cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 507 Documents
EFEKTIVITAS KOMBINASI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN NIGELLA SATIVA DALAM REGULASI PROSES INFLAMASI DAN REMODELING JARINGAN PADA PENYEMBUHAN LUKA ULKUS DIABETIKUM PADA TIKUS Eliza Arman; Rahmi Novita Yusuf
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30561

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi serius diabetes melitus yang ditandai dengan proses penyembuhan luka yang lambat akibat inflamasi berkepanjangan dan gangguan regenerasi jaringan. Penatalaksanaan luka secara konvensional sering kali belum mampu mencegah terjadinya komplikasi berat seperti infeksi dan amputasi, sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih efektif. Bahan alami seperti Virgin Coconut Oil (VCO) dan minyak jintan hitam (Nigella sativa) mulai banyak diteliti karena memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, serta kemampuan mendukung regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi VCO dan minyak jintan hitam terhadap ekspresi gen TNF-α dan MMP-2 selama proses penyembuhan luka pada model tikus ulkus diabetikum. Penelitian eksperimental ini menggunakan 30 ekor tikus jantan galur Wistar yang diinduksi diabetes melalui injeksi streptozotocin intraperitoneal. Luka eksisi penuh berdiameter 10 mm dibuat pada bagian punggung tikus menggunakan punch biopsy. Tikus dibagi secara acak menjadi enam kelompok, yaitu kontrol diabetes, VCO, minyak jintan hitam, serta tiga kelompok kombinasi (C1: 50% VCO–50% minyak jintan hitam; C2: 70% VCO–30% minyak jintan hitam; C3: 30% VCO–70% minyak jintan hitam). Perlakuan diberikan secara topikal selama 7 dan 14 hari. Kadar gula darah puasa dipantau setiap minggu. Jaringan luka diambil untuk analisis ekspresi gen TNF-α dan MMP-2 menggunakan RT-PCR serta pemeriksaan histopatologi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan ekspresi gen TNF-α pada seluruh kelompok kombinasi, dengan penurunan terbesar pada kelompok C3 baik pada hari ke-7 (rerata 0,111) maupun hari ke-14 (rerata 0,108). Sebaliknya, ekspresi gen MMP-2 tidak menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok pada kedua waktu pengamatan. Temuan histopatologi juga mendukung hasil ini dengan menunjukkan perbaikan epitelisasi dan organisasi jaringan yang lebih baik pada kelompok kombinasi. Kesimpulannya, kombinasi VCO dan minyak jintan hitam secara sinergis mampu mempercepat penyembuhan luka diabetik terutama melalui modulasi jalur inflamasi dengan penekanan TNF-α, bukan melalui mekanisme remodeling matriks ekstraseluler yang dimediasi oleh MMP-2. Temuan ini menunjukkan potensi terapi topikal berbasis bahan alami dalam penatalaksanaan ulkus diabetikum.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FREKUENSI KUNJUNGAN KELAS IBU HAMIL PADA IBU HAMIL TRIMESTER III di PUSKESMAS PEMULUTAN KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2025 Helni Anggraini; Satra Yunola; Yollanda Dwi Santi Violentina; Sintiya Halisya Pebriani; Nur Purnama Sari
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30803

Abstract

Kelas ibu hamil merupakan salah satu upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan serta perilaku ibu hamil dalam menjaga kesehatan kehamilan. Keikutsertaan ibu hamil dalam kelas ibu hamil dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan, jarak tempuh, dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, jarak tempuh, dan pekerjaan dengan frekuensi kunjungan kelas ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 34 responden ibu hamil. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi square dengan tingkat signifikansi α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi kunjungan kelas ibu hamil kategori lengkap dan tidak lengkap masing-masing sebanyak 17 orang (50%). Responden dengan pengetahuan baik sebanyak 18 orang (52,9%), jarak tempuh jauh sebanyak 18 orang (52,9%), serta ibu yang bekerja dan tidak bekerja masing-masing sebanyak 17 orang (50%). Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan frekuensi kunjungan kelas ibu hamil (p value = 0,016; OR = 7,800), antara jarak tempuh dengan frekuensi kunjungan kelas ibu hamil (p value = 0,016; OR = 7,800), serta antara pekerjaan dengan frekuensi kunjungan kelas ibu hamil (p value = 0,006; OR = 10,563). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, jarak tempuh, dan pekerjaan dengan frekuensi kunjungan kelas ibu hamil. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi puskesmas dalam meningkatkan cakupan kehadiran ibu hamil melalui optimalisasi edukasi dan akses pelayanan kesehatan.
HUBUNGAN USIA DAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI TPMB Satra Yunola; Helni Anggraini
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30801

