cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 453 Documents
ANALISIS MUTU PELAYANAN PUSKESMAS KOTA PADANG MENGGUNAKAN TEKNIK IMPORTANCE - PERFORMANCE ANALYSIS Puteri Fannya; Delmi Sulastri; Rosfita Rasyid
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.42 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v9i2.203

Abstract

Salah satu upaya pembangunan kesehatan adalah peningkatan mutu pelayanan Puskesmas. Dua faktor utama yang mempengaruhi mutu pelayanan, yaitu expected service (pelayanan yang diharapkan) dan perceived service (pelayanan yang diterima/ dirasakan). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Kota Padang berdasarkan persepsi pasien. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi pendekatan kuantitatif dengan teknik Importance – Performance Analysis dan kualitatif menggunakan teknik wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) untuk mengelaborasi hasil yang didapat pada penelitian kuantitatif. Sampel pada penelitian kuantitatif adalah 108 pasien Puskesmas di Kota Padang dan kualitatif pada 26 orang informan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan terdapat 3 atribut penilaian (1 atribut dimensi bukti fisik dan 2 atribut dimensi kehandalan) yang masuk dalam kuadran A. Artinya, atribut tersebut dianggap sangat penting oleh pasien, namun pihak Puskesmas belum melaksanakan sesuai keinginan / harapan pasien. Hasil penelitian kualitatif diperoleh informasi pasien belum puas terhadap sarana ruang tunggu, tempat parkir, perhatian petugas, dan waktu tunggu pelayanan. Kesimpulan penelitian mutu pelayanan Puskesmas belum memenuhi harapan pasien pada dimensi bukti fisik dan dimensi kehandalan.Kata Kunci : Puskesmas; dimensi mutu; pelayanan; kepentingan; kinerja
HUBUNGAN STRES AKADEMIK TERHADAP PENGGUNAAN SMARTPHONE PADA MAHASISWA S1 KEPERAWATAN STIKES PAYUNG NEGERI PEKANBARU Yeni Devita
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.747 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v9i2.212

Abstract

Stres akademik disebabkan oleh berbagai tuntutan ketika menjalani masa pendidikan, dan terjadi bila seorang individu gagal dalam memenuhi atau mengatasi tuntutan tersebut dan mengalami ketegangan emosi. Mahasiswa yang tidak mampu mengelola stres dengan baik akan mencari aktivitas lain sebagai mekanisme koping untuk menurunkan stres yang dihadapi. Salah satunya adalah dengan penggunaan smartphone. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dengan penggunaan smartphone. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan studi korelasi. Penelitian dilakukan di STIKes Payung Negeri Pekanbaru pada bulan Mei 2018. Jumlah responden 218 mahasiswa dengan menggunakan alat instrumen kuesioner. Analisa yang digunakan adalah distribusi frekuensi dan uji statistic chi-square untuk menganalisa hubungan variabel. Hasil uji statistik chi square dengan p value sebesar 0,041
THE EFFECTIVITY OF WARM COMPRESSES AND MASSAGE EFFLEURAGE TO DISMENOREA INTENSITY IN PESANTREN AR RISALAH PADANG Viki yusri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.909 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v9i2.176

Abstract

Dysmenorrhea is pain that is felt during menstruation. More than 50% of women in each country experience menstruation with Dysmenorrhea. Effleurage and warm compress techniques are currently widely used to reduce the intensity of dysmenorrhea. Aiming at research to determine the effectiveness of warm compresses, effleurage massage and combination of intensity of  Dysmenorrhea , the samples used were 10 people for each treatment group, with purposive sampling technique. This study uses experimental research design, design of one group pretest-posttest. The dysmenorrhea intensity measuring instrument was performed using the Manskoski Pain Scale. Data analysis was performed using paired sample t test and one way anova test. The results of statistical tests showed that warm compresses, massage effleurage and combination proved to be effective in reducing the intensity of Dysmenorrhea (p <0.05). In conclusion, warm compresses and massage effleurage were relatively the same in reducing the intensity of dysmenorrhea (p-value 0.353), while the combination method was more effective in reducing the intensity of dysmenorrhea (p-value 0.047). It is recommended if possible to use a combination method to reduce the intensity of dysmenorrheal Keywords: Effleurage and warm compresses, intensity of dysmenorrh
PENGARUH BUBUK KULIT MANIS (cinnamomun burmani) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS putri dafriani; Feni Rahayu Rahayu Gusti
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.729 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v9i2.205

