Articles
519 Documents
ANALISIS KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH DI WILAYAH KECAMATAN TIGO NAGARI KABUPATEN PASAMAN
Nofrizal, Nofrizal;
Saputra, Robi Agung
Rang Teknik Journal Vol 4, No 2 (2021): Vol. 4 No. 2 Juni 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (177.664 KB)
|
DOI: 10.31869/rtj.v4i2.2480
Clean water is one of the basic needs in supporting human life, as an area that is developing and experiencing regional expansion, Tigo Nagari District needs more and more water along with its development, especially clean water. With the increase in the infrastructure of Tigo Nagari District, it is certain that for the next few years, Tigo Nagari District will need even more clean water. In this study, an analysis of the need and availability of clean water was carried out in the Tigo Nagari District, Pasaman Regency. The analysis was carried out in the Tigo Nagari sub-district, which originates from the Batang Malandu river. In addition, this research will also evaluate the reservoir and distribution network in order to determine the current reservoir capacity and distribution network capability. Based on the results of the analysis, it was found that the total need for clean water in the Tigo Nagari District area in 2030 was 47.40 l / second, compared to the available discharge, the water source of the Batang Malandu river was still able to meet the needs of the population until 2030. evaluation results show that the reservoir capacity is still able to accommodate clean water needs.
ANALISA PENERAPAN MANAJEMEN WAKTU PADA PROYEK BETON PENANGKIS OMBAK
Sugiyanto, Sugiyanto;
Fallah, Saiful
Rang Teknik Journal Vol 4, No 2 (2021): Vol. 4 No. 2 Juni 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1152.512 KB)
|
DOI: 10.31869/rtj.v4i2.2385
ABSTRAK Penelitian ini merupakan studi kasus pemasangan beton pada PT. Trans Pacific Petrochemical Indotama Tuban. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan tersebut karena lokasinya berada di tepi laut terhadap adanya keropos tanah yang bisa mengancam keberadaan akses dan peralatan vital perusahaan. Dari hasil investigasi penyebab adanya keropos tanah tersebut disebabkan karena keberadaan penangkis ombak tidak mampu lagi bekerja dengan performa yang diharapkan karena mengalami korosif dan berkarat sehingga tidak mampu mencegah adanya erosi dan abrasi ombak laut. Berdasarkan hasil investigasi tersebut pula, perusahaan mengambil langkah untuk membuat penangkis ombak yang baru terbuat dari komponen beton dengan mempertimbangkan umur ekonomis, efektivitas kerja dan biaya pemeliharaan. Dalam rangka untuk mengetahui apakah upaya teknik pengendalian waktu pelaksanaan proyek dilakukan secara efektif pada proyek beton penangkis ombak, maka diperlukan analisa penerapan manajemen waktu pada proyek tersebut. Teknik pengendalian pada proyek yang diteliti dilakukan dengan menggunakan metode nilai hasil (earned value) yang merupakan upaya pengendalian terpadu pelaksanaan waktu proyek dengan aplikasi Kurva S. Berdasarkan analisa penerapan manajemen waktu pada proyek yang diteliti, didapatkan informasi waktu pelaksanaan proyek pada minggu ke-1, ke-2, ke-3 dan minggu ke-7 berjalan dengan lebih lambat dari jadwal yang direncanakan; kemudian pada minggu ke-4, ke-5, ke-6, ke-8 dan minggu ke-9 berjalan dengan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan; dan akhirnya pada minggu ke-10 pelaksanaan proyek mencapai penyelesaian sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Berdasarkan