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada persalinan antara lain persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (premature), perdarahan postpartum. Sementara penyebab kematian ibu yang paling tinggi perdarahan. Salah satu faktor penyebab perdarahan postpartum adalah kekurangan energi kronik pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan usia dan jarak anak dengan kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil di TPMB Misni. Jenis penelitian ini penelitian observasional yang bersifat analitik dengan desain atau pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitan ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di TPMB Misni. Jenis data menggunakan data sekunder, variabel dependen adalah kejadian KEK pada ibu hamil, variabel independen usia dan jarak kehamilan. Hasil penelitian bivariat hubungan usia dan jarak kehamilan dengan kejadian KEK pada ibu hamil berdasarkan uji statistik chi square usia p-value 0,015 < 0,05, dan jarak kehamilan p-value 0,009< 0,05 dapat disimpulkan ada hubungan usia dan jarak kehamilan dengan kejadian KEK pada Ibu Hamil di TPMB Misni. Adapun saran kepada pimpinan TPMB untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui deteksi dini dan analisis pelayanan kebidanan, khususnya pada kasus kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Hal ini akan membantu meminimalkan peningkatan jumlah ibu hamil dengan KEK dan memungkinkan layanan kesehatan berfungsi lebih baik secara optimal
Analisis Pola Kunjungan Pasien Berbasis Data Pelayanan Kesehatan Untuk Mendukung Program Promotif Dan Preventif Herman Susilo; Dede Fauzi; Imrah Sari; Muhammad Ihksan
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30805

Abstract

Program promotif dan preventif merupakan komponen penting dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang memerlukan perencanaan berbasis data pelayanan kesehatan. Data kunjungan pasien yang tercatat di puskesmas memiliki potensi besar untuk dianalisis guna mendukung perencanaan program promotif dan preventif yang lebih tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kunjungan pasien berbasis data pelayanan kesehatan dalam mendukung program promotif dan preventif. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Data yang digunakan merupakan data sekunder kunjungan pasien puskesmas sebanyak 5.216 kunjungan yang diperoleh dari sistem informasi pelayanan kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, analisis bivariat, analisis multivariat, serta pendekatan pengelompokan data untuk mengidentifikasi pola kunjungan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,6% kunjungan pasien berkaitan dengan penyakit tidak menular dan 63,0% merupakan kunjungan ulang. Analisis multivariat menunjukkan bahwa penyakit tidak menular memiliki peluang kunjungan ulang lebih tinggi dibandingkan kelompok penyakit lainnya (OR=2,31), sedangkan kelompok usia ≥46 tahun juga memiliki risiko kunjungan ulang yang lebih tinggi (OR=1,78). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa analisis pola kunjungan pasien berbasis data pelayanan kesehatan dapat menjadi dasar yang kuat dalam perencanaan dan penguatan program promotif dan preventif yang terarah dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.Kata kunci: Analisis pola; Kunjungan pasien; Promotif preventif; Data pelayanan kesehatan
UJI PERBANDINGAN EFEKTIFITAS REBUSAN DAUN KEMANGI (Oncimum Basilicum) DAN DAUN SIRSAK (Annona Muricata L) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI Vetra Susanto; Endang Suriani; Dian Dilastri Putri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30971

