cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Al-Ashlah
Published by STAI Ma'arif Jambi
ISSN : 2581107X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Al-Ashlah adalah Jurnal dengan Kajian Islamic Studies mencakup keilmuan ke-Islaman secara umum yaitu pendidikan agama Islam, hukum keluarga Islam, Hukum Ekonomi Syaraih, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Ilmu Al Qur'an Tafsir dan Bimbingan Konseling Islam berdasarkan hasil kajian penelitian atau tulisan ilmiah berdasarkan studi kepustakaan. Jurnal Al-Ashlah diterbitkan oleh STAI Ma'arif Jambi dengan dasar menyampaikan prinsip-prinsip Ahlisunnah Waljama'ah.
Arjuna Subject : -
Articles 59 Documents
KAJIAN SOSIAL, BUDAYA DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN (UU No. 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional) Usmar, Ali
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan nasional telah diatur dan didefinisikan dalam UndangundangSistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) nomor 20 Tahun 2003.Dalam UU tersebut pendidikan didefinisikan sebagai usaha sadar dan terencanauntuk mewujudkan suasana belajar dan proses pendidikan agar peserta didiksecara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritualkeagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, sertaketerampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Selainitu, dijelaskan pula bahwa Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnyapotensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. UndangundangNo. 20 Tahun 2003 tersebut berkedudukan sebagai landasan hukumdalam penyelenggaraan setiap sistem pendidikan.Dalam pembangunan nasional khususnya dalam sektor pendidikan,telah membuahkan banyak hasil yang membesarkan hati di samping banyakmasalah yang muncul baik yang telah diperkirakan sebelumnya maupun masalahyang muncul akibat keberhasilan yang telah dicapai itu. Keberhasilan yangmenonjol misalnya berhasilnya universalisasi pendidikan sekolah dasar yangtelah dicapai sejak tahun 1984, dan sejak Pelita pertama jumlah murid SD telahberlipat hampir dua kali, sekolah menengah pertama 3 kali, sekolah menengahtingkat atas 4,7 kali dan mahasiswa hamper 6 kali lipat. Dalam tahun 1989diperkirakan hampir 45 juta manusia Indonesia atau sekitar 25% pendudukIndonesia berada di berbagai jenis dan jenjang pendidikan.1 Sungguh suatuprestasi yang menggembirakan. Hasil tersebut tidak dapat diingkari telahmenaikkan taraf kecerdasan rakyat banyak seperti yang diamanatkan dalamPembukaan UUD 1945.Kata Kunci: Sosial, Budaya dan Kajian Pendidikan
PENGEMBANGAN KECERDASAN NATURALISTIK ANAK MELALUI PEMBELAJARAN SENTRA BAHAN ALAM DI TAMAN KANAK-KANAK (TK) AL-MUTHMA’INNAH JAMBI Marwah, Siti
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sentra merupakan model pembelajaran yang berfokus pada anak. Pembelajarannya berpusat di sentra main dan saat anak dalam lingkaran. Sentra main adalah zona atau area main anak yang dilengkapi dengan seperangkat alat main, berfungsi sebagai pijakan lingkungan yang diperlukan untuk mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis permainan, yakni main sensorimotor (fungsional), main peran dan main pembangunan. Sedangkan saat lingkaran adalah saat pendidik duduk bersama anak dengan posisi melingkar untuk memberikan pijakan kepada anak yang dilakukan sebelum dan sesudah main.Sentra bahan alam memiliki tujuan untuk memberikan pengalaman pada anak untuk bereksplorasi dengan berbagai materi. Di sentra ini, anak bermain sambil belajar untuk dapat menunjukkan kemampuan, mengenali, membandingkan, menghubungkan dan membedakan. Dengan bereksplorasi dan bereksperimen anak akan memiliki ide dan kepekaan terhadap pengetahuan dan alam sekitar sehingga tumbuh motivasi dan kepercayaan diri dalam belajar. Mengajar Anak Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Lingkungan Alam. Perlu kita ketahui bahwa pembelajaran berbasis alam dapat memanfaatkan media dan sumber belajar secara bervariasi serta mendukung kegiatan pembelajaran yang optimal dan kondusif. Pembelajaran sentra main peran lebih menekankan pada stimulasi kecerdasan naturalistik.Kecerdasan naturalistik perlu diajarkan dan ditanamkan sejak dini agar terbentuk karakter anak yang natural dan cinta alam. Karakter Anak bersifat abstrak. Karakter merupakan ciri pribadi yang melekat pada diri setiap manusia. Jika pada diri anak karakter positif sudah terbentuk sejak kecil, nantinya akan terbentuk pribadi yang berkompeten. Dari model pembelajaran stimulasi kecerdasan naturalis (cerdas alam) inilah kerakter anak akan terbentuk.Kata Kunci: Kecerdasan Naturalistik dan Pembelajaran Sentra Bahan Alam.
