cover
Contact Name
Muchamad Suradji
Contact Email
jurnaldarelilmi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaldarelilmi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora
ISSN : 23033487     EISSN : 25500953     DOI : -
Core Subject : Education,
DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Terbit pada bulan April dan Oktober setiap tahun. DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora memuat kajian-kajian ilmiah tentang pemikiran dalam bidang Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
EFEKTIVITAS METODE AL–MIFTAH LIL ULUM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA KITAB KUNING SANTRI DI PONDOK PESANTREN MATHOLI’UL ANWAR LAMONGAN Zainul Hakim
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v8i2.2819

Abstract

Membaca kitab klasik/ kitab kuning adalah proyek terbesar bagi seorang santri di samping peningkatan kualitas akhlak. Ponpes Matholi‟ul Anwar menyadari bahwa membaca kitab bukanlah hal instan yang bisa diperoleh dengan mudah dan dalam waktu yang singkat. Ponpes Matholi‟ul Anwar mengadopsi metode cepat baca kitab al Miftah sebagai salah satu syarat awal bagi santri keagamaan untuk bisa melanjutkan pendidikannya di Ponpes Matholi‟ul Anwar. Diharapkan dengan metode ini, siswa mampu menguasai baca kitab dengan waktu yang relatif lebih singkat. Metode yang dipakai dalam penelitian ini meliputi pertama, observasi, diharapkan peneliti mampu memperoleh gambaran yang sebenarnya tentang berjalannya program. Kedua, wawancara, diharapkan dengan metode ini peneliti mampu memperoleh data yang lebih akurat dan bisa dipertanggungjawabkan mengenai jalannya kegiatan. Ketiga, dokumentasi, metode ini diharapkan mampu menjadi penguat dan bukti otentik tentang berjalannya penelitian. Penggunaan Program al Miftah di ponpes Matholi‟ul Anwar diikuti oleh 48 perserta yang terdiri dari 14 santri putra dan 34 santri putri. Program ini mengadakan dua evaluasi, yakni evaluasi guru dan evaluasi siswa. Ada beberapa hambatan yang dialami, baik oleh guru maupun santri. Hambatan yang dialami santri diantaranya adalah kesulitan membaca pegon dan kesulitan memahami materi secara khusus serta anak mengalami kejenuhan. Sedangkan hambatan yang dialami guru adalah kesulitan memahami kemampuan santri, Kesulitan mengendalikan kelas dan Kesulitan memotivasi. Secara umum, kesemua hambatan dapat dilalui karena tiap usai KBM, para guru melakukan evaluasi. Program al Miftah di Ponpes Matholi‟ul Anwar berjalan sesuai target, yakni mayoritas para santri mampu menyelesaikannya Sebelum Waktu yang diberikan usia yakni dua bulan dari batasan enam bulan.
DIGITAL FATIGUE BAGI KESEHATAN FISIK DAN MENTAL (Studi Fenomenologi pada Guru di Kabupaten Lamongan) Mufidatul Munawaroh
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v8i2.2827

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti dalam melihat fenomena adanya pandemic covid 19 yang terjadi di dunia ini khususnya Negara Indonesia. Pandemicovid-19 mengharuskan masyarakat stay at home. Wrok from home, school from home dan kegiatan lainnya termasuk juga kegiatan untuk mengisi waktu luang dilakukan dengan berselancar di internet. Mengakses konten-konten yang sifatnya mendukung pekerjaan maupun untuk mengisi kesenangan saja. Tidak jarang berkutat dengan media digital dari pagi hingga malam. Intensitas berselancar dalam jejaring virtual dan terlalu lama berselancar di internet dapat meningkatkan risiko digital fatigue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak digital fatigue bagi kesehatan fisik dan mental guru di Lamongan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi fenomenologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa digital fatigue memberikan dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental guru di Lamongan yaitu lelah, malas bergerak, pusing atau migrain, otot dan sendi terasa nyeri, mata jadi lebih sensitif terhadap cahaya, pola tidur berubah, muncul gangguan suasana hati (mood), sulit berkonsentrasi dan mudah lupa, jenuh, bosan, mudah marah, lebih sensitif, cemashingga depresi.
LATAR BELAKANG ULAMA MENGADAKAN PENELITIAN SANAD HADIST (STUDI SEJARAH PASCA TADWIN HADIST) Muh Makhrus Ali Ridho
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v8i2.2848

