cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
DIKLUS: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
ISSN : 0854896X     EISSN : 26859637     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
Pemberdayaan Lansia pada Program Senam Produktif Dusun Sidoluhur, Kecamatan Godean, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Margaritha Adu
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.71 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v3i1.24846

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui lebih awal program senam lansia dalam pelayanan dan pembinaan  kesehatan lansia di Godean Daerah Istimewa Yogyakarta.  Penelitian deskriptif dengan  pendekatan kualitatif. Informan penelitian ini adalah  Pak Duku, ketua Rt,  para lansia dan keluarga lansia. Instrument penelitian ini adalah  peneliti sendiri. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan  Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil observasi lapangan menunjukkan para lansia aktif dengan perubahan ekonomi, sosial dan budaya. Dampak yang timbul lansia aktif dalam perubahan  namun berdampak pada kesehatan. Hasil temuan menunjukkan kerjasama antar kelompok lansia, masyarakat dalam  pemberdayaan lansia pada program senam  lansia. Namun nampaknya belum maksimal dalam  pelayanan dan pendampingan sebab perubahan budaya lansia menjadi kurang mendapat dukungan . Hasil dari penelitian ini untuk memberdayakan lansia dengan program senam untuk lebih produktif dan mandiri, dukungan keluarga, dukungan emosional, dan dukungan jaringan
Efektivitas Program Bina Prestasi dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SD Santa Theresia 1 Pangkalpinang Sri Sugiyarti; Oktarina oktarina
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.173 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v4i1.27977

Abstract

AbstrakTingkat persaingan sekolah swasta untuk bisa bertahan di tengah maraknya sekolah-sekolah negeri sehingga diperlukan program-program yang mampu meningkatkan mutu pendidikannya sehingga masyarakat tidak meninggalkan sekolah swasta. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas program Bina Prestasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di SD Santa Theresia 1 Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan penyebaran angket. Hasil penelitian menunjukkan Program Bina Prestasi adalah  wadah khusus untuk meningkatkan prestasi siswa dalam bidang akademik, didalamnya dibina siswa-siswa yang berminat dalam bidang IPA, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Seni. Hasilnya siswa dalam program ini telah mencetak berbagai prestasi baik local maupun nasional, hingga internasional. Hasil penghitungan  efektifitas juga menunjukkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan  mutu pendidikan di SD Santa Theresia 1, hal ini terbukti dari hasil angket per mata pelajaran, yakni  Bahasa Indonesia dengan skor  76,81 , Matematika dengan skor 78,33,  IPA dengan skor 76,07,  Seni dengan skor  76,66 dan Bahasa Inggris dengan skor tertinggi 84,12. Hal ini sejalan dengan diraihnya berbagai prestasi dalam lima bidang mata pelajaran tersebut baik di tingkat lokal maupun nasional. AbstractThe level of competition of private schools to be able to survive during it he rises of public schools so that programs are needed that can improve the quality of education so that people do not leave private schools. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the Bina Prestasi program to improve the quality of education in SD Santa Theresia 1 Pangkalpinang. This research uses the descriptive qualitative method. Data collection techniques using interviews, observation, documentation and questionnaire distribution. The results showed the Achievement Development Program is a special place to improve student achievement in the academic field, in which fostered students who are interested in the fields of Natural Sciences, Mathematics, Indonesian, English and Arts.  As a result students in this program have scored a variety of achievements both locally and nationally, to internationally. The results of the effectiveness calculation also show that this program is effective in improving the quality of education in SD Santa Theresia 1, this is evident from the results of the questionnaire per subject, namely Indonesian with a score of 76.81, Mathematics with a score of 78.33, Science with a score of 76,  07, Art with a score of 76.66 and English with the highest score of 84.12. This is in line with the achievement of various achievements in the five subject areas both at the local and national level.
Manjing : Proses Regenerasi Pengrajin Marmer Adin Ariyanti Dewi; Umi Dayati; Ach Rasyad
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.817 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v4i1.27689

