cover
Contact Name
Rinto Manurung
Contact Email
pedontropika@untan.ac.id
Phone
+6285249321249
Journal Mail Official
pedontropika@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral Ahmad Yani Pontianak. Telp. (0561) 740191 Fax (0561) 740191
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan
ISSN : 2443101X     EISSN : 25799800     DOI : https://10.26418/pedontropika
Core Subject : Agriculture,
Research and study in soil science and other fields related, include : Soil physics and conservation Soil chemistry and fertility, Soil biology and biotechnology Clay mineralogy Plant nutrient Pedogenesis Geology and Mineralogy Soil survey and classification Soil reclamation and remediation Soil and Water Quality
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2025): Februari" : 6 Documents clear
Pengaruh Pemberian Arang Sekam Padi dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Ketersediaan Hara N, P, K dan Pertumbuhan Tanaman Tomat Ceri (Solanum Lycopersicum Var. Cerasiforme) di Tanah Ultisol Markus, Dodi; Suswati, Denah; Widiarso, Bambang
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 1 (2025): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i1.84516

Abstract

Tomato production in West Kalimantan has decreased, but demand is increasing every year. One of the efforts that can be made to increase tomato production is the use of Ultisol soil, however, the use of this soil faces problems with soil characteristics which can inhibit plant growth if not managed properly. This research aims to determine the effect of applying rice husk charcoal and cow manure on the availability of N, P, K nutrients and the growth of cherry tomato plants in Ultisol soil. This research used a two-factor experimental method arranged in a factorial completely randomized design (CRD). First factor is rice husk charcoal (A) which consists of 3 treatment levels, namely treatment without rice husk charcoal (A0), 17 tons/ha of rice husk charcoal (A1), and 34 tons/ha (A2). Second factor is cow manure (P) which consists of 3 levels of treatment, namely without cow manure (P0), 25 tons/ha of cow drum fertilizer (P1), and 50 tons/ha (P2). The experiment was repeated 3 times so that there were 27 experimental units. The results of the research can be concluded that the application of rice husk charcoal and cow manure to the A2P2 treatment can increase soil pH by 17%, soil organic C by 86%, and soil nutrient availability (N, P, and K) by 75%-342%, Providing rice husk charcoal and cow manure in the A1P2 treatment can increase the growth parameters of cherry tomato plants by 101%-262%. The combination of rice husk charcoal and cow manure treatment interacts with the parameters of soil pH, soil available phosphorus, and plant height.    ABSTRAKProduksi tomat di Kalimantan Barat mengalami penurunan, namun permintaan semakin meningkat setiap tahunnya. Satu diantara upaya yang dapat dilakuan untuk meningkatkan produksi tomat adalah pemanfaatan tanah Ultisol, namun demikian pemanfaatan tanah ini menghadapi kendala karakteristik tanah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman bila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian arang sekam padi dan pupuk kandang sapi terhadap ketersediaan hara N, P, K, dan pertumbuhan tanaman tomat ceri di tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dua faktor yang disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah arang sekam padi (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu perlakuan tanpa arang sekam padi (A0 ­), arang sekam padi 17 ton/ha (A1), dan 34 ton/ha (A2). Faktor kedua adalah pupuk kandang sapi (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu tanpa pupuk kandang sapi (P0), pupuk kandang sapi 25 ton/ha (P1), dan 50 ton/ha (P2). Percobaan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian arang sekam padi dan pupuk kandang sapi pada perlakuan A2P2 dapat meningkatkan pH tanah sebesar 17%, C-organik tanah sebesar 86%, dan ketersediaan hara tanah (N, P, dan K) sebesar 75%-342%, Pemberian arang sekam padi dan pupuk kandang sapi pada perlakuan A1P2 dapat meningkatkan parameter pertumbuhan tanaman tomat ceri sebesar 101%-262%.   Kombinasi perlakuan arang sekam padi dan pupuk kandang sapi berinteraksi terhadap parameter pH tanah, fosfor tersedia tanah, dan tinggi tanaman.
Pemberian Kombinasi Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk N, P, K terhadap Ketersediaan Unsur Hara N, P, K serta Petumbuhan Tanaman Jagung (Zea Mays) di Tanah Ultisol Nurah Mani, Rita Amalia; Hayati, Rita; Widiarso, Bambang
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 1 (2025): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i1.87589

