cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : 24769703     EISSN : 24769703     DOI : -
Core Subject : Education,
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah has electronic ISSN 2476-9703. It is national journal published two times a year (October & April) by the Faculty of Islamic Study & Unit Publication and Management Journal of Islamic University of Kalimantan MAB Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
Studi Komparasi Keterampilan Sosial antara Siswa Sekolah Dasar yang Menggunakan Sistem Full Day dan Reguler Barsihanor Barsihanor; Abdul Hafiz
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 2, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.779 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v2i1.744

Abstract

IndonesiaPendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara nyata tingkat keterampilan sosial anak yang sekolah di SD full day dan SD regular dan perbandingan di antara mereka. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis komparatif. Adapun sumber data atau responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDIT Nurul Fikri Banjarmasin dan SDN Teluk Tiram 2. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan angket. Setelah data terkumpul dilakukan analisis data menggunakan rumus prosentase dan uji beda independent sample t-tes. Hasil:  Keterampilan sosial siswa Sekolah Dsar yang menggunakan system full day adalah: 19,2% berkategori sangat rendah, 42.3% berkategori rendah, 26,9% sedang, 7,6% tinggi dan 3,8% berkategori sangat tinggi. Sedangkan keterampilan sosial siswa Sekolah Dasar regular adalah: 11,5% berkategori sangat rendah, 30.7% berkategori rendah, 26,9% sedang, 26,9% tinggi dan 3,8% berkategori sangat tinggi. Hasil uji independent sampel t-test memperoleh nilai t-hitung sebesar 4,748 dengan probabilitas (sig.) 0,000. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan sosial anak yang sekolah di SD full day dan SD Reguler.  Nilai rata-rata keterampilan sosial siswa SD yang menggunakan sistem full day school adalah 131,62 dan siswa SD regular adalah 122,96. Selisih keduanya adalah: 8,66. EnglishIntoduction: This study aims to determine the differences between social skills of children in full day elementary school and regular elementary school. Method: This study uses a quantitative approach and  is a comparative research type. The source of the data or the respondents in this study are students of class V in SDIT Nurul Fikri Banjarmasin and SDN Teluk Tiram 2. The data collection techniques are observation, documentation, and questionnaire. Data was analyzed using percentage dan formula of different-test independent sample t-test. Result:  Social skills of elementary school using full day system are: 19,2% are very low, 42.3% are low, 26,9% are moderate, 7,6% are high, and 3,8% are very high. Result of social skills in reguler elementary school children are: 11,5% are very low, 30.7% are low, 26,9% are moderate, 26,9% are high, and 3,8%) are very high. The result of t-count of t-tet independent is 4,748 with probability of (sig.) 0,000. There are differences  on social skills between student of elementary school full day and student of elementary school regular.  The average value of social skills of students in elementary school using a full day system is 131.62 and in regular system is 122.96. Their differences is 8.66.
Kuttab sebagai Potret Pendidikan Dasar Periode Klasik Hamdan Husein Batubara; Dessy Noor Ariani
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.527 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v1i2.388

