cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
PENGARUH PEMBERIAN RELAKSASI MAJINASI TERBIMBING TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA YANG HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIGO BALEH KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2017 Yossi Fitrina
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.241 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v9i2.153

Abstract

Indonesia saat ini menghadapi pergesaran pola penyakit, dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular (PTM). Peningkatan terjadi akibat gaya hidup tidak sehat, modernisasi dan globalisasi, yaitu hipertensi. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi tekanan darah seseorang berada di atas normal yaitu sistol 120/80 mmHg dan tekanan darah diastoliknya mencapai nilai 80 mmHg atau lebih tinggi. Lansia adalah sebuah fase yang biasanya akan segera di lekati dengan segenap kondisi lemah, beruban, dan berpenyakit. Penyakit yang sering di alami oleh lansia menurut Dept Of Health Houshold Survei On Health yaitu hipertensi dengan persentase sebesar 15,7% di peringkat pertama. Data Depkes Sumbar menyebutkan 6 Kabupaten yang tertinggi angka hipertensinya sebanyak 4.846909 jiwa. Data 5 Puskesmas didapatkan data tertinggi hipertensi lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh dan akan melakukan pengobatan tanpa obat dengan teknik relaksasi imajinasi terbimbing yang belum pernah di lakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Teknik Relaksasi Imajinasi Terbimbing terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Bukittinggi. penelitian ini menggunakan metode Pre Experimental Design dengan metode rancangan One Group Pretest Posttest Without Control Sampel pada penelitian ini adalah 15 responden. Relaksasi imajinasi terbimbing dilakukan 2 kali dalam satu hari selama 2 minggu, teknik ini dilaksanakan 14 hari berturut-turut. Hasil penelitian didapatkan nilai p value = 0,002 dengan
Pengaruh Stimulasi Bermain Puzzle Terhadap Perkembangan Motorik Halus Pada Anak Balita rahmi novita yusuf
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.381 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v9i2.195

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan pada masa balita merupakan tahap dasar yang sangat berpengaruh dan menjadi landasan untuk perkembangan selanjutnya.  Gangguan motorik pada usia balita khususnya motorik halus diperkirakan dari 3-5% dan sebanyak 60% dari kasus yang ditemukan terjadi secara spontan pada umur dibawah 5 tahun. Tujuan penelitian adalah: (1) mengetahui   rata-rata perkembangan motorik halus pada Anak balita sebelum diberikan stimulasi bermain puzzle. (2) mengetahui rata-rata perkembangan motorik halus pada Anak balitasesudah diberikan stimulasi bermain puzzle. (3) mengetahui pengaruh Stimulasi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus Anak balita. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasi eksperiment dengan pendekatan One group pre-test and post-test Design . Penelitian dilakukan  diwilayah kerja Puskesmas Air Tawar Kota Padang. pada Bulan November 2017 sampai dengan Februari 2018. populasi adalah semua anak balita laki-aki dan perempuan yang berada diwiayah kerja puskesmas Air Tawar Padang, sampel diambil dengan teknik purposeve sampling. Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat.. Hasil penelitian yang ditemukan adalah ada hubungan yang bermakna antara stimulasi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus pada anak balita .  Kata Kunci: stimulasi, motorik halus, anak balita Abstrak                Growth and development in infancy is a basic stage that is very influential and becomes the foundation for further developments. Motor disorders in toddlers, especially fine motoric, are estimated to be 3-5% and as many as 60% of cases found occur spontaneously at the age of under 5 years. The research objectives were: (1) to find out the average fine motor development in toddlers before being given stimulation to play puzzles. (2) find out the average fine motor development in children who have been given stimulation to play puzzles. (3) knowing the effect of stimulating puzzle playing on the development of fine motoric toddlers. The type of research used is research Quasi experiment with the approach of One group pre-test and post-test Design. The study was conducted in the working area of the Tawar Air Health Center in Padang City. from November 2017 to February 2018. the population is all boys and girls under five working at the Air Tawar Padang health center, the sample is taken using the purposeve sampling technique. Data were analyzed by univariate, bivariate analysis. The results of the study found that there was a significant relationship between stimulation of puzzle play to fine motor development in children under five.  Keywords: stimulation, fine motor, toddlers
Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Konsep Diri Pasien Stroke Yang Mengalami Kelumpuhan Di Poli Klinik Saraf Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2018 Weni Lidya Hendayani; Devi Mekar Sari
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.679 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i1.312

