cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Visipena
ISSN : 20861397     EISSN : 25026860     DOI : 10.46244/visipena
Core Subject : Education,
Articles to be published on Visipena should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is Education.
Articles 343 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI TEOREMA PHYTAGORAS SISWA KELAS VIII-1 SMP NEGERI 16 BANDA ACEH Niwati
Jurnal Visipena Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.585 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i2.273

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Clasroom Action Research), yang dilaksanakan tiga siklus dengan materi teorema phytagoras. Tujuan penelitian ini adalah meningkatan hasil belajar matematika melalui Model Pembelajaran Reciprocal teaching yang diawali dengan perencanaan (plan), tindakan pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi di SMP Negeri 16 Banda Aceh yang subyek penelitiannya adalah siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 16 Banda Aceh tahun pelajaran 2010/2011 dengan jumlah siswa seluruhnya 28 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui lembar observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian dengan metode Reciprocal teaching menunjukkan bahwa dapat meningkatkan hasil belajar matematika yang ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada siklus I ke siklus II dan siklus III yaitu 25% siklus I menjadi 50 % siklus II dan 82,14 % pada siklus III. Hal tersebut membuktikan bahwa hasil belajar siswa kelas VIII- 1 SMP Negeri 16 Banda Aceh pada materi Teorema Pythagoras tercapai dengan diterapkan model pembelajaran reciprocal teaching.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DENGAN METODE PEMBELAJARAN JIGSAW DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATERI PENGGUNAAN MIKROORGANISME DALAM PEMBUATAN TEMPE PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 16 BANDA ACEH Endang Hartati
Jurnal Visipena Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.701 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i2.275

Abstract

Secara garis besar, prestasi belajar peserta didik siswa kelas IX SMP Negeri 16 Banda Aceh dalam mengikuti pembelajaran IPA dapat digolongkan masih rendah. Banyak pokok bahasan pada pembelajaran IPA (Biologi) yang belum dapat dicapai secara maksimal. khususnya pada pokok bahasan penggunaan mikroorganisme dalam pembuatan tempe belum dikuasai secara mendalam. Dengan demikian untuk meningkatkan prestasi belajar siswa perlu adanya penerapan model pembelajaran Jigsaw dalam materi penggunaan mikroorganisme dalam pembuatan tempe. Permasalahan pada penelitian ini adalah apakah dengan penerapan metode Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar, khususnya dalam penguasaan konsep penggunaan mikroorganisme dalam pembuatan tempe di kelas IX SMP Negeri 16 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan metode jingsaw dalam meningkatkan prestasi pembelajaran penggunaan mikroorganisme dalam pembuatan tempe di konstribusi metode karya wisata dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 16 Banda Aceh. Penelitian ditekankan pada masalah proses, maka jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan strategi siklus, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dokumentasi, dan metode tes. Hasil yang telah diperoleh setelah mengadakan penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 16 Banda Aceh dapat meraih prestasi belajar pada siklus I penguasaan konsep penggunaan mikroorganisme dalam pembuatan tempe yang lebih baik, sehingga penguasaan konsep rata-rata kelas IX putra. dari 60,38 naik. menjadi 78,46 dan kelas IX putri dari 62,42 naik menjadi 76,67. Dan prestasi belajar pada siklus II khususnya dalam penggunaan metode jigsaw penguasaan konsep penggunaan mikroorganisme dalam pembuatan tempe yang lebih baik, sehingga penguasaan konsep rata-rata kelas IX putra naik menjadi 88,27 dan kelas IX putri naik menjadi 86,8, ini dapat diartikan bahwa pada putaran demi putaran secara klasikal tampak hasil dari perolehan nilai kuis menggunakan Jigsaw adalah cukup baik.
BUDAYA ORGANISASI SEKOLAH Nyak Amir
Jurnal Visipena Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.682 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i2.278

Abstract

Budaya organisasi mengacu pada sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggotanya yang membedakan organisasi itu dengan organisasi lainnya. Budaya sekolah di lingkungan pendidikan dipengaruhi banyak oleh pimpinan adalah kepala sekolah. Keberadaan kepala sekolah dengan gaya perilaku dan modal kepemimpinannya juga dipengaruhi oleh budaya sekolah yang menjadi wewenang dan tanggung jawabnya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan yang melibatkan arah atau instruksi dalam melakukan sesuatu dan delegasi memberikan dampak yang lebih besar terhadap kepuasan kerja karyawan. Untuk membangun budaya organisasi di sekolah kebutuhan menempatkan regulasi, norma, adat berlaku, dan sebagainya.
HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BIDANG DATAR DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN CTL DI SMP MUHAMMADIYAH I BANDA ACEH Firdaus; Rita Novita; Cut Khairunnisak
Jurnal Visipena Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.9 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i2.279