Abstract

                                               Indonesia:Pendahuluan: Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang Kuttab sebagai potret pendidikan Islam periode klasik, yaitu sejak zaman Rasulullah hingga kota Baghdad dihancurkan oleh Hulago Khan (650 M-1250 M). Metode: Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan cara menelusuri berbagai sumber referensi secara kritis untuk mendapatkan data yang utuh dan dapat dipercayai. Hasil: Kuttab adalah lembaga pendidikan dasar yang pertama dalam dunia Islam. Tempat pendidikan Kuttab berawal dari rumah-rumah seorang guru, lalu beralih ke pekarangan mesjid dan mendirikan bangunan tersendiri. Materi pelajaran di Kuttab pada mulanya adalah pelajaran membaca dan menulis menggunakan puisi-puisi Arab yang baik maknanya, Lalu ditambah dengan pelajaran membaca dan menghafal Alquran serta menguasai pokok-pokok ajaran agama Islam. Pada abad ke-8 masehi, ilmu pengetahuan umum pun diajarkan di Kuttab disamping ilmu agama. Pendidikan Kuttab terlihat cukup demokratis dengan memberikan perlakuan yang sama pada pelajar laki-laki dan perempuan. Pada masa dinasti Abbasiyah, peserta didik memiliki kesempatan untuk memilih materi pelajaran pilihan yang disenanginya. Hubungan guru dan peserta didik di Kuttab adalah seperti hubungan orang tua dengan anak kandungnya sendiri. Mereka mengajar dengan berbagai metode (seperti metode ceramah, dikte, membaca, diskusi, simulasi, dll) dan pendekatan yang tradisional dan kontekstual. EnglishIntroduction:  This article aims to discuss Kuttab as a portrait of  Islamic education in the classical period, ie since the Prophet Muhammad SAW. lived up to the Baghdad was destroyed by Hulago Khan (650 M-1250 M). Methods: This study used literature review by tracking various reference to get the data valid and reliable. Results: Kuttab is  the first elementary school education in the Islamic world. Kuttab education was placed at  the teacher home, and then move on to the courtyard mosque and built a separate building.  Subject matter of Kuttab in the beginning was learning to read and write using the Arabic poems were well meaning, and then the subject was added with reading and memorizing the Qur'an and mastering the principal of Islam. In the 8th century Masehi, general sciences were taught in Kuttab besides the Islamic sciences. Kuttab education looks democratic to give the same treatment to the male students and female. At the time of the Abbasid dynasty, students have the opportunity to choose a subject matter. The relationship between teachers and learners in Kuttab is like a parent with their child. They were taught by various methods (such as  discourse, dictation, reading, discussions, simulations, etc.) used traditional and  contextual approach.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SCRAPBOOK BERBASIS KONTEKS BUDAYA BANTEN PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI SEKOLAH DASAR Ida Rosihah; Aan Subhan Pamungkas
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 4, No 1 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.282 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v4i1.1405

Abstract

Indonesia: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa scrapbook bagi siswa kelas III di Sekolah Dasar dan untuk mengetahui respon siswa kelas III setelah proses pembelajaran dengan menggunakan scrapbook. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan meliputi 3 tahap yaitu, tahap pendefinisian (define), tahap perencanaan (design), dan tahap pengembangan (develop). Media pembelajaran Scrapbook ini dilakukan uji validasi ahli yang dilakukan oleh ahli materi, ahli bahasa, ahli media. Setelah dilakukan uji coba validasi oleh tim ahli, selanjutnya dilakukan uji coba produk dengan subjek penelitian yaitu peserta didik kelas III A SD Negeri Banjar Agung 4, dengan jumlah responden sebanyak 19 siswa. Hasil uji ahli materi menunjukan bahwa media pembelajaran Scrapbook memperoleh nilai 95% masuk pada kriteria sangat layak. Hasil uji ahli bahasa menunjukan bahwa media pembelajaran Scrapbook memperoleh nilai 91% masuk pada kriteria sangat layak. Hasil uji ahli media menunjukan bahwa media pembelajaran Scrapbook memperoleh nilai 88,18% masuk pada kriteria sangat layak. Hasil uji coba produk yaitu untuk mengetahui respon siswa memeperoleh nilai sebesar 91,55% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media Scrapbook berbasis konteks budaya banten yang dikembangkan pada peserta didik kelas III SD Negeri Banjar Agung 4 sangat layak digunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Pada materi lingkungan alam dan buatan. Kata Kunci: Media Pembelajaran; Scrapbook; Budaya Banten; Ilmu Pengetahuan Sosial; Sekolah Dasar THE DEVELOPMENT OF SCRAPBOOK LEARNING MEDIA BASED ON BANTEN CULTURE CONTEXT ON SOCIAL SCIENCE IN PRIMARY EDUCATION English: This study aims to develop learning media in the form of scrapbook for third grade students in primary schools and their response to the media. This research method is development that includes the stages: define, design, and develop. To find out its feasibility, an expert on material, language and media is assessed. After validation, product testing was conducted with research subjects, namely class III students as many as 19 students. The expert test results show that the learning media of Scrapbook belongs to the very feasible category. The product test results aims to know student’s response obtained a score of 91.55% with a very good category. Based on the results of the study, it can be concluded that Scrapbook media based on the context of banten culture developed in third grade elementary school students is very feasible to be used in the learning of Social Sciences (IPS) on natural and artificial environmental material. Keywords: Learning Media; Scrapbook; Banten Culture; Social Science; Elementary School
HUBUNGAN BERPIKIR KRITIS DAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN KEMAMPUAN MENULIS ARGUMENTASI Tutus Rani Arifa
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 4, No 1 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.102 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v4i1.1427