Abstract

Tanah Ultisol menjadi sebuah pilihan dalam memberdayakan lahan marjinal akibat berkurangnya lahan produktif untuk pertanian. Ultisol sering disebut tanah yang bermasalah karena relatif kurang subur seperti Al-dd tinggi, kandungan unsur hara N, P, K rendah, pH rendah (4,5), nilai KTK dan KB rendah. Upaya untuk mengatasi permasalahan kualitas tanah yang terjadi pada Tanah Ultisol untuk budidaya tanaman jagung yaitu melalui pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk N, P, K. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberian kombinasi pupuk kandang kambing dan pupuk N, P, K terhadap ketersedian unsur hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.) di tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap analisis ANOVA dengan uji F. Apabila terdapat beda nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan"™s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 5%. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 25 unit percobaan. Perlakuan terdiri dari P1 (100% pupuk N, P, K (Urea 11 g/polybag, SP-36 9 g/polybag, KCl 7g/polybag)), P2 (50% pupuk N, P, K (Urea 5,5 g/polybag, SP-36 4,5 g/polybag, KCl 3,5 g/polybag)), P3 (100% pupuk N, P, K (Urea 11 g/polybag, SP-36 9 g/polybag, KCl 7g/polybag) + 100% pupuk kandang kambing (1.400 g/polybag)), P4 (50% pupuk N, P, K (Urea 5,5 g/polybag, SP-36 4,5 g/polybag, KCl 3,5g/polybag) + 100% pupuk kandang kambing (1.400 g/polybag)) dan P5 (100% pupuk kandang kambing (1.400 g/polybag)). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi pupuk kandang kambing dan pupuk N, P, K pada perlakuan P3 dapat meningkatkan pH tanah (2,7%),K-dd (4,59%), Tinggi Tanaman (63,06%) dan Diameter Batang (68,16%).
Pengaruh Pemberian Tepung Cangkang Telur dan Pupuk Kandang Ayam terhadap Serapan Hara N, P, K Tanaman Cabai Rawit pada Tanah Alluvial yani, Yani; Suswati, Denah; Riduansyah, Riduansyah
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 1 (2025): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i1.85318

Abstract

 AbstrakSebaran tanah Alluvial di Indonesia yang sebagian besarnya banyak dijumpai terutama di Kalimantan Barat. Tanah Alluvial menjadi sebuah pilihan dalam memberdayakan lahan marjinal akibat berkurangnya lahan produktif untuk pertanian. Produksi cabai rawit dalam waktu 3 tahun terakhir di Kalimantan Barat menurut data mengalami peningkatan, untuk mempertahankan dan mencapai produksi kualitas hasil tanaman yang tinggi perlu adanya usaha intensifikasi pertanian satu diantaranya pemberian pupuk organik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam terhadap serapan hara N, P, K tanaman cabai rawit pada tanah alluvial. Penelitian merupakan percobaan lapangan yang menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL) 2 faktor, faktor pertama pemberian tepung cangkang telur (C) dan faktor kedua pemberian pupuk kandang ayam (K) yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 27 sampel tanaman cabai rawit. Perlakuan faktor pertama C0 (kontrol), C1= 80 gram/polibag (3,2 ton/ha), C2= 160 gram/polibag (6,4 ton/ha), faktor kedua K (control), K1= 500 gram/polibag (20 ton/ha), K2= 1000 gram/polibag (40 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap serapan hara tanaman. Interaksi perlakuan C1K2 (tepung cangkang telur 80 gram/polybag dan pupuk kandang ayam 1000 gram/polibag) dapat meningkatkan berat kering bagian atas tanaman, serapan nitrogen dan serapan fosfor bagian atas tanaman cabai rawit.Kata kunci: Alluvial, cabai rawit, tepung cangkang telur, pupuk kandang ayam, serapan NPK.
Beberapa Sifat Fisika Tanah Gambut Terdegradasi Akibat Kebakaran Lahan di Desa Rasau Jaya Tiga Kabupaten Kubu Raya Haq, Muhammad Idzharul; Anshari, Gusti Z; Nusantara, Rossie W
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 1 (2025): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i1.85530

