cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal
ISSN : 08531629     EISSN : 08531629     DOI : -
Majalah Ilmiah Biologi Biosfera : A Scientific Journal merupakan peer reviewed jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Media ini mewadahi hasil-hasil penelitian di bidang biologi tropika yang terbit tiga kali setahun (Januari, Mei, September).
Arjuna Subject : -
Articles 342 Documents
Distribution of Salacca zalacca ‘Kelapa’ Pudji Widodo; Wiwik Herawati; Sukarsa Sukarsa
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.208 KB) | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.1.634

Abstract

Salak or snake fruit (Salacca zalacca) or salak is a kind of popular fruit originated from Sumatra and Java. There are many cultivars including both the wild and the hybrid ones. One of many cultivars namely S. zalacca ‘Kelapa’ was observed for their distribution.  This cultivar is considered to be unusual because it has only a few spines on its petioles. This cultivar was previously found only in Karangasem Bali especially in the subdistrict of Sibetan, Selat, and Rendang and in Batujajar in West Java.  A new record was found in Banjarnegara especially in Sokanandi Village. A map of the distribution of this cultivar is presented. 
Keanekaragaman Jenis Ikan di Perairan Lebak Jungkal Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir pada Musim Hujan dan Kemarau Mohammad Rasyid Ridho; Enggar Patriono; Rita Haryani
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.1.958

Abstract

The research about fishes diversity in Lebak Jungkal waters in Pampangan District Ogan Komering Ilir Regency in rainy and dry season was conducted on February till July 2013. The aim of this research were to analyzed diversity index and Evenness index of fishes  in Lebak Jungkal in rainy and dry season. Fish samples were collected using purposive random sampling method. The obtained samples were count for species and individual number of each species as a basis for estimating the diversity and evenness indexes. During rainy season, as much as 3,406 fish individuals were caught and were identified into 17 fish species, while a sum of 2,019 individuals were collected in dry season and were placed into 14 fish species. The result of diversity index (H’) categorized intermediet and diversity index (H’) in dry season (0.142-1.754) was lower than rainy season (1.862-2.008). Otherwise, Evenness index (E) in dry season (0.566-0.604) more evenly distributed than rainy season (0.061-0.625). 
Aktivitas Hepatoprotektif Ekstrak Metanol Buah Lakum [Cayratia trifolia (L.) Domin] terhadap Hepatosit Tikus Putih (Rattus novergicus L.) yang Diinduksi Parasetamol Rizki Perdana Putri; Diah Wulandari Rousdy; Ari Hepi Yanti; Elvi Rusmiyanto Pancaning Wardoyo
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.2.961

Abstract

Lakum [Cayratia trifolia (L.) Domin] dikenal akan kandungan metabolit sekundernya seperti flavonoid, terpenoid dan fenol. Kandungan metabolit sekunder ini mengindikasikan bahwa buah lakum berpotensi sebagai sumber antioksidan akibat overdosis parasetamol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hepatoprotektif ekstrak metanol buah lakum pada hepar tikus putih Wistar yang diinduksi parasetamol dengan dosis tinggi. Buah lakum matang dari Kecamatan Sungai Kakap, Provinsi Kalimantan Barat diekstraksi melalui metode maserasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Tiga puluh lima (35) tikus putih jantan galur Wistar (Rattus novergicus L.) dibagi ke dalam 7 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan terdiri dari 4 kelompok kontrol (normal, negatif, positif dan pelarut) dan 3 kelompok uji dari dosis ekstrak yang berbeda (115, 230 dan 345 mg kg-1). Parasetamol dan bahan uji lainnya diberikan secara oral masing-masing selama 7 hari. Hasil menunjukkan bahwa efek ekstrak metanol buah lakum dosis 230 mg kg-1 (hepatosit normal: 78,05 ± 0,92%; hepatosit nekrosis: 15,04 ± 0,80%) serupa dengan efek silymarin (hepatosit normal: 81,09 ± 0,93%; hepatosit degenerasi: 16,85 ± 0,15%) sebagai obat standar.  Dosis optimal ekstrak metanol C. trifolia yang berpotesi sebagai agen hepatoprotektif adalah 230 mg kg-1
Pengaruh Pakan Suplementasi Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris terhadap Pertumbuhan dan Komposisi Tubuh Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Sorta Basar Ida Simanjuntak; Indarmawan Indarmawan; Eko Setio Wibowo
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.2.724

