cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Al-Ashlah
Published by STAI Ma'arif Jambi
ISSN : 2581107X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Al-Ashlah adalah Jurnal dengan Kajian Islamic Studies mencakup keilmuan ke-Islaman secara umum yaitu pendidikan agama Islam, hukum keluarga Islam, Hukum Ekonomi Syaraih, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Ilmu Al Qur'an Tafsir dan Bimbingan Konseling Islam berdasarkan hasil kajian penelitian atau tulisan ilmiah berdasarkan studi kepustakaan. Jurnal Al-Ashlah diterbitkan oleh STAI Ma'arif Jambi dengan dasar menyampaikan prinsip-prinsip Ahlisunnah Waljama'ah.
Arjuna Subject : -
Articles 59 Documents
PEMBERDAYAAN SENTRA BAHAN ALAM UNTUK MENGEMBANGKAN KECERDASAN NATURALIS ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK ISLAM TERPADU NURUL ILMI KOTA JAMBI Hafizotun, Latansa
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted in Kindergarten Integrated Islam Nurul Ilmi Jambi aimed to describe about the empowerment center for natural materials, see the achievements of the development of naturalist intelligence implementation and evaluation of children and learning centers of natural materials.This study used a qualitative descriptive approach by taking the kindergarten setting Kindergarten Integrated Islam Terpadu Nurul Ilmi Jambi. Research subjects include all characteristics associated with natural ingredients as you approach the center of learning in early childhood. Subjects of this study consists of the principal, one teacher Sentra Nature Materials 1 teacher assistant in the class of natural materials and childrens centers B4 class centers of natural materials is composed of 20 children. And samples taken 3 children. Technique in this research is purposive sampling technique, the technique of sampling data sources with particular consideration. Data collected by observation, interview and documentation. Analysis of the data is done by summarizing the data, melilih basic things and focus on the important things and will be studied then make conclusions so easily understood.The results showed that 1) the planning empowerment centers of natural materials in Kindergarten Integrated Islam Nurul Ilmi Jambi to develop naturalist intelligence has not been prepared teacher does not describe specifically the type of intelligence plural which will be developed, should the learning objectives in the lesson plan has clearly stated wit plural which will distimulan so that teachers focus more on preparing for and conducting research pembalajaran 2) evaluation of the teachers have a goal to be able to see the results obtained by the childs development during the study. No form of special assessments to learning 3) empowerment center for natural materials to develop naturalist intelligence early childhood has not run optimally, because the learning activity center for natural ingredients is always carried out in the classroom, lack of means of educational games, teachers understanding of the learning center for natural materials still minimal 4) equipment in the center of the natural ingredients in Kindergarten Integrated Islam Nurul Ilmi Jambi still very minimal, so very influential on early childhood intelligence. Results of this study recommend to all providers of early childhood education centers in order to implement the empowerment of natural materials to develop naturalist intelligence children this age in order to develop optimally. Keyword: Kindergarten, Sentra Natural Materials and naturalist intelligence
PEMBATALAN PERKAWINAN -, Drs. H. Sulaeman, M.H.I
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembatalan perkawinan dapat diajukan ke Pengadilan agama (bagi yangberagama Islam) atau Pengadilan Negeri (bagi non-muslim) di dalam daerah hukum dimana perkawinan dilangsungkan atau domisili pasangan (suami-istri).Namundemikian, ada batas waktu pengajuan pembatalan perkawinan.Untuk pernikahansendiri, misal istri mengajukan pembatalan perkawinan karena merasa ditipu,pengajuan dibatasi hanya dalam waktu enam bulan setelah perkawinan terjadi.Jikasampai lebih dari enam bulan telah hidup bersama sebagai suami-istri, hak untukmengajukan permohonan pembatalan dianggap gugur (pasal 27 UU No.1 tahun 1974).Batalnya suatu perkawinan dimulai setelah adanya keputusan Pengadilan Agamamempunyai kekuatan hukum yang tetap dan berlaku sejak saaat berlangsungnyaperkawinan.Kata Kunci: Pembatalan, Perkawinan
PERSPEKTIF METAFISIKA GURU-GURU SAINS MUSLIM PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DI PADANGSIDIMPUAN Padangsidimpuan, Anhar