atas analisa kinerja jadwal dengan menggunakan metode nilai hasil (earned value method) pada pelaksanaan proyek beton penangkis ombak, didapatkan hasil perhitungan varian jadwal (schedule variance) SV = 0 dan indek kinerja jadwal (schedule performance index) SPI =1. Dengan demikian, hasil analisa pelaksanaan proyek yang diteliti secara meyakinkan menunjukkan terjadinya jadwal pelaksanaan proyek sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (on schedule). Kata Kunci: Proyek, Manajemen Waktu, Jadwal dan Nilai Hasil
ASESMEN PONDASI UMPAK SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN RISIKO GEMPA PADA BANGUNAN RUMAH GADANG MINANGKABAU
Rafki Imani;
Tedy Wiraseptya;
Rita Nasmirayanti;
Utami Dewi Arman;
Afrilda Sari
Rang Teknik Journal Vol 4, No 2 (2021): Vol. 4 No. 2 Juni 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1989.12 KB)
|
DOI: 10.31869/rtj.v4i2.2668
Gempa Padang pada September 2009 silam telah memberi pelajaran berharga bagi kita akan pentingnya meningkatkan kapasitas bangunan terhadap gempa. Kemungkinan terjadinya gempa di Minangkabau memang tidak bisa dihindari, namun upaya untuk mengurangi risiko runtuhnya bangunan bisa terus ditingkatkan, agar jumlah korban dan rusaknya bangunan dapat diminimalisir. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk peningkatan kapasitas bangunan yang ramah gempa adalah dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal melalui perencanaan bangunan yang dilakukan berdasarkan budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. Bangunan tradisional Rumah Gadang di Minangkabau dibangun dengan penerapan pondasi umpak, yang dalam perencanaannya mempertimbangkan perilaku bangunan dan kejadian gempa di masa lalu. Penelitian ini diarahkan untuk melakukan review bagaimana pengaruh pondasi umpak dalam upaya mengurangi risiko gempa di daerah Minangkabau Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif berdasarkan Skala Mercalli sebagai ukuran besaran gempa di masa lalu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan pondasi umpak yang telah digunakan dapat terus dikembangkan seiring dengan kondisi yang ada di masa sekarang.
EVALUASI KEBUTUHAN AIR IRIGASI DENGAN APLIKASI CROPWAT 8.0 DAERAH IRIGASI AMPING PARAK
Dasril Dasril;
Bambang Istijono;
Nurhamidah Nurhamidah
Rang Teknik Journal Vol 4, No 2 (2021): Vol. 4 No. 2 Juni 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (696.832 KB)
|
DOI: 10.31869/rtj.v4i2.2656
The prediction of water requirement is important in planning and managing irrigation system. Based on this case, this study aims to evaluate water requirement of irrigation to obtain the prediction of maximum value of water requirement. The research took place in Irrigation Area of Ampiang Parak at Pesisir Selatan Regency with the area was 2,363 hectares. The descriptive qualitative analysis approach was used to collect the data by using observation, interview and taking of primer and secondary data. The tabulation of data used Cropwat version 8.0 software to analyze water requirement values. The result of this research the calculation of water requirement values using Cropwat version 8.0 software are 4.772 m3/sec in MT 1, 4.770 m3/sec in MT 2, and 5.05 m3/sec in MT 3. The data shows that irrigation area may not have dryness. However, there is some area that is rainfed. Based on observation at Irrigation Area of Amping Parak there are leaking lines, and there are area irrigations that have not connected according to irrigation area of Amping Parak scheme.