Abstract

ABSTRAK            Menurut survei tahun (2015),   stroke merupakan pembunuh nomor satu di RS Pemerintah di seluruh Indonesia. Diperkirakan ada 550.000 penduduk yang terkena stroke.Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan pasien yang mengalami stroke. Penelitian ini merupakan penelitian quasieksperimenpre danpostonegroup design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien stroke yang masuk ke Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Bukittinggi yang berjumlah 366 orang dengan teknik pengambilan sampel AccidentialSampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2017 - Juni 2018. Hasil uji-T untuk dukungan keluarga pada pasien stroke sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan kesehatan didapatkan p-value 0,000 (α≤0,05) artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara dukungan keluarga yang diberikan pada pasien stroke sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan. Hasil uji-T pada konsep diri pasien stroke sebelum dan sesudah didapatkan p-value 0,000 (α≤ 0,05) artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara konsep diri pasien stroke sebelum dan sesudah dilakukan penelitian. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh dukungan keluarga terhadap konsep diri pasien stroke yang mengalami kelumpuhan di Poli Klinik Saraf Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi ditandai dengan p-value 0,000 (α≤0,05). Diharapkan tenaga kesehatan perlu memberikan pendidikan kesehatan mengenai perawatan pasien stroke yang mengalami kelumpuhan dan tentang bagaimana pasien stroke untuk mempertahankan dirinya.Kata Kunci   : DukunganKeluarga; Konsep Diri; Pasien Stroke The Effect of Family Support on Self-Concept of Stroke Patients Who Have Paralysis at the Nerve Polyclinic of the National Stroke HospitalBukittinggi Year 2018 ABSTRACT            According to a 2015 survey, strokes are the number one killer in Government hospitals throughout Indonesia. More than 550,000 people were stroked. This research is a quasi-experimental pre and post one group design. The population in this study were 366 stroke patients who entered the National Stroke Hospital in Bukittinggi with Accidential Sampling sampling techniques. This study was conducted in June 2017 - June 2018. The results of the T-test for family support for stroke patients before and after the implementation of health counseling obtained p-value 0,000 (α≤0,05) which means that there was a significant difference between family support given in stroke patients before and after health education. The T-test results on the self-concept of stroke patients before and after obtaining p-value 0,000 (α≤ 0,05) means that there is a significant difference between the self-concept of stroke patients before and after the research. So it can be concluded that there is an effect of family support on the self-concept of stroke patients who experience paralysis at the Neural Stroke Clinic of Bukittinggi National Stroke Hospital marked by p-value 0,000 (α (0,05). I hope health workers need to provide health education about the care of stroke patients who experience paralysis and about how stroke patients maintain themselves.Kata Kunci     : Family Support; self-concept; stroke patients
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU MEROKOK ORANG TUA BALITA PADA KEJADIAN PNEUMONIA DI WILAYAH KOTA PADANG TAHUN 2018 Annisa Novita Sary; Edison .,; Oktariyani Dasril
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.623 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i1.303