Abstract

Indonesia: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: hubungan antara berpikir kritis dan pemahaman bacaan dengan kemampuan menulis argumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa SDN 03, 04, 05, 07, 08 Kota Banyumudal Pemalang. Instrumen yang digunakan adalah tes esai dan rubrik keterampilan menulis argumentasi. Data penelitian dianalisis dengan teknik korelasi sederhana. Hasil penelitian menemukan bahwa: 1) berpikir kritis memiliki hubungan positif dengan hasil kemampuan menulis argumentasi dengan nilai r=0,421, koefesien determinasi 0,1772, dan peresamaan regresi Ŷ=15,106 + 0,114x1  2) membaca pemahaman memiliki hubungan positif dengan kemampuan menulis argumentasi dengan nilai r=0,439, koefesien determinasi 0,1927, dan persamaan regresi Ŷ=13,18+0,516X2, 3) berpikir kritis dan membaca pemahaman secara bersama-sama berhubungan positif dengan kemampuan menulis argumentasi dengan r=0,559, koefesien determinasi 0,3124, dan persamaan regresi ganda Ŷ=4,428+0,096X1+0,445X2. Kesimpulan  penelitian ini adalah berpikir kritis memberikan kontribusi yang lebih besar kepada kemampuan menulis argumen dibandingkan dengan pemahaman bacaan.Kata Kunci: keterampilan menulis argumentasi; berpikir kritis; membaca pemahaman; siswa Sekolah Dasar THE RELATIONSHIP OF CRITICAL THINKING AND READING COMPREHENSION TOWARD ARGUMENTATIVE WRITING ABILITY English: The aims of this study was to determine the relationship of critical thinking and reading comprehension toward the argumentative writing ability. The subjects of this study were students of SDN 03, 04, 05, 07 08 Banyumudal City Pemalang. The instrument used is essay test and rubric of argumentation writing skills. Research data were analyzed with simple correlation techniques. The results of the study found that: 1) critical thinking has a positive relationship with the results of the ability to write arguments with a value of r = 0.421, the determination coefficient 0.1772, and the regression equation Ŷ = 15.106 + 0.114x1 2) reading comprehension has a positive relationship with the ability to write arguments with the value of r = 0.439, the determination coefficient of 0.1927, and the regression equation Ŷ = 13.18 + 0.516X2, 3) critical thinking and reading comprehension together are positively related to the ability to write arguments with r = 0.559, the determination coefficient of 0.3124 , and the multiple regression equation Ŷ = 4,428 + 0,096X1 + 0,445X2. The conclusion of this study is that critical thinking contributes more to the ability to write arguments compared to reading comprehension.Keywords: argumentation writing skills; critical thinking; reading comprehension; Elementary School students
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN DAYA RETENSI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Yudha Adrian; Sa'adah Erliani
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 4, No 1 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.066 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v4i1.1408

Abstract

Indonesia: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif STAD terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas V Sekolah Dasar; 2) mengetahui efektivitas model pembelajaran koooperatif STAD terhadap retensi siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini menerapkan pendekatan Quantitatif, dengan metode Non Equivalent Kontrol Group Design. Subjek penelitian berjumlah 52 orang siswa kelas 5 SDN Kelayan Barat. Penelitian ini terdiri atas dua kelas: 1) kelas eksperimen menerapkan model pembelajaran kooperatif STAD; 2) kelas kontrol menerapkan pembelajaran konvesional. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda berjumlah 30 item. Analisis data penelitian ini menggunakan uji t independent berbantuan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif efektif memberikan pengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas V Sekolah Dasar dan daya retensi siswa. Hal ini ditunjukkan melalui hasil analisis uji t independent posttest 1 menggunakan uji t independent menunjukkan nilai t hitung -3,73 dengan nilai signifikansi. 0,00 < 0,05 sehingga H0 ditolak. Selajutnya, analisis data posttest 2 menggunakan uji t independent menunjukkan nilai t hitung -3,65 dengan nilai signifikansi. 0,001 < 0,05 sehingga H0 ditolak. Prosentase penurunan daya retensi siswa kelas eksperimen sebesar 3 %, sedangkan penurunan daya retensi siswa kelas kontrol sebesar 5,1%.  Selisih penurunan daya retensi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 2,1%. Dengan demikian, kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol dalam mempertahankan daya retensi.Kata Kunci: pembelajaran kooperatif; STAD; hasil belajar kognitif; daya retensi THE EFFECTIVENESS OF COOPERATIVE LEARNING STAD TOWARD STUDENTS’ OUTCOME AND RETENTION OF GRADE 5TH ELEMENTARY SCHOOL  English: The aims of this study are to: 1) find out effectiveness cooperative learning STAD toward grade 5th students’ outcome; 2) find out effectiveness cooperative learning STAD toward student’s retention. This study implemented Quantitative study in non-equivalent control group design. Subject of study are 52 students of 5th grade in SDN Kelayan Barat. This study consist of two group. First group is experimental class. Second group is control class. In experimental class implemented cooperative learning STAD. In control class implemented traditional learning. Instument of study is multiple-choices test that is consist of 30 items. Data of study analized by independent t test on SPSS 20. Findings of study were showed that cooperative learning STAD more effective toward student’s outcome and retention. Statistic analiysis of posttest 1 showed that t value -3,73 or  p.value 0,00 < 0,05, so H0 is rejected. Then, statistic analiysis of posttest 2 showed that t value -3,65 or  p.value 0,001 < 0,05, so H0 is rejected.  The retention of experimental class was decreased about 3%, whereas control class was decreased about 5,1%. It means that experimental class was better to keep after memories than control class.           Keywords: cooperative learning; STAD; students’ outcome; students’ retention
IMPLEMENTASI MODEL EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA SEKOLAH DASAR Yeni Jayanti; Vina Anggia Nastitie Ariawan
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 4, No 1 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.916 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v4i1.1442

