cover
Contact Name
Faradila Hasan
Contact Email
Faradila Hasan
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.alsyirah@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah
ISSN : 16934202     EISSN : 25280368     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah, with registered number ISSN 1693-4202 (Print), ISSN 2528-0368 (Online) is a peer-reviewed journal published twice a year in June and December by Faculty of Sharia, State Islamic Institute of Religious Affairs (IAIN) Manado. Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah is a Communication Media between Sharia and Law Scholars (Law, Islamic Law, Sharia Economic Law and Social Society). Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah invites enthusiasts and experts in Islamic Law and Legal Sciences to write or disseminate research results relating to Sharia and Law issues.
Arjuna Subject : -
Articles 606 Documents
BEBERAPA UPAYA HUKUM BAGI HAKIM DALAM SIDANG PENGADILAN DALAM RANGKA PUTUSAN DAN PENETAPAN HUKUM YANG ADIL MENURUT SYARIAT ISLAM (PERSPEKTIF HADIS NABI SAW) M. Nasri Hamang
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 1, No 2 (2003)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v1i2.201

Abstract

Salah satu maksud utama syari'at Islam ialah terwujudnya keadilan dalam lalu lintas hukum umat manusia. Keadilan adalah hajat asasi tiap individu. Dalam mencapai kehidupan hukum adil itu. Hakim sebagai penegak hukum dituntut untuk melakukan berbagai upaya yang menjadi faktor penopang bagi tercapainya putusan dan penetapan hukum yang adil. Dalam tulisan ini, akan dilacak upaya-upaya hukum apa yang seharusnya dilakukan hakim dalam rangka mencapai putusan dan penetapan hukum yang adil.
Implementation of the Application of Multi Akad Murabahah and Rahn in the Mulia Metal Products in the Sharia Pawnshops City of Singkawang Islamic Law Perspective Zarul Arifin; Hatoli Hatoli
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v19i1.1190

Abstract

The juridical operation of any sharia-based financial institution must refer to the DSN-MUI fatwa, including the multi-contract issue or better known as a hybrid contract, where has mandated by Law No. 21 of 2008 concerning Islamic Banking Article 26 paragraph (2). Two multi-contracts are permitted by the DSN-MUI in the fatwa, namely Fatwa No. 71 of 2008 concerning Sale and Lease Back and Fatwa No. 72 Years. 2008 on Ijarah Sale and Back. However, PT. Pegadaian (Persero) Alianyang Singkawang Sharia Service Unit has carried out multiple contracts (murabahah and Rahn) since the last 6 (six) years on Murabahah Logam Mulia Abadi Investment (MULIA) products for non-cash Financing of gold. There is no fatwa from DSN- MUI, so that raises doubts about the guarantee of the quality of the product. So it is essential to study how the MULIA product contract system uses the murabahah and Rahn contracts from the perspective of sharia economic law. This research is descriptive qualitative research that deepens by conducting direct interviews with the parties involved in implementing multi-murabahah and Rahn contracts. This research completed in 2019. The sources of data in this study are the leadership and staff at the Singkawang sharia pawnshop, then customers who use multi-contract product services at the Singkawang sharia pawnshop. The results of the study concluded that the application of multi-murabahah and Rahn contracts on precious metal products at PT. Pegadaian (Persero) Alianyang Singkawang Sharia Service Unit, as stipulated in Law No. 21 of 2008 concerning sharia banking, has been implemented on this product. Therefore, in the view of sharia economic law, it is permissible and justified because the system refers to the DSN-MUI fatwa No. 92 of 2014 concerning Financing that accompanied by Rahn and becomes the basis for the use of multiple contracts.
URGENSI PERJANJIAN DALAM LALU LINTAS HUBUNGAN HUKUM PERDATA Rosdalina Bukido
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v6i1.242

Abstract

An agreement is an event of where a promising to another of where two the means is each promise to execute a thing. Execution of this agreement become purpose of people whe make an agreement, because of exactly with execution of the agreement, the party making it will be able to fulfill it’s the king be able to fulfill it’s requirement. Agreement is deed of real important law done by the parties in civil contractual terms before executing law deed. This thing is important is done for shake of creation of peacefulness and the parties justice. Agreement loads rights and obligations any kind of that must be done by the parties, so that if it is then day one them is default hance young referred to contents of agreement. Agreement gives protection of law the parties.
Agus Moh Najib's Thoughts on the Interconnection of Islamic Law and National Law Muhajir Muhajir; Ihda Shofiyatun Nisa'; Akhmad Munawar; Suud Sarim Karimullah
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v21i1.2321