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), terutama pneumonia, masih menjadi penyakitutama yang menyebabkan kematian bayi dan balita. Insiden kematian ISPA (terutamapneumonia) paling tinggi terdapat pada kelompok umur 12-23 bulan yaitu sebesar 21,7%(Riskesdas, 2013). Salah satu adalah faktor kejadian pneumonia adalah pengetahuan dan perilakumerokok orang tua dan anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahuiefektivitas pendidikan kesehatan terhadap perilaku merokok orang tua. Jenis penelitian ini adalaheksperimental dengan desain quasi eksperimental one group Pretest Postest. Kelompokeksperimental dalam studi ini diberi pendidikan kesehatan dengan menggunakan media leafletdan brosur. Populasi penelitian ini adalah semua orang tua yang mempunyai anak-anak berusia12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kota Padang dengan jumlah sampel 124 orang. Datadianalisis dengan univariat dan bivariat. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada bulan Juli 2018, ditemukan ada 32 kasus(25,8%) pneumonia pada balita. Ditemukan lebih dari separuh responden (84,7%) memilikiperilaku merokok. Sebanyak 58,9% anggota keluarga memiliki perilaku merokok dalam kategoriberat. Dari hasil uji statistik, ditemukan bahwa pendidikan kesehatan efektif dalam mengubahperilaku merokok anggota keluarga (p-value = 0,001) pada kejadian pneumonia pada anak balitadari mereka yang merokok parah.
Perilaku Bullying Fisik Dan Lokasi Kejadian Pada Siswa Sekolah Dasar Yulastri Arif; Dwi Novrianda
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.993 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i1.317

Abstract

ABSTRAK  Perilaku kekerasan fisik pada anak dewasa ini telah menjadi issue strategis di Indonesia,baik dikota-kota besar maupun dipedesaan, namun belum ada angka pasti tentang berapa besar prevalensi kejadiannya terutama yang dialami siswa sekolah dasar. Tujuan.penelitian ini untuk mengidentifikasi perilaku bullying fisik pada siswa sekolah dasar dan  lingkungan sekolah yang berisiko sebagai lokasi perlakuan bullying.Desain penelitian berupa survey dengan subjek siswa kelas IV-VI sekolah dasar negeri dan swasta di Kota Padang. Penelitian berlangsung pada bulan Sepetember sampai November 2016. Tehnik pengambilan sampling dilakukan dengan proporsional random sampling dengan jumlah total sampel 202 siswa. Hasil penelitian ditemukan delapan tindakan fisik yang diterima siswa sekolah dasar korban bullying yaitu : dipukul, didorong, digigit, dijambak, ditendang, dikunci di  kelas, dicubit, diambil barang, dan dicakar. Lingkungan sekolah yang teridentifikasi sebagai tempat tindakakan bullying ada di lima lokasi yaitu  ruang kelas, lokasi istirahat, kantin, kamar mandi dan saat berangkat ke sekolah. Jadi dapat disimpulkan tindakan Bullying fisik yang paling banyak diterima siswa SD Negeri 13 Ulak Karang, SD Negeri 1 Air Tawar, SD Pertiwi dan SD Aisyah kota Padang adalah dicubit, ditendang dan dipukul, sedangkan perilaku fisik berupa digigit merupakan proporsi yang paling rendah dan lingkungan sekolah yang paling berisiko tempat terjadinya tindakan kekerasan adalah dikamar mandi.Kata kunci : Bullying fisik, sekolah dasar, lokasi tindakan kekerasan Physical Bullying Behavior and Location of Events in Elementary School Students ABSTRACT  Today's physical violence behavior has become a strategic issue in Indonesia, both in big cities and in rural areas, but there is no exact figure about the prevalence of the incidence, especially for primary school students. The purpose of this study is to identify physical bullying behavior in elementary school students and at risk school environments as the location of bullying treatment.The research design was in the form of a survey with the subject of grade IV-VI students from public and private elementary schools in the city of Padang. The study took place from September to November 2016. The sampling technique was carried out by proportional random sampling with a total sample of 202 students. The results of the study found eight physical actions received by elementary school students who were victims of bullying, namely: being beaten, pushed, bitten, grabbed, kicked, locked in class, pinched, taken, and scratched. The school environment identified as a place for bullying acts is in five locations, namely classrooms, resting locations, canteens, bathrooms and when going to school. So it can be concluded that the physical bullying that is most accepted by students at SD Negeri 13 Ulak Karang, SD Negeri 1 Air Tawar, SD Pertiwi dan SD Aisyah in Padang is pinched, kicked and beaten, while the physical behavior of being bitten is the lowest proportion and environment the school most at risk of the occurrence of acts of violence is in the bathroom. Keywords: Physical bullying, elementary school, location of acts of violence
PENGARUH SOSIAL EKONOMI DAN ALOKASI ANGGARAN TERHADAP TINGKAT KESEHATAN MASYARAKAT DI SUMATERA BARAT Syamsul Amar; Ariusni .,; Alpon Satrianto
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.685 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i1.313

