cover
Contact Name
Hariyadi
Contact Email
Hariyadi
Phone
-
Journal Mail Official
hariefamily@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Rang Teknik Journal
ISSN : 25992081     EISSN : 25992090     DOI : -
RANG TEKNIK JOURNAL, merupakan Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah yang diterbitkan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat yang terbit 2 (dua) kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 519 Documents
ANALISA DEBIT RANCANGAN DAN KAPASITAS TAMPANG DRAINASE SERTA MENGEVALUASI SISTEM SALURAN DRAINASE DI JALAN KH WAHID HASYIM SEMPAJA KOTA SAMARINDA Fitriyati Agustina; Nur Ikhsan Junaedi; Ilham Wijaya
Rang Teknik Journal Vol 5, No 1 (2022): Vol. 5 No. 1 Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.719 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v5i1.2815

Abstract

Permasalahan drainase di daerah Sempaja Utara Kota samarinda saat ini menghadapi problema yang cukup serius. Kondisi drainase yang ada banyak menghadapi berbagai masalah. Sebagai indikator dari permasalahan drainase antara lain adalah berupa banjir/ genangan baik yang bersifat lokal (setempat) atau yang bersifat lebih luas. Hal tersebut yang menimbulkan permasalahan di lingkungan permukiman, sarana prasarana transportasi dan prasarana publik yang lain sehingga dapat menyebabkan teragnggunya kegiatan ekonomi. Evaluasi kinerja sistem drainase dilakukan dengan membandingkan debit yang masuk dan kapasitas tampang saluran. Dalam analisis ini debit rencana diperoleh dengan menggunakan analisis hidrologi debit banjir kala ulang 10 tahunan untuk saluran sub makro sedang untuk saluran drainase mikro menggunakan debit banjir kala ulang 5 tahunan. Analisis hidrolika kapasitas tampang saluran dengan menggunakan persamaan Manning. Debit banjir rancangan ini menggunakan kala ulang 2, 5, 10, 20 dan 50 tahun dengan menggunakan metode distribusi gumbel hasil perhitungan untuk kapasitas awal saluran = 4,891 m3 /detik dan untuk debit banjir rancangan pada kala ulang 2 tahun 13,553 m3/detik, kala ulang 5 tahun 17,500 m3/detik, kala ulang 10 tahun 20,112 m3/detik, kala ulang 20 tahun 22,619 m3/detik, dan untuk kala ulang 50 tahun 25,863 m3/detik. Dari analisa diatas dapat kita simpulkan bahwa saluran drainase pada kawasan Jalan K.H Wahid Hasyim memerlukan perencanaan ulang kapasitas saluran, karena kapasitas saluran yang ada jika dibandingkan dengan debit banjir rancangan maka hasilnya minus atau kondisi sudah tidak aman dalam menampung debit banjir rencana kala ulang 2 tahun hingga seterusnya.  Kata Kunci : evaluasi, drainase, debit rencana, kapasitas saluran
SOIL INVESTIGATION BERDASARKAN UJI SONDIR DI KECAMATAN HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Hanifah Asnur; Ramacos Fardela
Rang Teknik Journal Vol 5, No 1 (2022): Vol. 5 No. 1 Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.064 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v5i1.2735