Abstract

AbstrakPewarisan budaya menjadi langkah kecil untuk dapat terus melestarikan budaya di suatu daerah. Namun, perkembangan teknologi terkadang mampu menggeser upaya pewarisan budaya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pewarisan budaya keterampilan dalam pembuatan kerajinan marmer melalui kegiatan “manjing”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tiga tahap yakni (1) reduksi data, (2) display data, dan (3) penarikan kesimpulan. Penentuan keabsahan data dengan menggunakan teknik perpanjangan waktu penelitian dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan manjing dilakukan secara rutin. Proses pewarisan dilakukan oleh pengrajin marmer junior mulai dari upaya mengamati, menirukan, dan mempraktekkan hal-hal apa saja yang dilakukan oleh pengrajin marmer senior. Proses pewarisan budaya difokuskan pada kreativitas pembuatan kerajinan marmer. Upaya ini terdapat unsur pembelajaran di dalamnya, dalam konsep pendidikan kemudian proses ini termasuk dalam ranah pendidikan informal.AbstractCultural inheritance is a small step to be able to continue to preserve culture in an area. However, technological developments are sometimes able to shift the effort of cultural inheritance. This study aims to describe the process of cultural inheritance of skills in making marble crafts through "manjing" activities. This research uses qualitative research methods through phenomenology studies. Data collection is done through observation, interview, and documentation techniques. Data analysis was performed using three stages namely (1) data reduction, (2) data display, and (3) conclusion drawing. Determination of the validity of the data by using research time extension and triangulation techniques. The results showed that the Manjing activities were carried out routinely. The process of inheritance is carried out by junior marble craftsmen from the effort of observing, imitating, and practicing what things are done by senior marble craftsmen. The process of cultural inheritance is focused on the creativity of making marble handicrafts. This effort has an element of learning in it, in the concept of education then this process is included in the realm of informal education.
Implementasi Ekstrakulikuler Ketrampilan dalam Peningkatan Kemandirian Anak di SLB YPAC Pangkalpinang Diah Rina Miftakhi
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.419 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v4i1.30940

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kemandirian anak berkebutuhan khusus yang ada di lembaga SLB YPAC Pangkalpinang melalui implementasi kegiatan ekstrakurikuler ketrampilan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler ketrampilan serta untuk mengetahui tingkat kemandirian anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data penelitian yang terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Tehnik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.  SLB YPAC Pangkalpinang membuat beberapa kegiatan ekstrakurikuler antara lain: membatik, memasak, merias wajah, membuat kerajinan tangan dari bahan-bahan bekas, dan membuat keranjang hantaran pernikahan. egiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di SLB YPAC Pangkalpinang mulai tingkat SDLB sampai SMALB. Harapan dari pihak sekolah adalah dengan diberikannya kegiatan ekstrakurikuler ini, maka anak berkebutuhan khusus di SLB YPAC Pangkalpinang akan memiliki bekal ketrampilan setelah mereka lulus dan dapat mandiri dengan mengembangkan ketrampilan yang sudah mereka miliki. Abstract           This research was conducted with the aim to find out the level of independence of children with special needs in the YPAC Pangkalpinang SLB institution through the implementation of skills extracurricular activities. The purpose of this study was to determine the implementation of extracurricular skills and to determine the level of independence of children. The method used in this research is a qualitative descriptive approach with research data sources consisting of primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques used are through observation, interviews, and documentation. SLB YPAC Pangkalpinang made several extracurricular activities including: making batik, cooking, putting on makeup, making handicrafts from used materials, and making wedding delivery baskets. Extracurricular activities carried out at SLB YPAC Pangkalpinang from SDLB to SMALB levels. The expectation from the school is that by providing this extracurricular activity, children with special needs in SLB YPAC Pangkalpinang will have the provision of skills after they graduate and can be independent by developing the skills they already have. 
Rekonstruksi Sosial Budaya Fenomena Bunuh Diri Masyarakat Gunungkidul Kabut Yuli Asih; Hiryanto Hiryanto
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.699 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v4i1.27866