KAJIAN DISTRIBUSI SEDIMENTASI TERHADAP UMUR RENCANA WADUK CIAWI DI KABUPATEN BOGOR
Siwu, Wulandari Pingkan;
Sangkawati, Sri;
Sriyana, Ignatius
Rang Teknik Journal Vol 4, No 2 (2021): Vol. 4 No. 2 Juni 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (499.045 KB)
|
DOI: 10.31869/rtj.v4i2.2321
Waduk Ciawi terletak di bagian hulu sungai Ciliwung di Desa Cipayung Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat. Waduk Ciawi merupakan waduk eka guna (single purpose) yang dibangun untuk pengendalian debit puncak banjir maksimum di hulu Sungai Ciliwung dengan konsep dry dam. Perencanaan suatu bendungan tentunya tidak akan pernah terlepas dari rencana usia waduk, dalam perencanaannya selalu memperhitungkan jumlah sedimen yang akan masuk ke dalam waduk selama usia guna waduk karena pengendapan sedimen di dead storing dapat berdampak pada usia guna waduk, sehingga perlu dilakukan analisis untuk memprediksi besarnya sedimentasi dan pola distribusi sedimen pada Waduk Ciawi dalam upaya optimalisasi pengelolaan waduk. Memprediksi besarnya sedimentasi di Waduk Ciawi dilakukan berdasarkan pengaruh sedimen layang dan analisis distribusi sedimen menggunakan Metode Empiris Pengurangan Luas (Empirical Area Reduction Method). Berdasarkan hasil analisis, jumlah sedimen yang mengendap di Waduk Ciawi sepanjang umur rencana adalah sebesar 206.687,60 m3, dengan elevasi nol baru (new zero elevation) waduk setelah tahun ke 50 yaitu pada +512 m dan kapasitas tampungan efektif yang terisa sampai dengan umur efektif tercapai (T50) sebesar 6.178.131 m3. Secara teoritis Waduk Ciawi masih bisa berfungsi dengan baik sampai dengan umur rencana terlampaui.
ALTERNATIF PERENCANAAN JEMBATAN RANGKA BAJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE LRFD DI JEMBATAN GELATIK KOTA SAMARINDA
Santi Yatnikasari;
Muhammad Noor Asnan;
Ulwiyah Wahdah Mufassirin Liana
Rang Teknik Journal Vol 4, No 2 (2021): Vol. 4 No. 2 Juni 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (482.165 KB)
|
DOI: 10.31869/rtj.v4i2.2518
Jembatan merupakan elemen penting dalam sistem transportasi. Jembatan adalah suatu konstruksi yang menghubungkan dua jalan yang terputus karena adanya jurang, lembah, sungai bahkan menghubungkan antar pulau yang terpisah cukup jauh. Jembatan rangka baja banyak dibangun untuk kepentingan lalu lintas jalan raya. Secara umum jembatan rangka baja lebih menguntungkan daripada jembatan lainnya, karena batang-batang utama rangka baja memikul gaya aksial tekan atau gaya aksial tarik, konstruksi jembatan jauh lebih ringan, bentang jembatan jauh lebih panjang, pelaksanaan dilapangan jauh lebih mudah. Struktur bangunan jembatan rangka baja terdiri atas beberapa bagian batang utama pembentuk rangka yaitu batang gelagar induk, batang gelagar melintang dan memanjang, batang-batang ikatan angin atas dan bawah, ikatan pengaku dan sistem lantai kendaraan yang membentuk suatu konstruksi yang kaku sehingga membentuk jalur lalu lintas yang aman dan nyaman. Tujuan dari penelitian ini adalah merencanakan ulang jembatan Gelatik menggunakan struktur jembatan rangka baja dengan metode Load And Resistance Factor Design (LRFD), dan mengacu pada peraturan Standar Nasional Indonesia (SNI). Profil baja yang digunakan pada perencanaan jembatan ini adalah profil baja WF untuk gelagar memanjang, gelagar melintang, gelagar induk, dan profil L untuk ikatan angin atas dan ikatan angin bawah.
