BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil is theoritical and applied Civil Engineering journal for scientific publication issued twice in every volume (January and July). First published in January 2013, already indexed by Dimensions, Google Scholar, Base, Garuda, and Sinta. BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil is the journal open access. BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil p-ISSN: 2302-5891, e-ISSN: 2579-3187 is a peer-reviewed, scientific journal published by Universitas Islam 45 Bekasi. FOCUS & SCOPE: Structural Engineering Construction Engineering & Management Geotechnical Engineering Transportation Engineering Water Resources Engineering
Articles
293 Documents
KEBUTUHAN AIR HARIAN MASYARAKAT DESA JADA BAHRIN KABUPATEN BANGKA
Hisyam, Endang Setyawati;
Fahriani, Ferra;
Hidayat, Rahmad
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 8 No 1 (2020): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/bentang.v8i1.1946
Desa Jada Bahrin merupakan desa penghasil sayur mayur, karet, lada, dan nanas. Mata pencaharian masyarakat di desa Jada Bahrin yaitu petani, nelayan, buruh harian, pedagang dan wiraswasta. Persoalan yang sering dihadapi masyarakat Desa Jada Bahrin adalah sulitnya mendapatkan air ketika musim kemarau. Masyarakat hanya mengandalkan kolam buatan untuk menampung air dan menyalurkan ke setiap rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kebutuhan air harian rata-rata sekarang dan prediksi kebutuhan air bersih 10 tahun yang akan datang serta faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan air bersih masyarakat Desa Jada Bahrin. Data untuk analisis diperoleh dengan penyebaran kuisoner ke responden. Hasil analisa diperoleh kebutuhan air harian rata-rata setiap orang di Desa Jada Bahrin adalah 107,83 liter/orang/hari (Ipoph). Prediksi jumlah total kebutuhan air bersih Desa Jada Bahrin pada 10 tahun mendatang yaitu pada tahun 2028 sebesar 2,43 liter/detik. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan air bersih adalah jenis pekerjaan, tingkat pendapatan dan pengaruh iklim.
CARBON FIBER REINFORCED POLYMER SEBAGAI PERKUATAN LENTUR PADA BALOK BETON
-, Zainurrahman;
Darma, Eko;
Nuryati, Sri
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 8 No 1 (2020): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/bentang.v8i1.1947
Balok beton dapat mengalami keruntuhan mendadak jika mengalami pembebanan berlebih karena bersifat getas. Penggunaan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) yang dipasang secara eksternal pada balok beton sebagai external confinement, diprediksi akan meningkatkan sifat mekanik beton, meningkatkan daktilitas dan kapasitas beton, perkuatan lentur. Studi eksperimental pada penguatan balok beton dengan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) dilakukan untuk memperkirakan efektivitas penggunaan CFRP pada struktur beton sebagai bahan penguatan lentur balok beton. Dua jenis balok beton disediakan dalam penelitian ini untuk menguji efek penguatan lentur komposit CFRP yang diikat secara eksternal. Untuk jenis balok beton yang pertama digunakan adalah jenis balok beton normal. Pada balok kedua digunakan CFRP yang dilaminasi dengan cara melapisi balok dengan Fiber. Dimensi pada kedua jenis balok tersebut adalah 15cmx15cm dengan panjang rentang tumpuan 55cm. Semua balok diuji menggunakan pembebanan dua titik untuk mendapatkan pembengkokan murni di rentang tengah. Deformasi dan daktilitas balok beton yang diberi perkuatan memperoleh hasil yang berpengaruh lebih tinggi dari balok normal yang menyatakan kinerja maksimum CFRP tercapai. Hasil uji kuat tekan dari beton adalah 23,29 MPa, hasil uji kuat lentur pada beton polos 33,41 Kg/ cm2 sedangkan pada beton CRFP adalah 48,07 Kg/cm2. Dari hasil uji ini menunjukkan pemberian CRFP pada balok beton meningkatkan kuat lentur sebesar 44% dengan rasio sebesar 143%.