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas asumsi-asumsi filosofis metafisik guru-guru Ilmu Pengetahuan Alam (Sains). Studi ini akan membuktikan apakah guru-guru sains yang nota bene Muslim memiliki wawasan metafisika integral-tauhidik atau justru sekular-dikhotomik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-naturalistik. Sumber data penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi, lalu dianalisis dengan metode komparasi konstan (grounded research).Studi ini menyimpulkan bahwa guru-guru sains Muslim pada Sekolah Menengah Atas memiliki wawasan metafisika yang bercorak sekular-dikhotomik. Kesimpulan ini didasarkan kepada empat poin penting gambaran pemahaman metafisika guru-guru sains. Pertama, wawasan tentang penciptaan. Metafisika penciptaan yang dipahami para guru hanya berhenti pada teori terjadinya alam semesta yang dikenal dengan teori big bang. Terjadinya ledakan dahsyat dimaksud  ¾ sebagaimana teorinya¾ mereka pahami sebagai reaksi alamiah belaka (law of nature).Kedua, wawasan tentang susunan atau keteraturan alam. Para guru tidak melihat bahwa  alam tersusun secara hirarkis mulai dari hirarki yang paling rendah hingga hirarki yang yang paling tinggi dan berakhir pada wajib al-wujud, Allah SWT. Demikian pula keberadaan Allah SWT tidak jelas dalam susunan kosmis yang dipahami guru.Ketiga, wawasan tentang kausalitas alam. Para guru tidak melihat hukum kausalitas lebih dari penomena alam biasa. Substansi kausalitas tidak dipahami para guru sebagai ayat (tanda-tanda) Tuhan di alam. Dengan demikian, kausalitas bagi para guru tidak mengintuisikan atau mengiilhamkan suatu perasaan dan pandangan yang bersifat mistis-intuitif (ilahiyah).Keempat, wawasan tentang teleologi alam. Para guru, tidak melihat bahwa aspek “kebertujuan” alam sebagai nilai filsafat pengetahuan yang perlu mendasari asumsi-asumsi filosofis guru tentang alam semesta. Pandangan dunia (world view) yang mereka miliki tentang teleologi alam tidak menyampaikan mereka kepada suatu pemahaman ilmiah yang melebihi batas-batas wawasan empirik-rasional. Begitupula sens ilmiah para guru dalam melihat aspek “kebertujuan” alam tidak sampai kepada sikap mengagungkan, menyucikan dan memuji Allah SWT. Kata Kunci: metafisika, sains, guru, SMA
PELAKSANAAN EKONOMI PENDIDIKAN UNTUK PENGEMBANGAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Khairunnas, Dr. H. Khairunnas, M.Pdi
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis ekonomi diberbagai negara, merumuskan berbagai kebijakanpembangunan, agar dapat bertahan dan bangkit kembali termasuk pula diIndonesia dibarengi dengan maraknya globalisasi ekonomi yang melanda duniamembawa bangsa Indonesia harus menghadapi tantangan yang makin beratdalam krisis tersebut. Dalam memasuki globalisasi ekonomi ini bangsaIndonesia harus menghadapi dua kenyataan yang nampak paradoksal yaitutantangan kerjasama disatu pihak dan persaingan global dipihak lain.Dengan demikian pengaruh globalisasi ekonomi ini menuntut kualitasdan ketahanan diri dan makin sempitnya peluang kerjanya dalam menjual jasadan barang-barang produksi serta dalam memperoleh uang. Globalisasi ekonomimembawa pergeseran paradigma organisasi yaitu organisasi yang makin cerdas,makin lincah dalam berkompetensi. Organisasi yang semula memiliki matarantai komando panjang perlu berubah menjadi organisasi yang lebihmengutamakan kecepatan, dimana dimungkinkan seseorang berkreasi lebihcepat, lebih efisien dan lebih efektif.Kata Kunci: Ekonomi Pendidikan, MSDM
PENGAWASAN TERHADAP FUNGSI LEGISLASI DPR RI BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Kusuma, Dicky Pranata
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah diamandemen UUD 1945 sebanyak 4 kali dimulai dari tahun 1999, 2000, 2001, 2002 telah terjadi pergeseran kekuasaan eksekutif ke legislatif. Karena pergeseran yang sangat kuat dari Presiden ke arah DPR ini yang sebelum UUD 1945 diubah yang terjadi adalah executive heavy setelah UUD 1945 diubah menjadi legislative heavy. Hal ini terlihat dari pergeseran fungsi legislasi yang dulu menjadi kewenangan Presiden, sekarang menjadi kewenangan DPR. Belum adanya pengawasan yang memadai terhadap fungsi legislasi DPR di khawatirkan terjadinya penyimpangan dalam pembentukan UU yang akan dilakukan oleh DPR. Tetapi konstitusi  diharapkan dapat menjamin pengawasan terhadap fungsi legislasi DPR itu. Kata Kunci: Pengawasan, Fungsi Legislasi, DPR 
TINGKAT KELAYAKAN TES UAS BAHASA ARAB PADA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN DI UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI TAHUN AJARAN 2016-2017 Wahyudi, Wahyudi