Abstract

Gurami adalah ikan air tawar yang mudah terinfeksi penyakit terutama pada cuaca dingin dan curah hujan tinggi, sehingga perlu dicari solusi untuk penanggulangannya.  Ikan gurami merupakan ikan yang ukuran tubuhnya dapat mencapai 5 kg. Penelitian tentang suplementasi  S. platensis dan C. vulgaris dengan dosis 6 g/kg pakan telah dilakukan pada ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.). Penelitian bertujuan mengetahui pertumbuhan dan komposisi tubuh ikan gurami yang diberi pakan suplementasi S. platensis, C. vulgaris dan campuran S. platensis + C. vulgaris serta mendapatkan komposisi pakan terbaik meningkatkan pertumbuhan dan komposisi tubuh ikan gurami.   Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan enam perlakuan dan tiap perlakuan diulang tiga kali. Perlakuan yang dicobakan dalam penelitian ini adalah: K = ikan gurami diberi pakan Tubifex sp., Daphnia sp. dan pelet komersial; P1 = ikan gurami diberi pakan suplementasi S. platensis dan Tubifex sp.; P2 = ikan gurami diberi pakan suplementasi S. platensis dan Daphnia sp.; P3 = ikan gurami diberi pakan suplementasi C. vulgaris dan Tubifex sp.; P4 = ikan gurami diberi pakan suplementasi C. vulgaris dan Daphnia sp., P5 = ikan gurami diberi pakan suplementasi campuran S. platensis + C. vulgaris, Tubifex sp. dan Daphnia sp. Penelitian dilakukan selama 112 hari dan ikan diberi pakan dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan komposisi pakan dapat meningkatkan pertumbuhan dan  komposisi tubuh ikan gurami serta perlakuan P1 yaitu pakan suplementasi S. platensis dan Tubifex sp. terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan komposisi tubuh ikan gurami. Penelitian ini menemukan bahwa untuk budidaya gurami sebaiknya ikan gurami diberi pakan suplementasi S. platensis atau C. vulgaris.
Ligninolytic Activity of Fungi Isolated from Empty Fruit Bunch of Oil Palm (Elaesis guineensis Jacq.) N S Sepwin; Erman Munir; It Jamilah
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.2.967

Abstract

Lignin is a natural polymer and plays an important role as a compound of plant cell wall constituent. A study about the degradation of lignin in the environment has been receiving considerable attention because the complex structure and difficult to be degraded compared to the degradation of others plant cell wall constituent. A study to determine the activity of the ligninolytic enzyme (lignin peroxidase, manganese peroxidase and laccase) of fungi isolated from oil palm empty fruit bunch. This study has been done with a screening of ligninolytic activity using potato dextrose agar supplemented with tannic acid (0,1%), showed that two out of five fungal isolates have ligninolytic activity. The highest activity of lignin peroxidase was produced by SN2 isolatesi.e. 9.677U ml-1, whereas the highest activity of manganese peroxidase and laccase was produced by SN3isolates i.e.1.942 U ml-1 and 1.846 U m-1 respectively.
Keanekaragaman Genetik Tempuyung (Sonchus arvensis L.) Berdasarkan Marka Inter-Simple Sequence Repeats (ISSR) Dyah Subositi; Rohmat Mujahid
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.2.828