Abstract

Abstrak            Artikel jurnal ini berusaha mengulas historisitas dan pemecahkan masalah dalam bentuk rekonstrusi untuk mencapai reduksi pada fenomena bunuh diri sebagai fenomena langka dari pada biasanya yang marak terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Metode yang digunakan ialah metode analisis deskriptif, yakni berusaha menggambarkan secara jelas dan  sistematis obyek kajian, teori kesejahteraan sosial, lalu menganalisis perbandingan bahasan riset. Ulasan didasarkan pada analisis data kepustakaan yang diperoleh melalui kajian kepustakaan (library research). Secara sederhana penawaran rekonstruksi kajian ini mengaitkan dimensi sosial (kepekaan masyarakat terhadap fenomena) dan budaya (reinterpretasi pulung gantung). Hal tersebut berdasarkan pengamatan penulis yang menganggap bahwa masyarakat di Kabupaten Gunungkidul belum mencapai titik kesejahteraan sosial sehingga memunculkan fenomena bunuh diri. Rekonstruksi mampu dianggap sebagai pokok pemikiran kesejahteraan sosial sebagai upaya preventif, dan kuratif (rehabilitasi) agar masyarakat mampu berperan sosial dengan baik dan benar. Abstract            This journal article attempts to review the historicity and problem solving in the form of reconstruction to achieve a reduction in the phenomenon of suicide as a rare phenomenon that is usually rife in Gunungkidul Regency. The method used is descriptive analysis method, which is trying to describe clearly and systematically the object of study, social welfare theory, then analyze the comparison of research topics. The review is based on the analysis of library data obtained through library research (library research). In simple terms the reconstruction offer of this study links the social dimensions (community sensitivity to phenomena) and culture (reinterpretation of pulungantung). This is based on the observation of the writer who considers that the community in Gunungkidul Regency has not reached the point of social welfare so that it raises the phenomenon of suicide. Reconstruction can be considered as the main thought of social welfare as a preventive and curative effort (rehabilitation) so that the community is able to play social roles properly and correctly. 
Peningkatan Kapasitas Pengurus Karangtaruna melalui Optimalisasi Modal Sosial dalam Pengembangan Desa Wisata Hiryanto Hiryanto; Entoh Tohani; Miftahuddin Miftahuddin
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.221 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v4i1.27875

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengembangkan kapasitas (capacity building) pada pengurus dan anggota karangtaruna dengan memanfaatkan modal sosial yang dimiliki dalam rangka mengembangkan desa wisata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan tahapan pengkajian isu, perencanaan, pengimplementasian tindakan, dan refleksi. Tindakan berupa pembelajaran wawasan dengan modal sosial melalui model permainan dan outbond training kepada pengurus dan anggota karangtaruna di desa Bejiharjo, karangmojo, gunungkidul. Data dikumpulkan dengan wawancara dan observasi dan dianalisis secara kualitatif yaitu direduksi, disajikan dan ditarik kesimpulan. Teknik keabsahan data dilakukan dengan pengamatan perpanjangan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan yang diberikan kepada kelompok sasaran memberikan perubahan positif berupa mereka dapat memiliki kesadaran untuk lebih inovatif dan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan gagasan yang inovatif yang dapat diterapkan dalam organisasi karangtaruna dalam ikut mengembangkan desa wisata. Oleh karenanya, tindakan berkesimbungan dan relevan perlu dilaksanakan kembali di masa depan dengan menyediakan fasilitas yang memadai.AbstractThis study aims to build capacity (capacity building) for management and members of Karangtaruna by utilizing social capital owned in order to develop a tourist village. This research is an action research with stages of study about the problem, planning, implementation actions, and reflection. The action took the form of learning insights with social capital through game models and outbound training to management and members of Karangtaruna in the village of Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Data collected through interviews and observations and analyzed qualitatively reduced, presented, and drawn conclusions. The data validity technique is done by observing extensions and triangulation. The results showed that the actions given to the target groups gave positive changes in their forms and could have an awareness to be more innovative and have knowledge and skills in developing innovative ideas that could be applied in the Karangtaruna organization in participating in developing tourism. Village. Therefore, relevant and relevant actions need to be implemented again in the future by providing adequate facilities.
Literasi sebagai Upaya Penanaman Karakter Peduli Lingkungan melalui Kegiatan Taman Bacaan Masyarakat Parji Riyanto
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.965 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v4i1.27889

