cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Mikologi Indonesia
ISSN : 25798766     EISSN : 25798766     DOI : -
Jurnal Mikologi Indonesia (JMI) adalah jurnal nasional tentang diversitas Fungi di Indonesia yang mempublikasi artikel penelitian, review, metodologi, dan artikel-artikel taksonomi seperti monograf, jenis baru, catatan baru, checklist yang terkait dengan diversitas dan penyebaran Fungi, termasuk Lichen. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Indonesia. JMI akan mempublikasi setiap manuskrip sesegera mungkin setelah diterima oleh editor dan melalui proses peer review.
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
Peranan FMA Glomus sp. dan Pupuk Anorganik terhadap Produktivitas Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) var. Lokal Bali Naomi Anggi Triarta; Meitini Wahyuni Proborini; Junita Hardini
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.158 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v3i2.60

Abstract

Produktivitas tanaman kedelai (Glycine max var. Lokal Bali) dapat ditingkatkan melalui pemupukan. Salah satu pupuk hayati yang bisa diaplikasi sebagai pendamping pupuk anorganik adalah fungi mikoriza arbuskula (FMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan FMA Glomus sp. dan pupuk NK terhadap produktivitas tanaman kedelai lokal Bali. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Taksonomi Tumbuhan/Mikologi dan Shading house Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan Racangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yaitu (A) Tanah steril (kontrol) atau tanpa inokulasi FAM dan pupuk NK; (B) Tanah steril, 50 spora Glomus sp.; (C) Tanah steril, 50 spora Glomus sp. dan pupuk NK 5 g; (D) Tanah steril, 50 spora Glomus sp. dan pupuk NK 10 g; (E) Tanah steril, 50 spora Glomus sp. dan pupuk NK 15 g. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, berat kering tajuk, berat kering akar, jumlah polong isi dan polong hampa, berat basah dan berat kering polong, dan persentase kolonisasi FMA Glomus sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 50 butir spora Glomus sp. dan pupuk NK 5 g pada perlakuan C berperan meningkatkan produktivitas tanaman kedelai terlihat pada jumlah polong isi sebanyak 51 polong per tanaman yang berbeda nyata secara statistik dan memiliki berat kering sebesar 9,10 g, tetapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumuhan tanaman kedelai.
Potensi Inokulasi Jamur Trichoderma viride dan Glomus sp. Terhadap Produktivitas Capsicum annuum L Wira Purnama Santi; Made Ria Defiani; Meitini Wahyuni Proborini
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.189 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v3i2.61

Abstract

Cabai rawit (Capsicum annuum) merupakan komoditi pertanian yang digunakan dalam berbagai jenis produk makanan. Pemanfaatan pupuk anorganik berdampak buruk terhadap lingkungan sehingga diperlukan agen hayati, seperti Trichoderma viride dan fungi mikoriza arbuskula (FMA) untuk memperbaiki kondisi tanah. Tujuan penelitian ini mengobservasi pemberian kombinasi T. viride dan FMA Glomus sp. Terhadap produksi cabai rawit serta mengetahui dosis kombinasi optimum dalam meningkatkan produktivitas cabai rawit. Penelitian dilakukan di laboratorium Taksonomi Tumbuhan/Mikologi dan green house Program Studi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan yaitu (A) tanah steril (Kontrol negatif); (B) tanah steril dan 50 spora Glomus sp.; (C) tanah steril dan 2 g pupuk anorganik CPN15-0-14 KNO3 Merah; (D) tanah steril, 5 mL T. viride dan 50 spora Glomus sp.; (E) tanah steril, 10 mL T. viride dan 50 spora Glomus sp. Setiap perlakuan memiliki lima ulangan yang terdiri dari tiga unit tanaman. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah buah, berat basah dan berat kering buah, berat kering tajuk, berat kering akar dan infeksi FMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk anorganik menghasilkan nilai tertinggi pada hampir seluruh parameter yang diamati kecuali pada persentase kolonisasi FMA. Perlakuan E menunjukkan hasil yang lebih optimum dalam produksi cabai rawit meski belum mampu menandingi pupuk anorganik.
Isolasi dan Identifikasi Jamur Makro Asal Taman Nasional Gunung Halimun Salak Indriati Ramadhani; Idris Idris; Masrukhin Masrukhin; Dian Alfian Nurcahyanto; Ruby Setiawan; AZN Ikhwani; RR Elfirta
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.69 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v3i2.63