Abstract

Hadist atau sunnah Nabi Muhammad merupakan sumber ajaran Islam, Orang yang menolak hadist sebagai salah satu sumber ajaran Islam berarti orang itu menolak petunjuk al-Qur’an. Hadist yang berkembang pada zaman Nabi lebih banyak berlangsung secara hafalan daripada secara tulisan. Hal itu berakibat bahwa dokumentasi hadist Nabi secara tertulis belum mencakup seluruh hadist yang ada.Diantara penyebab terjadinya pemalsuan hadist ialah perselisihan politik dalam soal khilafat, golongan zandaqah, ashabiyah (fanatisme kelompok), untuk menarik minat pendengar, maka para pendongeng membuat kisah-kisah yang menakjubkan, perselisihan paham dalam masalah fiqih dan kalam, untuk mendekati kepada para penguasa. Latarbelakang penyebab ulama’ mengadakan penelitian hadist ialah hadistsebagai salah satu sumber ajaran Islam, tidak seluruh hadist tertulis pada masa Nabi, munculnya pemalsuan hadist, proses penghimpun (Tadwin) hadist yang memakan waktu lama, jumlah kitab hadist yang banyak dengan metode penyusunan yang beragam, telah terjadi periwayatan hadist secara makna.
DESAIN PEMBELAJARAN TAHFIDZ AL-QURAN DI SMP TERBUKA PONDOK PESANTREN ‘ROUDLOTUL MUTA’ALLIMIN WONOSALAM’ DESA WANAR KECAMATAN PUCUK KABUPATEN LAMONGAN Mokhamad Ali Musyaffa
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v8i2.2849

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui dan mengkaji perencanaan desain pembelajaran tahfidz al-Quran di SMP Terbuka Pondok Pesantren Roudlotul Muta'allimin Wonosalam Wanar-Pucuk-Lamongan. (2) Mengetahui dan mengkaji pelaksanaan desain pembelajaran tahfidz al-Quran di SMP Terbuka Pondok Pesantren Roudlotul Muta'allimin Wonosalam Wanar-Pucuk-Lamongan. (3) Mengetahui dan mengkaji evaluasi desain pembelajaran tahfidz al-Quran di SMP Terbuka Pondok Pesantren Roudlotul Muta'allimin Wonosalam Wanar-Pucuk-Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data peneliti menggunakan teknik analisis data menurut miles dan hubermen yaitu dengan proses pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga SMP Terbuka Pondok Pesantren Roudlotul Muta'allimin Wonosalam Wanar-Pucuk-Lamongan telah mengupayakan untuk mengevaluasi rangkaian kegiatan menghafal al-Quran yang mentargetkan lulusan SMP bisa hafal minimal 6 juz dari al-Quran dengan menerapkan metode wahdah dan juz’i yaitu dengan cara mengulang - ulang bacaan per ayat dan menghafal secara berangsur-angsur atau sebagian demi sebagian kemudian menggabungkannya antara bagian yang satu dengan bagian yang lain dalam satu kesatuan materi yang dihafal.
KONSEP SYAFAAT DALAM ISLAM Telaah Kritis atas Hadits Nabi Tentang Syafaat di Hari Kiamat Mahbub Junaidi
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v8i2.2860

Abstract

Kepercayaan terhadap hari akhirat merupakan salah satu rukun Islam. Dalam agama samawi terakhir ini, ajaran tentang kehidupan akhirat merupakan salah unsur utama, karena di dalamnya menyangkut pembalasan akan surga dan neraka. Artinya, bahwa di akhirat akan ada kehidupan kedua setelah manusia menjalani kehidupan di dunia ini sebagai kehidupan pertama dan terbatas. Kehidupan akhirat akan berhubungan dengan surga dan neraka, dimana keadaan setiap manusia di sana akan ditentukan bagaimana kehidupannya di dunia. Perhitungan amal akan dilakukan untuk memberi ganjaran atas amal manusia selama hidup di dunia. Amalam kebaikan akan dibalas kebaikan/surga dan keburukan akan diganjar dengan keburukan/neraka. Di antara pembahasan hisab/perhitungan amal manusia yang berakhir pada pembalasan surga atau neraka tersebut terdapat aspek lain yang menarik yaitu konsep syafaat. Syafaat sendiri secara sederhana dapat diartikan sebagai pertolongan di hari kiamat. Pada saat itulah kasih sayang Allah Swt kepada hamba-hamba-Nya nampak nyata. Kepada orang beriman yang taat, Allah memberikan balasan kenikmatan berupa surga sedangkan bagi orang beriman yang banyak melakukan dosa masih diberi pertolongan Allah berupa syafaat melalui hamba-hamba pilihanNya yang diberikan hak kepada mereka khususmya Nabi Muhammad Saw. Beberapa kelompok dalam Islam pun berbeda pendapat tentang syafaat.sebagian kelompok menilak konsep syafaat dan sebagian lain, khususnya ahlussunnah wal jama’ah menerima dan meyakini adanya syafaat. Tulisan ini akan membaca term syafaat presektif hadits dengan beberapa analisis di dalamnya.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA QS. AL-AN’AM AYAT 151 DAN IMPLEMENTASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH Khotimatus Sholikhah
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v8i2.2868