Abstract

The number of controversies and debates about integrating Islamic law into the national legal system in Indonesia has led to many counter-productive perceptions, so progressive thinking is needed all parties can accept that. Therefore, this study examines the thoughts of Agus Moh Najib, a Muslim scholar, on integrating Islamic law into the national legal system to create a fair legal system by the demands of society and the state. Methodologically, this research uses a philosophical approach with library research and is also descriptive-analytical qualitative research. The results of this study state that Islamic Law and Indonesian law have several interrelationships and interconnections perspectives on Agus Moh Najib's. He provides recommendations that to maximise the interconnectivity of Islamic law to national law, the first step that needs to be taken is to redesign, reformulate and renovate the ushul fiqh building, which is the basis for the formation of Islamic law without having to tear it down by reviewing existing concepts and theories so that the role of ushul fiqh can be more optimal in developing Islamic legal science that contributes to the formation of laws and regulations in Indonesia. Then harmonisation is carried out between Islamic law and various legal sciences developed in Indonesia regarding subject matter and language. In other words, it is necessary to strive for the formation of the Islamic law that is in harmony with legal science in general based on the ideal moral norms of the core teachings of Islam and also considers the culture and empirical realities that exist in plural Indonesian society.
MAQASHID AL-SYARI’AH DAN RELEVANSINYA DALAM KONTEKS KEKINIAN Ridwan Jamal
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v8i1.34

Abstract

Salah satu kajian utama bidang ushul fiqh adalah tentang maqashid al-syari’ah, tujuan diturunkannya hukum. Kajian ini terfokus pada kebutuhan  pokok  yang  harus dimiliki oleh manusia. Kebutuhan tersebut yaitu kebutuhan primer, sekunder dan pelengkap, yang oleh Imam al-Ghazali disebut sebagai dharury, hajy dan tahsiny. Maqashid as-syari’ah adalah upaya “terjemahan“ kehendak  pembuat hukum (Allah) dan realitas kehidupan manusia. Dalam memahami dinamika hukum Islam yang berkaitan dengan maqashid yang mengandung kemaslahatan duniawi dan ukhrawi, secara hakiki kedua aspek itu tidak dapat dipisahkan dalam hukum Islam. Oleh karena itu dengan pemahaman maqashid al-syari’ah maka ijtihad dapat dikembangkan terutama dalam menghadapi berbagai permasalahan baru yang tidak disebutkan dalam nash untuk menjawab terhadap permasalahan hukum yang muncul dalam masyarakat
Minat Karyawan Dalam Pembiayaan Kepemilikan Kendaraan Bermotor Melalui Produk Amanah Nur Muhammad Lakdar Baluntu
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v12i2.333

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui minat karyawan dalam pembiayaan, dan apakah proses penerapannya telah sesuai dengan konsep ekonomi Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif studi kasus. Maka penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan, mendepenelitiankan atau melukiskan suatu keadaan, gejala atau kelompok tertentu secara terperinci. Dalam hal ini penelitian dimaksudkan untuk mendepenelitiankan bagaimana proses pembiayaan kendaraan bermotor. Sedangkan penelitian ini bersifat studi kasus, dalam hal ini ditujukan pada Cabang Pegadaian Syariah Istiqlal Manado. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pembiayaan di Pegadaian Syariah, dan untuk menganalisa dari sudut pandang hukum ekonomi Islam tentang produk amanah di Cabang Pegadaian Syariah Istiqlal Manado.  Kemudian yang berkaitan dengan kegunaan penelitian ini yakni bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan dan dipergunakan sebagai pertimbangan dan acuan bagi kalangan umat Islam dalam praktek pembiayaan kendaraan bermotor, lebih khusus lagi Cabang Pegadaian Syariah Manado dan nasabah yang menjadi objek penelitian tersebut. Selain itu, dengan penelitian ini secara tidak langsung menjadikan sebagai wahana sosialisasi tentang ekonomi Islam. Dalam aspek keilmuan, dan penelitian ini dapat memperkaya pengetahuan di bidang fiqih muamalah, khususnya dalam hal pembiayaan yang diajarkan oleh hukum Islam. Dari hasil penelitian mengenai mengenai produk Amanah di Pegadaian Syariah sudah sesuai dengan konsep ekonomi Islam karena penerapan pelaksanaan pembiayaan Amanah yang dilakukan oleh Pegadaian Syariah Istiqlal Manado di lihat dari rukun dan syarat sudah sesuai dengan konsep ekonomi Islam, yaitu ada pihak yang bertransaksi, objek perjanjian, persyaratan sederhana, prosedur mudah, akad secara tertulis, dan isi perjanjian ditentukan oleh kedua belah pihak serta tidak mengandung gharar, sampai berakhirnya perjanjian dilakukan berdasarkan kesepakatan antara kedua belah pihak yaitu nasabah dan pihak Pegadaian, dann juga perjanjian yang dilakukan antara kedua belah pihak dilandasi dengan ikatan hukum yang kuat.
MANIFESTASI AKUNTANSI SYARIAH DALAM ETIKA BISNIS ISLAM Ridwan Tabe
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v10i1.156