DEBIT AIR PADA SALURAN SEKUNDER BENDUNG TANAH PRIUK AKIBAT KOLAM IKAN AIR DERAS DI KABUPATEN MUSI RAWAS
Yendri, Okma;
Sari, Erna Purnama;
-, Rizaldi
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 8 No 1 (2020): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/bentang.v8i1.1948
Daerah Irigasi Kelingi Tugumulyo merupakan Irigasi bendung tetap yang mengaliri bangunan bagi saluran Air Satan Muara Beliti. Saluran sekunder Air Satan Muara Beliti mempunyai 5 bangunan yang berfungsi untuk mengaliri petak sawah di wilayah Kecamatan Muara Beliti. Permasalahan yang timbul pada pendistribusian air adalah adanya kehilangan air irigasi akibat kolam air deras dan peresapan air kedalam tanah dimana tanah dalam keadaan jenuh. Hal ini menyebabkan terjadinya kekurangan debit untuk pemenuhan air irigasi akibat adanya kehilangan air di saluran sekunder. Metode yang digunakan dalam mengkaji Evaluasi Pemberian Air Irigasi dari Bendung Watervang untuk Saluran Sekunder Air Satan dengan cara menganalisa data debit maksimum, debit minimum dan debit rata-rata Bendung Watervang selama 5 tahun dan menghitung kebutuhan air serta ketersediaan air pada daerah irigasi Air Satan Muara Beliti. Hasil penelitian menunjukan saluran Bendung Tanah Priuk 1 (BTP 1) berdasarkan debit rencana menurut skema jaringan Irigasi Kelingi Tugumulyo yaitu dari BTP 1 sampai BTP 2 didapat Q = 30,10 l/s sedangkan hasil hitungan lapangan dengan menggunakan curren meter didapat 7,89 l/dt berarti kekurangan air dari rencana untuk BTP 1 ? BTP 2 yaitu 22,21 l/dt. Pada BTP 2 sampai BTP 3 didapat Q = 10,80 l/dt sedangkan hasil hitungan lapangan dengan menggunakan current meter didapat 6,20 l/s berarti kekurangan air dari rencana untuk BTP 2 ? BTP 3 yaitu 4,60 l/dt. Pada BTP 4 sampai BTP 5 didapat Q = 11,10 l/dt sedangkan hasil hitungan lapangan dengan menggunakan current meter didapat 6,92 l/s berarti kekurangan air dari rencana untuk BTP 4 ? BTP 5 yaitu 4,18 l/dt. Saluran sekunder dari BTP 5 sampai ke kampung Bali disimpulkan tidak ada air karena air tidak mencukupi.
DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PONDASI PADA PESISIR PANTAI TIMUR KABUPATEN BANGKA
Fahriani, Ferra;
Apriyanti, Yayuk
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 8 No 1 (2020): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/bentang.v8i1.1949
Pembangunan gedung disekitar pantai diperlukan untuk meningkatkan sarana dan prasarana di pantai. Analisis terhadap daya dukung dan penurunan pondasi untuk pembangunan suatu bangunan mutlak diperlukan untuk menghindari keruntuhan pada bangunan. Pada penelitian ini dilakukan analisis daya dukung dan penurunan pondasi di daerah pantai timur Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu Pantai Tikus, Pantai Takari dan Pantai Karang Mas Air Anyir menggunakan data lapangan yaitu data Cone Penetration Test (CPT). Berdasarkan hasil uji sondir (CPT) dapat dianalisis tingkat konsistensi tanah, daya dukung dan penurunan pondasi dengan mengkombinasikan beban struktur untuk gedung 1 lantai sampai gedung 5 lantai. Perhitungan daya dukung pondasi dangkal menggunakan metode Meyerhof (1976) sedangkan pondasi dalam menggunakan metode Meyerhof (1956). Untuk perhitungan penurunan pondasi dangkal menggunakan metode Steinbrenner (1934) sedangkan perhitungan penurunan pada pondasi dalam menggunakan metode Vesic (1970). Dari penelitian ini didapatkan tingkat konsistensi tanah pada 3 lokasi mulai dari tingkat medium sampai keras. Pada analisis daya dukung pondasi didapat semakin besar daya dukung tanah, maka dimensi pondasi yang didapat semakin kecil. Semakin besar beban yang ditahan oleh pondasi maka semakin besar pula ukuran pondasi yang diperlukan untuk menahan tersebut. Pada analisis penurunan didapat semakin kecil daya dukung tanah, maka penurunan akan semakin besar. Semakin besar beban yang ditahan pondasi maka penurunan yang terjadi akan semakin besar.