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Uji Sondir di Kabupaten Lima Puluh Kota tepatnya di Kecamatan Harau Pada Tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan daya dukung tanah serta jenis pondasi yang cocok di titik lokasi penelitian sehingga terhindar dari kegagalan struktur (bangunan roboh/runtuh). Metode penyelidikan tanah dilakukan dengan cara pengujian langsung di lapangan menggunakan alat sondir. Data sekunder didapat dari beberapa kajian literatur. Data primer didapat dari hasil sondir di dua titik lokasi yang telah ditentukan. Analisis data menggunakan dua parameter pada setiap kedalaman yaitu Nilai Perlawanan Konus (NK) dalam satuan kg/cm2, Jumlah Hambatan Pelekat (JHP) dalam satuan kg/cm. Kedua parameter diatas dicatat untuk setiap interval 20 cm sampai kedalaman dimana didapatkan nilai  NK ≥ 155 kg / cm2, dengan batasan kedalaman maksimum 10  m dari muka tanah setempat. Hasil penelitian sondir diukur dari elevasi ± 0.00 (muka tanah setempat) pada titik 1 NK ³ 155 kg/cm2 didapat pada posisi kedalaman – 10.00 m dengan nilai TFR 410 kg/cm. Sedangkan pada titik 2 didapat pada posisi kedalaman – 6.00 m dengan nilai TFR 248 kg/cm. Berdasarkan perhitungan daya dukung tanah maka jenis pondasi yang cocok untuk perencanaan pembangunan proyek tersebut adalah pondasi dalam (bore pile).
ANALISIS TPM MESIN PEMOTONG TEKSTIL OTOMATIS CNC-CUTTER KURIS DENGAN METODE OEE DI PT. YIFAN JAYA Iwan Nugraha Gusniar; Alfian Sidik
Rang Teknik Journal Vol 5, No 1 (2022): Vol. 5 No. 1 Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4037.753 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v5i1.2733

Abstract

Mesin CNC-Cutter C 3030 menjadi salah satu mesin pemotong otomatis tekstil yang cukup diandalkan dalam meningkatkan efisiensi waktu produksi. Mesin ini berfungsi sebagai mesin pemotong otomatis kain atau tekstil dengan menggunakan program sehingga desain yang sudah dibentuk bisa langsung input ke mesin dan mesin akan memotong kain sesuai desain. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui nilai efektivitas produksi pada mesin CNC-Cutter C 3030, nilai efektivitas meliputi availability, performance rate dan quality rate, meode penelitian yang dilakukan dengan metode total productive maintenance, setelah dilakukan penelitian didapatkan Nilai availability sebesar 86,26% pada setiap minggu, Nilai performance rate, quality Rate mesin menunjukan hasil sebesar 96,8%, dan hasil perhitungan Overall Equipment Effectiveness adalah 80,83%.
PENGEMBANGAN APLIKASI SI-BOOK UNTUK MONITORING DAN EVALUASI KINERJA PEGAWAI PADA MODUL EVALUATION DENGAN METODE ITERATIVE INCREMENTAL Muhammad Zikri; Rahmat Fauzi; Ekky Novriza Alam
Rang Teknik Journal Vol 5, No 1 (2022): Vol. 5 No. 1 Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.968 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v5i1.2903

Abstract

Penelitian yang dilakukan saat ini berada di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi. Permasalahan yang terjadi di (BPPRD) Kota Jambi adalah tugas yang diberikan kepada pegawai masih dilakukan melalui komunikasi verbal, pegawai kesulitan mendapatkan penilaian dan evaluasi dari atasan, dan tidak adanya tools yang digunakan untuk mengukur kinerja pegawai. Oleh karena itu perlu dikembangkan sebuah aplikasi berbasis website dengan nama SI-BOOK untuk Monitoring dan evaluasi kinerja pegawai dengan harapan dapat memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi. Untuk bisa menyelesaikan permasalahan terdapat pendekatan yang digunakan yaitu agile dengan menggunakan metode iterative incremental.
ANALISIS DURATION COST TRADE OFF UNTUK MENGEJAR KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PROYEK (STUDI KASUS: PENINGKATAN JALAN SIMOREJO-BAURENO KABUPATEN BOJONEGORO JAWA TIMUR) Subakir, Ali Hasan; Sugiyanto, Sugiyanto
Rang Teknik Journal Vol 5, No 1 (2022): Vol. 5 No. 1 Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.458 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v5i1.2705