Abstract

Isolasi dan identifikasi dilakukan pada jamur makro yang diperoleh dari Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh isolat murni dari jamur makro yang diperoleh dan mengetahui identitasnya. Isolat murni jamur makro diperoleh dari isolasi jaringan tubuh buah pada media PDA+ antibiotik. Identifikasi dilakukan secara morfologi dan molekuler pada isolat yang diperoleh. Sebanyak 14 isolat jamur makro anggota filum Basidiomycota dan Ascomycota telah berhasil diisolasi dari 38 spesimen jamur makro dari Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Namun, hanya sebanyak 8 dari 14 isolat yang dapat diidentifikasi molekuler dengan baik. Kedelapan spesimen jamur makro tersebut tergolong ke dalam 2 filum, 2 kelas, 4 marga, dan 7 suku. Sebanyak 3 isolat dapat diidentifikasi molekuler dengan baik hingga tingkat spesies yakni Xylaria schweinitzii, Agaricus flocculosipes, dan Fomitopsis feei. Kelima isolat lainnya hanya dapat diidentifikasi hingga level genus yakni Ganoderma sp., Pleurotus sp., Rigidoporus sp., Gymnopus sp., dan Agaricus sp. Isolat yang diperoleh selanjutnya dapat dilakukan penapisan untuk mendapatkan isolat yang potensial dan dapat dimanfaatkan dalam bioprospeksi.
Uji Antagonisme Kapang Endofit Tanaman Galam (Melaleuca cajuputi) terhadap Colletotrichum truncatum Nurul Huda; Witiyasti Imaningsih; Safinah Surya Hakim
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2001.42 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v3i2.62

Abstract

Galam (Melaleuca cajuputi) adalah spesies asli dari lahan gambut yang secara alami hidup berasosiasi dengan kapang endofit. Kapang endofit dikenal karena kemampuannya sebagai biofungisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kapang endofit yang diisolasi dari pohon Galam untuk menghambat pertumbuhan kapang pathogen Colletotrichum truncatum (Schwein.) Andrus & W.D. Moore dan menganalisis mekanisme penghambatannya. Tahapan penelitian ini meliputi (a) isolasi kapang endofit; (b) seleksi kapang endofit; (c) uji patogenisitas dan antagonis kapang endofit; (d) uji kemampuan metabolit volatil dan non-volatil dan (e) uji mikoparasitisme. Hasil penelitian menunjukkan persentase penghambatan tertinggi pada uji antagonisme secara in-vitro dalam menghambat C. truncatum ditunjukkan oleh isolat Neurospora sp. DG 27 dengan rata-rata persentase hambatan sebesar 71,98%, diikuti oleh isolat Neurospora sp. DG 17, 53,74% dan isolat Syncephalastrum sp. AG 15, 48,28%. Uji kemampuan metabolit volatil dan non-volatil isolat Neurospora sp. DG 27 menunjukkan persentase penghambatan tertinggi terhadap kapang C. truncatum. Mekanisme penghambatan isolat Neurospora sp. DG 27 terjadi secara antibiosis sehingga terbentuk zona bening, sedangkan isolat DG 17 terjadi secara kompetisi dan isolat Syncephalastrum sp. AG 15 secara mikoparasit.
Phylogenetic Study of Curvularia on Sorghum from Indonesia Based on ITS rDNA Sequence Iman Hidayat; Indriati Ramadhani
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3230.545 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v3i2.64

Abstract

Seven species of Curvularia were recorded from Indonesia, including species that pathogen to sorghum (Sorghum bicolor). The present study aims to determine four isolates of Curvularia isolated from sorghum in Indonesia using a combination of molecular phylogenetic analysis based on internal transcribed spacer (ITS) rDNA sequence and morphological examination. The results showed that the four isolates were genetically closed to C. lunata and C. dactyloctenicola. The morphological examination also insufficient to determine the identity of the four Curvularia isolates from sorghum until species level. Therefore, additional sequences from the partial fragments of the glyceraldehyde-3-phosphate dehydrogenase and the translation elongation factor 1-a genes are necessary to determine the identity of the Curvularia sequences isolated from sorghum in Indonesia until species level.
Identifikasi Morfologi Rhizopus pada Oncom Hitam dari Berbagai Daerah di Indonesia Anastasia Tatik Hartanti; Adelyne Hanggopertiwi; Agustin Wydia Gunawan
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2852.117 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v3i2.56

Abstract

Oncom hitam merupakan produk fermentasi asli Indonesia yang dibuat dari bungkil kacang tanah sebagai substrat dan kapang Rhizopus spp. Sebagai agen fermentasi. Rhizopus yang berperan pada proses pembuatan oncom hitam perlu diketahui identitasnya serta dikonservasi sehingga dapat berguna untuk pengembangan fermentasi makanan yang aman untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengidentifikasi Rhizopus pada oncom hitam. Sampel diambil dari beberapa pasar tradisional di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Identifikasi Rhizopus dilakukan dengan pendekatan morfologi bentuk spora, kolumela, dan rizoid serta panjang sporangiofor, dan dengan pendekatan fisiologi pada suhu pertumbuhan 33, 42, 46, 48, dan 5°C pada medium agar-agar dekstrosa kentang. Identifikasi dilakukan mengikuti “A Monograph of Rhizopus”. Rhizopus yang berhasil diisolasi dari sampel oncom hitam ialah sebanyak 13 galur yang terdiri atas R. arrhizus var. delemar (R. delemar), R. arrhizus var. tonkinensis (R. oryzae), dan R. microsporus var. chinensis. Ketiganya merupakan varietas Rhizopus yang pertama kali dilaporkan ada pada oncom hitam.
Pengaruh Media Pembawa dalam Perbanyakan Spora Fungi Mikoriza Arbuskula Zakiyah Khairani Siregar; Fikrinda Fikrinda; T Alvisyahrin
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.953 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v4i1.84

