cover
Contact Name
Maruatal Sitompul
Contact Email
m.sitompoel@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.oldi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
OLDI (Oseanologi dan Limnologi di Indonesia)
ISSN : 01259830     EISSN : 2477328X     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia is a scientific journal that publishes original research articles and reviews about all aspects of oceanography and limnology. Manuscripts that can be submitted to Oseanologi dan Limnologi di Indonesia is the result of research in marine and inland waters in Indonesia. Submissions are judged on their originality and intellectual contribution to the fields of oceanography and limnology
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 3 (2016)" : 9 Documents clear
Table of contents and Editorial board OLDI, Redaksi
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastropoda Mangrove dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat Mujiono, Nova
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Lombok memiliki kawasan hutan mangrove seluas 3.305 ha, 1.643 ha (49,7%) masih dalam kondisi baik dan sisanya 1.662 ha (50,3%) dalam keadaan rusak. Mangrove yang rusak akan berdampak pada penurunan keanekaragaman hayati fauna yang ada. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2015 dan bertujuan untuk mengetahui komposisi dan distribusi moluska mangrove, khususnya gastropoda di Pulau Lombok. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dan visual encounter. Pengamatan dilakukan di enam stasiun. Sebanyak 1.236 spesimen telah dikoleksi, terdiri dari 11 famili dan 31 spesies. Komposisi spesies tiap stasiun berkisar 5–13 spesies. Komposisi spesies gastropoda dipengaruhi oleh kondisi fisik ingkungan hutan mangrove. Chicoreus capucinus merupakan satu-satunya gastropoda karnivora yang ditemukan di lokasi. Penemuan Haminoea tenera (Haminoeidae) adalah catatan baru bagi Indonesia.
Analisis Pertumbuhan Bibit Bakau Rhizophora stylosa Griff. di Kawasan Rehabilitasi Mangrove Tanjung Pasir, Tangerang Sastro, Pramudji; Dharmawan, I Wayan Eka
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rehabilitasi mangrove sangat dibutuhkan sebagai upaya pelestarian ekosistem tumbuhan pesisir yang sudah semakin berkurang di Indonesia. Hal ini membutuhkan penyiapan bibit yang baik dalam mendukung upaya rehabilitasi. Bibit Rhizophora stylosa sangat sesuai digunakan karena mampu beradaptasi dengan baik pada rentang salinitas dan cahaya yang lebar. Penelitian pertumbuhan bibit R. stylosa dilakukan di kawasan mangrove yang telah mengalami degradasi di kawasan pesisir Tanjung Pasir, Tangerang, dari bulan Agustus sampai November 2005. Penelitian ini menganalisis pola pertumbuhan bibit R. stylosa pada habitat yang berbeda, yaitu pematang tambak dan jalur hijau. Sebanyak 100 bibit ditanam di setiap habitat dengan jarak tanam 0,5 m. Pengukuran persentase ketahanan hidup, tinggi, diameter batang, dan jumlah daun dilakukan setiap bulan. Analisis ANOVA dua arah dilakukan untuk mengetahui perbedaan keseluruhan parameter antarlokasi dan waktu pengamatan serta interaksinya. Hasil penelitian menunjukkan persentase kelangsungan hidup bibit yang ditanam di jalur hijau lebih baik dibandingkan pematang tambak (p<0,05), sedangkan pertumbuhan tinggi dan diameter batang bibit yang ditanam di pematang tambak lebih tinggi daripada yang ditanam di jalur hijau. Jumlah daun bibit yang ditanam di kedua habitat tidak berbeda nyata. Persamaan regresi antara tinggi bibit (X) dan diameter batang (Y) memiliki korelasi tinggi (p<0.01) di jalur hijau, yaitu Y = 0,018X + 0.746 (R = 0,606). Hubungan yang kuat ditemukan antara tinggi batang (X) dan jumlah daun (Y) untuk bibit yang ditanam di pematang berdasarkan persamaan regresi Y = 0,156X - 2,968 (R = 0,501).
Model of 2-Dimensional Layered Spatial Distribution of Suspended Load in Lake Tempe Harsono, Eko
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Accumulation of sediment in Lake Tempe deriving from Bila, Sidenreng, and Batu-batu Rivers in the region of Walannae River will be dredged during barrage operation, but until now the location of sediment accumulation in the lake is still unknown. This study developed a model of 2-dimensional layered spatial distribution of suspended materials in Lake Tempe to determine the extent of sedimentation in the lake from suspended material inputs, so the location of sediment dredging can be determined appropriately. Model was calibrated using the observation data of TSS concentrations at 15 points in Lake Tempe at water level of 5 m which took place in March 2014. The result showed that the model was in accordance with the observed data. Based on the simulation of range setting of effluent discharge, it is known that if the range setting of effluent discharge is narrowed, the deposition of suspended loads in the lake becomes higher, so the TSS that comes out of the lake will be less. Based on the model simulation and simulation of suspended load reduction of the influent for each zone, the accumulation of sediment in Lake Tempe happens around the deepest area between Zone I and Zone III, and the factor affecting the distribution of TSS in the lake is the suspended loads of the influent from Bila River and the effluent discharge.