ANALYSIS OF WATER PERFORMANCE AT GRAHA JANGLI INDAH SEMARANG
Suharyanto Suharyanto;
Budiono Joko Nugroho;
Sri Sangkawati
Rang Teknik Journal Vol 4, No 1 (2021): Vol. 4 No. 1 Januari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.358 KB)
|
DOI: 10.31869/rtj.v4i1.1903
The clean water network system is made to meet the needs of clean water in a city or community and for Graha Jangli Indah, clean water management is carried out by the Graha Jangli Indah Water Management. The purpose of this study is to find out the performance of clean water network services managed by the Water Management Board of Jangli Indah by analyzing the network service performance of the network's ability to meet the minimum needs of customers in terms of water discharge. In addition, an analysis of customer satisfaction was carried out on the Water Management of Graha Jangli Indah. the level of clean water service network at Graha Jangli Indah is still unsatisfactory, with a reliability of only around 49.33%, with the length of time the system will be in a state of failure of about 5.83 months, and with a very average percentage deficit discharge rate which varies between 1.12% to 102.11%. So that the system's resilience index or ability to return to normal conditions is 0.17 (1.03 times failure divided by 5.83 months). This is because the average discharge at Graha Jangli Indah has an average water discharge value of 17.8 m3 per month which is still below the standard water demand based on Domestic Water Needs for the Big Cities category of 20.4 m3. For the calculation of the value of have rated the performance of Graha Jangli Indah Management services with very good value. With 7 indicators entering quadrant II so that conclusions can be drawn by the Importance and Performance Analysis (IPA) method, the performance of the Graha Jangli Indah Water Management is quite satisfying.
ANALISA KOORDINASI OVER CURRENT RELAY PADA PABRIK CEMENT MILL INDARUNG III PT. SEMEN PADANG
Zulkarnaini Zulkarnaini;
Sepriadi Sepriadi
Rang Teknik Journal Vol 4, No 1 (2021): Vol. 4 No. 1 Januari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (746.479 KB)
|
DOI: 10.31869/rtj.v4i1.1950
Sistem proteksi mempunyai peran penting untuk mencegah kerusakan lebih parah akibat adanya gangguan dalam sebuah sistem tenaga. Sehingga jaringan sistem tenaga bisa bekerja sesuai dengan performa yang diharapkan. Analisa dan pengecekan keandalan koordinasi rele proteksi bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan performa kerja rele proteksi. Sebelum pensimulasian dilakukanlah perhitungan secara manual untuk mendapatkan nilai arus setting over current relay, arus pick-up, time dial, serta karateristik instantanius over current relay. Kemudian hasil perhitungan itu dijadikan sebagai input pada software ETAP 12.6. Hasil running simulasi protective device coordination dan hasil analisa pada enam (6) kali skenario gangguan yang dilakukan diperoleh, bahwa sistem proteksi pada jaringan distribusi pabrik Pabrik Cement Mill Indarung III PT. Semen Padang masih bekerja dengan baik. Dari 6 kali scenario gangguan yang dilakukan, terdapat koordinasi rele OCR yang baik dan kurang baik yang terbawah .Koordinasi terbaik adalah koordinas rele OCR pada scenario keenam yaitu gangguan pada bus MDB 4.2. Rele OCR yang dikoordinasikan adalah rele trafo 4.2 dengan rele Incoming Z1, dimana perbedan nilai Time Dial-nya adalah 0.09 dengan perbedaan waktu trip CB rele trafo 4.2 dengan CB rele incoming Z1 adalah 25 ms. Sedangkan urutan koordinasi terbawah adalah koordinasi pada scenario pertama yaitu gangguan pada bus MDB PG. Rele OCR yang dikoordinasikan adalah rele trafo 2 dengan rele incoming PG, dimana perbedaan nilai Time Dialnya adalah 0.51 dengan perbedaan waktu trip CB rele trafo 2 dengan CB incoming PG adalah 870 ms.