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronik yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar gula darah. Penderita DM paling banyak terdapat di Kecamatan Kumun Dubai sebesar 10,73%  dari 10 Kecamatan di Kota Sungai Penuh Kabupaten Kerinci. Penatalaksanaan DM dapat dilakukan dengan terapi farmakologi (menggunakan obat), tetapi memiliki resiko efek samping lebih tinggi, sehingga dipikirkan alternatif  pengobatan  non farmakologi dengan  menggunakan bahan berasal dari alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kulit manis terhadap kadar gula darah  pada pasien DM. Desain penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan non equivalent control group. Sampel  yaitu pasien DM sebanyak 20 orang yang dibagi menjadi 10 orang kelompok kontrol dan 10 orang kelompok intervensi. Sebelum intervensi kedua kelompok melakukan pemeriksaan kadar glukosa darah. Kelompok intervensi diberikan bubuk kulit manis yang dimasukkan kedalam kapsul dengan dosis 4gram/hari selama 1 minggu. Setelah 1 minggu diukur kadar glukosa kedua kelompok dan dibandingkan rata-rata kadar glukosa antara kedua kelompok. Analisa data dengan menggunakan t-test independent. Hasil uji statistik t-test pada kelompok kontrol adalah  p= 0,000 (p ≤ 0,05)  dan  kelompok intervensi dengan  p = 0,000 (p ≤ 0,05) artinya ada pengaruh signifikan dari kedua kelompok. . Kesimpulan yaitu pemberian bubuk kayu manis dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI TABLET BESI DAN ASAM FOLAT TERHADAP PERUBAHAN RED CELL DISTRIBUTION WIDTH PADA IBU HAMIL YANG ANEMIA Silvi Zaimy; Arni Amir; Nur Indrawaty Lipoeto
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.903 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v9i2.233

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi yang sering terjadi pada ibu hamil. Anemia pada ibu hamil sangat terkait dengan mortalitas dan morbiditas pada ibu dan bayi. 40% kematian Ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan. Red Cell Distribution Width (RDW) merupakan salah satu parameter laboratorium yang digunakan untuk mendeteksi anemia defisiensi besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh pemberian terapi tablet besi dan asam folat terhadap perubahan Red Cell Distribution Width (RDW) pada ibu hamil yang anemia. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pendekatan pre test and post test control design yang dilaksanakan di Puskesmas Anak Air dan Puskesmas Alai. pada bulan Juni 2017-Juli 2018. Populasi adalah ibu hamil dengan anemia yang terdata mulai dari januari-april 2018. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu hamil anemia dengan pemberian terapi tablet besi dan 35 ibu hamil anemia dengan pemberian terapi tablet besi dan asam folat Pengamnilan sampel menggunakan teknik puposive sampling. Pemeriksaan kadar hemoglobin dan RDW menggunakan Hematology Analizer. Uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov (n>50). Analisis data komparatif menggunakan uji Paired sample t-Test dan Independence Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan rerata RDW setelah pemberian terapi pada kelompok terapi tablet besi (15,58%) lebih rendah dibandingkan sebelum pemberian  terapi (16,31 %) dengan nilai p= 0,00 (p<0,05). RerataRDW setelah pemberian terapi tablet besi dan asam folat  (15,19%) lebih rendah dibandingkan sebelum pemberian  terapi (16,20 %) dengan nilai p= 0,00 (p<0,05). Delta RDW pada kelompok pemberian terapi tablet besi dan asam folat lebih tinggi (1,03%) dibandingkan pada kelompok pemberian terapi tablet besi (0,77%). Terdapat perbedaan yang bermakna RDW sebelum dan setelah pemberian terapi tablet besi . Terdapat perbedaan bermakna RDW sebelum dan setelah pemberian terapi tablet besi dan asam folat. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna perubahan RDW setelah pemberian terapi antara kelompok terapi tablet besi dengan terapi tablet besi dan asam folat.Kata kunci: Anemia, Red Cell Distribution Width, tablet besi, asam folat
PENGETAHUAN, KETERAMPILAN, KESIAPAN DAN KEINGINAN BEKERJA DALAM SITUASI BENCANA PADA PERAWAT IGD Emil Huriani; Mery sepriani; Gusti Sumarsih
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.46 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v9i2.166