Abstract

Matematika adalah salah satu disiplin ilmu pengetahuan yang dipelajari oleh semua orang mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Salah satu penyebab kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep matematika adalah proses mengajar matematika yang masih berpusat pada guru. Salah satu faktor yang sangat strategis yang perlu dibenahi adalah faktor proses pembelajaran sehingga dapat belajar secara bermakna yaitu guru tidak hanya semata-mata memberi pengetahuan kepada siswa tetapi juga harus membangun pengetahuan dalam benak siswa. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan adalah pembelajaran dengan pendekatan kontekstual. CTL merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam bahan pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari. Materi Bidang Datar merupakan salah satu materi yang diajarkan di kelas VII SMP. Materi ini sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari karena kita selalu pada benda-benda yang berbentuk Bidang Datar. Mengingat materi ini sangat penting dipelajari siswa, guru harus memikirkan cara-cara yang tepat untuk menerapkan pembelajaran yang tepat bagi siswa. Ulasan diatas merupakan alasan penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “ Perbedaan hasil belajar siswa pada materi bidang datar dengan menggunakan pendekatan CTL dan Konvensional di kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Banda Aceh”. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi Bidang Datar setelah mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstual. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VII1 dan VII2 SMP Muhammadiyah 1 Banda Aceh. Data pada penelitian ini diperoleh dari tes akhir belajar. Data tersebut diolah dengan menggunakan statistik.
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DALAM MATERI PENGENALAN STRUKTUR TEKS EKSPLANASI PADA SISWA KELAS VII.1 SMP NEGERI 3 BANDA ACEH Rika Kustina; Hanita Karlina
Jurnal Visipena Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.764 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i2.281

Abstract

Pada hakikatnya fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia diarahkan agar siswa terampil berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan. Pembelajaran mengenai teks merupakan bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia yang sampai saat ini masih tergolong dalam kategori pelajaran yang sukar bagi siswa, hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman konsep terhadap teks. Keberhasilan siswa belajar dipengaruhi oleh penguasaan guru terhadap berbagai cara penyampaian bahasan pembelajaran dan bagaiman menerapkan pembelajaran agar dapat melibatkan siswa aktif, kreatif dalam belajar baik secara mental, fisik maupun sosial. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung hal tersebut di atas dan yang sesuai dengan materi pengenalana struktur teks eksplanasi adalah model pembelajaran kooperatif tipe Team Asisted Individualization (TAI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Asisted Individualization (TAI) dalam mengajarkan materi struktur teks eksplanasi di kelas VII.1 SMP Negeri 3 Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain one shot cose study (metode pre-eksperimen). Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII.1 SMP Negeri 3 Banda Aceh. Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI dalam materi pengenalan struktur teks eksplanasi dapat didasarkan pada (1) Ketuntasan belajar, (2) Aktifitas siswa, (3) Respon siswa, (4) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Model kooperatif tipe TAI dikatakan efektif jika paling sedikit tiga dari empat aspek tersebut terpenuhi dengan syarat aspek ketuntasan belajar terpenuhi (efektif). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket respon siswa, lembar observasi dan tes hasil belajar sedangkan pengolahan data menggunakan persentase, kriteria waktu ideal, dan deskripsi skor rata-rata terhadap kemampuan guru mengelola pembelajaran, data aktifitas siswa, angket respon siswa dan tes ketuntasan belajar. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Asisted Individualization (TAI) efektif diterapkan pada materi Pengenalan Struktur Teks Eksplanasi di kelas VII.1 SMP Negeri 3 Banda Aceh. Hal ini dikarenakan hasil penelitian telah memenuhi keempat aspek efektifitas yaitu ketuntasan belajar (siswa tuntas sebanyak 87,5%), kemampuan guru mengelola pembelajaran (berada dalam kriteria baik dan sangat baik), aktifitas siswa (aktif), dan respon siswa (positif).
MITOS ACEH DALAM NOVEL SEULEUSOH KARYA D KEUMALAWATI Hendra Kasmi
Jurnal Visipena Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.208 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i1.286