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan latar belakang adanya proyek peningkatan jalan Simorejo – Baureno, yang pada awal pelaksanaan diduga mengalami keterlambatan dari jadwal progres yang direncanakan karena berbagai alasan kendala operasional dan faktor cuaca. Berdasarkan atas evaluasi dan investigasi di lapangan terhadap berjalannya proyek tersebut, ditemukan besarnya keterlambatan sebesar 16% pada pengamatan hari ke-60. Dalam kaitannya dalam pelaksanaan proyek konstruksi ada 3 sasaran yang harus diwujudkan, yaitu ketepatan jadwal pelaksanaan sesuai rencana waktu yang dijadwalkan (on schedule), menggunakan jumlah anggaran sesuai dengan yang dianggarkan (on budget) dan hasilnya memenuhi rencana mutu dan syarat-syarat pekerjaan (on specification). Oleh karena itu, agar adanya keterlambatan pada proyek tersebut tidak berimbas pada mundurnya waktu akhir penyelesaian proyek, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mempercepat durasi pelaksanaan proyek dengan metode crashing. Pada penerapan metode tersebut langkah yang harus ditempuh adalah dengan menerapkan penambahan jam kerja melalui sistem kerja lembur dalam rangka mempercepat kegiatan pelaksanaan proyek. Dengan demikian, dalam upaya mempercepat durasi pelaksanaan proyek dengan metode crashing ada perhitungan-perhitungan yang dikenal dengan istilah analisis pertukaran biaya terhadap waktu (duration cost trade off). Pada analisis duration cost trade off, maka waktu dan biaya dapat dioptimalkan tanpa mengurangi kualitas yang diisyaratkan. Data-data yang digunakan dan diolah dalam penelitian ini adalah bersumber dari pelaksana proyek (kontraktor) yang berperan langsung dalam pelaksanaan proyek yang diteliti. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan menentukan adanya lintasan kritis pada proyek tersebut dan langkah berikutnya adalah dengan penerapan perhitungan berdasarkan skenario penambahan lembur 1 jam, penambahan lembur 2 jam dan penambahan lembur kerja 3 jam. Hasil dari penelitian ini diperoleh perhitungan  penambahan 1 jam kerja lembur didapatkan durasi crashing sebesar 207,34 hari dengan biaya Rp 12.297.028.682, tetapi proyek masih terlambat 27,35 hari. Penambahan 2 jam kerja lembur didapat durasi crashing sebesar 190,47 hari dengan biaya Rp 12.376.431.195, tetapi proyek masih terlambat 8,47 hari. Penambahan 3 jam kerja lembur didapat durasi crashing sebesar 180 hari dengan biaya sebesar Rp 12.475.182.757 dan proyek akan selesai tepat waktu (on schedule). Hasil optimumnya adalah dengan penambahan lembur 3 jam/hari dan biaya membengkak Rp. 239.244.839 atau 1,12% dari total anggaran dengan cost slope Rp. 4.430.460 per hari..Kata Kunci: Crashing, duration cost trade off, lembur kerja, biaya dan cost slope. 
KAWASAN BERPOTENSI BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KURANJI Utama, Lusi
Rang Teknik Journal Vol 5, No 1 (2022): Vol. 5 No. 1 Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.721 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v5i1.2844