KEBUTUHAN AIR DAN JARINGAN AIR BERSIH DESA NAPAL KABUPATEN MUSI BANYUASIN
Marlina, Ayu;
Andayani, Reni
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 8 No 1 (2020): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/bentang.v8i1.1950
Penyediaan air bersih merupakan salah satu prioritas utama karena menyangkut kehidupan dan kesehatan masyarakat. Sistem perpipaan dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sedangkan sistem non perpipaan dikelola oleh masyarakat baik secara individu maupun kelompok. Jaringan air bersih di Desa Napal Kabupaten Musi Banyuasin masih menggunakan sistem non perpipaan dan belum memiliki jaringan air bersih dari PDAM. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kebutuhan air bersih penduduk desa Napal baik domestik maupun non domestik dan perencanaan jaringan air bersih pedesaan dengan program Waternet. Metodologi penelitian dimulai dengan studi literatur, pelaksanaan presurvey, pengumpulan data primer berupa data bangunan non domestik dan titik kedalaman pipa, pengumpulan data sekunder berupa peta lokasi, jumlah penduduk dan bangunan domestik. Selanjutnya dilakukan perhitungan kebutuhan air dan perencanaan jaringan air bersih Desa Napal dengan program Waternet. Dari hasil analisis didapatkan total jumlah kebutuhan air desa Napal sebesar 2,228 liter/detik atau direncanakan untuk pengaliran 6 liter/detik. Perencanaan jaringan air bersih desa Napal direncanakan menggunakan pipa diameter Ø 50, diameter Ø 80, diameter Ø 150. Jaringan pipa (Pressure/atm) pada program Waternet sebesar ? 2 (jaringan berjalan dengan baik).
Evaluasi Level Kinerja Bangunan Gedung Kayu Bertingkat Rendah Akibat Beban Gelombang
Pranata, Yosafat Aji;
Suroso, Fadlillah Ariani;
Herbudiman, Bernardinus
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 9 No 1 (2021): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/bentang.v9i1.2197
Several coastal areas in Indonesia are at risk of moderate to high tsunami disasters, this is related to the condition that Indonesia is located in an earthquake high risk area. At this time there are many buildings located on the coast with a low-rise stilt house system with the main structural system, namely beams and columns using timber materials. The building structure design includes the performance evaluation process, namely strength, stiffness and structural stability. The purpose of this research is to study the evaluation behavior of performance levels, especially the strength and stiffness of low-rise timber buildings, namely the level of structural performance due to gravity and lateral loads, namely sea waves. The research scope is a three-story building with a beam and column frame structure system. Columns are circular and beams have a square cross section. The loads taken into account are gravity and lateral. The strengths discussed are the bending capacity of the beam and the compressive capacity of the column. In order to obtain building behavior that is closer to real conditions, especially in beam-column joints, secondary data is used, namely empirical data on the envelope load-deformation curve of the beam-column joint test results in the laboratory (modeled as link property). Evaluation of structural performance begins with structural analysis using SAP2000 software, to obtain internal forces and building drift. The results show that the use of link properties in beam-column joint joints in the timber building structures shows greater deformation results compared to rigid joint models, this indicates that modeling the structure with beam-column joint joints modeled as link property has an impact on building stiffness. Lower and represents the condition of a timber building with beam-column joint characteristics closer to the actual condition. The existence of a hole size in the column (to insert the beam) which is larger than the cross-sectional size of the beam results in the rotation of the joint not being zero and a slip occurs when the joint works to transmit internal forces.
Perkuatan Oprit Jembatan Kali Jubang Jalan Tol Pejangan - Brebes Timur menggunakan Geotekstil
Fitri, Siti Nurlita
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 9 No 1 (2021): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/bentang.v9i1.2255
The Kali Jubang Bridge, located on the Pejagan Toll Road, West Brebes, Indonesia, has oprit-embankment elevation of 7m. The soil structure in the area around Kali Jubang is the soft-brownish clay. Soft clay has a low bearing capacity and high compressibility. Therefore, these issues caused the occurrence of landslides, broken bridge plates, and different surface level which causes bumpy pavement and danger to road users. Hence, it is necessary to reinforce the oprit of the Kali Jubang. The design of geotexstile was conducted to improve the bearing capacity by using a geotextile with tensile strength (Tult) of 150 kN/m2. Results found that the initial embankment (Hinitial) was 8.9 m to anticipate the 1.9 m consolidation decrease . The geotextile was designed with 35 layers using a layer thickness of 0.25m, a top fold length of 1m, and an appropriate length for the width of the embankment for each layer.