Abstract

Indonesia: Menumbuhkan kesenangan menulis terhadap siswa dapat dilakukan dengan memberikan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristiknya. Siswa sekolah dasar pada umumnya senang dengan pembelajaran yang melibatkan dirinya. Pembelajaran yang melibatkan siswa akan membentuk pengalaman bagi siswa itu sendiri. Namun, kenyataan di lapangan masih banyak siswa sekolah dasar memiliki keterampilan menulis yang rendah khususnya menulis karangan narasi. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa sekolah dasar melalui implementasi model experiential learning. Penelitian tindakan kelas kolaboratif terpilih sebagai metode penelitian dengan siswa kelas IV sebagai subjeknya. Penelitian ini berlokasi di salah satu sekolah dasar Desa Selang Kecamatan Kebumen. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan tes. Sementara itu, analisis tematik digunakan sebagai teknik analisis data penelitian sedangkan triangulasi merupakan teknik untuk memvaliditas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model experiential learning dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa sekolah dasar.Kata Kunci: experiential learning; keterampilan menulis; narasi; siswa sekolah dasar IMPLEMENTING EXPERIENTIAL LEARNING MODEL TO IMPROVE NARRATIVE WRITING SKILL OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS English: Developing writing interest to the students can be done by providing learning that is appropriate to their characteristics. Generally, elementary school students are enjoying  the learning which involves themselves. Learning that involves students will build their experiences. However, the reality  in the field there are still many elementary school students who have low writing skill especially on narrative writng skill. Consequently, this research aims to improve narrative writing skill of elementary school students by implementing experiential learning model. Collaborative action research was selected as research method within fourth grade students as its subjects. This research located at one of elementary school in Selang Village, Kebumen Sub-District. This research collected data by observation, interview, and test. On the other hand, thematic analysis is used as technique of analysis data meanwhile triangulation employed as technique of validating data. Research outcome shows experiential learning model can enhance narrative writing skill of elementary school students. Keywords: experiential learning; writing skill; narrative; elementary school students
PENGEMBANGAN PERMAINAN TRADISIONAL BOI-BOIAN DALAM MENANAMKAN POLA PIKIR SAINS ANAK SEKOLAH DASAR Efi Tri Astuti
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 4, No 1 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1464.961 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v4i1.1272