Manajemen Madrasah Berprestasi, Mandiri, Islami Dan Berdaya Saing Global (Studi di Man Insan Cendikia Serpong) Kholilah, Emmi
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan ini berjudul Manajemen Madrasah Berprestasi, Mandiri, Islami DanBerdaya Saing Global (studi di MAN Insan Cendikia Serpong). MAN Insan CendikiaSerpong sangat memperhatikan mutu layanan belajar bagi siswa dengan maksimal,mutu mengajar guru, kelancaran layanan belajar, kenyamanan ruang belajar serta saranaprasarana lain, kesempatan dalam menggunakan fasilitas serta layanan madrasah,budaya madrasah dan adanya dukungan dari masyarakat. MAN Insan CendikiaSerpong, dalam mengembangkan dan meningkatkan prestasi madrasah tidak lepas dariberbagai strategi, misalnya melakukan seleksi ketat dalam penerimaan mahasiswa baruyaitu dengan tes psikologi, tes potensial akademik, tes kesehatan dan wawancara,mengembangkan proses pembelajaran yang diarahkan pada penguasaan “basicknowledge of science and technology” dan “leadership life skill” atas dasar “asah, asuh,asih dan ajrih”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapamanajemen madrasah dapat menjadikan madrasah yang berprestasi, mandiri, islami danberdaya saing global, untuk mengetahui manajemen madrasah di MAN Insan CendikiaSerpong dan untuk mengetahui bagaimana madrasah yang menjadikan MAN InsanCendikia Serpong madrasah yang berprestasi, mandiri, islami dan berdaya saing global.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatifdeskriptif untuk menguraikan, menggambarkan, menggali dan mendiskripsikan secaramendalam bagaimana manajemen madrasah di MAN Insan Cendikia Serpong, sehinggamenjadikan madrasah yang berprestasi, Mandiri, islami dan berdaya saing global.Hasil penelitian menunjukkan kerja keras yang dilakukan seluruh warga MANInsan Cendikia Serpong dalam menghantarkan peserta didik menjadi insan berprestasi,Mandiri, islami dan berdaya saing global dapat dilihat dari keefektipan dalam semuaperencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang berlangsung di MAN Insan CendikiaSerpong. Keefektipan ini dapat dilihat dari tiga aspek yaitu: (1) MAN Insan CendikiaSerpong dalam mengembangkan mutu pendidikan. (2) MAN Insan Cendikia Serpongdalam Menerapkan manajemen Madrasah. (3) MAN Insan Cendikia Serpong dalamPengoptimalan Fungsi Organisasi KelembagaanKata kunci: Manajemen, Madrasah, Berprestasi, Mandiri, Islami, Berdaya saingGlobal
Perwalian dalam Nikah Menurut Pandangan Hukum Islam Hasibuan, Abber
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wali nikah dalam perkawinan menurut pandangan Hukum Islam merupakan rukun yang harus dipenuhi bagi calon mempelai wanita yang berhak dan bertindak untuk menikahkannya, dan yang bertindak dalam perwalian nikah menurut Hukum Islam yang termasuk dalam KHI Pasal 20 ialah seorang laki-laki yang memenuhi syarat hukum islam yakni muslim adil dan baliqh, karena perkawinan menurut hukum islam adalah pernikahan yang pakai akad yang sangat kuat atau mitsadonghali zhan untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah, perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum islam dengan rangkaian ijab yang diucapkan oleh wali dan qabul diucapkan mempelai laki-laki, perkawinan tanpa perwalian adalah fasid atau tidak sah menurut pandangan hukum islam. Kata Kunci : Perwalian, Nikah dan Hukum Islam
PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) BERBASIS KKNI DI PERGURUAN TINGGI Nurdin, Prof. H. Syafruddin