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English :After conducting learning and teaching process, a lecturer is demanded to know the extent of the instructional objectives has been reached or to know students’ ability in mastering submitted object. One of the tools which is used to get information about instructional objectives reaching and students’ ability in mastering subject is test. To get accurate information above, a test must have criteria of good test, they are valid, reliable and also it has acceptable difficulty and discriminating power.Analysis item test of final test school of Arabic language subject of the student at FITK UIN STS Jambi is a research to the test of summative learning result that is made by the team of question arranging. This researcher is done to describe about: 1) Kind of test in last examination at first semester, 2) Quality of the test that is seen discriminating view, 3) The causes of the teacher not to do this analysis this test.This research is used descriptive method that use qualitative approach with the quantitative and qualitative data. The population of this research is all of students Arabic Language at the first semester that follow the examination in academic year 2016-2017 in FITK UIN STS Jambi spcially in Arabic Language subject, and the sample was taken in this research is students follow the examination at first semester for Arabic language subjet in Arabic Language Department with Purposive Sampling.Technique of data collecting is technique of documentation, interview and questioner. To analyze datum,the researcher uses percentage formula for validity,Cronbach Alpha for reliability,difficulty formula and discriminating formula.The data are collected using two instruments :(1) direct observation on test items sheet and its answer key sheet of final test of Arabic and,(2) through the result of the answer sheet of students taken as samples.The results of this research are : (1) the test forms are achievement test (instructional objective’s point of view), teacher-made test (the writer’s point of view), summative test (on timing of test), written test (execution’s point of view),and subjective test (the way of giving score’s point of view.(2) The qualities of Arabic language subject of the student At FITK UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi are : (a) Validity of the test is good because it fulfills of the contents validity (b) Reliability test is higher at 0, 74,(c). Dificulty level test is very easy at 11,11%%. (d). Descrimination test is not good at 22,22%.(3)Causes of the teacher did not do the analysis test are:(a) There is lack of understanding of the analysis problem, (b) They have no experiment in doing the analysis test, (c) Less understand the ins and outs revalues,(d) Less understand problems analyze and,(e) There is teacher that has not gotten an exercise or seminar in the evaluation and analysis field. Indonesia :Penelitian ini mengunakan metode deskriptif dengan data kuantitatif dan data kualitatif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Tadris pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang mengikuti tes ujian akhir semester tahun ajaran 2016-2017 khususnya mata pelajaran bahasa arab. Maka sample yang diambil dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengikuti ujian akhir semester pada mata kuliah bahasa arab pada jurusan Tadris (Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika Dan Pendidikan Bahasa Inggris), dengan menggunakan teknik (Purposive Sampling).Teknik pengumpulan datanya adalah teknik dokumentasi, wawancara atau interview dan angket. Adapun rumusan yang digunakan untuk analisis data adalah rumus presentase untuk validitas isi, rumus Cronbach Alfha untuk reliabilitas, rumus tingkat kesulitan dan rumus daya pembeda. Data yang dikumpulkan ada dua cara yaitu observasi langsung terhadap lembar soal dan kunci jawaban tes ujian akhir tahun ajaran 2016-2017 mata pelajaran bahasa arab serta melalui hasil lembar jawaban terhadap beberapa mahasiswa yang menjadi sample dalam penelitian.Hasil penelitian ini adalah (1) jenis-jenis tes ini adalah tes hasil belajar/ achievement test dari segi tujuan pengajaran, tes buatan guru/ teacher-made test dari segi cara penyusunan, tes sumatif/ summative test dari segi waktu penyelenggaran, tes tertulis dari segi cara mengerjakannya dan tes subyektif dari segi menilai jawaban, (2) Kualitas tes Ujian Akhir Semester mata pelajaran bahasa Arab tahun ajaran 2016/2017: (a) Validitas tes baik, karena telah memenuhi validitas isi, (b) Reliabilitas tes tinggi yakni sebesar 0,74, (c) Tingkat kesulitan tes mudah sekali maka tes soal tersebut dikategorikan tidak baik yakni sebesar 45 butir soal atau 11,11%.(d) Tingkat daya pembeda tes kurang baik maka butir soal tes tersebut dikategorikan tidak baik yakni sebesar 45 butir soal atau 22,22%.(3) Sebab-sebab dosen atau team pembuat soal tidak melakukan analisis tes adalah sebagai berikut: (a) Sebagian besar dosen bahasa Arab pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi tidak berasal dari Sarjana Pendidikan Bahasa Arab atau tidak lenier dengan sarjana S-1 dengan S-2, (b) Tidak mempunyai pengalaman melakukan analisis tes, (c) Tidak adanya saran atau perintah dari atasan yang memotivasi dosen atau team pembuat soal melakukan analisis tes, (d) Kurang mengerti tentang permasalahan analisis, dan (e) Adanya pengajar/pendidik yang belum mendapatkan pelatihan atau seminar di bidang evaluasi dan analisis.