Abstract

Penelitian ini berjudul Mitos Aceh dalam Novel Seuleusoh Karya D Keumalawati. Masalah yang ingin di telaah adalah tentang gambaran mitos Aceh dalam novel Seuleusoh karya D Keumalawati. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur mitos Aceh terutama yang berhubungan dengan realitas kehidupan masyarakat Aceh tentang mitos yang dikaitkan dengan kisah fiktif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan struktural. Sumber data penelitian ini adalah novel Seuleusoh karya D Keumalawati yang telah diterbitkan Institute for Culture and Society Banda Aceh tahun 2007. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel Seuleusoh karya D Keumalawati merupakan karya sastra yang sarat dengan unsur mistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel tersebut mengandung unsur mitos. Mitos yang berhubungan dengan agama ditunjukkan dengan sikap tokoh yang membaca mantra bersumber dari Al Quran hadist yang diramu dengan unsur lain. Mitos yang berhubungan dengan pantangan tentang tokoh “aku” yang percaya bahwa sebuah pantangan apabila mengajarkan atau mewariskan mantra untuk remaja yang masih lajang. Mitos yang berhubungan dengan tentang tokoh “aku” yang percaya jika ada elang yang bertingkah laku aneh di angkasa menandakan ada peristiwa buruk yang akan terjadi. Mitos yang berhubungan dengan perkembangan zaman ditunjukkan dengan sikap tokoh yang berargumen bahwa zaman sekarang yang serba canggih orang-orang tidak percaya lagi terhadap mito.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR SISWA PELAJARAN SEJARAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE SQ3R PADA POKOK BAHASAN PERKEMBANGAN PEMERINTAHAN ORDE BARU KELAS XII - IPA 2 SEMESTER I SMA NEGERI MODAL BANGSA TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Tarmizi
Jurnal Visipena Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.229 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i1.287

Abstract

Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah pembelajaran dengan metode SQ3R yang diberikan pada pokok bahasan perkembangan pemerintahan Orde Baru dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan metode SQ3R yang diberikan pada pokok bahasan perkembangan pemerintahan Orde Baru dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI yang berjumlah 36 siswa. Instrumennya adalah pengumpulan data berupa tes kemampuan belajar (tes kemampuan belajar I, II, III, yang berjumlah 10 soal), observasi, refleksi dan analisis data yaitu tingkat ketuntasan belajar siswa. Setelah mengamati proses pembelajaran dengan metode SQ3R pada siklus I, II, dan III, menunjukkan aktivitas siswa pada siklus I ke siklus II sebesar 0.5 dan pada siklus II ke siklus III meningkat sebesar 0.75. Pada kreativitas siswa terjadi peningkatan pada siklus I ke siklus II sebesar 0.5 dan pada siklus II ke siklus III meningkat sebesar 1.33. Dan pada siswa melaporkan terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 1.25 dan dari siklus I menunjukkan aktivitas siswa 2 (sedang) kreativitas 1.83 (sedang) dan melaporkan 1.5 (sedang). Pada siklus II meningkat aktivitas 2.5 (baik) kreativitas 2.33 (sedang) dan melaporkan 2.25 (sedang). Dan pada siklus III meningkat aktivitas 3.25 (baik) kreativitas 3.66 (baik) dan melaporkan 3.5 (baik) Dari hasil penelitian dapat dilihat peningkatan kemampuan belajar siswa pada pokok bahasan perkembangan pemerintahan Orde Baru, dengan hasil tes siklus I nilai tingkat ketuntasan siswa mencapai 52.7%, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 66.6%, dan pada siklus III meningkat menjadi 92.22% atau jika ditinjau dari tingkat ketuntasan belajar maka dari hasil tes siklus I diperoleh 17 orang yang memperoleh nilai kurang dari 65 dan pada siklus II menjadi 12 orang kemudian pada siklus III menjadi 1 orang. Dari analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa metode SQ3R dapat Meningkatkan Kemampuan Belajar Siswa Pada Siswa kelas XII - IPA 2 SMA Negeri Modal Bangsa Provinsi Aceh tahun pelajaran 2011/2012.
MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPA-KIMIA PADA MATERI POKOK REAKSI KIMIA MELALUI METODE PRAKTIKUM BERBASIS BAHAN ALAM Juwairiah
Jurnal Visipena Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.556 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i1.289