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel sosial ekonomi yang terdiri dari; pendapatan, tingkat pendidikan dan alokasi anggaran terhadap tingkat kesehatan di Sumatera Barat. Data yang digunakan adalah data panel dalam periode 2014 – 2018 pada sembilan kabupaten dan kota di Suamatera Barat. Data dikumpulkan dengan metode studi dokumentasi pada Kantor Biro Pusat Statistik Sumatera Barat. Teknik analisis yang digunakan adalah Regresi Data Panel (Panel data regression) dan  Uji signifikansi baik secara besama maupun secara parsial dilakukan dengan menggunakan F-test dan t-test. Hasil penelitian memperlihatkan secara bersama maupun secara parsial ditemukan pengaruh signifikan seluruh variabel penelitian terhadap tingkat kesehatan.Secara lebihjauh, hasil analisis  memperlihatkan bahwa dua variabel menunjukkan pengaruh yang paling kuat terhadap tingkat kesehatan yaitu tingkat pendapatan dan tingkat pendidikan, sementara variabel yang paling lemah pengaruhnya yaitu alokasi anggaran. Hal ini membuktitkan bahwa tingkat kesehatan lebih banyak ditentukan oleh persoalan individu dan masyarakat disamping peranan pemerintah. Kata Kunci : Tingkat Kesehatan; Pendapatan; Pendidikan; Alokasi Anggaran Kesehatan. THE EFFECT OF SOCIAL ECONOMIC AND ALLOCATION OF BUDGET ON PUBLIC HEALTH IN WEST SUMATERAAbstractThe research aims to analyze the influence of socio-economic variables consisting of; income, education level and budget allocation for health in West Sumatra. The data used are panel data in the period 2014 - 2018 in nine districts and cities in West Sumatra. Data was collected by documentation study from Statistics Central Office of West Sumatera. The technique of analysis used is Data Panel Regression and significance tests both jointly and partially carried out using the F-test and t-test.The results of the study showed jointly and partially of all variables are significanlly effect on the level of health. Furthermore, the results of the analysis show that the two variables show the strongest influence on the level of health, namely the level of income and the level of education while the variable that is the weakest is the budget allocation of health. This proves that the level of health is more determined by individual beside the role of the government. Keywords: Health rate; Income; Education; and Health budget allocation.   
Pengaruh kompres hangat jahe merah (Zingiber Officinale Rosc) terhadap rasa nyeri pada pasien Rheumathoid Arthritis Arman, Eliza; Yanti, Etri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.544 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i1.304