Abstract

Indonesia: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tahapan dan hasil penerapan pengembangan strategi pembelajaran permainan tradisional boi-boian dalam menanamkan pola pikir sains anak sekolah dasar.Desain pengembangan yang diterapkan peneliti adalah desain research and development yang dikembangkan oleh R. Walter Gall, JP. Gall dan WR. Borg. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan: strategi pembelajaran yang dipilih guru lebih menekankan pada metode ceramah, dikte dan hafalan sehingga belum mampu menanamkan pola pikir sains secara maksimal. Pola pikir peserta didik cenderung pasif; Guru belum pernah menerapkan strategi pembelajaran kooperatif; Pengujian perbedaan hasil evaluasi penggunaan strategi dengan independent sample t-test menunjukkan hasil bahwa terdapat perbedaan nilai yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen, yaitu dengan nilai t hitung > dari pada t tabel (2,226> 2,015) dan P value (0,03 < 0,05) dengan rata-rata nilai kelas kontrol dan kelas eksperimen (78.96 < 82.57), serta dinyatakan lebih aktif dalam hal mengamati, menanya, berargumen, mendengarkan dan kepercayaan diri. Kata Kunci: strategi; permainan boi-boian; pola pikir sains; sekolah dasar DEVELOPING TRADITIONAL GAME OF BOI-BOIAN TO IMPLANT SCIENTIFIC THINKING IN CHILDREN OF ELEMENTARY SCHOOL English: This research doing aimed to know the developing stage and the result of implementing the development traditional game boi-boian as an strategy to implant scientific thinking in children of elementary school. The implementation design from the researcher here is research and development version Borg and Gall consists of 10 stages. Analysis result needed from teachers and students shows that: teaching strategies selected more emphasis on lecturing, dictation and memorization methods,so as not to be able to implant the scientific thinking to the fullest. Mindset learners tend to be passive, the teacher never implemented cooperative learning strategie. The calculation using independent sample t-test shows the result that there is significant difference of the value between the control class and the experiment class, that is the t-count is greater than t-table (2,226> 2,015) and P value (0,03 < 0,05), and the average control and experiment class (78.96 < 82.57) andexperiment class is more active.Keywords: strategy; boi-boian game; scientific thinking; elementary school
STUDI KASUS TENTANG KREATIVITAS GURU PADA PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF DI SD ANAK SALEH MALANG Delila Sari Batubara
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 5, No 1 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.429 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v4i1.1626

Abstract

Abstrak: Penerapan pembelajaran tematik integratif dalam kurikulum 2013 memerlukan kreatifitas guru dalam merancang, mengelola dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kreativitas guru pada pembelajaran tematik integratif, faktor-faktor dan upaya untuk meningkatkan kreativitas guru pada pembelajaran tematik integratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus di Kelas 1 SD Anak Saleh Malang. Instrumen penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analsis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menemukan bahwa kreativitas guru dalam proses pembelajaran tematik integratif di kelas I SD Anak Saleh Malang cukup baik, karena pada umumnya guru kelas telah mampu membuat rencana pembelajaran yang kreatif, melaksanakan kegiatan pengajaran dengan baik, dan mengembangkan berbagai bentuk evaluasi pembelajan yang yang bervariasi. Faktor pendukung kreatifitas guru dalam pembelajaran adalah; keaktifan guru dalam komunitas profesi dan mengikuti kegiatan pelatihan, motivasi berprestasi, dan rekan kerja guru yang ramah dan peduli, dan kelengkapan sarana pembelajaran di sekolah. Adapun faktor penghambat kreativitas guru adalah: pendidikan guru kelas yang tidak linier, kurangnya penghargaan dari atasan, dan kesejahteraan guru yang masih minim. Adapun upaya sekolah untuk meningkatkan kreativitas guru dalam pembelajaran tematik adalah: mengembangkan kompetensi guru, mendorong guru untuk studi lanjut, memberikan supervisi yang intensif, dan menciptakan iklim kerja yang kondusif.Kata Kunci: Kreativitas Guru, Pembelajaran Tematik IntegratifAbstract: The implementarion of integrative thematic learning in the curriculum 2013 requires teacher creativity in designing, managing and evaluating learning activities. This study aims to find out how the teacher's creativity in integrative thematic learning, factors and efforts to improve teacher creativity in integrative thematic learning. This study used a qualitative approach with the type of case study at first classroom of Elementary School Anak Saleh Malang. The instruments were observation, interviews, and documentation. The technique of data analysis used were reduction, display, and verification.The results of the study found that the teacher's creativity in the integrative thematic learning process at first class of Elementary School Anak Saleh Malang is quite good, because in general the classroom teacher has been able to make creative learning plans, carry out teaching activities well, and develop various forms of learning evaluation that vary. Factors supporting teacher creativity in learning are; teacher activity in the professional community and participating in training activities, achievement motivation, and friendly and caring teacher work colleagues, and complete learning facilities at school. The inhibiting factors of teacher creativity are: class teacher education that is not linear, lack of appreciation from superiors, and teacher welfare which is still minimal. The school's efforts to increase teacher creativity in thematic learning are: developing teacher competencies, encouraging teachers for further study, providing intensive supervision, and driving a conducive work atmosphere.Keywords: Teacher Creativity, Integrative Thematic Learning
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN GEMAR MEMBACA PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PREDICT OBSERVE EXPLAIN BERBASIS LITERASI Anggit Fathiara; Badarudin Badarudin; Aji Heru Muslim
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 4, No 2 (2019): APRIL 2019
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.03 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v4i2.1863