PERANCANGAN PENGEMBANGAN OBJEK WISATA LUBUAK SODA NAGARI TAMBANGAN KABUPATEN TANAH DATAR SUMATERA BARAT
Sufina, Meri;
Nanda, Nanda
Rang Teknik Journal Vol 4, No 1 (2021): Vol. 4 No. 1 Januari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (177.25 KB)
|
DOI: 10.31869/rtj.v4i1.2226
Tambangan merupakan salah satu nagari yang termasuk kedalam wilayah sepuluh koto Kabupaten Tanah Datar, provinsi Sumatera Barat. Nagari ini terletak diperbatasan Kota Padang Panjang menuju Tanah Datar, sebelah kanan dari arah Padang Panjang. Nagari tambangan merupakan wilayah yang masih asri yang rata-rata masyarakatnya bertani. Daerah Nagari Tambangan dipenuhi dengan hamparan sawah, ladang, dan pengairan yang jernih. Sumber air yang jernih inilah yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata pemandian Lubuak soda. Objek wisata ini mulai dibuka untuk umum bulan Mei tahun 2019. Penamaan soda karena airnya mengeluarkan gelembung-gelembung seperti soda. Pengunjung yang datang sangat ramai, yang tidak hanya warga lokal tetapi juga dari berbagai daerah. Seiring perkembanganya, Objek Wisata Lubuak Soda belum terkelola dengan baik. Banyak tenda-tenda penjual makanan yang dibangun sembarangan. Dan juga terjadi kesalahan dimana pemanfaatan jembatan sebagai lahan parkir. Dan masih banyak infrastruktur yang belum lengkap sebagai objek wisata, seperti tempat ganti pakaian yang hanya berupa tenda terpal sederhana. Selain itu belum tersedia toilet umum yang memadai, yang ada hanya wc yang masih tradisional berdinding terpal dan dengan pemanfaatan air sungai sebagai pembuangan akhir. Untuk itu penulis ingin mengembangkan bagaimana perancangan pemandian lubuak soda agar lebih tertata rapi, bersih dan lengkap.
ANALISIS KINERJA WAKTU PELAKSANAAN PROYEK DENGAN METODE PERFORMANCE INTENSITY
Sugiyanto, Sugiyanto;
Umam, Ah. Nasihul
Rang Teknik Journal Vol 4, No 1 (2021): Vol. 4 No. 1 Januari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1958.957 KB)
|
DOI: 10.31869/rtj.v4i1.1951
Pemerintah daerah Kabupaten Tuban saat ini sedang giat meningkatkan sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya bagi warga/penduduk yang berdomisili jauh dari pusat perkotaan, salah satunya adalah dengan membangun gedung puskesmas baru di lokasi Desa Prambonwetan Kecamatan Rengel Tuban Jawa Timur. Berdasarkan target durasi proyek pembangunan gedung tersebut, maka pada pelaksanaannya harus dilakukan secara efektif dan efisien sehingga target selesainya proyek sesuai jadwal rencana. Di lain pihak, momentum management memberikan kemudahan bagi penggunanya karena tidak diperlukan data biaya serta semua data yang diolah dan digunakan dalam perhitungan rumus adalah dengan berbasis waktu. Momentum management dapat memberikan early warning atau peringatan dini agar kontraktor dapat mengambil tindakan lebih dini sebelum kejadian proyek mengalami terlambat yang lebih jauh. Perfomance intensity merupakan salah satu kunci penting di dalam momentum management. Dengan performance intensity dapat diketahui kecepatan kerja tiap periode, durasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek pada saat pelaporan serta dapat menentukan status proyek dan prediksi tanggal selesainya proyek. Hal inilah yang menjadi keunggulan metode performance intensity dibandingkan dengan metode yang lain. Dengan menggunakan metode ini selama 13 periode atau selama 180 hari kalender kerja didapatkan hasil bahwa proyek ini pada awal periode yakni periode ke-1 sampai dengan periode ke-5 mengalami keterlambatan dari yang direncanakan, tetapi di pertengahan proyek berjalan lebih cepat dari jadwal dan dapat menyelesaikan proyek tepat jadwal pada mendekati batas akhir waktu proyek. Berdasarkan prediksi selesainya tanggal proyek pada periode ke-3, proyek diprediksi berakhir lebih dari 180 hari dan dipastikan akan mengalami keterlambatan jadwal dari rencana berdasarkan posisi saat pelaporan tersebut. Kemudian berdasarkan pengamatan pada periode ke-11, proyek diprediksi akan selesai tepat pada 180 hari dan kinerja waktu proyek mencapai ketepatan jadwal sesuai dengan yang direncanakan berdasarkan posisi saat pelaporan tersebut. Kata Kunci: Momentum Management, Early Warning, Performance Intensity, Periode, dan Kinerja Waktu