MANAJEMEN BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN DI KOTA JAMBI (Aspek Praktik Pengembangan Program Studi Hukum Keluarga Islam) Umar, Dr. Umar
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Jambi, zakat dikelola oleh BAZNAS Kota Jambi. Volume zakat baik dari segijumlah, penyalurannya maupun pendayagunaannya mengalami kenaikan. Dana zakat KotaJambi berjumlah Rp. 520.969.931 pada tahun 2010; disalurkan ke pendidikan sebesar Rp.424.168.000. Mulai tahun 2011 BAZNAS Kota Jambi di kelola oleh kepengurusan baru. Daritahun 2011 sampai dengan tahun 2015 terjadi peningkatan dana zakat, penyalurannya sertapendayagunaannya terpantau secara baik.Demikian juga, melalui dokumen diketahui pula bahwa ada data siswa dan mahasiswadi kota Jambi yang mendapat bantuan dana zakat sebagai berikut: 1) Tahun 2010 sebesar Rp.427.168.000.-; 2) tahun 2011 sebesar Rp. 415.102.000.-; 3) tahun 2012 sebesar Rp.494.077.700.-; tahun 2013 sebesar Rp. 485.360.000; tahun 2014 sejumlah Rp.454.000.000.-;pada tahun 2015 angkanya tetap; akan tetapi dengan sasaran yang berbeda.Ketika ditanyakan kepada mereka, jawabannya adalah bahwa dana itu sumbangan dariBAZNAS kota Jambi. Di samping itu, ditemukan pula perbaikan rumah dan ruang sekolah dikota Jambi yang dananya berasal dari dana zakat. Bukan hanya untuk siswa (SD, MIS, SLTP,MTs, SMA dan MA) dan mahasiswa (S1, S2, dan S3), honor tambahan bagi guru-guruditemukan data bahwa tahun 2010 dikeluarkan dana melalui zakat Rp. 12.600.000.- dan padatahun 2013 sebanyak 478 guru mendapat dana zakat sejumlah Rp. 9.580.000.Melalui data awal tersebut di atas, dapat diketahui bahwa ada indikasi sebagai berikut:1) dari segi objek, zakat mengalami kenaikan; 2) dari segi subjek zakat juga mengalamipengembangan yang signifikan; 3) dari segi pendistribusian ke bidang pendidikan mengalamilonjakan yang mayakinkan dibandingkan dengan tahun sebelum 2010; 4) dari segipendayagunaan, tepat sasaran ke bidang pendidikan terukur dan lebih tepat guna serta berdayaguna. Sehingga penelitian ini sangat penting untuk dilaksanakan.Kata Kunci: Manajemen BAZNAS, Membangun Pendidikan
Menusantarakan Al-Quran: Mengembalikan Kegemilangan Budaya Kerukunan Antar Umat Beragama Lufaefi, Lufaefi
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English :Diversity is a fact that is often denied by some who do not want to be responsible, so often assume others who disagree and not the same as himself as the culprit of mistakes, and he is the most correct among others. They forget the history of the plurality of the country. This has actually hurt the already grounded culture in the archipelago that this nation was born into a culture of diversity. Unfortunately, the person who is reluctant to take responsibility often makes the verses of the Quran justify his behavior. Consequently, the Quran is often politicized for the benefit of the individual, or even his group by putting aside the cultural heritage mentioned above. Yet the essence of holy revelation (al-Quran) always tells us to uphold the truth in diversity culture. The culture of multiculturalism is indeed embodied and legalized in the Quran. This is in accordance with the mission of the Koran itself as a revelation that saalih likulli time wa al-meal that has long confirmed the legality of difference and diversity.Keywords: Diversity, Culture, Plurality. Indonesia:Keberagaman merupakan fakta yang sering dinafikan oleh sebagian orang yang tidak mau bertanggung jawab, sehingga sering kali menganggap orang lain yang tidak sepaham dan tidak sama dengan dirinya sebagai biang kesalahan, dan dirinyalah yang paling benar diantara yang lain. Mereka melupakan sejarah kemajemukan negeri ini. Hal ini sejatinya telah mencederai budaya yang sudah membumi di nusantara bahwa bangsa ini terlahir atas budaya keberagaman. Sayangnya, orang yang enggan untuk bertanggung jawab tersebut sering menjadikan ayat Al-Quran sebagai justifikasi kelakuannya itu. Akibatnya al-Quran sering dipolitisasi demi kepentingan pribadi, atau bahkan kelompoknya dengan mengesampingkan warisan budaya tersebut di atas. Padahal hakikatnya wahyu suci (al-Quran) selalu menyuruh kita untuk menegakkan kebenaran dalam budaya keberagaman. Budaya multikulturalisme sungguh termaktub dan dilegalkan di dalam al-Quran. Hal ini sesuai dengan misi al-Quran itu sendiri sebagai wahyu yang saalih likulli zaman wa al-makan yang telah sejak lama mengkonfirmasi akan legalitas perbedaan dan keberagaman.Kata Kunci: Keberagaman, Budaya, Pluralitas.