Abstract

AbstrakPenurunan karakter didalam masyarakat merupakan masalah utama di Dusun Jambon. Masyarakat cenderung tidak peduli dengan dampak membakar sampah atau membuang sampah sembarangan, pentingnya waktu belajar, dan cenderung kurang efektif dalam memanfaatkan waktu luang. Kebiasaan negatif ini tidak boleh dibiarkan secara terus menerus akan menjadi sebuah karakter. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui salah satu lembaga yang memberikan solusi terhadap masalah yang terjadi. Pembuatan Team BARKAS (Barisan Remaja Kebersihan Alam Sekitar) Guyub Rukun adalah bentuk dari keseriusan TBM Teras Baca Guyub Rukun dalam penanganan permasalahan di dusun Jambon. Metode yang digunakan melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Program-program didalamnya meliputi pengelolaan sampah, reading Group, dan arisan ide. Program tersebut memiliki dampak yang signifikan terhadap perbaikan lingkungan sosial di Dusun Jambon. Modal sosial meningkat, munculnya usaha ekonomi produktif, lingkungan menjadi lebih sehat, dan warga masyarakat lebih aktif berpartisipai dalam pengembangan program-program TBM Teras Baca Guyub Rukun. Bisa dikatakan dengan adanya TBM Teras Baca Guyub Rukun peningkatan mutu pendidikan masyarakat di Dusun Jambon semakin meningkat. Tentu saja hal ini dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang telah diperoleh TBM Teras Baca Guyub Rukun maupun pengelola. Abstract            Declining character in the community is a major problem in Jambon Hamlet. Communities tend not to care about the impact of burning rubbish or littering, the importance of learning time, and tend to be less effective in utilizing free time. This negative habit should not be allowed to continue to become a character. Therefore, the purpose of this research is to find out one of the institutions that provides solutions to problems that occur. The making of the BARKAS Team (Teens of Youth in the Cleanliness of the Surrounding Environment) Guyub Pillars is a form of the seriousness of the TBM Teras Baca Guyub Pillars in handling problems in the hamlet of Jambon. The method used is descriptive qualitative approach. The programs include waste management, reading groups, and social gathering ideas. The program has a significant impact on the improvement of the social environment in Jambon Hamlet. Increased social capital, the emergence of productive economic ventures, a healthier environment, and more active community members participating in the development of TBM Te  ras Baca Guyub Rukun programs. It can be said with the existence of Guyub Rukun Reading Terrace TBM the improvement of the quality of community education in Jambon Hamlet is increasing. Of course this is evidenced by the various awards that have been obtained by TBM Teras Baca Guyub Pillars as w  ell as managers.
Pendampingan Masyarakat dalam Pengembangan Destinasi Wisata melalui Pemetaan Kebutuhan Citra Dwi Palenti; Iis Prasetyo; Ririn Gusti
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.24 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v4i1.27551

Abstract

Abstrak Keberhasilan destinasi wisata tidak akan terlepas dari perencanaan yang dilakukan di awal. Kebutuhan masyarakat lokasi destinasi wisata menjadi hal yang pertama dan utama mengingat bahwa suatu program berkaitan erat dengan potensi dan masalah. Sehingga tujuan penelitian ini yaitu untuk melakukan analisis kebutuhan masyarakat desa Sidoluhur sebagai dasar dalam perencanaan program permberdayaan masyarakat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) melalui 3 strategi yaitu: sosialisasi, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi program. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, Focused Group Discussion (FGD), wawancara dan teknik dokumentasi. Berdasarkan strategi yang dilakukan kemudian dapat disimpulkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat yaitu terkait dengan masih rendahnya wawasan masyarakat terkait dengan pengelolaan destinasi wisata dan belum semua elemen masyarakat aktif berpartisipasi. Berdasarkan hasil kebutuhan tersebut, maka upaya pengembangan diperlukan pembinaan secara berkala dan sinergi dengan program pemerintah agar dapat saling berkolaborasi. Abstract The success of a tourist destination will not be separated from the planning done at the beginning. The needs of the tourist destination location community are first and foremost considering that a program is closely related to potential and problems. So the purpose of this research is to analyze the needs of the community in Sidoluhur village as a basis for planning community empowerment programs. The study was conducted using the Participatory Action Research (PAR) method through 3 strategies: socialization, implementation, and program monitoring and evaluation. Data collected through observation techniques, Focused Group Discussion (FGD), interviews and documentation techniques. Based on the strategy carried out then it can be concluded that the main problems faced by the community are related to the still low level of community insight related to the management of tourist destinations and not all elements of society actively participate. Based on the results of these needs, the development effort needed for regular development and synergy with government programs in order to collaborate with each other. 
Peran Orangtua dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini Arif Wijayanto
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.566 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v4i1.30263