Abstract

Pembelajaran IPA-Kimia adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam memilih dan menetapkan serta mengembangkan metode pembelajaran yang tepat untuk menciptakan proses belajar-mengajar yang efektif dan menyenangkan. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode praktikum berbasis bahan alam. Adapun permasalahan dalam penelitian ini, apakah metode praktikum berbasis bahan alam dapat meningkatkan pembelajaran IPA-Kimia pada materi pokok reaksi kimia serta bagaimana peningkatan pembelajaran IPA-Kimia pada materi pokok reaksi kimia melalui metode praktikum berbasis bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode praktikum berbasis bahan alam dapat meningkatkan pembelajaran IPA-Kimia pada materi pokok reaksi kimia dan untuk mengetahui bagaimana peningkatan pembelajaran IPA-Kimia pada materi pokok reaksi kimia melalui metode praktikum berbasis bahan alam. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai bulan April 2015 di SMPN 2 Muara Batu. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah peneliti lakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan metode praktikum berbasis bahan alam pada materi pokok reaksi kimia dapat meningkatkan pembelajaran IPA-Kimia, hal ini terlihat dari hasil penilaian aspek psikomotorik siklus I dan siklus II meningkat, terbukti dengan meningkatnya keterampilan siswa dalam melaksanakan praktikum, dimana pada siklus I terdapat 11 siswa yang terampil, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 18 siswa yang terampil. Dan persentase aktivitas siswa pada aspek afektif mengalami peningkatan dari 61,8 % (siklus I) menjadi 79,43 % (siklus II), kategori siswa pada siklus I (dengan kategori cukup), pada siklus II (aktegori baik). Sedangkan persentase ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan yang sangat baik dimana pada siklus I sebesar 38,1 % menjadi 95,23 % pada siklus 2, hal ini menunjukkan bahwa siswa sangat mudah memahami konsep reaksi kimia dengan metode praktikum berbasis bahan alam.
KONTRIBUSI OMAR KHAYYAM DALAM BIDANG MATEMATIKA Mik Salmina
Jurnal Visipena Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.911 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i1.290

Abstract

Pengetahuan mengenai sejarah matematika dapat membantu dalam menentukan tujuan pengajaran dan pengetahuan dari pokok bahasan tersebut. Dengan pendekatan sejarah, pokok bahasan tersebut dapat disajikan sebagai usaha manusia untuk berkembang, yang terbentuk secara perlaha-lahan selama ribuan tahun oleh berbagai individu. Matematika tidak dapat dipisahkan dari sejarahnya, karena akan kehilangan makna. Sebagian besar buku sejarah matematika tidak banyak mengandung rujukan tentang matematika dari Timur. Akibatnya para pengajar matematika dan juga mahasiswa banyak mengetahui studi mengenai peradaban Yunani dan zaman modern, sehingga kontribusi matematika dari Timur gagal menjadi perhatian mereka. Oleh sebab itu penulis ingin membahas salah satu kontribusi dari ilmuan islam yaitu Omar Khayyam dalam bidang Matematika. Beberapa hasil karya dari Omar Khayyam dalam bidang matematika yaitu: teori garis sejajar, teori perbandingan dan proporsi, dan Aljabar.
ASSESSING STUDENTS’ LEARNING IN PROJECT-BASED LEARNING APPROACH Fitriati
Jurnal Visipena Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.169 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i1.292

Abstract

Students’ passive learning has motivated educators constantly to seek innovative ways to encourage students and improve their learning outcomes. Project-Based Learning (PBL) may be a particularly productive method for transforming practice in ways that support students learning. However, the implementation of PBL is challenging because it requires substantial change to teaching and assessment. The purpose of this paper is to explore new assessment methods that are needed in assessing students’ performance in PBL and how teachers can employ these methods in their practices. The insights provided by Project-Based Learning approach are essential for promoting effective teaching and learning. PBL provides students with an opportunity to engage in the learning process by working collaboratively to solve real-world problem. Moreover, PBL offers the potential to help students become reflective and flexible thinkers who can use knowledge to take an action. This paper emphasizes that the formative approach should be integrated throughout the assessment process, but it should be balanced with observation and tests or tasks in order to provide comprehensive information about student progress and outcomes. Sustained project-based learning is not a simple task for teachers, therefore, teachers need to be involved in professional development programs to get more understanding about what and how assessment might be realized in the project-based approach.

Page 9 of 35 | Total Record : 343