Abstract

Insiden kejadian bencana di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahun. Sumatera Barat menempati urutan ke-5 provinsi tertinggi kejadian bencana di Indonesia. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi keinginan perawat untuk tetap bekerja saat bencana di IGD salah satunya yaitu pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan yang dimiliki perawat tentang penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan perawat dengan keinginan untuk bekerja dalam situasi bencana di IGD RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini yaitu analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian ini adalah 35 orang perawat IGD. Instrumen penelitian adalah kuesioner DPET dan keinginan bekerja perawat. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square dengan batas kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara pengetahuan perawat dengan keinginan bekerja, adanya hubungan keterampilan perawat dengan keinginan bekerja, serta adanya hubungan antara kesiapan perawat dengan keinginan bekerja. Diharapkan perawat dapat terus meningkatkan upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan tentang penanggulangan bencana, supaya keinginan bekerja saat bencana bisa dipertahankan sehingga saat terjadi bencana rumah sakit tidak kekurangan tenaga perawat dan korban dapat ditolong sesegera mungkin. 
HUBUNGAN DIET PURIN DENGAN KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA GOUT ARTHRITIS Annita Annita; Sri Wahyuni Handayani
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.411 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v9i2.171

Abstract

Gout Arthritis adalah penyakit akibat kelainan metabolisme asam urat yang tinggi yang disebut hiperurisemia. Prevalensi Gout Arthritis di Indonesia 1,6-13,6 per seribu penduduk. Hiperurisemia disebabkan oleh produksi asam urat yang meningkat dan ekresi asam urat yang rendah. Diet purin adalah salah satu faktor yang menurunkan kadar asam urat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara diet purin dengan kadar asam urat pada penderita Gout Arthritis. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study yang dilakukan di Wilayah kerja Puskesmas Surian Kabupaten Solok. Populasi penelitian  adalah seluruh penderita Gout Arthritis di Wilayah kerja Puskesmas Surian Kabupaten Solok dan  sampel didapatkan dengan teknik Accidental Sampling sebanyak 41 responden. Data diolah dengan analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji statistik chi square (α=0,05). Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh (61,0%) responden memiliki kadar asam urat yang tinggi, lebih dari separuh (58,5%) responden memiliki diet purin yang tidak patuh. Terdapat hubungan yang signifikan antara diet purin dengan kadar asam urat (p =0,000).
PENERAPAN DO IT METHOD UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (STUDI KASUS DI PT. X) paulus sukapto
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.429 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v9i2.160

Abstract

Penelitian ini dilakukan di pabrik karet di Bandung yang memproduksi karpet berbahan dasar karet. Berdasarkan identifikasi, departemen yang memiliki kondisi bahaya yang besar adalah departemen Pressing dan Giling. Penyebab kecelakaan kerja adalah minimnya kesadaran para pekerja untuk menjalankan aturan-aturan K3. Behavioral Based Safety (BBS) adalah pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran K3 dengan mengubah perilaku tidak aman menjadi perilaku aman. Metode yang digunakan adalah DO IT method yang terdiri dari Define, Observe, Intervene, dan Test. Pada tahap Define ditentukan perilaku yang menjadi fokus penelitian, hasilnya program perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan komitmen pihak manajemen. Tahap Observe untuk mengamati perilaku yang sudah ditentukan, didapat skor awal percent safe behavior untuk program penggunaan APD departemen Giling sebesar 3,85% dan Pressing sebesar 3,33%. Skor visible safety leadership untuk komitmen pihak manajemen sebesar 33,33%. Selanjutnya tahap Intervene untuk memberikan perbaikan yaitu pemasangan safety sign, himbauan dari kepala shift, penyediaan masker dan himbauan pimpinan yang menghasilkan peningkatan skor setiap minggunya. Tahap selanjutnya adalah intervensi di-test efektivitasnya dengan percent safe behavior dan percent visible safety leadership. Hasil dari berbagai intervensi selama 4 minggu, di departemen Giling percent safe behavior meningkat menjadi 7,69%, di departemen Pressing skor akhir sebesar 11,11%. Skor akhir komitmen manajemen mengalami peningkatan menjadi 88,88%.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA DENGAN PERAWATAN POST OPERASI KATARAK DI POLI MATA RSUD PARIAMAN dini qurrata ayuni; Mechi Silvia Dora
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.196 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v9i2.207