Abstract

Tempuyung (Sonchus arvensis L.) merupakan tanaman anggota familia Asteraceae yang banyak dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan peluruh air seni. Tempuyung mudah dan banyak dijumpai di berbagai tempat di Indonesia. Keanekaragaman genetik tempuyung merupakan informasi dasar dalam rangka mendukung standarisasi tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi genetik tempuyung menggunakan penanda molekuler ISSR (Inter Simple Sequence Repeats). Tiga belas aksesi tempuyung yang dikoleksi dari 8 lokasi digunakan sebagai sampel dan diamplifikasi DNAnya menggunakan 5 primer ISSR.Indeks similaritas dihitung berdasarkan indeks similaritas Dice. Analisis klaster menggunakan metode Unweighted Pair Group Method Using Arithmetic Mean (UPGMA) dilakukan untuk mengonstruksi dendogram. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi genetik antar aksesi tempuyung yang terbagi menjadi 3 klaster pada indeks similaritas 75,16%. Aksesi Purwokerto dan B2P2TOOT (4) mempunyai hubungan kemiripan yang terdekat pada indeks similaritas 90,90%. Penanda molekuler ISSR dapat digunakan dalam karakterisasi genetik antara aksesi tempuyung
Katekin dalam Teh Hijau sebagai Kelator Alami pada Individu Terpapar Plumbum Pembawa Polimorfisme Gena Nitrit Oksida Sintase 3 Hernayanti Hernayanti; Sukarti Moeljopawiro; Ahmad Hamim Sadewa; Nurtjahjo Dwi Sasongko; Hexa Apriliana Hidayah
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.2.633

Abstract

Teh hijau merupakan salah satu jenis teh yang  banyak dikenal karena berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit contohnya hipertensi. Daun teh hijau mengandung senyawa polifenol yang dikenal sebagai catechin. Catechin dapat berfungsi sebagai penangkap radikal bebas seperti senyawa singlet oksigen, radikal hidroksil dan peroksinitrit. Berdasarkan sifat tersebut catechin diharapkan dapat mengatasi keracunan logam berat Pb pada individu terpapar Pb. Pengobatan keracunan Pb selama ini menggunakan senyawa kelator kimiawi dimerkaprol, namun dilaporkan pemakaiannya  menimbulkan efek samping berupa naiknya tekanan darah.Tujuan penelitian ini untuk 1) mengetahui efek teh hijau terhadap kadar NO pada individu terpapar Pb pembawa  polimorfisme dan non polimorfisme gena NOS3. 2) mengetahui efek teh hijau terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada individu terpapar Pb pembawa  polimorfisme dan non polimorfisme gena NOS3. Penelitian menggunakan metode survai dengan rancangan kasus kontrol. 30 orang pekerja bengkel mobil di Purwokerto sebagai subyek kasus dan 30 orang subyek kontrol berasal dari desa Pamijen, yang diperkirakan tidak terpolusi Pb. Untuk mengetahui adanya polimorfisme, gena individu ditentukan dengan metode PCR-RFLP. Enzim restriksi MboI untuk  gena NOS3. Parameter yang diukur adalah kadar Pb darah, NO, tekanan darah sistolik dan diastolik. Data dianalisis dengan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% dari 30 orang subyek kasus terdeteksi sebagai individu pembawa polimorfisme gena NOS3 dengan genotip GA dan DNA terpotong enzim MboI sepanjang 206 bp, 119 bp dan 87 bp. Sebanyak  60 % subyek kasus terdeteksi sebagai individu non polimorfisme dengan genotip GG, DNA terletak pada 206 bp. Kadar NO setelah pemberian teh hijau mengalami peningkatan baik pada individu pembawa polimorfisme gena NO3 maupun non polimorfisme, sedangkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kedua kelompok individu mengalami penurunan. Kesimpulan hasil penelitian teh hijau dapat digunakan sebagai kelator alami keracunan Pb.
Kepiting Brachyura Pulau Tikus, Kepulauan Seribu Rianta Pratiwi
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.2.839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kepiting dengan metode transek kuadrat. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret hingga Juni 2014 di Pulau Tikus, gugusan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Metode penelitian dengan transek kuadrat yaitu mewakili bagian barat (T1 & T2), utara (T3 & T4), timur (T5 & T6) dan selatan (T7 & T8) Pulau Tikus. Hasil penelitian terdapat 34 spesies brachyura dengan total 11 famili kepiting, yaitu Portunidae, Majidae, Galenidae, Dromiidae, Calappidae, Ocypodidae, Grapsidae, Porcellanidae, Macrophthalmidae, Xanthidae dan Pilumnidae. Nilai indeks keanekaragaman kepiting tertinggi ditemui di bagian timur (H’=2,609), sedangkan nilai indeks dominansi tertinggi berada di bagian selatan (C=0,117). Nilai indeks kemerataan Pielou tertinggi berada di bagian utara (J=0,923). Variasi tipe substrat pada ekosistem merupakan faktor yang mempengaruhi keanekaragaman kepiting. Keseluruhan perairan Pulau Tikus masih memiliki keanekaragaman kepiting yang tinggi dan didominansi oleh kepiting dari famili Xanthidae.
Mikrosporogenesis Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Akibat Cekaman Kekeringan Utaminingsih Utaminingsih; Suharyanto Suharyanto; Issirep Sumardi
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.2.866