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum Berbasis KKNI di Perguruan Tinggi melalui duatataran, yaitu makro dan mikro. Pada tataran makro pengembangannya mengikutitahapan, sebagai berikut: 1).Merumuskan profil lulusan, 2) Menetapkan capaianpembelajaran (Learning Outcomes), 3) Memilih bahan kajian, dan 4).MenetapkanMata Kuliah. Sedangkan pada tataran mikro (untuk implementasi di kelas),pengembangannya melalui Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang memuatbeberapa komponen, sebagai berikut: a).Identitas RPS, b). Capaian Pembelajaran,c).Indikator, d). Metode Pembelajaran, e). Waktu, f). Pengalaman belajar, g). Kriteriadan bobot penilaian, dan h). Daftar referensi.Kata Kunci: Pengembangan Kurikulum Berbasis KKNI dan RPS
Negara, Politik dan Pendidikan Agama dalam Sistem Pendidikan Nasional Kholilah, Emmi
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politik pendidikan atau the politics of education adalah kajian tentang relasi antara proses munculnya berbagai tujuan pendidikan dengan cara-cara penyampaiannya.Kajian ini lebih terfokus pada kekuatan yang menggerakkan perangkat pencapaian tujuan pendidikan dan bagaimana serta kemana perangkat tersebut akan diarahkan.Kajian politik pendidikan terkonsentrasi pada peranan Negara dalam bidang pendidikan, sehingga dapat menjelaskan asumsi dan maksud dari berbagai strategi perubahan pendidikan dalam suatu masyarakat secara lebih baik serta memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kaitan antara berbagai kebutuhan politik Negara dengan isu-isu praktis sehari hari  di sekolah tentang kesadaran kelas yaitu berupa bentuk dominasi dan subordinasi yang sedang dibangun melalui jalur pendidikan.Dalam konteks pendidikan Islam Indonesia, setelah proklamasi kemerdekaannya, pemerintah membentuk Departemen Agama yang memegang kewenangan utama dalam penyelenggaraan bidang agama. Salah satu bentuk kewenangan tersebut adalah terkait dengan pengembangan institusi pendidikan Islam. Namun, kewenangan Departemen Agama yang terkait dengan pendidikan Islam telah melahirkan sejumlah kebijakan yang berimplikasi pada kultural dan politis. Kata Kunci: Negara, Politik dan Pendidikan Agama
PELAKSANAAN PENDIDIKAN ISLAM (TARBIYAH, TA’LIM DAN TA’DIB) DI PONDOK PESANTREN MODREN DARUSSALAM GONTOR KAMPUS 12 TANJUNG JABUNG TIMUR Kholilah, Emmi; Arifin, Mahrus; Anugrah, Wahyu
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi pesertadidik supaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya,dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yangmemungkinkannya untuk berfungsi secara adekwat dalam kehidupan masyarakat.Pendidikan islam adalah proses perubahan menuju kearah yang positif. Dalamkonteks sejarah, perubahan yang positif ini adalah jalan Tuhan yang telahdilaksanakan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Ilmu pendidikan islam adalahteori-teori kependidikan yang didasarkan pada konsep dasar islam yang diambildari penelaahan terhadap al-Qur’an dan Hadits, dan teoro-teori keilmuan lain,yang ditelaah dan dikonstruksi secara integratif oleh intelektual (‘Alim) muslimuntuk menjadi sebuah bangunan teori-teori kependidikan yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Pendidikan dalam islam juga dikenal dengan istilahistilah yang umum yaitu Al-Tarbiyah, Al-Ta’lim, Al-Ta’dib. Di Pondok PesantrenModern Darussalam Gontor 12 Tanjung Jabung Timur adanya pelaksanaanpendidikan islam melalui konsep Al-Tarbiyah, Al-Ta’lim, Al-Ta’dib.Kata Kunci: Pendidikan Islam, Al-Tarbiyah, Al-Ta’lim, Al-Ta’dib.