Abstract

ABSTRAKRheumatoid Arthritis adalah suatu penyakit autoimun dimana persendian mengalami peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri dan seringkali akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi, salah satu upaya untuk mengurangi rasa nyeri artritis rheumatoid yaitu dengan kompres jahe merah yang kandungan minyak atsirinya melancarkan peredaran darah dan peradangan sendi.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kompres jahe merah terhadap penurunan intensitas nyeri artritis rheumatoid di wilayah kerja puskesmas siulak deras. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen one-group pretest-posttets design dengan menggunakan rumus acak random sederhana dengan sampel sebanyak 16 orang bertempat diwilayah kerja Puskesmas Siulak Deras, pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara dengan penilaian hasil ukur menggunakan numeric Analog Visual (NAV). Rata-Rata intensitas nyeri pretest kompres jahe merah 6,88 dan posttest 3,94. Hasil penelitian ini didapatkan perbedaan intensitas nyeri artritis rheumatoid pretest dan posttest dilakukan kompres jahe. Ini dibuktikan dengan uji t-test didapat nilai t yang signifikan = 0,000. Dapat disimpulkan bahwa kompres jahe merah berpengaruh terhadap intensitas nyeri artritis rheumatoid dan dapat dilanjutkan sebagai intervensi yang dapat dilakukan secara mandiri oleh penderita artritis rheumatoid. Diharapkan kepada masyarakat untuk dapat mengolah jahe sebagai obat alternatif nyeri reumatoid arthritis.Kata Kunci    : Arthritis  Rheumatoid, Intensitas Nyeri, Kompres Jahe. Effect of warm red ginger compress (Zingiber Officinale Rosc) on pain in patients Rheumathoid Arthritis Rheumatoid Arthritis is an autoimmune disease which the joints become inflamed, resulting in swelling, pain and often ultimately causing joint damage, one of which attempts to reduce the pain of rheumatoid arthritis is by compressing the red ginger with its essential oil content in blood circulation and joint inflammation. This research aims to see the effect of red ginger compress on the decrease in the intensity of rheumatoid arthritis pain in the working area of siulak deras community health center. This research used one-group pretest-posttet design method simple random sampling method with 16 samples in the working area of Siulak Deras Community Health Center, collecting data through interview with measuring result using numerical Analog Visual (NAV). Mean intensity pain pretest compress red ginger 6.88 and posttest 3.94. The results of this research found differences in the intensity of rheumatoid arthritis pain pretest and posttest done compress ginger. It’s evidenced by the test t-test obtained significant t value = 0.000.  It can be concluded that the compression of red ginger affects the intensity of rheumatoid arthritis pain and can be continued as an intervention that can be done independently by rheumatoid arthritis patients. It is hoped that people can get ginger as an alternative medicine for rheumatoid arthritis pain. Keywords: Rheumatoid Arthritis, Pain Intensity, Ginger Compress.
PENGARUH TERAPI SOCIAL SKILLS TRAINING (SST) DENGAN DAN TANPA DIET CASEIN FREE GLUTEN FREE (CFGF) TERHADAP KEMAMPUAN SOSIALISASI ANAK AUTISME Ridhyalla Afnuhazi; Febria Syafyu Sari
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.072 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i1.309

Abstract

ABSTRAK Jumlah penyandang autis di dunia sekitar 35 juta orang, kisaran 60.000 – 150.000 autis terjadi pada anak usia dibawah 15 tahun yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial. Terapi yang diberikan untuk peningkatan kemampuan sosial pada anak autis dilakukan terapi Social Skill Training (SST). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Pengaruh SST dengan dan tanpa diet CFGF terhadap Kemampuan Sosialisasi Anak Autisme (6 -12 Tahun) di SLB Autis YPPA Padang Tahun 2018. Desain penelitian quasi experimental one - group pre - post test. Populasi dalam penelitian ini seluruh anak autis yang berusia 6-12 Tahun dan sampel diambil dengan convenience sampling yang berjumlah 20 orang dengan dan tanpa diet CFGF. Teknik pengolahan data univariat distribusi frekuensi dan central tedensy dan data bivariat dengan Paired T - test. Hasil penelitian terdapat pengaruh SST dengan dan tanpa Diet CFGF terhadap kemampuan sosialisasi anak autis sebelum dan sesudah diberikan terapi. Saran yang dapat disampaikan pada penelitian ini keperawatan agar dapat mendeteksi secara dini tanda gejala yang dialami oleh anak autis sehingga tidak terjadi tanda gejala berat dan melatih kemampuan sosialisasi anak autis dengan terapi SST. Kata Kunci : Kemampuan Sosialisasi, Social Skill Training (SST), CFGF, Anak Autisme EFFECT OF SOCIAL SKILLS TRAINING (SST) TREATMENT WITH AND WITHOUT DIET CFGF ABILITY TO SOCIALIZATION AUTISM CHILDREN  ABSTRACT Number of persons with autism in the world range of 60.000 - 150.000 autis moccurredin children aged below 15 years. Therapy was given to improvement of social  skills in autistic children Social Skills Training Therapy (SST). The purpose of this study was to determine the ability of Socialization Effects of SST with and without diet CFGF for Autism Children in SLB Autism YPPA Padang 2018. Quasi – experimental design with one - group pre - post test. The population in this study all children with autism aged 6 – 12 year, and samples were taken by convenience sampling 20 people with and without diet CFGF. Univariate date processing techniques while the frequency distribution and central tedensy and Bivariate date processing techniques with paired T - test. Results of research abilities children with autism after therapy SST with and without diet CFGF with social skillsof children with autism. Suggestions can be submittedto the study of nursing in order to detect early signs of the symptoms experienced by children with autism so there is no sign of sever symptoms and train the socialization skills of children with autism with SST therapy. Key Words : Ability socialization, Social Skills Training, CFGF, autistic children
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TENTANG KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI Tiurmaida Simandalahi; Emira Apriyeni; Ropendi Pardede
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.667 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i1.314