Abstract

Cabai merupakan salah satu tanaman sayuran bernilai ekonomi tinggi yang memiliki banyak manfaat. Beberapa wilayah marginal di Indonesia memiliki keterbatasan dalam ketersediaan air. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui mikrosporogenesis dan respons fisiologis tanaman cabai merah besar akibat cekaman kekeringan. Tahapan penelitian meliputi : 1) perkecambahan biji dan aklimatisasi; 2) perlakuan cekaman kekeringan (penyiraman setiap 1,3,5,7,hari sekali); 3) pengambilan sampel (bunga dan daun); 4) pembuatan preparat anatomi bunga; 5) analisis prolin dan klorofil; 6) uji viabilitas polen; 7) pengamatan mikrosporogenesis; 8) analisis data. Parameter yang diamati meliputi kadar prolin, kadar klorofil, mikrosporogenesis, dan uji viabilitas polen. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa cekaman kekeringan tidak mempengaruhi tahapan mikrosporogenesis, tetapi mikrosporogenesis berlangsung lebih awal daripada tanaman kontrol. Respons tanaman cabai terhadap cekaman kekeringan meliputi penurunan kadar prolin akar, penuruanan kadar klorofil daun, dan penurunan viabilitas polen. 
Komunitas Fitoplankton di Kawasan Curug Sawer dan Cimanaracun, Situ Gunung, Jawa Barat Firdaus Ramadhan Hamada; Priyanti Priyanti; Rachma Fauziah; Rizky Aprizal
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.3.735

Abstract

Air terjun atau curug terbentuk dari aliran air sungai pada jalur dataran tinggi yang hanya sedikit mendapat perhatian mengenai kualitas dan status nutriennya. Tujuan penelitian untuk mengetahui komposisi fitoplankton dan kualitas perairan pada curug Sawer dan Cimanaracun Taman Wisata Alam (TWA) Situ Gunung. Parameter kimia-fisik yang diamati berupa suhu, konduktivitas (EC), total padatan terlarut (TDS) dan pH. Sampel fitoplankton diambil sebanyak 4 liter air dialirkan pada jaring plankton berukuran 50 μm hingga 15 ml dan diawetkan dengan Lugol’s iodine 10%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 jenis fitoplankton dari kelas Chlorophyceae (100%) pada curug Sawer dan 4 jenis yang berasal dari kelas Chlorophyceae (76%) dan Cyanophyceae (24%) pada curug Cimanaracun. Berdasarkan nilai indeks saprobik, kedua perairan memiliki kategori tercemar sangat ringan dengan masing-masing 1,92 pada curug Sawer dan 1,53 pada curug Cimanaracun. AbstractWaterfalls are formed from river which cascade at a high elevation that had a little attention about its quality and nutrient. The aims of study determined a composition of phytoplankton and the quality of waterfalls in Situ Gunung recreational park region. Physico-chemical was observed such as temperature, electro-conductivity, total dissolved solids, and pH. Phytoplankton sample was taken 4 liters streamed to plankton-net with size 50 μm until 15 ml and preserved by Lugol’s iodine 10%. The result showed there are 3 phytoplankton species belong Chlorophyceae class (100%) in Sawer waterfall and there were 4 phytoplankton species belong Chlorophyceae (76%) and Cyanophyceae (24%) classes in Cimanaracun waterfall. Based on saprobic index value from both of them waters showed has very slight pollution with 1.92 and 1.53, respectively.