Analisis Metode Ekskavasi Terowongan Pengelak Bendungan Bener Berdasarkan Data Geologi Teknik
Sasangka, Daru Jaka
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 9 No 1 (2021): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/bentang.v9i1.2278
The Bener Dam Plan, located in Bener District, Purworejo Regency, Indonesia, has a diversion tunnel. Determination of the appropriate excavation method is very important and necessary to maintain effectiveness and efficiency in the process of implementing the circumvention tunnel construction. The determination of the excavation method is also important for the implementation costs calculation. This research aims to support the planning of determining the appropriate excavation method of the Bener Dam Diversion Tunnel as well as what activities are needed to see the geological conditions of rock in the tunnel both above and below the surface for analysis to determine the excavation. The excavation method was determined by empirical method based on the input parameters of rock conditions, i.e. rock quality, density of discontinuity plane in the rock, and rocks compressive strength. The condition of the tunnel alignment is dominated by good quality andesite breccias (good rock). The empirical analysis of the excavation method shows that the Bener Dam Diversion Tunnel mostly requires a very hard type of blasting (blasting). Another type, i.e. the ripping excavation, is also required.
Potensi Retribusi Parkir Kawasan Plaza Pangkalpinang – Bangka Trade Center terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Pangkalpinang
Safitri, Revy;
Yofianti, Desy
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 9 No 1 (2021): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/bentang.v9i1.2288
The use of roadsides as parking spaces in the Pangkalpinang Plaza - Bangka Trade Center Area, if managed optimally, can be a source of Regional Original Income for Pangkalpinang City. The determination of this area as one of the on-street parking zones has the potential to be a significant contributor to parking fees revenue in Pangkalpinang City. Therefore, a study is needed to know the potential for parking fees in the Pangkalpinang Plaza - Bangka Trade Center Area to the Original Regional Income of Pangkalpinang City. The potential for parking fees revenue in Pangkalpinang City is analyzed based on three types of tariff conditions, consist of official tariffs, current tariffs, and adjustment tariffs. The results of the analysis of the potential parking fees for on-street parking in the Pangkalpinang Plaza - Bangka Trade Center Area shows that on-street parking fees revenue in this area has greats potential for the Original Regional Income of Pangkalpinang City. However, the management of the retribution receipt has not been carried out optimally, so that the revenue from this source is still low. Besides, coordination and transparency in managing parking fees also need to be improved. Furthermore, this research is expected to be used as a consideration for the government in making parking policies to optimize the receipt of parking fees in this area.
PENILAIAN KONDISI DAN PREDIKSI UMUR SISA BERDASARKAN BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM 1993 (STUDI KASUS JEMBATAN ATINGGOLA, PROVINSI GORONTALO)
Khairinnisa Rustawa, Nita Widia;
-, Sumargo
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 9 No 1 (2021): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/bentang.v9i1.2388
Bridge inspection is the process of collecting physical data to ensure that the bridge is safe and thus securing the investment value of the bridge. Inspection results are used for planning the program of maintenance, rehabilitation, strengthening, and replacement of bridges. In this study, the assessment of the Atinggola bridge condition, located in Gorontalo Province, Indonesia, uses the reference standard from the Bridge Management System 1993, including the bridge top structure, the bridge bottom structure, complementary structures, and the river basin around the bridge. Previous bridge condition data which are based on the inspection result in 2017 are used as a comparison for the future. Condition values are used to predict the remaining life of a bridge using an equation developed by Bina Marga. Overall result shows the value of the bridge condition is 2 with the predicted remaining life of the bridge is 18.88 years. These results indicate that the bridge suffered minor damage and need routine maintenance. Therefore, the bridge is able to perform optimally until the end of the planned life.