Takhrij Hadis Tentang Kekerasan Dalam Mendidik Anak Amran, Amran
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STAI Ma'arif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak merupakan amanah yang Allah anugerahkan dan akan dipertanggung jawabkan dihadapanNya kelak. Untuk pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak harus melalui pendidikan yang baik.Salah satu missi kerasulan yang telah dibuktikan oleh sejarah dalam kehadiran Nabi saw adalah kasih sayang terhadap anak-anak. Oleh karenya menyayangi anak-anak adalah perintah agama. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana Nabi memuliakan anak-anak, mengibur abak-anak, mencium anak-anak bahkan pernah mempercepat shalat hanya karena mendengar tangisan anak-anak. Namun disisi lain ada juga ditemukan statemen Nabi yang seolah-olah mengajarkan kekerasan terhadap anakanak, bahkan memerintahkan untuk memukul anak-anak yang tidak shalat apabila usianya mencapai 10 tahun. Oleh karenanya perlu dilakukan penelitian teks dan makna terkait hal ini, sehingga jargon rahmatan lil alamin itu betul-betul dapat dibuktikan selaras antara aktifitas dan ungkapan Nabi s.a.w. Kata Kunci: Takhrij Hadis, Mendidik Anak
PENDIDIKAN KELUARGA MENURUT HAMKA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN KONTEMPORER (TELAAH TAFSIR AL-AZHAR) Susanti, Leni Ninik; Aly, Dr. Hery Noer Aly, MA; Khoiri, Dr. Qolbi Khoiri, M. Pd. I
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STAI Ma'arif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pendidikan dalam keluarga sering kali terabaikan bahkan peran dan fungsinya mengalami pergeseran, sehingga menimbulkan berbagai penyimpangan prilaku. Oleh karena itu Hamka sebagai sesok tokoh pendidikan menawarkan mengenai kiat-kiat dalam menjalankan pendidikan keluarga khsusunya yang termuat dalam karya terbesarnya“Tafsir al-Azhar” surat at-Tahrim ayat 6. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis library research. Sedangkan metode pengumpulan data menggunakan metode dokumenter dalam rangka mencari sumber data yang menunjang dalam penulisan ini. Analisis data yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan keluarga menurut Hamka sangat penting sehingga al-Qur’an mengkhususkannya dalam surat at-Tahrim ayat 6, menurutnya kepala keluarga menjadi sosok penting dalam keberhasilan pendidikan istri dan anaknya, melalui nasehat terhadap keluarganya, seorang kepala keluarga harus memberikan pengajaran dan pendidikan terhadap keluarganya sehingga menjauhkan dari api neraka. Menanamkan tiga pilar agama yaitu, tauhid, ibadah, dan akhlak kepada istri dan anak-anaknya. Untuk mencapai keberhasilan pendidikan dalam keluarga Hamka memberikan aspek-aspek pendidikan dalam keluarga sebagai berikut (1) keimanan, (2) ibadah, dan (3) keteladanan. Adapun relevansinya dengan pendidikan kontemporer sudah tidak relevan lagi, karena banyaknya keluarga yang tidak memandang penting lagi sebuah pendidikan dalam keluarga, sehingga pada gilirannya mengabaikan berbagai metode pendidikan yang ditawarkan oleh Hamka dalam kiat-kiat pendidik dalam keluarga. Kata kunci : Pendidikan keluarga, relevansi, kontemporer.
PENGELOLAAN KINERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 7 SUNGAI RENGAS Madyan, Madyan, M.Pd.I
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STAI Ma'arif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai macam masalah di SMA 7 Negeri Sungai Rengas. Peningkatan mutu pendidikan belum terlihat dan dirasakan peserta didik itu sendiri. Berdasarkan observasi awal penulis dapatkan fakta-fakta sebagai berikut: Upaya peningkatan disiplin guru oleh kepala sekolah masih rendah, hal ini juga berakibat menurunya disiplin para guru (terlambat, bolos dan lain-lain). Hal ini terlihat pada saat jam pertama berlangsung. Dari sekitar 18 kelas (kelas X. XI dan XII) seringkali hanya sekitar 60% - 75% kelas yang dimulai tepat waktu, artinya adalah bahwa sisanya guru datang terlambat. Kepala sekolah belum melakukan supervisi terhadap guru dalam melaksanakan tugas utamanya yaitu mengajar. Sehingga semangat dan motivasi mengajar guru yang relatif masih sangat rendah.Keadaan ini terlihat ketika lonceng masuk setelah istirahat berbunyi, guru tidak serta merta masuk dalam lokal melainkan masih saja melakukan diskusi dengan teman-teman sejawatnya dikantor dan setelah lima hingga sepuluh menit mereka akan masuk kelas.Keadaan lain yang muncul karena kurangnya supervisi kepala sekolah adalah bahwa masih ada guru yang tidak memiliki persiapan (satuan pengajaran, rencana pelaksanaan pembelajaran dan sebagainya) saat mengajar. Dari pengamatan awal ditemukan bahwa guru mengajar hanya berdasarkan buku cetak/ teks yang mereka beli atau dibeli dengan dana BOS, sedangkan persiapan lain tidak dibawa kedalam lokal, sedangkan ciri guru yang profesional adalah dapat merencanakan pembelajaran dengan baik. Sistem kontrol kepala sekolah terhadap kinerja guru kurang optimal. Menurut observasi awal terhadap guru SMA Negeri 7 Sungai Rengas, bahwa kepala sekolah belum pernah memberitahukan kepada para guru bagaimana kepala sekolah menilai mereka serta apa saja indikator penilaian. Hal inilah yang mengakibatkan penilaian terhadap kinerja guru kurang obyektif. Kata Kunci: Pengelolaan, Kinerja Kepala Sekolah