Abstract

The extreme climate from 2012 resulted in high rainfall. Watershed damage from research on Kuranji describes the Batang Kuranji watershed in a damaged state. Watershed (DAS) is an ecosystem unit where living bodies and their environment interact, interdependence on their constituent components. Batang Kuranji has a river flow with a main river length of 32.41 km which crosses 5 SUB-DAS, namely Sungkai, Padang Janiah-karuah , Belimbing, Batang Kuranji and Danau Limau Manih. The upstream of the Kuranji watershed is the Bukit Barisan mountain range with an area of 202.7 km2 of the Kuranji watershed, with an average maximum annual rainfall of 3,500 mm. By using the Thiessen method from 3 rainfall stations from 2012 to 2020, the planned rainfall is obtained. From the image map with the ARC GIS program, we get a watershed map, a map of rainfall stations and a map of land use. From the analysis of discharge rationally, the discharge due to land use for green areas that can store water in forests and plantations for the Danau Limau Manih SUB-watershed is 15.82 m3/second, for the Danau Limau Manih SUB-watershed area, the green area is 6.46 m3/second, for the Batang Kuranji sub-watershed, the discharge due to the green area is 2.52 m3/second, which is small from the discharge due to residential land use. From these 3 SUB-watersheds, it is necessary to arrange land use.Keywords: extreme, rainfall, land use, watershed
PERENCANAAN ULANG PONDASI TIANG PANCANG PADA BANGUNAN GEDUNG CONTROL ROOM DI KALIMANTAN TIMUR Santi Yatnikasari; Adde Currie Siregar; Maulana Rizki Azis; Chandra Kusuma
Rang Teknik Journal Vol 5, No 2 (2022): Vol. 5 No. 2 Juni 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.067 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v5i2.3019

Abstract

Pondasi merupakan suatu konstruksi pada bagian dasar bangunan yang berfungsi meneruskan beban dari struktur bangunan bagian atas ke lapisan tanah. Pembangunan Gedung Control Room di Proyek Pipa Gas Tanjung Batu Kalimantan Timur direncanakan menggunakan pondasi tiang bor ukuran 30 cm dan kedalaman 18 m dibawah muka tanah. Peneliti ingin melakukan perencanaan ulang pondasi tiang bor menggunakan 3 alternatif variasi diameter tiang pancang. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai kapasitas daya dukung dan penurunan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder berupa gambar teknis gedung, data hasil penyelidikan tanah dengan metode sondir dan standar penetration test. Hasil penelitian nilai kapasitas daya dukung ultimit tiang bor eksisting yaitu 434,559 Ton. Nilai kapasitas daya dukung ultimit perencanaan pondasi dengan metode Meyerhoff pada diameter 0,3 yaitu 295,16 Ton, diameter 0,4 yaitu 393,547 Ton dan diameter 0,5 m yaitu 491,933 Ton. Sedangkan dengan metode Aoki & De Alencer pada diameter 0,3 yaitu 285,109 Ton, diameter 0,4 yaitu 406,914 Ton dan diameter 0,5 m yaitu 543,047 Ton. Direkomendasi alternatif desain perencanaan pondasi tiang pancang diameter 0,5 m metode Aoki & De Alencer dengan jumlah 3 tiang dalam 1 kelompok tiang. Hal ini berdasarkan hasil kapasitas dukung kelompok (Qg) lebih besar dari metode Meyerhoff, dari nilai penurunan, nilai penuruan 0,062 m lebih kecil dari nilai penurunan tiang bor pondasi eksisting 0,084 m dan  nilai penurunan tiang dengan  metode Meyerhoff  0,089 m.Keywords: Pondasi Tiang Pancang, Kapasitas Daya Dukung, Penurunan
RANCANG BANGUN SCALED DOWN MODEL SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK Herris Yamashika; Mahyessie Kamil
Rang Teknik Journal Vol 5, No 1 (2022): Vol. 5 No. 1 Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1374.208 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v5i1.3069

Abstract

-
ANALISIS LINE BALANCING UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI LINTASAN PRODUKSI PERAKITAN Meldia Fitri; Muhammad Ilham Adelino; M. Lutfi Apuri
Rang Teknik Journal Vol 5, No 2 (2022): Vol. 5 No. 2 Juni 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.84 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v5i2.3223