Abstract

Pendidikan adalah gejala universal pada manusia yang di dalamnya terdapat nilai-nilai untuk diintegrasikan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Dalam ajaran Islam mengandung beberapa ajaran yang mengatur segala sesuatu antara hubungan manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan sesama manusia. Salah satu tujuan pendidikan Islam adalah membina manusia secara pribadi maupun sosial sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya. Pendidikan sangat dibutuhkan untuk anak-anak demi keberlangsungan hidup. Hal ini menjadikan para pakar pendidikan terus memperbaruhi kualitasnya agar terus dapat memperbaiki karakter individu. Pendidikan karakter harus mampu diimplementasikan oleh pendidik untuk peserta didik, tidak hanya sebatas wacana saja. Akan tetapi harus disikapi secara serius oleh pemerintah dan masyarakat sebagai jawaban dari tantangan globalisasi yang sudah mendunia. Pada QS. Al-An’am ayat 151 telah banyak dijelaskan nilai-nilai pendidikan karakter yang harus dibentuk pada diri seseorang seperti sikap religius, sikap kasih sayang dan sikap cinta damai. Jika hal ini mendapat perhatian serius dari semua pihak maka akan mudah menumbuhkan karakter sesuai dengan ajaran Islam yang telah tertulis pada Al-Qur’an. Dan terhadap implementasinya, pendidik harus mampu mengupgrade model dan strategi pembelajaran yang digunakan, seperti pembelajaran contextual teaching and learning.
PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP Ifnaldi Ifnaldi
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v8i2.2911

Abstract

Pendidikan kecakapan hidup merupakan kecakapan-kecakapan yang secara praksis dapat membekali peserta didik dalam mengatasi berbagai macam persoalan hidup dan kehidupan. Kecakapan itu menyangkut aspek pengetahuan, sikap yang didalamnya termasuk fisik dan mental, serta kecakapan kejuruan yang berkaitan dengan pengembangan akhlak peserta didik sehingga mampu menghadapi tuntutan dan tantangan hidup dalam kehidupan. Tujuan pendidikan kecakapan hidup adalah untuk meningkatkan kecakapan seseorang untuk melaksanakan hidup dan kehidupannya secara tepat guna dan berdaya guna.
HAKIKAT TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI Mokhamad Ali Musyaffa'; Abd Haris
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 9 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v9i1.3033

Abstract

Pendidikan sebagai upaya untuk membangun sumber daya manusia memerlukan wawasan yang sangat luas. karena pendidikan menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia baik dalam pemikiran maupun dalam pengalamannya. Oleh karena itu, pembahasan pendidikan tidak cukup berdasarkan pengalaman saja, melainkan dibutuhkan suatu pemikiran yang luas dan mendalam. Salah satunya adalah Imam Al-Ghazali merupakan seorang pemikir besar, sufi dan praktisi pendidikan di dunia Islam. Dalam kajian ini akan dijelaskan tentang hakikat tujuan pendidikan Islam menurut Imam Al-Ghazali. Penelitian ini merupakan penelitian literatur dengan mengkaji tentang hakikat tujuan pendidikan Islam Perspektif Imam Al-Ghazali. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa; taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah adalah tujuan pendidikan Islam yang terpenting. Menguasai ilmu bagi Imam Al-Ghazali adalah sebagai media untuk taqarrub kepada Allah dimana tak satupun bisa sampai kepadanya tanpa ilmu.
REVOLUSI MENTAL PERSPEKTIF HAMKA DALAM TAFSIR AL-AZHAR Salamah Noorhidayati; Muhammad Afifatur Rohman
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 9 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v9i1.3055

Abstract

Artikel ini membahas tentang pemaknaan ayat-ayat al-Qur’an dan korelasinya degan isu revolusi mental sebagai diskursus tertentu dapat dikaji secara tematis. Bagi setiap muslim, al-Qur’an diyakini sebagai kitab suci yang di dalamnya memuatproblem solving atas berbagai permasalahan sosial, termasuk yang berkaitan dengan revolusi mental Qur’ani. Pertautan teori revolusi mental dalam penafsiran Hamka dapat ditemukan dalam tafsir al-Azhar, dengan begitu revolusi mental dapat dengan mudah dipahami dan diaktualisasikan umat Islam Indonesia.Beberapa ayat al-Qur’an yang memuat informasi revolusi mental akan dibahas disini berikut serta penjelasannya. Dengan begitu revolusi mental yang termuat dalam al-Quran secara tematis diantaranya; integritas, etos kerja dan gotong royong.
PENDEKATAN-PENDEKATAN DALAM STUDI ISLAM Muhammad Toif Chasani
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 9 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v9i1.3056

Abstract

Permasalahan utama dalam studi Islam adalah tentang bagaimana mendefinisikan Islam. Menurut Charles J Adams, permasalahan ini muncul karena Islam adalah fenomena keagamaan yang selalu berkembang dan berubah. Karena itu Adam tidak menghendaki adanya definisi tunggal tentang Islam yang disepakati secara universal (essentialist definition). Adams membagi fenomena keberagamaan menjadi dua aspek yaitu faith yaitu pengalaman batin pemeluk agama, dan tradition yaitu prilaku pemeluk agama yang tampak dari luar. Adams mengklasifikasi pendekatan dalam studi Islam menjadi dua. Pertama, pendekatan Normatif yang mengusung kepentingan peneliti, dan kedua, pendekatan Deskriptif yang lebih netral dan memaparkan agama apa adanya. Adams menyarankan digunakannya Ilmu-Ilmu sosial dalam studi agama. Karena agama merupakan fenomena sosial yang dapat di obeservasi dengan pendekatan ilmu-ilmu sosial.