MEWUJUDKAN SEKOLAH EFEKTIF MELALUI MANAJEMEN MUTU Sumarto, DR. Sumarto
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah efektif adalah sekolah yang menghasilkan prestasi akademikpeserta didik yang tinggi, menggunakan sumber daya secara cermat, adanya iklimsekolah yang mendudukung kegiatan pembelajaran yang berkualitas, adanyakepuasan setiap unsur yang ada di sekolah, serta output sekolah dapat bermanfaanbagi lingkungannyaSekolah efektif memiliki manajemen yang baik, mulai dari proses yangdilakukan oleh sekolah; proses kegiatan belajar mengajar, proses perencanaanpembiayaan, sarana prasarana sampai kepada perencanaan kerja sama untukmeningkatkan kualitas dan daya saing sekolah. Proses pelaksanaan harus jugasesuai dengan perencanaan yang sudah dilakukan dengan beberapa target yangharus di capai untuk terwujudnya visi dan misi yang sudah di susun oelh sekolah.Pelaksanaan yang baik dengan pengorganisasian yang rapi, yaitu mengatursetiap komponen dalam menjalankan tugasnya masing-masing sehingga rodaorganisasi sekolah dapat berjalan walaupun dengan adanya problem yang datang.Setiap pencapaian dari sekolah harus di evaluasi untuk tujuan peningkatan sekolah,tentunya dapat menjadi sekolah efektif. Pentingnya mutu dalam setiap siklus fungsimanajemen yang di lakukan, sehingga out put dan out come sekolah sesuai denganstandart, sehingga sekolah berjalan dengan mutu yang baik dan mampu bersaingdalam dunia global.Kata Kunci: Sekolah efektif dan Manajemen Mutu
Pendidikan Anak Usia Dini pada Masa Golden Age Indrawati, Indrawati
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, bahkan dikatakan sebagai lompatan perkembangan. Anak usia dini juga adalah anak yang masih berada dalam masa-masa bermain. Masa ini anak baru belajar mengenal dunia yang masih luas selain lingkungan keluarganya. Karena anak usia dini memiliki rentang usia yang sangat berharga dibandingkan dengan usia-usia selanjutnya karena perkembangan kecerdasannya sangat luar biasa. Usia ini sering disebut “usia emas” (the golden age) yang hanya datang sekali dan tidak dapat diulangi lagi, yang sangat menentukan untuk mengembangkan kualitas manusia.  Periode ini hanya berlangsung pada saat anak dalam kandungan hingga usia dini, yaitu 0-6 tahun. Namun, masa bayi dalam kandungan hingga lahir, sampai usia 4 (empat) tahun adalah masa-masa yang paling menentukanBukti-bukti sudah jelas bahwa seorang anak tidak dilahirkan dengan perlengkapan yang sudah sempurna. Dengan sendirinya pola-pola berjalan, berbicara, merasakan, berpikir, atau pembentukan pengalaman harus dipelajari. Barangkali tidak ada minat yang bersifat alami, tetapi dorongan-dorongan potensi tertentu atau impul-impul tertentu membentuk dasar-dasar dari minat apa saja yang dikembangkan anak di lingkungan tempat ia tumbuh dan berkembang.Untuk dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangannya anak di usia golden age ini maka orang tua harus memberikan dukungan penuh  agar anak dapat meningkatkan kreatifitas dan mengembangkan bakat yang dimiliki oleh anak. Dukungan yang dapat diberikan kepada anak adalah waktu, kesempatan, dorongan, sarana, lingkungan, hubungan yang harmonis dalam keluarga, cara mendidik yang baik, serta kesempatan untuk memperoleh pengetahuan.Kata Kunci: Pendidikan, Anak Usia Dini dan Golden Age