Abstract

ABSTRAK: Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis dan sikap gemar membaca peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan sikap gemar membaca peserta didik melalui model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) berbasis literasi. Penelitian ini terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik Kelas IV A SDN 4 Kotayasa yang berjumlah 26 peserta didik yang terdiri dari 12 peserta didik laki-laki dan 14 peserta didik perempuan. Alat pengumpulan data menggunakan tes keterampilan berpikir kritis, lembar aktivitas guru, lembar aktivitas peserta didik, lembar observasi sikap gemar membaca peserta didik serta lembar skala sikap gemar membaca peserta didik. Hasil peningkatan yang terjadi dapat dilihat pada setiap siklusnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) berbasis literasi dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan sikap gemar membaca peserta didik pada tema 7 Indahnya Keragaman di Negeriku di kelas IV A SDN 4 Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Banyumas.  IMPROVING CRITICAL THINKING SKILLS AND LIKE TO READ OF STUDENTS THROUGH PREDICT OBSERVE EXPLAIN MODELS BASED ON LITERACY ABSTRACT: The background of this study is the low level of critical thinking skills and the reading interest’s students. This study aims to improve critical thinking skills and the reading interest’s students through literacy-based Predict Observe Explain (POE) learning models. This research consists of stages of planning, action, observation and reflection. The subjects of this study were the 4th A grade students of SDN4 Kotayasawhich amount  to 26 students consisting of 12 boy and 14 girl. The tools that used for collecting data are tests of critical thinking skills, teacher activity sheets, student activity sheets, observation sheets, attitudes to reading students and scale sheets of attitude to love reading students. The results of the improvements that occur can be seen in each cycle. The results of this study indicate that the use of a literacy based Predict Observe Explain (POE) model can improve the critical thinking skills and the reading attitude of students in Theme 7 “The Beauty of Diversity in My Country”in 4th A grade SDN 4 Kotayasa, Sumbang Sub-District, Banyumas District.
PENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN SIKAP ILMIAH PESERTA DIDIK MELALUI MODEL INKUIRI TERBIMBING Dyah Pramesti Fauzia; Badarudin Badarudin; Supriatna Supriatna
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 4, No 2 (2019): APRIL 2019
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.293 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v4i2.1860

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilator belakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis  dan sikap ilmiah peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis  dan sikap ilmiah peserta didik melalui model Inkuiri Terbimbing. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan dengan masing-masing pertemuan satu rencana pembelajaran. Penelitian ini terdiri dari tahapan  perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek Penelitian ini adalah peserta didik Kelas VA SDN 1 Pajerukan yang berjumlah 25 peserta didik yang terdiri dari 11 peserta didik laki-laki dan 14 peserta didik perempuan. Alat pengumpulan data menggunakan tes keterampilan berpikir kritis, lembar aktivitas guru, lembar aktivitas peserta didik, lembar observasi sikap ilmiah peserta didik serta lembar skala sikap ilmiah peserta didik. Hasil peningkatan yang terjadi dapat dilihat pada setiap siklusnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model Inkuiri Terbimbing dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan sikap ilmiah peserta didik pada tema 7 Peristiwa Dalam Kehidupan di kelas VA SDN 1 Pajerukan. IMPROVING CRITICAL THINKING SKILLS AND SCIENTIFIC ATTITUDES OF STUDENTS THROUGH GUIDED-INQUIRY MODEL Abstract: The background of this research is the low critical thinking skills and scientific attitudes of students. So that, this study aims to improve the Guided Inquiry model. This type of research is Classroom Action Research (CAR). This classroom action research is carried out in 2 (two) cycles, each cycle consisting of two meetings with each meeting of one lesson plan. This study consists of stages of planning, action, observation of critical thinking skills and scientific attitudes of students through reflection. The subjects of this study were 25th grade students of SDN 1 Pajerukan, consisting of 11 students consisting of 11 male students and 14 female students. The data collection tool uses tests of critical thinking skills, teacher activity sheets, student activity sheets, observation sheets, scientific attitudes of students, and scientific attitude scale sheets of students. The results of the improvements that occur can be seen in each cycle. The results of this study indicate that the use of modes can improve the critical thinking skills and scientific attitudes of students on the theme of 7 Events in Life in the VA class at SDN 1 Pajerukan. 

Page 5 of 18 | Total Record : 173