) sebagai tantangan bagi sumber daya manusia Polri. Proses pelaksanaan dikbangspes di Sespimma Polri dari tahap I hingga tahap III sesuai dengan rencana kegiatan dan pelaksanaan yang telah ditetapkan. Hasil penilaian pada aspek akademik terhadap semua mata pelajaran yang dilakukan oleh Sespimma Polri kepada peserta didiknya, semuanya mendapatkan nilai diatas batas minimal lulus sehingga dinyatakan lulus.