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a health problem in Indonesia and is transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. Continuous use of chemical larvicides can cause resistance and environmental pollution, so alternatives to natural larvicides are needed, such as basil leaves (Ocimum basilicum) and soursop leaves (Annona muricata L.). This study aims to compare the effectiveness of boiled basil and soursop leaves on the death of third instar Aedes aegypti larvae. The research used a laboratory experimental method with a completely randomized design (CRD). The concentrations used were 25%, 30%, 35% and 40% with three repetitions and observations for 24 hours. Data analysis was carried out using normality, homogeneity, One Way ANOVA, Duncan test, and probit tests to determine LC50. The results showed that the percentage of larval death in boiled basil leaves was 23.3%; 36.6%; 40%; and 60%, while soursop leaf decoction is 70%; 76.6%; 76.6%; and 86.6%. One Way ANOVA test showed that there were significant differences between treatments (p < 0.05). Decoction of soursop leaves is more effective than decoction of basil leaves as a natural larvicide against Aedes aegypti larvae.
HUBUNGAN INFORMED CONCENT TENTANG PERSIAPAN OPERASI DENGAN KECEMASAN PASIEN PRE OPERATIF DI RSUD LAHAT Neni Triana; Dodi Irawan; Dian Dwiana Maydinar; Sukriansyah Sukriansyah
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30963

Abstract

Preoperative procedures dapat menimbulkan stres fisiologis dan psikologis yang memicu kecemasan. Kecemasan preoperatif ditandai respon fisiologis (palpitasi, hipertensi, sesak napas) dan perilaku (gelisah, tremor) yang dapat menghambat penatalaksanaan bedah. Faktor penyebab meliputi predisposisi (mekanisme koping, kepribadian, biologis) dan presipitasi (ancaman fisik maupun psikologis). Penelitian terdahulu menunjukkan kecemasan preoperatif umumnya tinggi dan dipengaruhi mekanisme koping serta dukungan keluarga. Salah satu upaya efektif mengurangi kecemasan adalah pemberian informasi perioperatif melalui komunikasi yang baik. Namun, pelaksanaannya sering terkendala di poli. Berdasarkan hal tersebut, peneliti meneliti hubungan informed consent dengan kecemasan pasien preoperatif di RSUD Lahat, Tujuan: mengetahui Hubungan Informed Concent tentang Persiapan Operasi dengan Kecemasan Pasien Pre Operatif di RSUD Lahat, Metode Penelitian: metode penggumpulan data cross-sectional, jenis penelitian ini melibatkan penggumpulan data tentang frekuensi variabel independen dan tergantung hanya sekali dalam satu hari, Hasil: didapatkan hubungan yang signifikan antara pemberian informed concent dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi di RSUD Lahat Tahun 2025 dengan p-value=0,036 dengan korelasi -0,333, Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian informed concent dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi di RSUD Lahat Tahun 2025.
Development of Ice Cream Formula from Katuk Leaf Juice ( Sauropus androgynous ) and Pineapple Juice ( Ananas Comosus L. merr ) as a Source of Flavonoid and Additional Vitamin C for Breastfeeding Mother nike satriana; Ice Yolanda Puri; Jeallyza Muthia Azra
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30824

Abstract

WHO estimates that of the 46.28 million newborns in 2020, 32.8% received sufficient breast milk, while 12% did not receive any breast milk at all. This problem is caused by the mother's breast milk being low or not flowing smoothly. Flavonoids are components of lactagongum containing flavonoids that can increase breast milk production which plays a role in the hormones prolactin and oxytocin. Plants containing flavonoids include katuk leaves. Katuk leaves are also known as vegetables that stimulate breast milk among the community. This study aims to develop an ice cream formulation with the addition of katuk leaf juice and pineapple juice as a source of flavonoids and additional vitamin C for breastfeeding mothers. The sample is ice cream with the addition of katuk leaf juice and pineapple juice with a ratio of each treatment, namely (F0 0:0, F1 30:20, F2 35:15, F3 40:10). The samples were subjected to hedonic tests and proximate nutrient content tests (using the gravimetric, Kjeldahl, Soxhlet, and different methods), iron content tests using the SNI 01-2896-1998 method, descriptive sensory tests of selected products using the consensus method, and flavonoid and vitamin C tests using spectrophotometry and titrimetry methods. The results obtained were the selected formula, F3, with the highest proximate nutrient content and meeting the SNI ice cream quality requirements. Descriptive sensory results included aroma and taste parameter analysis, where the resulting descriptors were aroma (like leaf, milky, and unpleasant) and taste (sweet, milky, and bitter). The flavonoid content of the selected product was 0.02% and Vitamin C content was 1.25%. Ice cream with the addition of katuk leaf juice and pineapple juice, which contain flavonoids and vitamin C, can be used as a food source of flavonoids and additional vitamin C for breastfeeding mothers. 
PERAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM MEMODERASI PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT KUNJUNGAN ULANG Indah Cahyani Buana; Mieke Nurmalasari; Hosizah Markam; Witri Zuama Qomarania
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30780