Abstract

AbstrakPeran orang tua menjadi suatu hal yang penting untuk diperhatikan dalam pengembangan emosi anak usia dini. Hal tersebut dikarenakan tidak semua orang tua memahami pentingnya perkembangan emosi pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam mengembangkan kecerdasan emosi anak usia dini di Kelurahan Krobokan Semarang Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena peneliti ingin melihat adanya fenomena orang tua yang memiliki perhatikan terhadap kecerdasan emosi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang dikembangkan oleh Miles Huberman yang didalamnya secara berurutan berisi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi, yaitu dengan membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara, membandingkan hasil wawancara yang sama dengan waktu yang berbeda, dan mencari data dari sumber lain selain subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam mengembangkan kecerdasan emosi anak usia dini meliputi: (1) peran orang tua sebagai pendidik, (2) peran orang tua sebagai pengasuh, (3) peran orang tua sebagai motivator, (4) peran orang tua sebagai model. AbstractThe role of parents becomes an important thing to consider in the emotional development of early childhood. That is because not all parents understand the importance of emotional development in early childhood. This study aims to describe the role of parents in developing emotional intelligence in early childhood in Krobokan Village, Semarang Barat. This study uses a qualitative approach because researchers want to see the phenomenon of parents who have a concern for emotional intelligence. Data collection techniques are done through observation, interviews and documentation. This study uses data analysis techniques developed by Miles Huberman which in turn consist of data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The validity of the data uses triangulation, namely by comparing the observational data with the results of interviews, comparing the results of the same interview with different times, and looking for data from sources other than the research subject. The results showed that the role of parents in developing emotional intelligence in early childhood includes: (1) the role of parents as educators, (2) the role of parents as caregivers, (3) the role of parents as motivators, (4) the role of parents as model.
Bank Sampah Sebagai Alternatif Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengembangkan Kampung Wisata Tematik “Kampung Putih” Kota Malang Widhah Nur Azizah; Mohammad Ishom; Edi Widianto
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v4i2.31528

Abstract

AbstrakStrategi pemberdayaan masyarakat melalui bank sampah merupakan alternatif dalam mengembangkan kampung wisata tematik “Kampung Putih” serta untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan bank sampah di Jalan Jaksa Agung Suprapto Dalam Kecamatan Klojen Kota Malang. Pelaksanaan kegiatan penelitian masyarakat melalui bank sampah ini menggunakan metode atau pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus dikarenakan peneliti menggambarkan secara mendetail tentang latar belakang kasus. Peneliti bertindak langsung dalam proses penelitian dikarenakan peneliti merupakan instrument utama dalam penelitian Menjadi bagian dari Kampung Putih merupakan upaya bagi individu memastikan dirinya sebagai makhluk sosial. Upaya yang dilakukan ini salah satunya adalah dengan memperbaiki kebiasaan membuang sampah ke sungai. Strategi pemberdayaan masyarakatnya dalam mengembangkan kampung wisata tematik Kampung Putih yaitu melalui bank sampah Melati. Kegiatan pengelolaan sampah di Bank Sampah Melati warga merasa bahwa mereka berpartisipasi karena memang mereka mengetahui bagaimana kondisi permasalahan sampah yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka. Dalam hal ini masyarakat mampu berdaya karena sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai serta dapat memunculkan kepedulian mereka sehingga mereka ikut berpartisipasi. WASTE BANK AS AN ALTERNATIVE COMMUNITY EMPOWERMENT STRATEGY IN DEVELOPING THE THEMATIC TOURISM VILLAGE "KAMPUNG PUTIH" IN MALANG CITY                                                Abstract        The community empowerment strategy through waste banks is an alternative in developing the thematic tourism village "Kampung Putih" and to find out community participation in participating in waste bank activities on Jalan Jaksa Agung Suprapto Dalam Klojen District, Malang City. The implementation of community research activities through this waste bank uses a qualitative method or approach using the type of case study research because the researcher describes in detail the background of the case. Researchers act directly in the research process because researchers are the main instrument in research. Being part of Kampung Putih is an effort for individuals to ensure that they are social beings. One of the efforts made by this is by improving the habit of throwing garbage into the river. The community empowerment strategy in developing the thematic tourism village Kampung Putih is through the Melati waste bank. The waste management activities at Melati Waste Bank residents feel that they are participating because they know the condition of the waste problem in their neighborhood. In this case, the community is able to be empowered because they are aware of the importance of preserving the environment by not throwing garbage in the river and can raise their concern so that they can participate.

Page 7 of 15 | Total Record : 148