Abstract

ABSTRAK Gempa bumi merupakan bencana yang menimbulkan korban luka-luka dan kematian tertinggi dibandingkan dengan lainnya. Tingginya korban jiwa pada gempa bumi Sumatera Barat September 2009 ditemukan 1.195 orang meninggal dunia dimana korban terbanyak adalah orang tua dan anak-anak. Ini diduga kurangnya pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi bencana, sehingga memerlukan suatu upaya pengurangan resiko bencana melalui sosialisasi Pendidikan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa tentang kesiapsiagaaan bencana gempa bumi. Jenis Penelitian adalah Quasi Eksperiment dengan pendekatan One-Group Pre-Test-Post-Test, yang dilakukan di SDN 12 Naras 1 Kota Pariaman mulai Juli - Agustus 2018, dengan populasi siswa/siswi kelas III dan IV sebanyak 48 orang yang semuanya dijadikan sampel (total populasi). Analisa data secara univariat dan bivariat dengan memakai uji T-Test dependent. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan pretest 4,4, dan posttest 6,9. Uji statistik menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi terhadap pengetahuan siswa dengan p value 0,01. Disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi. Sosialisasi Pendidikan Kebencanaan harus selalu ditingkatkan dan menjadikannya sebagai kurikulum inti dalam materi pembelajaran serta rutin melakukan pelatihan atau simulasi yang berkolaborasi pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Kata kunci: Pendidikan Kesehatan; Pengetahuan;  Kesiapsiagaaan Bencana THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION ON STUDENT KNOWLEDGE ABOUT PROSPERITYEARTHQUAKE DISASTER ABSTRACTAn earthquake causes the highest number of injuries and deaths compared to other disasters. The high number of fatalities in the September 2009 West Sumatra earthquake was found in 1,195 people who died where the majority of victims were parents and children. This was suspected of lack of knowledge and lack of preparedness in anticipating disasters, thus requiring an effort disaster risk reduction through education dissemination. This study aims to determine the effect of health education on students' knowledge of earthquake preparedness.The type of research is Quasi Experiment with the One-Group Pre-Test-Post-Test approach, which was conducted at SDN 12 Naras 1Pariaman City from March to August 2018, with a population of students of class III and IV as many as 48 people who were all sampled (total population). Data analysis used univariate and bivariate by using the dependent T-Test.The results showed that the average knowledge pretest was 4.4, and posttest was conducted to 6.9. Statistical tests showed that there was an effect of health education on earthquake disaster preparedness on students' knowledge with p value 0.01. It was concluded that there was an effect of health education on students' knowledge about earthquake disaster preparedness. Disaster Education Dissemination must always be improved and make it a core curriculum in learning material and routinely conduct training or simulations collaborating with the Regional Disaster Management Agency. Keywords: Health Education; Knowledge; Preparedness Disaster
EFEKTIFITAS MASSASE PUNGGUNG DAN KAKI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Etri Yanti; Dwi Christina Rahayuningrum; Eliza Arman
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.065 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i1.305