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakstabilan jumlah kunjungan ulang di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan pada tahun 2023 dan 2024, serta keluhan terkait waktu tunggu dan sikap petugas pada Google Review Rumah Sakit Soeharto Heerdjan periode November-Desember 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kualitas pelayanan terhadap minat kunjungan ulang pasien di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan serta menguji peran dukungan keluarga dalam memoderasi pengaruh tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2025 pada 119 responden yang dipilih secara accidental sampling menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan multivariat. Hasil analisis menunjukkan nilai rata-rata variabel minat kunjungan ulang sebesar 13,34 (SD=1,464), kualitas pelayanan 119,37 (SD=5,563), dan dukungan keluarga 50,13 (SD=3,539). Kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap minat kunjungan ulang (p-value=0,001; β=0,840; adjusted R²=70,2%), dan dukungan keluarga mampu memoderasi pengaruh kualitas pelayanan terhadap minat kunjungan ulang (p-value=0,037; β=4,084; adjusted R²=80,7%). Disarankan rumah sakit mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan pada semua dimensi SERVQUAL, serta memperkuat minat kunjungan ulang dengan mengoptimalkan peran dukungan keluarga pasien. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN RESIKO STUNTING PADA BALITA Dewi Aprilia Ningsih.I; Dini Suryani; Matda Yunartha; Winna Sari
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30958

Abstract

Studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Curup di 5 posyandu dari 5 orang ibu yang memiliki anak dengan resioko stunting, yaitu  semuanya tidak mengetahui tentang arti dari stunting, ciri-ciri stunting, penyebab dan dampak stunting itu sendiri. Kemudian 3 orang juga tidak memberikan ASI Eksklusif sedangkan 2 orang lainnya memberikan ASI eksklusif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan pemberian ASI eksklusif dengan resiko stunting pada balita 36-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Curup. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki balita 36-59 bulan di Puskesmas Curup Kab. Rejang Lebong pada bulan oktober 2025 yang berjumlah 269 orang. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling yaitu 81 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 81 orang responden sebanyak 37 responden mengalami resiko stunting, sebanyak 19 responden memiliki pengetahuan yang kurang, dan sebanyak 28 responden tidak memberikan ASI Eksklusif. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan resiko stunting (p value=0,004<0,05) dan ada hubungan pemberian ASI Ekslisif dengan resiko stunting (p value=0,027<0,05). Diharapkan Puskesmas dapat meningkatkan pengetahuan ibu balita dan penyuluhan tentang pemberian ASI eksklusif guna mencegah terjadinya stunting. 
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NANGGALO Nova Arikhman; Syarifah Darma; Sevilla Ukhtil Huvaid; Hary Budiman; Sri Oktarina; Agustika Antoni; Syukra Alhamda
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30981

Abstract

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh berbagai faktor yang dapat menyebabkan peningkatan timbulnya kolestrol yang mempersempit pembuluh diseluruh tubuh termasuk pembuluh koroner. Tingginya angka kejadian penyakit jantung koroner di Puskesmas Nanggalo mencapai 2,30%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan kejadian penyakit jantung koroner pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang tahun 2024 (Laporan Puskesmas, 2023). Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control yang dilakukan pada bulan November 2023 – Mei 2024. Populasi penelitian yaitu 130 lansia dan sampel sama yaitu 130 lansia (65 kasus : 65 kontrol). Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Pengolahan data dengan aplikasi komputerisasi. Analisis data dilakukan meliputi analisis univariat, bivariat dengan menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda untuk menentukan variabel yang paling dominan. Hasil analisis univariat menunjukan sebanyak 67,7% lansia memiliki kebiasaan merokok, 69,2% tidak memiliki riwayat keluarga penderita PJK dan 63,8% lansia memiliki aktivitas fisik berat. Hasil analisis bivariat menunjukan ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok (p-value 0,001), genetik (p-value 0,002) dan aktivitas fisik (p-value 0,001).Keyword: Penyakit Jantung Koroner, Lansia, Faktor Risiko, Penuaan, Penyakit Kardiovaskular.