Abstract

Ketidakseimbangan lintasan kerja pada proses produksi kursi makan di FFF perabot yang diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya kondisi operator, jumlah stasiun kerja dan waktu operasi dan istirahat yang lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan efisiensi lintasan pada proses produksi perakitan kursi makan. Metode yang digunakan adalah metode line balancing yaitu Region Approach dan Rank Position Weight dengan melakukan perbandingan efisiensi lintasan sebelum dan sesudah menggunakan metode line balancing. Dari penelitian diperoleh hasil perhitungan line balancing berdasarkan metode Region Approach efisiensi lintasan adalah sebesar 91 % dan Balance delay 9 % dan metode Rank Position Weight menghasilkan efisiensi lintasan sebesar 90 % dan balance delay 10%. Kedua metode ini dapat digunakan untuk peningkatan efisiensi lintasan karena efisiensi kedua lintasan tidak memiliki nilai terlalu jauh. Usulan perbaikan dalam jumlah pembagian stasiun kerja dapat dikurangi menjadi 4 stasiun kerja, dimana sebelumnya mencapai 6 stasiun kerja. Efisiensi lintasan dapat ditingkatkan sebesar 23% menggunakan metode Region Approach dan sebesar 22% menggunakan Rank Position Weight.
EVALUASI SISTEM MANAJEMEN PADA PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN SARANAN DAN PRASARANA TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) DI TUBAN JAWA TIMUR Sugiyanto Sugiyanto; Rendi Untoko
Rang Teknik Journal Vol 5, No 1 (2022): Vol. 5 No. 1 Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.145 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v5i1.2706

Abstract

Pada penelitian ini, evaluasi sistem manajemen pada proyek yang diteliti terdiri dari evaluasi kinerja biaya, evaluasi kinerja jadwal dan evaluasi penerapan mutu pada pelaksanaan proyek. Evaluasi kinerja biaya dan jadwal proyek menggunakan metode konsep nilai hasil (earned value) dan evaluasi penerapan mutu pada pelaksanaan proyek berdasarkan penilaian fisik konstruksi terhadap spesifikasi teknis yang dipersyaratkan. Penggunaan metode nilai hasil untuk mengetahui kinerja biaya dan jadwal proyek dilakukan dengan analisa variabel-variabel BCWS (Budgeted Cost for Work Schedule), ACWP (Actual Cost for Work Performed) dan BCWP (Budgeted Cost for Work Performed), kemudian digambarkan pada kurva S dengan tampilan informasi sumbu X menunjukkan durasi proyek dan sumbu Y menyatakan biaya proyek. Kurva S sangat bermanfaat untuk dipakai karena dapat dengan jelas menunjukkan kemajuan proyek dalam bentuk yang mudah dipahami, apakah terjadi pembengkakan atau penghematan anggaran proyek dan apakah terjadi kelambatan atau percepatan dalam jadwal proyek. Berdasarkan evaluasi kinerja biaya proyek, dapat diketahui terjadi pembengkakan biaya aktual proyek terhadap anggaran sebesar Rp. 12.070.959 atau pemborosan biaya sebesar 2.5% dari total anggaran biaya proyek. Kondisi terjadinya pemborosan anggaran dinamakan cost overrun, hal ini mengindikasikan bahwa pengendalain biaya dalam pelaksanaan proyek yang diteliti masih belum optimal. Berdasarkan atas evaluasi kinerja jadwal proyek, dapat diketahui ada beberapa minggu yang mengalami keterlambatan dan adapula beberapa minggu yang mengalami percepatan. Namun begitu pada masa mendekati batas akhir jadwal proyek, pelaksanaan proyek dapat dicapai tepat jadwal sesuai dengan yang direncanakan. Kondisi tercapainya jadwal pelaksanaan proyek sesuai dengan jadwal yang direncanakan (tepat jadwal) disebut on schedule, hal ini mengindikasikan bahwa dalam pelaksanaan jadwal proyek yang diteliti dapat dikendalikan secara optimal dan tepat sasaran. Adapun untuk evaluasi penerapan mutu, didapatkan bahwa berdasarkan atas penilain fisik konstruksi terhadap spesifikasi teknis yang dipersyaratkan memenuhi persyaratan mutu (persyaratan mutu terpenuhi). Kata kunci: kinerja, nilai hasil, pemborosan, tepat jadwal dan spesifikasi.