Abstract

Tulisan ini membahas tentang manifestasi akuntansi syariah dalam etika bisnisIslam, dengan berdasar pada konsep akuntansi syariah dan standar etika bisnisyang diatur dalam bisnis Islam, meskipun tidak membahas secara rinci tentangakuntansi syariah, namun dalam melihat keterpaduan antara konsep dan etikadapat diambil satu makna bahwa keduanya saling sejalan. Dimana konsepakuntansi syariah didasarkan pada pertanggungjawaban, keadilan, dankebenaran. Sedangkan etika bisnis merupakan penerapan tanggung jawab sosialyang mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil (fairness), jujur,dan bijaksana. Kemudian konsep dan etika tersebut bila dicermati surat Al-Baqarah ayat 282, Allah SWT memerintahkan untuk melakukan penulisan secarabenar atas segala transaksi yang pernah terjadi selama melakukan muamalah.Pada intinya ayat ini berkaitan dengan proses catat mencatat (akuntansi) dalamkegiatan bisnis dengan konsep accountability atau pertanggungjawaban,kejujuran, keadilan dan kebenaran.Melakukan kegiatan bisnis dengan etika Islamberarti menerapkan bagian akuntansi syariah.Kata Kunci: Konsep akuntansi syariah, etika bisnis Islam
TINJAUAN SADD DZARI’AH TERHADAP PROBLEMATIKA HUKUM MENIKAHI WANITA AHLI KITAB DALAM HUKUM POSITIF Nur Azizah
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v16i1.645

Abstract

Halal marriage as a category makruh marriage between Muslim men with women experts of the book. In addition, the legal status of different religious marriages in Indonesia still reap the polemic and does not strictly prohibit. For the occurrence of different religious weddings are still open gaps or opportunities of occurrence, including marriage of Muslim men with female scribes even among Muslim women with men of the book. So with the second law of origin that provides an opportunity for the marriage of the woman of the book with the Muslim man, the researcher uses a review of Sadd Dzari'ah where in origin the legal action may be prohibited by the concern because of the great potential of giving negative impact (mafsadat).Pernikahan halal sebagai kategori makruh pernikahan antara lelaki muslim dengan wanita ahli kitab. Selain itu, status hukum pernikahan beda agama di Indonesia masih menuai polemik dan tidak melarang secara tegas. Untuk terjadinya pernikahan beda agama masih terbuka celah atau peluang terjadinya, termasuk pula pernikahan pria muslim dengan wanita ahli kitab bahkan antara wanita Islam dengan pria ahli kitab. Maka dengan adanya kedua hukum asal yang memberikan peluang untuk terjadinya pernikahan wanita ahli kitab dengan pria muslim tersebut, peneliti menggunakan tinjauan Sadd Dzari’ah dimana pada asalnya susuatu tindakan hukumnya boleh menjadi terlarang dengan adanya kekhawatiran sebab berpotensi besar melahirkan dampak negatif (mafsadat).
SIRIK DAN WASILAH DALAM AL-QUR'AN Sebuah Kajian Syar'iyyah Berdasarkan Metode Tafsir Maudhu'i M. Nasri Hamang
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 1, No 1 (2003)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v1i1.189

Abstract

Syirik merupakan virus teologik yang paling berbahaya. Dalam al-Qur'an kata Syirik diitsbatkan sebagai sesesat-sesat kesesatan, sebesar-besar dosa besar dan seagung-agung kejaliman. Syirik dapat beraktual besar Syirik (al-Syirik al-Akbar), syirik kecil (al-Syirik al-Ashgar) dan syirik tersembunyi (al-Syirik al-Khafiy). Dalam aktualisasi keagamaan umat, seringkali seseorang melakukan berbagai bentuk amalan yang dipa-hami dan diyakininya sebagai wasilah yang bersifat dan bernilai ibadah, yang dapat mendekatkan diri kepada Tuhan Rabbul `Alamin, padahal sesungguh-nya tidak termasuk bentul wasilah yang diajarkan Islam dalam rangka taqarrub ilallah, bahkan boleh jadi tergolong sebuah tindakan syirik.
MAQASHID SYARI’AH AS A FILTER OF HOAX THROUGH AL-QURAN PERSPECTIVE Doli Witro
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v18i2.1133

Abstract

A report of the information from non-profit organization, Communication and Broadcasting Technology, namely the Indonesian Telematics Society (Mastel) in 2019, are based on the results of a survey. It is conducted with 34.60% respondents who receive hoax news every day. Not only to ordinary people, but hoaxes also has come to the educated circles. In Islamic shari'ah, all aspects of life are regulated based on the Al-Quran and Sunnah so that it creates benefit for its adherents and cannot be separated in delivering and receiving the news. Speaking through the benefits, it seems that, it has referred to the purpose of Islamic shari'ah, in which the language of religion is called maqashid syari'ah. This paper focuses on the hoax phenomenon on social media using maqashid syari'ah. This paper aims to further examine the maqashid syari'ah as a news filter on the internet. This study employs a qualitative research type of library research. The data obtained from books, journals, and articles related to maqashid syari'ah and hoaxes. After the data were obtained, the data were presented in a descriptive narrative and were analyzed by using analysis techniques, namely data reduction, data presentation, and data verification. The results show that the five divisions of maqashid syari'ah are able to answer religious previous and contemporary problems of hoaxes. Meanwhile, Maqashid syari'ah can be employed as a filter for every news broadcasted and accepted by the community.