Beberapa Aspek Reproduksi Siput Lambis lambis di Pesisir Perairan Yenusi, Biak Widyastuti, Andriani; Aji, Ludi Parwadani
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siput Lambis lambis merupakan salah satu spesies siput yang sangat digemari masyarakat dan selalu diambil dalam semua ukuran yang ditemui. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena dalam jangka waktu panjang, keberadaannya di alam akan semakin berkurang karena tidak ada kesempatan untuk bereproduksi secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nisbah kelamin dan tingkat kematangan gonad  L. lambis di perairan Yenusi, sehingga waktu penangkapan yang tepat dapat diatur.  Sampel dikumpulkan setiap bulan dari bulan Januari sampai Desember 2013, dan pengujian serta analisis histologis dilakukan di laboratorium.  Jumlah total sampel yang dikumpulkan sebanyak 99 ekor dengan jumlah siput jantan 45 ekor dan betina 54 ekor. Nisbah kelamin siput jantan dan betina adalah 1,0:1,2.  Tingkat kematangan gonad  yang ditemukan mencakup keempat tahap perkembangan gonad dari TKG I hingga TKG IV. Perkembangan gonad memperlihatkan proses pembentukan dan pematangan gonad serta pemijahan yang terjadi sepanjang tahun, dengan puncak pemijahan pada bulan Januari sampai Maret 2013. Ukuran panjang cangkang yang diperoleh berkisar 4,55–13,72 cm yang mengindikasikan over eksploitasi. Karena kebiasaan penduduk lokal yang mengambil siput dalam semua ukuran yang ditemui, diperlukan strategi pengelolaan yang lestari, di antaranya penutupan area penangkapan pada saat L. lambis berada pada puncak pemijahan, dan penangkapan hanya boleh dilakukan pada individu dewasa dengan  ukuran cangkang minimal 7 cm, dengan mengamati kondisi cangkang yang tebal dan lipatan marjinal yang telah terbentuk.
Amplifikasi pasang surut dan dampaknya terhadap Perairan Probolinggo Hasanudin, Muhammad; Kusmanto, Edi; Budisetyawan, Wahyu
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir Rob yang sering melanda Kota Probolinggo merupakan fenomena yang menarik untuk dicermati. Banjir Rob, tidal flat dan sedimentasi sangat berkaitan dengan pasang surut sehingga kajian tentang pasang surut dan amplifikasinya serta prakiraan dampak terhadap perairan pesisir Probolinggo dilakukan. Pengukuran pasang surut dilakukan dengan Tide and Wave Recorder RBR tipe TWR-2050 setiap 5 menit. Pengukuran arus dan kedalaman dilakukan di sepanjang lintasan perahu dengan Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) 1200 KHz. Pengukuran Turbiditas dengan CTD SBE 19 Plus dari permukaan hingga dekat dasar di 19 titik stasiun. Semua peralatan penelitian disinkrosinasi waktunya terhadap waktu GPS Garmin 276C. Hasil pengukuran elevasi permukaan laut mempunyai kisaran 2.8412 m, nilai mean sea level adalah 1.508 m sedangkan variasi bulanan mempunyai kisaran 3 m dengan nilai mean sea level 1.6 m. Berdasarkan nilai Formzahl (0,85) dan analisa power spectra, perairan Probolinggo diklasifikasikan sebagai pasang surut campuran dengan dominasi semi diurnal. Terjadi indikasi amplifikasi pasang surut akibat resonansi periode alami teluk T=12.46 Jam terhadap konstituen pasang surut M2, T=12.42 jam sehingga amplitude pasang surut mencapai 3 m. Dampak amplifikasi tersebut antara lain adalah arah arus yang selalu ke pesisir baik saat pasang maupun saat surut yang mengakibatkan penyebaran sedimen tersuspensi TSS yang relatif tinggi di sepanjang pesisir dan disekitar area pelabuhan. Sedimentasi yang intensif menyebabkan kelandaian dan terbentuknya lokasi lokasi rataan pasang surut (tidal flat) atau sering disebut rataan lumpur (Mudflats) yang luas hingga 3 km dari garis pantai. Selain itu, fenomena amplifikasi pasang surut berdampak pada penggenangan air di daratan rendah ketika terjadi secara simultan antara amplifikasi pasang surut dengan hujan yang intensif akan menyebabkan banjir Rob di desa desa pesisir Probolinggo. 