Abstract

ABSTRAKHipertensi adalah tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya lebih dari 90 mmHg. Hipertensi berada pada peringkat 1 dari 10 penyakit lainnya dengan jumlah penderita hipertensi sebanyak 1.589 orang di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas. Hipertensi disebabkan oleh beberapa faktor seperti usia, genetik, lingkungan. Penanganan hipertensi dapat dilakukan secara nonfarmakologi yaitu dengan terapi masase punggung dan masase kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas masase punggung dan kaki terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis penelitian ini yaitu Quasi Exsperiment, post test control grup design. Jumlah sampel sebanyak 16 orang penderita hipertensi, 6 orang perlakuan masase punggung,  6 orang perlakuan masase kaki dan 6 orang  kontrol yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pemberian  masase dilakukan selama  7 hari berturut-turut dan pengukuran telkanan darah dilakukan pada hari ke 8. Data diolah dengan komputerisasi dengan analisa univariat mengguanakan mean dan analisa bivariat menggunakan uji T independen dengan tingkat kepercayaan 95%(α=0,05). Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 Agustus – 4 September 2018. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan rata-rata tekanan darah penderita hipertensi pada kelompok perlakuan masase punggung 147,50/92,00 mmHg. Rata-rata tekanan darah pada kelompok masase kaki yaitu dengan 127,50/76,25 mmHg. Tekanan darah pada kelompok kontrol 155,12/93,88 mmHg Hasil analisa bivariat didapatkan ada pengaruh masase punggung dengan nilai sistole p=0,000, diastole p= 0,001 . dan rata-rata tekanan darah pada kelompok masase kaki sistole dengan nilai p= 0,001 dan diastole dengan nilai p =0,000.Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah pemberian masase kaki lebih efektif dari pada dan masase punggung dilihat dari nilap value diastolenya terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya perawat agar menerapkan terapi non farmakologi khususnya masase punggung dan masae kaki antihipertensi sebagai tindakan mandiri perawat untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kata Kunci : Hipertensi, massase kaki      THE EFFECT OF GIVING BACK MASSAGE ON BLOOD PRESSURE IN PATIENTS OF HYPERTENSION IN THE WORKING AREA OF ANDALAS PADANG HEALTH CENTER ABSTRACT Hypertension is persistent blood pressure where the systolic pressure is above 140 mmHg and the diastolic pressure is> 90 mmHg. Hypertension is caused by several factors such as age, genetic, environment. Handling of hypertension can be done non-pharmacologically by foot massage therapy with fragrant citronella oil. The aims of this study is to know defoimine the effect of foot massage with fragrant cf citronella oil.This type of research is Quasi Exsperiment, post test control group design. The total sample of  16 people with hypertension, 8 treatment groups, 8 control groups were taken by purposive sampling technique. Data were processed by computerization with univariate analysis using descriptive statistics and bivariate analysis using independent T test with a 95% confidence level (≤ = 0.05). This research was conducted on August 28 to September 4. Based on the results of the study, obtaimed the average blood pressure of hypertensive patients in the treatment group namely 127.50 mmHg systolic and 76.25 mmHg diastolic and mean of blood pressure in to the control group with 142.50 systolic and 92.50 mmHg diastolic, there was an effect  foot massage with fragrant citronella oil, with p = systolic 0,001 and diastolic 0,000 (p≤0,05).The conclusion of the results of this study is the effect of administering foot massage with fragrant citronella oil on blood pressure in patients with hypertension. It is expected that health workers, especially nurses, should include non-pharmacological therapies, especially foot massage with fragrant lemongrass oil as antihypertensive as an independent action for nurses to reduce blood pressure.Keywords            : Hypertension, foot massage with fragrant citronella oil 

Page 8 of 49 | Total Record : 484