Abstract

Kebutaan dan gangguan penglihatan merupakan masalah kesehatan masyarakat. Kebutaan karena katarak atau kekeruhan lensa mata merupakan masalah kesehatan global yang harus segera diatasi. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional study.Tujuan Penelitian mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap keluarga. rata-rata kunjungan post operasi katarak sebanyak 107 orang perbulannya. Untuk mengetahui dukungan keluarga dalam merawat pasien post operasi katarak tersebut dilakukan suatu metode dalam penelitian dengan penyebaran kuesioner dan wawancara terpimpin mengenai dukungan keluarga. Populasi dalam penelitian ini sebanyak rata-rata 150  kunjungan per bulan dan pengambilan sampel di lakukan dengan teknik accidental sampling yang berjumlah sebanyak 45 responden. Berdasarkan hasil di peroleh Sebagian besar responden berpengetahuan rendah tentang perawatan post operasi katarak (53,3%), Sebagian besar responden memiliki sikap negatif tentang perawatan post operasi katarak (51,1%), Sebagian besar responden tidak sesuai melakukan perawatan post operasi katarak (51,1%), terdapatnya hubungan yang bermakna antara Pengetahuan Keluarga dengan Perawatan Pasien Post Operasi Katarak di  Poli Mata RSUD Pariaman tahun 2018, terdapatnya hubungan yang bermakna antara Sikap Keluarga dengan Perawatan Pasien Post Operasi Katarak di  Poli Mata RSUD Pariaman tahun 2018.Terdapatnya hubungan antara Pengetahuan dan sikap Keluarga dengan Perawatan Pasien Post Operasi Katarak di RSUD Pariaman tahun 2018. Kepada responden hendaknya mencari tahu informasi tentang bagaimana perawatan yang di lakukan setelah post operasi katarak, agar responden dapat memberikan perawatan yang sesuai kepada keluarga mereka yang telah menjalani operasi katarak.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BUAYA dewi fransisca; suci syahril
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.27 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v9i2.214

Abstract

Berdasarkan data BKKBN, jumlah akseptor KB di Kecamatn Koto Tangah pada tahun 2016 sebanyak 18.691 orang.  Pengguna metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) sebanyak 4901 (24,2%), metode sederhana sebesar 902 (4,16%), non MKJP sebanyak 12.888 (71,64%). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemakaian Kontrasepsi Suntik. Jenis penelitian Survei Analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi seluruh akseptor KB suntik di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya yang berjumlah 405 orang dengan jumlah sampel 80 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara Non Random Sampling dengan teknik Purposive Sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Statistik Chi-Square. Hasil penelitian di dapatkan dari 80 responden, terdapat 68,8% responden menggunakan alat kontrasepsi suntik 3 bulan, responden berpengetahuan rendah 43,8%, responden bersikap negative 28,8% dan responden tidak didukung suami 40%. Uji statistic bermakna jika p<0,05. Hubungan tingkat pengetahuan dengan pemakaian kontrasepsi suntik; hubungan sikap dengan pemakaian kontrasepsi suntik; dan hubungan dukungan suami dengan pemakaian kontrasepsi suntik didapatkan nilai p-value = 0,027; 0,022; dan 0,027. Sebagian besar akseptor KB suntik berpengetahuan tinggi, sikap positif, dan mendapat dukungan dari suami. Terdapat hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dukungan suami dengan pemakaian kontrasepsi suntik.

Page 7 of 46 | Total Record : 453