Timun Laut Teluk Ambon, Maluku Setyastuti, Ana
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang keanekaragaman biota laut di perairan Indonesia, khususnya di Teluk Ambon, Maluku, telah dimulai sejak tahun 1705 oleh G.E. Rumphius. Dalam kurun waktu setelahnya hingga tahun 2000-an ada kemungkinan terjadi perubahan kondisi lingkungan atau habitat di perairan Teluk Ambon. Oleh karena itu, kajian terkini mengenai status biota laut yang ada di perairan Teluk Ambon dan sekitarnya perlu dilakukan. Kegiatan penelitian bertujuan untuk menginventarisasi timun laut di Teluk Ambon, yang dilakukan pada bulan Juli–Oktober 2009 di 12 stasiun penelitian. Metode yang digunakan adalah koleksi bebas dengan peralatan snorkeling dan selam. Hasilnya didapatkan 18 spesies timun laut, dua spesies di antaranya (Holothuria atra, Opheodesoma grisea) memiliki sebaran dan preferensi habitat yang luas karena dijumpai di empat sampai lima stasiun pengamatan. Hasil inventarisasi ini ditambah dengan hasil penelitian sebelumnya berdasarkan studi pustaka dari tahun 1990 menunjukkan bahwa jumlah spesies timun laut yang ditemukan di Teluk Ambon adalah 46 spesies, yang berarti sekitar 13% dari perkiraan jumlah spesies timun laut di Indonesia (±350 spesies). Fluktuasi jumlah dan komposisi spesies yang berhasil diinventarisasi dalam kurun waktu 1990 hingga penelitian ini dibahas secara detail dalam tulisan ini. Masih sangat besar kemungkinan akan didapatkan spesies catatan baru bahkan spesies baru di lokasi ini, seiring dengan semakin meningkatnya pemahaman dalam pemilihan metode inventarisasi dan kemampuan dalam mengidentifikasi spesies.  
Penetapan Kadar Kalsium dalam Pakan Formulasi untuk Zoea Awal Kepiting Scylla paramamosain Pratama, Idham Sumarto; Juwana, Sri; Permadi, Sandi
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses kalsifikasi cangkang baru pascamolting pada burayak kepiting membutuhkan kalsium yang bersumber dari pakan dan air di lingkungan hidupnya. Namun, aktivitas enzim pencernaan pada fase Zoea awal belum sempurna, sehingga pakan buatan yang diberikan dalam ransum pemeliharaan burayak kepiting mungkin kurang dapat dicerna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kalsium pada pakan formulasi terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup Zoea kepiting bakau Scylla paramamosain selama pemeliharaan. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2015 selama 3 hari. Zoea dipelihara dalam wadah ekoplas dengan padat penebaran 50 ind/L. Penambahan kalsium Kalzana-D dilakukan sebanyak 0 mg/g (A), 50 mg/g (B), 100 mg/g  (C), 150 mg/g (D), dan 200 mg/g (E) per adonan (34.50 g) pakan formulasi, dengan 9 kali ulangan untuk setiap perlakuan. Seluruh wadah ekoplas diletakkan di dalam waterbath bersuhu 30°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kalsium 50 mg/g dapat mendukung keberhasilan Zoea I untuk berkembang ke tahap Zoea II (66%) dengan kelangsungan hidup tertinggi (7.6 ± 4.98%), serta ukuran cephalothorax (597.69 ± 65.81 μm), abdomen (1135.39 ± 126.47 μm), dan telson (409.23 ± 61.80 μm) yang lebih besar dibandingkan keempat perlakuan yang lain.
Kondisi Lingkungan dan Status Trofik Danau Rawa Pening di Jawa Tengah Sulastri, -; Henny, Cynthia; Handoko, Unggul
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Rawa Pening merupakan satu dari 15 danau di Indonesia yang menjadi prioritas untuk diselamatkan dari kerusakan karena mengalami masalah eutrofikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status terkini lingkungan perairan danau dan tingkat eutrofikasi sebagai dasar pengendalian eutrofikasi di Danau Rawa Pening. Muatan sedimen, kualitas air, dan konsentrasi nutrien diamati di aliran air masuk ke danau, di perairan danau, dan di saluran air keluar dari danau. Pengamatan dilakukan pada Mei, Juni, Juli, dan Agustus 2013. Parameter kejernihan, kekeruhan, temperatur, DO, pH, dan konduktivitas diamati secara langsung di perairan danau. Parameter nutrien, TSS, dan klorofil-a dianalisis di laboratorium dengan metode standar. Indeks Status Trofik digunakan untuk menentukan tingkat eutrofikasi danau. Kondisi hidroklimatologi menunjukkan secara musiman fluktuasi volume dan debit air keluar danau mengikuti pola fluktuasi curah hujan. Muatan sedimen di saluran air masuk ke danau lebih tinggi daripada di dalam danau dan di alur air keluar danau. Hal ini mengindikasikan bahwa Danau Rawa Pening berperan sebagai penampungan dan pengendapan sedimen serta nutrien dari sungai di sekitarnya. Secara spasial dan temporal kondisi kualitas air di danau menunjukkan variasi yang tinggi. Konsentrasi nutrien yang tinggi di danau pada musim hujan dan kemarau mengindikasikan bahwa sumber nutrien tidak hanya berasal dari luar tetapi juga dari dalam danau itu sendiri. Hasil penelitian ini menunjukkan Danau Rawa Pening merupakan danau eutrofik dan fosfor diduga sebagai faktor utama penyebab eutrofikasi dan pertumbuhan eceng gondok.

Page 1 of 1 | Total Record : 9