Abstract

Lahan gambut merupakan salah satu ekosistem multifungsi sebagai pelindung fungsi hidrologi, sumber keanekaragaman hayati, pangan dan energi dan pengendali iklim global. Kebakaran akan mempengaruhi kemampuan tanah untuk menyerap dan menyimpan air. Kebakaran yang terjadi di lahan gambut berdampak pada sifat fisika tanah gambut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sifat fisika tanah antara lahan terbakar dan lahan tidak terbakar. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada pada lahan yang terbakar dan yang tidak terbakar, pada kedalaman 0-20 cm sebanyak 15 sampel pada masing-masing lahan dengan menggunakan ring sampel dan di lanjutkan dengan analisis sampel tanah di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah. Parameter sifat fisika tanah pada penelitian ini meliputi kematangan, kedalaman muka air tanah, bobot isi, porositas total, kadar air kapasitas lapang dan kadar serat gosok. Analisis sifat kimia tanah untuk menentukan C-organik dan kadar abu. Tinggi muka air tanah pada lahan terbakar lebih dalam dengan nilai rata-rata 23,24 cm jika dibandingkan dengan lahan tidak terbakar dengan nilai rata-rata 10,44 cm. Bobot isi tanah pada lahan terbakar memiliki nilai rata-rata 0,22 g/cm3 dan 0,25 g/cm3 pada lahan tidak terbakar. Porositas total tanah pada lahan terbakar memiliki nilai rata-rata 87,09% dan 87,64 % pada lahan tidak terbakar. Kadar air kapasitas lapang pada lahan terbakar memiliki nilai rata-rata 77,52% dan 83,09 % pada lahan tidak terbakar. Kadar serat gosok pada lahan terbakar dan tidak terbakar di kriteriakan sebagai hemik yang memiliki nilai rata-rata 19,22% dan 20,98%. Hal tersebut munjukan bahwa kebakaran lahan tidak terlau menjukan perbedaan yang signifikan terhadap sifat fisika tanah gambut terutama pada bobot isi tanah, porositas total dan kadar air kapasitas lapang.
Kajian Kedalaman Muka Air Tanah dan Potensial Redoks pada Lahan Gambut di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya Sa'adah, Ficky Annisatus; Suryadi, Urai Edi; Alhaddad, Abdul Mujib
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 1 (2025): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i1.84013

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya tepatnya di areal kebun rakyat kelapa sawit. Lahan gambut di Desa Kuala Dua mengalami alih fungsi menjadi sejumlah penggunaan lahan salah satunya kebun rakyat kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedalaman muka air tanah (MAT) dan potensial redoks (Eh) pada lahan gambut. Metode penelitian dilakukan dengan metode transek dimana penentuan titik pengamatan ditentukan 3 titik pengamatan dengan 3 kali ulangan dengan jarak terhadap saluran yang berbeda-beda yaitu 50 cm, 100 cm dan 150 cm. Total keseluruhan titik pengamatan berjumlah 9 titik pengamatan di luasan 1 Ha lahan sawit rakyat. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0 - 30 cm. Uji analisis statistik pada penelitian ini menggunakan metode korelasi. Parameter yang dianalisis meliputi kedalaman dan kematangan gambut, kedalaman muka air tanah, bobot isi, porositas total, konduktivitas hidrolik, kadar air kondisi lapangan, potensial redoks dan reaksi tanah. Hasil penelitian menunjukkan korelasi antara kedalaman muka air tanah dan potensial redoks termasuk dalam kategori rendah.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kambing dan Abu Boiler terhadap Serapan Unsur Hara N, P, K dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Tanah Gambut Ningtias, Citra Ayu; Sulakhudin, Sulakhudin; Junaidi, Junaidi
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 1 (2025): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i1.84080

Abstract

Tanah Gambut merupakan satu diantara jenis tanah di Kalimantan Barat yang cukup potensial untuk budidaya Bawang Merah. Pemanfaatan Tanah Gambut sebagai media tanam Bawang Merah banyak menghadapi kendala terutama berkaitan dengan sifat fisik dan kimia tanah yang kurang sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Tanah Gambut memiliki pH rendah, kejenuhan basa rendah, kapasitas tukar kation tinggi, dan kandungan hara makro dan mikro yang rendah, sehingga dapat menjadi penyebab terhambatnya pertumbuhan dan produksi tanaman. Menurut badan statistik hortikultura produksi Bawang Merah di Kalimantan Barat dalam waktu 3 tahun terakhir mengalami penurunan, sehinggga perlu diupayakan peningkatan produksi Bawang Merah di Tanah Gambut dengan pemberian Pupuk Kandang Kambing dan Abu Boiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu Pupuk Kandang Kambing sebanyak 3 taraf perlakuan P0 (0 g/ polybag), P1 (240 g/polybag), P2 (480 g/polybag) dan faktor kedua Abu Boiler sebanyak 3 taraf perlakuan B0 (0 g/polybag), B1 (842 g/polybag), B2 (1.148 g/polybag) sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi Pupuk Kandang Kambing dan Abu Boiler tidak berpengaruh nyata terhadap semua paramater. Namun, pemberian abu boiler secara tunggal memberikan pengaruh pada semua parameter kecuali serapan P tanaman dan meningkat dibandingkan perlakuan kontrol. Perlakuan abu boiler pada perlakuan B1 (842 g/polybag) meningkatkan serapan N, serapan K, berat kering atas tanaman, jumlah umbi, berat basah umbi dan berat kering umbi dibandingkan perlakuan kontrol.

Page 1 of 1 | Total Record : 6