Abstract

Fungi mikoriza arbuskula (FMA) memiliki simbiosis mutualisme dengan lebih dari 80% spesies tumbuhan terestrial. Material pembawa yang sering dilaporkan efektif digunakan sebagai bahan pembawa inokulan FMA adalah zeolit. Akan tetapi, zeolit harganya lebih mahal dibandingkan material pembawa lain seperti pasir dan arang sekam. Upaya yang dapat dilakukan untuk perbanyakan spora dan mengurangi penggunaan zeolit yaitu mengombinasikan zeolit dengan material pembawa lain berbasis bahan baku lokal dan ekonomis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua faktor (komposisi material pembawa dan jenis FMA) dengan pola 4×2 dan empat ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa material zeolit + pasir (1:1) dan zeolit + tanah (1:1) sama efektifnya dengan zeolit 100% untuk perbanyakan spora Acaulospora tuberculata dan Gigaspora gigantea. A. tuberculata menunjukkan tingkat kolonisasi akar (62.68%) lebih tinggi dibandingkan G. gigantea (50.80%) pada semua material pembawa. Tidak ada interaksi yang signifikan antara jenis material pembawa dan jenis spora FMA terhadap jumlah spora dan infeksi akar.
Perbandingan Pertumbuhan Aspergillus fumigatus pada Media Instan Modifikasi Carrot Sucrose Agar dan Potato Dextrose Agar Makhabbah Jamilatun; Nisa Azzahra; Aminah Aminah
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.948 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v4i1.69

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai perbandingan pertumbuhan Aspergillus fumigatus pada media instan modifikasi carrot sucrose agar (CSA) dan potato dextrose agar (PDA). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah cendawan dapat tumbuh pada media modifikasi CSA yang dijadikan media instan dengan menggunakan cendawan uji A. fumigatus, memperoleh media alternatif yang efisien waktu pada saat proses pembuatannya, dan untuk mengetahui morfologi cendawan A. fumigatus pada media instan CSA dan PDA. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan menanam cendawan uji pada media instan modifikasi CSA, media modifikasi CSA, dan media PDA kemudian hasil disajikan dalam bentuk tabel, narasi, dan gambar. Hasil penelitian menunjukan tumbuhnya koloni A. fumigatus pada media instan modifikasi CSA, sehingga media modifikasi ini mampu digunakan sebagai media pertumbuhan cendawan. Dengan adanya media hasil modifikasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap media impor dan dapat digunakan di laboratorium sehingga mampu menekan biaya pemeriksaan.
Kompetisi Pertumbuhan Kapang Dekomposer Asal Jambi pada Media Padat Riza Zainuddin Ahmad; Ratna Stia Dewi
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.517 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v4i1.65

Abstract

Limbah feses merupakan masalah dalam industri peternakan di Indonesia. Pengolahan feses menjadi kompos adalah salah satu jalan pemecahannya. Mikroorganisme khususnya kapang dapat digunakan untuk mempercepat proses pengomposan dan meningkatkan ketersediaaan unsur hara pada kompos nantinya. Ada 4 jenis isolat kapang asal Jambi yang di seleksi untuk menjadi dekomposer, yaitu Trichoderma asperellum, T. koningiopsis, T. harzianum. dan Gliocladium virens dan 1 isolat Bacillus sp. Di dalam penelitian ini digunakan media agar kentang dekstrosa (Potato Dextrose Agar), untuk menguji mikroorganisme tersebut untuk saling berkompetisi dalam petri. Hasil pengamatan menunjukkan isolat G. virens paling unggul tumbuhnya dari 3 spesies Trichoderma spp. dan Bacillus sp.
Inventarisasi Jamur Makroskopis di Pulau Bawean Jawa Timur Tunjung Nugraheni; Tiska Ayumi Apipah
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.664 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v4i1.83

Abstract

Pulau Bawean merupakan kawasan suaka alam yang berada di antara pulau Jawa dan Kalimantan. Keadaan topografi kawasan memungkinkan ditemukanya jenis-jenis jamur makroskopis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jamur yang ditemukan di pulau Bawean dan mengetahui apakah jamur yang ditemukan memiliki potensi sebagai pangan maupunobat.Pengambilandatadilakukanmenggunakan metodesurveilangsungdilapangan. Lokasi sampling meliputi kawasan suaka margasatwa (SM) yaitu pinggiran hutan dan daerah aliran sungai yang kawasannya cukup lembap, sampling juga dilakukan diluar kawasan SM yaitu di daerah mangrove. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil 20 jenis jamur. Jamur yang ditemukan berasal dari 2 filum, 5 ordo, 11 famili dan 14 genus. Jamur paling banyak ditemukan di kawasan pinggiran hutan dan daerah aliran sungai yaitu sebanyak 17 jenis. Sedangkan pada daerah mangrove hanya ditemukan 3 jenis jamur. Beberapa potensi yang dimiliki oleh jamur yang ditemukan yaitu sebagai bahan obat, pangan dandapatmeningkatkanlajufermentasi.